AL-MUHITH JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN HADITS E-ISSN : 2963-4024 . edia onlin. P-ISSN : 2963-4016 . edia ceta. DOI : dx. org/10. 35931/am. PERAN PENDIDIK DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK PERSPEKTIF AL-QURAoAN HADITS Ahmad Yusam Thobroni Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya Ayusamth71@uinsa. Sinta Dewi Nuriyah Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya Nuriyahsinta761@gmail. Nur Intan Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya Nurintan06010123017@gmail. Abstrak Pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai proses transfer ilmu, melainkan juga sebagai instrumen pembentukan karakter peserta didik yang berintegritas. Namun demikian, dalam praktiknya, peran pendidik kerap tereduksi hanya sebatas pengajar . l-muAoalli. , tanpa optimalisasi fungsi sebagai pembina moral . l-murabb. dan penyuci jiwa . l-muzakk. Padahal, dalam perspektif Al-QurAoan dan Hadits, pendidik memikul tanggung jawab multidimensional yang mencakup aspek intelektual, spiritual, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara tematik peran pendidik dalam membentuk karakter peserta didik berdasarkan sumber otoritatif Islam serta meninjau relevansinya terhadap kebutuhan sistem pendidikan modern yang berorientasi pada nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan metode tafsir maudhuAoi. Sumber data meliputi ayat-ayat Al-QurAoan, hadits Nabi, serta literatur kontemporer yang relevan dengan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai karakter ke dalam praktik pendidikan formal masih belum berjalan secara sistematis. Di sisi lain. AlQurAoan dan Hadits telah menawarkan paradigma mendalam mengenai fungsi pendidik sebagai agen transformasi peradaban. Dengan demikian, artikel ini memberikan kontribusi teoritik dalam memperkuat wacana rekonstruksi peran pendidik berbasis nilai-nilai profetik yang kontekstual dengan tantangan pendidikan abad ke-21. Kata kunci: Pendidik. Karakter. Nilai Profetik. Al-QurAoan. Hadits Abstract Education is not merely understood as a process of knowledge transmission, but also as a strategic instrument for shaping studentsAo character and integrity. However, in practice, the role of educators is often reduced to that of mere instructors . l-muAoalli. , without maximizing their function as moral mentors . l-murabb. and spiritual guides . l-muzakk. In fact, from the perspective of the QurAoan and Hadith, educators bear multidimensional responsibilities encompassing intellectual, spiritual, and social This study aims to thematically examine the role of educators in character formation based on authoritative Islamic sources and analyze its relevance to the needs of a modern value-oriented education This research employs a library research method using the tafsir maudhuAoi . hematic interpretatio. The data were derived from QurAoanic verses, prophetic traditions, and contemporary Islamic education literature. The findings reveal that the integration of character values into formal education has not yet been implemented systematically. On the other hand, the QurAoan and Hadith provide a comprehensive paradigm for educators as agents of civilizational transformation. Therefore, this Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Ahmad Yusam Thobroni. Sinta Dewi Nuriyah. Nur Intan: Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Al-QurAoan Hadits article contributes theoretically to the reconstruction of the educatorAos role through prophetic values that are contextually aligned with the challenges of 21st-century education. Keywords: Educator. Character. Prophetic Values. QurAoan. Hadith A Author. 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Pendidik memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter individu dan masyarakat, terutama dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. 1 Dalam konteks Islam, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer ilmu tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian peserta didik agar menjadi insan yang beriman, berilmu, dan beramal. Pendidik dalam Islam bukan hanya sebagai pengajar . l-muAoalli. , tetapi juga sebagai pembimbing . l-murabb. , pembina akhlak . l-muzakk. , serta agen perubahan yang membangun lingkungan belajar yang kondusif dan inklusif. 2 Oleh karena itu, memahami peran, hak, kewajiban, serta profil ideal seorang pendidik menjadi sangat penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih baik. Dalam realitasnya upaya membangun lingkungan belajar yang inklusif masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah pemahaman yang belum menyeluruh tentang peran pendidik sebagai fasilitator dalam menciptakan ruang belajar yang inklusif, di mana setiap peserta didik tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, budaya, maupun kondisi fisik dan mental, dapat mengakses pendidikan secara adil dan setara. Selain itu, regulasi dan kebijakan pendidikan modern sering kali belum sepenuhnya selaras dengan konsep pendidikan dalam Islam, terutama dalam menempatkan pendidik sebagai aktor utama dalam membentuk lingkungan belajar yang Beberapa penelitian sebelumnya telah menyoroti berbagai aspek pendidik dalam Islam. Misalnya, studi oleh Rahman dan Aziz menekankan pentingnya peran al-murabbi dalam membentuk karakter peserta didik berdasarkan nilai-nilai Al-QurAoan dan Hadis. Penelitian oleh Yusuf dan Ibrahim membahas pentingnya kompetensi pedagogik dan profesionalisme guru dalam membangun pendidikan yang berkualitas. 3 Sementara itu, kajian Ahmad berfokus pada kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pendidik. Namun, penelitian-penelitian ini belum secara spesifik membahas bagaimana pendidik dapat menjadi fasilitator dalam membangun Dhea Velianantha et al. AuPeran dan Tantangan Pendidik dalam Mewujudkan Pembelajaran Inklusif,Ay JURNAL SARAWETA 2, no. 2 (November 11, 2. Muhammad Wahyudi. Dhea Melati Putri, and Mutia Alamiah Warda. AuPendidik Dan Peserta Didik. Dalam Pendidikan Islam,Ay Jurnal Penelitian Dan Pendidikan Agama Islam 2, no. Arief Rifkiawan Hamzah. AuKonsep Pendidikan Dalam Islam Perspektif Ahmad TafsirAy 13, no. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Ahmad Yusam Thobroni. Sinta Dewi Nuriyah. Nur Intan: Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Al-QurAoan Hadits lingkungan belajar yang inklusif berdasarkan perspektif Islam dan pendidikan modern. Kesenjangan inilah yang menjadi perhatian utama dalam penelitian ini. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian pendidik dalam islam, pentingnya pendidikan karakter dalam islam, peran pendidik dalam membentuk karakter peserta didik, nilai-nilai karakter dalam al-qurAoan dan hadit. Dengan membandingkan konsep ini dengan regulasi pendidikan modern, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pengembangan sistem pendidikan yang lebih adil dan merata bagi seluruh peserta didik. METODE PENELITIAN Artikel ini merupakan penelitian studi kepustakaan yang menggunakan metode tafsir maudhuAoi . afsir temati. Data yang dikumpulkan bersumber dari ayat-ayat Al-QurAoan, hadis Nabi, kitab tafsir, serta artikel-artikel yang relevan dengan tema penelitian. Data tersebut kemudian dianalisis dengan pendekatan pedagogik, yaitu menelaah konsep pendidikan dalam Islam dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip ilmu pendidikan. Dalam analisisnya, penelitian ini mengelompokkan berbagai istilah yang digunakan dalam Al-QurAoan dan hadis untuk menggambarkan pendidik, seperti al-murabbi . , almuAoallim . , al-muzakki . embina karakte. , al-ulama . hli ilmu agam. , dan al-faqih . rang yang mendalami hukum Isla. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji hak dan kewajiban pendidik berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang tentang Guru dan Dosen. Melalui pendekatan ini, penelitian ini berupaya menggali peran dan tanggung jawab pendidik dalam perspektif Islam serta bagaimana pendidikan agama Islam dapat membentuk individu yang berakhlak, berilmu, dan memiliki tanggung jawab sosial. Hasil analisis ini kemudian dirangkum dalam kesimpulan sebagai bagian akhir penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Pendidik Dalam Islam Dalam Islam, pendidik bukan hanya mereka yang mengajar di sekolah atau institusi pendidikan, tetapi siapa saja yang bertanggung jawab dalam membimbing, mengarahkan, dan mendidik orang lain agar menjadi pribadi yang lebih baik. Konsep ini mencerminkan bahwa setiap individu baik orang tua, guru, ulama, atau bahkan seorang teman dapat menjadi pendidik jika ia berperan dalam membentuk karakter seseorang melalui ilmu dan keteladanan. Secara khanza Jasmine. AuKebijakan Pemerintah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Guru Honor Serta Implikasinya Terhadap Mutu Pendidikan,Ay Penambahan Natrium Benzoat Dan Kalium Sorbat (Antiinvers. Dan Kecepatan Pengadukan Sebagai Upaya Penghambatan Reaksi Inversi Pada Nira Tebu, 2014. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Ahmad Yusam Thobroni. Sinta Dewi Nuriyah. Nur Intan: Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Al-QurAoan Hadits etimologis, kata "pendidik" berasal dari kata AudidikAy yang berarti membimbing, melatih, serta memberikan arahan dalam aspek moral dan intelektual. Dalam Islam, pendidikan tidak hanya sebatas mentransfer pengetahuan, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter dan moral seseorang yang berlandaskan iman dan ketakwaan kepada Allah. Ahmad Tafsir mengungkapkan bahwa dalam Islam, pendidik adalah sosok yang memikul tanggung jawab atas tumbuh kembang peserta didik, baik dalam ilmu maupun akhlak. Ini menunjukkan bahwa peran pendidik tidak terbatas pada guru di sekolah, melainkan mencakup orang tua, pemimpin, hingga masyarakat secara umum. 6 Dalam Al-QurAoan. Allah telah menegaskan pentingnya pendidikan dan peran seorang pendidik dalam membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11: a aAeOaOac NaEac aOe Iaa IIa eeaOaa aCaeO EaE aE eIa A ac a eOaEe I aEA aEEaE aE eIaa Oa aCaeO EaIe a aeOaAIe a aeOA c ae a eOaO eA aA a a AO A aA a AaIeI aEIaaOEac aOIaaOaOaEeaeEIa aOA AyA a eOaA AEEa e IEa eO I A c A A c eAA e AaEEaaEacOe Iaa IIa eO e e A Artinya: AuAllah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang- orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Ay ( QS. Al-Mujadilah ayat . Hadis Rasulullah juga menegaskan pentingnya peran pendidik. Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi. Nabi bersabda: a AaEIOA a Aa OA ca aEOaI EcaaIA AAEacO IA ca AuIA ca ANEA AaOAa aNaOacaEa A AOa EOa A a AEaacaEIacIEA AaEEaOIEENaa O A a AEIA aEOA Aac A Artinya: AuSesungguhnya Allah, para Malaikat-Nya, penduduk langit dan bumi, sampaisampai semut di lubangnya, juga ikan-ikan, mereka semua bershalawat kepada seseorang yang mengajarkan kebaikan pada manusia. Ay (HR. At Tirmidz. Dari ayat dan hadis ini, dapat dipahami bahwa pendidik memiliki peran yang sangat mulia, karena mereka tidak hanya bertanggung jawab dalam mendidik generasi penerus, tetapi juga berkontribusi dalam membangun peradaban yang berlandaskan ilmu dan akhlak. Dalam kajian pendidikan Islam, terdapat beberapa teori yang menjelaskan peran pendidik: Teori Pendidikan Holistik: Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menekankan bahwa pendidikan harus mencakup aspek intelektual, spiritual, dan moral. Seorang pendidik bukan sekadar Abdul Haris and Mokh Fakhruddin. AuHakikat Pendidik Dalam Islam,Ay Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam I 4, no. Hamzah. AuKonsep Pendidikan Dalam Islam Perspektif Ahmad Tafsir. Ay Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Ahmad Yusam Thobroni. Sinta Dewi Nuriyah. Nur Intan: Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Al-QurAoan Hadits pembimbing, tetapi juga cerminan akhlak dan keteladanan dalam ibadah. Teori Pendidikan sebagai Tazkiyah Ibnu Khaldun berpendapat bahwa pendidikan bertujuan untuk melakukan tazkiyah . enyucian jiw. , yakni membersihkan hati dari sifat-sifat buruk dan menanamkan nilainilai kebaikan. Dalam pandangan ini, seorang pendidik disebut sebagai al-muzakki, yaitu seseorang yang tak hanya menanamkan ilmu, tetapi juga membersihkan jiwa peserta didiknya. Dan juga Teori Pendidikan sebagai Transformasi Sosial: Al-Attas berpendapat bahwa pendidikan Islam harus berorientasi pada pembentukan insan yang beradab. Seorang pendidik memiliki tugas sebagai agen perubahan yang menjamin peserta didik tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berkarakter dengan adab dan etika yang luhur. Berdasarkan teori-teori di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidik dalam Islam bukan sekadar seseorang yang mengajar, tetapi juga sosok yang membimbing, membentuk akhlak, dan menjadi teladan bagi peserta didik. Pendidikan dalam Islam bersifat menyeluruh, tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada penyucian jiwa . dan pembentukan karakter yang beradab. Konsep ini menekankan bahwa seorang pendidik bertanggung jawab bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual dalam setiap jiwa. Dalam Islam, pendidikan adalah proses yang harus menghasilkan manusia yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, sistem pendidikan yang ideal harus mampu mengintegrasikan antara ilmu dunia dan ajaran agama agar menghasilkan generasi yang seimbang dalam berpikir dan berperilaku. Pentingnya Pendidikan Karakter Dalam Islam Pendidikan karakter memegang peranan yang amat penting dalam ajaran Islam. Islam tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga menekankan pentingnya membangun akhlak yang baik serta karakter yang kuat. Pendidikan karakter dalam Islam bertujuan untuk membentuk dan menumbuhkan nilai-nilai moral, spiritual, sosial, dan etika yang mendalam dalam diri setiap individu agar menjadi pribadi yang lebih baik. Artikel ini akan mengulas konsep pendidikan karakter dalam Islam, komponen utama yang membentuknya, serta metode yang diterapkan dalam pendidikan karakter Islam. Konsep Pendidikan Karakter dalam Islam Pendidikan karakter dalam Islam berakar pada ajaran Al-QurAoan dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Islam mengajarkan bahwa akhlak yang baik adalah bagian tak terpisahkan Masfi SyaAofiatul Ummah. AuPemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas Tentang Pendidikan Islam,Ay Sustainability (Switzerlan. 11, no. Nadia Yusri et al. AuPeran Penting Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Pribadi Yang Islami,Ay Jurnal Pendidikan Islam 1, no. , https://doi. org/10. 47134/pjpi. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Ahmad Yusam Thobroni. Sinta Dewi Nuriyah. Nur Intan: Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Al-QurAoan Hadits dari keimanan seseorang. Kata "akhlak" sendiri berasal dari kata "A( " aEaCAkhul. yang berarti sifat, perilaku, atau karakter. Allah SWT berfirman dalam Al-QurAoan: a AOEa acEEaOaIaEcaIIa E IaO Oaa acEE aaOEeO OIa eEA a AEac C ea E IaE aEIa A aO Ea acEEa Ea UOaA aAe A Ae A Ae a e A Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. " (QS. Al-Ahzab: . Ayat ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dalam hal akhlak dan perilaku. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meneladani sifat-sifat beliau, seperti kejujuran, kesabaran, keadilan, dan kasih sayang. Komponen Utama Pendidikan Karakter dalam Islam Pendidikan karakter dalam Islam terbentuk dari berbagai elemen penting yang saling melengkapi dan membangun hubungan yang erat, antara lain: Akhlak Mulia Akhlak mulia mencakup berbagai sifat baik seperti kejujuran, keadilan, kesabaran, kebijaksanaan, dan rendah hati. 9 Rasulullah SAW bersabda: a e AaEA e CaO N aOaua aEaEea aaOua acIaEeaacaO N aOaua aEA a a a a a aCA caa AaOIaO aEA e AaE a aEaOA e AEA eCaAua acI c A c a AEeO aE eIA AaeEIac A AcA a a aca aAEA e Ca aca OEea aIe A a O eN aOa ua aEA c aAOO acOA Aa Aua acIa Ee E A AEEa A cO UCa Oua acO aE eIa OEe E A A a A a a a AEe aA aOaA a ca AaOIaO aEA AaOO acOaEe E A a AaE a aEaOEeA A A AOaO eNOa u aEaEIac a A AaOu acIaEe aA a A AA aca OaEe A a aU AaEEaa E acA ca AaeIa A Artinya: "Hendaklah kalian berkata jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan membawa kepada kebaikan, dan kebaikan akan membawa ke surga. " (HR. Bukhari dan Musli. Adab atau Etika Adab mencakup tata krama dalam berbicara, cara berpakaian, makan, serta berinteraksi dengan sesama. Islam sangat menekankan pentingnya berperilaku sopan dan menghormati orang lain. Rasulullah SAW bersabda: nur Ainiyah. AuPembentukan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam,Ay Jurnal Al-Ulum 13, no. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Ahmad Yusam Thobroni. Sinta Dewi Nuriyah. Nur Intan: Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Al-QurAoan Hadits a a eAuaacIa ACA aa AEA e AaI E aIA e AaEA a a AaEacI A Artinya: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. (HR. Al Baihaq. Penyucian Jiwa (Tazkiyatun Naf. Pendidikan karakter dalam Islam juga menekankan pentingnya penyucian jiwa dari sifat buruk seperti kesombongan, iri hati, dan amarah. Rasulullah SAW memberikan teladan dalam ibadah dan kedekatan dengan Allah sebagai cara membersihkan hati dan Amanah dan Tanggung Jawab Dalam Islam, setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Rasulullah SAW bersabda: a AaOEAUAa EauaeO IaEaIIa Ea IIa ENA:AEA a AIa Ia IaaNEEaEacOaNEEA aOae IaEa I eIa EA AauaEaca C AUAaO Eac IA ca A A A a A Ae a A AaEeON A A eN aENA Artinya: "Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki . amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya. " (HR. Ahma. Metode Pendidikan Karakter dalam Islam Keteladanan (Role Mode. Salah satu cara paling efektif dalam pendidikan karakter adalah melalui contoh Anak-anak dan masyarakat cenderung meniru perilaku orang tua, guru, dan pemimpin mereka. Pengajaran Nilai-Nilai Islam Mengajarkan nilai-nilai Al-QurAoan dan hadis sejak dini merupakan langkah penting dalam membentuk karakter seseorang. Pembelajaran ini bisa dilakukan di rumah, sekolah, maupun lingkungan sosial. Siti Mutholingah and Basri Zain. AuMetode Penyucian Jiwa (Tazkiyah Al-Naf. Dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Islam,Ay Journal TAAoLIMUNA 10, no. https://doi. org/10. 32478/talimuna. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Ahmad Yusam Thobroni. Sinta Dewi Nuriyah. Nur Intan: Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Al-QurAoan Hadits Pembiasaan Pendidikan karakter tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan secara berulang agar menjadi kebiasaan. Misalnya, membiasakan anak-anak untuk berkata jujur, berbuat baik kepada orang lain, serta menjalankan ibadah dengan konsisten. Pendidikan karakter dalam Islam bukan sekadar konsep, namun merupakan unsur yang esensial dalam kehidupan seorang Muslim. Dengan Meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dan menghidupkan nilai-nilai Islam dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari, seseorang dapat membangun karakter yang kuat, menjadi individu yang lebih baik, sekaligus menebar pengaruh positif untuk kebaikan masyarakat. Meskipun ada tantangan dalam penerapannya, pendidikan karakter tetap menjadi pilar utama dalam menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Peran Pendidik Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Menurut Novan Ardy Wiyani, seorang pendidik adalah pribadi yang secara sengaja mempengaruhi orang lain untuk membantu mereka tumbuh dan mencapai kedewasaan. Marimba menambahkan bahwa tugas seorang guru di kelas tidak hanya sebatas mengajar, tetapi juga berperan dalam mendidik serta membentuk karakter peserta didik. Sementara itu. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan guru sebagai seseorang yang bertugas mengajar di sekolah atau lembaga pendidikan. Secara umum, pendidik adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam proses mendidik. 12 Dalam perspektif pendidikan Islam, pendidik memiliki tanggung jawab untuk membimbing perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Mereka berupaya mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik dalam dimensi afektif, kognitif, maupun psikologis, dikembangkan dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai luhur ajaran Islam. Menurut Dimyanti, pendidik juga disebut sebagai guru. Guru adalah sosok yang mendidik sekaligus membimbing siswa dalam proses belajar. Dalam upaya membantu siswa belajar, guru mengatur pembelajaran, menyampaikan materi dengan pendekatan tertentu, serta mengevaluasi hasil belajar. Sementara itu, dalam al-Qur'an dan as-Sunnah, yang merupakan sumber utama dan paling fundamental dalam ilmu pendidikan Islam, terkandung berbagai istilah yang secara mendalam menggambarkan esensi dan peran seorang pendidik dalam konteks pendidikan: Abdul Hamid. AuPenerapan Metode Keteladanan Sebagai Strategi Pembelajaran Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam,Ay Al Fikrah:Jurnal Studi Ilmu Pendidikan Dan Keislaman 3, no. Didik. AuPeran Pendidik Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik (Studi Kasus Sd Negeri 2 Karang Agung Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Bara. ,Ay 2022. Indra Saputra. AuHakekat Pendidik Dan Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam (MPD),Ay AlTadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 6, no. November . Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Ahmad Yusam Thobroni. Sinta Dewi Nuriyah. Nur Intan: Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Al-QurAoan Hadits al-murabbi diartikan sebagai pendidik. Sebagaimana dijelaskan di dalam Qs. Al-IsraAo: 24. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: a AOA a ca AaE acE aaIIA a e UOaA e AA e a ca AaE ee aOCa eE acaA acOa eaI A e AA Aa aEaI A Aaee aN Ia E I A Aa ac A AaI A Artinya: "Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil. " (QS. Al-Isra' 17: Ayat . Al-muAoallim diartikan sebagai pengajar, yaitu seseorang yang menyampaikan informasi mengenai kebenaran dan ilmu pengetahuan. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah: Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: aAeIA Aa Oa eE A AE Ia e eEIa AeO a eIa a eOUEa cIeI a eIa Oe Ea eOa EeO aE eIa a OaIa OOaacEeO a eIa OOa Ec aI a aIa e a A aIa aEea aE eOIa eOa eE aI eO IA ca AOOa Eca aI aE eIA Artinya: "Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul dari membacakan ayat-ayat Kami, menyucikanmu, mengajarkan Kitab (Al-QurAoa. dan Hikmah (Sunna. , serta mengajarkan hal-hal yang sebelumnya belum kamu ketahui. " (QS. Al-Baqarah: . Al-muzakki merujuk pada seseorang yang membina mental dan karakter agar menjadi pribadi yang mulia. Ia berupaya membersihkan peserta didik dari pengaruh akhlak yang buruk serta membimbing mereka agar terampil dalam mengendalikan hawa nafsu. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah: 129. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: ae AEaOO EcaINIaea aaOA a a AaIIe NIaO e EaOA a a e AacIaOae A acEA AaOaOacEaeO aN eIa a I A Aa a eOUE c a e e A AeI A AaEE A A A aeON eI A A A a a a AaEeON eIaaOa a A aEe aOe aa eaeO aIA AIe A Artinya: "Ya Tuhan kami, utuslah di antara mereka seorang rasul dari golongan akan membacakan ayat-ayat-Mu kepada mereka, mengajarkan Kitab dan Hikmah, serta menyucikan mereka. Sungguh. Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. " (QS. Al-Baqarah: . Al-AoulamaAo dapat diartikan sebagai peneliti yang menghasilkan berbagai temuan dalam bidang ilmu agama. Namun, dalam pengertian yang lebih umum, istilah ini merujuk pada seseorang Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Ahmad Yusam Thobroni. Sinta Dewi Nuriyah. Nur Intan: Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Al-QurAoan Hadits yang memiliki pemahaman agama yang mendalam, berwibawa, berakhlak mulia, dan menjalani kehidupan dengan kesalehan. Al-faqih merujuk pada seseorang yang memiliki pemahaman agama yang mendalam. Istilah ini umum digunakan untuk mereka yang menekuni ilmu agama, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Sebagaimana disebutkan dalam QS. At-Taubah: 122. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: a a a a a a a aOA a AaIeI aN eIa ae Aa EcO ACA c AOIa Ea IaEe aI eIIa eO IaEO eIA aeOa EaeacaU a AE eOEaI AaI eIa aE acEaA eCA AacN eOaE cOe aI A a a aO aeO IA eAa a eaOaEeO aN eIaE Eac aN eI A AEOa eI aeOaC eOI aN eIa A "Dan tidak seharusnya seluruh orang beriman pergi berperang. Mengapa tidak ada sebagian dari setiap kelompok di antara mereka yang tetap tinggal untuk memperdalam ilmu agama, lalu memberikan pengajaran dan peringatan kepada kaumnya ketika mereka kembali, agar mereka dapat menjaga diri?" (QS. AtTaubah: . Beragam istilah yang terdapat dalam ajaran Islam, peran dan fungsi seorang pendidik sangatlah luas dan mendalam. Ketika ia berperan dalam menumbuhkan, membina, serta mengembangkan potensi peserta didik, ia dikenal dengan sebutan al-murabbi. Saat memberikan wawasan ilmu pengetahuan dan keterampilan, ia disebut al-muAoallim. Dan, ketika tugasnya adalah membentuk mental dan karakter agar peserta didik memiliki akhlak yang mulia, maka ia disebut al-muzakki. Sementara itu, seorang pendidik yang mendalami penelitian dengan wawasan transendental serta memiliki pemahaman agama yang mendalam dan ketakwaan yang kuat kepada Allah disebut al-AoulamaAo. Sedangkan mereka yang berperan sebagai ahli dalam ilmu agama dikenal sebagai al-faqih. Menurut Kami pendidikan Islam sebenarnya memiliki konsep yang sangat ideal karena tidak hanya memusatkan perhatian pada aspek akademik, tetapi juga membentuk akhlak serta memperdalam spiritualitas peserta didik. Namun, dalam praktiknya, banyak sistem pendidikan modern lebih menekankan prestasi akademik dan administrasi daripada pembentukan karakter. Akibatnya, banyak guru hanya berperan sebagai pengajar . l-muAoalli. dan kurang menjalankan peran sebagai pembimbing . l-murabb. atau penyuci jiwa . l-muzakk. Padahal, jika pendidikan hanya berorientasi pada pencapaian akademik tanpa memperhatikan nilai-nilai moral, maka kita akan menghasilkan generasi yang mungkin cerdas tetapi kurang memiliki kepekaan sosial dan Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk menghidupkan kembali konsep pendidikan Islam yang menyeluruh. Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga pembentuk kepribadian. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Ahmad Yusam Thobroni. Sinta Dewi Nuriyah. Nur Intan: Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Al-QurAoan Hadits Jika sistem pendidikan dapat menyeimbangkan ilmu dan akhlak, kita akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan membawa manfaat bagi kesejahteraan Nilai-Nilai Karakter dalam Al-QurAoan Dan Hadits Pendidikan karakter dalam Islam memiliki dasar yang kuat dalam Al-QurAoan dan Hadits. Kedua sumber utama ini menjadi pedoman dalam membentuk akhlak serta kepribadian seorang Muslim. Salah satu bagian dalam Al-QurAoan yang mengajarkan tentang pendidikan karakter terdapat dalam Surah Luqman ayat 12-14. Ayat-ayat ini menekankan beberapa karakter utama yang harus dimiliki setiap individu, di antaranya syukur, keimanan, berbakti kepada orang tua, amar maAoruf nahi mungkar, serta kesabaran. Syukur sebagai Bentuk Penghargaan atas Nikmat Allah Dalam Islam, sikap syukur adalah salah satu karakter utama yang seharusnya dimiliki oleh setiap individu. Secara bahasa, syukur berarti pujian, sedangkan secara istilah, syukur adalah menggunakan segala nikmat yang diberikan Allah sesuai dengan tujuan dan Rasa syukur lahir dari kesadaran akan besarnya anugerah yang diberikan oleh Allah, yang kemudian diwujudkan dalam ucapan serta tindakan nyata. 15 Al-QurAoan mengingatkan bahwa manusia tidak akan pernah mampu menghitung seluruh nikmat Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Surah An-Nahl ayat 18: aEEaaE aA eO acaaeO IA e AaEEaEA c AA eONa acIA c AO eIaa eacOaI e IA a a Artinya: "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sikap bersyukur membawa banyak manfaat, di antaranya hidup yang lebih damai, tenteram, dan bahagia. Dalam Surah Ibrahim ayat 7. Allah SWT berjanji akan menambah nikmat bagi orang yang bersyukur, sementara bagi mereka yang kufur nikmat, ancaman azab yang pedih telah disiapkan. Devi Oktafiana et al. AuNilai-Nilai Pendidikan Karakter Menurut Al-QurAoan,Ay Journal of Student Research (JSR) 1, no. Winda Widyaningsih. Iu Rusliana, and Naan Naan. AuSikap Syukur Sebagai Proses Pembentukan Budi Pekerti Pada Remaja (Studi Deskriptif Terhadap Siswa Kelas 10 Di SMK Pasundan 4 Bandun. ,Ay Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin 2, no. , https://doi. org/10. 15575/jpiu. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Ahmad Yusam Thobroni. Sinta Dewi Nuriyah. Nur Intan: Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Al-QurAoan Hadits Keimanan sebagai Pondasi Utama Keimanan merupakan landasan utama dalam membangun karakter yang baik. Dalam Surah Luqman ayat 13 disebutkan bahwa mempersekutukan Allah adalah bentuk kezaliman yang besar. Tauhid adalah pilar utama dalam Islam, dan seseorang yang mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya telah melakukan kesalahan yang fatal. Keimanan tidak hanya sebatas keyakinan di dalam hati, tetapi juga harus diwujudkan dalam sikap dan perbuatan. Orang yang memiliki iman yang kuat akan selalu berusaha menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, serta memiliki kesadaran bahwa setiap tindakannya senantiasa diawasi oleh-Nya. Pendidikan karakter berbasis iman bertujuan membentuk pribadi yang tangguh, berakhlak baik, serta memiliki integritas dalam menjalani kehidupan. Berbakti kepada Orang Tua sebagai Bentuk Penghormatan Surah Luqman ayat 14 menegaskan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua. Islam mengajarkan bahwa setelah tauhid, ikatan yang paling utama dalam kehidupan adalah hubungan dengan orang tua. Tanpa jasa dan pengorbanan mereka, seorang anak tidak akan pernah lahir dan tumbuh di dunia ini. Kewajiban berbakti kepada orang tua berkaitan erat dengan penghormatan, kasih sayang, serta kepatuhan kepada mereka dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan ajaran agama. Anak harus memahami bahwa orang tua telah mengorbankan banyak hal, mulai dari masa kehamilan, kelahiran, hingga membesarkan dan mendidik anak dengan penuh cinta dan kesabaran. Pendidikan karakter dalam keluarga sangatlah penting, karena orang tua berperan sebagai pendidik utama dalam membentuk akhlak anak. Oleh karena itu, sikap menghormati, menghargai, serta memperlakukan orang tua dengan baik menjadi salah satu nilai utama dalam ajaran Islam. Menegakkan Amar MaAoruf Nahi Mungkar Islam mengajarkan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab sosial untuk menegakkan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Amar maAoruf berarti mengajak kepada hal-hal yang baik, sedangkan nahi mungkar berarti mencegah perbuatan yang buruk. Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang melihat kemungkaran, ia harus berusaha mencegahnya dengan kekuatannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika itu pun tidak bisa dilakukan, maka cukup dengan membenci kemungkaran tersebut dalam hati, yang merupakan tanda selemah-lemahnya iman. Amar maAoruf nahi mungkar menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter, karena nilai-nilai moral tidak hanya diterapkan untuk diri sendiri, tetapi juga harus disebarkan dalam masyarakat. Dengan menerapkan prinsip ini, individu dan komunitas akan berkembang menjadi lebih baik dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebajikan. Muhammad Hambal. AuPendidikan Karakter Berbasis Tauhid (Analisis Terhadap al-QurAoan Surat Luqman Ayat 12- 19 Dalam Tafsir Ibnu Katsi. ,Ay Tadarus 10, no. https://doi. org/10. 30651/td. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Ahmad Yusam Thobroni. Sinta Dewi Nuriyah. Nur Intan: Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Al-QurAoan Hadits Kesabaran sebagai Kunci Kehidupan Kesabaran adalah karakter yang harus dimiliki setiap Muslim dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Sabar bukan hanya sekadar menahan diri dari emosi atau kesulitan, tetapi juga merupakan kekuatan batin yang mendorong seseorang untuk tetap istiqamah dalam menjalankan perintah Allah dan menghindari larangan-Nya. Dalam Surah Al-Anfal ayat 46. Allah SWT berfirman bahwa kesabaran adalah kunci dalam menjaga kekuatan dan tidak mudah terpecah belah dalam menghadapi tantangan. Seseorang yang sabar akan lebih kuat dalam menghadapi cobaan hidup, tidak mudah putus asa, serta lebih mampu mengendalikan diri dari tindakan yang merugikan. KESIMPULAN Pendidik dalam Islam memiliki peran yang luas, tidak terbatas pada guru di sekolah, tetapi juga mencakup orang tua, ulama, dan siapa saja yang berkontribusi dalam pembentukan karakter seseorang. Pendidikan dalam Islam tidak hanya terbatas pada proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga berfungsi untuk membentuk akhlak yang luhur, yang berlandaskan pada iman yang teguh dan ketakwaan yang mendalam kepada Allah. Islam menekankan pentingnya pendidikan karakter, yang berakar pada ajaran Al-QurAoan dan sunnah Nabi. Pendidikan karakter bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, sosial, dan etika, sehingga seseorang dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan memiliki integritas yang tinggi. Komponen utama dalam pendidikan karakter Islam mencakup akhlak mulia, adab, penyucian jiwa . azkiyatun naf. , serta amanah dan tanggung jawab. Seorang pendidik memiliki peran yang amat penting dalam membentuk karakter peserta didik, melalui teladan yang hidup, pengajaran nilai-nilai Islam yang menyentuh, serta pembiasaan yang membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, pendidik dapat disebut dengan berbagai istilah, seperti al-murabbi . , al-muAoallim . , almuzakki . embersih jiw. , al-ulama . hli agam. , dan al-faqih . eneliti ilmu agam. Dengan demikian, pendidikan Islam harus mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama agar dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter mulia yang berlandaskan akhlak yang luhur. Hal ini penting dalam membangun peradaban yang berlandaskan ilmu dan akhlak, sehingga menciptakan individu yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Ahmad Yusam Thobroni. Sinta Dewi Nuriyah. Nur Intan: Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Al-QurAoan Hadits DAFTAR PUSTAKA