Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) p-ISSN: 2797-2879, e-ISSN: 2797-2860 Volume 5, nomor 4, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/jppi. Pengembangan Modul Ajar Berbasis Saintifik pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman Kelas X di SMKN 4 Sidenreng Rappang Mutiara Anas*. Jusman Tang. Firman Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Indonesia *Coresponding Author: mutiaraanas43@gmail. Dikirim: 21-08-2025. Direvisi: 07-09-2025. Diterima: 21-09-2025 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul ajar berbasis saintifik pada materi pembiakan tanaman untuk siswa kelas X Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. , namun penelitian ini hanya dilaksanakan sampai tahap pengembangan dan evaluasi tanpa tahap implementasi di kelas. Instrumen yang digunakan meliputi angket validasi ahli materi, ahli media, serta angket kepraktisan guru dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi memperoleh persentase sebesar 84,61% dengan kategori Valid, validasi ahli media memperoleh persentase sebesar 88,89% dengan kategori Sangat Valid, uji kepraktisan oleh guru memperoleh persentase sebesar 100% dengan kategori Sangat Praktis, dan uji kepraktisan oleh guru memperoleh 84,67% . Temuan ini menunjukkan bahwa modul ajar berbasis saintifik yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan dari segi isi, tampilan, dan kemudahan penggunaan. Dengan demikian, modul ajar berbasis saintifik pada materi pembiakan tanaman dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar pendukung dalam proses pembelajaran. Namun, karena penelitian ini tidak sampai pada tahap uji efektivitas, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui pengaruh modul terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Modul Ajar. Pembiakan Tanaman. Saintifik. Validitas. Kepraktisan Abstract: This study aims to develop and test the feasibility of a scientific-based teaching module on plant breeding material for grade X students of Basics of Plant Agribusiness. The development model used is ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. , but this study was only carried out up to the development and evaluation stages without the implementation stage in the classroom. The instruments used include validation questionnaires from material experts, media experts, and questionnaires on the practicality of teachers and students. The results showed that the validation of material experts obtained a percentage of 84. 61% with the Valid category, validation of media experts obtained a percentage of 88. 89% with the Very Valid category, practicality tests by teachers obtained a percentage of 100% with the Very Practical category, and practicality tests by teachers These findings indicate that the scientific-based teaching module developed has met the feasibility criteria in terms of content, appearance, and ease of use. Thus, the scientific-based teaching module on plant breeding material is declared suitable for use as supporting teaching materials in the learning process. However, because this research did not reach the effectiveness test stage, further research is needed to determine the effect of the module on improving student learning outcomes. Keywords: Teaching Module. Plant Breeding. Scientific. Validity. Practicality @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anas dkk. Pengembangan Modul Ajar Berbasis Saintifik Pada Mata PelajaranA PENDAHULUAN Pendidikan Nasional Indonesia menurut Ki Hajar Dewantara bahwa Pendidikan merupakan suatu kebutuhan dalam kehidupan yang mendukung pertumbuhan anakanak, dengan kata lain,pendidikan berperan penting dalam membimbing semua potensi yang dimiliki anak-anak, agar mereka dapat berkembang menjadi manusia yang utuh dan anggota masyarakat yang mampu mencapai keselamatan serta kebahagiaan setinggi-tingginya (Pristiwanti et al. ,2. Pendidikan adalah fondasi fundamental bagi pembangunan bangsa, dengan tujuan untuk mencetak generasi yang memiliki pengetahuan, karakter yang kuat, dan daya saing tinggi. Untuk mencapai hal ini, penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya menekankan pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan berkarakter. Salah satu langkah pembaruan yang signifikan adalah pengintegrasian metode saintifik ke dalam proses pembelajaran, yang menjadi dasar dalam penyusunan modul-modul pembelajaran yang terbaru. Berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, pendekatan saintifik diterapkan melalui serangkaian kegiatan pembelajaran yang memberikan pengalaman Kegiatan tersebut mencakup mengamati, menanya, mengumpulkan informasi melalui percobaan, menalar atau mengasosiasi, serta mengomunikasikan hasil yang diperoleh (Suja, 2019. Pendekatan ini lebih menekankan pentingnya keaktifan dan partisipasi siswa, sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan dasar seperti keterampilan komunikasi dan pemecahan masalah (Elvianasti et al. , 2. Pendekatan saintifik menjadi inti dalam implementasi kurikulum karena memberikan landasan metodologis bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kreatif melalui proses observasi, bertanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan hasil pembelajaran secara sistematis. Seiring adanya perubahan kurikulum, pemerintah meluncurkan Kurikulum Merdeka Belajar yang menekankan pada pendekatan deep learning agar peserta didik dapat memahami konsep secara lebih mendalam, reflektif, dan kontekstual (Marlina. Dalam konteks ini, pendekatan saintifik tetap selaras karena menjadi dasar metodologis yang mendukung terwujudnya pembelajaran mendalam. Keduanya samasama menekankan aktivitas belajar yang aktif, kritis, dan bermakna. Oleh karena itu, modul ajar berbasis saintifik yang dikembangkan guru masih relevan dan dapat dipadukan dengan strategi deep learning untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik (Hananingsih & Imran, 2. Modul ajar memiliki peran penting dalam membantu guru merancang Dalam penyusunan perangkat pembelajaran, peran guru sangat krusial, karena kemampuan berpikir mereka perlu diasah agar dapat berinovasi melalui modul ajar yang dibuat. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi pedagogik guru dalam pembuatan modul ajar sangatlah penting. Hal ini bertujuan agar teknik pengajaran guru di kelas menjadi lebih efektif, efisien, dan tetap berfokus pada indikator pencapaian yang telah ditetapkan (Imansyah, 2. Idealnya, seorang guru perlu menyusun modul ajar secara maksimal. Namun, dalam praktiknya, banyak guru yang belum sepenuhnya memahami proses penyusunan modul ajar yang baik, terutama dalam mengembangkan modul sesuai dengan Kurikulum Merdeka Belajar. Ketika modul ajar tidak direncanakan dengan baik, penyampaian konten kepada siswa menjadi tidak sistematis, sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam interaksi antara guru dan siswa. Hal ini bisa mengakibatkan @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anas dkk. Pengembangan Modul Ajar Berbasis Saintifik Pada Mata PelajaranA ketidakaktifan salah satu pihak apakah guru atau siswa serta membuat pembelajaran terasa kurang menarik, karena guru tidak mempersiapkan modul ajar dengan baik (Jannah, 2. Namun, dalam praktiknya, belum semua mata pelajaran di sekolah memiliki modul ajar yang sesuai dengan pendekatan saintifik. Salah satunya mata pelajaran Dasar program keahlian. Sebagai bagian dari pembelajaran yang bertujuan membekali siswa dengan penegtahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam bidang dasar program keahlian pelajaran ini memiliki potensi besar dalam mempersiapkan siswa untuk menjadi tenaga kerja yang terampil dan kompeten di bidang dasar program Meski demikian, keterbatasan pengembangan modul ajar berbasis saintifik khusus untuk dasar program keahlian masih menjadi kendala, terutama di lingkungan SMKN 4 Sidenreng Rappang. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, temuan penelitian ini sebagai berikut:Apakah modul ajar berbasis saintifik yang di kembangkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran dasar program keahlian di SMK N 4 Sidenreng Rappang. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis saintifik pada mata pelajaran dasar program keahlian kelas X di SMKN 4 Sidenreng Rappang. Judul ini diangkat dengan harapan modul ajar yang dihasilkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, mendorong siswa untuk aktif dalam proses belajar, serta memperkuat kemampuan berpikir kritis dan analitis sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Pengembangan modul ini juga diharapkan mampu menjadi solusi atas kebutuhan media pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di bidang agribisnis Oleh karena itu, pengembangan modul ajar berbasis saintifik pada mata pelajaran Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman menjadi langkah strategis untuk menjawab permasalahan tersebut. Modul yang dirancang dengan pendekatan saintifik pada mata pelajaran dasar program keahlian diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran serta membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam bidang budidaya tanaman sayuran. Tujuan dari pengembangan modul ini adalah untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui tahapan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, sehingga peserta didik tidak hanya memahami konsep secara teoritis tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam praktik budidaya tanaman. Dengan demikian, modul ajar ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi siswa, menumbuhkan kemandirian belajar, serta menyiapkan mereka agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja maupun kewirausahaan di bidang pertanian. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa modul ajar berbasis saintifik dan menguji tingkat kelayakan produk tersebut. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMKN 4 Sidenreng Rappang. Sulawesi Selatan, pada mata pelajaran Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman kelas X program keahlian Agribisnis @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anas dkk. Pengembangan Modul Ajar Berbasis Saintifik Pada Mata PelajaranA Tanaman Pangan dan Hortikultura. Sekolah ini dipilih karena memiliki fasilitas praktik pertanian yang memadai serta relevan dengan konteks pembelajaran berbasis Subjek penelitian terdiri dari: Ahli materi yang menilai aspek isi, kedalaman, dan kesesuaian materi modul. Ahli media yang menilai aspek tampilan, kebahasaan, dan penyajian modul. Guru mata pelajaran yang menilai kepraktisan modul. Siswa kelas X yang dilibatkan dalam uji coba terbatas untuk mengetahui respon praktis terhadap penggunaan modul. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Lembar validasi ahli . ateri dan medi. , mencakup aspek kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikan. Angket respon guru, digunakan untuk mengukur kepraktisan modul dari sisi Angket respon siswa, digunakan untuk menilai keterpahaman, kemudahan penggunaan, dan daya tarik modul dari sudut pandang peserta didik. Data dikumpulkan dengan cara: Validasi ahli: modul diberikan kepada ahli materi dan ahli media untuk memperoleh penilaian. Angket guru: diberikan setelah guru mempelajari modul untuk menilai Angket siswa: diberikan pada uji coba terbatas untuk mengetahui respon kepraktisan modul. Prosedur Penelitian (Model ADDIE) Analysis (Analisi. Analisis masalah: siswa kesulitan memahami materi pembiakan tanaman karena keterbatasan bahan ajar. Analisis siswa: mayoritas siswa memiliki gaya belajar visual dan menyukai pembelajaran berbasis praktik. Analisis isi: materi difokuskan pada pembiakan tanaman vegetatif dan generatif. Analisis tujuan: dirumuskan berdasarkan capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka agar sesuai dengan kompetensi dasar. Design (Perancanga. Menyusun tujuan pembelajaran. Membuat storyboard modul . ampul, pendahuluan, isi, latihan saintifik, penutu. Merancang instrumen penelitian . embar validasi ahli, angket guru, angket Development (Pengembanga. Membuat modul berdasarkan storyboard. Modul divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Revisi modul dilakukan sesuai masukan validator. Implementation (Implementas. Uji coba terbatas melibatkan guru mata pelajaran dan siswa kelas X. Guru mengisi angket kepraktisan, siswa mengisi angket respon. Evaluation (Evaluas. Evaluasi dilakukan berdasarkan hasil validasi ahli dan uji kepraktisan guru serta Evaluasi bersifat sumatif untuk menilai kelayakan modul. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anas dkk. Pengembangan Modul Ajar Berbasis Saintifik Pada Mata PelajaranA Teknik Analisis Data Teknik analisis validitas bahan ajar ycNycIyca Vyca= ycNycIh y100% Vyca = kontrol validasi ycNycIyca = total skor yang di peroleh ycNycIh = total skor tertinggi yang mungkin di peroleh Kriteria analisis validitas yang digunakan dapat dilihat pada table berikut: Tabel 1. Kriteria validitas bahan ajar Interval 85,00%< Vyca O100,00% 70,00%< Vyca O85,00% 50,00%< Vyca O70,00% 01,00%< Vyca O50,00% Sangat valid Kurang valid Tidak valid Sumber: (Wati et al. , 2. Bahan ajar dianggap memiliki tingkat validitas yang baik jika minimal mencapai kategori valid. Jika nilai validitasnya berada di bawah tingkat valid, maka perlu dilakukan revisi berdasarkan saran dan koreksi dari para validator. Setelah itu, proses validasi dilakukan kembali, dan langkah ini diulang hingga diperoleh bahan ajar yang optimal berdasarkan validitas konstruk dan isi. Teknik analisis kepraktisan bahan ajar Untuk mengolah data kepraktisan dari angket yaitu sebagai berikut yce ycE = y 100% ycA Keterangan : P= persentase keterlaksanaan pembelajaran f= jumlah skor rata-rata yang diperoleh N= jumlah skor maksimal Tabel 2. Kriteria kepraktisan bahan ajar Interval P Ou 100 80 O P C90 70 O P C80 60 O P C70 P C60 Sangat praktis Praktis Cukup praktis Kurang praktis Tidak praktis (Nurhusain and Hadi, 2. Bahan ajar dianggap memiliki tingkat kepraktisan yang baik jika minimal mencapai kategori cukup praktis. Jika nilai kepraktisan berada di bawah tingkat praktis , maka perlu dilakukan revisi berdasarkan saran dan koreksi dari para validator. Setelah itu, proses validasi dilakukan kembali, dan langkah ini diulang hingga diperoleh bahan ajar yang optimal berdasarkan validitas konstruk dan isi. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anas dkk. Pengembangan Modul Ajar Berbasis Saintifik Pada Mata PelajaranA HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengembangan modul ini dilaksanakan dengan mengacu pada tahapan dalam model ADDIE. Setiap tahap pada model ini dilalui secara sistematis untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Penyusunan dan Validasi Instrumen Penelitian Data penelitian ini diperoleh melalui angket validasi yang diberikan kepada ahli materi, ahli media, dan guru mata pelajaran sebagai responden. Data yang terkumpul mencakup penilaian terhadap aspek kelayakan isi, tampilan, serta kepraktisan modul ajar berbasis saintifik yang dikembangkan. Hasil Desain Modul Tahap desain dilakukan dengan menyusun rancangan modul ajar berbasis saintifik dalam bentuk storyboard. Komponen yang dirancang mencakup sampul modul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, uraian materi, kegiatan berbasis saintifik . engamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasika. , latihan soal, penutup, serta daftar pustaka. Rancangan ini dimaksudkan agar modul memiliki struktur yang sistematis dan sesuai dengan capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka. Sampul modul Sampul modul depan Tampilan storyboard untuk sampul modul dapat dilihat pada Gambar berikut. Gambar 1. Story Board Sampul Tabel 1. Keterangan Gambar 1 Nama kampus dan prodi Nama modul/ Level kelas dan semester Gambar tanaman Nama penulis Font: calibri . Font Size: 14 . Font Color: White Modul Ajar Font: agency FB. Font Size: 20 . Font Color: Mata pelajaran,font : Arial Black. Font Size: 16 . Font Color: black Font : Calibri (Bod. Font Size: 12 . Font Color: black Size shape height: 3,8 cm. shape whidth 4,5 Font : Avenir Next LT Pro. Font Size: 11 . Font Color: Storyboard bagian depan modul dapat dilihat pada gambar berikut. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anas dkk. Pengembangan Modul Ajar Berbasis Saintifik Pada Mata PelajaranA Ca Identitas Modul Dan Kata Pengantar Gambar 2. Halaman Komponen Judul modul Materi Level kelas Semester Nama kampus No halaman Kata pengantar Uraian kata pengantar Keterangan Font : Calibri (Bod. Font Size: 12 . Font Color: black Font : Berlin Sans FB. Font Size: 12 . Font Color: black Font(B: Avenir Next LT Pro. Font Size: 12 . Font Color: black Font : Avenir Next LT Pro. Font Size: 12 . Font Color: black Fontod: Calibri (Bod. Font Size: 12 . Font Color: black Font : Arial Black. Font Size: 11 . Font Color: Green Font. : Calibri (Bod. Font Size: 12 . Font Color: Black Font : Calibri (Bod. Font Size: 12 . Font Color: Black Storyboard pada isi modul dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 3. Halaman Pembuka Dan Uraian Materi Komponen Nama bagian kegiatan belajar Tujuan pembelajaran Uraian materi ajar Nomor halaman Keterangan Font : Calibri (Bod. Font Size: 12 . Font Color: Black Font : Calibri (Bod. Font Size: 11 . Font Color: Black Font : Calibri (Bod. Font Size: 12 . Font Color: Black Font : Arial Black. Font Size: 11 . Font Color: Green @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anas dkk. Pengembangan Modul Ajar Berbasis Saintifik Pada Mata PelajaranA Bagian belakang modul Gambar 4. Kunci Jawaban Dan Pedoman Skoring Tiap Latihan Soal Komponen Judul Kunci jawaban dan skor Nomor halaman Keterangan Font : Calibri (Bod. Font Size: 12 . Font Color: Black Font : Calibri (Bod. Font Size: 12 . Font Color: Black Font : Arial Black. Font Size: 11 . Font Color: Green Hasil pengembangan modul Pada tahap pengembangan, rancangan storyboard kemudian diwujudkan dalam bentuk modul ajar utuh. Modul yang dikembangkan menampilkan identitas mata pelajaran, tujuan pembelajaran, uraian materi yang disertai ilustrasi, serta kegiatan saintifik yang mendorong siswa aktif dalam proses belajar. Modul juga dilengkapi dengan latihan soal, refleksi, dan evaluasi. Produk awal ini kemudian divalidasi oleh ahli materi dan ahli media untuk mengetahui kelayakannya. Tampilan Komponen Modul Sampul modul . over ) Menunjukkan identitas modul, meliputi judul, mata pelajaran, kelas, nama penyusun, dan desain yang menarik sebagai daya tarik Halaman Pendahuluan Berisi deskripsi modul, petunjuk penggunaan bagi guru dan siswa. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anas dkk. Pengembangan Modul Ajar Berbasis Saintifik Pada Mata PelajaranA Menampilkan isi materi pembiakan tanaman yang disajikan secara sistematis, dilengkapi ilustrasi/gambar agar mudah dipahami siswa. Menunjukkan (Mengamati. Menanya. Mencoba. Menalar. Mengkomunikasika. yang dirancang untuk melatih keterampilan berpikir siswa. Berisi latihan soal atau evaluasi akhir sebagai alat ukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Glosarium Menyediakan istilah-istilah penting terkait materi serta sumber referensi yang digunakan dalam penyusunan modul. Data Validasi Data Validasi Ahli Materi Tabel 3. Data validasi ahli materi Aspek @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Skor Anas dkk. Pengembangan Modul Ajar Berbasis Saintifik Pada Mata PelajaranA Modul sesuai dengan capaian pembelajaran dan kurikulum Materi ilmiah akurat, relevan, dan mutakhir Materi sesuai dengan jenjang dan mencakup kompetensi inti Materi memiliki keterkaitan dengan konteks peserta didik Penyajian sistematis, logis, dan konsisten Terdapat pendahuluan, tujuan, materi, latihan, evaluasi, dan penutup Gambar/tabel relevan dan memperjelas isi Modul mendorong peserta didik aktif . engamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar Kalimat mudah dipahami, tidak menimbulkan tafsir ganda Bahasa komunikatif, sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik Modul mencerminkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila Tujuan, kegiatan, dan evaluasi saling mendukung Dengan hasil rata-rata sebagai berikut: Tsh = 65. Tsa =55 ycNycIyca Vyca= ycNycIh y100% Vyca= y100% = 84,61% Hasil pengolahan data angket validasi ahli materi menunjukkan persentase sebesar 84,61% yang berada pada rentang 70,00%< Vyca O85,00% yang menurut kategori kevalidan oleh Wati et al. persentase tersebut berada dalam kategori Valid. Artinya, modul ajar berbasis saintifik yang dikembangkan telah memenuhi sebagian besar indikator kelayakan, namun masih memerlukan beberapa perbaikan sesuai masukan dari validator. Skor 1 muncul karena isi modul pada bagian tertentu belum sepenuhnya sesuai dengan capaian pembelajaran. Modul kemudian direvisi dengan menambahkan contoh praktik yang lebih kontekstual Data Validasi Ahli Media Tabel 4. Data validasi ahli Media Aspek Soal sesuai dengan indikator Soal mengandung materi yang akurat dan relevan Soal mudah dipahami, tidak menimbulkan multitafsir Bentuk soal (PG/uraian/prakti. sesuai dengan tujuan dan konteks materi Bahasa baku, komunikatif, dan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik Soal memicu siswa untuk mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan Gambar yang terdapat pada soal jelas dan berfungsi Soal tidak ambigu, mudah dipahami siswa Tersedia kunci jawaban, rubrik penilaian, atau pedoman penskoran yang jelas Skor Dengan hasil rata- rata sebagai berikut Tsh = 45. Tsa = 40 ycNycIyca Vyca= ycNycIh y100% @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anas dkk. Pengembangan Modul Ajar Berbasis Saintifik Pada Mata PelajaranA Vyca= 45 y100% = 88,89% Hasil perhitungan validasi instrumen soal menunjukkan nilai persentase sebesar 88,89% yang berada pada rentang 85,00%< Vyca O100,00%yang menurut kategori kevalidan oleh Wati et al. termasuk dalam kategori Sangat Valid. Nilai ini menunjukkan bahwa soal yang dikembangkan telah memenuhi hampir seluruh indikator penilaian dengan kualitas yang sangat baik. Validator memberi skor 1 pada tampilan karena tata letak dan ilustrasi dianggap kurang jelas. Revisi dilakukan dengan memperbaiki tata letak serta mengganti gambar beresolusi lebih baik. Berdasarkan hasil uji kevalidan di atas, maka modul yang dikembangkan dinyatakan valid untuk digunakan. Dalam suatu penelitian pengembangan, mengukur tingkat kevalidan sangatlah penting. Kevalidan suatu produk berkaitan dengan kemudahan pengguna dalam memahami isi, mengikuti petunjuk penggunaan, serta menerapkan produk tersebut sesuai tujuan yang telah Tingkat kevalidan yang baik menunjukkan bahwa modul dapat membantu proses pembelajaran tanpa memerlukan banyak penyesuaian dari pengguna. Hal ini berarti modul mampu memandu kegiatan belajar secara sistematis, memudahkan pemahaman materi, dan dapat diintegrasikan dengan metode pembelajaran yang sudah Dengan demikian, modul ini memiliki potensi besar untuk diimplementasikan secara efektif di lapangan. Data kepraktisan oleh guru Tabel 5. Data kepraktisan oleh guru Aspek Pernyataan sesuai dengan aspek . yang diukur Pernyataan dirumuskan dengan jelas Jawaban yang diharapkan jelas Petunjuk pengisisan instrument dinyatakan dengan jelas Kaliamat dalam pernyataan tidak menimbulkan penafsiran ganda Petunjuk pengisisan instrument dinyatakan dengan jelas Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang Menggunakan bahasa yang sesederhana dan mudah dimengerti Menggunakan kata-kata . yang dikenal oleh reponden Skor Dengan hasil rata-rata sebagai berikut: yce = 45. N = 45 ycE= yce y 100% ycA ycE = 45 y 100% = 100% Hasil perhitungan kepraktisan instrumen angket menunjukkan persentase sebesar 100%, yang berada pada rentan P Ou 100 yang menurut kategori kevalidan (Nurhusain dan Hardi, 2. berada dalam kategori Sangat Praktis . Nilai ini menunjukkan bahwa seluruh indikator penilaian pada aspek materi, konstruksi, dan @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anas dkk. Pengembangan Modul Ajar Berbasis Saintifik Pada Mata PelajaranA bahasa telah terpenuhi dengan sempurna sesuai dengan standar kelayakan instrumen Data Kepraktisan Oleh siswa Berdasarkan hasil konversi jawaban angket ke dalam skor skala Likert 5 poin (SS = 5. S = 4. KS = 3. TS = 2. STS = . dengan jumlah butir pernyataan sebanyak 15, skor maksimal yang dapat diperoleh adalah 75. Persentase penilaian dihitung dengan yce ycE = y 100% ycA Tabel 6. Data kepraktisan oleh siswa Nomor Aspek Respunden 1 y 100% y 100% y 100% y 100% Responden 2 Responden 3 Responden 4 Skor 90,67% Secara keseluruhan, persentase penilaian dari keempat responden berada pada rentang 80,0090,67%, yang mengindikasikan bahwa modul sudah memenuhi kriteria kelayakan dengan sangat baik. Dua responden memberikan skor di atas 88%, menandakan bahwa modul dinilai sudah siap digunakan tanpa revisi. Sementara dua responden lainnya memberikan skor 80%, menunjukkan modul layak digunakan namun disarankan dilakukan sedikit penyempurnaan. adapun nilai rata-rata dan hasil tingkat kepraktisan sebagai berikut 88,00 80,00 80,00 90,67 y 100% 338,67 = 84,67 % Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata dari data 4 responden, kepraktisan instrumen angket menunjukkan persentase sebesar 84,67%, yang berada pada rentang 80 O P < 90. Mengacu pada kategori kevalidan yang dikemukakan oleh Nurhusain dan Hardi . , persentase tersebut termasuk dalam kategori Praktis. Hal ini berarti indikator penilaian pada aspek materi, konstruksi, dan bahasa telah terpenuhi dengan baik, sehingga instrumen dapat digunakan dalam proses pembelajaran dengan sedikit atau tanpa perbaikan. ycycaycyca ycycaycyca = Pembahasan Kevalidan modul ajar berbasis pendekatan saintifik Hasil validasi yang dilakukan terhadap modul ajar berbasis saintifik menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan baik materi maupun media. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anas dkk. Pengembangan Modul Ajar Berbasis Saintifik Pada Mata PelajaranA Pada dari segi validasi ahli materi, diperoleh persentase sebesar 84,61% yang termasuk dalam kategori Valid (Wati et al. , 2. Hal ini mengindikasikan bahwa modul telah sesuai dengan kurikulum, capaian pembelajaran, dan karakteristik peserta Penyajian materi dinilai sistematis, logis, konsisten, serta menggunakan bahasa yang baik dan mudah dipahami. Namun, terdapat beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki, seperti penambahan contoh yang lebih variatif dan penguatan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Masukan ini penting untuk meningkatkan relevansi materi dengan konteks kehidupan siswa serta memperkaya pengalaman belajar. Sementara itu, validasi ahli media menunjukkan hasil sebesar 88,89%, yang termasuk kategori Sangat Valid. Persentase ini menunjukkan bahwa tampilan, keterbacaan, dan desain media telah memenuhi hampir seluruh indikator kelayakan dengan kualitas yang sangat baik. Kesesuaian soal dengan indikator, kejelasan bahasa, dan bentuk penyajian dinilai optimal untuk mendukung tujuan pembelajaran. Hanya terdapat sedikit catatan perbaikan, seperti penambahan kualitas dan relevansi gambar agar fungsi ilustratifnya lebih kuat. Kedua hasil validasi ini secara umum menegaskan bahwa modul ajar berbasis saintifik yang dikembangkan telah memenuhi sebagian besar indikator kelayakan isi dan media. Tingkat kevalidan yang tinggi menjadi indikasi bahwa modul ini mudah dipahami, dapat digunakan sesuai tujuan pembelajaran, dan meminimalkan kebutuhan penyesuaian dari pengguna. Selain itu, struktur dan isi modul telah dirancang untuk memandu kegiatan belajar secara sistematis sehingga berpotensi mendukung ketercapaian kompetensi yang diharapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa modul ajar berbasis saintifik pada materi pembiakan tanaman ini layak digunakan sebagai bahan ajar dalam Meskipun demikian, penyempurnaan tetap diperlukan berdasarkan masukan validator agar modul semakin relevan, menarik, dan optimal ketika diimplementasikan di lapangan. Kepraktisan Modul Ajar Berbasis Saintifik Hasil uji kepraktisan oleh guru menunjukkan persentase sebesar 100%, yang termasuk kategori Sangat Praktis (Nurhusain & Hardi, 2. Nilai ini menunjukkan bahwa seluruh indikator penilaian pada aspek materi, konstruksi, dan bahasa telah terpenuhi dengan sempurna sesuai standar kelayakan instrumen pembelajaran. Guru menilai bahwa petunjuk penggunaan modul jelas, bahasa yang digunakan sesuai kaidah, mudah dipahami, serta instrumen dapat langsung digunakan tanpa memerlukan revisi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa modul ajar berbasis saintifik yang dikembangkan sudah mendukung pelaksanaan pembelajaran secara efektif dari sudut pandang pengajar. Sementara itu, hasil uji kepraktisan oleh siswa memberikan persentase rata-rata sebesar 84,67%, yang berada pada kategori Praktis. Persentase tersebut diperoleh dari empat responden dengan rentang penilaian antara 80% hingga 90,67%. Dua responden memberikan penilaian di atas 88%, menandakan bahwa modul sangat layak digunakan tanpa perbaikan, sedangkan dua responden lainnya memberikan penilaian 80%, yang berarti modul tetap layak digunakan dengan saran perbaikan minor. Penilaian siswa ini mencerminkan bahwa modul mudah digunakan, isi dan tampilannya menarik, serta mendukung proses pembelajaran, meskipun ada beberapa aspek yang masih dapat disempurnakan agar lebih optimal. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anas dkk. Pengembangan Modul Ajar Berbasis Saintifik Pada Mata PelajaranA Secara keseluruhan, hasil uji kepraktisan dari guru dan siswa menunjukkan bahwa modul ajar berbasis saintifik yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kemudahan penggunaan, kejelasan petunjuk, dan keterpahaman bahasa. Modul ini siap diimplementasikan di kelas dengan potensi memberikan pengalaman belajar yang efektif dan efisien, baik dari sudut pandang pendidik maupun peserta didik. Dengan demikian, modul ajar berbasis saintifik pada materi pembiakan tanaman yang telah dikembangkan dinyatakan memenuhi kriteria valid dan praktis, sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung proses pembelajaran. Meskipun demikian, penyempurnaan minor sesuai masukan validator dan responden tetap perlu dilakukan agar modul ini semakin optimal dan menarik saat diimplementasikan di KESIMPULAN Dari aspek kevalidan, modul ajar yang dikembangkan dinyatakan valid. Hasil validasi ahli materi memperoleh persentase 84,61% dengan kategori Valid, sedangkan validasi ahli media memperoleh persentase 88,89% dengan kategori Sangat Valid. Hal ini menunjukkan bahwa isi, penyajian, dan tampilan modul telah sesuai dengan kurikulum, capaian pembelajaran, serta kebutuhan peserta didik, meskipun masih diperlukan sedikit penyempurnaan berdasarkan masukan validator. Dari aspek kepraktisan, modul ajar dinyatakan praktis digunakan dalam Penilaian guru memperoleh persentase 100% . ategori Sangat Prakti. , sedangkan penilaian siswa memperoleh persentase rata-rata 84,67% . ategori Prakti. Hasil ini menunjukkan bahwa modul mudah digunakan, memiliki tampilan yang menarik, serta mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, modul ajar berbasis saintifik yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan praktis, sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung proses pembelajaran pada mata pelajaran dasar program keahlian. DAFTAR PUSTAKA