Volume 5 Nomor 1 . Juni GENITRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN ISSN: 2964-7010 Pemberdayaan Prakonsepsi Melalui Penguatan Kelompok Masyarakat dan Inovasi Ekonomi Kreatif Berbasis Gizi dan Kearifan Lokal di Kalurahan Wukirsari Maryudella Afrida1. Yunri Merida2. Siswanto Pabidang2. Eka Vicky Yulivantina2. Desto Arisandi3 Department of Nurse. STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Indonesia Department of midwifery. STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Indonesia Department of Medical Laboratory Technology. STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Indonesia Corresponding author: Maryudella Afrida Email: maryudella@gmail. ABSTRAK Pelayanan kesehatan prakonsepsi merupakan upaya penting dalam meningkatkan kesiapan kesehatan calon ibu dan mencegah anemia, kekurangan energi kronik, serta stunting. Namun, implementasinya di tingkat masyarakat masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya literasi kesehatan, terbatasnya kapasitas kader, belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital, serta belum terintegrasinya potensi ekonomi kreatif dan kearifan lokal sebagai media promosi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pelayanan kesehatan prakonsepsi melalui penguatan kader, pemanfaatan pangan lokal, inovasi ekonomi kreatif berbasis batik, dan pengembangan media digital di Kalurahan Wukirsari. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui identifikasi kebutuhan, pelatihan kader, edukasi gizi, skrining wanita usia subur, pendampingan kelompok batik, pengembangan Website BUHASI, serta monitoring dan evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas kader dalam pelayanan prakonsepsi, terbentuknya Gerakan Sadar Gizi Prakonsepsi, tersedianya Website BUHASI sebagai media edukasi dan pencatatan kesehatan, tersusunnya standar operasional prosedur Kelompok Batik Berkah Lestari, penerapan ergonomi dan keselamatan kerja, pengembangan motif batik bertema prakonsepsi, serta peningkatan kemampuan pemasaran digital kelompok usaha. Integrasi penguatan kader, teknologi digital, pemanfaatan pangan lokal, dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan pelayanan kesehatan prakonsepsi berbasis komunitas. Kata Kunci: Ekonomi Kreatif. Gizi. Kearifan Lokal. Pemberdayaan Masyarakat. Prakonsepsi ABSTRACT Preconception care plays a crucial role in improving women's health before pregnancy and preventing anemia, chronic energy deficiency, and stunting. However, its implementation at the community level remains constrained by limited health literacy, inadequate capacity of community health volunteers, suboptimal use of digital technology, and insufficient integration of local wisdom and creative economic potential into health promotion. This community service program aimed to strengthen community capacity for preconception care through the empowerment of health volunteers, utilization of local food resources, batik-based creative economic innovation, and digital health promotion in Wukirsari Village. Bantul Regency. The program employed a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, including community needs assessment, capacity-building for health volunteers, nutrition education, preconception health screening for women of reproductive age, mentoring of the Batik Berkah Lestari community, development of the BUHASI website, and participatory monitoring and evaluation. The program enhanced the capacity of health volunteers to Copyrigh @2026 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm deliver preconception services, established the Preconception Nutrition Awareness Movement, introduced the BUHASI website as a platform for health education and monitoring, developed standard operating procedures for the batik community, improved occupational health and safety practices, created preconception-themed batik motifs, and strengthened digital marketing skills. Integrating community empowerment, digital innovation, local food resources, and creative economy based on local wisdom proved effective in enhancing community capacity and supporting the sustainability of community-based preconception health services. Keyword: Community Empowerment. Creative Economy. Local Wisdom. Nutrition. Preconception Care PENDAHULUAN Kesehatan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak psikologis, sosial, dan gizi perempuan sebelum terjadinya kehamilan. Intervensi pada periode prakonsepsi terbukti berkontribusi terhadap penurunan risiko anemia, kekurangan energi kronik (KEK), komplikasi kehamilan, bayi berat lahir rendah, serta stunting pada 1. hari pertama kehidupan. Oleh karena itu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan pelayanan prakonsepsi sebagai bagian penting dari strategi promotif dan preventif dalam sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak (WHO,2. Di Indonesia, pelayanan prakonsepsi telah menjadi salah satu fokus transformasi pelayanan kesehatan primer. Namun demikian, implementasinya di tingkat masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan. Rendahnya literasi kesehatan reproduksi, kurangnya kesadaran pasangan usia subur terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum kehamilan, keterbatasan kapasitas kader kesehatan, serta belum optimalnya integrasi Posyandu menyebabkan cakupan pelayanan masih Kondisi tersebut diperberat oleh tingginya prevalensi anemia pada wanita usia subur yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi kehamilan maupun stunting (Kemenkes, 2. Kalurahan Wukirsari. Kapanewon Imogiri. Kabupaten Bantul merupakan wilayah yang memiliki potensi budaya dan sumber daya lokal yang kuat, khususnya melalui keberadaan Kelompok Batik Berkah Lestari dan Posyandu Shinta. Meskipun demikian, hasil identifikasi kebutuhan menunjukkan bahwa pelayanan prakonsepsi belum dilaksanakan secara terintegrasi, kapasitas kader dalam melakukan edukasi dan skrining masih terbatas, pencatatan kesehatan wanita usia subur masih dilakukan secara manual, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan belum berkembang secara optimal. Di sisi lain, kelompok usaha batik juga menghadapi tantangan berupa rendahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, belum adanya standar operasional prosedur, minimnya pemanfaatan media digital untuk pemasaran. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan akan pendekatan pemberdayaan kesehatan, ekonomi, teknologi, dan budaya secara berkelanjutan (UNICEF,2. Sebagian besar program pengabdian masyarakat sebelumnya berfokus pada peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan kesehatan atau pelatihan kader secara terpisah. Pendekatan tersebut sering kali belum mampu kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi lokal. Oleh karena itu, diperlukan model pemberdayaan yang tidak hanya meningkatkan kapasitas kader kesehatan, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal, teknologi digital, dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari promosi kesehatan Pendekatan masyarakat terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat kapasitas lokal, serta mendorong keberlanjutan program kesehatan berbasis komunitas (Nutbeam & Lloyd, 2. Program pengabdian ini mengembangkan model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan penguatan kader Posyandu, pengembangan Website BUHASI sebagai media edukasi dan pencatatan kesehatan. Gerakan Sadar Gizi Prakonsepsi berbasis pangan lokal, serta inovasi ekonomi kreatif melalui pengembangan motif batik bertema Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus Copyrigh @2026 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm memperkuat kesehatan prakonsepsi berbasis komunitas. Integrasi pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan kearifan lokal diharapkan dapat menjadi model inovatif dalam pengembangan pelayanan kesehatan primer di tingkat komunitas (Labrique et al. , 2. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Karangkulon. Kalurahan Wukirsari. Kapanewon Imogiri. Kabupaten Bantul. Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan JuliAeDesember 2025. Sasaran kegiatan meliputi dua kelompok mitra, yaitu Kelompok Batik Berkah Lestari sebagai mitra produktif dan Posyandu Shinta sebagai mitra nonproduktif. Mitra produktif terdiri atas 25 perajin batik, sedangkan mitra nonproduktif melibatkan 25 kader Posyandu yang berperan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi wanita usia subur dan pasangan yang merencanakan kehamilan. Program juga melibatkan pemerintah kalurahan, puskesmas, mahasiswa lintas program studi, serta dosen sebagai fasilitator kegiatan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam setiap tahapan program. Pendekatan ini dipilih karena mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengidentifikasi permasalahan, menentukan prioritas kebutuhan, merancang solusi, melaksanakan kegiatan, hingga melakukan evaluasi secara mandiri. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan sehingga mendukung keberlanjutan program (Laverack. Tahap identifikasi kebutuhan . eed assessmen. melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan focus group discussion (FGD) Posyandu, pengurus Kelompok Batik Berkah Lestari, tenaga kesehatan puskesmas, dan tokoh Kegiatan mengidentifikasi kondisi eksisting, potensi lokal, serta permasalahan prioritas yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan prakonsepsi, status gizi wanita usia subur, pemanfaatan teknologi digital. Hasil identifikasi menjadi dasar dalam penyusunan program intervensi yang sesuai dengan kebutuhan Tahap kedua berupa peningkatan kapasitas masyarakat melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan. Pada mitra Posyandu Shinta dilakukan pelatihan mengenai pelayanan kesehatan prakonsepsi, skrining faktor risiko kehamilan, pengukuran status gizi, edukasi gizi seimbang, pencegahan anemia, serta pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber zat gizi. Selain itu, kader memperoleh pendampingan dalam penggunaan Website BUHASI sebagai media edukasi, pencatatan, dan pemantauan kesehatan wanita usia subur. Bersamaan dengan itu dibentuk Gerakan Sadar Gizi Prakonsepsi sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi sebelum kehamilan melalui edukasi berbasis komunitas. Pada difokuskan pada penguatan kapasitas Kelompok Batik Berkah Lestari melalui pelatihan ergonomi kerja, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K. , penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengembangan desain motif batik bertema prakonsepsi, serta pelatihan pemasaran digital. Pendampingan juga dilakukan dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi produk batik dan pengembangan identitas produk berbasis kearifan lokal sehingga mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi kelompok usaha. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara berkala selama pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif. Evaluasi difokuskan pada ketercapaian indikator proses dan luaran kegiatan, meliputi tingkat partisipasi masyarakat, peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader, terbentuknya Gerakan Sadar Gizi Prakonsepsi, tersusunnya SOP Kelompok Batik Berkah Lestari, penerapan ergonomi dan K3, pengembangan motif batik edukatif, serta peningkatan kapasitas pemasaran Data hasil kegiatan diperoleh melalui observasi, dokumentasi, lembar evaluasi pelatihan, serta diskusi reflektif bersama mitra. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan perubahan kapasitas masyarakat setelah pelaksanaan program. Copyrigh @2026 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm HASIL DAN PEMBAHASAN Focus Group Discussion Kelompok Batik Berkah Lestari Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 24 Oktober 2025 pukul 14. 00 WIB di Balai Dusun Karangkulon. Wukirsari. Imogiri. Bantul. DIY. Kegiatan ini dihadiri oleh Pak Yoga Maulana Thaif (Kamitua Kalurahan Wukirsar. Dukuh Karangkulon, perwakilan Puskesmas Imogiri 1. Kelompok Batik Berkah Lestari yang menjadi mitra utama . pelaksanaan program. Dalam diskusi tersebut, dibahas langkahlangkah K3. Ergonomis, pengelolaan limbah, diversitas produk, dan pembuatan SOP usaha serta pembuatan konten digital kreatif dalam upaya pemasaran pada kelompok Batik Berkah Lestari. Maryudella Afrida. Kep. Ns. Kep dan Yunri Merida. Si. ,M. Keb yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan penggunaan alat pelindung diri pada pembatik serta demostrasi penggunaan APD yang kemudian diikuti dengan redemonstari oleh kelompok batik. Gambar 2. Hasil Pre Dan Post Test Gambar 1. FGD Pelatihan K3 dan Alat Ergonomis Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Oktober 2025 pukul 13. 00 WIB di Balai Dusun Karangkulon. Wukirsari. Imogiri. Bantul. DIY. Peserta kegiatan terdapat sebanyak 25 orang. Penyuluhan kegiatan ini diberikan oleh Wing Umi Latifah. Ftr. Kes yang menyampaikan tentang Memahami Ergonomi pada Pengrajin Batik: Kunci Kenyamanan dan Produktivitas serta Pelatihan peregangan otot sesuai dengan permasalahan muskuloskeletal yang dirasakan oleh kelompok batik Berkah Lestari. Selain itu kelompok batik juga mendapatkan edukasi terkait manajemen resiko K3 yang disampaikan oleh Terjadi peningkatan skor pre dan post test dari 60 menjadi 90 skor pada pelatihan K3 dan alat Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terkait K3 dan Ergonomi pada kelompok pembatik Berkah Lestari. Pelatihan Penggunaan APD dan penerapan K3 dalam proses membatik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Oktober 2025 pukul 13. 00Ae17. 00 WIB bertempat di Balai Dusun Karangkulon. Kalurahan Wukirsari. Kapanewon Imogiri. Kabupaten Bantul. Daerah Istimewa Yogyakarta. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang, yang terdiri dari anggota Kelompok Batik Berkah Lestari sebagai mitra produktif Penyuluhan dan pelatihan ini diberikan oleh Maryudella Afrida. Kep. Ns. Kep. Dalam kegiatan ini dilakukan pengadaan dan penyerahan Alat Pelindung Diri (APD) serta pelatihan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K. dalam proses membatik guna meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kesehatan kerja perajin batik. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai konsep dasar K3, potensi bahaya kerja dalam proses membatik, serta dampak kesehatan yang dapat timbul akibat paparan bahan kimia, panas, dan posisi kerja yang tidak ergonomis. Peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya Copyrigh @2026 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm penggunaan APD sebagai upaya pencegahan risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja pada perajin batik. Selanjutnya dilakukan penyerahan APD kepada peserta, yang meliputi masker, sarung tangan, celemek kerja, dan perlengkapan pelindung lainnya yang sesuai dengan kebutuhan proses membatik. Setelah penggunaan APD yang benar serta praktik langsung penerapan K3 pada setiap tahapan proses membatik, mulai dari persiapan bahan, pencantingan, pewarnaan, hingga proses Peserta dilibatkan secara aktif dalam simulasi penerapan K3, termasuk pengaturan posisi kerja yang ergonomis, penggunaan alat kerja secara aman, serta pengelolaan lingkungan kerja yang lebih sehat. Mahasiswa berperan dalam mendampingi praktik, membantu peserta dalam penggunaan APD, serta melakukan dokumentasi kegiatan. Kegiatan ditutup dengan diskusi dan evaluasi singkat terkait penerapan K3 dalam aktivitas membatik sehari-hari. Melalui kegiatan ini, perajin batik diharapkan mampu menerapkan prinsip K3 secara konsisten, sehingga dapat menurunkan risiko kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan, serta meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha batik berbasis kesehatan dan keselamatan Diskusi Pembuatan Diversitas Produk (Desain Batik Prakoseps. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 31 Oktober 2025 pukul 13. 00 WIB di Balai Dusun Karangkulon. Wukirsari. Imogiri. Bantul. DIY. Peserta kegiatan terdapat sebanyak 25 orang. Diskusi. Kegiatan ini diberikan oleh Maryudella Afrida. Kep. Ns. Kep dan Yunri Merida. Si. ,M. Keb dengan berdiskusi dengan pakar/senior batik ibu Erni Purnawati selaku koordinator kelompok batik dalam menentukan desain batik dan filosofi yang dibangun dalam desain batik tersebut sehingga mendapatkan beberapa desain yang sesuai untuk keterbaharuan produk yang akan di publikasi dalam katalog produk batik berkah lestari yang akan digunakan juga sebagai bentuk upaya promosi pra konsepsi. Gambar 4. Diversitas Desain Batik Prakonsepsi Gambar 3. Pelatihan Penggunaan APD Pelatihan SOP Usaha Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 1 November 2025 pukul 13. 00Ae17. 00 WIB bertempat di Balai Dusun Karangkulon. Kalurahan Wukirsari. Kapanewon Imogiri. Kabupaten Bantul. DIY. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang, yang terdiri dari seluruh anggota Kelompok Batik Berkah Lestari sebagai mitra produktif program. Penyuluhan dan pelatihan ini diberikan oleh Maryudella Afrida. Kep. Ns. Kep Copyrigh @2026 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm menyampaikan materi tentang pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) usaha dalam mendukung keselamatan kerja, efisiensi produksi, dan keberlanjutan usaha batik. Materi yang disampaikan meliputi pengertian SOP, manfaat SOP bagi UMKM batik, serta keterkaitan SOP dengan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K. , ergonomi kerja, dan kualitas produk. Kegiatan pelatihan diawali dengan pemaparan materi secara interaktif mengenai kondisi usaha batik sebelum adanya SOP, risiko kerja yang mungkin terjadi, serta dampak tidak adanya standar kerja terhadap kesehatan perajin dan produktivitas usaha. Selanjutnya, peserta diajak untuk berdiskusi mengenai alur kerja yang selama ini diterapkan dalam proses membatik, mulai dari persiapan bahan, proses pencantingan, pewarnaan, pelorodan, hingga tahap pengeringan dan penyimpanan produk. Pada sesi praktik, peserta dilibatkan secara aktif dalam penyusunan draft SOP usaha batik yang mencakup SOP proses produksi. SOP penerapan K3. SOP penggunaan alat pelindung diri (APD), serta SOP pengelolaan limbah batik sederhana. Penyusunan SOP dilakukan secara partisipatif dengan menyesuaikan kondisi dan kebiasaan kerja perajin, sehingga SOP yang dihasilkan bersifat aplikatif dan mudah diterapkan dalam kegiatan produksi sehari-hari. Mahasiswa turut berperan dalam mendokumentasikan proses penyusunan SOP, serta membantu merapikan draft SOP agar siap digunakan oleh kelompok batik. Pada akhir kegiatan, dilakukan penjelasan kembali mengenai mekanisme penerapan SOP dalam aktivitas produksi dan pentingnya evaluasi berkala untuk menyesuaikan SOP dengan perkembangan usaha. Melalui pelatihan ini. Kelompok Batik Berkah Lestari berhasil memiliki satu dokumen SOP usaha batik yang disepakati bersama dan siap diterapkan sebagai pedoman kerja. Diharapkan dengan adanya SOP usaha ini, perajin batik dapat bekerja dengan lebih aman, nyaman, dan terorganisir, serta mampu meningkatkan kualitas produk dan keberlanjutan usaha batik berbasis kesehatan dan kearifan lokal Pelatihan Konten Digital dan Digital Marketing Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 7 November 2025 pukul 13. 00Ae17. 00 WIB bertempat di Balai Dusun Karangkulon. Kalurahan Wukirsari. Kapanewon Imogiri. Kabupaten Bantul. DIY. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang, yang terdiri dari anggota Kelompok Batik Berkah Lestari sebagai mitra produktif program. Penyuluhan dan pelatihan ini diberikan oleh Dr. Siswanto Pabidang. SH. MM. MH yang menyampaikan materi tentang strategi pemasaran digital berbasis nilai tambah produk, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi UMKM, serta teknik pembuatan konten digital yang menarik, informatif, dan berkelanjutan. Materi pelatihan marketing, pentingnya branding produk batik sehat dan ramah lingkungan, serta pemanfaatan platform media sosial seperti Instagram. Facebook, dan WhatsApp Business dalam memperluas jangkauan pasar. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai perubahan perilaku konsumen di era digital dan peluang pemasaran produk batik melalui media daring. Peserta diberikan pemahaman tentang jenis-jenis konten digital yang efektif, seperti foto produk, video proses membatik, cerita di balik motif batik prakonsepsi, serta konten edukatif yang mengangkat nilai kesehatan dan kearifan lokal sebagai keunggulan kompetitif produk Batik Berkah Lestari. Pada sesi praktik, peserta dilatih secara langsung dalam pembuatan konten digital, mulai dari teknik pengambilan foto dan video menggunakan telepon genggam, penentuan sudut pengambilan gambar, pencahayaan sederhana, hingga penyusunan caption yang komunikatif dan persuasif. Peserta juga dibimbing dalam pembuatan kalender konten, pengelolaan akun media sosial kelompok, serta cara membaca dan mengevaluasi performa konten melalui fitur insight dan engagement. Mahasiswa peserta selama praktik pembuatan konten, membantu proses editing sederhana, serta mengarahkan peserta dalam mengunggah konten ke akun media sosial kelompok batik. Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi dan evaluasi hasil konten yang telah dibuat, serta penyusunan rencana tindak lanjut agar aktivitas promosi digital dapat dilakukan secara konsisten dan mandiri oleh kelompok batik. Copyrigh @2026 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm Melalui pelatihan ini, terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan Kelompok Batik Berkah Lestari dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan peserta dalam menghasilkan konten promosi yang lebih terstruktur dan menarik, serta meningkatnya engagement dan exposure produk batik sehat dan ramah lingkungan di media sosial sebagai bagian dari upaya penguatan pemasaran dan keberlanjutan usaha Program pemberdayaan masyarakat di Kalurahan Wukirsari dilaksanakan melalui mengintegrasikan aspek kesehatan prakonsepsi, penguatan kapasitas masyarakat, inovasi ekonomi kreatif, serta pemanfaatan kearifan Pendekatan ini dirancang sebagai upaya menjawab berbagai permasalahan yang teridentifikasi pada tahap need assessment, yaitu rendahnya pemahaman masyarakat mengenai kesehatan prakonsepsi, terbatasnya kapasitas kader Posyandu dalam memberikan edukasi dan pemanfaatan teknologi digital sebagai media pelayanan kesehatan, serta rendahnya daya saing kelompok usaha batik dalam aspek manajemen, keselamatan kerja, dan pemasaran. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, puskesmas. Posyandu Shinta, dan Kelompok Batik Berkah Lestari, pelayanan kesehatan dengan penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Program pengabdian tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendampingan Kelompok Batik Berkah Lestari. Berdasarkan hasil observasi awal, kelompok usaha masih menghadapi berbagai kendala berupa belum tersedianya standar operasional prosedur, rendahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K. , keterbatasan inovasi produk, serta belum optimalnya pemasaran Oleh karena itu, dilakukan pelatihan SOP penerapan ergonomi kerja, penggunaan alat pelindung diri, pengembangan identitas produk, serta pemasaran berbasis media digital. Pendampingan ini memberikan dampak positif terhadap meningkatnya kesadaran anggota kelompok mengenai pentingnya lingkungan kerja yang aman dan sehat sebagai faktor pendukung produktivitas usaha. Menurut International Labour Organization . , penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja pada usaha mikro dan kecil berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi kerja, dan keberlanjutan usaha. Salah satu luaran yang menjadi keunggulan program ini adalah pengembangan motif batik bertema prakonsepsi sebagai media promosi Inovasi tersebut merupakan bentuk integrasi antara budaya lokal dan komunikasi kesehatan yang belum banyak diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Motif batik dikembangkan melalui proses diskusi bersama antara tim pengabdian dan perajin batik dengan tetap mempertahankan karakteristik batik khas Wukirsari, namun diperkaya dengan simbolsimbol yang merepresentasikan kesehatan perempuan, keluarga sehat, dan gizi seimbang. Dengan demikian, batik tidak hanya memiliki nilai ekonomi sebagai produk kreatif, tetapi juga menjadi media komunikasi kesehatan yang mampu menyampaikan pesan promotif kepada masyarakat secara lebih menarik dan Pemanfaatan budaya lokal sebagai media promosi kesehatan memperkuat pendekatan health promotion based on local wisdom, yaitu strategi perubahan perilaku yang memanfaatkan nilai budaya sebagai sarana edukasi sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat (Nutbeam & Lloyd, 2. Keberhasilan program ini didukung oleh kolaborasi multipihak yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, puskesmas, kader Posyandu, kelompok usaha batik, dan masyarakat. Sinergi tersebut menghasilkan berbagai luaran, antara lain peningkatan kapasitas kader dalam pelayanan kesehatan prakonsepsi, tersedianya Website BUHASI sebagai media edukasi dan pencatatan kesehatan, terbentuknya Gerakan Sadar Gizi Prakonsepsi, tersusunnya SOP Kelompok Batik Berkah Lestari, penerapan ergonomi dan keselamatan kerja, pengembangan motif batik edukatif, serta peningkatan kapasitas pemasaran digital kelompok usaha. Integrasi antara penguatan pelayanan kesehatan, inovasi teknologi, pemanfaatan pangan lokal, dan pemberdayaan ekonomi kreatif menunjukkan bahwa kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan melalui pendekatan yang bersifat multidisiplin dan berorientasi pada potensi lokal. Copyrigh @2026 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm Secara keseluruhan, program ini menghasilkan model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan prakonsepsi dengan penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya dan pemanfaatan teknologi Model meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan sebelum kehamilan, tetapi juga memperkuat keberlanjutan program melalui peningkatan kemandirian kader, penguatan kelembagaan masyarakat, serta Keunggulan utama program ini terletak pada integrasi antara kesehatan prakonsepsi, ekonomi kreatif, gizi berbasis pangan lokal, pelestarian budaya, sehingga memberikan nilai tambah dibandingkan program pengabdian masyarakat yang umumnya hanya berfokus pada kegiatan edukasi kesehatan. Pendekatan ini berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik sumber daya lokal yang serupa sebagai salah satu strategi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu sebelum kehamilan. SIMPULAN DAN SARAN Program pemberdayaan prakonsepsi di Kalurahan Wukirsari berhasil mengembangkan model pemberdayaan masyarakat yang prakonsepsi, penguatan kapasitas kelompok masyarakat, inovasi ekonomi kreatif berbasis batik, pemanfaatan pangan lokal, serta teknologi digital dalam satu pendekatan yang saling mendukung. Pendekatan partisipatif melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, puskesmas. Posyandu Shinta, dan Kelompok Batik Berkah Lestari mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mendukung kesehatan prakonsepsi sekaligus memperkuat keberlanjutan program berbasis komunitas. Keberhasilan program ditunjukkan melalui peningkatan pengetahuan peserta mengenai ergonomi dan keselamatan kerja yang tercermin dari peningkatan skor pretest dan post-test dari 60 menjadi 90, tersusunnya standar operasional prosedur (SOP) kelompok batik, penerapan alat pelindung diri dan prinsip keselamatan kerja, pengembangan motif batik bertema prakonsepsi sebagai media promosi kesehatan, serta meningkatnya kemampuan pemasaran digital kelompok usaha. Integrasi antara promosi kesehatan, ekonomi kreatif, teknologi digital, dan kearifan lokal memberikan nilai tambah yang tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan produktivitas dan kemandirian ekonomi Oleh karena itu, diperlukan komitmen dan kolaborasi yang berkelanjutan dari pemerintah daerah, puskesmas, perguruan tinggi, serta masyarakat untuk mempertahankan implementasi pelayanan kesehatan prakonsepsi, optimalisasi Website BUHASI, penerapan SOP usaha, dan pengembangan promosi kesehatan berbasis budaya lokal. Model pemberdayaan ini juga berpotensi direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik sumber daya lokal yang serupa sebagai salah satu strategi inovatif dalam mendukung penguatan pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi. Sains dan Teknologi yang telah memberikan pendanaan pada kegiatan ini, kepada Kalurahan Wukirsari yang telah memberikan ijin dan berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan. DAFTAR PUSTAKA