ISSN: 2597-3851 DOI: https://doi. org/10. 35747/hmj Homepage: https://journal. id/index. php/healthy Analisis Kualitatif-Kuantitatif Flavonoid dan Fenol Kelopak Buah Kalangkala (Litsea Angulata B. ) Menggunakan Spektrofometri UV-Vis Serta Aktivitas Antibakteri Terhadap Bakteri Escherichia coli Daipadli1*. Nurkhasanah2. Joko Priyanto Wibowo1. Najwi Hasani1. Muhammad Hifni1. Septiannor Sukma1 Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Barito Kuala. Kalimantan Selatan. Indonesia 2 Fakultas Farmasi. Universitas Ahmad Dahlan,Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta. Indonesia email: daipadli@umbjm. ABSTRACT The kalangkala plant (Litsea angulata Blume. ) is a typical plant from Kalimantan that is used in traditional medicine by the surrounding community. One of the diseases commonly treated with kalangkala is diarrhea, kalangkala contains secondary metabolite compounds flavonoids alkaloids, phenols, tannins, terpenoids, steroids, and saponins. The flavonoid and phenol secondary metabolites have been tested to have antibacterial activity. This study aims to determine the qualitative and quantitative flavonoids and phenols to test and observe the effect of the optimal dose of ethanol extract of kalangkala fruit petals (Litsea angulata Blume. ) which has antibacterial activity on Escherichia coli bacteria. The methods used included extraction with Ultrasound Assisted Extraction using 96% ethanol, phytochemical screening, determination of flavonoid and phenol content using UV-Vis spectrophotometry, and antibacterial activity testing using the in vitro method. The phytochemical screening results showed that the positive extracts contained flavonoids and phenols. Quantitative analysis yielded a total flavonoid content of 22. 573 mgQE/g and a total phenol content of 15. 327 mgGAE/g. The antibacterial activity test results showed the formation of inhibition zones at concentrations of 10% . 7 m. , 15% . 3 m. , 20% . 1 m. , 25% . 2 m. , and Ciprofloxacin . 1 m. , while concentrations of 5% and DMSO 4 showed no activity. Based on the One Way ANOVA statistical test, there was a significant difference between concentrations . <0. The conclusion states that ethanol extract from kalangkala fruit petals contains flavonoid and phenolic compounds, with a flavonoid content of 573 mgQE/g and a phenolic content of 15. 327 mgGAE/g. The optimal dose for the antibacterial activity of ethanol extract from kalangkala fruit petals is 25%, with a result of 14. 5 mm in the moderate category. Keyword: Kalangkala. Phytochemical Screening. Total Flavonoid Content. Total Phenol Content. Escherichia coli Received: September 2025. Accepted: Desember 2025. Published: Desember 2025 A2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG Indonesia diperoleh dan murah. Selain itu efek samping yang Negara memiliki kekayaan tumbuhan . yang berkhasiat menggunakan obat kimia. Penggunaan tanaman Masyarakat Indonesia melakukan pengobatan untuk pengobatan perlu ditunjang oleh data-data bukan hanya medis tetapi masih banyak juga yang penelitian sehingga khasiatnya secara ilmiah tidak melakukan pengobatan secara tradisional. Banyak diragukan dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini masyarakat yang masih menggunakan obat-obatan tentu akan lebih mendorong masyarakat untuk tradisional, selain mudah didapatkan harganya juga menggunakan tumbuhan atau tanaman sebagai obat . Penggunaan pengobatan telah lama dikenal oleh masyarakat. Salah satu tanaman herbal yang digunakan Usaha pengembangan tanaman untuk pengobatan sebagai obat adalah Litsea angulata B. yang dikenal perlu dilakukan mengingat bahwa tanaman mudah (Kalimanta. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 115Ae 124 e-ISSN: 2598-2095 engkala atau pengolaban (Malaysi. yang termasuk tingkat resistensi yang cukup tinggi terhadap berbagai dalam suku Lauraceae. Sekitar 22 jenis Litsea jenis antibiotik konvensional . Kondisi ini menuntut terdistribusi di Pulau Kalimantan. Penduduk lokal adanya alternatif pengobatan. Meskipun penelitian mengenai biji dan daging tradisional . Pada penelitian sebelumnya biji buah buah Kalangkala telah dilakukan, perhatian terhadap kalangkala di daerah asalnya yaitu Kalimantan, bagian kelopak buah masih sangat minim. Secara morfologi, kelopak buah Kalangkala memiliki warna Aktivitas merah muda hingga merah tua, yang mengindikasikan tingginya kandungan pigmen antosianin dan senyawa kandungan fenolik dan flavonoid yang ada pada biji buah kalangkala (Litsea angulat. Menurut mengonsumsi daging buahnya sebagai panganan penelitian . senyawa metabolit sekunder flavonoid dianggap sebagai limbah dan dibuang. Padahal. Escherichia coli. Bakteri Escherichia coli merupakan berdasarkan studi pada famili Lauraceae lainnya, salah satu penyebab penyakit diare pada manusia. bagian tanaman ini kaya akan senyawa metabolit Selama Diare merupakan perilaku buang air besar dalam sekunder yang berpotensi sebagai antimikroba . keadaan tidak normal dan lebih cair dari biasanya, dan Pemanfaatan limbah kelopak buah ini tidak hanya dalam jumlah tiga kali atau lebih dalam periode 24 memberikan nilai tambah pada tanaman Kalangkala. Diare salah satu penyakit disebabkan oleh infeksi tetapi juga berpotensi menjadi sumber bahan baku obat antibakteri yang murah. Semua menderita penyakit diare mulai dari anak-anak sampai orang dewasa . World Health Organization (WHO) METODE diare adalah penyebab kematian utama balita di Pembuatan Simplisia negara berkembang. Di Indonesia, penyakit diare Buah kalangkala dikumpulkan dari daerah Desa mendapatkan prioritas program . Di Indonesia. Batang Bahalang Sungai Tabukan Muhara Mangunang diare termasuk penyakit endemis dan juga merupakan penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang Kalimantan Selatan. Tanaman Kalangkala sudah sering disertai dengan kematian. Secara klinis diare dilakukan determinasi di Laboratorium Pendidikan dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, parasit. Biologi malabsorpsi, alergi, keracunan, imunodefisiensi dan lain-lain. Buah kalangkala yang dipilih adalah buah yang masih Campylobacter. Salmonella. Shigella. Escherichia coli segar berwarna merah muda, kemudian dipisahakan dan Vibrio cholera . antara daging buah dengan kelopak buah. Sampel Bakteri Barabai Kabupaten Universitas Hulu Lambung Sungai Mangkurat Tengah, 071/UN8. 2/PG/Lab. PMIPA/Bio/2025. Di antara bakteri penyebab diare tersebut, dipisahkan dari kotoran, dicuci dengan air bersih. Escherichia coli merupakan salah satu patogen utama. dipotong tipis-tipis, kemudian dikeringkan di bawah Meskipun Escherichia coli adalah flora normal di usus, sinar matahari dan dioven pada 50AC selama 2y24 beberapa strain patogen dapat menyebabkan diare Bahan kering disortasi untuk menghilangkan Selain itu. Escherichia coli diketahui memiliki Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 115Ae 124 e-ISSN: 2598-2095 pengotor, dihaluskan dengan blender, dan disaring (AlClCE) menggunakan ayakan mesh 40. Ekstraksi dilaporkan dalam literatur. Larutan standar kuersetin Simplisia serbuk didapatkan sebanyak 498,07 gram, dibuat dalam metanol pada konsentrasi 20Ae100 kemudian simplisia sebanyak 20 gram dimasukkan AAgAmLAA untuk kurva kalibrasi. Sampel ekstrak kedalam erlenmeyer 250 mL, tambahkan etanol 96% dilarutkan pada konsentrasi yang sesuai dalam dengan perbandingan 1:10 yaitu 200 mL . Masing-masing 1,0 mL larutan sampel atau Masukkan kedalam Ultrasound Assisted Extraction standar dicampur dengan 1,0 mL larutan AlClCE 10% atur frekuensi 40 Khz lakukan selama 30 menit dengan . dan 1,0 mL natrium asetat 1 M, diinkubasi pada suhu 40EE . Lakukan proses Ultrasound Assisted Extraction terhadap 498,07 gram simplisia hingga absorbansinya terhadap blanko pada = 438 nm simplisia terekstraksi semua, setelah itu hasil ekstraksi disaring untuk memisahkan filtrat dengan ampas, flavonoid total dinyatakan sebagai mg kuersetin kemudian filtrat dipisahkan dari pelarutnya dengan ekuivalen per gram ekstrak . g QE/g ekstra. cara menggunakan rotary evaporator, selanjutnya berdasarkan persamaan regresi kurva kalibrasi . Uji Penetapan Kadar Fenol menghasilkan ekstrak kental kelopak buah kalangkala Kadar . FolinAeCiocalteu Skrining Fitokimia Larutan UV-Vis. Kadar Skrining fitokimia merupakan tahap awal dalam konsentrasi 20Ae100 AAgAmLAA. Sebanyak 0,5 mL identifikasi senyawa bioaktif pada bahan alam, yang larutan standar atau sampel dicampur dengan 2,5 mL bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit reagen FolinAeCiocalteu . ilarutkan 1:10 dengan ai. , sekunder flavonoid dan fenol. Analisis ini penting diikuti penambahan 2,0 mL NacOCE 7,5% . sebagai dasar untuk mengevaluasi potensi biologis Campuran dikocok dan diinkubasi pada suhu kamar ekstrak dan menentukan senyawa yang berperan terhadap blanko pada = 749 nm. Kadar fenol total Pengujian skrining dilakukan secara kualitatif dengan dinyatakan sebagai mg asam galat ekuivalen per gram melihat perubahan warna maupun endapan. Adapun ekstrak . g GAE/. berdasarkan kurva kalibrasi asam reagen yang digunakan dapat dilihat pada galat . Ae100 AAgAmLAA) . tabel berikut. Uji Aktivitas Antibakteri Tabel 1. Reagen Uji Skrining Fitokimia Jenis Uji Flavonoid Fenol kemudian absorbansi Aktivitas antibakteri ekstrak etanol kelopak buah Reagen / Bahan Serbuk Mg. HCl pekat FeCl3 5%. kalangkala diuji dengan metode difusi cakram. Kultur Escherichia coli ATCC 8739 yang telah disesuaikan McFarland diinokulasikan pada medium Mueller Hinton Agar. Uji Penetapan Kadar Total Flavonoid Cakram kertas steril berdiameter 6 mm yang telah menggunakan metode kolorimetrik aluminium klorida direndam dalam larutan ekstrak pada konsentrasi 5%. Penentuan Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 115Ae 124 e-ISSN: 2598-2095 permukaan medium yang diinokulasi. DMSO4 1% frekuensi tinggi . Ae100 kH. yang menghasilkan sebagai kontrol negatif dan Ciprofloxacin 5 AAg kavitasi . elembung-gelembung keci. dalam pelarut. digunakan sebagai kontrol positif. Kemudian dilakukan Ketika gelembung ini pecah . , menghasilkan inkubasi pada suhu 37 AC selama 24 jam, kemudian tekanan dan suhu lokal yang tinggi yang dapat diameter zona hambat di sekitar cakram diukur dalam merusak dinding sel bahan tumbuhan, mempercepat Uji dilakukan dalam tiga replikasi, dan hasil dinyatakan sebagai rata-rata A SD. Data dianalisis meningkatkan penetrasi pelarut ke dalam jaringan sel secara statistik menggunakan One Way ANOVA senyawa bioaktif dari bahan alam. Pada tahap ini, dengan tingkat signifikansi p<0,05. Ultrasonic Assisted Extraction dilakukan dengan cara serbuk simplisia ditimbang HASIL DAN PEMBAHASAN sebanyak 498,07 gram diekstraksi dengan pelarut dengan perbandingan 1:10. Pelarut yang digunakan adalah etanol 96%. Karena pelarut etanol 96% melarutkan berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, fenolik, alkaloid, dan saponin . Konsentrasi etanol Gambar 1. Buah dan Kelopak Buah Kalangkala Hasil randemen simplisia dapat dilihat pada tabel Randemen Simplisia Kelopak Buah Kelopak Buah Segar . Bobot Simplisia Kering . 0,49807 19,92% Nilai rendemen ini mencerminkan berkurangnya hasil dari ekstraksi Ultrasonic Assisted Extraction. Setelah itu filtrat dipisahkan dari pelarutnya dengan Kalangkala jaringan tanaman . Setelah mendapatkan filtrat Tabel yang tinggi dapat dapat menyebabkan dehidrasi sel, memiliki kadar air yang cukup tinggi. Rendemen sebesar hampir 20% dapat dikategorikan cukup baik, karena menunjukkan bahwa kelopak buah kalangkala cara menggunakan rotary evaporator, kemudian menghasilkan ekstrak kental kelopak buah kalangkala. Hasil rendemen ekstraksi dapat dilihat pada tabel Tabel 3. Randemen Esktrak Kelopak Buah Kalangkala Kelopak Buah Segar . 498,07 Bobot Simplisia Kering . 19,17 3,85% memiliki kandungan padatan yang relatif tinggi setelah Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen proses pengeringan, sehingga berpotensi memberikan ekstrak kelopak buah kalangkala tergolong cukup baik hasil ekstrak yang optimal pada tahap selanjutnya. dan sesuai dengan kisaran umum yang dilaporkan Proses ekstraksi serbuk simplisia kelopak buah dalam Farmakope Herbal Indonesia untuk simplisia kalangkala dilakukan metode Ultrasonic Assisted tanaman yang mengandung senyawa aktif polar Extraction, yaitu metode dengan Ekstraksi dengan hingga semi-polar. bantuan ultrasonik adalah teknik yang memanfaatkan Ekstrak kemudian dilakukan skrining fitokimia, gelombang ultrasonik untuk meningkatkan efisiensi Skrining fitokimia adalah proses analisis awal untuk ekstraksi UAE menggunakan gelombang ultrasonik mendeteksi keberadaan golongan senyawa metabolit Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 115Ae 124 e-ISSN: 2598-2095 sekunder dalam ekstrak tumbuhan. Tujuannya adalah Hasil total flavonoid. Penetapan kadar flavonoid total adalah Kemudian esktrak dilakukan uji penetapan kadar Fenol Pereaksi Ekstrak HCl pekat Serbuk Mg FeCl3 5% Uji Flavonoid Abs. Tabel 4. Hasil Skrining Fitokimia Absorbansi . seperti flavonoid dan fenol . Panjang Gelombang . untuk mengetahui jumlah senyawa flavonoid yang terdapat dalam suatu sampel. Prosedur ini dilakukan Gambar 2. Panjang Gelombang Kuersetin 438 nm. menggunakan metode kolorimetri, yang bekerja Dari pengukuran tersebut, menyatakan semakin berdasarkan prinsip pembentukan warna. Dalam tinggi konsentrasi yang digunakan maka semakin metode ini, aluminium klorida (AlClCE) bereaksi dengan tinggi pula absorban yang di peroleh. Hasil baku gugus keton pada senyawa flavonoid, menghasilkan terbentuknya ikatan. Dalam penelitian ini, larutan digunakan untuk regresi linear, yaitu y = 0,009x kuarsetin dengan konsentrasi 20 ppm, 40 ppm, 60 0,1155 dengan nilai R2 yang diperoleh sebesar 0,9967 ppm, 80 ppm dan 100 ppm, digunakan untuk dan nilai r adalah 0,9983. mengukur total kadar flavonoid total dalam sampel. Kurva Standar Kuersetin Karena metode yang digunakan untuk menghitung 1,600 kadar dengan persamaan kurva baku, digunakan deret persamaan linear yang dapat digunakan untuk Digunakan Absorbansi konsentrasi, untuk membuat kurva baku, beberapa y = 0,009x 0,1155 1,010 RA = 0,9967 0,825 0,683 0,462 0,293 1,100 0,600 0,100 -0,400 sebagai larutan standar Karena kuersetin adalah flavonoid dari kelompok flavonol dengan gugus keto Konsentrasi Kuersetin . Gambar 3. Grafik Kurva Standar Kuersetin. pada C-4 dan gugus hidroksil pada atom C-3 atau C-5 Untuk yang bersebelahan dari flavon dan flavonol . flavonoid total pada ekstrak sampel, persamaan kurva Pengukuran kalibrasi kuersetin dapat digunakan sebagai referensi. maksimal dilakukan dengan dari panjang gelombang Pengujian analisis kuantitatif dengan spektrofotometri antara 400-450 nm. Hasil pengujian menyatakan UV-Vis digunakan larutan blanko sebagai kontrol yang . engkali nol-ka. kuarsetin adalah 438 nm. Panjang gelombang tersebut senyawa yang tidak perlu dianalisis. Untuk mengukur digunakan untuk menghitung serapan sampel ekstrak jumlah total senyawa flavonoid, larutan sampel etanol kelopak buah kalangkala. (Litsea angulata Blum. kompleks, yang menyebabkan perubahan panjang AlCl3 Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 115Ae 124 e-ISSN: 2598-2095 gelombang ke arah visible . yang ditandai dengan larutan menghasilkan warna yang lebih menjaga panjang gelombang pada area yang dapat terlihat . Absorbansi . Abs. Dan menambahkan kalium asetat untuk hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah flavonoid total dalam ekstrak etanol kelopak buah kalangkala (Litsea angulata Blum. sebesar 22,573 mgQE/g ekstrak yang dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 5. Kadar Flavonoid Total Kelopak Buah Kalangkala (Litsea angulata Blum. Replikasi . g/L) . gQE/. 0,318 0,319 22,61 22,61 0,319 22,61 22,61 rata-rata . gQE/. Panjang Gelombang . Gambar 4. Panjang Gelombang Asam Galat 749 nm Dalam penelitian ini, kurva baku asam galat konsentrasi, yaitu 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, 80 ppm dan 100 ppm. Larutan standar tersebut diinkubasi selama 30 menit. Pengukuran absorbansi dilakukan 22,573 menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 749 nm. Selanjutnya ekstrak dilakukan uji penetapan Pembuatan kurva baku asam galat dilakukan kadar total fenol. Pengujian kadar fenol total dilakukan sebanyak tiga kali replikasi untuk memperoleh nilai menggunakan reagen folin-ciocalteu dan dianalisis koefisien determinasi (RA) yang paling mendekati nilai dengan spektrofotometri UV-Vis. Senyawa fenolik 1, hasil persamaan regresi linear didapatkan yaitu y= akan bereaksi dengan reagen tersebut membentuk 0,0153x 0,2523 dengan nilai R2 yang diperoleh kompleks berwarna biru, di mana intensitas warna sebesar 0,9916 dan nilai r Adalah 0,9958 yang terbentuk sebanding dengan jumlah senyawa Kurva Standar Asam Galat fenolik yang terkandung dalam sampel. Dalam metode hidroksibenzoat yang bersifat stabil dan memiliki struktur sederhana . Asam galat dipilih sebagai standar karena merupakan senyawa fenolik yang memiliki banyak ini, larutan standar yang digunakan adalah asam galat, 1,900 1,700 y = 0,0153x 0,2523 1,500 RA = 0,9916 1,300 1,100 0,900 0,700 0,500 konsentrasi Asam Galat . gugus hidroksil, sehingga memiliki reaktivitas tinggi. Selain itu, asam galat merupakan salah satu bentuk Gambar 5. Grafik Kurva Standar Asam Galat fenol paling sederhana dan umum dijumpai dalam Hasil Rata-rata kadar fenol total dari ekstrak yang berbagai jenis bahan pangan . telah dihitung menunjukkan bahwa ekstrak etanol 15,327 mgGAE/g. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 115Ae 124 Tabel 6. Kadar Fenol Total Kelopak Buah Kalangkala (Litsea angulata Blum. Replikasi fenol awal . g/L) total fenol . gGAE/. 0,515 16,916 16,916 0,479 14,598 14,598 0,477 14,469 14,469 rata-rata fenol total . gGAE/. e-ISSN: 2598-2095 8,9 mm 8,2 mm 9,1 mm 8,9 mm 10,9 mm 11,2 mm K (-) 15,327 Pengujian terakhir pada adalah uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol kelopak buah kalangkala menggunakan metode difusi cakram. K ( ) 0 mm 8,3 mm A 0,51 9,1 mm 9,3 mm A 0,2 11,2 mm 11,6 mm A 0,35 7,9 mm 0 mm 32,2 mm 33,1 mm Sedang Sedang Kuat 0 mm 0 mm Lemah 33,7 mm 33 mm A 0,75 Sangat Kuat Keterangan: Kontrol ( ) = Ciprofloxacin 5g Kontrol (-) = DMSO4 1% EE KBK = Ekstrak Etanol Kelopak Buah Kalangkala Menurut Davis . , kategori pada pengujian Pemilihan metode ini karena merupakan teknik yang sederhana, praktis, dan banyak digunakan untuk uji pertumbuhan bakteri dapat dikategorikan beberapa pendahuluan aktivitas antibakteri. Melalui metode ini, kategori, yaitu lemah O 5 mm, sedang 5-10 mm, kuat aktivitas ekstrak etanol kelopak buah kalangkala 10-20 mm dan sangat kuat Ou 20 mm. terhadap Escherichia coli dapat diamati secara Pada uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol langsung dari terbentuknya zona hambat di sekitar cakram yang telah diberi ekstrak. Pemilihan metode ini konsentrasi yaitu 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%, juga didasarkan pada sifat senyawa aktif dalam DMSO4 1% sebagai kontrol negatif dan Ciprofloxacin 5 ekstrak etanol yang umumnya bersifat polar hingga AAg sebagai kontrol positif. Penggunaan kontrol positif semipolar, sehingga mampu berdifusi dengan baik bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak yang diuji melalui medium agar dan menghasilkan respon yang memiliki efek sebagai antibakteri ditandai dengan Selain itu, metode difusi cakram memungkinkan adanya zona hambat disekitar lubang sumuran dan dilakukannya pengujian berbagai konsentrasi ekstrak secara bersamaan serta perbandingan dengan kontrol Ciprofloxacin 5 AAg. Hasil data ini menunjukkan bahwa positif berupa antibiotik standar. Dengan demikian, semakin besar konsentrasi yang digunakan semakin metode ini dianggap efisien dan sesuai untuk besar pula zona hambat yang terbentuk, namun zona hambat yang dihasilkan tidak sebesar pada kontrol ekstrak sebelum dilanjutkan ke uji lanjutan yang lebih positif Ciprofloxacin 5 AAg . kuantitatif seperti penentuan MIC atau MBC . Tabel 7. Hasil Uji Diameter Zona Hambat terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli . Konsentrasi EEKBK Replikasi Replikasi Replikasi Ratarata A SD Kategori . 0 mm Lemah 4,6 mm 4,8 mm 4,9 mm 4,7 mm A 0,15 Lemah Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 115Ae 124 e-ISSN: 2598-2095 Tabel 9. Hasil Uji Tukey HSD diameter zona hambat esktrak etanol kelopak buah kalangkala terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia Diameter zona hambat Tukey HSD Subset for alpha = 0. Perlakuan . Gambar 6. Hasil Uji Aktivitas Antibakteri. kontrol positif ciprofloxacin 5 AAg, kontrol negatif DMSO4 1%, ekstrak etanol kelopak buah kalangkala konsentrasi 5% dan 10%. ekstrak etanol kelopak buah kalangkala konsentrasi 15%. 20% dan 25%. Kontrol Negatif 0,0000 0,0000 sekunder yang ada pada kelopak buah kalangkala 8,3333 9,1000 Kontrol Positif Aktivitas antibakteri yang ditimbulkan terkait dengan hasil skrining fitokimia kandungan metabolit Sig. seperti flavonoid dan fenol yang memiliki mekanisme 4,7667 11,2333 33,0000 1,000 1,000 0,245 1,000 1,000 berbeda-beda sebagai antibakteri. Flavonoid memiliki Uji lanjutan Tukey HSD pada variabel diameter mekanisme menghambat fungsi membran sel dalam zona hambat menunjukkan bahwa kontrol negatif dan konsentrasi 5% berada dalam satu subset homogen ekstraseluler sehingga merusak membran sel bakteri dengan rerata zona hambat 0 mm, sehingga keduanya . tidak menimbulkan daya hambat. Konsentrasi 10% mendenaturasi protein yang mengakibatkan struktur membentuk subset tersendiri dengan rerata diameter protein menjadi rusak dan mengganggu fungsi 4,77 mm yang berbeda signifikan dari konsentrasi fisiologis bakteri sehingga terjadi kematian sel bakteri 15% dan 20% yang berada pada subset berikutnya . dengan rerata masingAcmasing 8,33 mm dan 9,10 mm. Tabel 8. Hasil Uji One Way Anova diameter zona hambat esktrak etanol kelopak buah kalangkala terhadap pertumbuhan bakteri Konsentrasi 25% memiliki rerata diameter zona Sedangkan Fenol Escherichia coli Diameter zona hambat Between Groups Within Groups Total berbeda dengan konsentrasi 10Ae20%, sedangkan kontrol positif menunjukkan rerata diameter tertinggi ANOVA Sum of Squares hambat 11,23 mm dan berada pada subset yang yaitu 33,00 mm dan membentuk subset tersendiri Mean Square Sig. yang berbeda nyata dari seluruh konsentrasi ekstrak. 2279,038 379,840 2606,743 0,000 Hal 2,040 0,146 2281,078 konsentrasi ekstrak dari 10% hingga 25% diikuti peningkatan diameter zona hambat yang bermakna. Hasil uji statistik menggunakan One Way Anova meskipun masih lebih rendah dibandingkan kontrol menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar positif, karena ciprofloxacin merupakan antibiotik kelompok konsentrasi ekstrak dengan nilai p value murni dengan mekanisme target spesifik pada DNA 0,000 . < 0,. girase, sementara ekstrak tumbuhan merupakan Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 115Ae 124 e-ISSN: 2598-2095 campuran berbagai senyawa bioaktif dengan potensi http://ejournal. id/index. php/JVK Amin. Tatalaksana Diare Akut. Cdk230, 42. , 504Ae508. https://doi. org/10. 5005/jp/books/12945_8 Uswatun Khasanah. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Diare dengan Perilaku Pencegahan Diare pada Balita. Jurnal Kesehatan AuSamodra Ilmu,Ay 7. , 149Ae160. Oksfriani. Uji Sensitivitas Antibiotik Terhadap Bakteri Escherichia coli Penyebab Diare Balita di Kota Manado. Journal Of Current Pharmaceutical Sciences, 2. Puspitasari I. Restuti A. Pola Resistensi Bakteri Escherichia coli Penyebab Diare pada Pasien Balita di RSUD Provinsi NTB. Jurnal Sains Farmasi & Klinis. :120-126. (Data spesifik resistensi coli di Indonesi. Widyasanti A. Septianti NA. Pemanfaatan Limbah Kulit Buah dan Bagian Tanaman Lainnya sebagai Sumber Antioksidan Alami: Review. Jurnal Teknologi Pertanian. :115-128. (Pendukung limbah/kelopa. Buanasari. Palupi. Serang. Pramudono, , & Sumardiono. Development of ultrasonic-assisted extraction of antioxidant compounds from Petai (Parkia speciosa Hassk. IOP Conference Series: Materials Science Engineering, . https://doi. org/10. 1088/1757899X/349/1/012009. Pham. Nguyen. Nguyen. Le. Ho, . Trinh. Riyaphan. , & Weng. Optimization of Ultrasound-Assisted Extraction of Flavonoids from Celastrus hindsii Leaves Using Response Surface Methodology and Evaluation of Their Antioxidant and Antitumor Activities. BioMed Research International, 2020. https://doi. org/10. 1155/2020/3497107 Sjahid. Aqshari. , & Sediarso. Penetapan Kadar Fenolik dan Flavonoid Hasil Ultrasonic Assisted Extraction Daun Binahong (Anredera cordifolia [Te. Steeni. Jurnal Riset Kimia, 11. , 16Ae23. https://doi. org/10. 25077/jrk. Borsato. , et al. Determination of total flavonoid content by aluminum chloride assay Ai methodological assessment and wavelength antibakteri yang bervariasi. KESIMPULAN Ekstrak etanol kelopak buah kalangkala (Litsea Blum. sekunder flavonoid dan fenol, serta memiliki kadar flavonoid total sebesar 22,573 mgQE/g dan kadar fenol total sebesar 15,327 mgGAE/g. Pada uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli menunjukkan bahwa ekstrak etanol kelopak buah kalangkala mampu menghambat pertumbuhan bakteri dengan efektivitas yang meningkat seiring kenaikan konsentrasi. Pada konsentrasi 10% dan 15%, zona hambat yang terbentuk masih tergolong lemah, sedangkan pada konsentrasi 20% dan 25% tergolong sedang. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Riset Inovasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin atas dukungan pendanaan melalui hibah P3M skema Penelitian Kerjasama Nasional. DAFTAR PUSTAKA