Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Volume. 4 No. Oktober 2022,Page: 44-54 e-ISSN: 2961-7278. p-ISSN: 2964-6472 PENERAPAN PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DENGAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 TAMBAKMULYA Astuti Tri Utami1. Mujiyem Sapti2. Titi Anjarini3 Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo Prodi Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo E-mail: astutiutami7005@gmail. com1, sapti@umpwr. id2, anjarini@umpwr. Abstract This study aims to: . Describe the application of Blended Learning with the Numbered Head Together (NHT) method of flat-building material for class IV SD Negeri 1 Tambakmulya for the Academic Year 2021/2022 . Improve student learning activities by applying Blended Learning with the Numbered Head Together Method (NHT) on the flat-building material in grade IV SD Negeri 1 Tambakmulya for the 2021/2022 academic . Improve student learning outcomes by applying Blended Learning with the Numbered Head Together (NHT) method on flat building materials in grade IV SD Negeri 1 Tambakmulya for the 2021/2022 academic year. This research is classroom action research (CAR) which was conducted in the second semester with two cycles. The research subjects were the fourth grade students of SD Negeri 1 Tambakmulya totaling 24 students. Data collection techniques used include observation, tests, and Analysis of the data obtained are analysis of the implementation of learning, analysis of student activity, and analysis of learning outcomes. Data analysis is calculated using the average value using a predetermined equation. The results of this study can be explained as follows: Implementation of learning in the first cycle there is a percentage of 77%, an increase in the second cycle is 95%. Student activity in the first cycle obtained 53% less active category increased in the second cycle obtained 83% active category. Meanwhile, the students' mathematics learning outcomes in the first cycle obtained an average of 71 with a percentage of 50% with a medium category of 24 students who took the evaluation test, increasing in the second cycle an average of 84 with a percentage of 83% was obtained with a high category of 24 students who took the evaluation test. So, students' mathematics learning outcomes have increased in average from cycle I and cycle II by 33%. Thus, the application of Blended Learning with the Numbered Head Together (NHT) method can increase student activity and mathematics learning outcomes for fourth grade students of SD Negeri 1 Tambakmulya. Keywords: Blended Learning. NHT (Numbered Head Togethe. Activeness and Learning Outcomes. Two-dimentional figure. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Volume. 4 No. Oktober 2022,Page: 44-54 e-ISSN: 2961-7278. p-ISSN: 2964-6472 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: . Mendeskripsikan penerapan pembelajaran Blended Learning dengan metode Numbered Head Together (NHT) materi bangun datar kelas IV SD Negeri 1 Tambakmulya Tahun Ajaran 2021/2022 . Meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran Blended Learning dengan Metode Numbered Head Together (NHT) pada materi bangun datar di kelas IV SD Negeri 1 Tambakmulya Tahun Ajaran 2021/2022. Meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran Blended Learning dengan metode Numbered Head Together (NHT) pada materi bnagun datar di kelas IV SD Negeri 1 Tambakmulya Tahun Ajaran 2021/2022. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan pada semester II dengan dua siklus. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Tambakmulya berjumlah 24 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang dilakukan meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang diperoleh yaitu analisis keterlaksanaan pembelajaran, analisis keaktifan siswa, dan analisis hasil belajar. Analisis data dihitung menggunakan nilai rata-rata menggunakan persamaan yang telah Hasil penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Keterlakasanaan pembelajjaran pada siklus I terdapat presentase 77%, meningkat pada siklus II yaitu 95%. Keaktifan siswa pada siklus I diperoleh 53% kategori kurang aktif meningkat pada siklus II diperoleh 83% kategori aktif. Sedangkan hasil belajar matematika siswa pada siklus I diperoleh rerata 71 dengan presentase 50% dengan kategori sedang dari 24 siswa yang mengikuti tes evaluasi, meningkat pada siklus II diperoleh rerata 84 dengan presentase 83% dengan kategori tinggi dari 24 siswa yang mengikuti tes evaluasi. Jadi, hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan rerata dari siklus I dan siklus II sebesar 33%. Dengan demikian bahwa penerapan pembelajaran Blended Learning dengan Metode Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 1 Tambakmulya. Kata Kunci: Blended Learning. Metode NHT (Numbered Head Togethe. Keaktifan Dan Hasil Belajar. Bangun Datar. LATAR BELAKANG New Normal merupakan kehidupan masyarakat secara normal dengan tetap melakukan berbagai kegiatan namun dengan pola hidup yang menerapkan protocol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 (Jarwati & Priskawati,2. Pada masa new normal, pembelajaran di sekolah dasar memasuki pembelajaran normal, sehingga diperlukan penerapan sistem pembelajaran yang dapat memadukan pembelajaran daring maupun luring namun tetap menerapkan protocol Perencanaan pembelajaran pada masa pandemic covid-19 saat ini tentu saja perlu dipersiapkan dengan perencanaan yang tepat sasaran agar dapat digunakan dan membantu siswa memperoleh pembelajaran. Pembelajaran bisa dilakukan secara luring dan secara daring. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet sehingga Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Volume. 4 No. Oktober 2022,Page: 44-54 e-ISSN: 2961-7278. p-ISSN: 2964-6472 guru dan siswa tidak perlu bertatap muka dalam proses pembelajaran (Setiawan & Iasha. Sedangkan pembelajaran luring merupakan pembelajaran di luar jaringan yang tidak memanfaatkan akses internet (Fauzi & Sastra Kusuma, 2. Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa pada kondisi pandemic saat ini yaitu dengan membuat perencanaan pembelajaran yang mengkombinasikan pembelajaran secara daring dan luring dengan merancang model pembelajaran yang bisa diterapkan saat ini. Keaktifan belajar peserta didik dalam pembelajaran Bangun Datar itu sangat Keaktifan belajar adalah suatu proses kegiatan belajar mengajar yang subjek didiknya terlibatsecara intelektual dan emosional sehingga peserta didik benar-benar berperan dan berpartisipasi aktif di dalam melakukan kegiatan belajar mengajar (Pour, 2018: . Keaktifan belajar juga dapat dilihat melalui beraneka bentuk kegiatan, dari kegiatan fisik yangmudah dapatdiamati dan yang sampai dengan yang susah diamati. Kegiatan yang mudah diamati yaitu diantaranya seperti membaca, menulis, mendengarkan, mengukur, dan memperagakan. Keaktifan peserta didik di dalam proses pembelajaran juga sangat mempengaruhi keberhasilan dalam pembelajaran (Kharis, 2019: . Pembelajaran aktif akanmuncul ketika peserta didik bersemangat dan siap secara mental maupun fisik. Oleh sebab itu,jika keaktifan belajar peserta didik meningkat, maka hasil belajar pun akan meningkat. Hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari nilai yang diperoleh peserta didik. Menurut Hutauruk Pindo . , hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang terjadi setelah mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan Pendidikan. Berpedoman pada teori dan kondisi lapangan tersebut, maka diperlukan model pembelajaran yang dapat dilakukan pada kondisi saat ini salah satunya adalah model pembelajaran kombinasi atau dikenal dengan istilah Blended Learning. Onta . menyatakan bahwa Blended Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran tradisioanal tatap muka dan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan media pembelajaran berbasis online. Daryanto . 0: . juga mengatakan bahwa Blended Learning sebagai solusi menjawab tantangan dalam merangkai pembelajaran dan pengembangan individu siswa, sehingga sangat tepat digunakan pada situasi saat ini. Salah satu metode yang sesuai dengan permasalahan yang di angkat oleh peneliti adalah Numbered Head Together (NHT), mengingat metode Numbered Head Together Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Volume. 4 No. Oktober 2022,Page: 44-54 e-ISSN: 2961-7278. p-ISSN: 2964-6472 (NHT) ini memiliki tujuan dan kelebihan yang merangsang siswa untuk aktif saat pembelajaran dan setiap siswa siap saat mendapat tugas. Menurut Kurniasih dan Sani dalam (Nurwahyudi, 2. yaitu Numbered Head Together atau kepala bernomor struktur merupakan metode yang dapat dijadikan alternative variasi metode pembelajaran dengan membentuk kelompok heterogen. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SDN 1 Tambakmulya, adapun permasalahan yang ditemukan meliputi. Pertama, guru menerapkan model pembelajaran konvensional berupa ceramah pada materi bangun datar. Penggunaan materi ceramah berpusat pada guru saja, hal ini menyebabkan hasil pembelajaran yang kurang optimal. Kedua, keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika belum maksimal. Hal ini dapat diketahui bahwa hanya 40% siswa yang aktif. Ketiga, hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari pencapaian hasil belajar matematika siswa yaitu 60% berada di bawah nilai KKM 75. Mengacu pada permasalahan di atas, keaktifan dan hasil belajar peserta didik menjadi fungsi utama karena masih banyak peserta didik yang belum mencapai KKM. Sehingga salahsatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar yaitu NHT (Numbered Head Togethe. Adapun langkah-langkah model pembelajaran NHT sebagaimana yang dikemukakan oleh Rusman . yaitu sebagai berikut: . Persiapan peserta didik. Pendidik membentuk kelompok kelompok yang beranggotakan 3-5 orang peserta didik yang heterogen. Diskusi masalah. Memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban. Pendidik memberikan KAJIAN TEORITIS Ada beberapa penelitian dahulu yang digunakan penulis sebagai rujukan pada penelitian ini, antara lain Penelitian yang dilakukan oleh Eka Wahyu Ningsih dalam skripsinya yang berjudul AuPenerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together pada Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bungo disebutkan bahwa hasil penelitian terlihat sangat jelas bagaimana keaktifan belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran kooperatif NHT ini. Seperti terlihat bahwa keaktifan siswa meningkat dari prasiklus ke siklus I dan siklus I ke siklus II, hasil aktivitas belajar siswa pada siklus I Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Volume. 4 No. Oktober 2022,Page: 44-54 e-ISSN: 2961-7278. p-ISSN: 2964-6472 mencapai 66,3% mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 80,6%. Sedangkan hasil tes keaktifan belajar siswa akhir siklus I di peroleh skor kekatifan sebesar 3,69 dengan kategori Aumendekati aktifAy dan skor keaktifan siswa meningkat menjadi 4,3 dengan kategori Aumendekati sangat aktifAy, berdasarkan analisis hasil tes keaktifan belajar siklus I II keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap Adapun persamaan penelitian ini dengan yang dilakukan oleh Eka Wahyu Ningsih yaitu sama-sama menggunakan model pembelajaran numbered head together (NHT). Perbedaannya yaitu pada pembelajaran tematik. Penelitian yang dilakukan oleh Naila Nurchasanah dalam skripsinya yang berjudul AuPenerapan ModelNumbered Head Together (NHT) dengan Media SIM CARD untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPA siswa materi simbiosis pada makhluk hidup dengan menggunakan media pembelajaran Sim Card pada Siklus I diperoleh presentase ketuntasan sebesar 43% dan siklus II diperoleh 97,7%. Persamaan penelitian ini dengan yang dilakukan oleh Naila Nurchasanah yaitu sama-sama menggunakan model Numbered Head Together (NHT). Perbedaannya yaitu pada mata pelajarannya dan upaya meningkatkan keaktifan dan hasil Penelitian yang dilakukan oleh Nisful Lailatul Umamah dalam skripsinya yang berjudul AuPeningkatan Kemampuan Berhitung Pembagian Berbasis (Porogapi. Pada Materi Mengubah Bentuk Pecahan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe (Numbered Heads Togethe. Siswa Kelas IV-B MIN 1 PasuruanAy Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada mata pelajaran Matematika materi mengubah bentuk pecahan pada kelas IV B di MIN 1 Pasuruan mengalami peningkatan dari tiap pra siklus, siklus 1 ke siklus II. Hal ini dibuktikan dari hasil rata-rata pra siklus yang diperoleh 73,4% . , kemudian mengalami peningkatan sebanyak 2,1% pada siklus I skor yang diperoleh 75,5 . , serta pada siklus II mengalami peningkatan sebanyak 11,7% skor yang diperoleh 87,2 . Berdasarkan skor yang didapatkan dari peningkatan tahapan pra siklus, siklus 1 ke II telah mengalami peningkatan yang signifikan. Persamaan penelitian ini dengan yang dilakukan oleh peneliti Nisful Lailatul UMamah yaitu sama-sama menggunakan model Numbered Head Together (NHT). Perbedaannya yaitu pada peningkatan kemampuan berhitung berbasis porogapit dan kelas. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Volume. 4 No. Oktober 2022,Page: 44-54 e-ISSN: 2961-7278. p-ISSN: 2964-6472 METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menurut Arikunto . penelitian yang dilakukkan oleh pendidik yang bertindak sebagai peneliti. Penerapan penelitian ditujukan kepada beberapa subjek yang menjadi sasarannya, yaitu peserta didik. Tujuan dari penelitian tindakan adalah untuk menjadikan kualitas pembelajaran yang berada dikelas mengalami peningkatan Penelitian tindakan kelas ditandai dengan adanya suatu tindakan. Tindakan ini tidak hanya dilakukan sekali. Akan tetapi tindakan ini dilakukan berulang ulang sampai tujuan penelitian tindakan kelas ini tercapai. Menurut Arikunto . Penelitian tindakan kelas terdiri dari empat rangkaian, adapun kegiatanya yaitu: 1. Perencanaan . , 2. Tindakan . , 3. Pengamatan . , dan 4 refleksi ( refleksio. Tahapan dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas terdapatsiklus yang harus dilaksanakan. Tahapan tindakan kelas dapat dilihat melalui gambar sebagai berikut: Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan Hasil Penelitian Gambar 1. Alur PTK Subjek pada penelitian ini adalah siswa SD Negeri 1 Tambakmulya kelas IV pada tahun ajaran 2021/2022, dengan sejumlah 24 siswa, yang terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Data pada penelitian ini dkumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi keaktifan, soal tes penguasaan bangun datar. Teknik analisis data hasil penelitian ini yaitu analisis keteraksanaan Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Volume. 4 No. Oktober 2022,Page: 44-54 e-ISSN: 2961-7278. p-ISSN: 2964-6472 pembelajaran, analisis keaktifan siswa, analisis hasil belajar. Dari tiap analisis menghitung skor hasil observasi dan menghitung rata-rata. Indikator keberhasilan pada keaktifan adalah 80% kategori aktif, keberhasilan atau ketuntasan belajar dilihat berdasarkan hasil tes yang diperoleh siswa. Dikatakan tuntas apabila setiap siswa mendapat nilai lebih dari 75 sesuai dengan KKM yang berlaku di SD Negeri 1 Tambakmulya. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Tambakmulya. Kecamatan Puring. Kabupaten Kebumen. Terdapat dua siklus pelaksanaan dalam penelitian ini. Setiap siklus dilakukan pertemuan sebanyak tiga kali. Baik dalam siklus I maupun siklus II terdiri dari berbagai kegiatan seperti perencanaan, tindakan, pengamatan serta refleksi. Data pada penelitian ini diperoleh menggunakan instrumen yang terdiri dari lembar observasi keaktifan dan soal tes evaluasi bangun datar. Hasil Keterlaksanaan Pembelajaran Keterlaksanaan Pembelajaran Siklus I Siklus II Siklus 1 Siklus II Berdasarkan hasil siklus I keterlaksanaan pembelajaran memperoleh sebesar 77% dengan kategori baik, kemudian pada siklus II presentase keterlaksanaan pembelajaran peserta didik sebesar 95% dengan kategori sangat baik. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Volume. 4 No. Oktober 2022,Page: 44-54 e-ISSN: 2961-7278. p-ISSN: 2964-6472 Peningkatan Keaktifan Keaktifan Belajar Siklus I dan Siklus II Siklus I Siklus II Siklus 1 Siklus II Berdasarkan hasil siklus I keaktifan belajar memperoleh sebesar 53% dengan kategori kurang aktif, kemudian pada siklus II presentase keterlaksanaan pembelajaran peserta didik sebesar 83% dengan kategori aktif. Peningkatan Hasil Belajar Hasil Belajar Peserta Didik Siklus I Siklus II Siklus 1 Siklus II Berdasarkan hasil siklus I hasil belajar memperoleh sebesar 50% dengan kategori rendah, kemudian pada siklus II presentase keterlaksanaan pembelajaran peserta didik sebesar 84% dengan kategori tinggi. Pembahasan Keterlaksanaan pembelajaran dilihat dari angket yang diisi oleh guru kelas sebagai pengawas dan membantu penelitian. Pada siklus I dan siklus II pertemuan pertama, dilaksanakan secara daring, yaitu pendidik mengirimkan materi pembelajaran Keliling dan Luas Bangun Datar dan pembagian kelompok melalui WhatsApp Group yang nantinya akan di bahas pada pertemuan kedua. Pembelajaran secara daring atau Blended Learning terdapat 4 ruang belajar yaitu sinkron secara langsung, sinkron virtual. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Volume. 4 No. Oktober 2022,Page: 44-54 e-ISSN: 2961-7278. p-ISSN: 2964-6472 asinkron mandiri, dan asinkron kolaboratif. Hasil keterlaksanaan pembelajaran telah dihitung menggunakan rumus. Keaktifan belajar peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Togethe. dilihat oleh peneliti melalui Pengamatan dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi keaktifan peserta didik yang telah disediakan. Lembar penilaian berupa tabel, berisi kolom aspek keaktifan berupa . Memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru (A. , . Aktif dalam kelompok (A. , . Menjawab pertanyaan guru (A. , . Kemampuan mengingat materi yang disampaikan oleh guru (A. , . Mengemukakan pendapat kepada guru atau teman (A. , . Berani bertanya (A. Setiap aspek indikator terdapat pilihan skor 1-4, peneliti dapat menentukan skor yang diperoleh dari pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan grafik diatas telah diperoleh bahwa indikator keaktifan belajar telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang telah ditentukan minimal yaitu 80% indikator hasil belajar, pada siklus I 537%, pada siklus II mengalami peningkatan yaitu menjadi 83% . Hasil belajar peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Togethe. dilihat oleh peneliti melalui hasil tes evaluasi peserta didik. Tes evaluasi berupa soal yang berjumlah 10 soal pilihan ganda dan 5 soal Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui hasil belajar siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Hal ini selaras dengan hasil penelitian Ngatini . yang menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran NHT (Numbered Head Togethe. sangat menyenangkan bagi siswa karena siswa tidak lagi pasif tetapi selalu aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga hasil belajarpun meningkat dan mencapai target yang telah ditentukan. Siklus I terdapat 12 peserta didik atau 50% yang mendapatkan nilai tuntas dan 12 peserta didik belum tuntas atau 50% dari jumlah peserta didik. Sedangkan saat dilakukan siklus II terdapat 21 peserta didik atau 84% dari jumlah peserta didik yang tuntas dan 4 peserta didik atau 33,3% yang mendapatkan nilai belum tuntas. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Volume. 4 No. Oktober 2022,Page: 44-54 e-ISSN: 2961-7278. p-ISSN: 2964-6472 KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dikelas IV SD Negeri 1 Tambakmulya, dengan subjek penelitian kelas IV yang berjumlah 24 siswa. Penelitian ini menggunakan metode Numbered Head Together (NHT) demi meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pada materi Bangun Datar kelas IV SD Negeri 1 Tambakmulya menunjukan bahwa: . Proses pembelajaran metode Numbered Head Together (NHT) dipadukan dengan penerapan pembelajaran Blended Learning materi bangun datar berjalan sesuai perencanaan yang telah dibuat. Pada siklus I keterlakasanaan terdapat presentase 77%, meningkat pada siklus II yaitu 95%. Metode pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Togethe. dapat meningkatkan keaktifan peserta didik pada pembelajaran matematika dengan materi keliling dan luas bangun datar. Pada siklus I skor presentase rata-rata kekatifan peserta didik adalah 53% dengan kategori kurang aktif meningkat pada siklus II menjadi 83% dengan kategori . Metode pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Togethe. dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran matematika dengan materi keliling dan luas bangun datar. Pada siklus I nilai rata-rata 71 kategori sedang dengan presentase 50%, meningkat pada siklus II nilai rata-rata 84 dengan kategori tinggi dengan presentase 83%. DAFTAR REFERENSI Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Hutauruk. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV SDN Nomor 14 Simbolon Purba. Journal Education School. Vol8No. https://w. net/publication/327626964_MENINGKATKAN_HASIL_B ELAJAR_SISWA_DENGAN_ALAT_PERAGA_PADA_MATA_PELAJARA N_IP A_KELAS_IV_SDN_NOMOR_14_SIMBOLON_PURBA Kharis. Upaya peningkatan keaktifan siswa melalui model pembelajaran picture and picture berbasis IT pada tematik. Mimbar PGSD Undiksha, 7. http://ejournal. id/JJPGS/article/view/19387. Kurniasih. Ragam Pengembangan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Kata Pena Ningsih. Wahyu. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together Pada Pembelajaran Tematik Untuk Meningkatkan Belajar Siswa Kelas IV SD Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bungo. State Islamic University of Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Volume. 4 No. Oktober 2022,Page: 44-54 e-ISSN: 2961-7278. p-ISSN: 2964-6472 Onta. Efektivitas Penerapan Model Blended Learning dengan Menggunakan Media Pembelajaran Quipper School Ditinjau Dari Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Siswa Kelas X TKJ-A SMK ASISI Jakarta Tahun Ajaran 2017/2018 Skripsi. Pour. Herayanti. , & Sukroyanti. Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Keaktifan Belajar Siswa. Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika,2. ,36-40. http://w. com/id/publications/287946/pengaruh-model-pembelajaran-talkingstick-terhadap-keaktifan-belajar-siswa. Saputra. , & Priskawati. Blended Learning Solusi Pembelajaran New Normal Untuk Pendidikan Agama Kristen Di Era Revolusi Industri 4. 0Ay Didaxei, 1. Setiawan. , & Iasha. Pandemi Covid-19: Pengaruh Pembelajaran Full-Online Bagi Sekolah Dasar Di Pedesaan. Ay JPsd (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasa. :114-123 Al YAZIDIY: Ilmu Sosial. Humaniora, dan Pendidikan Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain.