JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS. Vol. No. Desember 2023, pp. 81 - 95 p-ISSN : 1979-0414. , e-ISSN : 2621-6256 . DOI : https://doi. org/10. 51903/pixel. PERANCANGAN BUKU VISUAL CAGAR BUDAYA GORONTALO SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN DAN EDUKASI SEJARAH KEBUDAYAAN INDONESIA Risti Puspita Sari Hunowu1. Muhammad Isla2 Desain Komunikasi Visual. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Ichsan Gorontalo, e-mail: hunowu96@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 22 Agustus 2023 Accepted 26 September 2023 Published 26 Desember 2023 ABSTRACT The long history of the City of Gorontalo notes that many historic cultural heritage buildings keep memories of the past and are evidence of the development of the City of Gorontalo itself. Historical heritage in the form of cultural heritage buildings is very useful as a generator of motivation, creativity and inspires the younger generation to understand the history and identity of the City of Gorontalo. The diversity of cultural heritage buildings in the city of Gorontalo is the main attraction for tourists, but unfortunately there are still many who do not know about the heritage buildings. existing culture. So a book was designed with the aim of being able to introduce the diversity of the cultural heritage of the city of Gorontalo from a historical and cultural The benefits of this research are encouraging the people of Gorontalo to know the existence and types of cultural heritage objects as historical heritage in Gorontalo which have historical This research uses qualitative methods and design thinking. The result of this design is the creation of a cultural heritage visual book with the main media being a reference book/monograph containing illustrations of cultural heritage buildings and the environmental conditions that influence them. And supporting media in the form of bookmarks, notes, andcatalogs Keywords:design_book_visual. Cultural heritage. History. Preservation Received 7 Agustus, 2023. Accepted 1 September, 2023. Published 26 Desember, 2023 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. Introduction Gorontalo ialah provinsi terbaru yang dikenal sebagai kota agropolitan yang terletak tepat di garis khatulistiwa pada peta dunia. Titik temu antara penghargaan terhadap tradisi budaya dan keyakinan agama dipilih dengan kuat sehingga menjadi falsafah hidup Adat Bersendikan Sara. Sara Bersendikan Kitabullah. Adat dilaksanakan berdasarkan sara . , sedangkan aturan ini harus berdasarkan AI-Quran. Filosofi ini merupakan pijakan bersama warga masyarakat Gorontalo yang selaras dengan kehidupan masyarakat yang semakin terbuka, modern, dan demokratis, dan merupakan acuan nilai dan sistem etika. Gorontalo menunjukkan betapa pentingnya mempertahankan warisan masa lalu sebagai bukti kemajuan kota. Benda-benda cagar budaya seperti benteng otanaha , bangunan tua peninggalan Belanda, makam raja, dan wali yang dianggap keramat oleh masyarakat, kini menjadi bagian dari bangunan cagar budaya yang mencerminkan dinamika masyarakat Gorontalo dalam membangun identitas. Peninggalan sejarah ini menjadi sumber motivasi, kreativitas, dan inspirasi bagi generasi muda untuk memahami sejarah dan identitas kota Gorontalo. Perlunya pelestarian cagar buadaya kota Gorontalo yaitu sebagai rekaman dasar & pengikat nilai sekaligus menjadi bukti dari pemikiran dan aktivitas manusia dimasa sebelumnya. Sebagai rekaman dasar tentunya warisan budaya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan menggali ilmu pengetahuan, sejarah, dan kebudayaan serta dapat berdampak dalam bidang ekonomi dan pariwisata kota Gorontalo . Betapa pentingnya benda cagar budaya bagi pembangunan daerah. Untuk mencapai apa yang telah menjadi harapan kita bersama maka perlu adanya informasi tentang keberadaan cagar budaya di Gorontalo untuk tetap dilestarikan dan sebagai bentuk sejarah masyarakat Gorontalo yang bisa dijadikan sebagai tolak ukur untuk pembangunan sekarang dan akan datang. Berdasarkan uraian di atas dan melihat betapa pentingnya cagar budaya, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPerancangan Buku Visual Cagar Budaya Kota Gorontalo Sebagai Bentuk Pelestarian Dan Edukasi Sejarah Kebudayaan Indonesia. Research Method Metode yang digunakan untuk melakukan sebuah rancangan dalam media buku adalah menggunakan metode pendekatan secara kualitatif yang bersifat deskriptif guna untuk mempermudah dalam melakukan perancangan. Data deskriptif yang berupa bentuk kata atau lisan pada suatu konteks khusus yang bersifat alamiah (Moleong, 2. Metode perancangan yang digunakan adalah metode Design Thinking. Metode ini dikenal sebagai suatu proses berpikir komprehensif yang berkonsentrasi untuk menciptakan solusi yang diawali dengan proses empati terhadap suatu inovasi berkelanjutan berdasarkan kebutuhan Dalam metode ini terdapat lima tahapan yaitu, empathize, define, ideate, prototype dan test. Tahapan empathize meliputi observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner untuk mendapatkan insight terhadap perancangan buku cagar budaya gorontalo. Selanjutnya define, yaitu proses melihat masalah dan menemukan solusinya. Tahapan ideate adalah proses transisi dimana solusi dituangkan ke dalam konsep perancangan, selanjutnya adalah prototype, proses mewujudkan ide dan konsep menjadi wujud visual. Dan tahapan yang terakhir adalah test, tahapan ini adalah melakukan uji coba apakah tahapan sebelumnya telah memberikan solusi yang baik untuk masalah yang ditemukan. Teknik Pengumpulan Data Dalam proses pengumpulan data atau penelitian ada dua jenis data yang dikumpulkan, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapatkan dari sumber pertama atau sumber asli tempat dilakukan penelitian, sedangkan data sekunder adalah data tambahan yang didapat dari sumber-sumber tambahan untuk mendukung data primer. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah : Data primer Observasi Pada metode ini dilakukan pengamatan dan pencatatan secara langsung mengenai lokasi, kondisi JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2023 : 8 1 Ae 95 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS. Vol. No. Desember 2023, pp. 81 - 95 p-ISSN : 1979-0414. , e-ISSN : 2621-6256 . DOI : https://doi. org/10. 51903/pixel. dan suasana cagar budaya yang ada di kota gorontalo , informasi pelaku atau informan untuk dilakukan wawancara dan menentukan waktu yang digunakan untuk setting area pengambilan foto yang sesuai Wawancara Pada metode ini tanya jawab di lakukan secara langsung dengan budayawan yang mengenal seluk beluk kota gorontalo, dan informan yang mengenal seluk beluk masing-masing cagar budaya yang ada di kota Gorontalo untuk memperoleh informasi dan data yang diperlukan. Wawancara dilakukan secara terstruktur, yaitu dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan secara sistematis, yang menunjang pengumpulan data-data yang diperlukan. Data Sekunder Merupakan data literatur yang diperoleh melalui studi pustaka yaitu dari penelitian terdahulu, artikel dari sumber media cetak maupun internet serta buku-buku yang membahas mengenai teori visual branding dan media-medianya. Teknik Dokumentasi Metode ini dilakukan untuk mendapatkan foto cagar budaya Gorontalo untuk mengetahui kondisi dan untuk dijadikan bahan berupa foto untuk merancang isi buku. Teknik Analisis Data Analisis data merupakan proses sistematis pencarian dan pengaturan transkripsi wawancara, catatan lapangan, dan materi-materi lain yang telah dikumpulkan untuk pemahaman mengenai materi-materi. Analisis melibatkan pekerjaan dengan data, penyusunan, dan pemecahannya ke dalam unit-unit yang dapat ditangani, perangkumannya, pencarian pola-pola dan penemuan apa yang penting. Setelah data terkumpul, data dikelompokkan berdasarkan elemen desain dan komunikasi visual, yaitu. data verbal dan data visual. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari observasi, wawancara, dokumentasi , dan literatur, informasi lisan berikut disusun untuk menyajikan informasi yang efektif dengan cara yang efektif dan menarik. Selanjutnya, dari hasil analisis data tersebut akan ditentukan beberapa konsep perancangan yang sesuai untuk perancangan karya. Berdasarkan metode penelitian yang digunakan, maka alur penelitian dapat digambarkan sebagai Perancangan Buku Visual Cagar Budaya Gorontalo Sebagai Bentuk Pelestarian Dan Edukasi Sejarah Kebudayaan Indonesia Latar Belakang Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai cagar budaya Gorontalo dikarenakan tidak adanya media sebagai sarana informasi bagi situs cagar budaya yang ada di gorontalo Observasi Wawancara Konsep Desain Metode Pengumpulan Bagaimana merancang buku visual yang dapat benda cagar budaya secara menarik dan Literatur Analisis data Proses kreatif Final desain Buku visual cagar budaya gorontalo Gambar 1. Alur penelitian Sumber:dokumen pribadi , 2023 Proses Desain JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. Eo Konsep Perancangan Dalam merancang suatu desain yang baik, peneliti menggunakan metode Design Thinking. Metode Design Thinking digunakan untuk menciptakan konsep kreatif dariperancangan buku visual cagar budaya ini . Design Thinking memiliki 5 proses, yaitu (Brown, 2. C Proses Empathise berguna untuk mendalami permasalahan yang dihadapi. C Tahap Define dilakukan untuk mengumpulkan segala studi-studi berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi, kemudian menganalisanya. C Ideate adalah tahap dimana penulis merealisasikan konsep kreatif yang telah terbangun sebelumnya berdasarkan analisa. C Tahapan Prototype adalah tahapan dimana penulis merealisasikan rancangan ide dalam bentuk yang sebenarnya. C Test. Rancangan ini telah dibuat dalam bentuk yang sebenarnya dalam tahap Prototype akan diuji coba pada beberapa audiens guna mengetahui reaksi dan respon dari audiens sebelum disebarkan secara masal. Gambar 2. Bagan Sistematika Perancangan [Sumber : Penulis,2. Eo Konsep Kreatif Dalam mewujudkan perancangan buku tentang cagar budaya Gorontalo sehingga dapat sesuai dengan tujuan perancangan, yaitu merancang sebuah buku yang menarik dan juga berisi mengenai informasi-informasi yang bermanfaat, beserta pengetahuan, dikemas secara visual dan juga verbal, maka diperlukan strategi maupun konsep kreatif yang dapat memenuhi segala aspek yang diinginkan. Eo Tujuan Kreatif Perancangan buku ini memiliki tujuan kreatif, yaitu menghasilkan sebuah buku yang edukatif dan informatif yang berisi informasi mengenai cagar budaya Gorontalo sehingga diharapkan buku ini dapat menjadi sebuah pengenalan lebih lagi oleh wisatawan lokal maupun Buku ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat pada cagar budaya Indonesia, dan juga bisa ikut melestarikan kebudayaan yang dimiliki oleh negara Indonesia. Eo Strategi Kreatif Perancangan ini menggunakan strategi kreatif yaitu dalam menyampaikan informasi mengenai cagar budaya Gorontalo kepada masyarakat, khususnya pada wisatawan melalui media buku yang dianggap sangat efektif untuk memberikan informasi. Melalui segala pertimbangan bahwa buku dapat menyajikan informasi secara lengkap dan juga detail, dengan didukung oleh elemen-elemen visual dan juga verbal. Kelebihan dari buku adalah dapat dibaca berulang-ulang dengan mudah, dimana saja, dan kapan saja. Karena adanya periode terbit, maka hal tersebut juga menjadi suatu kemudahan bagi pembaca untuk mengetahui informasi berikutnya dan tidak perlu JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2023 : 8 1 Ae 95 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS. Vol. No. Desember 2023, pp. 81 - 95 p-ISSN : 1979-0414. , e-ISSN : 2621-6256 . DOI : https://doi. org/10. 51903/pixel. takut ketinggalan informasi. Buku ini menggunakan pendekatan fotografi sebagai ilustrasinya. Results and Analysis 1 Deskripsi Data Gorontalo memiliki akar sejarah yang cukup panjang, sejarah Gorontalo ditandai dengan munculnya kerajaan-kerajaan sampai masuk penjajahan bangsa bangsa Eropa. Perjalanan sejarah yang cukup panjang itu meninggalkan keragaman warisan budaya. Diantara warisan budaya tersebut salah satu yang menarik adalah bangunan cagar budaya dari Periode Kolonial. Berdasarakan wawancara tanggal 07 agustus 2023 bersama Pak pais mengatakan bahwa tidak semua benda, situs dan bangunan tua termasuk cagar budaya untuk mengetahui bahwa benda tersebut cagar budaya mengacu kepada UU No 11 tahun 2010 tentang cagar budaya. Gambar 3. Wawancara Bersama narasumber Sumber: Dokumen pribadi,2023 Kementrian Pendidikan dan kebudayaan, balai pelestraian cagar budaya gorontalo menetapkan cagar budaya sebagai berikut : Eo Benteng otanaha Gambar 4. Benteng otanaha Sumber:https://traverse. id/culture/benteng-otanaha-saksi-bisu-kejayaan-g orontalo/@himsaifanah Benteng Otanaha dibangun sekitar tahun 1522 M oleh Raja Ilato atas prakarsa para nahkoda kapal Portugis yang berlabuh di pelabuhan Gorontalo untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negeri dari serangan musuh. Benteng ini dibuat dari bahan-bahan berupa pasir, batu kapur dan telur burung maleo sebagai semen atau bahan perekatnya. Benteng Otanaha terletak di atas sebuah bukit. Eo Makam Aulia Raja Ilato Ju Panggola Gambar 5. Makam Jupanggola Sumber: https://atourin. com/destination/gorontalo/makam-ju-panggola JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. JuPanggolaAdalah makam seorang Raja Gorontalo yang bernama Ilato yang bergelar Du Panggola (Bapak Tu. dan Ta'Aulia (Waliyull. Du Panggola dalam memerintah sangat adil, bijak penuh kearifan serta mengayomi rakyatnya, disamping itu pula beliau adalah orang yang sangat mendalami agama. Wafat pada tahun 1689, makam ini berada dilereng bukit berjarak 500 meter dari Benteng Otanaha Eo Kantor Pos Kota Gorontalo Gambar 6. Kantor Pos Gorontalo Sumber: Dokumen pribadi,2023 Kantor Pos terletak dijalan Nani Wartabone No. Kelurahan Ipilo. Kecamatan Kota Selatan. Bangunan ini memiliki luas 693m2 dengan luas lahan A 900m2. Bangunan tersebut didesain khusus oleh pemerintah Gorontalo saat itu sebagai tempat untuk menyimpan arsip rahasia. dalam bangunan ada salah satu ruangan yang dinamakan "Khasanah". Struktur dinding ruangan itu memiliki ketebalan 50 cm. Tempat itu ditempatkan brankas yang berisi dokumen penting. Eo KODIM 1304-Eur Lager School (ELS) Gambar 7. Kodim 1304 Gorontalo (Eur lagere schoo. Sumber : dari dokumentasi BP3 Gorontalo, 2014 Kantor Kodim 1304 Gorontalo terletak di Jalan Nani Wartabone. Fungsi awal bangunan ini sebagai Eur Lagere School (ELS) atau disebut juga sekolah khusus untuk anak-anak pejabat Belanda. Eo Rudis Gubernur Gorontalo (Kantor Landbouw Voorl. Dient. Gambar 8. Rudis Gubernur Gorontalo Sumber :Dokumen pribadi , 2023 Rumah Dinas Gubernur terletak di Jalan Nani Wartabone. Kelurahan Tenda. RT VII/RW II. JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2023 : 8 1 Ae 95 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS. Vol. No. Desember 2023, pp. 81 - 95 p-ISSN : 1979-0414. , e-ISSN : 2621-6256 . DOI : https://doi. org/10. 51903/pixel. Kecamatan Kota Selatan. Bangunan ini pada masa pemerintahan Belanda berfungsi rumah Asisten Residen dan sejak tahun 2000 sebagai rumah dinas Gubernur Gorontalo Eo PT Pelni Gorontalo (K. Gambar 9. PT Pelni Gorontalo Sumber :Dokumen pribadi , 2023 Kantor PT. Pelni terletak di Jalan 23 Januari No 8, kelurahan Biawao RT 01/RW 01. Kecamatan Kota Selatan. Bangunan ini dibangun oleh pemerintah Belanda sekitar tahun 1936. Awalnya bangunan ini digunakan sebagai kantor maskapai pelayaran Kerajaan Belanda KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschaappi. Eo Hotel Melati (Hotel Velber. Gambar 10. Hotel melati Sumber :Dokumen pribadi , 2023 Hotel Melati terletak di Jalan Wolter Monginsidi No. Kelurahan Tenda RT VII/RW i. Kecamatan Kota Selatan. Sejak awal bangunan ini berfungsi sebagai penginapan, nama awalnya Hotel Velberg, kemudian sejak tahun 1960-an berubah nama menjadi Hotel Melati. Hotel Melati pertama kali dibangun pada tahun 1900 oleh Hendrik Vellberg seorang syahbandar pelabuhan Gorontalo pada masa itu. Hotel Melati adalah hotel pertama yang dibangun pada zaman Belanda di Gorontalo. Eo Kantor Dinas Kehutanan Pertambangan (Ex. Rumah Bangsawan Beland. Gambar 11. Kantor Dinas Kehutanan Pertambangan Sumber :Dokumen pribadi , 2023 Kantor dinas Kehutanan terletak di Jln P. Kalengkongan No. Kel. Tenda tinggal pejabat JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. Belanda. Fungsi awal bangunan adalah sebagai rumah tinggal pejabat Belanda. Luas bangunan keseluruhan adalah 354,39m2, terbuat dari kayu yang sangat kuat. Eo Villa Sweet Home Gambar 12. Villa Sweet Home Sumber :Dokumen pribadi , 2023 Villa Sweet Home terletak di Jln P. Kalengkongan. Kelurahan Tenda RT VII/RW i. Kecamatan Kota Selatan. Villa Sweet Home merupakan rumah hunian biasa, fungsi bangunan dari awal sampai sekarang sebagai tempat tinggal. Bangunan ini pertama dimiliki oleh Kaven seorang pengusaha Belanda, kemudian dibeli ole hpengusaha Cina bernama Lim Cai Ci. Eo E. Ballom-Listrik Gambar 13. Eballom-Listrik Sumber :Dokumen pribadi , 2023 Eo Gardu PLN terletak di Jln Wolter Monginsidi. Kelurahan Tenda RT VII/RW i. Kecamatan Kota Selatan. Pada masa pemerintahan Belanda gardu PLN inilah yang berfungsi sebagai pemasok daya listrik menerangi Kota Gorontalo. Bangunan ini awalnya difungsikan sebagai Kantor E-Ballom/kantor listrik sampai tahun 1978. Bangunan ini sampai sekarang milik PLN Rumah Sakit Tentara (Poliklinik Induk Tentar. Gambar 14. Rumah Sakit Tentara Sumber :Dokumen pribadi , 2023 Poliklinik Induk TNI AD terletak di P. Kalengkongan Kelurahan Tenda RT VII/RW i. Kecamatan Kota Selatan. Bangunan ini pada awalnya berfungsi pada masa pemerintahan Belanda sebagai hotel. JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2023 : 8 1 Ae 95 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS. Vol. No. Desember 2023, pp. 81 - 95 p-ISSN : 1979-0414. , e-ISSN : 2621-6256 . DOI : https://doi. org/10. 51903/pixel. Eo Gereja Imanuel Gambar 15. Gereja Imanuel Sumber :Dokumen pribadi , 2023 Gereja Imanuel terletak di Jalan P. Kalengkongan No. Kelurahan Tenda. Kecamatan Kota Selatan. Sejak awal berdiri sampai sekarang bangunan Gereja ini dikenal dengan nama Gereja Imanuel. Gereja Imanuel merupakan tempat ibadah bagi umat Kristen Protestan di kota Gorontalo. Gereja ini dibangun sekitar tahun 1800-an oleh Belanda. Luas bangunan keseluruhan Gereja adalah 887m2. Eo Kantor TEPBEK VII-44. 01-B (Bioskop Lama Gambar 16 . Kantor TEPBEK VII-44. 01-B . ioskop Gorontal. Sumber : dari dokumentasi BP3 Gorontalo, 2014 Kantor TEPBEK terletak di Jalan Nani Wartabone. Kelurahan Tenda. RT VII/RW II. Kecamatan Kota Selatan. Bangunan ini sekarang dikuasai oleh militer yang berfungsi sebagai Kantor TEPBEK (Tempat Pemberian Bekal TNI), fungsi awalnya sebagai Bioskop Orange. Luas bangunan keseluruhan adalah 371,6m2. Eo Rumah Sastrawan H. Yassin,eks Gambar 17. Rumah Sastrawan H. Yassin Sumber : https://w. co/showbiz/1301851523/HB-Jassin-PausSastra-yang-Terlupakan-di-Tanah-Kelahirannya Satu-satunya "jejak" HB Jassin di Gorontalo adalah rumah masa kecilnya yang terletak di Jln. HB Jassin. Gorontalo. Rumah itu merupakan rumah orang tuanya. Namun, rumah tersebut kini sudah berpindah tangan alias terjual dan dibeli Ony Mirjam Paudie (Nik. , istri Prof Dr Hi H. Nusi, mantan Wali Kota Gorontalo tahun 1978-1983. Rumah tersebut kini diberi nama Bele Li JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. Niku atau AuRumah KesayangkuAy oleh pemilik baru. Bangunan rumah tersebut sudah dipugar oleh pemilik baru namun tidak merubah bentuk aslinya. Eo Masjid Tua Hunto Sultan Amay Gambar 18. Masjid Hunto Sultan Amay Sumber : dokumen pribadi,2023 Masjid Hunto Sultan Amay adalah masjid tertua yang di Provinsi Gorontalo. Masjid ini dibangun pada tahun 1495 oleh Sultan Amay, pemimpin Kerajaan Gorontalo yang pertama kali masuk Islam dan diberi nama Masjid Hunto Sultan Amay. Hunto singkatan dari Ilohuntungo berarti basis atau pusat perkumpulan agama Islam kala itu. Lokasi Masjid Hunto Sultan Amai berada di Kelurahan Biawu. Kecamatan Kota Selatan. Kota Gorontalo. Tertulis di gapura masjid. AuHunto Sultan AmayAy 899 H Ae 1495 M. Masjid Hunto berasal dari Ilohuntungo atau Hohuntonga yang berarti pusat perkumpulan agama Islam Eo Makam Aulia Male Ta Ilayabe Gambar 19. Makam Aulia Male Ta Ilayabe Sumber : https://mapio. net/pic/p-43826300/ Makam Aulia Male Ta Ilayabe terletak di salah satu puncak bukit seberang Pelabuhan Laut tepatnya di Kelurahan Talumolo. Kecamatan Dumbo Raya. Kota Gorontalo. Tidak hanya menjadi destinasi wisata kebudayaan, makam ini juga menjadi tempat yang dikeramatkan masyarakat Gorontalo. Menurut warga, makam itu milik seorang aulia --disebut juga wali, orang suci--yang dikenal dengan sebutan 'Ta Ilayabe'. Eo Komplek Pilboks-Menara Suar-Rumah Jaga Gambar 20. Veibox leato Sumber : dari dokumentasi BP3 Gorontalo, 2014 Gambar 21. Menara suar leato Sumber : dari dokumentasi BP3 Gorontalo, 2014 Veilbox Leato terletak di Jalan Martadinata. Kelurahan Leato. Kecamatan Kota Timur. Provinsi Gorontalo. Veilbox yang dibangun oleh penjajah Jepang dulu berfungsi sebagai bangunan JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2023 : 8 1 Ae 95 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS. Vol. No. Desember 2023, pp. 81 - 95 p-ISSN : 1979-0414. , e-ISSN : 2621-6256 . DOI : https://doi. org/10. 51903/pixel. Veilbox rata-rata berbentuk selinder dengan struktur dari beton bertulang, tinggi Veilbox adalah A2,5 m dan diameter 1,96 cm ketebalan dinding 90 cm. Eo SDN 61 Kota Gto (HIS-ALS-SRN IV-SDN 1-SDN . Gambar 22 . SDN 61 Kota Timur Sumber: Dokumen Pribadi,2023 SDN 61 Kota Gorontalo terletak di Jalan M. H Thamrin No. Kelurahan Ipilo. Kecamatan Kota Timur. Bangunan ini sejak didirikan pada masa pemerintahan Belanda dan sampai saat sekarang difungsikan sebagai bangunan sekolah. Eo SMA 1 Gorontalo (Hol Chin Schoo. Gambar 23. SMA NEGERI 1 GORONTALO Sumber: Dokumen Pribadi,2023 Bangunan SMA Negeri 1 Gorontalo terletak di Jalan M. H Thamrin No 8. Kelurahan Ipilo. Kecamatan Kota Timur. Kota Gorontalo. Pada masa pemerintahan kolonial bangunan ini berfungsi sebagai Sekolah Menengah Atas yang diperuntukan bagi warga keturunan Cina dan anak pejabat dan terkenal dengan sebutan Hol Chin School. Sekarang bangunan ini berfungsi sebagai Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Gorontalo. Luas keseluruhan bangunan adalah 554,45m2. Eo Tempat Tinggal Tentara Belanda Gambar 24. rumah TentaraBelanda Sumber: dari dokumentasi BP3 Gorontalo, 2014 Bangunan ini terletak di Jalan Nani Wartabone No 83. Kelurahan Helendulan Selatan. Kecamatan Kota Timur. RT 01/RW01. Bentuk bangunan bergaya arsitektur kolonial, dinding bangunan sangat kokoh dengan ketebalan 36cm dengan bentuk jendela dan pintu yang berbentuk panel. Luas JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. bangunan keseluruhan adalah 600m2 Bangunan ini pada masa pemerintahan Belanda di Gorontalo berfungsi sebagai asrama tentara 2 Proses kreatif 1 Judul buku Perancangan buku ilustrasi ini berjudul Au cagar budaya dalam lensa modernAy cagar budaya merujuk pada warisan budaya dan sejarah yang dianggap penting untuk dilestarikan melihatnya Melihatnya melalui kacamata modern berarti menyadari perlunya mengintegrasikan nilai-nilai warisan budaya dan tradisi. dengan kebutuhan dan dinamika masyarakat masa kini. Mempertimbangkan warisan budaya dari perspektif modern memerlukan keseimbangan antara melestarikan warisan budaya dan beradaptasi dengan perubahan sosial, teknologi, dan 2 Konsep Desain Dalam perancangan buku ini menggunakan objek penyampaian atau kebahasaan yang lugas, sederhana, dengan kalimat yang tidak terlalu panjang, gaya bahasa demikian dipilih agar informasi dan pesan di dalam buku mudah untuk dipahami. Di cover depan menampilkan 1 ilustrasi bangunan cagar budaya kota gorontalo . 3Konsep Warna Ketika mendapatkan cahaya, bentuk/ benda apa saja termasuk karya seni/ desain tentu akan menampakan warna. Tanpa cahaya warna tidak aka nada. Seperti halnya suara, warna merupakan fenomena getaran/ gelombang. Dalam hal ini gelombang cahaya. warna yang digunakan dalam buku ini menggunakan warna biru dan putih. Gambar 25 Palette warna Sumber:dokumen pribadi , 2023 Konsep Layout Layout adalah penataan atau penempatan elemen-elemen dalam sebuah bidang untuk mendukung pesan yang ingin disampaikan. Posisi antar elemen dan keseluruhan komposisi layout yang diatur dengan baik akan mempengaruhi persepsi audiens tentang konten yang Layout pada perancangan buku ini menggunkakan layout big type. Big type punya ciri khas menggunakan font berukuran besar sebagai unsur utamanya. Bila ada gambar yang menyertai, maka fungsinya hanya sebagai elemen pendukung. Penggunaan layout ini fokus pada judul, huruf pertama dalam kalimat, ataupun pada pesan utama sebuah iklan. Judul demikian dipilih dengan berawalan kata Ao Cagar budaya Ao. 5 konsep tipografi Tipografi memiliki karakteristik berdasarkan kategorinya, contohnya seperti serif yang memberikan kesan formal. Tipografi yang baik adalah memiliki kemudahan untuk mengenali setiap huruf atau karakter dan memiliki tingkat keterbacaan keseluruhan dengan Gambar 26. Font berkshireswash Sumber:dokumen pribadi , 2023 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Gambar 27. Font agdasima regular Sumber:dokumen pribadi , 2023 Vol. No. Desember 2023 : 8 1 Ae 95 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS. Vol. No. Desember 2023, pp. 81 - 95 p-ISSN : 1979-0414. , e-ISSN : 2621-6256 . DOI : https://doi. org/10. 51903/pixel. Penggunaan font pada. name style . udul buk. Berkshire Swash adalah gaya ketik semimanis yang memikat dengan sentuhan berani namun feminin. Dengan gaya skrip modern. Font berkshireswash termasuk kedalam jenis font serif . Serif adalah kelompok jenis huruf yang memiliki AutangkaiAy . Lihatlah font Times New Roman. Bodoni. Garamond, atau Egyptian Persis mendekati ujung kaki-kaki hurufnya, baik di bagian atas maupun bawah, terdapat pelebaran yang menyerupai penopang atau tangkai. Menurut sejarah, asalusul bentuk huruf ini adalah mengikuti bentuk pilar-pilar bangunan di Yunani Kuno. Seperti kita ketahui,bagian atas dan bawah tiang pilar memang lebih besar agar bisa membuat pilar lebih 6 Konsep Ilustrasi Ilustrasi merupakan elemen utama dari penyusunan buku ini. Gambar ilustrasi yang akan ditampilkan merupakan gambar dari bangunan dan semua yang unsur yang berhubungan dengan bangunan yang dibahas. Ilutrasi menggunakan teknik sketsa dan pewarnaan digital. Beberapa tahap dilakukan untuk mendapatkan bentuk visual yang sesuai, yaitu melakukan proses sketsa yang kemudian di atur kembali menggunakan adobe photoshop. gaya ilustrasi pada perancangan buku ini menggunakan gaya ilustrasi naturalis yaitu sangat sesuai dengan kenyataan yang ada pada sebuah objek, seperti bentuk dan warna, tanpa menambah atau mengurangi imajinasi penciptanya 7 Konsep cover buku Pada perancangan buku ini, ilustrasi yang digunakan pada cover adalah benteng otanaha mewakili semua bangunan cagar budaya dikota gorontalo. Penggunaan ilustrasi bangunan benteng otanaha pada bagian cover untuk memberikan gambaran apa yang akan dibahas dari buku ini secara keseluruhan. Penggunaan name style buku menggunakan berksihe swash , sedangkan untuk body text seperti sinopsis, alamat penerbit, nama penulis dan ilustrasi menggunakan font agdasima regular. 7 Spesifikasi Desain Struktur dan Konten VisualTerdapat 4, dengan masing-masing Bab terdapat sub- bab Susunan konten pada buku adalah sebagai berikut : Cover Kata Pengantar Daftar Isi Bab 1. Sejarah Kota Gorontalo Kondisi Kota gorontalo Saat Ini deskripsi singkat bangunan cagar budaya kota grorontalo ilustrasi bangunan cagar budaya kota gorontalo Bab 2: Pengertian Cagar Budaya Definisi Cagar Budaya - fungsi Cagar Budaya dalam Masyarakat - Pentingnya Melestarikan Cagar Budaya Bab 3: Sejarah Cagar Budaya -Perkembangan Konsep Cagar Budaya - Peran Cagar Budaya dalam Sejarah Manusia - Perubahan Pandangan terhadap Cagar Budaya Bab 4 : Tantangan dalam Melestarikan Cagar Budaya dalam Era Modern - Globalisasi dan Pengaruhnya terhadap Cagar Budaya - Konflik Pengembangan Infrastruktur dengan Pelestarian - Perubahan Iklim dan Dampaknya pada Cagar Budaya Kesimpulan Daftar Pustaka Acknowledgement Profil Penulis JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS p-ISSN : 1979-0414 e-ISSN : 2621-6256. Setelah pembuatan konsep, proses yang selanjutnya adalah pembuatan prototype buku, pada tahapan ini merupakan proses mewujudkan ide dan konsep menjadi wujud visual. Berikut ini adalah hasil desain dari buku Gambar 28 ilustrasi masjid Sumber:dokumen pribadi , 2023 Gambar 29. Ilustrasi masjid Sumber:dokumen pribadi , 2023 Gambar 30. Desain cover buku Sumber:dokumen pribadi , 2023 Gambar 31. Sumber:dokumen pribadi , 2023 Gambar 32. Desain isi buku Sumber:dokumen pribadi , 2023 Conclusion pengetahuan pengunjung terhadap bangunan cagar budaya kota Gorontalo masih terbilang minim, belum adanya optimalisasi pengenalan cagar budaya oleh pemkot menjadi salah satu latar belakang, meski pemkot telah berhasil melestarikan bangunan cagar budaya kota gorontalo . Namun tidak sedikit juga pengunjung yang mengetahui keberadaan bangunan bangunan cagar budaya dikota JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol. No. Desember 2023 : 8 1 Ae 95 JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS. Vol. No. Desember 2023, pp. 81 - 95 p-ISSN : 1979-0414. , e-ISSN : 2621-6256 . DOI : https://doi. org/10. 51903/pixel. Gorontalo . Potensi yang dimiliki bangunan cagar budaya dipenjuru kota gorontalo dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata kota gorontalo. Dengan adanya pengenalan bangunan-bangunan cagar budaya di kota Gorontalo dalam bentuk buku dapat menjadi salah satu alternatif informasi baik untuk kebutuhan edukasi maupun destinasi wisata. Selain itu melalui media buku ingin menyampaikan kepada pembaca akan keindahan dari kondisi bangunan cagar budaya dan lingkungannya yang dapat dikenang melalui goresan gambar dan lensa foto. References