Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual ISSN : 2746-4814 Vol 5. No 2. Juli 2024 TANGGAPAN YESUS TERHADAP PEREMPUAN YANG BERZINAH (STUDI HERMENEUTIK FEMINIST TERHADAP YOHANES 8:1-. Kristensia Notanubun STFT GKI I. S Kijne Jayapura tettykristensia@gmail. Tamara Tadjo STFT GKI I. S Kijne Jayapura tamaratadjo@gmail. ABSTRAK Dalan teks Perjanjian Baru yang terambil dari kitab Injil Yohanes 8:1-11 Dikisahkan mengenai perempuan yang berzinah. Disini di ungkapkan bahwa Yesus sedang berada di bait Allah untuk mengajar dan pada saat Yesus sedang mengajar datanglah para ahli-ahli taurat kepada-Nya dengan membawa seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Tetapi Yesus tidak merespon orang Farisi tetapi Ia menulis di tanah, namun mereka terus-menerus mendesak Yesus sehingga Yesus pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka AuBarang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ituAy( Ayat 1-. Pada (Ayat 9-. dijelaskan bagaimana Yesus merespon perempuan itu dengan bertanya dimanakah mereka? Au Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?Ay Jawabnya : Autidak ada. Tuhan. Ay Lalu kata Yesus Au Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarangAy. Ungkapan Yesus ini membuktikan bahwa Ia berani mengangkat martabat perempuan yang kedapatan berbuat zinah dan Tuhan Yesus mengetahui motivasi mereka. Adapun pertanyaan penelitian Bagaimana Tanggapan Tuhan Yesus terhadap orang Farisi? Bagaimana Tanggapan Tuhan Yesus terhadap perempuan yang berzinah? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pandangan terhadap perjuangan perempuan ditengah masyarakat dan mendeskripsikan relevansi studi hermeneutik feminis bagi upaya mewujudkan kesetaraan gender dalam gereja dan masyarakat sebagai usaha bersama. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode eksegese atau dengan metode tafsiran tujuh langkah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelaan Yesus terhadap perempuan itu sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan dan stigma rendah yang sering dialami kaum perempuan. Dengan demikian, gereja tidak dapat menutupi mata terhadap terjadinya tindakan kekerasan terhadap kaum perempuan. Kata kunci: Perempuan. Berzinah. Studi Hermeneutik. Farisi. Yesus ABSTRACT In the New Testament text taken from the gospel of John 8:1-11, the story of the adulterous woman is told. Here it is revealed that Jesus was in the temple teaching. And while Jesus was teaching, the scribes came to Him with a woman caught in adultery. But Jesus did not respond to the Pharisees but wrote on the ground, but they kept pressing Jesus, so Jesus got up and said to them "He who is without sin among you, let him throw a stone at her first" (Verses 1-. (Verses 9-. describes how Jesus responded to the woman by asking where are they?" Is there no one to condemn me?" Her answer: "No. Lord. " Then Jesus said, "I also do not condemn you. Go and sin no more from now on". This expression of Jesus proves that He dares to raise the dignity of women caught in adultery and Jesus knows their motivation. The research questions are. How did the Lord Jesus respond to the Pharisees? How did the Lord Jesus respond to the woman who committed adultery? The purpose of the study is to find out the view of the struggle of women in society and describe the relevance of feminist hermeneutic studies for efforts to realize gender equality in the church and society as a joint effort. The research methodology used is the exegesis method or the seven-step interpretation method. The results showed that Jesus' defense of women was a form of resistance to the injustice and low stigma that women often experience. Thus, the church cannot turn a blind eye to the occurrence of violence against women. Keywords: women, adultery, hermeneutic study. Pharisees. Jesus PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam teks Perjanjian Baru yang terambil dari kitab Injil Yohanes 8:1-11 Dikisahkan mengenai perempuan yang berzinah. Disini di ungkapkan bahwa Yesus sedang berada di bait Allah untuk mengajar dan pada saat Yesus sedang mengajar datanglah para ahli-ahli taurat kepada-Nya dengan membawa seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah dan menempatkan perempuan itu di tengah-tengah, serta berkata kepada Yesus Au Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. AuMusa dalam hukum taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuanperempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?Ay perkataan mereka ini bertujuan untuk mencobai Yesus, supaya memperoleh sesuatu yang dapat menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus tidak merespon mereka dan tetapi menulis di tanah, namun mereka terus-menerus mendesak Yesus sehingga Yesus pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka AuBarangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ituAy( Ayat 1-. Pada (Ayat 9-. dijelaskan bagaimana Yesus merespon perempuan itu dengan bertanya dimanakah mereka? Au Tidak adakah seorang yang menghukum engaku?Ay Jawabnya : Autidak ada. Tuhan. Ay Lalu kata Yesus Au Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarangAy. Ungkapan Yesus ini membuktikan bahwa Ia berani mengangkat martabat perempuan yang kedapatan berbuat zinah dan Tuhan Yesus mengetahui motivasi hati mereka, justru membalik jerat itu. Mereka yang berusaha menjerat Tuhan Yesus melalui kasus wanita berzinah tersebut justru menjadi malu, dan melaluinya mereka menyadari keberdosaan. Tindakan Yesus ini juga kemudian dibaca kembali dalam realitas perempuan pelacur yang mengalami ataupun pelecehan atas martabatnya sebagai manusia. Perempuan berzinah yang menjadi subjek dari tulisan ini adalah korban yang mengalami degradasi( kemundura. kemanusiaan yang muncul dalam berbagai aspek seperti budaya, ekonomi, sosial, dan hukum tersebut, melecehkan martabat manusia dianggap sebagai Persoalan lain kenapa harus perempuan yang menjadi korban dalam kesengajaan ahli Taurat dan orang Farisi dikarenakan kondisi wanita Yahudi di Pelestina pada jaman Yesus yang tidak dianggap, sebagai akibat dari tradisi. Pada masa Yesus muncul larangan. Larangan untuk mereka membaca Taurat di sinagoga disebabkan mengalami kenajisan secara berkala. Perempuan telah dijadikan sebagai kaum yang tidak terhitungkan dan tidak berdaya di negeri yang dipimpin oleh kaum elit religious. Musa dalam hukun Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian (Raja. Perempuan Yahudi di Palestina dalam bermasyarakat menjadi topik pembicaran dikarenakan perempuan selalu menjadi penolakan bagi kaum Patriarkat. Jadi mengapa Yesus berkata AuBarangsiapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah dia yang pertama melemparinya dengan batuAy? ini bukan tentang kesalahan perempuan itu. Dia tahu dia berdosa dan dia menyesalinya. Ini tentang bagaimana kita menyikapi dan menangapi dosa orang lain. Apakah kita benar-benar berpikir kita adalah orang yang lebih baik dari pada orang lain? Atau apakah kita menyadari bahwa di mata Tuhan, kita semua sama?2. Inilah yang menjadi faktor penghambat utama upaya mewujudkan kesetaraan gender baik dalam masyarakat maupun di dalam kehidupan umat Kristen. Sebagai perbandingan dari teks-teks Kajian Teologi Terhadap Status Perempuan Dalam Perjanjian Baru. http://Jurnal. id diakses pada tanggal 6 November 2023. Roel Weerheljm, 2018 http://w. com diakses pada tanggal 6 November 2023. yang merendahkan perempuan, penulis memilih Injil Yohanes 8:1-11 sebagai teks Alkitab yang berbicara positif tentang perempuan dalam kaitannya dengan peran perempuan dan upaya mewujudkan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Latar belakang yang telah dipaparkan penulis di atas yang mendorong penulis untuk melakukan studi hermeneutic feminis terhadap realita perempuan dalam kitab Injil Yonahes 8:1-11. Rumusan Masalah dan Pembatasan Masalah Pembatasan Masalah Mengingat luasnya cakupan masalah ini, maka penulis akan membatasinya hanya pada upaya studi hermeneutic-feminis terhadap perempuan dan perzinahan didalam kitab Injil Yohanes 8:1-11. Rumusan Masalah . Apa yang dilakukan perempuan ini dalam Yohanes 8:1-11 ? . Bagaimana Tanggapan Tuhan Yesus terhadap orang Farisi ? . Bagaimana Tanggapan Tuhan Yesus terhadap perempuan yang berzinah ? Tujuan Penulisan Dan Manfaat Penulisan Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah Mendeskripsikan konsep perempuan dan perzinahan dalam Yohanes 8: 1-11 Untuk mengetahui pandangan terhadap perjuangan perempuan ditengah masyarakat Mendeskripsikan relevansi studi hermeneutik feminis bagi upaya mewujudkan kesetaraan gender dalam gereja dan masyarakat sebagai usaha bersama. METODE PENELITIAN Langkah 1 : Pengantar Ke dalam Alkitab Menyelidiki keterangan-keterangan umum . dari kitab Yohanes bersangkutan yaitu menyelidiki kapan kitab itu di tulis atau nubuat-nubuat, tulisan-tulisan itu di ucapkan, siapa yang mengucapkannya atau kemudian siapa yang menuliskannya, bagaimana keadaan sosial, ekonomi, politik pada masa itu, apa yang menjadi pokok pemberitaan kitab Injil Yohanes3. Langkah II : Pemeriksaan Bunyi Naskah Pemeriksaan bunyi teks atau naskah yang hendak ditafsirkan dimaksudkan untuk memperoleh kedudukan nats yang sebenarnya atau yang tepat dengan membandingkan bunyi teks atau terjemahan-terjemahan mengenai teks itu dengan teks asli4. Langkah i : Hubungan Konteks Menyelidiki hubungan konteks dan pembagian isi perikop yang hendak ditafsirkan itu. Hubungan konteks ini adalah bagaimana kedudukan perikop yang ditafsirkan dengan perikopperikop atau pasal yang mendahuluinya dan pasal yang menyusulinya 5 Langkah IV : Ayat-Ayat Sejajar Menyelidiki nats-nats yang sejajar dengan nats-nats dari perikop yang ditafsirkan6. Langkah V : Kata Kunci Menyelidiki kata-kata penting atau kata-kata kunci yang terdapat dalam perikop tersebut. Langkah VI : Tafsiran Menafsirkan setiap ayat dalam perikop tersebut untuk mencari artinya. Langkah VII : Kerugma Menyimpulkan pokok pemberitaan atau kerugma dari perikop tersebut. Dirumuskan dalam satu Lihat dan Bandingkan : M. Th. Mawene bahan kuliah Hermeneutik. Jayapura: Murai Unit Penelitian dan Pengabdian STFT I. Kijne, 1989, hlm. Ibid Ibid Ibid Ibid Ibid kalimat yang padat isinya. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendahuluan/ Latar belakang Injil Yohanes. Biografi Penulis Yohanes dan saudara laki-lakinya Yakobus tadinya adalah nelayan (Matius 4:. sebelum menjadi murid Yesus. Menurut tradisi yang berkembang pada zaman Ireneus, seorang bapak gereja pada abad ke 2, penulis Injil ini adalah Yohanes bin Zebedeus, murid Yesus. Dalam seluruh Injil ini, nama Yohanes bin Zebedeus tidak disebutkan sama sekali. Hal ini menunjukan bahwa Yohanes sendirilah yang menentukan kisah-kisah dalam Injil ini, terdapat dalam Injil Yohanes 21: 22-23 karena ia murid yang hidup cukup lama dibandingkan Yakobus yang mati terbunuh pada 41 M10. Waktu. Tempat dan Alasan Penulis Waktu penulisannya diperkirakan terjadi pada tahun 40-140 M. Menurut Ireneus. Injil Yohanes di tulis di Asia Kecil, yaitu Efesus ketika pertumbuhan gereja semakin matang dan timbul kebutuhan akan ajaran yang lebih lanjut tentang keindahan iman. Penemuanpenemuan arkeologi mengindikasikan Injil Yohanes memuat detail akurat mengenai bait Allah di Yerusalem dan lingkungan sebelum tahun 70 M. Yaitu ketika Bait Allah Maksud Injil ini ditulis adalah untuk melawan Gnostisisme dengan mempertahankan suatu keyakinan . Yohanes menyatakan tujuan untuk tulisannya dalam 20:31, yaitu Ausupaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias. Anak Allah dan supaya kamu dan oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya Au. Naskah kuno Yunani dari Injil Yohanes memakai satu dari dua bentuk waktu untuk kata Yunani yang diterjemahkan. Tidak diketahui dengan pasti kapan Yohanes menulis Injil itu, namun diduga antara tahun 80 dan 90. Menurut keterangan yang diperoleh dari The Dead Sea Scrolls, mungkin Injil itu di tulis tahun 65 M dan 75 M. Dengan demikian, pada waktu itu Yohanes berumur antara delapan puluh dan sembilan puluh12. Susunan Kitab Injil Yohanes Kedudukan pembacaan Yohanes 8:1-11 secara umum (Konteks Umu. terdiri atas tiga . Pendahuluan ( 1:1-18 ) . Isi ( 1:19-20:31 dan ) . Penutupan ( Pasal 21 ) Ada yang berpendapat bahwa salah satu dari pendahuluan atau penulisan penutup kitab di tulis oleh orang lain, bukan oleh Yohanes. tetapi tidak ada bukti yang mendukung pendapat Dalam pendahuluan Yohanes memberikan ringkasan isi Alkitab itu : Yesus adalah Firman Allah dan Firman itu adalah Allah . Ia tidak diterima oleh orang-orang kepunyaan-Nya . Orang-orang yang percaya kepada-Nya menjadi Anak-anak Allah dan mempunyai hidup yang kekal13 Konteks Budaya. Ini dikarenakan juga Injil Yohanes memang langsung ditulis menggunakan bahasa Yunani. Kelompok pembaca Injil Yohanes mempunyai atau menjalani hubungan dengan pengikut- Ibid Rainer Scheunemann. Pengantar Perjanjian Baru percetakan pertama 2004. Ibid Ibid Perjanjian Baru Injil Yohanes https://p2k. Diaskes pada tanggal 9 Oktober 2023. pengikut Yohanes Pembaptis, bahkan diantara mereka terjadi pertikaian. Pertikaian itu terjadi karena bertentangan yang berkisar soal kedudukan Yesus dan Yohanes Pembaptis, itulah sebabnya Yohanes memberikan catatan tentang Yesus dan Injil-Nya . nd Yoh 1:6-. Selain itu juga kelompok penerimaan Injil Yohanes juga terlibat pertikaian yang sengit dengan orang-orang Yahudi, pokok permasalahannya lagi-lagi adalah Yesus, apakah Ia adalah Mesias atau tidak . nd Yoh 10: . Pertikaian ini terjadi antara kelompok penerimaan Injil Yohanes dengan orang-orang Yahudi, tetapi tidak semua orang Yahudi, melainkan para pemimpin khususnya dari kalangan Farisi. sebab dari kalangan orang Yahudi banyak juga yang percaya kepada Yesus . nd Yoh 11 :45 . 10:42. 12: . , namun ada juga yang percaya dengan tersembunyi saja . nd Yoh 12:. Contoh orang Yahudi seperti ini dipribadikan sebagai orang-orang Kristen yang terkucil dari sinagoge, dan malah ada yang dibunuh . nd Yoh 16:. Sekitar tahun 90 M oleh sebuah sidang dikalangan Yahudi khususnya dari kalangan Farisi diambil keputusan untuk orang Kristen keturunan Yahudi, bahwa mereka dikucilkan dari ibadat di sinagoge, bahkan mereka disebut AubidaahAy dan dalam doa disisipkan kutukan bagi mereka yang jadi pengikut-pengikut Kristus14. Berdasarkan pengalaman pahit yang tersisihkan itulah maka kelompok pembaca Injil Yohanes membentuk sebuah jemaat tersendiri di perantauan. Itulah mengapa Yohanes menekankan kepada mereka untuk hidup di dalam kasih persaudaraan, kasih timbal balik . nd Yoh 13:45. Berdasarkan uraian ini dapat disimpulkan bahwa kelompok pembaca Inil Yohanes adalah orang-orang beriman, keturunan Yahudi di perantauan. Kota Yerusalem Yerusalem adalah salah satu kota yang termasyur di dunia pada masa itu. Dengan nama Yerusalem, kota itu sudah berdiri kurang lebih sejak milenium ke-3 SM. Yerusalem dipandang kota suci penganut tiga agama monoteis, yaitu Yahudi. Kristen dan Islam. Yerusalem menjulang tinggi di pegunungan bukit Yehuda, kira-kira 50 km dari lautan tengah dan 30 km sebelah barat ujung laut mati. Pertapakan kota itu tidak begitu datar, dan agak tajam menurun ke arah tenggara. Pemeriksaan Bunyi Naskah. Yunani KJV RSV And they And they which heard which heard it, by went it, by went out one by out one by NIV BIMK And they Tetapi Tetapi heard it, by mereka went out mendengar mendengar one by one perkataan itu, pergilah itu Ayat 8 Ayat 9 dari kata dasar yang berarti dan setelah mendengar mereka mulai pergi satu persatu secara harafiah mengarah pada berjalan, bergerak atau meninggalkan tempat yang dikunjungi Penjelasan : Kata KJV. RSV dan NIV menerjemahkan And they which heard it, by went out one by one yang artinya dan mereka yang melakukannya dengan keluar satu per satu sedangkan TB dan BIMK Ibid Ibid Ensiklopedia Alkitab Masa Kini Jilid 2 M-Jakarta:Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1997,hlm 570. menerjemahkan Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi Keputusan : Berdasarkan penjelasan di atas penulis memutuskan bahwa terjemahan-terjemahan tersebut mendekati teks asli walaupun ada perbedaan kata tetapi tidak menghilangkan makna yang ada pada teks asli. Hubungan Konteks dan susunan pembagian isi Perikop Hubungan Konteks Bagian Yohanes 8:1-11 merupakan teks berlanjut dari Yohanes 7:45-53. Bagian ini merupakan satu kesatuan yang berbicara mengenai Hari Raya Pondok Daun. Dalam Konteks Yohanes pasal ke 7 ini merupakan satu bagian baru. Pelayanan Kristus di Galilea telah Tetapi Ia masih tetap tinggal di sana oleh karena orang-orang Yudea mencari jalan membunuh-Nya. Kini hari Raya Pondok Daun telah dekat waktunya: maka saudara-saudara Yesus ingin sekali supaya Dia naik ke Yerusalem 17 . Maksud mereka adalah supaya Ia mengadakan tanda-tanda ajaib di sana, di hadapan umum. Orang-orang Yahudi yang ingin membunuh-Nya berusaha mencari Dia, tetapi mereka gagal menemukan-Nya. Yesus berbicara di antara banyak orang sebagai pokok pembicaraan utama. Ada yang berpendapat bahwa Dia orang baik, sedangkan ada yang berpendapat bahwa Ia adalah penyesat. Konteks pada . Kini pesta itu sudah berakhir. Keramaian sementara itu telah usai dan setiap orang mengundurkan diri ke tempat mereka yang biasa. Mereka pergi jauh dari Kristus, mereka meninggalkan-Nya, mereka tidak menginginkan persekutuan dengan-Nya lagi. Peristiwa itu terjadi sehari sesudah hari raya Pondok Daun berakhir. Yakni di halaman tempat orang-orang perempuan boleh berkumpul setelah hari raya berakhir. Pagi-pagi benar pada keesokan harinya,Yesus telah berada di Bait Allah18. Dalam konteks berikut pada ayat 8:1-11 ini melanjutkan perjalanan Yesus ke Bait Allah untuk mengajar dan ternyata orang-orang Farisi dan Ahli Taurat membawa seorang wanita yang kedapatan berzinah ke hadapan Yesus untuk mencobai Yesus dan supaya bisa menyalahkan Yesus dengan perbuatannya. Tetapi persoalan perzinahan bukan hanya masalah orang Palestina saja, karena persoalan itu adalah problema moral yang paling dalam yang pernah dihadapi, bahkan oleh Allah sendiri. Problema itu ialah bagaimana keadilan dan kemurahan/pengampunan dapat diselaraskan. Kerena hukum kebenaran dengan sangat menuntut hukuman dijatuhkan bagi mereka yang melanggar hukum. Lagi pula. Allah itu suci dan benar dan kesucian bertentangan dengan kejahatan, sehingga tak memungkinkan apa yang najis untuk masuk kehadirat-Nya. 19 Lalu apa jadinya dengan orang berdosa yang malang itu? Sudah tentu ia melanggar hukum itu. Tetapi bagaimana kemurahan dan pengampunan dapat diberikan bila pandang keadilan menghalanginya. Susunan pembagian Perikop Pembacaan Yohanes 8 :1-11 terbagi dalam IV bagian yaitu : Ayat 1-2 : Yesus Mengajar di Bukit zaitun . Ayat 3-5 : Dialog Ahli Taurat, orang Farisi dan Yesus tentang Perempuan yang berzinah . Ayat 6-10 : Respon Yesus Terhadap Ahli Taurat dan Orang Farisi . Ayat 11 : Pengampunan Yesus Yang Mengubahkan. Ayat-ayat Sejajar Teks Yohanes 8 :1-11 memiliki beberapa ayat sejajar, yakni: Yohanes 8: 5 sejajar dengan Imamat 20:10 dan Ulangan 22 : 24 . Yohanes 8: 5 : Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apa pendapatmu tentang hal itu? . Imamat 20 :10 : Bila seorang laki-laki berzinah dengan istri orang lain, yakni berzinah dengan istri sesamanya manusia pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun Brill J. Wesley,Tafsiran Injil Yohanes,Yayasan Kalam Hidup,hlm 86-88. Ibid Arthur W. Pink,Tafsiran Injil Yohanes, hlm 158-164. perempuan yang berzinah itu Ulangan 22 :24 : Maka haruslah mereka keduanya kamu bawa keluar pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-berteriak, dan laki-laki itu karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikian harus kamu hapuskan yang jahat itu dari tengahtengahmu. Maksud/konteks masing-masing ayat: Konteks Yohanes 8:5: Berbicara mengenai seorang yang telah datang untuk mencari dan meyelamatkan mereka yang hilang dan ada seorang berdosa yang bersalah, seorang yang tak dapat membersihkan dirinya dengan jalan apapun. Seorang yang bersalah itu didakwa oleh musuh-musuhnya dan mungkin laki-laki itu telah besepakat dengan orang Farisi untuk menjerat dan menyalahkan Yesus jikalau Yesus tidak menyuruh perempuan itu dirajam. Dalam konteks Imamat 20:10 Dipakai untuk mencobai Yesus Kristus dalam hal menghakimi seorang perempuan yang kedapatan berzinah. Konteks Ulangan 22:24 berbicara mengenai penghukuman karena pintu gerbang menjadi tempat pengadilan tradisional lazimnya di dalam Perjanjian Lama. Kata AuteriakAy ditujukan kepada TUHAN . tau wakil-Ny. sebagai instansi yang berkuasa memberikan pertolongan dalam kritis bahwa hal yang diancamkan adalah AunebhclchAy di Israel. Kata Kunci Perempuan Pengunaan kata eI gun dalam teks asli berarti perempuan adalah istilah untuk jenis kelamin manusia yang berlawanan dengan laki-laki. Dalam KBBI perempuan artinya orang atau manusia yang mempunyai bentuk fisik yang berbeda. Perempuan mendapat menstruasi, hamil dan menyusui. Berzinah Pengunaan kata . yang artinya berzinah. Dalam KBBI kalimat zinah adalah perbuatan bersanggama seorang laki-laki yang terikat perkawinan dengan seorang perempuan yang bukan istrinya, atau seorang perempuan yang terikat perkawinan dengan seorang lakilaki yang bukan suaminya. Farisi Pengunaan kata A E (Pharisaio. AuFarisiAy menjelaskan tentang kaum pemimpin spiritual Yahudi yang berkembang pada masa Bait Allah ke-2, sekitar abad ke 2 SM. Menurut para ahli, kaum Farisi adalah perkembangan dari kelompok Hasidim. Kelompok Hasidim adalah kelompok yang menganggap diri mereka sebagai orang beragama yang saleh. Ahli Taurat Pengunaan kata E U . U nomU) berarti ahli Taurat. Ahli Taurat adalah salah satu bagian dalam kelompok masyarakat Yahudi yang eksistensinya dan kiprahnya telah diakui sejak jaman Perjanjian Lama sampai pada jaman Perjanjian Baru. Kelompok ini memiliki status yang lebih tinggi dari imam, sangat dihormati rakyat, pengaruh mereka sangat besar sampai pikiran rakyat dapat dikendalikan oleh mereka. Eksistensi dan kiprah para ahli Taurat memang tidak berubah dari tugas pokok fungsinya yaitu sebagai penyalin kitab Taurat, bertugas menginteprestasikan hukum . ukum sipil, hukum agama serta peraturan-peraturan kehidupan mora. serta menjadi peneliti dan pengajar hukum Taurat. Hal yang berubah dan menjadi sesuatu yang fenomenal dari kelompok ini adalah seringnya terjadi disparitas antara pengajaran dan pelaksanaan pengajaran di lapangan sehingga kerap kali disoroti dan dikecam dengan kecaman yang sangat keras oleh Tuhan Yesus. Selain itu adanya sifat iri dan dengki ketika melihat pengajaran dan pelayanan Yesus semakin menunjukkan siapa sesungguhnya ahli Taurat itu. Andreas Sese Sunarko. Eksistensi dan Kiprah Ahli Taurat Pada Masa Intertestamental. Vol. 6 No. : Jurnal Teologi Rahmat Tafsiran Dalam teks Yohanes 8:1-11 dapat kita bagikan dalam 4 bagian penting untuk menggali maksud dari penulisan Yohanes. Konteksnya telah kita tahu bahwa Injil Yohanes bertujuan untuk membujuk orang lain agar AupercayaAy, bahwa Yesuslah. Mesias. Anak Allah. dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya ( Alkitab Yoh 20 :. Ayat 1-2 : Yesus mengajar di Bukit zaitun. Pada ayat 1-2 dijelaskan bahwa Yesus pergi ke bukit Zaitun. Kalimat ini merupakan sambungan dan sekaligus perbandingan dengan ayat sebelumnya, yakni Yohanes 7-53. ayat tersebut tertulis bahwa orang-orang Aupulang, masing-masing ke rumahnyaAy dan ayat ini dilanjutkan Autetapi YesusAy tidak mempunyai tempat untuk Aumeletakkan kepala-Nya Au. ihat lukas 9:. dan21 Ia melewatkan malam hari itu di Bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada di Bait Allah. Pada saat itu seluruh umat datang untuk merayakan hari raya Pondok Daun yang baru saja selesai sehari sebelumnya . ihat Yohanes 7:. , banyak pengunjung masih berada di Yerusalem. Mereka tertarik pada munculnya seorang rabbi terkenal, yaitu Yesus Kristus, maka dengan segera mereka berkumpul di sekitar-Nya. Ia duduk di sana. Pada zaman kuno, guru-guru Israel duduk bila mengajar. Yesus Kristus mengambil posisi seorang guru yang berotoritas dan mengajar orang-orang yang berkumpul. Di dalam khotbah-Nya yang pertama . ang tercatat dalam Perjanjian Bar. Tuhan Yesus berkata AuTetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannyaAy (Matius 6:. Dan Ia sendiri selalu mempraktikkan apa yang dikhotbahkan-Nya itu22. Di sini Yesus hendak menerangkan suatu pelajaran dengan teladan-Nya, yaitu bahwa pengikut-Nya perlu memulai setiap hari dengan mencari wajah dan berkat Allah lebih Allah berjanji AuOrang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku (Amsal 8:. Ay Kehidupan kita sehari-hari akan sangat berbeda jikalau kita sungguh-sungguh memulai setiap hari dengan Allah. Karena dengan berbuat demikian kita dapat memperoleh anugerah yang baru yang akan memberi kekuatan untuk melakukan segala tugas dan menghadapi segala persoalan-persoalan yang mungkin timbul. AuDan seluruh rakyat datang kepada AeNya Au Maksudnya ialah bahwa semua orang yang berada di Bait Allah pada waktu itu, terdiri dari segala macam manusia yang berbeda usia tingkat sosialnya dan dari berbagai-bagai suku. AyIa duduk mengajar mereka. Ay Yesus duduk, menunjukan kerendahan hati-Nya dan keramahan-Nya . ihat Yohanes 4:6. 6:3. Ayat 3-5 : Dialog Ahli Taurat. Orang Farisi dan Yesus tentang Perempuan yang Berzinah. Ayat 3-5 Peristiwa ini terjadi di dalam pembacaan teks Alkitab saat Yesus sedang mengajar di Bait Allah di Yerusalem. Para ahli Taurat dan orang Farisi yang dalam hidup saling bermusuhan karena pandangan teologis yang berbeda mengenai kematian-kebangkitan orang mati bersatu demi mencobai Yesus. Mereka sepakat mencari Yesus dengan niat buruk untuk menjebak dan membuat Yesus bersalah terhadap hukum yang sedang berlaku yakni hukum Romawi dan hukum Yahudi. Hukum Romawi tidak memperkenankan adanya hukum rajam sampai mati terhadap orang yang melakukan kejahatan seksual atau perzinahan. Hukum Yahudi dengan berpegang pada Taurat Musa, orang yang berzinah haruslah dirajam/dilempar dengan batu sampai mati. Para pendakwa membawa kepada Yesus seorang perempuan yang kedapatan berzinah . alaupun laki-laki yang berzina tidak dibawa sert. Motif mereka sudah jelas yaitu hendak memberi malu Tuhan Yesus di muka umum. Persoalan yang mereka kemukakan untuk menentang Yesus sebagai berikut: seorang perempuan tertangkap ketika sedang berzinah. dan menurut hukum Musa ia harus rajam dengan batu sampai mati. Mengenai hal ini tidak ada keragu-raguan lagi (Lihatlah Imamat 20:10 dan Ulangan 22:. Dan bila Yesus menghendaki hukum Musa yang berlaku dimana perempuan yang berzinah ini dihukum mati maka Yesus akan disalahkan dengan mengacu pada hukum Bahan Pendalam Alkitab Yohanes 8:1-11. Https://sinodegmit. July 2018 by Wanto Menda. Diakses pada tanggal 13 November 2023. Ibid Ibid pemerintah sipil Romawi. bila Yesus menolak perempuan yang berzinah dihukum mati. Yesus akan disalahkan sebagai sosok yang kompromi dengan kesalahan dan dosa serta memberontak terhadap hukum yang berlaku24. Persoalan yang dibawa musuh-musuh Kristus kepada-Nya tidak hanya menyangkut persoalan setempat itu saja. Sedemikian jauh dapat dimengerti oleh akal budi manusia, persoalan itu adalah problema moral yang paling dalam yang pernah dihadapi, bahkan oleh Allah sendiri. Problema itu ialah bagaimana keadaan dan kemurahan/pengampunan dapat diselaraskan. Karena hukum kebenaran dengan sangat menuntut hukuman dijatuhkan bagi mereka yang berbuat salah/dosa. Mengesampingkan tuntutan ini akan menimbulkan kekacauan belaka. Lagi pula. Allah itu suci dan benar. dan kesucian bertentangan dengan kejahatan, sehingga tak memungkinkan apa yang najis untuk masuk ke hadiratNya. Lalu apa jadinya dengan orang berdosa yang malang itu? Sudah tentu ia melanggar hukum dan moralnya kotor25. Jadi harapan satu-satunya terletak pada kemurahan dan pengampunan: dengan perkataan lain keselamatannya hanya mungkin oleh anugerah saja! Tetapi bagaimana kemurahan dan pengampunan dapat diberikan bila keadilan menghalanginya? Bagaimana anugerah dapat mengalir keluar kecuali dengan menghilangkan kesucian? Hikmat manusia tak mampu menemukan jawab atas pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Sudah terang bahwa ahli-ahli Taurat dan orang Farisi pun mengira demikian juga. Pula kami yakin bahwa pada permulaan Iblis pun tidak melihat adanya sesuatu pemecahan atas problema besar ini. tetap terpujilah namaNya. Allah mempunyai jawab! Langgar hukum itu26. Ayat 6-10 : Respon Yesus Terhadap Ahli Taurat dan Orang Farisi Ayat 6-10 ini memperlihatkan pribadi Yesus yang berhikmat dan penuh dengan belas-kasih. Di mata Yesus kehidupan dan perbuatan para ahli Taurat dan orang Farisi tidak lebih baik dari perempuan yang berbuat zinah ini. Hidup keagamaan mereka tidak berjalan seiring dengan perbuatan mereka. Ahli Taurat dan Orang Farisi merasa diri orang baik dan benar. Mereka melihat kesalahan dan dosa sesama. Tentu saja itu adalah dosa yang terungkap tapi para ahli Taurat dan Farisi menyelubungi dosa dalam topeng kepura-puraan yang saleh dan tampil sebagai hakim adalah merupakan kekejian di mata Tuhan. Melihat kesalahan orang lain sampai lupa melihat kesalahan dan dosa diri sendiri itu bentuk kemunafikan hidup. AuYesus berkata : Barangsiapa diantara kamu tidak berdosa hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu. Ay Perkataan Yesus ini berdampak pada kemunafikan yang dilakukan orang Farisi dan ahli Taurat. Topeng kesalehan para pengaduh berhasil diungkapkan. Nurani mereka terbangun dan mereka juga menyadari bahwa mereka merupakan orang yang berdosa. Boleh jadi para mengaduh itu juga melakukan kekerasan seksual bukan kepada korban tapi kepada orang lain hanya dilakukan terselubung dan tidak kelihatan karena perbuatan mereka itu tidak tertangkap Hukum Allah adalah hukum yang suci dan adil, dan disini kita mendapatkan bahwa Sang Pemberi Hukum itu sendiri sedang membalikkan cahaya terang hukum itu kepada orangorang sebenarnya hampir tidak mengidamkan hukum Allah. Dengan cara ini Kristus memberikan hukuman bahwa mereka, orang-orang yang menjadi penuduh-penuduh-Nya tidak pantas menuntut pemaksaan hukuman. Tak seorang pun kecuali yang suci yang patut mengatur pelaksanaannya hukum yang sempurna itu. Ayat : Pengampunan Yang Mengubahkan AuAkupun tidak menghukum engkau, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari Ay Yesus membebaskan diri dari jebakan pelanggaran terhadap hukum yang berlaku yakni, hukum Taurat Musa maupun hukum pemerintahan sipil yang berlaku. Ia telah bertindak adil dan benar dan dengan itu menunjukkan dan memberikan arti sesungguhnya tentang keadilan bagi perempuan yang berzinah itu. Perempuan yang berzinah bebas dari Arthur W Pink,Tafsiran Yohanes,hlm 158-164 Ibid Ibid Bahan Pendalamam Alkitab Yohanes 8: 1-11 . https://sinodegmit. Diakses pada tanggal 13 November 2023 Ibid kematian dan memberi ruang bagi adanya suatu tranformasi . erubahan hidu. Ungkapan pada Ayat 11 bukan bentuk kompromi terhadap dosa dan kesalahan terhadap perempuan berzinah ini sebab ia telah 29 hadir dengan hukum batin yang berat sebab nuraninya yang selalu berbicara dan menuduh dirinya sendiri. Perempuan ini harga dirinya jatuh pada titik terendah karena dipermalukan di depan Yesus dan banyak orang sehingga ia sesungguhnya telah menerima hukuman sosial yang berat. Pembebasan hidup dari dosa yang diperoleh dari Yesus adalah pembebasan yang bersyarat: Harus ada pembaruan hidup secara total. Pengalaman hidup itu bisa menjadi pelajaran agar jangan berbuat dosa lagi mulai dari Yesus memandang dirinya dengan cinta kasih dan penuh pengampunan. Kasih dan pengampunan yang Yesus beri haruslah dimaknai pula sebagai kesempatan untuk tranformasi Pengampunan mencerminkan kekuatan besar dan cinta yang besar. Karunia pengampunan ini berasal dari hati Tuhan. Dia mengutus Yesus untuk memberi kepada perempuan berzinah dan manusia berdosa bahwa AuPenebusan melalui darah-Nya membuahkan pengampunan dosa31. Perempuan berzinah membutuhkan pengampunan karena ia telah berdosa atau gagal memenuhi standar kasih Allah. Dosa ini memisahkannya dari Dia, dan satu-satunya cara untuk berdamai dengan Dia adalah dengan mengetahui dan menerima pengampunan-Nya. belajar dari prinsip firman Tuhan, bahwa pengampunan dosa itu didahului oleh pertobatan: tapi di bagian ini, tidak ada catatan perempuan ini mengatakan kalimat pertobatan. Cuma satu sisi yaitu Tuhan sendirilah yang mengumumkan anugerah pengampunan itu. Pembelaan Yesus terhadap perempuan ini sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan dan stigma rendah yang sering dialami kaum perempuan. Karena Yesus sendiri telah menunjukkan keberpihakan yang revolusioner bagi kaum yang lemah. Kerugma Berdasarkan proses eksegese yang telah dilakukan, maka kerugma . nti berit. yang ditemukan di dalam teks Yohanes 8:1-11 adalah AuYesus Menganugerahkan Pengampuan dan Hidup B AoAo KESIMPULAN Tanggapan Tuhan Yesus terhadap Ahli-ahli Taurat dan Orang-orang Farisi yang dengan sengaja menyerang perempuan yang kedapatan berzinah yakni dengan sikap diam. Hal ini menunjukkan ketidaksetujuan Yesus terhadap budaya patriarkat yang menindas kaum perempuan dan menjadikannya sarana mencapai tujuan bagi kepentingan tertentu. Pembelaan Yesus terhadap perempuan itu sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan dan stigma rendah yang sering dialami kaum perempuan. Dengan demikaian, gereja tidak dapat menutupi mata terhadap terjadinya tindakan kekerasan terhadap kaum perempuan Yesus sendiri telah menunjukkan keberpihakan yang revolusioner bagi kaum yang lemah, meski Ia sendiri berada di tengah-tengah budaya Patriarkat yang sangat kental. Tindakan Yesus dengan menyelamatkan perempuan itu memberi angin segar dan kekuatan bagi perempuan itu yang awalnya dengan wajah yang penuh ketakutan menjadi wajah yang penuh rasa syukur. Rasa syukur yang besar itulah yang menjadi kekuatan bagi perempuan itu berani meninggalkan perbuatan yang lama dan menjadi manusia baru mengikuti perintah Allah. Weslet Brill. Tafsiran Injil Yohanes . Yayasan Kalam Hidup,hlm 86-88. Ibid Ibid DAFTAR PUSTAKA