Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 3 Nomor 2 Juli 2023 Pengaruh Pembiasaan Shalat Dhuha Terhadap Sikap Disiplin Siswa Kelas V di MI Banjar 2 Julaeha 1. Aan Alamsyah 2. Nurhidayah Shiddiq 3 STIT Muhammadiyah Banjar1,2,3 Email: Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pembiasaan shalat Dhuha terhadap sikap disiplin siswa kelas V di MI Banjar 2 Kota Banjar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan kuesioner dari 87 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan shalat Dhuha berada pada kategori sangat baik, dengan skor tertinggi pada indikator keikutsertaan melaksanakan shalat Dhuha dan skor terendah pada indikator motivasi belajar. Analisis regresi sederhana menggunakan software SPSS menunjukkan bahwa pembiasaan shalat Dhuha memiliki pengaruh signifikan terhadap kedisiplinan siswa, dengan nilai R sebesar 0. 704 dan RA sebesar Nilai signifikansi (Si. 000 menunjukkan pengaruh yang signifikan. Pembiasaan shalat Dhuha terbukti meningkatkan disiplin perbuatan dan waktu, meskipun peningkatan motivasi belajar masih memerlukan perhatian lebih lanjut. Penelitian ini mendukung temuan sebelumnya bahwa kegiatan keagamaan seperti shalat Dhuha dapat menjadi metode efektif dalam menanamkan sikap disiplin pada siswa, yang pada gilirannya mendukung prestasi akademik dan perkembangan karakter mereka secara Kata Kunci: Shalat Dhuha. Disiplin Siswa. Motivasi Belajar. Pendekatan Kuantitatif Abstract This study aims to examine the influence of the habit of performing Dhuha prayer on the discipline of fifthgrade students at MI Banjar 2 Kota Banjar. This research employs a quantitative approach with descriptive Data were collected through documentation and questionnaires from 87 respondents. The results show that the habit of performing Dhuha prayer is categorized as very good, with the highest scores on the participation indicator and the lowest on the learning motivation indicator. Simple regression analysis using SPSS software indicates that the habit of performing Dhuha prayer has a significant influence on student discipline, with an R value of 0. 704 and an RA value of 0. The significance value (Si. indicates a significant influence. The habit of performing Dhuha prayer has been proven to improve behavioral and time discipline, although the increase in learning motivation still requires further attention. This study supports previous findings that religious activities such as Dhuha prayer can be an effective method in instilling discipline in students, which in turn supports their academic achievements and overall character development. Key word: Dhuha Prayer. Student Discipline. Learning Motivation. Quantitative Approach PENDAHULUAN dan menghormati aturan, yang semuanya berkontribusi pada pencapaian prestasi akademik yang lebih baik dan kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan (Davies, pendidikan karakter yang baik mencakup berbagai kebiasaan positif, termasuk disiplin diri. Disiplin yang baik memungkinkan siswa untuk fokus pada tujuan mereka, mengatasi gangguan, dan tetap berkomitmen terhadap tugas-tugas yang harus diselesaikan. Disiplin juga membantu siswa dalam mengembangkan etos kerja yang kuat dan kemampuan untuk bekerja secara mandiri serta dalam tim (Lickona, 1. Guru memiliki peran Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan sikap positif pada siswa (Lestari & Handayani, 2. Dalam konteks pendidikan formal, sekolah menjadi lembaga utama yang berperan dalam pembentukan karakter dan pengembangan sikap positif Salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter adalah disiplin (Larasati, 2. Disiplin tidak hanya menjadi kunci kesuksesan dalam pendidikan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin membantu siswa untuk memahami tanggung jawab, mengatur waktu. Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 3 Nomor 2 Juli 2023 strategis dalam menanamkan kedisiplinan pada siswa. Menurut (Salouw et al. , 2. guru tidak hanya sebagai pendidik tetapi juga sebagai model peran yang harus menunjukkan sikap disiplin dalam segala aspek kehidupan Guru yang disiplin akan menularkan kebiasaan tersebut kepada siswa melalui contoh nyata dan melalui penegakan aturan yang konsisten di kelas (Anggela et al. Salah satu cara yang efektif untuk menanamkan disiplin adalah melalui kegiatan keagamaan. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, kegiatan keagamaan seperti shalat dhuha sering kali digunakan sebagai sarana untuk membentuk karakter disiplin pada siswa. Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dilakukan pada waktu dhuha, yaitu setelah matahari naik sekitar tujuh hasta hingga menjelang waktu dzuhur. Melalui pembiasaan shalat dhuha, siswa diajarkan untuk mengatur waktu, menghormati jadwal ibadah, dan berkomitmen terhadap pelaksanaan ibadah tersebut secara rutin. Penelitian yang dilakukan oleh Suyadi . menunjukkan bahwa pembiasaan ibadah dapat meningkatkan sikap disiplin Siswa yang rutin melakukan shalat dhuha menunjukkan peningkatan dalam kedisiplinan belajar, ketepatan waktu, dan kepatuhan terhadap aturan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa pembiasaan ibadah tidak hanya berdampak pada aspek spiritual tetapi juga pada aspek akademik dan sosial siswa (Suyadi, 2. Lebih lanjut, penelitian yang dilakukan oleh Sari . menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara pembiasaan shalat dhuha dengan sikap disiplin siswa di sekolah dasar. Siswa yang terbiasa melakukan shalat dhuha cenderung lebih disiplin dalam mengerjakan tugastugas sekolah, datang tepat waktu, dan mematuhi aturan yang berlaku di sekolah. Penelitian ini menguatkan argumen bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi salah satu metode yang efektif dalam menanamkan sikap disiplin pada siswa (Sari, 2. Selain itu, penelitian oleh Hidayatullah . menemukan bahwa pembiasaan shalat dhuha juga berdampak positif terhadap sikap sosial siswa, seperti menghormati teman, membantu sesama, dan menjaga ketertiban di lingkungan sekolah. Pembiasaan ibadah ini membantu siswa untuk menginternalisasi nilainilai positif yang diajarkan dalam agama, yang kemudian sehari-hari (Hidayatullah, 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan sikap positif siswa. METHOD Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang komponen-komponen yang digunakan dalam penelitian ini: Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur dan menganalisis data numerik dengan tujuan untuk menguji hipotesis dan mendapatkan hasil yang dapat Data yang dikumpulkan berupa angka atau data yang dapat diukur. Penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan karakteristik populasi atau fenomena yang diteliti secara sistematis. Dalam konteks ini, penelitian bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau fenomena tertentu yang ada pada siswa kelas V di MI Banjar 2. Metode ini melibatkan pengumpulan data dari dokumen-dokumen yang relevan dengan penelitian, seperti catatan akademik, laporan, dan arsip lainnya. Instrumen ini digunakan untuk mengumpulkan data dari responden . iswa kelas V). Kuesioner biasanya berisi serangkaian pertanyaan tertutup atau terbuka yang harus dijawab oleh responden. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V di MI Banjar 2 pada tahun pelajaran 2023/2024. Jumlah responden yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 87 siswa. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Teknik ini digunakan untuk menguji hubungan antara satu variabel independen dan satu variabel dependen. Software ini digunakan untuk membantu dalam analisis data. SPSS (Statistical Package for the Social Science. adalah software yang umum digunakan untuk analisis statistik dalam penelitian kuantitatif. Dengan menggunakan pendekatan dan metode ini, peneliti berharap dapat menggambarkan dengan jelas dan akurat fenomena yang terjadi pada siswa kelas V di MI Banjar 2 serta menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian. dengan disiplin sebagai salah satu aspek kunci. Guru berperan strategis dalam menanamkan kedisiplinan melalui berbagai aktivitas, termasuk kegiatan keagamaan seperti shalat dhuha. Pembiasaan shalat dhuha terbukti efektif dalam meningkatkan sikap disiplin siswa, baik dalam aspek akademik maupun sosial. Tabel 1. Pengaruh Pembiasaan Sholat Dhuha Terhadap Sikap Disiplin Siswa HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini merupakan studi yang berfokus pada hasil dari penyebaran kuesioner tentang pembiasaan shalat Dhuha di kalangan siswa kelas V di MI Banjar 2 Kota Banjar. Penelitian ini menilai beberapa indikator utama, termasuk tingkat keikutsertaan dalam melaksanakan shalat Dhuha, tingkat kesadaran dalam mengikuti shalat Dhuha, dampaknya terhadap perasaan ketenangan dan kedamaian, pengaruhnya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, serta perannya dalam membangkitkan harapan. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembisaan sholat dhuha terhadap sikap disiplin siswa dengan sampel kelas 5 MI Banjar 2, maka diperlukan data yang diperoleh dari frekuensi jawaban siswa dengan hasil sebagai berikut: Model Adjusted R2 Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Pembiasaan Sholat Dhuha Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 3 Nomor 2 Juli 2023 Shalat Dhuha. Kedisiplinan siswa kelas V di MI Banjar 2 secara keseluruhan berada dalam kategori sangat baik, dengan indikator tertinggi pada disiplin perbuatan seperti kepatuhan pada aturan sekolah dan pelaksanaan piket Terdapat pengaruh signifikan antara pembiasaan shalat Dhuha terhadap peningkatan disiplin siswa. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai R sebesar 0. 704, yang mengindikasikan hubungan yang kuat antara pembiasaan shalat Dhuha dengan disiplin siswa. Nilai RA sebesar 0. menunjukkan bahwa pembiasaan shalat Dhuha berpengaruh sebesar 49. 5% terhadap disiplin siswa. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (Si. sebesar 000, yang lebih kecil dari = 0. 05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pembiasaan shalat Dhuha terhadap disiplin siswa. Penelitian ini mendukung temuan sebelumnya bahwa kegiatan keagamaan seperti shalat Dhuha dapat menjadi metode efektif dalam menanamkan sikap disiplin pada siswa, yang pada gilirannya mendukung prestasi akademik dan perkembangan karakter mereka. Berdasarkan hasil di atas nilai R = 0,704 artinya pembiasaan sholat dhuha memiliki hubungan yang kuat dengan disiplin siswa. Sedangkan nilai R Squre = 0,495 artinya pembiasaan sholat dhuha berpengaruh positif terhadap disiplin siswa sebesar 49,5%. Dengan demikian semakin baik pembiasaan sholat dhuha dilaksanakan maka disiplin siswa akan semakin meningkat. Selanjutnya hasil uji hipotesis menunjukkan: Tabel 2. Hasil Uji Hipotesis Pengaruh Pembiasaan Sholat Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model Sig. 1(Constan. Pembiasaan Sholat Dhuha Dependent Variable: Disiplin SalatDhuha Terhadap Disiplin Siswa REFERENSI