JURNAL FLYWHEEL. September 2023. Vol 14 . , 82-85 E-ISSN: 2745-7435 P-ISSN: 1979-5858 Perancangan dan Implementasi Alat Peniris Minyak Krupuk Bawang dengan Sistem Penggerak Motor Listrik Mujiono1. Sujianto2. Hardianto3. Vitha Rachmawati3 Dosen Teknik Elektro. Institut Teknologi Nasional. Malang. Indonesia Dosen Teknik Bisnis Digital. Institut Teknologi Nasional. Malang. Indonesia Dosen Teknik Lingkungan. Institut Teknologi Nasional. Malang. Indonesia Email:mujionod3@lecturer. ABSTRACT Home Industri krupuk bawang berlokasi didesa Jedong Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Dimana di daerah tersebut banyak bermunculan home industri, produk-produk krupuk baru yang tentunya memerlukan bantuan untuk mengembangkan home industri tersebut. Salah satunya adalah dengan membuatkan alat peniris minyak krupuk bawang Melihat kondisi yang terjadi pada home industri tersebut maka tim abdimas akan mengembangkan/inovasi membuatkan alat peniris minyak dengan menggunakan ukuran anthropometri agar . man dan nyama. Tujuan dilakukan abdimas ini agar supaya home industri lebih mudah untuk mengunakan alat tersebut dan mendapatkan penirisan yang optimal sehingga pekerjaan mitra lebih effektif,effisien dapat menghemat waktu sehingga hasil yang diperoleh jauh lebih baik dan produktif, serta berdampak pada pelaku home industri untuk dapat meningkat Pembuatkan alat peniris minyak . di home industri dengan ukuran anthropometri : tinggi alat 136 cm, tinggi tombol operator 96cm, lebar alat 70cm, dan tinggi tempat motor 48,5cm yang dilengkapi dengan dimmer . engatur kecepata. Keywords Implementasi. Alat Peniris Minyak. Produktif. PENDAHULUAN Pada dasarnya merancang stasiun kerja yang baik dan sesuai bagi operator sudah diperhatikan oleh insinyur di industri. Banyak kajian yang telah di ujicobakan untuk mendapatkan stasiun kerja yang baik, salah satunya menerapkan prinsipprinsip ergonomi dan ekonomi gerakan dibagi atas tiga jenis bahasan . Prinsip ekonomi gerakan dihubungkan dengan anggota tubuh, kemudian prinsip ekonomi gerakan dihubungkan dengan pengaturan tempat kerja, dan prinsip ekonomi gerakan dihubungkan dengan perancangan peralatan. ,8,. Dalam melakukan desain atau perancangan sistem kerja yang ergonomis, ada lima prinsip perancangan yang perlu dipertimbangkan yaitu: Membuat agar mesin disesuaikan dengan manusia. Meminimalisasikan presentase yang berada diluar rancangan kerja agar semakin bersifat seimbang, serta semakin berkurangnya penggunaan fisik dan hal-hal yang kurang prosedural. Menekankan pentingnya komunikasi menggunakan mesin dalam memperbesar kemampuan manusia. Menggunakan mesin dalam memperbesar kemampuan manusia. Sedangkan Anthropometri diartikan sebagai ilmu yang secara khusus mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan pengukuran terhadap tubuh manusia, yang digunakan untuk menentukan perbedaan . iri atau karakteristi. pada individu, kelompok dan sebagainya. Berkaitan dengan pengukuran bentuk dan karakteristik tertentu tubuh manusia, antropometri dapat pula diartikan sebagai suatu ilmu yang secara khusus berkaitan dengan penyelidikan tubuh manusia yang digunakan untuk menentukan perbedaan pada individu dan kelompok. Data anthropometri yang digunakan untuk desain alat . METODE Kegiatan abdimas ini berlokasi di home industri krupuk bawang desa jedong kecamatan wagir kabupaten malang jawa Metode yang digunakan dalam kegiatan abdimas ini adalah sebagai berikut : dengan abdimas Penyuluhan dalam peningkatan produksi dan pengembangan produksi terkait dengan pengadaan bahan baku, proses produksi dan pemasatannya. Penyuluhan yang baik dalam hal sistem produksi terkai dengan yang dipergunakan salah satunya adalah alat peniris minyak agar supaya proses produksi dapat berjalan dengan lancar aman dan nyaman serta sffektif dan Implementasi Alat Peniris Minyak Di Home Industri Krupuk Bawang Di Desa Jedong Kecamatan Wagir Kabupaten Malang Analisis Situasi di Home Industry: FGD dengan mitra Identifikasi Permasalahan Home Industri Solusi Permasalahan Pelaksanaan Kegiatan Persiapan Pelaksanaan Abdimas Pelaksanaan Penerepan Alat Peniris Minyak Evaluasi Gambar1. Metode Pelaksanaan Abdimas PEMBAHASAN Hasil perhitungan dalam ukuran anthropometri yang dipergunakan untuk mendesain alat peniris minyak ini adalah : Tinggi bahu saat berdiri dengan persentil 5% sebesar 136 cm dipergunakan untuk menentukan tinggi alat , jangkaun tangan kedepan dengan persentil 50% sebesar 70 cm dipergunakan untuk lebar alat, tinggi siku saat berdiri dengan persentil 5% sebesar 96 cm untuk tinggi tombol operator, dan tinggi lutut saat berdiri dengan persentil 50% sebesar 48,5 cm dipergunakan untuk menentukan tinggi posisi aki. Dipergunakan untuk desain sarana kerja seperti tabel dibawah : Tabel 1. Hasil Perhitungan Persentil Jenis Data Tinggi bahu saat berdiri Jangkauan tangan ke depan Tinggi siku saat berdiri Tinggi lutut saat berdiri Persentil Langkah-Langkah mengoperasikan alat Menyiapkan alat peniris minyak, menyambungkan daya ke stop kontak, memasukkan krupuk hasil pengorengan, menyalakan mesin peniris sesuai dengan kecepatan yang diperlukan, jika sudah selesai penirisan selanjutnya mematikan mesin. Spesifikasi alat Pembuatan mesin peniris ini menggunakan motor listrik 0,50 Hp dengan putaran 1400 rpm. V-Belt yang digunakan mesin belt tipe A, no. 38 dengan komponen pully berdiameter 2 inchi untuk poros, rangka mesin yang dipergunakan rangka profil besi siku dengan ukuran 40 mm x 40 mm x 3mm dengan kapasitas 3. 5 kg krupuk bawang. Perhitungan waktu kerja peniris minyak sebelum menggunakan mesin. Selanjutnya dilakukan perhitungan waktu siklus (W. = 30. Mujiono. Sujianto. Hardianto. Vitha Rachmawati Sedangkan besarnya waktu normal (W. Wn = Ws y p = 30. 76y 1,08 = 33,02 menit/3. Besarnya waktu baku (W. Wb = = 33,02 y = 5,45 menit/kg Maka. Besar Output Standart (O. Os = = 0,18 kg/ menit = 10,8 kg/jam Perhitungan Waktu Penirisan Menggunakan Alat Setelah menggunakan mesin. Dengan menggunakan alat baru dengan melakukan proses penirisan per 3,5 kg dengan tiga puluh kali percobaan dapat di lihat perbedaan pada proses penirisan dengan cara kerja yang lama. Selanjutnya dilakukan perhitungan waktu siklus (W. = 2,5 menit Sedangkan besarnya waktu normal (W. Wn = Ws y p = 2,5 y 1,08 = 2,7 menit/2kg Besarnya waktu baku (W. Wb = = 2,7 y = 3,10 menit/2kg = 1. 55 menit/kg Maka. Besar Output Standart (O. Os = = 0. 64 kg/ menit = 38,4 kg/ jam Presentase Kenaikan Output Standart Presentase kenaikan = 2. = 255 % Jadi dengan menggunakan mesin peniris minyak yang ergonomis aman nyaman dipergunakan serta dapat lebih effektif dan effisien dapat meningkatkan produktifitas output standart sebesar 255 %. Implementasi Alat Peniris Minyak Di Home Industri Krupuk Bawang Di Desa Jedong Kecamatan Wagir Kabupaten Malang Hasil Pembahasan Perbandingan Waktu baku peniris minyak Tabel 2. Perbandingan alat peniris minyak Sebelum menggunakan mesin 5,45 menit/kg Output standard Peniris minyak Proses operasi Setelah menggunakan mesin 55 menit/kg 8 kg/jam 38,4 kg/jam Lama Lebih Cepat membutuhkan waktu lama Aman nyaman dipergunakan Gambar 2. Alat yang diserahkan pada pelaku home industri KESIMPULAN Penerapan alat peniris minyak dapat disimpulkan seperti berikut : Fasilitas kerja untuk mengetahui waktu penirisan dapat dioptimalkan dengan proses desain alat yang ergonomis. Desain ergonomis yang dimaksud adalah desain alat yang menghasilkan suatu sistem kerja dengan menggunakan ukuran anthropometri agar dapat aman dan nyaman. Ukuran anthropometri yang dipergunakan adalah : Tinggi siku saat berdiri dengan persentil 50% sebesar 136 cm, jangkaun tangan kedepan dengan persentil 50% sebesar 96 cm, jangkauan tangan kesamping dengan persentil 5 % sebesar 70 cm, genggaman tangan dengan persentil 5 % sebesar 48. 5 cm. Sedangkan dari hasil analisis diperoleh output standar sebelum menggunakan mesin sebesar 10. 8 kg /jam, sedangkan setelah menggunakan mesin diperoleh output standard 38. 4 kg /jam sehingga diperoleh produktivitas sebesar 255 %. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih kepada Institut Teknologi Nasional Malang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah memberikan kesempatan dan support bagi kami tim abdimas untuk melaksanakan kegiatan abdimas di home industri krupuk bawang desa jedong kecamatan wagir kabupaten malang. REFERENSI