JURNAL VASTUKARA e-ISSN 2798-1703 Volume 2 No 1 Maret 2022 PERANCANGAN BUS DHARMA DHYANA MENTAL HEALTH CARE SEBAGAI SARANA EDUKASI DAN PENYEMBUHAN MENTAL DI BALI I Putu Nanda Amerta1. Ida Ayu Dyah Maharani 2. Ni Luh Kadek Resi Kerdiati3 1,2,3Program Studi Desain Interior. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Institut Seni Indonesia Denpasar E-mail : 1nandaamerta@gmail. Abstrak Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang sering terjadi ditengah masyarakat. Stigma masyarakat masih menyeimuti isu soal kejiwaan di Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Rikesda. Bali menduduki posisi nomor satu sebagai Provinsi yang memiliki prevalensi tertinggi gangguan jiwa skizofrenia, yakni, berada di angka 11 persen . er mi. Luh Ketut Suryani yang merupakan salah satu psikiater aktif dalam pergerakan isu kesehatan mental mengatakan bahwa faktor pemicu gangguan jiwa di Bali tidak selalu mengenai genetik, namun terdapat faktor lainnya yakni seperti pendidikan. Seandainya masyarakat bisa lebih paham mengenai kesehatan mental, maka setidaknya dapat menekan angka jumah penderita gangguan mental di Bali. Oleh hal itu, penulis merancang interior bus Dharma Dhyana sebagai solusi untuk menunjang kesehatan mental di masyarakat Bali dengan upaya pencegahan dan penyembuhan. Design Thinking oleh Tim Brown . , yakni metodologi desain yang memberikan pendekatan berbasis solusi untuk memecahkan masalah, diterapkan dalam perancangan kasus ini melalui tahap inspirasi . , tahap ide . , dan tahap penerapan . Berdasarkan skeanario aktivitas Bus Dharma Dhyana, fasilitas bus menghasilkan program utama yaitu penyuluhan sosial outdoor yang menjadi sarana edukasi mengenai kesehatan sosial, ruang konseling dan terapi sebagai upaya penyembuhan dengan metode soundhealing. Konsep AuAnunada a Gending GumiAy , yang bermakna Augetaran hati, pikiran dan jiwa setiap mahluk hidup yang harmonis di alam semestaAy merupakan representasi dari tujuan fasilitas bus untuk menciptakan kesejahteraan melalui kesehatan mental. Portability design menjadi pilihan desainer untuk memfasilitasi masyarakat dengan cepat dan merata. Kata kunci : Kesehatan Mental. Penyuluhan Sosial. Desain. Interior Bus. Abstract Depression is a mental health disorder that often occurs in society. Public stigma still surrounds the issue of mental health in Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Rikesda. Bali was in the number one position as the province with the highest prevalence of schizophrenia mental disorders, namely, at 11 percent . er mil. Luh Ketut Suryani, who is an active psychiatrist in the movement for mental health issues, said the triggering factors mental disorders in Bali are not always genetic, but there are other factors, such as education that can reduce the number of people with mental disorders in Bali. Therefore, the author designed the interior of the Dharma Dhyana bus as a solution to support mental health in the Balinese community with prevention and healing efforts. Design Thinking by Tim Brown . , applied in the design of this case through the inspiration stage, ideas stage, and implementation stage. Based on the Dharma Dhyana Bus activity scenario, produces the main program, namely outdoor social counseling which is a means of education about social health, counseling and therapy rooms as an effort to heal with the sound healing method. The concept of "Anunada a Gending Gumi", which means "the vibration of the heart, mind and soul of every living creature in harmony in the universe is a representation of the purpose of bus facilities to create well-being through mental health. Portability design is the choice of designers to facilitate the community quickly and evenly. Keywords : Mental Health. Social Counseling. Design. Bus Interior Artikel ini diterima pada : 14 Januari 2022 dan Disetujui pada : 15 Februari 2022 PENDAHULUAN Depresi menjadi fenomena yang kerap terjadi ditengah lingkungan masyarakat. Bermula dari stress atau kecemasan yang tidak ditangani, maka seseorang bisa jatuh kedalam fase depresi. Dikutip melalui tesis Khoirunissa . , dengan judul Analisis Kesehaan Mental Sumber Daya Manusia Di Indonesia, kualitas SDM tidak selalu berfokus pada pendidikan namun juga menyoroti pentingnya kesehatan. Pieper . mengatakan bahwa kesehatan mental merupakan suatu kondisi dimana seseorang tidak mengalami Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 71 perasaan bersalah terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang realistis terhadap dirinya sendiri dan mampu menerima kekurangan dan kelemahannya, kemampuan menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya. Namun, dikutip melalui Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2019, nyatanya stigma masyarakat masih menyeimuti isu soal kejiwaan di Indonesia yang masih kerap mempercayai gangguan kesehatan jiwa disebabkan oleh hal yang kurang rasional ataupun supranatural, seperti pengidap skizofrenia disebabkan karena sihir, kemasukan setan, kemasukan roh jahat, melanggar larangan, dan lain-lain. Bermula dari depresi atau kecemasan, hal ini bisa berdampak buruk kepada individu di masyarakat. Dan bila tidak segera ditangani, dan akan berpotensi timbulnya penyakit mental semacam skizofrenia yang merupakan kecendrungan untuk menyakiti diri sendiri. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Rikesda. Bali menduduki posisi nomor satu sebagai Provinsi yang memiliki prevalensi tertinggi gangguan jiwa skizofrenia, yakni, berada di angka 11 persen . er mi. Melalui nilai yang di dapat pada data Riskesdas, tentu terdapat aspek-aspek yang berperan dalam pengaruh munculnya fenomena gangguan kesehatan mental khususnya di Bali. Mustofa . melalui artikel dari radarbali. Prof. Dr. Luh Ketut Suryani yang merupakan salah satu psikiater aktif dalam pergerakan isu kesehatan mental, mengatakan bahwa faktor pemicu gangguan jiwa di Bali tidak selalu mengenai genetik, namun terdapat faktor lainnya yakni seperti pendidikan anak dari usia 1 hingga 10 tahun yang merupakan umur rentan dalam mendidik anak, persoalan seks diluar pernikahan, persoalan program Keluarga Berencana (KB), hingga persoalan mengugurkan Beragamnya persoalan yang mempengaruhi kesehatan mental masyarakat di Bali cenderung berasal dari persepsi atau pemikiran yang berasal dari ketidaktahuan untuk merespon fenomena disekitar masyarakat. Seperti yang dipaparkan juga oleh Prof. Dr. Luh Ketut Suryani yang dikutip pada artikel Bali Nusa . , bahwa seandainya masyarakat bisa lebih paham mengenai kesehatan mental, maka setidaknya dapat menekan angka jumah penderita gangguan mental di Bali. Kardiatun dkk. dalam Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat mengatakan bahwa pendekatan edukasional mampu merubah perilaku seseorang termasuk pengetahuan, dimana intervensi yang disampaikan merupakan proses pendidikan kesehatan untuk merubah perilaku. Ada . mengatakan bahwa energi pikiran yang positif dibentuk oleh suatu kondisi yang mengarah pada hal-hal bersifat positif seperti cinta kasih, keyakinan, kesadaran, ketenangan dan kebijaksanaan. Dalam hal penanganan pada gangguan stres, kecemasan dan depresi dapat diberikan beberapa terapi seperti terapi meditasi (Jamil, 2. Meditasi seperti yang dikatakan Antonius . adalah pemfokusan pikiran menuju status kesadaran yang membawa status ketenangan, kejelasan, dan kebahagiaan. Dalam undang-undang No. 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, pada BAB i tentang AuSistem Pelayanan Kesehatan JiwaAy pada pasal 33 ayat 1 dijelaskan bahwa AuPemerintah dalam melaksanakan upaya pelayanan kesehatan jiwa maka dibangun sistem kesehatan jiwa yang berjenjang dan komprehensif, yang terdiri dari pelayanan kesehatan jiwa dasar dan pelayanan kesehatan jiwa rujukanAy. Berdasaarkan paparan di atas mengenai isu dan juga problema mengenai kesehatan mental yang terjadi di masyarakat Bali, maka muncul lah ide untuk merancang fasilitas yang dapat mendukung berlangsungnya program pemerintah khususnya Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Bali untuk memenuhi kebutuhan akan penanganan kesehatan mental di Bali sebagai fasilitas dan tindakan kesehatan awal bagi masyarakat . Maka dari itu, sebagai desainer interior di usunglah AuPerancangan Bus Dharma Dhyana Mental Health Care Sebagai Sarana Edukasi dan Penyembuhan Mental di BaliAy. Bertajuk nuansa lokal yaitu AuDharma DhyanaAy, bermakna penyembuhan melalui kebaikan, merupakan visi dari program bus yang akan dijalankan berdasarkan kebaikan & cinta kasih. Program ini sekaligus dapat menjadi rekreasi edukasi bagi masyarakat dengan bersinergi bersama lembaga kemasyarakatan seperti Banjar atau Seka Truna Truni yang ada di Bali untuk menjalin kemistri yang juga akan memudahkan untuk terbukanya masyarakat akan permasalahan yang sedang dihadapi. Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 72 Pemilihan media mobil bus sebagai upaya fasilitas edukasi dan penyembuhan merupakan pertimbangan dari sifat mobil bus yang mempunyai mobilitas tinggi. Hal ini akan menjadi keuntungan untuk menjangkau daerah-daerah khususnya Kabupaten di Bali. Dalam penerapan fasilitas ini tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti memerlukan rancangan mengikuti standar-standar yang dibutuhkan untuk bidang kesehatan, lalu standar dimensi dan fitur dalam bus yang harus mengikuti Standar Nasional Indonesa (SNI) yang berhubungan langsung dengan Dinas Perhubungan mengenai standarisasi kendaraan, agar bagaimana civitas didalam maupun diluar bus dapat nyaman beraktivitas. Mengingat saat ini sudah mencapai era generasi 4. 0, sudah saatnya kita menerapkan sistem teknologi untuk menunjang kebutuhan dalam ruang agar terciptanya keefektifan, keefesiensian, dan Oleh karena itu, desainer juga merancang dengan berintegrasi melalui internet atau disebut IoT (Internet of Thing. yang akan membantu mempermudah pelayanan bus. METODE Metode desain adalah suatu cara yang dilakukan oleh desainer untuk menghasilkan suatu karya desain. Pada kasus ini menggunakan metode Design Thinking oleh Brown . yakni metodologi desain yang memberikan pendekatan berbasis solusi untuk memecahkan masalah. Terdapat beberapa tahapan dari Design Thinking seperti yang dikemukakan oleh Brown . yang juga menjadi tahapan desain dalam kasus ini yaitu : Inspirasi . yang merupakan fase awal mendesain berupa pengumpulan data literatur terkait kasus sebagai riset bukti pendukung. Ide . yang merupakan fase dimana desainer merespon permasalahan dengan penggailian ide . sehingga menghasilkan konsep dasar, kriteria, inspirasi desain . , dan sketsa gagasan sebagai pedoman rancangan. Penerapan . yang merupakan fase dimana seluruh ide gagasan dirancang menjadi satu kesatuan berdasarkan konsep yang telah digagas, sehingga menghasilkan bentuk visual desain berupa gambar konseptual desain, gambar developmen desain, gambar detail, dan juga 3D image. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Inspirasi Pada tahap ini, dimulai dengan pengumpulan data dan refrensi mengenai terjadinya fenomena kesehatan mental, bahwa seperti yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Luh Ketut Suryani . alam Mustofa, 2. , bahwa pendidikan menjadi hal yang perlu di imbangi dalam hal pengetahuan kesehatan mental di masyarakat yang di mulai dari lingkup terkecil yakni Ia pun menambahkan bila seandainya pengetahuan mengenai kesehatan mental ini dapat merata di masyarakat, maka hal itu dapat menekan angka pertumbuhan pengidap gangguan kesehatan mental (Bali Nusa, 2. Hal ini berhubungan dengan pendekatan edukasional seperti yang dipaparkan oleh Kardiatun dkk. , . bahwa penyuluhan dengan metode ceramah mampu merubah perilaku seseorang termasuk pengetahuan, dimana intervensi yang disampaikan merupakan proses pendidikan kesehatan untuk merubah Jamil . menyampaikan bawha dalam hal penanganan pada gangguan stres, kecemasan dan depresi dapat diberikan beberapa terapi seperti terapi meditasi. Adapun undang-undang No. 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, pada BAB i tentang AuSistem Pelayanan Kesehatan JiwaAy pada pasal 33 ayat 1 dijelaskan bahwa AuPemerintah dalam melaksanakan upaya pelayanan kesehatan jiwa maka dibangun sistem kesehatan jiwa yang berjenjang dan komprehensif, yang terdiri dari pelayanan kesehatan jiwa dasar dan pelayanan kesehatan jiwa rujukanAy. Setelah merespon hal tersebut yang dimana masyarakat Bali membutuhkan edukasi dan juga fasilitas penyembuhan secara merata, program kegiatan pun dirancang dengan kebutuhan edukasi dan pelayanan kesehatan mental seperti konsultasi dan terapi Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 73 sekaligus mendukung program pemerintah dalam pelayanan kesehatan jiwa melalui fasilitas mobil bus. Kendaraan mobil bus dipilih dikarenakan fleksibilitas yang dapat menjangkau daerah-daerah di Bali, sesuai dengan kebutuhan edukasi sosial yang merata. Terdapat dua program pelayanan yang dirancang oleh desainer yaitu program pelayanan regular dan nonregular atau event day. Selanjutnya, observasi dan survey data lapangan dilakukan untuk menentukan lokasi berlangsungnya program kegiatan dari mobil bus. Program regular akan direncanakan berupa pelayanan konseling psikolog dan juga terapi soundhealing yang di lokasikan di seputaran Lapangan Renon Denpasar, tepatnya di Parkir Timur Lapangan Renon. Jl. Ir. H . Juanda. Denpasar-Bali. Lokasi ini dipilih peneliti berdasarkan kecukupan lahan, akes jalan yang memadai, dan juga berada dititik jantung Kota. Gambar 2. Denah lokasi & kondisi lokasi program regular (Sumber : Nanda, 2. Lalu untuk program non-regular yang merupakan kegiatan event day berupa penyuluhan sosial yang di berlakukan ke daerah-daerah Kabupaten di Bali yang dapat dilihat pada Tabel. Program ini direncanakan sebagai upaya pencegahan dan edukasi sosial mengenai kesehatan mental di masyararkat, dengan bersinergi bersama lembaga kemasyarakatan daerah seperti Banjar yang ada di Bali. Tabel 1. Daftar Sebaran Lokasi Banjar di Kabupaten Bali (Sumber : Nanda, 2. Kabupaten/Kota Kota Denpasar Badung Tabanan Bangli Buleleng Gianyar Jembrana Karangasem Klungkung Lokasi Lapangan Renon Lapangan Puputan Lapangan Lumintang Lapngan Kerobokan Prathu I Gethir Munggu Lapangan Umum Desa Canggu Lapangan Umum Wanasari Lapangan Umum Kediri Tabanan Lapangan Kapten Mudita Lapangan Umum Seririt Lapangan Kampus Tengah Lapangan Astina Lapangan Batubulan Lapngan dauh Waru Lapangan Gilimanuk Lapangan Tanah Aron Lapangan Desa Rendang Lapangan Melawa Bebandem Lapangan Puputan Klungkung Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 74 Berdasarkan data yang di dapat dari Dinas PUPR, untuk dapat melalui akses jalan yang menghubungkan daerah-daerah di Bali, mobil bus yang dirancang harus melaju di jalan kelas i yang merupakan jalan lokal. Sehingga mobil bus mesti dirancang dengan dimensi maksimal lebar 2,1 meter, dengan panjang 9 meter, dan tinggi tidak melebihi 3,5 Tabel 2. Kriteria Jalan di Indonesia (Sumber : Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor . Kelas Jalan Fungsi Jalan Kelas I Kelas II Arteri Kolektor Arteri Kolektor Lokal Lingkungan Dimensi Kendaraan Bermotor Muatan Sumbu Terberat (To. Panjang. Lebar. Tinggi. < 18 < 12 <2,50 <2,50 <4,2 <4,2 <3,5 <4,2 >10 Kelas i <2,1 Kelas Arteri > 18 >2,50 Khusus Catatan : *) dalam keadaan tertentu. MST dapat lebih kecil dari 8 ton Setelah data lokasi dan akses jalan telah diperoleh, penentuan spesifikasi bus pun Untuk dapat berjalan di jalan lingkungan lokal, maka bus jenis medium menjadi pilihan pada rancangan kali ini. Peneliti pun mencoba mengeksplorasi bus dengan perencanaan mobil bus berbahan bakar hidrogen, melalui refrensi mobil bus keluaran Toyota Sora yang menjadi daya tarik peneliti dengan zero emission yang dapat dihasilkan pada mobil bus ini. Dalam eksplorasi ini, terdapat spesifikasi mesin dan dimensi yang disesuiakan dengan acuan peraturan kendaraan di Indonesia yang dapat dilihat pada Tabel. Tabel 3 Spesifikasi utama bus refrensi Toyota Sora (Sumber : toyota. Nanda 2. Kendaraan Nama Panjang lebar tinggi Tumpukan Fuel Cell Nama . Motor Tangki hidrogen bertekanan tinggi Mengendarai baterai Sistem catu daya Muatan Sumbu Output maksimal Tipe Output maksimal Torsi maksimum Jumlah tangki (Tekanan kerja nomina. Volume internal tangki Tipe Jumlah output / catu daya maksimum Berat bus Toyota Sora 9000 x 2100 x 3500 mm Floor to ceiling : 2100 mm Toyota FC Stack (Elektrolit polimer pada. 114 kW y 2 unit . PS y 2 uni. AC sinkron 113 kW y 2 unit . PS y 2 uni. 335 N u m y 2 . ,2 kgf u m y . MP. 600 liter Hidrida logam-nikel 9 kW / 235 kWh 8 Ton Catatan : *) Spesifikasi diatas telah disesuaikan dengan kebutuhan kasus. Tahap Ideasi Setelah terkumpulnya data, problem dan penyebab terjadinya fenomena gangguan kesehatan mental di Bali, dirancang lah sebuah konsep yang merupakan hasil pengolahan pikiran desainer untuk menggabungkan seluruh elemen desain interior ke dalam satu kesatuan yang abstrak sebagai problem solving guna mencapai tujuan desain (Noorwatha. Penulis merancang konsep umum yang merupakan tujuan perencanaan kasus kali ini Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 75 yaitu Aumerancang ruang guna mencegah sekaligus penanganan kesehatan mental melalui penyuluhan edukasi, konseling psikologi, dan terapi untuk mencapai kesejahteraan di masyarakatAy. Melalui konsep umum ini yang telah disusun melalui mind mapping konsep, maka didapat pula kriteria desain, yang diantaranya: Educational, merupakan citra yang ingin diciptakan bahwa fasilitas bus ini merupakan lingkungan edukasi sosial yang positif. Comfy Touch, merupakan perasaan visual yang ingin diciptakan saat beraktivitas pada bus untuk menciptakan rasa aman dan nyaman. Family Friendly, merupakan nuansa atau sense yang ingin diciptakan bahwa fasilitas bus memiliki pelayanan ramah dan terbuka bagi siapa saja. Gambar 3. Mind mapping & penjabaran konsep (Sumber : Nanda, 2. Konsep umum melahirkan pula konsep khusus yaitu AuAnunada a Gending GumiAy yang berasal dari Bahasa Sansekerta. AuAnunadaAy yang berarti getaran atau vibrasi, lalu Aua Gending GumiAy yang berarti nyanyian ibu pertiwi atau alam semesta. Maka dari itu. Anunada a Gending Gumi bermakna Augetaran hati, pikiran dan jiwa setiap mahluk hidup yang harmonis di alam semestaAy. Konsep ini menjadi cerminan dan menjadi kunci dalam menjalin hubungan sosial disekitar kita, mulai dari keluarga hingga lingkup sosial di masyarakat dengan saling menjaga dan menumbuhkan awareness mengenai kesehatan mental melalui vibrasi positif. Pada konsep khusus, terdapat penjabaran berupa hubungan antar ruang, sirkulasi ruang, polar ruang, pendekatan strategi interior, material dan juga warna yang digunakan pada kasus ini. Setelah melalui tahap penyusunan konsep, maka sketsa ide gagasan dan juga moodboard pun dirancang. Sketsa gagasan berisi ide-ide abstrak desainer yang dituang dalam media kertas ataupun lainnya, kemudian ide-ide tersebut dituangkan pada rancangan moodboad guna mendapat visualisasi sebagai refrensi desain. Gambar 4. Sketsa gagasan & moodboard (Sumber : Nanda, 2. Peneliti pun merancang branding bagi fasilitas mobil bus yang di rencanakan dengan memberi nama mobil bus AuDharma Dhyana Mental Health CareAy. Dharma Dhyana. Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 76 merupakan istilah dari Bahasa sansekerta. AuDharmaAy yang berarti kebaikan. AuDhyanaAy yang berarti pemusatan atau fokus terhadap tujuan meditasi . Maka. Dharma Dhyana bermakna Aupenyembuhan melalui kebaikanAu Gambar 5. Branding logo Dharma Dhyana (Sumber : Nanda, 2. Melalui branding, dirancang pula logo bus Dharma Dhyana yang merupakan hasil dari tahap reprentasi konsep bus. Warna hijau dipilih sebagai warna utama brand untuk tampilan fresh dan bersahabat. Adapun makna dari logo Dharma Dhyana, yakni: Kelopak Bunga, bermakna bus Dharma Dhyana sebagai wadah dan fasilitas bagi masyarakat yang merangkul dan mengayomi masyarakat untuk hidup sehat. Matahari Terbit, bermakna selalu ada harapan yang positif . Cahaya, bermakna kebahagian yang akan menyinari dunia. Dasar pada pola logo yaitu gelombang yang memusat ditengah bermakna vibrasi positif. Tahap Implementasi Tahap implemetasi dilakukan dengan perhitungan kebutuhan ruang yang menghasilkan matriks hubungan antar ruang, zonasi dan sirukulasi ruang, serta block plan. Selanjutnya, memasuki tahapan gubahan ruang yang dimana desainer melakukan proses modeling sehingga menghasilkan gambar kerja konsepsual. Gambar 6. Denah Penataan Konsepsual (Sumber : Nanda, 2. Pada gambar 6 menampilkan denah konsepsual dapat dilihat bentuk dan fasilitas pada ruang indoor bus maupun outdoor area yang merupakan set up fasilitas dari kegiatan regular day, dengan kegiatan konseling dan terapi. Secara visual, denah ini memperlihatkan warna dan material berdasarkan penjabaran konsep yang telah di buat dengan bernuansa hijau, krem & putih sebagai warna utama fasilitas ini untuk menciptakan ruang terkesan luas, tentram, damai santai dan nyaman (Mulyati, 2. Penggunaan material seperti karpet Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 77 fabric carpet dirancang untuk memberi kesan comfy touch yang merupakan kriteria dari desain bus. Gambar 7. Denah penataan Konsepsual Event Day (Sumber : Nanda, 2. Pada denah konsepsual event day, dapat dilihat fasilitas tambahan pada ruang outdoor berupa tenda dengan ukuran 9x9 meter persegi berisikan fasilitas untuk kegiatan penyuluhan edukasi dan juga pengenalan pelatihan terapi meditasi kesehatan. Dengan kebutuhan fasilitas yang besar ini, maka dibutuhkanlah ruang bagasi penyimpanan yang mumpuni untuk menyimpan segala fasilitas kegiatan outdoor, seperti tenda, sound, extend stage, dan cushion seat untuk tempat duduk para audience. Gambar 8. Potongan A-A & B-B (Sumber : Nanda, 2. Selanjutnya, pada gambar 8 yang merupakan gambar potongan, denah dipotong menjadi 4 sisi yaitu potongan A-A. B-B. C-C, dan D-D. Gambar potongan menunjukkan detail fasilitas, keterangan dan dimensi secara vertical untuk mengetahui gambaran dari bus berdasarkan elevasi. Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 78 Gambar 9. Potongan C-C & D-D (Sumber : Nanda, 2. Pada potongan C-C dan D-D dapat dilihat pada gambar 9 terdapat dua tenda yang merupakan fasilitas penunjang kegiatan outdoor seperti kegiatan registrasi pada program regular, dan kegiatan sosialisasi pada program non reguler . vent da. Tenda ini menggunakan sistem knockdown yang dapat dilipat sehingga memudahkan dalam penyimpanan di bagasi bus. Gambar 10. Perspektif Area Penyuluhan Sosial (Sumber : Nanda, 2. Gambar 10 adalah visualisasi 3D visual render area kegiatan penyuluhan sosial merupakan upaya untuk bersinergi dengan masyarakat setempat. Outdoor area dengan fasilitas cushion seat dan tenda, merupakan pertimbangan untuk memberi kenyamanan kepada audience. Selain itu, penataan dirancang dengan strategi berfokus kepada pembicara dengan tidak menempatkan objek atau civitas lain agar tidak terjadinya distraksi yang mengganggu kegiatan penyuluhan. Hal ini juga upaya untuk membangun kepercayaan dan keakraban dengan mentor yang dapat menjangkau audience dengan jelas, begitu juga sebaliknya oleh audience. Gambar 11. Perspektif Ruang Konsul dan Terapi (Sumber : Nanda, 2. Lalu pada gambar 11 merupakan ruang konsultasi yang dirancang untuk menampung 1 hingga 2 orang pasien sekaligus bila mana pasien merupakan pasangan dengan fasilitas sofa double seat. Perancangan sofa lipat dengan footless dapat memberi ruang leluasa para area kaki civitas saat duduk. Pencahayaan utama pada ruang ini menggunakan lampu Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 79 spotlight dengan dukungan aksen ambient lighthing melalui bias cahaya LED stripe yang ditanam pada pojok kanan dan kiri plafond ruangan. Selain itu, terdapat unsur dekorasi ruang yang diaplikasikan seperti circle ambient lighting pada area kepala konselor dan Perancangan lighting tersebut digunakan untuk menarik perhatian pasien agar fokus dengan lawan bicara didepannya. Fasilitas zero gravity bed digunakan sebagai sarana fasilitas terapi soundhealing, dengan posisi pasien terlentang mengikuti bentuk dari bed. Terapi ini menggunakan headphone sebagai pemutar musik terapi, dengan suara nuansa alam dan yang dapat merangsang aktivitas gelombang otak melalui frekuensi dan getaran dari suara (Setyawan , 2. Begitu pula, zero gravity bed diaplikasikan dikarenakan posisi zero gravity atau nol gravitasi dapat memberi rasa lebih ringan dan mengurangi tekanan jantung (Raut & Bagde, 2. sehingga pengguna atau pasien mendapat pose nyaman dan rileks . Terapi ini berlangsung selama 15 menit sebelum mendapat pelayanan konsultasi oleh psikolog. Gambar 12. Perspektif Ruang Kerja Administrasi (Sumber : Nanda, 2. Dengan lahan ruang terbatas, desainer perlu mempertimbangkan workflow dari pengguna ruang agar terciptanya efisiensi aktivitas pada ruang tersebut. Maka dari iku desainer menggunakan folding furniture pada perancangan. Mengutip Kerdiati . menyatakan bahwa folding furniture adalah jenis furniture yang dapat dilipat atau disimpan dengan mudah saat tidak digunakan. Seperti pada kasus ruang administrasi pada gambar 12, desainer menginisiasi dengan furniture yang dapat dilipat dan disimpan kembali, seperti meja kerja pada ruang administrasi ini. Di ruang ini, staf dan psikolog dapat saling terkoneksi melalui pintu akses yang hanya dapat digunakan oleh civitas internal bila dibutuhkan. Dalam pengimpletasiannya, adapun pengaplikasian branding dituangkan dalam fasilitas aplikasi mobile phone yang dapat diakses untuk mendapat pelayanan Dharma Dhyana Mental Health Care. Gambar 13. UI design interface dharma dhyana app (Sumber : Nanda, 2. Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 80 Pengaplikasian branding ini pun dituangkan kedalam fasilitas aplikasi mobile phone yang dapat diakses untuk mendapat pelayanan Dharma Dhyana Mental Health Care. Melalui aplikasi ini pengguna diizinkan untuk melakukan pendaftaran, membuat jadwal dengan psikolog untuk konslutasi atau terapi, mendapat informasi dan tips seputaran kesehatan mental, dan juga terdapat halaman tugas yang merupakan metode dalam penyembuhan melalui konsultasi psikolog. SIMPULAN Portability design menjadi pilihan desainer untuk menciptakan fasilitas kesehatan yang dapat memfasilitasi masyarakat dengan langsung, cepat, dan kemudahan akses dan edukasi sebagai tujuan utama rancangan desain interior dalam menanggulangi pengidap gangguan kesehatan mental di Bali, bahkan Indonesia. Namun, untuk melakukan pelayanan menyeluruh dan merata membutuhkan waktu bila hanya mengandalkan 1 bus. Maka dari itu, peneliti menyimpulkan agar bus Dharma Dhyana yang dirancang minimal tersedia 1 unit di setiap Kabupaten di Bali, sehingga total bus yang dirancang berjumlah 9 unit sesuai dengan jumlah Kabupaten yang ada di Bali. Dengan itu, program setiap unit bus di masing-masing Kabupaten daerah akan lebih intens dalam pelaksanaan program kegiatan penyuluhan maupun penyembuhan. Berdasarkan skeanario aktivitas Bus Dharma Dhyana, fasilitas bus menghasilkan program utama yang menjadi sarana edukasi mengenai kesehatan mental dengan penyuluhan metode ceramah sosial pada outdoor area, lalu ruang konseling dan terapi sebagai sarana penyembuhan dengan metode soundhealing. Untuk menunjang ketersediaan ruang pada bus yang memiliki luas ruang terbatas, maka rancangan fasilitas outdoor pun di rencanakan dengan sistem knockdown yang memberi fleksibilitas civitas, seperti fasilitas area penyuluhan sosial dan area registrasi pelayanan regular day. Konsep AuAnunada a Gending GumiAy , yang bermakna Augetaran hati, pikiran dan jiwa setiap mahluk hidup yang harmonis di alam semestaAy, merupakan representasi dari program utama pelayanan Bus Dharma Dhaya yaitu vibrasi atau interaksi menjadi media penting untuk menjalin kemistri dengan orang disekitar kita. Melalui konsep ini, rancangan Bus Dharma Dhyana dapat dipandu untuk mencapai tujuan rancangan. Konsep ini pula melahirkan identitas bagi bus Dharma Dhyana berupa branding logo yang bermakna harapan untuk berbahagia bersama melalui pelayanan kesehatan mental sebagai program utama fasilitas bus ini. DAFTAR PUSTAKA