Vol. No. November 2025, pp. E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini https://current. DETERMINASI KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) DENGAN MODEL EUCS DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DETERMINING USER SATISFACTION REGIONAL GOVERNMENT INFORMATION SYSTEM (SIPD) USING EUCS MODEL IN REGIONAL FINANCIAL MANAGEMENT Abdul Hakim Mukhtar1*. Muhammad Din2. Rahayu Indriasari3. Erwinsyah4 1,2,3,4Akuntansi. Ekonomi dan Bisnis. Universitas Tadulako. Kota Palu *Email: abdhakimm121@gmail. Keywords Abstract Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). End-User Computing Satisfaction (EUCS). User Satisfaction. Local government. Accounting Information System This study aims to examine the factors influencing user satisfaction with the Regional Government Information System (SIPD) in Central Sulawesi Province using the End-User Computing Satisfaction (EUCS) model. This quantitative study employed a causal-explanatory design involving 80 respondents consisting of employees who use SIPD across 40 Regional Device Organizations (OPD). Data were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with WarpPLS software. The results show that accuracy, ease of use, timeliness, and IT infrastructure have significant positive effects on user satisfaction, while content, format, and privacy and security have positive but non-significant effects. These findings indicate that SIPD user satisfaction is primarily driven by reliable data accuracy, system ease of use, timely information delivery, and strong technological infrastructure support. Conversely, aspects such as content, format, and security are considered less crucial because they are standardized or regarded as inherent features of the system. Based on these results, local governments are advised to strengthen IT infrastructure reliability and security, enhance user training, and perform regular system updates to maintain SIPD performance and support transparent and accountable regional financial governance. Article informations Received: 2025-10-09 Accepted: 2025-11-16 Available Online: 2025-11-25 PENDAHULUAN Transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan menjadi isu global yang terus berkembang seiring meningkatnya tuntutan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan keuangan publik. Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menyatakan penerapan sistem informasi berbasis teknologi berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan publik dan efektivitas fiskal di berbagai negara (Kalankesh et al. , 2. Indonesia menginisiasi program transformasi digital melalui kebijakan Pemerintahan Berbasis Elektronik yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden No 95 Tahun Selanjutnya terbitnya Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 menjadi dasar hukum kewajiban transformasi digital dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Transformasi ini dimplementasikan dalam penggunaan Sistem Informasi Pemerintah Daerah Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Abdul Hakim Mukhtar. Muhammad Din. Rahayu Indriasari. Erwinsyah DETERMINASI KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) DENGAN MODEL EUCS DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (SIPD) yang mengintegrasikan data perencanaan, penganggaran, penatausahaan hingga pelaporan keuangan daerah. Transformasi digital tersebut seharusnya mempermudah proses pelayanan masyarakat serta meningkatkan kualitas layanan publik (HUMAS MENPANRB. Implementasi SIPD diwajibkan oleh Permendagri No. 70 Tahun 2019 dan diperkuat dengan Permendagri No. 77 Tahun 2020 untuk memastikan integrasi data perencanaan, penganggaran, hingga pelaporan keuangan daerah (Candra, 2. Penelitian Septiani dan Isnawaty . menunjukkan bahwa SIPD membantu pengelolaan data keuangan menjadi lebih terstruktur dan meningkatkan efisiensi administrasi. Sementara itu, penelitian Maulani et al. , . juga menyimpulkan bahwa SIPD memfasilitasi penyusunan anggaran, akuntabilitas, dan transparansi. Meski demikian, implementasi SIPD di berbagai daerah menghadapi kendala teknis dan non-teknis. Studi empiris Dewi et al. , . misalnya, mengungkap masalah sinkronisasi data, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta rendahnya kompetensi pengguna. Pengguna pun aktif menyampaikan keluhan. Contohnya, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kutai Timur melaporkan Ausistemnya sering lambat, loading-nya lama, sehingga proses pencairan dana menjadi terhambatAy (Antara Kaltim. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Bekasi, di mana aplikasi SIPD mengalami masalah alias error yang menyebabkan penyerapan anggaran pemerintah daerah terganggu (Arfian. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa kendala teknis SIPD berpengaruh langsung pada kinerja pengelolaan keuangan daerah. Kepuasan pengguna . ser satisfactio. menjadi indikator kunci keberhasilan sistem informasi pemerintahan. Beberapa studi sebelumnya telah menilai kepuasan pengguna SIPD dengan pendekatan End-User Computing Satisfaction (EUCS). Beberapa studi sebelumnya menyoroti berbagai faktor yang memengaruhi kepuasan tersebut. Akhiruddin et al. , . menyoroti Ease of Use & Timeliness menjadi faktor dominan yang memengaruhi User Satisfaction. Penelitian serupa oleh Afrilia et al. , . menegaskan bahwa aspek Content. Accuracy, & Format berpengaruh positif terhadap User Satisfaction. Namun, studi-studi tersebut masih terbatas pada aspek tertentu, sedangkan variabel lain seperti IT Infrastructure dan Privacy & Security belum banyak dikaji dalam konteks SIPD, padahal kedua faktor tersebut terbukti krusial dalam literatur sistem informasi (Ariska et al. , 2025. Loysiana et al. , 2. Dengan demikian, terdapat kesenjangan penelitian dalam mengevaluasi kepuasan pengguna SIPD secara komprehensif berdasarkan seluruh dimensi EUCS yang meliputi Content. Accuracy. Format. Ease of Use. Timeliness. IT Infrastructure, serta Privacy & Security. Penelitian ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut dengan meneliti kepuasan pengguna akhir SIPD di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya memperkaya literatur mengenai kepuasan pengguna sistem informasi pemerintah, tetapi juga memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah dan pengembang sistem untuk meningkatkan efektivitas implementasi SIPD dalam mendukung tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi. PENGEMBANGAN HIPOTESIS Model End-User Computing Satisfaction (EUCS) yang dikembangkan oleh Doll dan Torkzadeh . menetapkan lima faktor utama yang memengaruhi kepuasan pengguna, yaitu konten, akurasi, format, kemudahan penggunaan, dan ketepatan waktu. Penelitian lanjutan oleh Ariska et al. menambahkan dua faktor penting lainnyaAiyaitu infrastruktur TI serta privasi dan keamananAiyang juga berkontribusi terhadap pengalaman dan kepuasan pengguna. Dengan demikian, penelitian ini berasumsi bahwa ketujuh atribut tersebut berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna dan merumuskan tujuh hipotesis yang dilengkapi dengan dasar E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. November 2025, pp. Content dan User Satisfaction Variabel konten mengukur sejauh mana isi atau informasi yang disediakan oleh sistem sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi pengguna. Konten yang relevan dan lengkap memudahkan pengguna memperoleh informasi yang diinginkan, sehingga meningkatkan kepuasan penggunaan Variabel konten mengukur sejauh mana informasi yang disediakan oleh sistem sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna. Konten yang lengkap dan relevan memudahkan pengguna untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, yang pada gilirannya meningkatkan kepuasan pengguna (Permana et al. , 2. Penelitian EUCS yang dilakukan oleh Kusuma dan Wijaya . mengungkapkan bahwa konten adalah faktor utama yang memengaruhi kepuasan pengguna. Hal serupa juga ditemukan dalam studi Rahayu et al. , yang menyatakan bahwa komponen konten dalam EUCS memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pengguna. Dalam konteks sistem SIPD, konten mencakup kesesuaian informasi mengenai laporan keuangan dan perencanaan anggaran. Menurut Akhiruddin et al. , . , tingkat kepuasan pengguna, terutama bendahara atau PPK, akan meningkat jika sistem mampu menyajikan data yang lengkap dan tepat guna. Dengan demikian, dapat diajukan hipotesis bahwa kualitas konten memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna. H1: Content berpengaruh positif dan signifikan terhadap User Satisfaction. Accuracy dan User Satisfaction Akurasi merujuk pada kebenaran dan keandalan data/informasi yang dihasilkan oleh Pada sistem SIPD, cakupan akurasi meliputi keakuratan dan keandalan data. Sistem yang menyajikan informasi akurat akan membangun kepercayaan pengguna dan mengurangi kesalahan operasional, sehingga diharapkan meningkatkan kepuasan pengguna (Permana et al. Temuan Setyoningrum . menyatakan bahwa variabel akurasi secara keseluruhan ikut berpengaruh pada kepuasan pengguna layanan sistem informasi. Selain itu. Rahayu et al. juga melaporkan bahwa akurasi informasi berkontribusi positif dan signifikan dalam model kepuasan EUCS. Berdasarkan landasan teoritis tersebut, hipotesis yang diusulkan H2: Accuracy berpengaruh positif dan signifikan terhadap User Satisfaction. Format dan User Satisfaction Variabel tampilan . menilai tata letak, desain antarmuka, dan penyajian informasi pada sistem. Pada sistem SIPD, cakupan format meliputi kerapihan, tampilan yang memudahkan, dan efesiensi format laporan. Format yang tersusun dengan baik serta antarmuka menarik dapat meningkatkan kejelasan informasi dan kenyamanan interaksi pengguna (Permana et al. , 2. Penelitian terkait menunjukkan bahwa aspek format juga memengaruhi kepuasan pengguna misalnya. Nugraha et al. , . menyebutkan bahwa dimensi format berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna akhir. Temuan lainnya mengindikasikan bahwa perbaikan tampilan sistem turut meningkatkan kepuasan pengguna terhadap platform sistem informasi (Kusuma dan Wijaya, 2. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan H3: Format berpengaruh positif dan signifikan terhadap User Satisfaction. Ease of Use dan User Satisfaction Sistem yang mudah digunakan akan meningkatkan kepuasan karena pengguna dapat mengoperasikan fitur dan mendapatkan informasi tanpa hambatan. Menurut Kemudahan penggunaan sebuah sistem dapat meningkatkan kepuasan pengguna, karena memudahkan mereka dalam mengoperasikan fitur serta mendapatkan informasi yang Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Abdul Hakim Mukhtar. Muhammad Din. Rahayu Indriasari. Erwinsyah DETERMINASI KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) DENGAN MODEL EUCS DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH dibutuhkan tanpa kesulitan. Li dan Zhu . menyatakan bahwa kemudahan penggunaan merupakan salah satu elemen penting dari kualitas sistem yang berpengaruh terhadap kepuasan Jika sistem memiliki antarmuka yang intuitif dan navigasi yang sederhana, pengguna akan merasa lebih nyaman dalam menggunakannya, yang pada gilirannya meningkatkan kepuasan mereka terhadap layanan tersebut. Dalam konteks SIPD, kemudahan penggunaan mencakup sejauh mana pengguna dapat mengakses dan menggunakan sistem dengan mudah. Sebagai ilustrasi. Permana et al. , . bahwa dimensi kemudahan penggunaan menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi. Berdasarkan temuan tersebut, hipotesis yang dapat diajukan adalah: H4: Ease of Use berpengaruh positif dan signifikan terhadap User Satisfaction. Timeliness dan User Satisfaction Variabel ketepatan waktu menilai kecepatan dan ketepatan pemberian informasi oleh sistem sesuai dengan waktu yang dibutuhkan pengguna. Pada sistem SIPD, cakupan timelines meliputi kecepatan dan ketersediaan informasi terkini. Sistem yang selalu menyediakan informasi atau layanan tepat waktu dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pengguna (Permana et al. , 2. Nugraha et al. , . melaporkan bahwa Ketepatan Waktu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna. Selain itu. Gs dan Istanti, . menemukan bahwa ketepatan waktu memiliki dampak langsung yang besar terhadap kepuasan Hal ini menunjukkan bahwa informasi atau layanan yang diberikan tepat waktu sangat mempengaruhi kepuasan. Oleh karena itu, hipotesis yang dirumuskan adalah: H5: Timeliness berpengaruh positif dan signifikan terhadap User Satisfaction. IT Infrastructure dan User Satisfaction Kinerja suatu sistem sangat bergantung pada Infrastruktur Teknologi Informasi (TI) yang handal, seperti jaringan internet yang stabil, server yang responsif, dan perangkat keras yang memadai. Dukungan ini menjadi fondasi bagi operasional sistem yang optimal, yang pada akhirnya meningkatkan pengalaman bagi pengguna. Penelitian Limbu dan Pham . dalam konteks pendidikan online menguatkan hal ini dengan menyimpulkan bahwa kualitas sistem, di mana infrastruktur TI adalah komponen kritis, memiliki pengaruh yang positif terhadap tingkat kepuasan pengguna. Temuan serupa juga dilaporkan oleh Salendra et al. , . , di mana ketersediaan infrastruktur TI yang memadai terbukti berkontribusi secara positif terhadap kepuasan pengguna. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keandalan infrastruktur TI berbanding lurus dengan tingkat kepuasan pengguna, karena kelancaran fungsi sistem merupakan prasyarat utama untuk mencapainya. Oleh karena itu, hipotesis yang dirumuskan H6: IT Infrastructure berpengaruh positif dan signifikan terhadap User Satisfaction. Privacy and Security dan User Satisfaction Aspek privasi dan keamanan data merupakan pilar penting dalam membangun kepercayaan pengguna terhadap sebuah sistem. Sebuah studi oleh Mardhotillah dan Wibawa . mengungkapkan bahwa, jaminan keamanan transaksi berdampak positif pada kualitas layanan, yang pada akhirnya mendorong tingkat kepuasan pengguna. Temuan serupa dipaparkan oleh Ariska et al. , . , yang menegaskan bahwa privasi dan keamanan berfungsi sebagai fondasi fundamental yang memengaruhi kepercayaan dan kepuasan para pengguna. Implikasinya, keyakinan pengguna bahwa informasi pribadi mereka aman misalnya, melalui teknik enkripsi atau kebijakan privasi yang ketat akan meningkatkan kecenderungan mereka untuk merasa puas dalam menggunakan layanan tersebut. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan adalah: H7: Privacy and Security berpengaruh positif dan signifikan terhadap User Satisfaction. E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. November 2025, pp. METODE PENELITIAN Penelitian ini dimaksudkan untuk menguraikan hubungan kausal antara variabel independen dan variabel dependen melalui pendekatan kuantitatif. Analisis hubungan tersebut dilakukan dengan metode pengujian hipotesis, di mana data numerik diolah menggunakan teknik statistik. Sumber data utama berasal dari hasil pengisian kuesioner oleh responden secara Populasi penelitian mencakup para pengguna akhir aplikasi SIPD yang berasal dari 40 OPD di Provinsi Sulawesi Tengah. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu salah satu bentuk non-probability sampling yang memilih responden berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria yang dipilih adalah pegawai yang menggunakan SIPD di masing-masing OPD. Proses pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui dua metode, yaitu daring dan luring. Untuk penyebaran daring, kuesioner dibuat menggunakan Google Form dan dibagikan melalui aplikasi WhatsApp, sedangkan penyebaran luring dilakukan secara langsung dengan mengunjungi kantor OPD terkait. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM), yakni suatu pendekatan yang memungkinkan peneliti menjelaskan, mengestimasi, dan menguji hubungan sebab-akibat antar variabel melalui kombinasi antara analisis faktor dan analisis jalur. Proses analisis dilakukan dengan bantuan perangkat lunak WarpPLS versi 8. Tabel 1. Operasionalisasi Variabel dan Pengukurannya Variabel Content Accuracy Format Ease of Use Timeliness IT Infrastructure Privacy and Security User Satisfaction Indikator Kesesuaian informasi dengan kebutuhan tugas Keterkaitan isi informasi dengan kebutuhan pengguna Kelengkapan laporan Kejelasan isi informasi Relevansi informasi Keakuratan data keuangan Konsistensi informasi Keandalan penyajian informasi Kerapihan dan keterbacaan tampilan Tampilah yang memudahkan Efisiensi format laporan Kemudahan penggunaan sistem Kemudahan navigasi dan menu Aksesibilitas penggunaan Kecepatan penyajian informasi Ketersediaan informasi terkini Ketersediaan akses sistem Kesiapan perangkat keras dan dukungan teknis Keamanan data dan sistem Perlindungan terhadap kebocoran data Keamanan autentikasi pengguna Ketepatan waktu penyelesaian tugas Kepuasan terhadap tampilan aplikasi Kepuasan keseluruhan terhadap kinerja SIPD Pemenuhan ekspektasi pengguna Efisiensi administrasi Efisiensi proses keuangan Transparansi pengelolaan APBD Percepatan verifikasi dan pelaporan Peningkatan akuntabilitas Dampak terhadap kualitas tata kelola keuangan Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Skala Pengukuran Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Likert 1-5 Abdul Hakim Mukhtar. Muhammad Din. Rahayu Indriasari. Erwinsyah DETERMINASI KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) DENGAN MODEL EUCS DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Demografi Responden Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan data yang bersumber dari kuesioner yang telah melalui tahap pengolahan. Karakteristik demografis responden pada penelitian ini disajikan dalam Tabel 2. Tabel 2. Demografi Responden Keterangan Jenis Kelamin: - Laki-Laki - Perempuan Total Klasifikasi Pengguna: - Bidang Akuntansi - PPKD - Pejabat Penataushaan Keuangan (PPK) OPD - Bendahara Pengeluaran - Operator SIPD - OPD - Bendahara Penerimaan Total Pengalaman Menggunakan SIPD: - Kurang dari 1 tahun - Antara 1 - 3 tahun - Lebih dari 3 tahun Total Frekuensi Presentase Sumber: Kuesioner . iolah, 2. Hingga batas akhir yang ditentukan, pengumpulan data berhasil memperoleh 80 responden, yang berasal dari 40 OPD berbeda di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, seperti terlihat pada Tabel 2. Secara keseluruhan, komposisi responden didominasi oleh Perempuan . %), yang mengindikasikan tingginya keterlibatan pengguna wanita dalam operasional sistem yang diteliti. Konsentrasi responden sebagian besar berada pada tiga peran inti dalam pengelolaan keuangan daerah yaitu Bidang Akuntansi - PPKD . %). PPK OPD . %), dan Operator SIPD . %) yang secara kolektif mencakup 85% dari total responden. Dominasi peran-peran strategis ini menegaskan relevansi data dengan pengguna yang memiliki intensitas tinggi dan fungsi vital dalam pengoperasian SIPD. Selain itu, data menunjukkan bahwa responden memiliki pengalaman yang memadai, di mana 92% pengguna telah menggunakan sistem selama satu tahun atau lebih . % antara 13 tahun dan 44% lebih dari 3 tahu. Proporsi pengguna berpengalaman yang signifikan ini memperkuat validitas hasil penelitian, karena persepsi dan penilaian yang diberikan didasarkan pada stabilitas dan pemahaman yang mendalam terhadap sistem yang dievaluasi. Uji Convergent Validity Dalam penelitian ini, validitas konvergen dimanfaatkan untuk membuktikan bahwa setiap item pengukur variabel laten benar-benar diterima dan dipahami oleh responden sesuai dengan niat awal peneliti. Proses pengujiannya melibatkan penilaian mengenai kekuatan hubungan antara indikator-indikator tersebut dengan konstruk yang mereka wakili, yang diukur melalui faktor loading serta tingkat signifikansinya. Dalam penelitian ilmu sosial suatu indikator dinilai memadai apabila faktor loadingnya mencapai setidaknya 0,40 dan tingkat signifikansi berada pada 0. 05 atau lebih rendah (Hair et al. , 2. E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. November 2025, pp. Tabel 3. Nilai Outer Loading Indikator CN. CN. CN. CN. CN. AC. AC. AC. FR. FR. FR. EOU. EOU. EOU. TM. TM. IT. IT. PES. PES. PES. US. US. US. US. US. US. US. US. US. US. Loading Factor Hasil Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Type . Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective Reflective P Value <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. Sumber: WarpPLS 8. iolah, 2. Analisis yang disajikan dalam Tabel 3 mengindikasikan bahwa seluruh indikator mencapai faktor loading lebih dari 0. 40, dengan nilai p-value yang berada di bawah 0. Temuan ini memperkuat keyakinan bahwa semua indikator yang diterapkan pada setiap variabel memang valid dan signifikan secara statistik. Uji Discriminant Validity Dalam penelitian ini, validitas diskriminan diterapkan guna memverifikasi bahwa masing-masing konstruk pada variabel laten memang berbeda secara nyata dari konstruk laten yang lain. Model dinyatakan memenuhi kriteria validitas diskriminan ketika akar kuadrat dari AVE pada setiap konstruk eksogen . ang terletak di diagona. melebihi nilai korelasi dengan konstruk lainnya . ang berada di luar diagona. (Hair et al. , 2. Tabel 4. Nilai Discriminant Validity . EOU Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau PES Abdul Hakim Mukhtar. Muhammad Din. Rahayu Indriasari. Erwinsyah DETERMINASI KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) DENGAN MODEL EUCS DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH EOU PES EOU PES Sumber: WarpPLS 8. iolah, 2. Dalam penelitian ini, hasil pengujian validitas diskriminan yang disajikan pada Tabel 4 mengungkapkan bahwa nilai akar kuadrat AVE untuk variabel Content . Accuracy . Format . Ease of Use . Timeliness . IT Infrastructure . Privacy and Security . , serta User Satisfaction . semuanya lebih unggul dibandingkan dengan korelasi terhadap konstruk-konstruk lain di sepanjang baris dan kolom diagonal, baik di atas maupun di bawahnya. Dengan demikian, mengikuti kriteria Fornelarcker, model ini dapat dinyatakan telah memenuhi syarat validitas diskriminan. Uji Composite Reliability Dalam penelitian ini, kami menguji reliabilitas konstruk melalui dua indikator utama, yakni CronbachAos Alpha dan Composite Reliability. Konstruk dianggap reliabel jika nilai CronbachAos Alpha mencapai lebih dari 0. Di sisi lain. Composite Reliability dimanfaatkan untuk mengevaluasi konsistensi internal secara lebih menyeluruh, dengan persyaratan minimal 70 agar data dinyatakan reliabel (Hair et al. , 2. Tabel 5. Nilai Composite Reliability & CronbachAos Alpha Variabel Composite Reliability Cronbach's Alpha (X. (X. (X. EOU (X. (X. (X. PES (X. (Y) Sumber: WarpPLS 8. iolah, 2. Hasil dalam Tabel 5 mengonfirmasi reliabilitas semua konstruk yang diuji. Dengan nilai CronbachAos Alpha di atas 0. 60 dan nilai Composite Reliability yang melampaui 0. 70 untuk seluruh konstruk, dapat disimpulkan bahwa instrumen pengukuran dalam penelitian ini memiliki konsistensi yang baik. Uji Fit Model Pengujian telah dilakukan untuk mengevaluasi beberapa indikator model fit lainnya, termasuk Average Path Coefficient (APC). Average R-Squared (ARS). Average Adjusted RSquared (AARS). Average BlockVIF (AVIF), dan Average Full CollinearityVIF (AFVIF), pada Tabel 6. Hasil Pengujian Model Fit Model Fit and Quality Indeks Average Path Coefficient (APC) Average R-Squared (ARS) Average Adjusted RSquared (AARS) Average Block VIF (AVIF) Indeks P-Value Criteria Keterangan P=0. P<0. Fit P<0. P<0. Fit P<0. P<0. Fit Acceptable If <=5. Ideally <=3. Fit E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. November 2025, pp. Model Fit and Quality Indeks Average Full Collinearity VIF (AFVIF) Indeks Tenenhaus GoF (GOF) P-Value Criteria Acceptable If <=5. Ideally <=3. Small >=0. Medium >=0. Large >=0. Keterangan Fit Large Sumber: WarpPLS 8. iolah, 2. Pada hasi pengujian model fit di Tabel 6, secara komprehensif dapat ditarik kesimpulan dalam model penelitian ini bahwa telah memenuhi kriteria goodness of fit. Nilai pada APC yaitu 196 menunjukan suatu hubungan. Nilai P=0. 017 memperlihatkan signifikansi hubungan antar variabel pada model tersebut. Model mampu menjelaskan variasi data dengan baik, ini ditunjukan nilai ARS 0. 958 serta AARS 0. 954 signifikansi pada level P<0. Uji multikolinearitas memperkuat untuk hasil ini. Nilai AVIF yang dihasilkan adalah 3. 065 juga AFVIF 3. Model dapat memastikan bahwa tidak mempunyai masalah multikolinearitas jika nilainya dibawah angka kritis yaitu 5. Posisi dari model ini menjadi semakin kuat dengan nilai Goodness of Fit (GoF) sebesar 0. 843 yang termasuk ke kategori large . elebihi threshold 0,. karena daya prediksi juga kekuatan penjelasnya sangat baik. Dengan demikian, seluruh hasil analisis ini secara konsisten membuktikan bahwa model penelitian yang diajukan telah memenuhi semua persyaratan statistik yang diperlukan, baik dalam hal kekuatan hubungan antar variabel, kemampuan penjelas model, maupun asumsi bebas multikolinearitas. Uji Hipotesis Tujuan dari pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan sebab-akibat yang telah dirumuskan dalam model penelitian. Penilaian terhadap hipotesis didasarkan pada nilai probabilitas . -valu. yang memiliki tingkat signifikansi 0. atau lebih kecil. Ringkasan hasil pengujian hipotesis tersebut dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Hasil Uji Hipotesis Variabel CN Ie US AC Ie US FR Ie US EOU Ie US TM Ie US Ie US PES Ie US Sign Coefficient P Value <0. Keterangan H1 Ditolak H2 Diterima H3 Ditolak H4 Diterima H5 Diterima H6 Diterima H7 Ditolak Sumber: WarpPLS 8. iolah, 2. Dari hasil pada Tabel 7. Variabel Content (CN) memiliki koefisien jalur sebesar 0. dan nilai P-Value 0. 115 atau lebih tinggi dari ambang batas 0. 05 sehingga hipotesis 1 ditolak. Variabel Accuracy (AC) memiliki koefisien jalur sebesar 0. 398 dan nilai P-Value <0. sehingga hipotesis 2 diterima. Variabel Format (FR) memiliki koefisien jalur sebesar 0. 016 dan nilai P-Value 0. 442 atau lebih tinggi dari ambang batas 0. 05 sehingga hipotesis 3 ditolak. Variabel Ease of Use (EOU) memiliki koefisien jalur sebesar 0. 286 dan nilai P-Value 0. sehingga hipotesis 4 diterima. Variabel Timeliness (TM) memiliki koefisien jalur sebesar 0. dan nilai P-Value 0. 028 sehingga hipotesis 5 diterima. Variabel IT Infrastructure memiliki koefisien jalur sebesar 0. 210 dan nilai P-Value 0. 024 sehingga hipotesis 6 diterima. Variabel Privacy and Security memiliki koefisien jalur sebesar 0. 148 dan nilai P-Value 0. 085 atau lebih tinggi dari ambang batas 0. 05 sehingga hipotesis 7 ditolak. Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Abdul Hakim Mukhtar. Muhammad Din. Rahayu Indriasari. Erwinsyah DETERMINASI KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) DENGAN MODEL EUCS DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Pembahasan Pengaruh Content Terhadap User Satisfaction Temuan penelitian terhadap sistem SIPD mengungkapkan bahwa variabel Content memang menunjukkan hubungan yang positif, namun tidak signifikan secara statistik, dengan kepuasan pengguna. Implikasinya, kualitas informasi yang disajikan dalam SIPD dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi dan kebutuhan para penggunanya. Temuan ini menarik untuk dicermati mengingat sejumlah literatur justru menegaskan peran sentral kualitas konten. Model EUCS (Doll & Torkzade. yang menjadi rujukan utama, misalnya, menempatkan content sebagai salah satu pilar penentu kepuasan, sebagaimana dikutip dalam penelitian Sere et al. , . Konsistensi ini juga terlihat pada hasil studi Anahyu et al. , . yang membuktikan bahwa Content, bersama dengan variabel accuracy, format, ease of use, dan Penelitian yang dilakukan oleh Rahmawita et al. , . menyimpulkan hal serupa, yaitu bahwa Isi (Conten. mempengaruhi kepuasan pengguna sistem akademiknya. Meskipun arah pengaruhnya positif, nilai P-Value 0,115 yang melebihi ambang batas mengindikasikan bahwa pengaruh tersebut lemah. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui teori Expectation-Confirmation Theory (ECT) yang menyatakan bahwa kepuasan pengguna terbentuk ketika kinerja sistem sesuai atau melampaui harapan pengguna. Dalam konteks SIPD, sebagian besar menilai bahwa informasi yang disajikan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pekerjaan mereka. Ketidaksesuaian ini menurunkan konfirmasi harapan pengguna, sehingga berdampak pada rendahnya signifikansi hubungan antara Content dan User Satisfaction. Hal ini sejalan dengan temuan Loysiana et al. , . , yang menjelaskan bahwa kualitas konten yang belum relevan dengan kebutuhan pengguna dapat menurunkan persepsi kepuasan meskipun sistem secara umum sudah berjalan baik. Pengaruh Accuracy Terhadap User Satisfaction Temuan penelitian mengonfirmasi bahwa variabel Accuracy memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pengguna. Hal ini sejalan dengan berbagai kajian terdahulu yang menekankan akurasi sebagai komponen inti dari kualitas informasi. Sebuah tinjauan sistematis oleh Kalankesh et al. , . mengungkap bahwa akurasi merupakan atribut yang paling sering disebut sekitar 65% dari seluruh studi dalam konteks kepuasan pengguna terhadap suatu sistem. Implikasinya, keakuratan informasi secara konsisten mendorong peningkatan kepuasan pengguna. Konsistensi temuan ini juga terlihat pada penelitian yang dilakukan oleh Anahyu et al. di mana akurasi bersama seluruh dimensi EUCS terbukti signifikan memengaruhi kepuasan pengguna. Dalam konteks sistem SIPD, akurasi data keuangan dan informasi memegang peran yang sangat vital karena menjadi fondasi kepercayaan bagi seluruh OPD. Dengan demikian, ketika pengguna merasa puas dengan tingkat keakuratan data di SIPD, hal itu akan mendorong penilaian kepuasan yang lebih tinggi, sesuai dengan prinsip-prinsip teori kualitas informasi. Pengaruh Format Terhadap User Satisfaction Variabel format . enyajian informas. berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepuasan pengguna. Secara teoritis, format termasuk atribut kualitas informasi yang penting, karena penyajian yang baik memudahkan pemahaman. Kalankesh et al. , . melaporkan bahwa format muncul pada 45,5% studi sebagai atribut kualitas informasi Bahkan studi Anahyu et al. , . menemukan variabel format sebagai dimensi paling dominan yang mempengaruhi kepuasan pengguna. Namun, penelitian Loysiana et al. dan Arditaloka et al. , . menunjukkan bahwa format tidak berpengaruh signifikan pada kepuasan pengguna. Dalam konteks SIPD, laporan yang dihasilkan memiliki format baku yang ditetapkan E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. November 2025, pp. oleh Kementerian Dalam Negeri pada PERMENDAGRI 77 Tahun 2020, sehingga pengguna akhir tidak dapat menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan selera masing-masing. Kondisi ini membuat penilaian pengguna terhadap format menjadi tidak menonjol. Kondisi ini berimplikasi pada persepsi pengguna bahwa aspek format atau penyajian informasi dalam SIPD bukanlah faktor utama yang memengaruhi tingkat kepuasan mereka, sehingga pengaruh format relatif tidak signifikan. Pengaruh Ease of Use Terhadap User Satisfaction Ease of Use terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pengguna. Hal ini sejalan dengan model EUCS yang menyatakan bahwa sistem yang lebih mudah digunakan dapat meningkatkan tingkat kepuasan. Berdasarkan penelitian Kalankesh et al. , . , diketahui bahwa perceived ease of use merupakan faktor utama . ,9%) yang memengaruhi kepuasan pengguna. Dengan kata lain, sistem yang memiliki antarmuka dan alur kerja yang sederhana cenderung memberikan dampak positif terhadap kepuasan pengguna. Selain itu, studi Rahmawita et al. , . juga mengonfirmasi bahwa kemudahan penggunaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Selaras dengan temuan sebelumnya, penelitian yang dilakukan oleh Anahyu et al. menunjukkan bahwa variabel Ease of Use memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, yang terkonfirmasi melalui uji t dan F yang menunjukkan hasil signifikan. Akses yang mudah, kapan saja dan di mana saja, membuat SIPD memberikan kenyamanan bagi OPD. Oleh karena itu, kemudahan dalam penggunaan SIPD secara jelas berkontribusi pada peningkatan kepuasan pengguna. Pengaruh Timeliness Terhadap User Satisfaction Variabel ketepatan waktu . juga berpengaruh positif dan signifikan pada kepuasan pengguna. Ketepatan waktu merujuk pada seberapa update dan tepat waktu informasi pada sistem merespon pengguna. Kalankesh et al. , . menyatakan bahwa timeliness menjadi atribut penting . ekitar 47,7%) dalam kualitas informasi. Artinya, informasi yang selalu diperbarui dan respons sistem yang cepat cenderung meningkatkan kepuasan. Hasil analisis yang dilakukan Rahmawita et al. , . juga mendukung hal ini, ketepatan waktu terbukti signifikan memengaruhi kepuasan pengguna. Begitu pula studi Anahyu et al. , . menemukan variabel ketepatan waktu signifikan mempengaruhi kepuasan pengguna. Dalam konteks SIPD, respons cepat dan data terkini . isal, update laporan keuangan daerah tepat waktu membantu pengguna merasa terbantu. Oleh karena itu, ketepatan waktu yang baik dari sistem ini terbukti meningkatkan kepuasan pengguna, sesuai literatur kualitas informasi. Pengaruh IT Infrastructure Terhadap User Satisfaction Variabel infrastruktur TI terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan Dukungan teknis yang kokoh, yang meliputi keandalan server, stabilitas jaringan, dan platform yang mumpuni, menjadi fondasi bagi pengalaman pengguna yang optimal. Penelitian oleh Ariska et al. , . mengonfirmasi bahwa sistem TI yang andal dan terkelola dengan baik secara signifikan berdampak pada kepuasan pengguna. Faktor-faktor seperti kecepatan akses, stabilitas platform, dan jaminan keamanan disebut sebagai pendorong utama kepuasan pengguna. Temuan serupa oleh Salendra et al. , . juga membuktikan bahwa kelengkapan infrastruktur TI berperan signifikan terhadap tingkat kepuasan pengguna. Prinsip yang sama dapat diterapkan pada sistem SIPD. Infrastruktur yang tangguh, ditunjukkan dengan server yang handal dan koneksi yang stabil, akan menghasilkan sistem yang lebih responsif dan jarang mengalami downtime. Dapat disimpulkan bahwa investasi dalam infrastruktur TI yang unggul Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Abdul Hakim Mukhtar. Muhammad Din. Rahayu Indriasari. Erwinsyah DETERMINASI KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) DENGAN MODEL EUCS DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH secara langsung menciptakan pengalaman pengguna yang lebih lancar, yang pada akhirnya terefleksi dalam tingkat kepuasan pengguna SIPD yang lebih tinggi, sebagaimana dibuktikan melalui hasil pengujian. Pengaruh Privacy and Security Terhadap User Satisfaction Meskipun variabel privasi dan keamanan menunjukkan hubungan yang positif dengan kepuasan pengguna, pengaruhnya secara statistik tidak signifikan. Secara teoretis, kedua aspek ini diakui sebagai pilar penting dalam membangun kepercayaan di era digital. Sejumlah penelitian, seperti yang dilakukan Kala et al. , . , mengindikasikan bahwa kekhawatiran terhadap privasi dapat menurunkan kepuasan, yang secara implisit berarti jaminan keamanan akan meningkatkannya. Bahkan. Ariska et al. , . menempatkan keamanan sebagai faktor pendorong utama kepuasan pengguna. Namun, dalam konteks SIPD yang menangani data internal pemerintah, persepsi pengguna tampaknya berbeda. Aspek keamanan dan privasi dianggap sebagai suatu kelaziman yang sudah seharusnya terjamin, sehingga tidak menjadi pertimbangan utama. Temuan ini sejalan dengan penelitian Putra dan Triwardhani . , yang juga melaporkan bahwa privasi dan keamanan tidak berdampak signifikan terhadap kepuasan. Dengan demikian, meskipun pengguna SIPD memberikan penilaian yang baik untuk aspek ini, hal tersebut tidak secara kuat memengaruhi tingkat kepuasan mereka. Perhatian pengguna lebih tercurah pada aspek fungsionalitas sistem, seperti akurasi data dan kemudahan penggunaan. Fenomena ini mirip dengan kesimpulan Loysiana et al. , . yang menyatakan bahwa isu privasi lebih sering memengaruhi niat untuk menggunakan suatu sistem daripada kepuasan yang dirasakan secara SIMPULAN Dalam penelitian ini, berdasarkan analisis kuantitatif yang menerapkan model EUCS, dapat disimpulkan bahwa variabel Accuracy. Ease of Use. Timeliness, serta IT Infrastructure memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna SIPD di Provinsi Sulawesi Tengah. Temuan ini menggarisbawahi bahwa keakuratan data, kemudahan operasional sistem, ketepatan penyampaian informasi, dan ketersediaan infrastruktur teknologi informasi yang solid menjadi elemen kunci dalam membentuk tingkat kepuasan para pengguna. Namun, variabel Content. Format, dan Privacy & Security, walaupun menampilkan pola hubungan positif, tetapi tidak menunjukkan dampak yang signifikan terhadap kepuasan pengguna SIPD. Secara praktis, hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pemerintah daerah dan pengembang sistem SIPD. Pemerintah perlu berfokus pada peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi, memperkuat sistem keamanan data, serta menyediakan pelatihan teknis yang berkelanjutan bagi operator SIPD di setiap OPD. Selain itu, pembaruan sistem secara periodik dengan memperhatikan kebutuhan pengguna dan peningkatan relevansi konten juga diperlukan agar SIPD dapat berfungsi optimal dalam mendukung tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Dalam penelitian ini, terdapat keterbatasan utama terkait ruang lingkup wilayah yang terfokus hanya pada responden dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sehingga generalisasi temuan perlu didekati dengan kehati-hatian yang lebih besar. Selain itu, studi ini lebih menyoroti variabel-variabel internal sistem dan belum mengakomodasi pengaruh faktor eksternal, seperti budaya organisasi, tingkat kompetensi pengguna, atau dukungan kebijakan, yang juga dapat turut membentuk tingkat kepuasan pengguna SIPD. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan pengembangan model melalui integrasi pendekatan EUCS dengan model lain seperti Technology Acceptance Model (TAM) atau Delone and McLean IS Success Model, serta memperluas objek penelitian ke beberapa E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. November 2025, pp. provinsi lain guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi SIPD di tingkat pemerintah daerah di Indonesia. REFERENSI