Education Achievment: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Journal Homepage: http://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum Provinsi Jambi Samsul Bahry Harahap1. Yudesman2. Muhammad Munawir Pohan3. Wawan Novianto4 1,2,3,4 Institut Agama Islam Negeri Kerinci. Indonesia Corresponding Author: : yudesman72@yahoo. ABSTRACT ARTICLE INFO Article history: Received 01 November 2025 Revised 05 December 2025 Accepted 27 December 2025 Key Word How to cite Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kesadaran beragama, dan sikap moderasi mahasiswa di tengah dinamika globalisasi, digitalisasi, dan pluralitas sosial. Namun, implementasi PAI di PTU masih menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan alokasi kurikulum, dominasi pendekatan kognitif, serta belum optimalnya integrasi nilai keislaman dengan konteks keilmuan dan realitas sosial mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran PAI di Perguruan Tinggi Umum di Provinsi Jambi dengan fokus pada aspek kurikulum, strategi dan metode pembelajaran, program pendukung, internalisasi nilai moderasi beragama, serta evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas dosen PAI, pengelola akademik, dan mahasiswa yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran PAI di PTU Provinsi Jambi secara umum telah sesuai dengan kerangka regulasi nasional, namun masih menghadapi kendala struktural berupa keterbatasan SKS dan paradigma dikotomis ilmu. Di sisi lain, dosen PAI telah melakukan inovasi pedagogis melalui metode pembelajaran aktif, kooperatif, dan reflektif, serta didukung oleh program tutorial PAI dan kebijakan internalisasi moderasi beragama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kurikulum integratif, peningkatan kompetensi pedagogik dosen, dan dukungan kelembagaan menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI di PTU. Pendidikan Agama Islam. Perguruan Tinggi Umum. Pembelajaran PAI. Moderasi Beragama. Pendidikan Tinggi https://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU) memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, moralitas, dan kesadaran keberagamaan Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1206-1214 mahasiswa di tengah kompleksitas kehidupan akademik dan sosial yang semakin plural (Masturin, 2. Dinamika globalisasi, penetrasi teknologi digital, serta meningkatnya tantangan ideologis dan kultural menjadikan pembelajaran PAI tidak lagi cukup dipahami sebagai transfer pengetahuan normatif, melainkan sebagai proses internalisasi nilai yang mampu menuntun mahasiswa bersikap moderat, kritis, dan bertanggung jawab secara sosial (Pujianti et al. , 2. Kondisi ini menempatkan PAI di PTU sebagai instrumen penting dalam penguatan karakter kebangsaan dan moderasi beragama, khususnya di wilayah yang memiliki keragaman sosial dan budaya seperti Provinsi Jambi. Kebijakan nasional secara tegas mewajibkan penyelenggaraan mata kuliah agama di seluruh perguruan tinggi sebagaimana diatur dalam (Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi, 2. dan diperkuat melalui (Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, 2. Regulasi tersebut menekankan bahwa lulusan pendidikan tinggi harus memiliki sikap religius, beretika, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari capaian pembelajaran lulusan (Kertayasa et al. , 2. Meskipun demikian, berbagai studi mutakhir menunjukkan bahwa implementasi PAI di PTU masih menghadapi persoalan substansial, terutama terkait keterbatasan alokasi waktu, dominasi pendekatan kognitif, serta belum optimalnya integrasi nilai keislaman dengan konteks keilmuan dan realitas sosial mahasiswa (Nasih et al. , 2. Penelitian terdahulu menyoroti bahwa pembelajaran PAI di PTU cenderung bersifat formalistik dan kurang kontekstual, sehingga belum sepenuhnya menyentuh ranah afektif dan psikomotorik mahasiswa (Sumayana & Tantowi, 2. Studi lain menegaskan bahwa keberhasilan PAI sangat dipengaruhi oleh strategi pembelajaran, kompetensi dosen, serta dukungan kebijakan institusi dalam mengadaptasi pembelajaran berbasis teknologi dan nilai moderasi beragama (Rusman, 2019. Sutrisno. Namun, sebagian besar kajian tersebut masih bersifat umum dan berfokus pada konteks nasional atau institusi tertentu, sehingga belum banyak mengungkap praktik implementatif PAI secara empiris di tingkat regional, khususnya di PTU yang berada di Provinsi Jambi. Konteks lokal Provinsi Jambi menarik untuk dikaji karena PTU di wilayah ini memiliki karakteristik institusional, visi pendidikan, serta latar sosial mahasiswa yang Perguruan tinggi seperti Universitas Jambi. Universitas Batanghari, dan Universitas Adiwangsa menyelenggarakan PAI dalam kerangka kurikulum nasional, tetapi dengan pendekatan dan praktik pembelajaran yang berbeda sesuai dengan kebijakan internal masing-masing institusi. Perbedaan tersebut berpotensi memengaruhi efektivitas pembelajaran PAI dalam menanamkan nilai keislaman, etika akademik, serta sikap moderasi beragama pada mahasiswa. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1206-1214 Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum di Provinsi Jambi, dengan fokus pada aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan metode dan media, serta strategi internalisasi nilai moderasi beragama. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengisi kesenjangan kajian empiris terkait praktik pembelajaran PAI di PTU tingkat regional, sekaligus memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan model pembelajaran PAI yang relevan dengan tantangan pendidikan tinggi kontemporer. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan praktik implementasi PAI di PTU Provinsi Jambi secara komprehensif dengan mengaitkan kebijakan nasional, konteks institusional, dan dinamika pembelajaran di kelas. Penelitian ini berangkat dari hipotesis bahwa implementasi pembelajaran PAI di PTU Provinsi Jambi telah memenuhi kerangka regulasi nasional, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek metode pembelajaran kontekstual, pemanfaatan teknologi digital, dan internalisasi nilai moderasi beragama. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Metode ini dipilih karena penelitian bertujuan menggambarkan dan memahami secara mendalam implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum, baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pembelajaran, serta dinamika kebijakan dan konteks institusional yang melingkupinya. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti memperoleh data yang kaya makna, kontekstual, dan naturalistik melalui interaksi langsung dengan subjek penelitian (Creswell, 2. , sehingga realitas empiris implementasi pembelajaran PAI dapat dipahami secara komprehensif dan utuh. Penelitian dilaksanakan di beberapa Perguruan Tinggi Umum yang berada di Provinsi Jambi. Penentuan lokasi didasarkan pada pertimbangan keterwakilan institusi, keberagaman karakteristik perguruan tinggi, serta aksesibilitas data yang memungkinkan peneliti melakukan pengumpulan data secara optimal. Lokasi tersebut dipilih untuk memberikan gambaran yang relevan mengenai praktik pembelajaran PAI di lingkungan perguruan tinggi non-keagamaan dalam konteks regional Provinsi Jambi. Informan penelitian terdiri atas dosen Pendidikan Agama Islam, pimpinan atau pengelola akademik yang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan pembelajaran, serta mahasiswa yang mengikuti mata kuliah PAI. Penentuan informan dilakukan secara purposive dengan mempertimbangkan keterlibatan langsung, pengalaman, dan pemahaman informan terhadap implementasi pembelajaran PAI. Teknik ini digunakan Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1206-1214 agar data yang diperoleh sesuai dengan fokus penelitian dan mampu menjelaskan fenomena yang diteliti secara mendalam (Leavy, 2. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi Observasi digunakan untuk memperoleh data empiris mengenai proses pembelajaran PAI, pola interaksi dosen dan mahasiswa, serta suasana akademik di Wawancara mendalam dilakukan secara semi-terstruktur kepada informan untuk menggali pandangan, pengalaman, dan penilaian mereka terhadap pelaksanaan pembelajaran PAI. Studi dokumentasi digunakan untuk menelaah dokumen akademik seperti kurikulum. Rencana Pembelajaran Semester (RPS), silabus, serta kebijakan institusional yang berkaitan dengan penyelenggaraan mata kuliah PAI. Ketiga teknik tersebut digunakan secara terpadu agar data yang diperoleh saling melengkapi dan memperkuat temuan penelitian (Creswell, 2. Prosedur penelitian dilaksanakan secara sistematis melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan yang meliputi penyusunan instrumen dan perizinan penelitian, tahap pengumpulan data di lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, tahap analisis data yang dilakukan secara berkelanjutan selama dan setelah pengumpulan data, serta tahap penyusunan laporan penelitian. Seluruh tahapan dilakukan dalam rentang waktu yang terencana agar proses penelitian berjalan efektif dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh (Miles et al. , 2. , yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan menyeleksi dan memfokuskan data sesuai dengan tema penelitian. Penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi deskriptif dan matriks tematik untuk memudahkan pemahaman hubungan antar data. Penarikan kesimpulan dilakukan melalui interpretasi data secara mendalam dengan memperhatikan pola, kecenderungan, dan makna yang muncul dari hasil penelitian. Keabsahan data dijamin melalui penerapan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari dosen, mahasiswa, dan pengelola akademik. Triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan triangulasi waktu dilakukan dengan pengumpulan data pada waktu yang berbeda untuk memastikan konsistensi temuan. Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan terhadap hasil penelitian (Sugiyono, 2. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum di Provinsi Jambi, dengan fokus pada proses pembelajaran dan kebijakan institusional yang mendukung Penelitian ini tidak membahas secara mendalam aspek evaluasi hasil Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1206-1214 belajar secara kuantitatif maupun perbandingan antar daerah, sehingga temuan penelitian lebih diarahkan pada pemahaman kontekstual dan deskriptif sesuai dengan pendekatan kualitatif yang digunakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Dinamika Kurikulum PAI dan Tantangan Struktural di PTU Jambi Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU) Provinsi Jambi masih menghadapi kendala struktural yang berdampak langsung pada capaian pembelajaran afektif dan psikomotorik mahasiswa. Keterbatasan alokasi mata kuliah PAI yang umumnya hanya diberikan sebesar 2Ae3 SKS menyebabkan proses internalisasi nilai keislaman berlangsung secara terbatas dan cenderung berorientasi pada penguasaan kognitif. Kondisi ini memperlemah peran PAI sebagai wahana pembentukan karakter dan kesadaran beragama mahasiswa secara komprehensif. Makna penting dari temuan ini terletak pada adanya kesenjangan antara tujuan ideal pendidikan agama di perguruan tinggi, yakni membentuk insan akademik yang beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab secara sosial, dengan realitas implementasi kurikulum yang bersifat minimalis. Hasil ini sejalan dengan temuan Kertayasa et al. yang menegaskan bahwa pembelajaran PAI di PTU sering berhenti pada tataran transfer pengetahuan normatif tanpa penguatan praksis sosial dan moral. Konsistensi hasil penelitian ini juga ditemukan dalam studi nasional yang menyebutkan bahwa rendahnya bobot kurikulum PAI mempersempit ruang refleksi nilai keagamaan dalam konteks keilmuan mahasiswa. Penjelasan alternatif atas temuan ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah SKS, tetapi juga dipengaruhi oleh paradigma dikotomis antara ilmu agama dan ilmu umum yang masih mengakar di PTU. Pemisahan PAI dari mata kuliah keilmuan lainnya menyebabkan nilai-nilai Islam dipersepsikan sebagai domain eksklusif mata kuliah agama, bukan sebagai etos yang terintegrasi dalam seluruh disiplin ilmu. Fenomena ini memperkuat temuan penelitian internasional yang menyoroti lemahnya integrasi nilai dalam pendidikan tinggi sekuler di negara berkembang (Azra, 2. Implikasi penelitian ini menegaskan urgensi rekonstruksi kurikulum PAI berbasis integratif-interkonektif agar nilai keislaman dapat terinternalisasi secara lintas disiplin. Keterbatasan studi ini terletak pada fokus wilayah penelitian yang masih terbatas di Provinsi Jambi, sehingga generalisasi temuan perlu diuji melalui studi komparatif lintas Inovasi Strategi dan Metode Pembelajaran PAI Hasil penelitian mengungkap bahwa dosen PAI di PTU Jambi telah melakukan adaptasi pedagogis melalui penerapan strategi pembelajaran inovatif yang berorientasi pada keaktifan mahasiswa. Metode kooperatif tipe Jigsaw dan pendekatan active learning Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1206-1214 terbukti meningkatkan partisipasi, pemahaman konseptual, serta kemampuan reflektif mahasiswa terhadap nilai-nilai Islam. Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma pembelajaran dari teacher-centered menuju student-centered learning. Signifikansi temuan ini terletak pada kontribusinya terhadap penguatan dimensi afektif dan sosial pembelajaran PAI. Hasil penelitian ini konsisten dengan studi Mahfutri & Fahyuni . yang menegaskan bahwa pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan empati, toleransi, dan kemampuan komunikasi religius mahasiswa. Keselarasan temuan juga terlihat pada penelitian internasional yang menyebutkan bahwa pembelajaran kolaboratif efektif dalam pendidikan nilai dan karakter di perguruan tinggi (Johnson & Johnson, 2. Alternatif penafsiran terhadap keberhasilan metode ini menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh model yang digunakan, tetapi juga oleh kompetensi pedagogik dosen dan iklim akademik kelas. Pendekatan selfinstruction yang diterapkan di Universitas Jambi memperkuat temuan ini dengan mendorong mahasiswa melakukan refleksi personal dan analisis kritis terhadap fenomena sosial-keagamaan kontemporer. Pendekatan tersebut sejalan dengan teori systems thinking yang menekankan keterkaitan antara proses berpikir, pengalaman belajar, dan konteks sosial (Azizah et al. , 2. Implikasi praktis dari temuan ini menuntut penguatan pelatihan pedagogik bagi dosen PAI agar inovasi metode pembelajaran dapat diterapkan secara berkelanjutan. Keterbatasan penelitian terletak pada belum dilakukannya pengukuran kuantitatif terhadap dampak jangka panjang metode inovatif terhadap perubahan perilaku religius Program Tutorial PAI sebagai Penguatan Pembelajaran di Universitas Jambi Temuan penelitian menunjukkan bahwa Program Tutorial PAI di Universitas Jambi berfungsi sebagai instrumen penguatan pembelajaran formal PAI. Tutorial yang difokuskan pada kemampuan baca-tulis Al-QurAoan dan praktik ibadah dasar terbukti membantu mahasiswa mencapai standar kompetensi keislaman minimal. Keberadaan tutor sebaya dari kalangan mahasiswa senior menciptakan suasana belajar yang dialogis dan egaliter. Makna penting dari temuan ini terletak pada fungsi tutorial sebagai jembatan antara pembelajaran klasikal dan pembinaan keagamaan yang bersifat personal. Temuan ini sejalan dengan penelitian Azra . yang menegaskan bahwa model pendampingan religius berbasis kelompok kecil efektif dalam membentuk kebiasaan ibadah mahasiswa. Konsistensi temuan juga ditemukan dalam kajian internasional mengenai peer tutoring dalam pendidikan nilai (Topping, 2. Penjelasan alternatif atas efektivitas tutorial menunjukkan bahwa keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh manajemen waktu tutor dan dukungan fasilitas Keterbatasan sumber daya menjadi tantangan utama dalam menjangkau Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1206-1214 seluruh mahasiswa secara optimal. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kebijakan kelembagaan dan insentif bagi tutor agar keberlanjutan program dapat terjamin. Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama telah diintegrasikan secara sistematis dalam pembelajaran PAI di PTU Jambi. Moderasi beragama dipraktikkan melalui pendekatan inklusif, dialogis, dan kontekstual yang mendorong sikap toleran serta cinta tanah air. Implementasi ini tampak pada kebijakan kampus dan aktivitas ko-kurikuler. Makna temuan ini sangat penting dalam konteks pencegahan radikalisme di kalangan mahasiswa. Hasil penelitian ini konsisten dengan kajian Saeed . dan penelitian internasional tentang pendidikan moderasi dalam masyarakat plural (Esposito & Mogahed, 2. Implikasi penelitian menegaskan bahwa PAI berperan strategis dalam membangun harmoni sosial dan integrasi nasional. Keterbatasan studi terletak pada pengukuran moderasi yang masih bersifat kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran PAI di PTU Jambi dilakukan secara komprehensif melalui penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik. Evaluasi tidak hanya berorientasi pada ujian tertulis, tetapi juga pada praktik ibadah, sikap, dan partisipasi mahasiswa dalam program tutorial. Makna penting temuan ini terletak pada upaya PTU menjaga keseimbangan antara kompetensi akademik dan karakter religius mahasiswa. Hasil ini konsisten dengan Sumayana & Tantowi . serta penelitian mutakhir yang menekankan evaluasi autentik dalam pendidikan nilai (Brookhart, 2. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya sinergi antara kampus dan keluarga dalam mendukung keberhasilan pembelajaran PAI. Keterbatasan penelitian terletak pada belum dilakukannya analisis kuantitatif terhadap korelasi evaluasi dan perubahan perilaku religius mahasiswa. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum Provinsi Jambi telah berjalan sesuai dengan kebijakan dan regulasi nasional, namun belum sepenuhnya optimal dalam mencapai tujuan pembentukan karakter dan internalisasi nilai keislaman secara komprehensif. Keterbatasan alokasi kurikulum dan masih kuatnya pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum menjadi kendala struktural utama dalam pembelajaran PAI. Meskipun demikian, dosen PAI menunjukkan upaya adaptif melalui penerapan metode pembelajaran inovatif, program tutorial keagamaan, serta pengintegrasian nilai moderasi beragama yang bersifat inklusif dan kontekstual. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran PAI di PTU sangat ditentukan oleh sinergi antara Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1206-1214 desain kurikulum integratif, kompetensi pedagogik dosen, dan dukungan kebijakan Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan akademik, pengembangan model pembelajaran PAI yang kontekstual dan berbasis nilai moderasi, serta penelitian lanjutan dengan pendekatan kuantitatif atau komparatif untuk memperluas generalisasi temuan. DAFTAR PUSTAKA