Jurnal Abdimas PHB Vol. 5 No. 1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Penguatan Kapasitas Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Melalui Pelatihan Pengelolaan Limbah Plastik Niken Grah Prihartanti1. Septi Fitrah Ningtyas2. Mudhawaroh3 1,2,3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pemkab Jombang. Jl. dr Sutomo 75-77 Jombang, . 870214 e-mail: 1nikengrah01@gmail. com 2fitrahsepti1@gmail. com, 3 dindhamudha@yahoo. Abstrak Peningkatan penggunaan plastik ini merupakan konsekuensi dari berkembangnya teknologi, industri dan juga jumlah populasi penduduk. Indonesia merupakan negara dengan penggunaan plastik terbesar di dunia, kebutuhan plastik terus meningkat. Akibat dari peningkatan penggunaan plastik ini adalah bertambah pula sampah plastik. Penggunaan reusable bottle atau botol plastik yang dipakai kembali merupakan salah satu cara untuk mengurangi penggunaan plastik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode sosialisasi dan pelatihan praktek langsung serta pendampingan dalam pengelolaan limbah plastik menjadi barang kerajinan yang bermanfaat. Berdasarkan identifikasi permasalahan maka dirumuskan program inti dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi: . Pengenalan limbah . Pembentukan kelompok. Pendampingan pembuatan hasil kreatifitas . raktek langsun. Evaluasi Program. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan selama 2 hari sejak tanggal 15-16 Januari 2019. Siswa kelas V dan VI sebagian besar memiliki kreatifitas dalam memanfaatkan limbah plastik dengan kriteria sangat Diharapkan hasil pengabdian masyarakat ini dapat diimplementasikan lebih luas di setiap elemen masyarakat sampai dengan tahapan memasarkan produk kreatifitas pengelolaan limbah plastik. Kata kunci: Limbah. Plastik. Kreativitas. Pengelolaan PENDAHULUAN Permasalahan lingkungan telah menjadi isu global, setelah hampir semua elemen masyarakat menyadari akan bahaya yang ditimbulkan dari kerusakan lingkungan. Sektor kesehatan pada SDGS (Suistanable Development Goal. yang terdiri dari 4 goals, 19 target dan 31 indikator, diantaranya menyoroti secara detail terkait isu kesehatan ibu dan anak yang diintegrasikan dengan kesehatan lingkungan dalam satu tujuan yakni mencapai kesehatan dan kesejahteraan yang baik (Good Health and Well Bein. Asumsi tersebut didasarkan pada salah satu penyebab kerusakan lingkungan adalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh menumpuknya limbah yang dihasilkan oleh manusia. Limbah adalah segala sesuatu yang sudah tidak terpakai lagi sebagai barang produksi maupun konsumsi, yang jika langsung dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan terlebih dahulu dapat menjadi beban bagi lingkungan, salah satu limbah yang setiap hari bertambah adalah plastik. Sampah plastik berdampak negatif terhadap lingkungan karena tidak dapat terurai dengan cepat dan dapat menurunkan kesuburan Sampah plastik yang dibuang sembarangan juga dapat menyumbat saluran Jurnal Abdimas PHB Vol. 5 No. 1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X drainase, selokan dan sungai sehingga menyebabkan banjir. Selain itu sampah plastik yang dibakar bisa mengeluarkan zat Ae zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia . Pendidikan diyakini sebagai salah satu bidang yang memiliki peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan suatu bangsa. Lingkungan sekolah dapat memberikan peranan yang berarti dalam pembentukan sikap peduli lingkungan peserta Maka dari itu perlu adanya edukasi sejak dini kepada siswa khususnya siswa sekolah dasar untuk memahami bahaya penggunaan plastik secara berlebihan, yakni dengan adanya pelatihan pembuatan reusable bottle. Reusable bottle menjadi ikon diet plastik yang sejak dini harus dikenalkan kepada anak, mengingat bonus demografi yang terjadi pada tahun 2020-2030 memungkinkan bagi pemuda untuk melakukan perbaikan, dan sejak dini mereka harus dibimbing untuk melakukan perbaikan khususnya di bidang lingkungan. Penggunaan reusable bottle atau botol plastik yang dipakai kembali merupakan salah satu cara untuk mengurangi penggunaan plastik. Pemanfaatan barang bekas menjadi produk yang bernilai estetis mempunyai efek ganda, disamping sebagai saluran kreativitas dalam menciptakan karya seni dengan biaya murah dan pemikiran pemanfaatan bahan bekas ini merupakan suatu gagasan untuk meminimalkan sampah yang dapat merusak lingkungan sekitar. Tujuan dari penggunaan reusable bottle untuk meminimalisir penggunaan plastic. Pada dasarnya masyarakat harus memahami manfaat penggunaan reusable bottle mengingat waktu yang dibutuhkan untuk mengurai sampah plastik dan banyak hal yang merugikan akibat sampah plastik. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode sosialisasi dan pelatihan praktek langsung serta pendampingan dalam pengelolaan limbah plastik menjadi barang kerajinan yang bermanfaat. Berdasarkan identifikasi permasalahan maka dirumuskan program inti dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi: . Pengenalan limbah . Pembentukan kelompok. Pendampingan pembuatan hasil kreatifitas . raktek langsun. Evaluasi Program. Sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan dalam rangka memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi pengolahan sampah menjadi barang/ bahan yang bernilai ekonomis untuk mengatasi permasalahan yang timbul akibat tidak terkelolanya sampah serta untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap sampah, sehingga mereka terlibat secara langsung dalam menangani sampah yang ada di lingkungan sekitarnya. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan-kegiatan ini mencakup teori dan praktek yang bagi siswa Sekolah Dasar Jombang 1 diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kreatifitas siswa dalam mengelola sampah menjadi nilai ekonomis. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan selama 2 hari sejak tanggal 15-16 Januari Sesi 1 dilakukan kegiatan pengenalan limbah plastik dan dampaknya terhadap lingkungan agar menumbuhkan kepedulian siswa terhadap peranannya dalam mengelola limbah plastik. Jurnal Abdimas PHB Vol. 5 No. 1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Gambar 1. Pengenalan Limbah Plastik Oleh Pemateri 1 Sosialisasi dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan ini bertempat di Ruang Kelas V dan Kelas VI SDN Jombang 1. Kegiatan ini dilakukan dengan menyampaikan materi, demonstrasi dan praktek langsung. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bapak Kepala Sekolah serta dihadiri oleh Ketua Komite Sekolah SDN Jombang 1. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dilaksanakan tanggal 15 Januari 2019, dimulai dengan pemaparan materi oleh tim dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pemkab Jombang yang memaparkan materi mengenai Bahaya Limbah Plastik Bagi Ekosistem Lingkungan. Pada pertemuan ini dilakukan penyampaian materi dengan metode ceramah, demostrasi, dan pelatihan dalam mengelola limbah plastik. Khalayak sasaran sebagai perserta dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa Kelas VI dan kelas VI. Gambar 2. Pembentukan Kelompok Pengelolaan Limbah Plastik Jurnal Abdimas PHB Vol. 5 No. 1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Gambar 3. Pendampingan Siswa Dalam Pengelolaan Limbah Plastik 2 Evaluasi Program Evaluasi program tingkat keberhasilan pelatihan ini dilakukan pada hari kedua, 16 Januari 2019 melalui pengamatan langsung dengan instrumen penilaian kinerja dan hasil produk pada peserta dalam proses persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pembuatan reusable bottle dengan mengacu pada indikator yang tercantum pada rubrik yang telah disiapkan. Tabel 1. Rubrik Penilaian Skala Penilaian Ketrampilan Yang Diamati Persiapan (Pemilihan bahan, pengukuran, penyiapan ala. Penggunaan peralatan yang Ketepatan langkah pembuatan Kesesuaian hasil akhir Kreatifitas produk Kerapian produk Menata peralatan setelah selesai Tabel 2. Pedoman Hasil Evaluasi Rentangan Nilai Kategori <54 Sangat baik Baik Cukup Kurang Berdasarkan identifikasi permasalahan maka dirumuskan program inti dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah pelaksanaan sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan praktek langsung bagi siswa Sekolah Dasar guna meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa dalam mengelola sampah menjadi nilai ekonomis dan meningkatkan kreativitas siswa dalam memanfaatkan limbah plastik. Hasil penilaian Ketrampilan Kreatifitas siswa digambarkan pada diagram berikut ini. Jurnal Abdimas PHB Vol. 5 No. 1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Penilaian Kreatifitas Siswa Sangat Baik Baik Cukup Kurang Gambar 4. Penilaian Kreatifitas Siswa Berdasarkan gambar 4 dapat disimpulkan bahwa siswa kelas V dan VI sebagian besar memiliki kreatifitas dalam memanfaatkan limbah plastik dengan kriteria sangat Fakta ini sangat menarik untuk ditindaklanjuti dengan mengoptimalkan kegiatan pengelolaan limbah plastik di sekolah sebagai salah satu kegiatan unit kreatifitas siswa sehingga menumbuhkan daya kreatif siswa, menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekaligus menekan penumpukan limbah plastik. Gambar 5. Hasil Kreatifitas Siswa Dalam Pengelolaan Limbah Plastik KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berlangsung dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. Kelompok siswa berpartisifasi aktif dalam melaksanakan kegiatan. Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan, antara lain: . Pengenalan limbahi. Permbentukan kelompok. Pendampingan pembuatan hasil kreatifitas . raktek langsun. Evaluasi Program. Kelompok siswa Kelas V dan VI Sekolah Dasar Jombang 1 sebagian besar memiliki tingkat kreatifitas dengan kriteria sangat baik, yaitu sebesar 74%. Sedangkan 12% dalam kategori Baik, 8% dalam kategori Cukup, sisanya sebesar 6% dalam kategori Kurang. Permasalahan sampah hingga saat ini masih menjadi persolaan yang rumit, bahkan akan tetap menjadi persoalan serius. Oleh karenanya, disarankan kepada pihak terkait . asyarakat, sekolah, desa maupun pemerintah daera. untuk terus secara berkesinambungan dan terpadu untuk memerangi masalah sampah. Jurnal Abdimas PHB Vol. 5 No. 1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X SARAN Diharapkan hasil pengabdian masyarakat ini dapat diimplementasikan lebih luas di setiap elemen masyarakat sampai dengan tahapan memasarkan produk kreatifitas pengelolaan limbah plastik. Melalui kegiatan memperkenalkan dan memasarkan dapat menarik perhatian pelanggan produk kerajinan yang dihasilkan kepada masyarakat selaku konsumen dengan memanfaatkan market place. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada UPPM Stikes Pemkab Jombang melalui program Pengabdian Masyarakat yang telah memberikan dukungan finansial terhadap kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Terima kasih kami ucapkan kepada pihak Sekolah Dasar Negeri Jombang 1 yang telah bersedia menjadi sekolah percontohan peduli limbah plastik dan turut berkontribusi dalam menggalakkan kegiatan serupa di dalam proses pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA