JACEE Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN : 2775-0213 Studi Stabilisasi Tanah dengan Styrofoam dan Semen sebagai Material Subgrade Study of Soil Stabilization with Styrofoam and Cement as Subgrade Material Rizky Hadijah Fahmi1,*. Nursamiah2. Rafli Risqi Rauf Putra3. Indah Jesika Rittho4. Idar Gembira Deden Yahya5 1,2,3,4,5 Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Ujung Pandang. Indonesia Abstrak Kata Kunci Tanah merupakan salah satu elemen penting dalam konstruksi, terutama pada pembangunan infrastruktur jalan. Namun, tanah sering kali memiliki daya dukung yang rendah sehingga tidak mampu menahan beban lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengaruh penambahan semen dan styrofoam sebagai material stabilisasi pada tanah longsoran. Metode penelitian dilakukan melalui beberapa tahap pengujian laboratorium, antara lain uji sifat fisik tanah dan uji CBR. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi semen 10% dan styrofoam 0,5% memberikan hasil terbaik dengan nilai CBR meningkat signifikan dibandingkan tanah asli. Kombinasi ini dinilai efektif untuk meningkatkan stabilitas tanah dan dapat diterapkan pada konstruksi jalan di daerah rawan longsor. Stabilisasi. Styrofoam. Semen. Subgrade PENDAHULUAN Tanah merupakan salah satu komponen penting dalam konstruksi, terutama pada pembangunan infrastruktur jalan. Namun, tidak semua jenis tanah memiliki daya dukung yang memadai untuk menopang beban lalu lintas. Kondisi tanah dengan daya dukung rendah dapat menyebabkan penurunan permukaan dan kerusakan pada lapisan perkerasan jalan. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya perbaikan sifat tanah yang dikenal dengan metode stabilisasi tanah. Menurut Bowles . , stabilisasi tanah merupakan proses pencampuran tanah dengan bahan tambahan tertentu atau perlakuan mekanis untuk memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah agar sesuai untuk konstruksi. Salah satu bahan yang umum digunakan dalam stabilisasi adalah semen. Berdasarkan SNI . , semen Portland merupakan bahan hidrolis yang dapat mengikat partikel tanah menjadi lebih padat dan kompak melalui reaksi kimia dengan air. Menurut Gogot Setyo Budi et al. , penambahan semen pada tanah berlempung dapat meningkatkan nilai CBR secara signifikan, di mana pada campuran 10% semen diperoleh peningkatan nilai CBR hingga 77% dibandingkan dengan tanah asli. Hal ini disebabkan oleh sifat adhesif dan kohesif semen yang mampu memperkuat ikatan antarpartikel tanah. Selain semen, bahan ringan seperti styrofoam juga mulai digunakan sebagai bahan tambahan dalam stabilisasi tanah. Styrofoam atau Expanded Polystyrene (EPS) merupakan material berbasis polimer yang ringan, tahan air, serta memiliki sifat isolatif terhadap panas (Dharma Giri et al. , 2. Menurut penelitian Indriani et al. , penambahan styrofoam dan *Koresponden : Rizky Hadijah Fahmi rizkyhadijahfahmi@gmail. E-ISSN : 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2025 semen mampu meningkatkan nilai kepadatan dan daya dukung tanah lempung secara signifikan, terutama pada kondisi optimum campuran styrofoam 0,45% dan semen 10%. Sementara itu, penelitian Yuli Andriana T. et al. juga membuktikan bahwa kombinasi styrofoam dengan bahan lain seperti abu sekam padi dapat meningkatkan nilai CBR pada tanah berlempung hingga lebih dari 50%. Beberapa penelitian lain juga menunjukkan efektivitas stabilisasi tanah menggunakan variasi Daca Arditya Lekhsmana et al. menggunakan kombinasi semen dan aspal emulsi untuk memperbaiki tanah lempung ekspansif, menghasilkan peningkatan CBR hingga 56,9%. Yusuf et al. meneliti stabilisasi sedimen Sungai Jeneberang menggunakan semen dan memperoleh peningkatan kuat tekan bebas secara linear terhadap penambahan Selain itu. Nursamiah et al. menemukan bahwa tanah galian Waduk NipaNipa yang distabilisasi semen Portland 20% mengalami peningkatan nilai CBR hingga 74,9%. Di sisi lain, revisi Manual Desain Perkerasan Jalan . juga merekomendasikan penggunaan stabilisasi semen pada lapisan tanah dasar berbutir halus (A4AeA. untuk mencegah terjadinya AupumpingAy dan meningkatkan daya dukung subgrade. Berdasarkan hal tersebut, kombinasi antara semen dan styrofoam dianggap sebagai solusi inovatif untuk memperbaiki karakteristik tanah yang memiliki daya dukung rendah, terutama pada tanah longsoran. Dengan menggabungkan semen sebagai bahan pengikat dan styrofoam sebagai bahan ringan, diharapkan dapat meningkatkan nilai CBR serta menurunkan berat volume tanah, sehingga cocok digunakan sebagai material subgrade pada konstruksi jalan di daerah rawan longsor seperti di BangkaeAePerbatasan EnrekangAeTana Toraja. Styrofoam (Expanded Polystyrene/EPS) dipilih sebagai bahan stabilisasi karena memiliki berat jenis yang sangat ringan, bersifat tahan air, dan tidak mudah terdegradasi oleh lingkungan. Sifat tersebut menjadikan styrofoam berpotensi mengurangi berat volume tanah sekaligus meningkatkan daya dukung tanah, khususnya pada kondisi jenuh air. Beberapa penelitian sebelumnya (Dharma Giri et al. , 2008. Indriani et al. , 2024. Yuli Andriana et al. , 2. menunjukkan bahwa penggunaan styrofoam sebagai bahan campuran tanah mampu meningkatkan nilai CBR dan kinerja subgrade. Oleh karena itu, styrofoam dipilih sebagai bahan tambahan inovatif dalam stabilisasi tanah longsoran pada penelitian ini. Penelitian ini difokuskan pada penggunaan kombinasi semen dan styrofoam dengan tujuan memperoleh efek sinergis antara semen sebagai bahan pengikat dan styrofoam sebagai bahan Styrofoam secara material tidak memiliki sifat pengikat antarpartikel tanah, sehingga apabila digunakan tanpa bahan pengikat berpotensi menghasilkan nilai daya dukung yang Oleh karena itu, penelitian ini tidak melakukan stabilisasi tanah hanya dengan styrofoam, melainkan mengombinasikannya dengan semen untuk memastikan terbentuknya ikatan yang kuat antarpartikel tanah. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan melalui pengujian di Laboratorium Mekanika Tanah Politeknik Negeri Ujung Pandang. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel tanah, pengujian sifat fisik dan mekanik tanah, serta uji CBR. Sampel tanah dicampur dengan semen 10% dan variasi styrofoam 0,5%, 1%, dan 1,5%. Pengujian dilakukan untuk menentukan pengaruh variasi campuran terhadap nilai CBR tanah. Nilai optimum ditentukan berdasarkan peningkatan CBR dan stabilitas campuran. Pemilihan variasi styrofoam sebesar 0,5%, 1%, dan 1,5% didasarkan pada hasil studi literatur yang menyatakan bahwa penggunaan styrofoam dalam persentase kecil sudah memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat mekanik tanah. Penambahan styrofoam dalam jumlah *Koresponden : Rizky Hadijah Fahmi rizkyhadijahfahmi@gmail. E-ISSN : 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2025 berlebih berpotensi menurunkan kekuatan tanah akibat berkurangnya ikatan antarpartikel Sementara itu, pemilihan semen sebesar 10% mengacu pada penelitian sebelumnya (Gogot Setyo Budi et al. , 2019. Indriani et al. , 2. yang menunjukkan bahwa kadar semen 10% merupakan kadar optimum dalam meningkatkan nilai CBR tanah lempung tanpa menyebabkan sifat getas yang berlebihan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan kadar semen tetap 10% dengan variasi styrofoam untuk mendapatkan kombinasi optimum. Dan juga Sampel tanah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel tanah terganggu (Disturbed Sample/DS). Sampel diambil dari lokasi penelitian kemudian dikeringkan, dihaluskan, dan diayak sebelum dilakukan pengujian sifat fisik dan mekanik di laboratorium. Penggunaan sampel DS dianggap sesuai karena penelitian ini berfokus pada karakteristik umum tanah serta pengaruh bahan stabilisasi terhadap nilai CBR, bukan pada struktur asli tanah di lapangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Karakteristik Tanah Longosoran Hasil penelitian yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari uji langsung di laboratorium Mekanika Tanah di kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang. Tanah yang digunakan berasal dari Desa Bangkae. Perbatasan Enrekang Ae Tana Toraja. Kabupaten Enrekang. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa tanah longsoran memiliki kadar air sebesar 8,65%, berat isi 2,122 g/cmA, dan berat jenis 2,384. Nilai batas cair (LL) sebesar 36,80%, batas plastis (PL) sebesar 21,67%, dan indeks plastisitas (IP) sebesar 12,264%. Berdasarkan hasil analisa saringan, sebesar 86,52% partikel tanah lolos saringan No. 200, sehingga tanah ini didominasi oleh butiran halus berupa lanau dan lempung. Berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO, tanah termasuk kelompok A-6, sedangkan menurut USCS tergolong CL (Clay of low plasticit. Hasil pengujian pemadatan menghasilkan berat isi kering maksimum . sebesar 1,66 g/cmA dengan kadar air optimum . sebesar 16,40%. Tabel 1. Hasil Pengujian Karaktersitik Tanah Longsoran No. Jenis Pengujian Kadar Air . Berat isi . Berat Jenis Batas Ae batas Atterberg Batas cair (LL) Batas Plastis (PL) Indeks Plastis (IP) Analisa Saringan Lolos #200 Kerikil Pasir Klasifikasi Tanah AASHTO USCS Pemadatan Berat Isi Kering Kadar Air Optimum *Koresponden : Rizky Hadijah Fahmi Hasil Pengujian Satuan gram/cm3 36,80 21,67 15,13 A-6 16,40 gram/cm3 rizkyhadijahfahmi@gmail. E-ISSN : 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2025 Gambar 1. Grafik Kasifikasi Tanah Menurut USCS Daya Dukung Tanah Longsoran Dari hasil pengujian pada Tabel 02 dan Tabel 03 terlihat bahwa nilai CBR langsung tanah longsoran adalah 11,93%, sedangkan nilai CBR rendaman hanya 4,90%. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi CBR rendaman memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan CBR langsung Perbedaan nilai tersebut menunjukkan bahwa tanah longsoran mengalami penurunan kekuatan yang cukup besar ketika dalam kondisi jenuh air. CBR Laboratorium Berikut adalah data-data hasil pengujian CBR Laboratorium tanah longsoran: Tabel 2 Hasil Pengujian CBR Langsung Uraian Tanah longsoran CBR Langsung (%) Nilai CBR Rata - Rata (%) Tabel 3 Hasil Pengujian CBR Rendaman Uraian Tanah longsoran CBR Rendaman (%) Nilai CBR Rata - Rata (%) Daya Dukung Tanah Longsoran Dengan Penambahan Styrofoam dan Semen Berdasarkan data dari tabel 04 dan 05 kenaikan/penurunan nilai CBR (California Bearing Rati. terlihat bahwa stabilisasi tanah longsoran menggunakan kombinasi semen . %) dan Styrofoam menghasilkan nilai CBR yang sangat bervariasi. Secara umum, penambahan Styrofoam yang lebih rendah . ,5%) menunjukkan hasil yang optimal dengan nilai CBR Langsung Peningkatan sebesar 26,17% dan nilai CBR Rendaman memiliki nilai lebih tinggi dari nilai CBR langsung yang mencapai 68,33%. Hasil ini menunjukkan bahwa campuran tersebut memiliki kekuatan dan daya dukung yang sangat baik, terutama setelah direndam. *Koresponden : Rizky Hadijah Fahmi rizkyhadijahfahmi@gmail. E-ISSN : 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2025 Namun, peningkatan persentase Styrofoam menjadi 1% dan 1,5% secara drastis menurunkan nilai CBR Langsung, bahkan menghasilkan nilai negatif (-10,59%) pada campuran dengan 1,5% Styrofoam. Tabel 4. Hasil Pengujian CBR Langsung Tanah Longsoran dengan Penambahan Styrofoam dan Semen CBR Langsung Nilai CBR Uraian (%) Rata - Rata (%) Tanah Longsoran Semen 10% Styrofoam 0,5% (Sampel . Tanah Longsoran Semen 10% Styrofoam 0,5% (Sampel . Tanah Longsoran Semen 10% Styrofoam (Sampel . Tanah Longsoran Semen 10% Styrofoam (Sampel . Tanah Longsoran Semen 10% Styrofoam 1,5% (Sampel . Tanah Longsoran Semen 10% Styrofoam 1,5% (Sampel . Tabel 5. Hasil Pengujian CBR Rendaman Tanah Longsoran dengan Penambahan Styrofoam dan Semen. Uraian CBR Rendaman (%) Tanah Longsoran Semen 10% Styrofoam 0,5% (Sampel . Tanah Longsoran Semen 10% Styrofoam 0,5% (Sampel . Tanah Longsoran Semen 10% Styrofoam (Sampel . Tanah Longsoran Semen 10% Styrofoam (Sampel . Tanah Longsoran Semen 10% Styrofoam 1,5% (Sampel . Tanah Longsoran Semen 10% Styrofoam 1,5% (Sampel . *Koresponden : Rizky Hadijah Fahmi Nilai CBR Rata - Rata (%) rizkyhadijahfahmi@gmail. E-ISSN : 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2025 Gambar 2. Grafik Hasil Pengujian CBR Langsung dan Rendaman Dari hasil pengujian CBR maka di dapatkan nilai peningkatan/penurunan nilai CBR Langsung dan CBR Rendaman sebagai berikut : Tabel 6. Hasil Peningkatan/Penurunan Pengujian CBR Rendaman. Uraian Tanah Longsoran Styrofoam 0,5% Semen Tanah Longsoran Styrofoam 1% Semen Tanah Longsoran Styrofoam 1,5% Semen CBR Langsung (%) peningkatan/penurunan CBR langsung (%) Tabel 7. Hasil Peningkatan/Penurunan Pengujian CBR Rendaman Uraian CBR Rendaman (%) peningkatan/penurunan CBR Rendaman (%) Tanah Longsoran Semen 10% Styrofoam 0,5% Tanah Longsoran Semen 10% Styrofoam 1% Tanah Longsoran Semen 10% Styrofoam 1,5% *Koresponden : Rizky Hadijah Fahmi rizkyhadijahfahmi@gmail. E-ISSN : 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2025 Dari hasil pengujian pada tabel terlihat bahwa penambahan semen 10% dan styrofoam pada tanah longsoran memberikan peningkatan nilai CBR yang cukup besar, terutama pada kondisi Pada CBR rendaman, campuran semen 10% styrofoam 0,5% menunjukkan peningkatan tertinggi yaitu 1294,56% dibandingkan tanah longsoran tanpa bahan tambah. Sementara itu, campuran dengan styrofoam 1% dan 1,5% juga mengalami peningkatan, tetapi nilainya lebih kecil. Untuk CBR langsung, peningkatan terbesar juga terjadi pada campuran semen 10% styrofoam 0,5% dengan kenaikan 119,34%. Sedangkan pada campuran dengan styrofoam 1,5%, nilai CBR justru menurun sebesar -10,59%. KESIMPULAN Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan hasil karakteristik tanah longsoran yang diuji diperoleh nilai analisa saringan yang lolos saringan no 200 = 86,520% dan nilai LL = 36,80% PL = 21,670% PI = 12,264% setelah di klasifikasi tanah USCS di peroleh jenis tanah CL (Lempung dengan nilai plastisitas renda. pada klasifikasi AASHTO termasuk jenis tanah A-6 . anah berlempung sedang sampai buru. Hasil daya dukung tanah longsoran diperoleh nilai CBR Rendaman memiliki nilai sebesar 4,90% dan nilai CBR Langsung sebesar 11,93%. Semua nilai CBR rendam untuk tanah longsoran stabilisasi dengan semen styrofoam menjadi meningkat. Nilai CBR rendaman yang tertinggi pada tanah longsoran yang distabilisasi dengan semen dan styrofoam adalah yang menggunakan semen 10% dan styrofoam 0,5% yaitu nilai CBR rendamnya sebesar = 68,33% atau meningkat sebesar 294,56% terhadap tanah longsoran. Dari hasil pengujian daya dukung tanah (CBR) yang diperoleh, baik nilai CBR rendaman maupun CBR langsung maka tanah longsoran yang distabilisasi dengan semen styrofoam dapat digunakan sebagai material subgrade dimana syarat CBR rendamnya diatas Ou 6% dan CBR lanngsung Ou 10%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin bertambahnya persentase styrofoam maka nilai CBR yang diperoleh semakin turun. DAFTAR PUSTAKA