JurnalKajianKesehatanMasyarakat Vol . 3 No. Edition:November2022AeApril2023 http://ejournal. id/index. php/JK2M Received:10 september 2022 Accepted: 26 oktober 2022 Revised:17 oktober 2022 ANALYSIS OF DETERMINANT FACTORS RELATED TO THE PERFORMANCE OF VILLAGE MIDWIFE TO REDUCE MORTALITY RATE MOTHER AND CHILDREN IN GUNUNGBARINGIN HEALTH CENTER IN 2021 Juwairiah,1Jon Piter Sinaga2. Bunga Mari Sembiring3 InstitutKesehatan Deli Husada Deli Tua e-mail :juwaihsb@gmail. Abstract Health is a basic human right and is one of the factors that determine the quality of human resources. Midwives are one of the health workers who have an important and strategic position, especially in reducing maternal mortality, morbidity and infant mortality. Currently in the world the Maternal Mortality Rate (MMR) during childbirth and the Infant Mortality Rate, especially for newborns, is still high. The factors that influence the performance of midwives in documenting the MCH Handbook include knowledge, attitudes, skills, work motivation, compensation system, workload and work climate. Based on this, the role of the midwife as a service provider must be capable and skilled in providing services in accordance with the established standards. Midwifery services have a noble purpose, protecting and promoting women's health, especially helping pregnant women and their The services are provided so that women and their families gain emotional adjustment in dealing with pregnancy and childbirth, as well as ensuring that prospective mothers get sufficient knowledge, skills and information to enter the period of motherhood. These factors include factors related to the performance of village midwives in reducing maternal and child mortality at the Gunung Baringin Community Health Center. This research is a survey with a cross sectional research The total sample in this study was 42 midwives. Data were analyzed by Chi Square test with 0. The results of the study using bivariate analysis showed that there was a relationship between the knowledge of midwives and the performance of midwives with p value . < 0. 05, there was a relationship between midwives' motivation and midwifery performance with p value . < 0. there was a relationship between midwife leadership and performance. midwife with p value . < 0. There is a relationship between midwife incentives and midwife performance with p value . < 0. 05 and There is a relationship between midwife colleagues and midwife performance in reducing maternal and child mortality at Gunung Puskesmas Lay with p value . < 0. Keywords: Performance of Midwives. Mother and Child, and Puskesmas. Pendahuluan Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan merupakan salah satu faktor yang Juwairiah. Piter & Mari Analysis Of Determinant. sangat menentukan kualitas sumber daya manusia, oleh sebab itu kesehatan perlu dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya serta dilindungi dari ancaman yang merugikannya. Dengan adanya pemikiran tersebut Pemerintah berupaya untuk mewujudkan suatu tatanan kehidupan yang Pembangunan Kesehatan Nasional yang sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang kesehatan yang tetap dijadikan acuan dalam upaya meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yan memiliki posisi penting dan strategis terutama dalam penurunan angka kematian ibu, angka kesakitan dan kematian bayi. Bidan juga memberikan pelayanan berkesinambungan dan paripuma, yang berfokus bersama-sama kesehatan lainnya untuk senantiasa siap melayani siapa saja yang membutuhkannya kapan dan dimanapun dia berada (Kepmenkes, 2. Kinerja merupakan suatu hasil yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugastugas didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesanggupan serta waktu (Supriyono, 2. Ada tiga variabel yang berpengaruh terhadap kinerja seseorang, antara lain : variabel indvidu, variabel organisasi, dan variabel psikologis. Variabel indvidu meliputi kemampuan dan keterampilan, latar belakang . eluarga, tingkat sosial, pengalama. , demografis . mur, lama kerja, jenis kelami. , variabel psikologi yang meliputi persepsi, sikap, kepribadian, kepuasan Sedangkan organisasi meliputi kepemimpinan, kompensasi, konflik, kekuasaan, struktur organisasi dan dengan pekerjaan, yang mempengarui kinerja Berdasarkan buku pedoman Bidan tingkat Desa. Bidan Desa mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut : Juwairiah. Piter & Mari Analysis Of Determinant. Mempercepat Kematian Ibu (AKI) Angka Untuk meningkatkan cakupan dan persalinan, perawatan nifas, kesehatan bayi dan anak balita serta pelayanan dan konseling pemakaian kontrasepsi serta strategis antara lain melalui Posyandu dan Polindes. Terjaringnya seluruh kasus resiko tinggi ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi penanganan yang memadai sesuai kasus dan rujukannya. Penempatan tersebut disamping dalam upaya penurunan AKB dan AKI juga pemerataan pelayanan kesehatan melalui Puskesmas dan Posyandu juga untuk berperilaku hidup sehat serta dapat berkelanjutan demi tercapainya target derajat kesehatan masyarakat. Tingginya Indonesia terjadi pada ibu hamil yang berisiko tidak terdeteksi secara dini. Berdasarkan hal tersebut maka peran bidan sebagai pemberi pelayanan harus mampu dan terampil dalam memberikan pelayanan sesuai dengan standart yang ditetapkan. Peran serta yang proaktif dari bidan diharapkan dapat menekan penurunan Juwairiah. Piter & Mari Analysis Of Determinant. Indonesia. Peran bidan antara lain antenatal meliputi kunjungan pertama ibu hamil kepada tenaga kesehatan (K. , kunjungan keempat ibu hamil kepada tenaga kesehatan (K. dan semua persalinan harus ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, semua komplikasi obstetri mendapat pelayanan rujukan yang adekuat, semua perempuan dalam kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi yang tidak aman (Sujudi, 2. Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun yang dinyatakan dalam 1. kelahiran hidup pada tahun yang sama. AKB juga merupakan indicator yang biasanya digunakan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu banyak upaya yang kesehatan dilakukan dalam rangka menurunkan AKB. Menurut hasil SDKI terjadi penurunan AKB sejak tahun 1991. Pada tahun 1991 AKB sebesar 68/1000 kelahiran hidup. Sedangkan hasil SDKI AKB 34/1000 kelahiran hidup . hasil estimasi Angka Kematian Bayi dalam periode 5 tahun terakhir sebelum survey,misalnya pada SDKI tahun 2007 diperoleh AKB untuk 5 tahun sebelumnya yaitu tahun 2003-2007 sebesar 34/1000 kelahiran hidup (Profil Kesehatan Iindonesia,2. Penelitian Dhia Farida menyimpulkan untuk pengetahuan bidan tentang standar pelayanan antenatal dari delapan informan mengetahui tujuan dan manfaat dari standar pelayanan antental, yaitu memudahkan pelayanan antental, bekerja sesuai aturan, bekerja sesuai Sedangkan manfaat yaitu dapat terlindungi. Ibu dan janin dapat terdeteksi secara dini bila ada kelainan, pelayanan pelayanan dan pelayanan menjadi aman. Kemudian Penelitian yang dilakukan Suparjo . di kabupaten kudus mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja bidan. Masa kerja bidan lebih dari 3 Ae 6 tahun . ua period. sebesar 65% dan 35% kurang dari 3 tahun . atu period. Pelayanan kebidanan mempunyai tujuan yang mulia, melindungi dan mempromosikan terutama membantu perempuan hamil Pelayanan keluarganya memperoleh penyesuaian emosional dalam menghadapi kehamilan dan persalinan, serta menjamin calon ibu mendapatkan pengetahuan, keterampilan . tanggungjawab yang benar dan tepat (Pairman. & Picombe. , 1. Untuk itu Salah satu kunci keberhasilan menurunkan Angka Kematian Pada Ibu dan Angka Kematian Pada bayi adalah tergantung kualitas kinerja Bidan. Melalui pemeriksaan yang rutin dan teratur oleh ibu hamil dan ditunjang dengan kualitas kinerja bidan yang baik dan berkompeten maka menghasilkan penurunan angka kematian ibu dan bayi. Untuk itu penting dilakukan penelitian ini dengan judul AuAnalisis Faktor Determinan Yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan Desa Menurunkan Angka Kematian Ibu Dan Anak Dipuskesmas Gunungbaringin Tahun 2021Ay. Juwairiah. Piter & Mari Analysis Of Determinant. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah survei dengan menggunakan desain penelitian studi cross sectional dimana data yang menyangkut variabel bebas dan variabel terikat akan dikumpulkan dalam waktu bersamaan yang bertujuan untuk mengidentifikasikan Bidan Desa Dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Anak Di Puskesmas Gunung Beringin Tahun 2021. Penelitian dilakukan Puskesmas Gunung Baringin Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara. Penelitian direncanakan akan dilakukan pada bulan Desember 2021 sampai Februari 2022. Populasi dan Sampel. Populasi dalam penelitian ini adalah 42 bidan yang terdaftar dan mengabdikan dirinya di puskesmas Gunung Baringin Penelitian Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki Sampel adalah elemen-elemen kemampuan yang mewakilinya (Hidayat. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi dijadikan sebagai sampel Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebagai Data primer didapat dari Wawancara (Indepth subjek penelitian menggunakan pedoman wawancara yang disiapkan sebelumnya. Pengamatan langsung dilakukan dengan Data sekunder diperoleh berdasarkan hasil telaah dokumen maupun hasil dari data administrasi yang mendukung. Berdasarkan Berdasarkan Data kinerja Puskesmas. Profil Puskesmas Gunung Baringin. Hasil UPT Puskesmas Gunung Baringin berada dalam wilayah yang rawan akan bencana Alam Longsor, disamping itu Akses (Jalan Penghubun. dari Kabupaten Kota menuju UPT Puskesmas Gunung Baringin masih memprihatinkan, jalan masih banyak yang berlubang-lubang, bahkan ada di beberapa titik yang sangat rawan, yang sangat di khawatirkan dapat memutus akses Jalan Kecamatan ke Kabupaten Kota, sementara itu akses antar desa dan desa ke kota kecamatan juga lebih memprihatinkan lagi. Analsis Univariat Tabel 4. 4 Distribusi Frekuensi Bidan Desa Berdasarkan Pengetahuan Puskesmas Gunung Baringin Tahun 2021 No. Pengetahuan Jumlah % Baik Kurang Baik Total Tabel berkategori baik yaitu sebanyak 22 orang . ,4%) sedangkan yang pengetahuan tidak baik sebanyak 20 orang . ,6%). Analisis Bivariat Analisis menjelaskan hubungan antara variabel independen yang meliputi dengan variabel dependen yaitu kinerja bidan desa yang dilakukan dengan uji pearson chi-square. Dikatakan ada hubungan yang bermakna secara statistik jika diperoleh nilai p < 0,05. Hubungan independen dengan variabel dependen dengan uji pearson chi-square dapat dilihat dengan hasil sebagai berikut Tabel 4. 9 Hubungan Pengetahuan dengan Kinerja Bidan Desa Dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu Dan Anak di Puskesmas Gunung Baringin Tahun 2021 Juwairiah. Piter & Mari Analysis Of Determinant. Kinerja Bidan Desa Pengetahuan Baik Kurang Baik % N Total Value Baik 17 77,3 2 100,0 Kurang Baik 7 31,8 2 100,0 Total ,1 8 4 100,0 0,002 Tabel 4. 9 menunjukkan bidan desa yang pengetahuan baik dan kinerjanya baik yaitu sebanyak 17 orang . ,3%) dan yang kinerjanya kurang baik sebanyak 5 orang . ,7%), sedangkan bidan desa yang pengetahuan kurang baik dan kinerjanya baik yaitu sebanyak 7 orang . ,0%) dan yang kinerjanya kurang baik sebanyak 13 orang . ,0%). Hasil analisis hubungan yang menggunakan uji statistik Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% dan alpha 0,05 diperoleh nilai A value 0,002 artinya pengetahuan dengan kinerja bidan desa dalam dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Gunung Baringin. Tabel 4. 10 Hubungan Motivasi dengan Kinerja Bidan Desa Dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu Dan Anak di Puskesmas Gunung Baringin Tahun 2021 Kinerja Bidan Tota P Motivasi Baik Kurang Rendah % N 7 35,0 1 65,0 Tinggi 17 77,3 5 22,7 Value 2 100,0 2 100,0 0,014 Total 1 42,9 7, 8 4 100,0 Tabel 4. 10 menunjukkan bidan desa yang motivasi tinggi dan kinerjanya baik yaitu sebanyak 17 orang . ,3%) dan yang kinerjanya kurang baik sebanyak 5 orang . ,7%), sedangkan bidan desa yang motivasi rendah dan kinerjanya baik yaitu sebanyak 7 orang . ,0%) dan yang kinerjanya kurang baik sebanyak 13 orang . ,0%). Hasil analisis hubungan yang menggunakan uji statistik Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% dan alpha 0,05 diperoleh nilai A value 0,014 artinya secara signifikan ada hubungan motivasi menurunkan angka kematian ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Gunung Baringin. Tabel 4. 11 Hubungan Kepemimpinan dengan Kinerja Bidan Desa Dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu Dan Anak di Puskesmas Gunung Baringin Tahun 2021 Kinerja Bidan Tota P Kepemimpin Baik Kurang Value % N % N % Baik 16 84,2 3 15,8 1 100,0 Kurang Baik 8 34,8 1 65,2 Total 0,004 2 100,0 57 1 42,9 4 100,0 ,1 8 Tabel 4. 11 menunjukkan bidan desa yang mempunyai kepemimpinan baik dan kinerjanya baik yaitu sebanyak 16 orang . ,2%) dan yang kinerjanya kurang baik sebanyak 3 orang . ,8%), sedangkan kurang baik dan kinerjanya baik yaitu sebanyak 8 orang . ,8%) dan yang kinerjanya kurang baik sebanyak 15 orang . ,2%). Hasil analisis hubungan yang menggunakan uji statistik Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% dan alpha 0,05 diperoleh nilai A value 0,004 artinya kepepimpinan dengan kinerja bidan desa dalam menurunkan angka kematian ibu Juwairiah. Piter & Mari Analysis Of Determinant. dan anak di wilayah kerja Puskesmas Gunung Baringin. Kurang Baik Tabel 4. 12 Hubungan Insentif dengan Kinerja Bidan Desa Dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu Dan Anak di Puskesmas Gunung Baringin Tahun 2021 Total Kinerja Bidan Desa Insentif Baik Total Kurang Value Baik Puas % N 17 77,3 5 2 100,0 0,014 Kurang Puas 7 35,0 Total 2 100,0 4 100,0 Tabel 4. 12 menunjukkan bidan desa yang insentifnya puas dan kinerjanya baik yaitu sebanyak 17 orang . ,3%) dan yang kinerjanya kurang baik sebanyak 5 orang . ,7%), sedangkan bidan desa yang insentifnya kurang puas dan kinerjanya baik yaitu sebanyak 7 orang . ,0%) dan yang kinerjanya kurang baik sebanyak 13 orang . ,0%). Hasil analisis hubungan yang menggunakan uji statistik Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% dan alpha 0,05 diperoleh nilai A value 0,014 artinya secara signifikan ada hubungan imbalan menurunkan angka kematian ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Gunung Baringin. Tabel 4. 13 Hubungan Rekan Kerja dengan Kinerja Bidan Desa Dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu Dan Anak di Puskesmas Gunung Baringin Tahun 2021 Kinerja Bidan Tota P Rekan Kerja Baik Kurang Baik % N 19 76,0 6 24,0 Value 2 100,0 0,007 5 29,4 1 70,6 1 100,0 1 42,9 4 100,0 7, 8 Tabel 4. 13 menunjukkan bidan desa dengan rekan kerja yang baik dan kinerjanya baik yaitu sebanyak 19 orang . ,0%) dan yang kinerjanya kurang baik sebanyak 6 orang . ,0%), sedangkan bidan desa dengan rekan kerja yang kurang baik dan kinerjanya baik yaitu sebanyak 5 orang . ,4%) dan yang kinerjanya kurang baik sebanyak 12 orang . ,6%). Hasil analisis hubungan yang menggunakan uji statistik Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% dan alpha 0,05 diperoleh nilai A value 0,007 artinya secara statistik ada hubungan rekan kerja menurunkan angka kematian ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Gunung Baringin. Analisis Multivariat Analisis multivariat dalam penelitian ini dimaksudkan untuk melihat hubungan variabel independen terhadap dependen dan sekaligus melihat variabel paling pertimbanganpada analisis bivariat . ji chi squar. terdapat variabel yang mempunyai nilai . = 0,. , untuk mencari faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan desa pada era covid 19 dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak dengan langkah Ae langkah : Melakukan analisa pada model deskriptif pada setiap variabel dengan tujuan menestimasi peranan variabel masing- masing Melakukan yang potensial dimasukkan dalam model. Variabel yang dipilih atau dianggap signifikan yaitu variabel yang mempunyai nilai p kurang 0,25 . < 0,. Setelah diidentifikasi variabel yang Aesama metode enter untuk mengidentifikasi Juwairiah. Piter & Mari Analysis Of Determinant. faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan kinerja bidan desa dengan nilai p< 0,05 dan dimasukkan dalam model persamaan regresi linear Variable. entered on step 1: Pengetahuan_Bidan. Motivasi. Kepemimpinan. Imbalan. Berdasarkan hasil analisis multivariat diketahui bahwa variabel faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan desa pada era covid 19 dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Gunung Baringin dilihat berdasarkan nilai p-value 0,006 < 0,05 dan berdasarkan nilai Exp(B) pada hasil uji Multivariat diketahui bahwa pengetahuan bidan memiliki nilai terbesar yaitu 6,055 sehingga dapat pengertahuan bidan berpeluang 6,055 kali menyebabkan kinerja bidan desa dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Gunung Baringin . Tabel 4. 14 Hasil Uji Regresi Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan Desa Dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Di Puskesmas Gunung Baringin B S. W df Si E 95% xp C. (B EXP( L U o pp w er Penget Bidan( Motiva . Kepem 1. Insenti 65 10 26 4 0 1 Consta 3. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan mengenai Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan Desa Dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Anak Di Puskesmas Gunung Baringin tahun 2021 dapat disimpulkan yaitu: Terdapat Pengetahuan bidan dengan kinerja bidan dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak di Puskesmas Gunung Baringin. Terdapat hubungan Motivasi bidan menurunkan angka kematian ibu dan anak di Puskesmas Gunung Baringin. Terdapat hubungan Kepemimpinan bidan dengan kinerja bidan dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak di Puskesmas Gunung Baringin. Juwairiah. Piter & Mari Analysis Of Determinant. Terdapat hubungan Insentif bidan menurunkan angka kematian ibu dan anak di Puskesmas Gunung Baringin. Terdapat hubungan Rekan Kerja bidan menurunkan angka kematian ibu dan anak di Puskesmas Gunung Baringin. Dari lima Variabel yang berhubungan ada satu variabel yang paling berhubungan yaitu Pengetahuan dimana semakin baik pengetahuan seseorang tentang suatu kesadarannya untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan pengetahuannya Pengetahuan berperan besar dalam memberikan wawasan kepada Bidan Desa dalam mengikuti pelatihan pelatihan pembentukan sikap dan perilaku sehingga kinerja bidan dapat meningkat dan menurunkan angka kematian ibu dan Pengetahuan menyadarkan Bidan Desa mengenai SOP yang harus dijalankan dalam menjalankan SOP dijalankan dapat meningkatkan kematian ibu dan anak. Daftar Pustaka