Journal Genta Mulia Volume 15. Number 2, 2025 pp. P-ISSN 2301-6671 E-ISSN: 2580-6416 Open Access: https://ejournal. id/index. php/gm PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN PENGURANGAN BERSUSUN DENGAN TABEL KELAS II SEKOLAH DASAR Anisa Dewi Ardani1. Puput Try Kurniasari2, dan Supriyono3 12PPG FKIP. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta 3Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta * Corresponding Author: anisadewiardani@gmail. Abstrak Operasi hitung penjumlahan dan pengurangan adalah materi dalam pembelajaran matematika yang sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang dibuktikan dengan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada operasi penghitungan penjumlahan dan pengurangan bersusun di salah satu sekolah dasar di Surakarta melalui implementasi media visual tabel sederhana. Penelitian merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus, subjek penelitian terdiri dari kelas II yang terdiri dari 28 siswa. Pengumpulan data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan media tabel sederhana mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata meningkat pada prasiklus yaitu 60 menjadi 83 pada siklus II, dengan presentase ketuntasan belajar dari 22 persen menjadi 82 persen. Penelitian tindakan kelas ini menyimpulkan bahwa penggunaan media tabel bersusun sederhana dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II di salah satu SD di Surakarta tahun pelajaran 2024/2025. Kata Kunci : Hasil Belajar. Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun. Tabel Susun Abstract Addition and subtraction operations are essential topics in mathematics learning that are highly applicable to daily life, as evidenced by studentsAo learning outcomes. This study aims to improve student learning outcomes in multi-digit addition and subtraction operations at a primary school in Surakarta through the use of simple visual table media. The research is a classroom action research conducted in two cycles, involving 28 second-grade students as subjects. Data were collected using a quantitative descriptive method. The results show that the use of simple table media effectively improved student learning outcomes. The average score increased from 60 in the pre-cycle to 83 in the second cycle, while the percentage of learning mastery rose from 22 percent to 82 percent. This classroom action research concludes that the use of simple structured table media can enhance the learning outcomes of second-grade students at a primary school in Surakarta during the 2024/2025 academic year. Keywords : Learning Outcomes. Multi-digit Addition and Subtraction. Structured Table PENDAHULUAN Pembelajaran matematika ditingkat sekolah dasar merupakan fondasi penting terkait konsep-konsep dasar dan membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah yang mencakup banyak topik dasar. Oleh karena itu, siswa harus memahami konsep matematika agar dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan dibuktikan melalui hasil belajar (Hana et al. , 2. Hal tersebut sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Sholihah et al. , . bahwa penguasaan siswa pada materi pembelajaran matematika di sekolah dasar terkait langsung dengan keberhasilan Operasi hitung penjumlahan dan pengurangan adalah mata pelajaran yang sangat Anisa Dewi Andani1,Peningkatan Hasil Belajar JurnalAJurnal Genta Mulia. penting untuk memahami matematika. Memahami materi ini sangat penting karena membantu menguasai konsep matematika yang lebih kompleks di masa depan (Firdaus et , 2. Namun, sebagian besar siswa tidak menyukai matematika karena menganggap sebagai mata pelajaran yang sulit (Supriyanti & Sitepu, 2. Kesulitan belajar yang dihadapi siswa saat belajar matematika dikarenakan mereka tidak mampu memahami konsep abstrak matematika. Matematika juga membutuhkan kemampuan ingatan, pengetahuan, dan pemahaman yang kuat untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari (Haswindi et al. , 2. Selain itu, pada pengaplikasian matematika siswa seringkali tidak tertarik dengan pelajaran matematika karena media pembelajaran yang kurang bervariasi (Hana et al. , 2. Oleh karena itu, untuk membantu siswa memahami konsep penjumlahan dan pengurangan, guru harus membuat media pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan mampu memvisualisasikan materi yang bersifat abstrak (Firdaus et al. , 2. Media pembelajaran adalah alat bantu yang digunakan selama kegiatan pembelajaran yang bermanfaat untuk meningkatkan cara pikir, emosi, perhatian dan keterampilan siswa. Dengan demikian, media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa (Soviawati et , 2. Selain itu, media pembelajaran sangatlah penting untuk pembelajaran matematika karena dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa, mendorong proses belajar dan membantu siswa membuat hubungan antara apa yang mereka ketahui dan apa yang mereka pelajari (Mahmudi et al. , 2. Penelitian mengenai penggunaan berbagai jenis media visual dalam pembelajaran operasi hitung matematika di sekolah dasar telah banyak dilakukan di Indonesia. Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh Hana et al. , . dalam Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar meneliti mengenai penggunaan media papan nilai tempat satuan dan puluhan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Namun, penelitian yang secara spesifik mengkaji mengenai penggunaan media tabel dalam meningkatkan hasil belajar operasi hitung penjumlahan dan penguruangan bersusun pada siswa kelas II masih relatif terbatas. Penelitian terdahulu cenderung pada jenis media yang berbeda dan pada konteks materi pelajaran matematika yang berbeda. Dengan demikian, penelitian tindakan kelas ini memiliki urgensi untuk memberikan literatur dan kontribusi empiris mengenai pemanfaatan media tabel dalam mengatasi permasalahan pembelajaran operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bersusun dikelas II sekolah dasar. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas II sekolah dasar pada materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bersusun melalui penggunaan media tabel. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi praktis dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui penggunaan media tabel, serta dapat menjadi referensi dan memberikan wawasan baru bagi guru mengenai pentingnya penggunaan media visual dalam memfasilitas pemahaman konsep matematika di kelas rendah. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran matematika pada materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bersusun. Penelitian dilakukan di salah satu SD yang terletak di kota Surakarta pada semester gasal tahun pelajaran 2024/2025. Subyek penelitian merupakan kelas IIA yang berjumlah 28 siswa, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Penelitian tindakan kelas menggunakan tahapan perencanaan, pelaksanaan dan observasi serta refleksi menurut Kemmis & Taggart . Tahapan perencanaan dilakukan dengan wawancara guru, identifikasi awal hasil belajar matematika, diskusi perangkat pembelajaran dan lembar observasi. Pada tahap pelaksanaan dan observasi, peneliti P-ISSN:2301-6671. E-ISSN :2580-6416 | 177 Anisa Dewi Andani1,Peningkatan Hasil Belajar JurnalAJurnal Genta Mulia. melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan media tabel hitung sederhana yang terdiri atas kolom-kolom untuk bilangan puluhan dan satuan. Selanjutnya pada tahap refleksi, secara berkolaborasi peneliti dan guru melakukan analisis hasil belajar siklus I. Apabila indikator keberhasilan penelitian belum tercapai, maka perlu adanya siklus II untuk ditinjau kembali sehingga terjadi perbaikan yang signifikan berdasarkan hasil refleksi siklus Secara lebih rinci, tahapan kegiatan pada setiap siklus disajikan pada gambar berikut: Gambar 1 Desain PTK Kemmis dan Tagart Instrumen penelitian terbagi menjadi dua jenis, yaitu instrument pembelajaran yang terdiri dari modul ajar yang dilengkapi lembar kerja peserta didik dan instrumen pengumpulan data yang terdiri dari lembar tes, lembar observasi dan lembar wawancara guru kelas. Pengumpulan data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata siswa dan persentase ketuntasan secara klasikal yang dianalisis menggunakan metode statisika. Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas yaitu meningkatnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui penggunaan media tabel hitung sederhana dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran minimal Ou75. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada prasiklus, peneliti melakukan observasi dan pengambilan data untuk mengetahui kondisi awal siswa sebelum penerapan media pembelajaran tabel hitung bersusun sederhana yang dilaksanakan pada 18 November 2024. Berdasarkan evaluasi belajar pra siklus, terdapat beberapa siswa yang kesulitan dalam menyusun dan menempatkan angka pada kolom yang sesuai, sehingga menghasilkan jawaban yang salah. Kesulitan dalam penyusunan angka pada kolom menunjukkan bahwa siswa belum memahami penyusunan angka dalam operasi penghitungan dan pengurangan bersusun (Sulistyaningsih et al. , 2. Hal ini ditunjukkan pada tabel 1 memperoleh nilai rata-rata klasikal 60,11 sehingga belum memenuhi kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (KKTP) yaitu minimal Ou75. Terdapat 6 siswa yang mencapai nilai KKTP dengan presentase ketuntasan 18%. Sedangkan jumlah siswa yang tidak mencapai KKTP yaitu 22 siswa sehingga presentase ketuntasan hasil belajar 82%. Tabel 1 Presentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Prasiklus Nilai hasil belajar Kategori Jumlah Siswa Presentase O75 Tidak Tuntas Ou75 Tuntas Tabel 2 Hasil Belajar Siswa Prasiklus Kategori Nilai rata-rata P-ISSN:2301-6671. E-ISSN :2580-6416 Hasil | 178 Anisa Dewi Andani1,Peningkatan Hasil Belajar JurnalAJurnal Genta Mulia. Jumlah siswa mencapai KKTP Presentase ketuntasan belajar berdasarkan KKTP Berdasarkan tabel 1 dan 2, adanya urgensi dalam melakukan tindakan perbaikan hasil belajar siswa, khususnya pada materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bersusun yang sesuai dengan aturan hitung yang berlaku dan langkah yang tepat agar pembelajaran lebih efektif dan efisien (Wahyuni & Suyoto, 2. Siklus I Siklus I dilakukan dengan satu kali pertemuan pada tanggal 25 Oktober 2024 menggunakan media tabel hitung sederhana yang terdiri atas kolom untuk bilangan puluhan dan satuan. Pada tahap perencanaan, peneliti merencanakan pembelajaran, seperti strategi, model dan metode serta media yang digunakan, dan menyiapkan instrumen Pada tahap pelaksanaan, peneliti melakukan pembelajaran sesuai dengan sintaks yang sudah disusun pada tahap perencanaan. Pada kegiatan awal guru melakukan absensi dan pengkondisian kelas agar bersiap dalam pembelajaran. Kegiatan inti dilakukan dengan pembagian kelompok, pembagian lembar kerja peserta didik, penjelasan lembar kerja peserta didik dan media tabel hitung sederhana. Kegiatan penutup dilakukan dengan pengerjaan soal evaluasi untuk mengetahui hasil belajar dan konfirmasi materi kepada siswa yang dilakukan dengan pemberian pertanyaan oleh guru di papan tulis. Hasil belajar siswa pada operasi hitung penjumlahan dan pengurangan menggunakan tabel sederhana yaitu sebagai berikut: Tabel 3 Hasil Belajar Siswa Siklus I Kategori Hasil Nilai rata-rata Jumlah siswa mencapai KKTP Presentase ketuntasan belajar berdasarkan KKTP Berdasarkan data pada tabel 3, nilai rata-rata siswa menunjukkan angka 73. Terdapat 17 siswa yang tuntas dan presentase ketuntasan belajar 61%. Terjadi peningkatan nilai ratarata, jumlah siswa tuntas dan presentase ketuntasan belajar dibandingkan dengan prasiklus, namun belum memenuhi indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas yaitu ketercapaian tujuan pembelajaran klasikal minimal Ou75. Sehingga berdasarkan refleksi perlu dilanjutkan ke siklus II (Sholikah et al. , 2. Hasil refleksi pada sikus I menunjukkan bahwa beberapa siswa belum memahami penggunan media tabel hitung sederhana khususnya menabung dan meminjam serta siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Kurangnya pemahaman siswa menjadi bahan evaluasi untuk diperbaiki di siklus II. Perencanaan siklus II didasarkan pada kekurangan siklus I, yaitu perbaikan media pembelajaran, rencana pembelajaran dan menyusun soal evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa. Perbaikan dilakukan dengan menambahkan kotak bantu menabung dan meminjam dalam tabel sederhana agar peserta didik tidak kesulitan dalam menulis angka pada kolom jawaban yang disediakan (Rohani et al. , 2. Pelaksanaan siklus II dilakukan pada tanggal 2 November 2024. Pembelajaran dilakukan dengan absensi dan pengkondisian siswa, dilanjutkan dengan pembagian lembar kerja peserta didik dan media tabel sederhana yang dikombinasikan dengan kotak bantu. Diakhir pembelajaran, guru memberikan soal evaluasi dan konfirmasi materi menggunakan media wordwall untuk mendorong keaktifan Hasil belajar siswa pada siklus II menggunakan tabel sederhana yang dikombinasikan kotak bantu dapat dilihat pada tabel 4: P-ISSN:2301-6671. E-ISSN :2580-6416 | 179 Anisa Dewi Andani1,Peningkatan Hasil Belajar JurnalAJurnal Genta Mulia. Tabel 4 Hasil Belajar Siswa Siklus II Kategori Nilai rata-rata Jumlah siswa mencapai KKTP Presentase ketuntasan belajar berdasarkan KKTP Hasil Data pada tabel 4 menunjukkan bahwa nilai rata-rata klasikal siswa berada di angka 83 dengan jumlah siswa mencapai KKTP 23 siswa dan presentase ketuntasan pada angka Nilai rata-rata klasikal meningkat 10 poin, presentase ketuntasan belajar berdasarkan KKTP mengalami kenaikan dari 61% menjadi 82% dengan jumlah siswa yang tuntas pada siklus I 17 siswa menjadi 23 siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar yang signifikan dibandingkan dengan siklus I. Pembelajaran pada siklus II telah mencapai indikator keberhasilan penelitian yaitu ketercapaian tujuan pembelajaran klasikal minimal Ou75 yang menunjukkan proses pembelajaran dengan media tabel berlangsung dengan baik dan optimal. Dengan demikian, penelitian tindakan kelas dihentikan pada siklus II. Penelitian dihentikan karena terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada penggunaan tabel bersusun dengan bantuan kotak hitung, yang merupakan media pembelajaran untuk mempermudah dan membantu siswa meningkatkan pemahaman konsep yang sulit (Hadun et al. , 2023. Nisa, 2020. Sulistyaningsih et al. , 2. Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget, anak-anak pada rentang usia 6 hingga 7 tahun berada pada tahap operasional konkret, dengan kemampuan berpikir logis yang masih bergantung pada objek nyata. Sehingga penggunaan media visual menjadi penting sebagai alat bantu untuk memfasilitasi pemahaman siswa terhadap materi matematika yang bersifat abstrak (Maryati et al. , 2. Dengan bantuan media tabel, dapat membantu siswa meminimalisir kekeliruan posisi angka dan kesalahan perhitungan yang terjadi dalam soal bersusun (Rohani et al. , 2. Penggunaan media visual, seperti media tabel bersusun juga berperan dalam meningkatkan minat belajar siswa. Ketika siswa tertarik dan termotivasi oleh media yang digunakan, siswa cenderung aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan memroses informasi dengan lebih efektif, sehingga terjadi peningkatan hasil belajar (Golu, 2016. MarAoatus Sholihah et al. , 2019. Suryani, 2. Penelitian ini menegaskan penelitian terdahulu mengenai penggunaan media papan nilai tempat satuan dan puluhan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan peningkatan yang signifikan (Hana et al. , 2. Pembaruan penelitian berfokus pada kemampuan penjumlahan dan pengurangan secara bersusun. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam aspek latihan tambahan secara intensif dalam pengerjaan operasi penjumlahan dan pengurangan bersusun menggunakan media tabel, sehingga berpotensi memengaruhi tingkat keterampilan siswa dalam penguasaan materi secara mendalam (Sulistyaningsih et al. , 2. Keterbatasan penelitian dapat diatasi dengan pemberian bimbingan tambahan kepada siswa yang memiliki pemahaman lemah diluar jam pelajaran, penyesuaian sejalan dengan penelitian yang dilakukan Muhtadi et al . bahwa pengayaan dapat dilakukan untuk siswa yang membutuhkan waktu tambahan dalam memahami materi pembelajaran. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan tujuan penelitian, diperoleh hasil bahwa penggunaan media tabel bersusun sederhana dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II di salah satu SD di Surakarta tahun pelajaran 2024/2025. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan ratarata nilai klasikal dan presentase ketuntasan siswa pada prasiklus, siklus I dan siklus II. P-ISSN:2301-6671. E-ISSN :2580-6416 | 180 Anisa Dewi Andani1,Peningkatan Hasil Belajar JurnalAJurnal Genta Mulia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran serta manfaat bagi guru, peneliti selanjutnya serta praktisi pendidikan khususnya matematika pada jenjang SD mengenai peningkatan hasil belajar siswa kelas II dengan menggunakan media tabel susun DAFTAR PUSTAKA