http://journal. id/index. php/anterior STUDI PEMANFAATAN HUMA BETANG TUMBANG ANOI SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI KALIMANTAN TENGAH Study on The Utilization of Betang Tumbang Anoi as a Source of Lokal History Learning in Central Kalimantan Kristanto V Baddak1* Yulia Yustha Manya3 1FKIP Universitas PGRI Palangka Raya 2,3Fakultas Pertanian Universitas PGRI Palangka Raya Abstrak Suatu penelitian kualitatif telah dilaksanakan untuk mengetahui peranan Betang Tumbang Anoi sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal di Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian dilakukan di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas dengan responden berasal dari guru sejarah SMA di kedua daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Materi sejarah lokal sangat penting dan meskipun tidak secara eksplisit ada dalam kurikulum K 13, namun dapat diberikan. Materi sejarah lokal tidak bertentangan dengan kurikulum K 13 bahkan menjadi bagian dari Kurikulum K 13. Sejarah lokal penting diajarkan agar generasi muda lebih mengenal identitasnya dan meningkatkan rasa kebangsaan melalui tokoh-tokoh lokal yang lebih membumi. Pembelajaran sejarah lokal juga membawa perubahan positif pada diri siswa dengan mengenalkan sejarah lokal antara lain tumbuhnya nasionalisme dan kesadaran sejarah. Betang Tumbang Anoi sebagai tempat pertemuan damai Tumbang Anoi dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal Provinsi Kalimantan Tengah, namun pemanfaatannya secara langsung menghadapi kendala berupa letak geografis yang jauh, prasarana transportasi yang berat dan biaya perjalanan yang mahal. Pemanfaatan Betang Tumbang Anoi sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal menggunakan alat bantu berupa gambar atau foto yang diperoleh melalui internet yang terbukti mampu meningkatkan tingkat pemahaman siswa. *email: kristiantovbaddak@gmail. Kata Kunci: Betang Tumbang Anoi Sejarah lokal Nasionalisme Alat peraga Keywords: Betang Tumbang Anoi Local history Nasionalism Education Tools Accepted September 2019 Abstract A qualitative study has been carried out to determine the role of Betang Tumbang Anoi as a source of local history learning in Central Kalimantan Province. The study was conducted in Palangka Raya City and Gunung Mas Regency with respondents coming from high school history teachers in both regions. The results show that local history material is very important and although it is not explicitly contained in the K 13 curriculum, it can be given. Local history material does not conflict with the K 13 curriculum and even becomes part of K curriculum 13. Local history is important to be taught so that the younger generation is more familiar with their identities and increases their sense of nationality through local characters who are more down to Learning local history also brings positive changes in students by introducing local history, among others, the growth of nationalism and historical awareness. Betang Tumbang Anoi as a peaceful meeting place Tumbang Anoi can be used as a source of local history learning in Central Kalimantan Province, but its use directly faces obstacles in the form of remote geographical location, poor transportation infrastructure and expensive travel costs. The use of Betoi Tumbang Anoi as a source of local history learning uses tools in the form of pictures or photographs obtained through the internet which are proven to be able to increase students' level of understanding. Published Desember 2019 A 2019 The Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). DOI: https://doi. org/10. 33084/anterior. Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 56 Ae 68 PENDAHULUAN Pembelajaran sejarah secara umum dinilai dan dianggap oleh siswa tidak terlalu Karena menekankan kepada siswa untuk menghafal suatu informasi masa lalu seperti siapa, kapan, dan dimana peristiwa itu terjadi, tanpa melakukan rancangan pembelajaran menganalisis suatu informasi masa lalu tersebut (Sayono, 2. Proses pendidikan belakang dengan tujuan melihat ke depan. Dapat mempelajari nilai-nilai kehidupan masyarakat di masa lampau, diharapkan siswa atau peserta didik mencari atau mengadakan seleksi terhadap nilai-nilai kompleks di masa kini maupun yang akan datang (Sirnayatin. Maka dari itu, guru sejarah harus mendalam dan mempunyai motivasi yang tinggi dalam proses pembelajaran sejarah sehingga makna yang terkandung dalam mata pelajaran sejarah dapat tersampaikan. Guru penting dalam pengembangan karakter siswa sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Guru menyatakan bahwa AuAguru sejarah harus menguasai struktur keilmuan, ruang lingkup, dan objek sejarah. pendekatan-pendekatan sejarah. materi sejarah yang luas dan mendalam serta menunjukkan manfaat mata pelajaran sejarahAy. Selain itu, guru sejarah harus membantu dalam proses internalisasi nilainilai positif di dalam diri siswa yang tidak bisa digantikan oleh media pendidikan secanggih apapun (Tukidi, 2. Kenyataan pembelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kalimantan Tengah, sudah berjalan dengan baik dan efektif sesuai dengan tujuan pembelajaran sejarah yang ingin dicapai yaitu karakter bangsa serta memberikan nilai-nilai moral terhadap generasi masa kini. Apalagi jika menggunakan data normatif bahwa setiap kali kenaikan kelas hampir semua siswa dapat melampaui nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. , diyakini bahwa nilai KKM bukan jaminan gambaran kemampuan yang sesungguhnya (Sayono, 2. Namun masih ada kekurangannya, yakni keengganan guru sejarah menggunakan sumber-sumber Kondisi didukung oleh kurangnya kreatifitas guru Kristanto V Baddak. Yulia Yustha dan Maya. Studi Pemanfaatan Huma Betang Tumbang Anoi Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal Di Kalimantan Tengah untuk memanfaatkan sumber sejarah lokal di diperoleh melalui wawancara, observasi atau Provinsi Kalimantan Tengah yang tersedia banyak untuk di pakai dan dipelajari. Padahal Wawancara dilakukan dengan informan atau penerapan sejarah lokal juga membawa narasumber yang terkait dengan tema penelitian perubahan positif pada diri siswa dengan tumbuhnya nasionalisme, kesadaran sejarah, (Wijayanti. Dengan Kurikulum penggunaan sejarah lokal mempunyai ruang yang besar untuk diimplementasikan. ini terdiri dari guru sejarah SMA Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas. Guru Sekolah SMA di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas di pilih karena lokasinya yang paling Dokumentasi Betang Tumbang Anoi. foto-foto, rekaman, catatan dan lain-lain. Validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber. Triangulasi sumber yang mengetahui penggunaan dan kedudukan dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan Betang Tumbang Anoi Ae sebagai salah satu membandingkan hasil pengamatan dengan hasil Penelitian Provinsi Kalimantan Tengah sebagai sumber sejarah lokal di Provinsi Kalimantan Tengah. wawancara, kemudian membandingkan hasil METODE PENELITIAN mengarahkan peneliti dalam mengumpulkan data Metodologi penelitian yang digunakan wajib untuk mengunakan beragam sumber data adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yang tersedia. Adapun data sekunder diperoleh deskritif analisis. Metode deskriptif adalah suatu dari pengelola Rumah Betang, instansi teknis metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu Kalimantan Tengah ataupun sumber pendukung sistem pemikiran ataupun suatu klas peristiwa. penting lainnya. Dinas Pariwisata Provinsi Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk Setelah data dikumpulkan, selanjutnya membuat deskripsi, gambaran, lukisan secara dilakukan analisis. Analisis data merupakan sistematis, faktual dan akurat mengenai faktafakta, sifat-sifat serta hubungan antara berbagai fenomena yang diteliti (Nazir, 2. Penelitian ini akan menggunakan data Data pengelompokan data dalam pola, tema dan kategori sehingga mudah untuk dibaca dan dipahami (Nazir, 2. Berkenaan dengan Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 56 Ae 68 analisis data dalam penelitian kualitatif. Huberman dan Miles dalam Nazir . p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 diberikan materi peminatan sejarah yang berisi sejarah duniaAy mengajukan model analisis data yang disebut Namun narasumber lain menyatakan Auanalisis interaktifAy yang terdiri dari 3 bahwa meskipun materi sejarah lokal komponen, yaitu reduksi data, penyajian tidak ada dalam kurikulum K 13, namun data dan penarikan kesimpulan. Ketiga sebenarnya dapat diberikan kepada siswa, bahkan telah ada kesepakatan di pengumpulan data merupakan kegiatan yang antara anggota Asosiasi Guru Sejarah jalin menjalin selama masa penelitian. Proses Indonesia analisis interaktif ini merupakan proses Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah siklus dimana peneliti harus siap untuk terus untuk memberikan materi sejarah lokal. bergerak di antara keempat sumbu yaitu Yusnarti Novelianty (Guru pengumpulan data, reduksi data, penyajian SMAN Raya/Pengurus data dan penarikan kesimpulan. Asosiasi Guru Sejarah Indonesia/AGSI HASIL PENELITIAN Kalimantan Tenga. Berdasarkan hasil wawancara dan penelusuran dokumen selama penelitian, telah diperoleh beberapa fakta yang diuraikan sebagai berikut. Pengajaran Sejarah Lokal Berdasarkan wawancara dengan M. Noor (Guru Sejarah SMAN 5 Palangka Ray. diketahui bahwa materi sejarah Palangka Musyawarah Sejarah AuMateri sejarah lokal memang tidak ada dalam kurikulum K. 13, tetapi semua guru sejarah menyisipkan sendiri oleh guru yang bersangkutan. Responden sebagai Pengurus/Anggota AGSI menyatakan bahwa dalam Simposium AGSI di Palembang sudah ada kesepakatan untuk memasukkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) saja yang bergerakAy lokal tidak ada dalam kurikulum K 13 Sementara itu. Sintara TT. Asang (Guru revisi tahun 2018 : Sejarah SMAN 2 Palangka Raya/Ketua AuKurikulum yang dipergunakan sekarang adalah Kurikulum K. Revisi 2018, dimana tidak ada materi sejarah lokal. Bagi seluruh siswa diberikan materi sejarah nasional, sementara bagi siswa jurusan IPS disamping diberikan materi sejarah nasional juga (AGSI) Komunitas Sejarah Budaya Kalimantan Tenga. AuMemang benar bahwa materi sejarah lokal tidak ada dalam Kurikulum K. 13 namun guru diperbolehkan berimprovasi dengan materi pelajaran. Peranan guru dalam memperkenalkan sejarah lokal Kristanto V Baddak. Yulia Yustha dan Maya. Studi Pemanfaatan Huma Betang Tumbang Anoi Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal Di Kalimantan Tengah sangat besar. Di SMAN 2 Palangka Raya, untuk peminatan sejarah sudah dimasukkan materi penelitian sejarah sejak Kelas X dimana focus materi ini adalah sejarah lokal. Ini atas inisiatif saya sendiri dan disepakati oleh guru-guru sejarah yang lain lalu disetujui Kepala SekolahAy Guru Sejarah SMA Negeri Kuala Kurun Raya/Anggota Santy Emy Oktaviamerry memberikan penjelasan yang mirip. Memang pada dasarnya materi sejarah lokal tidak ada dalam silabus pada Kurikulum K. 13, namun sesuai dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sejarah serta arahan dari Dinas Pendidikan, materi ini tetap diberikan. Tidak harus diberikan secara khusus, bisa juga dilakukan bersamaan dengan materi yang lain. Misalnya ketika . ateri sejarah nasiona. pada saat itu juga disampaikan cerita tentang Bapak Tjilik Riwut. Pahlawan Nasional dari Kalimantan Tengah. Endang Hartati (Guru Sejarah SMAN 4 Palangka Kanety. AGSI Kalimantan Tenga. AuMateri sejarah lokal tidak diberikan tersendiri, tetapi terintegrasi dalam materi yang ada. Bukan hanya siswa Jurusan IPS yang memperoleh pelajaran peminatan sejarah, tetapi juga siswa jurusan IPA yang memperoleh materi sejarah nasional. Materi sejarah lokal ini sangat penting bagi siswa, jadi perlu disampaikan supaya siswa tahu peristiwa-peristiwa yang terjadi di Kalimantan Tengah pada masa lampauAy Berdasarkan narasumber ditemukan fakta bahwa materi sejarah lokal sangat penting dan Riswinae (Guru Kabupaten SMAN Gunung Ma. Tewah meskipun tidak secara eksplisit ada dalam kurikulum K 13, namun dapat AuSejarah lokal sering disinggung pada saat menyampaikan materi sejarah dunia, misalnya saat membahas perdamaian dunia juga menyinggung tentang pertemuan damai Tumbang Anoi yang mempersatukan suku-suku Dayak di Kalimantan . idak hanya di Kaliamntan Tenga. Jadi meskipun dalam silabus tidak ada, guru dapat mencari cara untuk menyampaikan sejarah lokal karena sejarah lokal itu pentingAy Materi sejarah lokal tidak bertentangan dengan kurikulum K 13 bahkan menjadi bagian dari Kurikulum K 13. Metode Pengajaran Sejarah Lokal Seluruh responden menyatakan bahwa dengan lawatan sejarah untuk melihat langsung situs sejarah lokal. Interaksi Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 56 Ae 68 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 sudah tahu namun ada juga yang belum tahu, sedang siswa yang berasal dari suku lain banyak yang tidak tahu. Mereka saling berdiskusi dan memberikan penjelasan, satu sama lain. Tambahan lagi, para siswa bisa berfoto dan di upload di media social (IG. FB dan tweete. Secara tidak langsung, mereka juga ikut tentang sejarah lokal khususnya di Ay pelajaran sejarah dapat lebih mudah Yusnarti Novelianty berpendapat : AuLawatan sejarah dengan mengajak siswa mengunjungi objek sejarah berdampak positif bagi siswa, karena suasananya rekreasi dan siswa tidak tegang sehingga pelajaran lebih mudah diterima. Apalagi siswa sambil selfie . Obyek yang paling erring dikunjungi adalah Museum Balanga di Kota Palangka Raya. Ay Sintara TT Asang mengatakan : AuSelama ini sejarah identik dengan hafalan dan buku-buku tebal sehingga cenderung membosankan setelah melihat langsung obyek sejarah, siswa lebih cepat paham dan tidak lupa. Dengan melihat langsung, majinasi siswa juga lebih hidup dan dapat membayangkan peristiwa yang Selama ini sejarah identik dengan hafalan dan bukubuku tebal sehingga cenderung langsung obyek sejarah, siswa lebih cepat paham dan tidak lupa. Dengan melihat langsung, majinasi siswa juga Ay Endang Hartati mempunyai pendapat yang serupa, : AuKetika mengikuti lawatan sejarah siswa sangat antusias dalam mempelajari benda-benda bersejarah di dalamnya. Beberapa siswa yang berasal dari suku Dayak ada yang Pertemuan Tumbang Anoi Betang Tumbang Anoi Provinsi Kalimantan Tengah, bahkan seluruh Kalimantan. Di tempat ini Kerapatan Besar Adat (Rapat Dama. Tumbang Anai pada tanggal 22 Mei s/d 24 Juli 1894. Bertindak sebagai tuan rumah adalah Damang Batu serta melibatkan semua anak suku Dayak di seluruh Kalimantan berabad-abad Hal ini dikatakan oleh Gauri Rampai berikut: Meskipun ada beberapa versi dan ada beberapa perbedaan dalam detail pertemuan Tumbang Anoi, tetapi dampak pertemuan Tumbang Anoi sangat besar dan dapat dirasakan sampai sekarang. Dampak terbesar pertemuan Tumbang Anoi Bisa dibayangkan bagaimana mencekam kehidupan suku Dayak pada waktu itu karena adanya tradisi kayau . erembahan untuk acara tiwa. Kristanto V Baddak. Yulia Yustha dan Maya. Studi Pemanfaatan Huma Betang Tumbang Anoi Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal Di Kalimantan Tengah jipen . enangkapan untuk dijadikan buda. dan balas dendam antar sub Praktis mereka hanya hidup di lingkungan betang saja, seandainya keluar dari lingkungan betang akan dilakukan bersama-sama dan dengan persiapan yang baik . ersenjataan, jumlah orang, tanda bahaya dan Setelah pertemuan Tumbang Anoi, suasana berubah total, orang-orang sudah berani bepergian keluar betang bahkan pergi ke tempat-tempat jauh tanpa rasa takut. Perrtemuan Tumbang Anoi juga membuktikan bahwa suku Dayak merupakan entitas yang mau belajar dan sudah belajar. Bisa jadi prakarsa pertemuan Tumbang Anoi berasal dari Pemerintah Belanda, tetapi tanpa dukungan tokoh-tokoh Dayak tentu tidak akan sukses. Fakta ini membuktikan bahwa para tokoh . ersama masyarakatny. tersebut sudah melihat . an belajar tentan. dampak dari situasi pada saat itu Aumau berubahAy kelangsungan hidup anak cucunya. Kesadaran untuk merubah ini merupakan hasil proses belajar internal di kalangan suku Dayak. Dampak lain adalah perdagangan. Diantara delegasi yang hadir sebagian adalah pedagang, sehingga motif ekonomi . sangat jelas terbayang dalam pertemuan Tumbang Anoi tersebut. peristiwa yang sangat penting bagi suku Dayak di Kalimantan. Sementara itu. Sinthara TT Asang mendukung pendapat Gauri Rampai, dia Pertemuan bersejarah itu dapat dilihat dari berbagai segi, yaitu . Lahirnya hokum adat, karena sejak berbagai ketentuan yang mengatur kampong, antar betang yang ada di Kalimantan pada saat itu. pembentukan struktur pemerintahan suku Dayak di Kalimantan, sejak saat itu struktur pemerintahan di atur lebih baik, siapa bertugas apa dan bagaimana di atur. Mendorong peningkatan pendidikan, sebelum ada pertemuan, pada saat musim tiwah anak-anak tidak berani keluar rumah sehingga tidak bisa belajar. Setelah pertemuan Tumbang Anoi, banyak anak-anak yang berani meninggalkan betangnya pergi ke daerah-daerah yang jauh untuk menuntut ilmu. perekonomian maju, karena setelah perdamaian tercipta, masyarakat berani mencari ikan, berburu atau bertanam ke tempat yang lebih jauh sehingga hasilnya lebih banyak dan para suku/kampong/betang bisa datang untuk membeli hasil-hasil pertanian Mimi (Guru Sejarah SMA PGRI 2 Palangka Raya mengatakan : Tidak ada guru sejarah di Kalimantan Tengah yang belum tahu Tumbang Anoi (Rapat/Pertemuan Tumbang Anoi Ae Pe. karena peristiwa itu merupakan Keterangan dari narasumber yang lain mendukung pendapat Mimi bahwa tidak ada guru sejarah di Provinsi Kalimantan Tengah yang tidak mengetahui peristiwa besar di Betang Tumbang Anoi pada Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 56 Ae 68 Peristiwa p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Berdasarkan pengamatan langsung, pada dikenal oleh para sejarawan luar daerah Betang Tumbang Anoi dan asing, hal ini terlihat dari . Foto berbagai foto dokumentasi pertemuan dokumentasi di Betang Tumbang Anoi Tumbang Anoi melibatkan orang asing (Erop. dan beberapa di antaranya diperoleh dari bersejarah tersebut (Gambar . museum di Negeri Belanda. Para tamu yang mengunjungi Betang Tumbang Anoi sebagian besar berasal dari luar daerah dan luar negeri . ayoritas dari Belanda dan Jerma. Betang Tumbang Anoi sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal Betang Tumbang Anoi sebagai situs pembelajaran sejarah lokal yang sangat Beberapa responden menyatakan hal yang sama. Yusnarti Novelianty mengatakan. AuSejarah Tumbang Anoi Meskipun sangat pas untuk dijadikan materi sejarah merupakan sumber sejarah lokal yang lokal karena sangat penting bagi suku penting, namun hanya dua narasumber DayakAy. Sintara TT. Asang AuPertemuan Tumbang Anoi sangat bersejarah, selama 3 bulan semua suku yang terlibat peperangan dan pertikaian didamaikan satu per satuAy. Narasumber lain. Gauri Rampai Audampak pertemuan Tumbang Anoi sangat besar dan dapat dirasakan sampai sekarang. Ay Gambar 1 Dokumentasi Rapat/Pertemuan Tumbang Anoi 1894 (Sumber : Dokumentasi Penelit. Betang Tumbang Anoi bersejarah tersebut, yaitu Gauri Rampai dan Riswinae (Guru Sejarah SMA Negeri Tewa. Medan berat dan jarak yang jauh menjadi sebab kenapa situs ini Gauri Rampai AuLokasi Betang Tumbang Anoi yang jauh memang menjadi Kristanto V Baddak. Yulia Yustha dan Maya. Studi Pemanfaatan Huma Betang Tumbang Anoi Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal Di Kalimantan Tengah kendala, tetapi ketika kita sebaiknya tidak terpusat pada bentuk fisik . itemukannya bukti fisik, atau dilihatnya bukti fisi. tetapi pada Aunilai dan system socialAy dibalik bentuk fisik ituAy Mimi (Guru Sejarah SMA Guru-guru Sejarah dari SMA Negeri Kurun yang lebih dekat juga belum pernah pergi ke Betang Tumbang Anoi. AuDiskusi tentang sejarah lokal. Pemberian dengan gambar dan foto, terkadang gambar dan foto ditunjukkan lewat hp guru kalau Namun sampai sekarang belum pernah pergi ke Betang Tumbang Anoi. Kami pernah pergi ke Betang Tumbang Malahoi (Betang Toyo. yang lebih mudah dijangkau dibandingkan Betang Tumbang AnoiAy PGRI Palangka Raya mengatakan. AuSaya sendiri belum pernah berkunjung ke Betang Tumbang Anoi Waktu perjalanan bisa memakan waktu 3 hari PP. Siswa pun belum pernah diajak ke Betang Tumbang Anoi karena alasan waktu dan Meskipun belum pernah mengunjungi situs Tumbang Anoi, sejarah pertemuan Tumbang Anoi tetap diberikan kepada siswa, termasuk menunjukkan foto dan gambar, khususnya foto Damang Batu sebagai tuan rumah . betang Tumbang Anoi pada waktu itu. Karena fasilitas sekolah yang terbatas, saya hanya gambar/foto/film dari smartphone yang saya milikiAy Yusnarti Novelianty mengatakan : AuDalam rangka mendekatkan siswa dengan materi sejarah lokal, saya memperlihatkan gambargambar Betang Tumbang Anoi yang diperoleh dari internet atau memberikan tugas kepada siswa gambar/foto Betang Tumbang Anoi. Karena Betang Tumbang Anoi sangat Biaya perjalanannya mahal, sekitar Rp. 1 juta per orangAy Nemiwaty (Guru Sejarah SMA Negeri Tumbang Runga. AuMeskipun sudah mengetahui cerita tentang Rapat Tumbang Anoi namun saya belum pernah pergi ke Betang Tumbang Anoi karena letaknya yang jauh. Dalam kegiatan lawatan sejarah, saya Betang Tumbang Malahoi yang lebih dekat . ekitar 1,5 jam perjalanan Kendalanya, karena tidak ada kendaraan sekolah, siswa dan guru berangkat menggunakan sepeda motor dan guru sering merasa cemas kalau terjadi masalah di sepanjang jalan. Berdasarkan Tumbang Anoi, akses perjalanan menuju lokasi sangat terbatas. Akses perjalanan darat Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 56 Ae 68 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 yang cukup baik hanya sampai di Provinsi Kalimantan Tengah. Tokoh lokal Miri lebih mudah dikenali dan diikuti jejaknya. urang lebih 1 jam perjalanan darat Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Wijayanti . bahwa penerapan sejarah Kabupaten Gunung Ma. Setelah itu, lokal juga membawa perubahan positif pada diri siswa dengan mengenalkan sejarah lokal Kota Kuala Tumbang Kurun, sempit dalam kondisi rusak untuk mencapai lokasi Betang Tumbang Anoi kesadaran sejarah, berpikir kritis, gotong . urang lebih 2 jam perjalanan dara. royong, dan sebagainya. Pada musim hujan, setelah sampai di Salah satu peristiwa bersejarah di Provinsi Desa Tumbang Miri, perjalanan ke Desa Kalimantan Tumbang Anoi dilanjutkan dengan naik Tumbang Anoi yang diselenggaraakan pada perahu bermesin selama lebih kurang 3 Bertindak sebagai tuan rumah adalah Damang Batu serta melibatkan semua Tengah PEMBAHASAN anak suku Dayak di seluruh Kalimantan yang Berdasarkan fakta yang ditemukan selama Dampak terbesar pertemuan Tumbang Anoi berabad-abad ada dalam kurikulum K 13, namun dapat Tumbang Anoi, hubungan antar anak suku Dayak berubah total, orang-orang sudah berani bepergian keluar betang bahkan pergi bahkan menjadi bagian dari Kurikulum K 13. ke tempat-tempat jauh tanpa rasa takut. Sejarah lokal penting diajarkan agar generasi Pertemuan Tumbang Anoi muda lebih mengenal identitasnya dan Dayak merupakan entitas yang mau belajar dan tokoh-tokoh lokal yang lebih membumi. sudah belajar serta Aumau berubahAy untuk Sebagai contoh, untuk Provinsi Kalimantan Tengah, sejarah perjuangan kemerdekaan Kesadaran untuk merubah ini merupakan Indonesia akan lebih mudah ditanamkan hasil proses belajar internal di kalangan suku dengan mempelajari sejarah Tjilik Riwut. Dayak. Dampak lain adalah perdagangan. Pahlawan Diantara delegasi yang hadir sebagian adalah Nasional Setelah penting dan meskipun tidak secara eksplisit Materi Kristanto V Baddak. Yulia Yustha dan Maya. Studi Pemanfaatan Huma Betang Tumbang Anoi Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal Di Kalimantan Tengah Anoi yang diambil dari arsip Pemerintah . sangat jelas terbayang dalam Belanda. Di samping doto dokumentasi, juga pertemuan Tumbang Anoi tersebut. Berdasarlan hasil wawancara, bahwa ada tiga pertemuan Tumbang Anoi. Keberadaan sebuah situs sebagai sumber pembelajaran Pertemuan Tumbang Anoi, sejarah lokal juga diteliti oleh Guntur dkk. penghentian perang antar suku, ngayau dan . balas dendam. penghentian perbudakan menyimpulkan bahwa Kraton Buton sebagai dan pembebasan budak-budak. bekas pusat pemerintahan Kesultanan Buton dan . Kraton kehidupan suku dayak, yaitu dalam acara menyimpan peninggalanpeningalan yang unik Kebiasaan penyeragaman hukum adat dalam tata Bhuton. Para Pengelola Buton Betang pembayaran dengan budak . pada Tumbang Anoi Ae seperti halnya Pengelola upacara perkawinan dan kematian diganti Kraton Bhutan Ae membuka diri bagi bagi dengan uang atau benda-benda berharga para guru dan siswa untuk memanfaatkan . mas, guci, piring, mangko. Temuan- Betang Tumbang Anoi sebagai tempat temuan ini mengkonfirmasi hasil penelitian belajar dan melaksanakan penelitian. sebelumya (Rusan, 2002. Siregar, 2. Pembelajaran sejarah lokal dengan melihat Siregar . menyatakan bahwa setelah situs sejarah secara langsung dianggap Perteamuan Tumbang Anoi, suku Dayak memberikan efek positif yang lebih besar. mulai membuka lahan jauh dari rumah Siswa bisa berinetarksi langsung dengan betangnya untuk mencari lahan yang subur. tempat dan benda bersejarah dan kemudian Situs Betang Tumbang Anoi sebagai tempat penyelenggaraan pertemuan yang bersejarah kemudian memberikan komentar . yang berkaitan dengan tempat dan benda foto-foto dokumentasi yang berada di penjelasan yang diperlukan. Metode ini membuat siswa cepat paham dan lebih . ambar Foto Siswa pembelajaran sejarah. Hal ini terlihat dari bangunan menunjukkan beberapa snopshoot Belajar dengan melihat langsung tempat dan . otongan peristiw. pertemuan Tumbang benda bersejarah merupakan proses belajar Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 56 Ae 68 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 yang melibatkan ranah-ranah kognitif, afektif sejarah mengajarkannya di kelas. Guru-guru dan ranah psikomotorik. Proses belajar yang mengaktualisasikan ketiga ranah tersebut Kabupaten akan lebih mudah dipahami siswa. Hal ini gambar dan foto yang diperoleh dari sejalan dengan penelitian terdahulu yang internet sebagai alat bantu belajar. Gambar dilakukan oleh Nidawati . dan foto tentang Betang Tumbang Anoi dan Dalam konteks Betang Tumbang Anoi Pertemuan Damai Tumbang Anoi tersebut sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal pada hakeketnya berfungsi seagai alat bantu mengalami hambatan karena letak geografis atau alat peraga untuk melibatkan ranah- yang jauh. Meskipun segala sarana dan Kota Palangka Gunung Mas Raya prasarana di Betang Tumbang Anoi sangat psikomotorik siswa yang memiliki fungsi dan memadai jika digunakan sebagai sumber keguanaan mirip dengan benda aslinya. pembelajaran sejarah lokal, namun relatif Seperti jarang dikunjungi siswa. Pengunjung Betang sebelumnya di bidang sejarah (Nandia. Tumbang Anoi adalah para wisatawan baik 2. , pendidikan Agama Islam (Maesaroh, dari dalam maupun luar negeri. Hal ini disebabkan biaya perjalanan yang relatif Khotimah dan Risang, 2. dan Biologi mahal untuk ukuran masyarakat lokal. (Saleh dkk. , 2. , bahwa penggunaan alat Perjalanan dari Kota Palangka Raya . bukota Provinsi pemahaman siswa terhadap satu topik Kalimantan Tenga. penelitiaan-penelitian Matematika (Suwardi, waktu 10 jam, dengan sebagian medan sulit tertentu dari mata pelajaran tertentu. untuk dilalui. Pada musim hujan, jalan darat Temuan-temuan tidak bisa dilalui dan harus dilakkan dengan menkonfirmasi hasil penelitian sebelumnya kendaraan air . selama 2 Ae 3 jam. Biaya perjalanan dari Kota Palangka Raya ke tentang pentingnya pembelajaran sejarah Betang Tumbang Anoi sekitar Rp. lokal dal penelitian Guntur dkk. per orang. tentang peranan sebuah situs lokal sebagai Kendati susah dikunjungi. Betang Tumbang sumber pembelajaran sejarah lokal. Anoi dan pertemuan Damai Tumbang Anoi tetap menjadi sumber pembelajaran sejarah lokal yang sangat penting. Semua guru KESIMPULAN Wijayanti . Kristanto V Baddak. Yulia Yustha dan Maya. Studi Pemanfaatan Huma Betang Tumbang Anoi Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal Di Kalimantan Tengah Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai meningkatkan tingkat pemahaman siswa. Materi sejarah lokal sangat penting dan meskipun tidak secara eksplisit ada UCAPAN TERIMA KASIH dalam kurikulum K 13, namun dapat Para penulis menyampaikan terima kasih Materi sejarah lokal tidak kepada Kemenntrian Riset Teknologi dan bertentangan dengan kurikulum K 13 Pendidikan Tinggi Republik Indonesia yang bahkan menjadi bagian dari Kurikulum K telah memfasilitasi penelitian ini. Ucapan Sejarah lokal penting diajarkan agar penghargaan dan terima kasih juga kami Gauri Rampai kebangsaan melalui tokoh-tokoh lokal terhadap gagasan awal penelitian yang dilakukan penulis. Pembelajaran sejarah lokal juga membawa perubahan DAFTAR PUSTAKA