Analisis Pendapatan Industri Rumah Tangga Pengolahan Manisan Carica( Carica pubescen. Di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo (Analysis Of Income Household Processing Of Sweet Processing Carica (Carica pubescen. In Kejajar District. Wonosobo Distric. Febrian Dini Lokawati . Wiharso . Harum Sitepu Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang Staf Pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang Email : okka_20dini@yahoo. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapatan, kelayakan dan mengetahui pengaruh biaya sarana produksi . uah carica, bahan pendukung dan tenaga kerj. terhadap penerimaan usaha manisan carica. Penelitian di lakukan di Industri Rumah Tangga Manisan Carica Di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo, pada bulan Maret-April 2018. Metode Penelitian ini dilakukan berdasarkan deskriptif analisis dan metode expost facto atau data yang berlangsung. Sampel diambil dengan metode sensus atau seluruh pelaku usaha manisan caricaMetode analisis data yang digunakan yaitu perhitungan penerimaan, pendapatan. RCR. ROI. BEP. Untuk mengetahui pengaruh biaya sarana produksi . uah carica, bahan pendukung. ula, ai. dan tenaga kerj. terhadap penerimaan menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan penelitian biaya tetap adalah Rp 215. 44, dan biaya Variabel adalah Rp 9. 09 Jadi biaya totalnya adalah Rp 10. 52 Biaya tetap terdiri dari biaya penyusutan, sedangkan biaya variabel terdiri dari biaya bahan baku Biaya tenaga kerja dan biaya lainnya . Total penerimaan adalah Rp 16. 84 sehingga pendapatannya adalah Rp 6. 32 Manisan Buah Carica memiliki nilai RCR 1. 63 yang berarti industri ini layak untuk diusahakan. Analisis Regresi Linier Berganda dengan Persamaan Y = 1. 269E6 0. 991 (X. 386 (X. 871 (X. Dengan ketersediaan bahan baku, pemilik industri ini diharapkan dapat mengoptimalkan produksinya dan meningkatkan manajemen produk. Kesimpulan : Usaha manisan carica di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo menguntungkan, layak diusahakan. Kata kunci : Analisis. Pendapatan. Pengolahan manisan Carica ABSTRACT The purpose of this study was to determine the income, feasibility and to know the effect of the cost of production facilities (Carica fruit, supporting materials and labo. on the acceptance of the business of Manisan Carica. The research was conducted in the Carica Candied Household Industry in Kejajar Subdistrict. Wonosobo Regency, in March - April 2018. This research method was conducted based on descriptive analysis and expost facto method or data that took place. Samples are taken by census method or all candied carica businesses. Data analysis methods used are calculation of revenue, income. RCR. ROI. BEP. To determine the effect of the cost of production facilities (Carica fruit, supporting material . ugar, wate. and labo. on revenue using multiple linear regression analysis. Based on research the fixed cost is Rp 215,492. 44, and the variable cost is Rp 9,974,744. 09 so the total cost is is Rp. 10,190,236. 52 Fixed costs consist of depreciation costs, while variable costs consist of raw material costs Labor costs, material costs and other costs. The total revenue is Rp. 16,529,354. 84 so the revenue is Rp. 6,339,118. 32 Carica Fruit Candies have an RCR value of 1. 63 which means that this industry is worthy of effort. Multiple Linear Regression Analysis with Equation Y = 1. 269E6 0. 991 (X. 386 (X. 871 (X. With the availability of raw materials, these industrial owners are expected to optimize their production and improve product management. Conclusion: Candied carica business in Kejajar Subdistrict. Wonosobo District is profitable, feasible to cultivate and. Keywords: Analysis. Income. Sweet procesing of Carica Febrian Dini Lokawati . Wiharso . Harum Sitepu : Analisis Pendapatan Industri Rumah Tangga Pengolahan Manisan Carica I. PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Indonesia adalah sebagai petani, demikian juga di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Penduduk kecamatan Kejajar atau yang lebih dikenal kawasan Dieng merupakan salah satu dataran tinggi di Indonesia yang penduduknya berwirausaha pada sektor pertanian khususnya hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan. Sektor pertanian Indonesia masih menghadapi tantangan yang besar, terutama pada subsektor non pangan utama, yaitu seperti hortikultura . uah-buaha. Pertanian dalam arti luas terdiri dari lima sektor yaitu tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Kelima sektor pertanian tersebut bila dikelola lebih serius sebenarnya akan memberikan penghasilan yang besar bagi perkembangan perekonomian Indonesia dimasa mendatang. Salah satu penanganannya yaitu dengan perkembangan perekonomian pada pertanian bisnis atau agribisnis. (Soekartawi, 1. Buah-buahan yang terkenal dan menjadi ciri khas atau ikon kabupaten Wonosobo adalah buah carica yang terdapat di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo atau yang lebih dikenal dengan kawasan Dieng, kawasan Dieng terletak di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo yang berjarak 25 km utara kota Wonosobo, 120 km barat laut Semarang. Tanahnya yang subur, gembur dan merupakan tanah pegunungan abu vulkanik yang dekat dengan gunung merapi Sindoro. Sumbing dan pegunungan Dieng menjadikan buah dan sayur tumbuh baik di daerah ini, salah satunya adalah buah Carica. (Warisno, 2. Tanaman Carica Dieng (Carica pubescen. merupakan salah satu famili dari caricaceae yang hanya dapat dijumpai di dataran tinggi Dieng. Tanaman Carica berasal dari kepulauan Candamar di Amerika Tengah dan dijumpai juga di Brasilia. Di dataran tinggi Dieng buah carica sering disebut kates Dieng. Gandul Dieng. Pepaya Dieng atau carica. Buah carica memiliki aroma yang khas, harum, segar, daging buah kenyal dan hanya dapat dikonsumsi setelah dilakukan pengolahan, dapat berupa minuman buah . arica in syrup atau cacktai. , selai, jus, manisan. Dari bebarapa olahan carica yang paling populer saat ini adalah manisan carica ( Anisa, 2010 ) Carica mulai dibudidayakan di dataran tinggi Dieng dikarenakan komoditas ini sangat potensial untuk Carica merupakan buah yang mirip dengan buah pepaya. Bedanya jika buah pepaya lebih dikenal dengan tumbuhan tropis yang memerlukan banyak panas dan matahari, sedangkan carica merupakan keluarga pepaya yang hanya bisa tumbuh di dataran tinggi serta memerlukan temperatur dingin dan banyak hujan. Komoditas ini sangat cocok dengan iklim di Dataran Tinggi Dieng di Wonosobo. (Hidayat,2. Karakteristik buah carica membuat buah ini hanya enak dimakan apabila telah diolah atau diproses terlebih Hal ini dikarenakan buah carica banyak mengandung getah sehingga terasa asam dan pahit. Buah carica yang hanya bisa tumbuh di kawasan dataran tinggi seperti Kawasan Dieng, seharusnya dapat memberikan manfaat ekonomis dan tambahan penghasilan bagi masyarakat setempat, untuk memperoleh nilai tambah selain budidaya carica mereka juga ikut serta dalam ,Vol. No. 1 Maret 2021 kegiatan pengolahan manisan atau Melalui kegiatan pengolahan manisan carica dapat menghasilkan produk yang bersifat tahan lama, dan meningkatkan daya saing serta menghasilkan nilai tambah bagi pengolah carica dari hasil olahannya. (Distan Kabupaten Wonosobo , 2. Buah carica merupakan salah satu komoditas pertanian yang termasuk jenis buahAebuahan yang tidak mudah ditemukan di daerah lain. Buah ini hanya dapat di temukan di dataran tinggi Dieng. Buah carica dapat diolah menjadi berbagai produk olahan yang bernilai ekonomi tinggi, produk olahan yang paling banyak dilakukan di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo yaitu manisan carica. Karena manisan carica merupakan produk olahan yang paling diminati masyarakat. Industri minuman buah carica merupakan salah satu investasi berupa industri dalam skala rumah tangga dengan mengutamakan bahan baku dari sektor pertanian yang dimiliki di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo. (KabupatenWonosobo. Rumusan Masalah Berapa pendapatan yang diperoleh dari usaha pengolahan manisan carica dalam skala rumah tangga di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo ? B a g a i m a n a k e l a y a k a n u s a h a pengolahan carica di k ecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo ? Bagaimana besar pengaruh biaya sarana produksi ,buah carica, bahan pendukung . ula, air, cup mangko. dan tenaga kerja terhadap penerimaan pengolahan carica di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo ? Febrian Dini Lokawati . Wiharso . Harum Sitepu Tujuan Penelitian Untuk mengetahui besar pendapatan industri rumah tangga manisan carica kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo yang diperoleh dalam melakukan pengolahan manisan carica dalam satu bulan produksi. Untuk mengetahui kelayakan usaha pengolahan manisan carica pada industri rumah tangga manisan carica di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo. Untuk mengetahui pengaruh biaya sarana produksi buah carica, bahan pengdukung( gula, air, cup mangko. dan tenaga kerja terhadap penerimaan pengolahan manisan carica pada industri rumah tangga manisan carica di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo. Hipotesis Dari pengujian hipotesis diatas dapat disimpulkan sebagai berikut : Diduga usaha pengolahan manisan carica di kecamatan Kejajar K a b u p a t e n Wo n o s o b o Diduga usaha pengolahan manisan carica di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo layak untuk Diduga biaya sarana produksi dan tenaga kerja pengolahan manisan carica di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo berpengaruh terhadap penerimaan usaha manisan II. METODE PENELITIAN Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo atau dikenal dengan kawasan Dieng. : Analisis Pendapatan Industri Rumah Tangga Pengolahan Manisan Carica Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret Ae April 2018. Penentuan lokasi secara purposive atau secara sengaja dipilih lokasi ini berdasarkan beberapa alasan antara lain : Satu-satunya daerah penghasil carica di Jawa Tengah Mempunyai potensi yang besar dalam pengembangan usaha pengolahan Tabel 1. Perkembangan tanaman dan produksi carica di kabupaten Wonosobo dalam 5 . tahun terakhir Sumber : Dinas Pangan. Pertanian dan Perikanan Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo ( 2. Metode Dasar Penelitian Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode diskriptif analisis yaitu memusatkan pada pemecahan masalah Ae masalah yang ada saat ini dan masalah yang aktual. Metode dasar yang dilakukan berdasarkan metode expost facto atau data data yang sedang Teknik penelitian ini untuk analisis pendapatan industri rumah tangga usaha manisan carica dengan mengambil data produksi pengeluaran dan pemasukan perbulan. Metode Penentuan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha manisan carica di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo sebanyak 31 orang. Karena populasi kurang dari 100, maka dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan cara sensus. Metode Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian adalah primer dan data Data Primer Data Primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden dengan cara wawancara terstruktur dengan menyiapkan daftar pertanyaan terlebih dahulu. Dalam penelitiaan ini data primer yang digunakan diperoleh secara langsung dari wawancara pengusaha pengolahan manisan carica. Data Sekunder Data sekunder didapat dari mengutip secara langsung dari instansi atau lembaga yang terkait dengan penelitian ini. Selain itu, data sekunder dari pembukuan data dari pengusaha. Langkah strategis dalam penelitian adalah menentuksn teknik pengumpulan data. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain : Observasi . Teknik ini dilakukan dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap obyek yang akan diteliti sehingga di dapat gambaran yang jelas mengenai daerah yang akan diteliti. Observasi dilakukan dengan pengamatan langsung ke indutri rumah tangga manisan carica. Wawancara. Wawancara terstruktur adalah percakapan yang dilakukan ,Vol. No. 1 Maret 2021 oleh pewanwancara kepada responden secara langsung menggunakan kuesioner dengan tujuan menggali informasi atau data yang digunakan untuk penelitian. Pencatatan. Pencatatan dalam hal ini bertujuan untuk mengumpulkan data sekunder yang didapat dari instansi yang ada kaitannya dengan penelitian ini dan data produksi pada industri rumah tangga manisan carica. Metode Analisis Data Analisis Pendapatan Usaha Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh dari pengolahan manisan Total Biaya Produksi Pendapatan Pendapatan dihitung dengan cara mengurangkan total penerimaan dengan total biaya, dengan rumus sebagai berikut : I = TR Ae TC Keterangan : I (Incom. = Pendapatan (R. TR (Total Revenue ) =Total Penerimaan (R. TC ( Total Cost ) = Total Biaya Produksi (R. Analisis Kelayakan Analisis Revenue Cost Ratio (RCR) Fungsi RCR adalah untuk mengetahui perbandingan pendapatan kotor dengan total biaya Total Biaya Produksi merupakan seluruh biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan usaha. (Soedarsono, 1. RCR > 1 => Layak RCR = 1 => Impas RCR < 1 => Tidak Layak TC = TFC TVC Keterangan : TC = Total Biaya Produksi (R. TFC = Total Biaya Tetap (R. TVC= Total Biaya Variabel (R. Penerimaan Penerimaan merupakan penjualan barang tertentu dikalikan dengan harga jual satuan (Soedarsono. Penerimaan dapat dirumuskan sebagai berikut : TR = P x Q Keterangan : TR ( Total Revenue ) = Total Penerimaan (R. P (Price ) = Harga (R. Q ( Quantity ) = Jumlah Produksi (Pc. Febrian Dini Lokawati . Wiharso . Harum Sitepu Analisis Break Even Point (BEP) BEP Produksi (BEPQ), yaitu untuk mengetahui jumlah produksi yang harus dicapai. Apabila (BEP Q ) > jumlah produksi,maka usaha tersebut layak diusahakan dan apabila (BEPQ) < jumlah produksi, maka usaha tersebut tidak layak BEP Harga (BEP Rp ) , y aitu untuk mengetahui minimal harga satuan yang harus ditawarkan. : Analisis Pendapatan Industri Rumah Tangga Pengolahan Manisan Carica = Bahan Pendukung = Faktor Produksi(Tenaga Kerj. Y = a b1X1 b2X3 b3X3 Untuk mengetahui adanya pengaruh biaya terhadap penerimaan dilakukan pengujian dengan analisis koefisien determinasi (R. Analisis Koefisien determinasi (R ) Dalam hal ini analisis koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel faktor produksi terhadap nilai variabel penerimaan pengolahan manisan carica. Besarnya nilai koefisien determinasi yaitu antaranol sampai dengan 1. O R2O . dan dinyatakan dalam persen. (R ) bernilai 0 berarti tidak ada hubungan antara variabel faktor produksi dengan variabel penerimaan usaha pengolahan manisan carica, sebaliknya nilai ( R. 1 berarti suatu kecocokan sempurna dari ketetapan perkiraan model. Uji Ae t . Uji Ae t berguna untuk menguji apakah sebuah variabel independen X1 . uah caric. atau X2 . ahan pendukun. atau X3 . enaga kerj. benar Ae benar memberikan kontribusi terhadap variabel terikat dependen Y atau penerimaan usaha manisan carica. Uji F (Uji Simulta. Uji F dikenal dengan uji serentak atau uji model atau uji anova, yaitu uji untuk melihat bagaimanakah pengaruh semua variabel bebasnya secara bersama sama terhadap variabel terikatnya atau untuk menguji apakah model regresi yang kita buat baik atau signifikan atau tidak baik atau non signifikan. Jika model signifikan maka model bisa digunakan untuk prediksi atau peramalan, sebaliknya jika non atau tidak signifikan maka model regresi tidak bisa digunakan untuk peramalan. Keterangan : = Penerimaan = Konstanta bn = Koefisien regresi = Buah Carica Hipotesis yang digunakan sebagai - H0 : b1 = b2 = b3 = 0 artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari BEPR. < Harga Satuan, maka usaha tersebut layak diusahakan dan apabila (BEP R p ) > Harga Satuan, maka usaha tersebut tidak layak diusahakan. Analisis Return Of invesment (ROI). ROI adalah nilai keuntungan yang diperoleh dari sejumlah uang yang diinvestasikan pada kurun waktu tertentu. Secara matematis ROI dirumuskan sebagai berikut : ROI > tingkat suku bunga pinjaman bank yang berlaku, maka usaha tersebut layak untuk diusahakan dan apabila nilai ROI < tingkat suku bunga pinjaman bank yang berlaku, maka usaha tersebut tidak layak untuk diusahakan. Analisis Pengaruh Biaya Sarana Produksi dan Tenaga Kerja Te r h a d a p P e n e r i m a a n Pengolahan Manisan Carica. Analisis Pengaruh Biaya Produksi dan Tenaga Kerja Terhadap Penerimaan Usaha digunakan untuk mengetahui pengaruh biaya sarana produksi dan tenaga kerja terhadap penerimaan usaha pengolahan manisan carica digunakan analisis regresi linier berganda model matematis sebagai berikut : ,Vol. No. 1 Maret 2021 variabel independen. - Ha : b1 O 0,artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel Kriteria pengujiannya adalah : - Jika Fhit E Ftabel,atau probabilitas c C 0,05 maka H 0 ditolak dan H a - Jika Fhit C Ftable,probobilitas c E 0,05 maka diterima dan Ha ditolak. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendapatan Usaha Manisan Carica Untuk mengetahui rata-rata pendapatan usaha manisa carica di dapatkan dari hasil quisioner responden pengusahan manisan carica di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo, maka perlu diketahui ratarata total biaya produksi dan rata rata penerimaan usaha manisan carica. Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pelaku usaha manisan carica dalam proses produksi, baik secara tunai maupun non tunai. Penerimaan merupakan hasil perkalian antara total produksi dengan harga jual. Pendapatan merupakan hasil bersih dari kegiatan suatu proses usaha yang diperoleh daripendapatan kotor dikurangi total biaya produksi. Biaya Produksi. Biaya produksi merupakan seluruh biaya yang dikeluarkan dalam proses pembuatan manisan carica dalam dalam 1 bulan, biaya produksi terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel, yang termasuk biaya tetap yaitu : pisau, krat, panci, alat pengukus, kompor, baskom, serok dan yang termasuk biaya variable yaitu : buah carica, gula pasir, air, cup kecil, plastik tutup cup, label cup kecil, kardus isi 12. Febrian Dini Lokawati . Wiharso . Harum Sitepu bahan bakar, sarung tangan, tenaga kerja, transport, listrik. Diketahui bahwa biaya produksi pengolahan manisan carica dalam 1 bulan produksi sejumlah Rp 236,56 yang terdiri dari biaya tetap Rp 215. 492,44 dan biaya variabel Rp 9. 744,09 total biaya produksi tersebut lebih rendah dibanding dengan penelitian pendapatan usaha pengolahan manisan carica sebesar Rp 580 Hal tersebut terjadi karena jumlah bahan baku yang diolah lebih sedikit dibandingkan dengan penelitian Biaya Tetap Yaitu biaya yang tidak pernah berubah nominalnya berdasarkan tingkat produksi manisan carica yang meliputi : biaya peralatan . isau, krat, panci, alat pengukus, kompor, baskom, serok, alat seale. Berdasarkan tabel 7 rata Ae rata biaya tetap Rp 215. 492,44 . Dengan biaya pisau Rp 8. 416,67, krat Rp 117,98, panci Rp 8. 371,42, alat pengukus Rp 39. 758,06, kompor Rp23. 129,23, baskom Rp 2. 584,13, serok Rp 4. 574,37, alat sealer Rp 540,77 . Sedangkan pada penelitian Jannah, . sebesar Rp 218. 043,44. Hal tersebut terjadi karena perbedaan harga dan jumlah alat yang dimiliki. Biaya Variabel Biaya yang bersifat fluktuasi terhadap kuantitas produk selama produksi yang meliputi antara lain : buah carica, gula pasir, air, cup kecil, plastik tutup cup, kardus isi 12, bahan bakar, sarung tangan, tenaga kerja dan listrik. Berdasarkan tabel 7 dapat disimpulkan bahwa rata- rata biaya variabel yang di keluarkan dari usaha manisan carica sebesar Rp 9. 744,09 per bulan, biaya variabel tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan penelitian menurut : Analisis Pendapatan Industri Rumah Tangga Pengolahan Manisan Carica Jannah, . sebesar Rp 15. per bulan. Hal ini bisa terjadi karena harga bahan baku lebih murah di bandingkan dengan penelitian terdahulu. Karena peneliti terdahulu seperti . up kecil, plastik tutup, label cup, kardus, bahan baka. memakai bahan yang lebih baik dan lebih mahal, sehingga biaya variabel lebih banyak. Penerimaan Penerimaan usaha manisan carica berasal dari total hasil penjualan manisan Rata Ae rata produksi yang dihasilkan usaha manisan carica di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo 670 cup per bulan. Harga rata Aerata per cup kecil sebesar Rp 2. sehingga penerimaan yang di dapat dari manisan carica Rp 16. 354,84 per Penerimaan tersebut lebih sedikit dibandingkan penelitian menurut . Jannah, 2016 yang sebesar Rp 975 per bulan yang diperoleh dari harga produk Rp 3. 437dikalikan dengan jumlah produksi sebesar 8. 675 unit per Hal ini bisa terjadi karena penelitian terdahulu hasil produksi lebih banyak dan harga jual lebih mahal, sehingga penerimaan setiap bulan menjadi lebih besar. Pendapatan Pendapatan yang diterima dari usaha manisan carica merupakan selisih antara total penerimaan dengan total biaya yang dikeluarkan dari proses produksi manisan carica. Rata Ae rata pendapatan yang diterima dari usaha Industri Rumah Tangga Manisan Carica di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo sebesar Rp 6. 118,32 per bulan dari 424,52 kg buah carica. Pada penelitian pendapatan usaha pengolahan manisan carica dalam aspek ekonomi sebesar 14. menurut Jannah, 2. Penelitian terdahulu tersebut jumlah pendapatan lebih besar karena total penerimaan yang di dapat lebih banyak yang diperoleh dari jumlah produksi dan harga produksi lebih Kelayakan Usaha Manisan Carica Analisis kelayakan usaha berfungsi untuk mengetahui kelayakan usaha manisan carica. Kelayakan usaha dapat diketahui dengan menggunakan beberapa analisis diantara RCR. BEP dan ROI. Rekapitulasi rata- rata hasil analisis kelayakan usaha manisan carica per bulan di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo. RCR ( Revenue Cost Ratio ) Analisis RCR digunakan untuk mengetahui perbandingan penerimaan atau hasil penjualan produk dengan total biaya produksi. Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil rata Ae rata RCR sebesar 1,63 artinya setiap mengeluarkan biaya sebesar Rp 1 akan memberikan penerimaan sebesar Rp 1,63 atau jika ada pengeluaran sebesar 1000 akan memberikan penerimaan sebesar Sedangkan penelitian Jannah . memperlihatkan Hasil RCR 3,45 perbedaan angka RCR ini dipengaruhi oleh Harga Jual yang berbeda, jumlah produksi serta total biaya produksi yang dikeluarkan. BEP (Break Even Point ) BEP adalah keseimbangan antara total penerimaan dengan total BEP (Produks. Analisis BEP ( produks. digunakan untuk menetukan minimal jumlah produksi agar suatu usaha mengalami balik modal. Rata Ae rata BEP. dalam satu b u l a n p r o d u k s i 4 . 11 5 c u p sedangkan rata- rata produksi rill 670,97 cup per bulan. Hasil produksi lebih besar dibandingkan hasil BEP. ,Vol. No. 1 Maret 2021 sehingga usaha manisan carica layak untuk diusahakan. BEP Harga . Analisis BEP . digunakan untuk mengetahui harga minimal yang akan ditawarkan kepada konsumen agar usaha tidak mengalami kerugian. Berdasarkan table analisis data penelitian didapat bahwa BEP. ratarata Rp 1. 523,76 per cup per bulan sedangkan harga riil dipasar mencapai Rp 2. 478,23 per cup per bu la n , ma ka t e rd a p a t sel i s i h keuntungan harga sebesar Rp 954 selisih harga ini dapat dipengaruhi oleh fluktuasi harga. Hal ini menunjukkan bahwa BEP . < harga pasar yang berarti usaha manisan carica ini layak untuk ROI (Return Of Investme. ROI digunakan untuk menghitung efisiensi penggunaan modal terhadap penerimaan dan kelayakan usaha manisan carica. Hasil analisis kelayakan usaha manisan carica di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo diperoleh rata Ae rata 63,29% artinya usaha pengolahan manisan carica dalam satu bulan usaha modal dapat kembali sebesar 63,29 %, hal ini menunjukan bahwa ROI usaha manisan carica layak untuk diusahakan. Perhitungan ROI ini dipengaruhi oleh rata-rata pendapatan bersih sejumlah Rp 6. 118,32 per bulan dan rata Ae rata total biaya produksi sejumlah Rp 10. 236,52 per bulan. Pengaruh Usaha Manisan Carica Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui besar pengaruh dan faktor biaya produksi dan Febrian Dini Lokawati . Wiharso . Harum Sitepu tenaga kerja terhadap keuntungan petani. Sesuai dengan hipotesis, peneliti ingin mengetahui pengaruh biaya sarana produksi dan biaya tenaga kerja terhadap penerimaan usaha manisan carica di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo. Diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 1. 269E6 0. 991X1 1. 386X2 3. 871 X3 Uji Simultan (Uji F) Analisis Koefisien Korelasi (R). Pada lampiran , dapat diketahui nilai koefisien korelasi = 0,978. Koefisien ini berada pada interval 0,90 Ae 1,00. Hal ini menunjukan keeratan tingkat hubungan antara variabel bebas X . iaya buah carica,bahan pendukung dan biaya tenaga kerj. secara simultan, dengan variabel tidak bebas Y (Penerimaa. berkorelasi tinggi dan positif. Jika nilai X . iaya buah carica, bahan pendukung dan biaya tenaga kerj. meningkat, nilai Y juga mengalami peningkatan, atau sebaliknya. Analisis Koefisien Determinasi (R ) . Koefisien Determinasi (R ) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel bebas (X) dalam menjelaskan variabel tidak bebas (Y) (Nugroho,2. Pada lampiran 6, dapat diketahui nilai koefisien determinasi yang disesuaikan/ adjusted R square 0,951 artinya kontribusi variabel bebas yang meliputi biaya buah carica, bahan pendukung , biaya tenaga kerja pada perubahan nilai variabel tidak bebas (Penerimaa. adalah sebesar 95,1%. Sedangkan sisanya 4,9 % dipengaruhi variable lain diluar penelitian. : Analisis Pendapatan Industri Rumah Tangga Pengolahan Manisan Carica c. Uji F (Anov. Nilai F hitung = 808 dengan sig = 0,000. Karena probabilitas jauh lebih kecil dari 0,01 artinya secara simultan faktor-faktor biaya buah carica, bahan pendukung dan tenaga kerja berpengaruh sangat signifikan terhadap usaha Rumah Tangga Manisan Carica di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Uji Parsial (Uji . Uji parsial digunakan untuk menguji apakah semua variabel bebas X benar benar memberikan pengaruh terhadap variabel tidak bebas Y. Dengan kriteria H0 diterima jika thit 0,05 atau bi = 0 . i tidak berpengaruh pada Y) sebaliknya jika thit >ttabel atau probabilitas < 0,05 maka ho ditolak. Nilai koefisien regresi variabel X1= adalah b 1 = 0. 991 artinya jika penambahan satu-satuan biaya buah carica, maka keuntungan usaha manisan carica akan naik sebesar Rp 0. 991 dengan asumsi penggunaan carica, bahan pendukung,dan tenaga kerja tetap. Hal ini dapat menambah jumlah buah dan penggunaan buah carica yang unggul untuk meningkatkan hasil yang lebih optimal baik produksi maupun keuntungan usaha manisan carica. Hal ini penambahan buah carica berpengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan usaha. Biaya buah carica (X. berpengaruh secara nyata terhadap Nilai koefisien regresi variabel X2 = bahan pendukung adalah b 2 = 386 artinya penggunaan bahan pendukung seperti air dan gula masih bisa di tambah Rp 1,- maka variabel Y akan bertambah sebesar Rp 1. 38 apabila satuan buah carica dan tenaga kerja tetap pada usaha manisan carica di Industri Rumah Ta n g g a M a n i s a n C a r i c a d i kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo. Hal ini penambahan bahan pendukung berpengaruh positif terhadap penerimaan usaha. Karena bahan pendukung (X 2 ) berpengaruh nyata terhadap Nilai koefisien regresi variabel X3 = biaya tenaga kerja adalah b3 = 3,871 artinya jika penambahan satu-satuan biaya tenaga kerja, maka keuntungan manisan carica akan naik sebesar 3,871 satuan (R. dengan asumsi penggunaan biaya carica, bahan pendukung dan tenaga kerja tetap. Untuk meningkatkan pendapatan dan hasil yang maksimal perlu adanya tenaga kerja yang lebih efektif dan Biaya tenaga kerja (X 3 ) berpengaruh secara nyata terhadap IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis usaha manisan carica di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo dapat diambil kesimpulan sebagai berikut Pendapatan Industri Rumah Ta n g g a M a n i s a n C a r i c a d i kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo menguntungkan dengan pendapatan sebesar Rp 32 per bulan per 424 kg. Industri Rumah Tangga Manisan Carica di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo layak untuk ,Vol. No. 1 Maret 2021 di usahakan. Biaya sarana produksi buah carica, bahan pendukung . ula, air, cup mangko. dan tenaga kerja berpengaruh secara nyata terhadap penerimaan Industri Rumah Tangga Manisan Carica di kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo. Hasanah. UD Yuasafood Berkah Makmur Desa Krasak M o j o t e n g a h K a b . Wonosobo(Proses Produksi Manisan Caric. Surakarta : Skripsi,Universitas Sebelas Maret. Saran Hasil penelitian ini, penulis menyarankan untuk buah carica dan bahan pendukung masih bisa ditambahkan untuk meningkatakan Sedangkan untuk tenaga kerja perlu adanya tenaga dalam proses produksi manisan carica Jannah,Miftahul. Studi Kelayakan Industri Minuman Buah Carica. Kab. Semarang DAFTAR PUSTAKA