The Relationship Between Religious Teachers' Competence and Parental Support on the Level of Religiosity of Teenagers in Islamic High Schools in Medan City Tansri Riziq Hilman Afif Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan tansri0331233023@uinsu. Nurmawati Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan nurmawati@uinsu. Harun Al-Rasyid Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan harunalrasyid@uinsu. Corresponding Author: Tansri Riziq Hilman Afif Article history: Received: April 23, 2024 | Revised: Juni 27, 2025 | Available Online: August 06, 2025 Abstract This study analyses the relationship between Islamic Education teachers' competence, parental support, and students' religiosity in two Islamic high schools in Medan City. The method used is quantitative with a correlational descriptive design. The sample consisted of 235 students, including 103 from Al-Azhar Medan High School and 132 from Plus AsSyafiyatul Amaliyah Medan High School, selected through stratified random sampling. Data was collected using a Likert scale questionnaire developed based on pedagogical and personality dimensions for teacher competence. House's social support theory for parental support, and Glock & Stark's five dimensions of religiosity. Instrument validity was tested through Pearson correlation and expert assessment, while reliability was measured using Cronbach's Alpha coefficient Ou 0. Multiple linear regression analysis revealed that teacher competence did not significantly influence students' religiosity, while parental support had a significant positive influence. Simultaneously, both variables significantly influenced religiosity, contributing 35. 8% to it. These findings confirm that the formation of students' religiosity does not solely depend on formal education but is also influenced by effective collaboration between schools and families. The results of this study support the developmental ecology theory, which emphasises the interaction of various systems in comprehensively shaping students' faith and moral values. Keywords: teacher competence. parental support. Copyright: A 2025. The authors. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Hubungan Kompetensi Guru Agama, dan Dukungan Orang Tua Terhadap Tingkat Religiusitas Remaja di SMA Unggulan Islam Kota Medan Abstrak Penelitian ini menganalisis hubungan antara kompetensi guru Pendidikan Agama Islam, dukungan orang tua, dan religiusitas siswa pada dua SMA berbasis Islam di Kota Medan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel terdiri dari 235 siswa, yaitu 103 siswa SMA Al-Azhar Medan dan 132 siswa SMA Plus As-Syafiyatul Amaliyah Medan, dipilih melalui teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert, yang disusun berdasarkan dimensi pedagogik dan kepribadian untuk kompetensi guru, teori dukungan sosial House untuk dukungan orang tua, serta lima dimensi religiusitas Glock & Stark. Validitas instrumen diuji melalui korelasi Pearson dan penilaian pakar, sedangkan reliabilitas diukur dengan koefisien Alpha Cronbach Ou 0,60. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa kompetensi guru secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap religiusitas siswa, sedangkan dukungan orang tua berpengaruh positif Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan kontribusi 35,8% terhadap religiusitas. Temuan ini menegaskan bahwa pembentukan religiusitas siswa tidak hanya bergantung pada pembelajaran formal, tetapi juga dipengaruhi oleh kolaborasi efektif antara sekolah dan keluarga. Hasil penelitian ini mendukung teori ekologi perkembangan yang menekankan interaksi berbagai sistem dalam membentuk iman dan nilai moral siswa secara komprehensif. Kata kunci: kompetensi guru. dukungan orang tua. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital, arus globalisasi, dan perubahan sosial-budaya dalam dekade terakhir telah memengaruhi secara signifikan nilai-nilai moral dan tingkat religiusitas generasi muda. Data Pew Research Center menunjukkan tren penurunan keterlibatan remaja dalam kegiatan keagamaan di berbagai negara. 1 Penurunan ini berkorelasi dengan meningkatnya paparan media digital, bergesernya pola interaksi sosial, serta tumbuhnya individualisme. Dalam pendidikan, religiusitas seharusnya dipahami bukan sekadar sebagai dimensi spiritual, tetapi juga sebagai landasan pembentukan karakter, pengendalian perilaku, dan orientasi etika peserta didik. 2 Namun, berbagai kajian menunjukkan bahwa pendidikan agama di sekolah sering masih berfokus pada penyampaian materi normatif tanpa pendekatan pedagogis yang relevan dengan konteks kehidupan remaja. Akibatnya, pendidikan agama kurang mampu menjawab tantangan moral yang kompleks di abad ke-21. Di Indonesia, sekolah unggulan berbasis Islam memegang peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter religius. Peran ganda ini menuntut sinergi antara budaya sekolah, kurikulum berbasis nilai, dan strategi pembelajaran agama yang relevan dengan dinamika kehidupan 4 Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara idealisme tersebut dan praktik pendidikan. Studi awal di SMA Unggulan Al-Azhar Medan dan SMA Plus Shafiyatul Amaliyah mengindikasikan bahwa metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam masih didominasi ceramah konvensional, pemanfaatan teknologi terbatas, dan integrasi nilai agama dengan isu kontemporer belum maksimal. Dampaknya, sebagian siswa menunjukkan kejenuhan dan menurunnya motivasi belajar Tantangan ini diperburuk oleh rendahnya keterlibatan orang tua, yang tercermin dari lemahnya komunikasi rumah sekolah serta minimnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan anak. Kondisi ini menegaskan perlunya inovasi pembelajaran agama yang Jonathan Evans et al. AuSpirituality & Religion: How the U. Compares With Other CountriesAy (Pew Research Center. June 25, 2. , https://w. org/religion/2025/06/25/spirituality-andreligion-us-comparison-to-other-countries/. Harold G Koenig. Religion and Mental Health: Research and Clinical Applications (Academic Press. Muhammad Waqas Jamil. AuExploring Moral Development in Islamic Education: A Case Study,Ay Jahane-Tahqeeq 7, no. : 737Ae49. Muslimah Hikmah Wening and Enung Hasanah. AuStrategies For Developing Religious Culture To Shape The Character of Students,Ay International Journal of Educational Management and Innovation 1, no. : 262Ae70. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 lebih kontekstual, interaktif, dan melibatkan peran aktif keluarga, agar pendidikan agama di sekolah unggulan benar-benar mampu menjawab kebutuhan moral generasi abad ke21. Rendahnya kompetensi pedagogis guru agama dalam mengelola pembelajaran yang kontekstual, ditambah keterlibatan orang tua yang terbatas, berpotensi menghambat proses internalisasi nilai-nilai agama pada siswa. 5 Dampaknya terlihat pada rendahnya partisipasi siswa dalam praktik keagamaan, baik di sekolah maupun di rumah. Hasil wawancara awal mengungkap bahwa sebagian siswa menempatkan agama pada posisi sekunder dibandingkan hobi, pencapaian akademik, atau hubungan sosial. Hal ini tercermin dari pelaksanaan ibadah yang sporadis serta minimnya peran nilai agama dalam pertimbangan moral sehari-hari. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan nyata antara tujuan pendidikan agama di sekolah unggulan berbasis Islam yang idealnya membentuk pribadi berkarakter religius dan realitas implementasinya di lapangan. Dalam satu dekade terakhir, temuan lintas negara mayoritas Muslim semakin menegaskan pentingnya sinergi antara peran guru agama dan orang tua. Penelitian Siregar & Jarudin, di Indonesia menemukan bahwa kemampuan pedagogik yang solid dan keteladanan akhlak guru Pendidikan Agama Islam meningkatkan komitmen keagamaan 7 Ali dan Ramli di Malaysia menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam aktivitas keagamaan anak memperkuat identitas religius remaja. 8 Selain itu beberapa penelitian menfokuksna pada kajian implementasi kompetensi pedagogik PAI atau kesiapan guru terhadap kurikulum modern seperti Fauzi Ananda,9 Qiqi Yuliati Zaqiah,10 suli wati. AuKorelasi Kompetensi Pedagogik Guru PAI Dengan Motivasi Belajar Peserta Didik Di Sekolah Inklusi,Ay JPI (Jurnal Pendidikan Inklus. 4, no. 2 SE-Articles (June 17, 2. : 103Ae12, https://doi. org/10. 26740/inklusi. Zulfikar Ali Buto Siregar and Jarudin. AuEvolution of Islamic Education TeachersAo Competence in Indonesia,Ay International Journal of Religion 5, no. 4 SE-Articles (March 18, 2. : 48Ae58, https://doi. org/10. 61707/km08qc95. Muhammad Habibur Rochman et al. AuTEACHERSAo SPIRITUAL COMPETENCE AND ITS IMPLICATIONS IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION LEARNING AT STATE JUNIOR HIGH SCHOOL 2 LENGKONG NGANJUK,Ay Kuttab 9, no. 1 (March 17, 2. : 189Ae206, https://doi. org/10. 30736/ktb. Fauzi Ananda. AuImplementation of the Pedagogic Competence of Islamic Religious Education Teachers,Ay Jurnal Pendidikan Agama Islam Indonesia (JPAII) 4, no. 1 (March 31, 2. : 1Ae4, https://doi. org/10. 37251/jpaii. Qiqi Yuliati Zaqiah et al. AuThe Impact of In-Service Teacher Education Program on Competency Improvement Among Islamic Religious Education Teachers Using Self-Assessment,Ay Education Sciences 14, no. 11 (November 17, 2. : 1257, https://doi. org/10. 3390/educsci14111257. DjaAofar Siddik,11 memperkaya pemahaman tentang faktor sekolah tetapi belum menguji dukungan orang tua sebagai variabel bersama, sebagian besar penelitian tersebut belum menguji kedua faktor secara bersamaan, apalagi dalam konteks sekolah unggulan dengan standar akademik tinggi dan kultur belajar yang kuat. Berdasarkan telaah beberapa literatur tersebut, studi ini akan menguji secara simultan pengaruh kompetensi guru agama dan dukungan orang tua terhadap religiusitas siswa di SMA unggulan Islam di Kota Medan. Penelitian ini juga akan menggali dimensi moral-spiritual guru serta pola interaksi orang tua, untuk memahami secara lebih mendalam bagaimana kedua faktor ini berinteraksi dalam membentuk karakter religius remaja di lingkungan pendidikan yang memiliki tuntutan akademik tinggi sekaligus kultur religius yang kuat. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional12 untuk menguji hubungan antara kompetensi guru agama (XCA), dukungan orang tua (XCC), dan tingkat religiusitas siswa (Y). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI dan XII di dua sekolah menengah atas berbasis Islam di Kota Medan: SMA Al-Azhar Medan dan SMA Plus As-Syafiyatul Amaliyah Medan. Total populasi penelitian adalah 324 siswa. Penentuan ukuran sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 5%, menghasilkan sampel 103 siswa dari SMA Al-Azhar Medan dan 132 siswa dari SMA Plus As-Syafiyatul Amaliyah Medan. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik stratified random sampling13 berdasarkan tingkat kelas. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner skala Likert yang disusun berdasarkan indikator teoritis dari masing-masing variabel: kompetensi guru agama mengacu pada dimensi pedagogik dan kepribadian. dukungan orang tua mengacu pada teori dukungan sosial House dengan empat dimensi . mosional, instrumental. DjaAofar Siddik. Syafaruddin Syafaruddin, and Hadi Widodo. AuThe Implementation of Education and Training Program of Madrasah Islamic Religion Teacher in Improving Profesionalism Teacher (Case Study at Religious Traning Center Meda. ,Ay IOSR Journal of Humanities and Social Science 22, no. 1Ae9. Sugiyono. Kuantitatif. Kualitatif. Dan R&D, ed. Alfabeta (Bandung, 2. Nursel Koyuncu and Cem Kadilar. AuRatio and Product Estimators in Stratified Random Sampling,Ay Journal of Statistical Planning and Inference 139, no. : 2552Ae58. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 informasional, dan penghargaa. 14 religiusitas siswa diukur berdasarkan lima dimensi Glock & Stark . eyakinan, praktik keagamaan, pengalaman, pengetahuan, dan 15 Validitas instrumen diuji menggunakan Pearson Product-Moment Correlation dan validitas isi diperoleh melalui penilaian pakar. Reliabilitas instrumen diuji menggunakan koefisien Alpha Cronbach dengan batas Ou 0,60. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan wawancara pendukung selama dua minggu menyesuaikan jadwal sekolah. Analisis data meliputi uji prasyarat . ormalitas, linearitas, dan multikolinearita. diikuti analisis regresi linear berganda untuk menguji pengaruh parsial . dan simultan . ji F) antarvariabel, serta perhitungan koefisien determinasi untuk mengukur kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Semua analisis dilakukan menggunakan SPSS versi 26. Hasil Penelitian Statistik Deskriptif Tabel 1 menyajikan statistik deskriptif untuk ketiga variabel penelitian. Seluruh variabel diukur menggunakan skala Likert dan dikumpulkan dari 235 Tabel 1 Statistik Deskriptif Variabel Penelitian (N = . Variabel Kompetensi Guru Agama (XCA) Dukungan Orang Tua (XCC) Religiusitas Siswa (Y) Rentang Min Maks Mean Varians Uji Asumsi Statistik Hasil uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa distribusi skor seluruh variabel tidak menyimpang secara signifikan dari distribusi normal . > 0,05. Tabel . James S House. Debra Umberson, and Karl R Landis. AuStructures and Processes of Social Support,Ay Annual Review of Sociology 14, no. : 293Ae318. Rodney Stark and Charles Y Glock. American Piety: The Nature of Religious Commitment, vol. 1 (Univ of California Press, 1. Tabel 2 Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Variabel Statistik KS p-value Kompetensi Guru Agama (XCA) Dukungan Orang Tua (XCC) Religiusitas Siswa (Y) Linearitas Uji linearitas berbasis ANOVA menunjukkan bahwa hubungan antara XCAAeY dan XCCAeY bersifat linear secara signifikan . < 0,. tanpa penyimpangan yang signifikan dari pola linear . > 0,. Multikolinearitas: Nilai Tolerance dan VIF masing-masing sebesar 1. menunjukkan tidak terdapat masalah multikolinearitas antar variabel independen. Tabel 3 Hasil Uji Linearitas Hubungan F (Linearit. p (Linearit. F (Devias. p (Devias. XCA Ae Y XCC Ae Y Hasil Analisis Korelasi Korelasi Pearson digunakan untuk menguji hubungan antarvariabel. Tabel 4 Matriks Korelasi Variabel XCA XCC Kompetensi Guru Agama (XCA) Ai Ai Dukungan Orang Tua (XCC) Ai Ai Religiusitas Siswa (Y) Ai Kekuatan Hubungan Korelasi antara Kompetensi Guru Agama (XCA) dan Religiusitas Siswa (Y) sebesar r = 0. 056 menunjukkan hubungan yang sangat lemah. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Korelasi antara Dukungan Orang Tua (XCC) dan Religiusitas Siswa (Y) sebesar r = 0. 595 menunjukkan hubungan yang kuat menurut kriteria Cohen . Pembahasan Kompetensi Guru Agama Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru agama di kedua sekolah berada pada kategori tinggi. Kompetensi tersebut mencakup empat aspek utama, yaitu penguasaan materi ajar, kemampuan pengelolaan kelas, pembinaan karakter religius, dan keteladanan dalam praktik ibadah. Meskipun demikian, uji parsial menunjukkan bahwa pengaruh kompetensi guru terhadap religiusitas siswa tidak signifikan secara Temuan ini konsisten dengan penelitian Mikha Agus Widiyanto, yang menyatakan bahwa kompetensi pedagogis guru agama tidak selalu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan religiusitas siswa, terutama ketika interaksi guruAesiswa terbatas pada kegiatan pembelajaran formal di kelas. 16 Kondisi ini mengindikasikan bahwa pembentukan religiusitas memerlukan interaksi yang lebih luas dan berkesinambungan, tidak hanya terbatas pada transfer pengetahuan. Sejalan dengan pandangan, pembelajaran agama yang efektif menuntut keterpaduan antara pendekatan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan demikian, meskipun kompetensi guru tinggi, faktor eksternal seperti dukungan keluarga tetap menjadi variabel yang lebih dominan dalam membentuk religiusitas remaja. Dukungan Orang Tua Tingkat dukungan orang tua terhadap pendidikan agama anak berada pada kategori sangat tinggi. Bentuk dukungan yang teridentifikasi meliputi fasilitasi pelaksanaan ibadah, pemberian keteladanan moral, serta pendampingan spiritual di Temuan ini mendukung teori Jamie Rose Marghi tentang pembelajaran sosial Mikha Agus Widiyanto and I Putu Ayub Darmawan. AuPengaruh Kompetensi Dan Kepuasan Mengajar Terhadap Prestasi Kerja Guru Agama Kristen,Ay Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan 6, no. 2 (December 31, 2. : 179Ae87, https://doi. org/10. 24246/j. Randal D. Day et al. AuFamily Processes and Adolescent Religiosity and Religious Practice: View From the NLSY97,Ay Marriage & Family Review 45, no. 2Ae3 (April 9, 2. : 289Ae309, https://doi. org/10. 1080/01494920902735109. yang menekankan peran model perilaku dalam membentuk nilai, keyakinan, dan perilaku anak. Penelitian kontemporer oleh Doran C. French serta menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam aktivitas keagamaan anak berkorelasi positif dengan tingkat religiusitas dan penyesuaian moral remaja. 19 Dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia, hasil penelitian ini memberikan kontribusi empiris yang memperkuat pemahaman bahwa keluarga berperan strategis dan menjadi determinan utama religiusitas, sejajar dengan peran pendidikan formal di sekolah sebagaimana dapat ditemuakan dalam penelitian Abdul Muhid. Religiusitas Siswa Secara umum, tingkat religiusitas siswa tergolong tinggi. Kondisi ini mencerminkan keberhasilan sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum dan budaya sekolah. Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep pendidikan Islam holistik yang memadukan pendidikan formal dengan pembiasaan Penelitian ini memperluas pemahaman bahwa sinergi antara sekolah dan keluarga memiliki dampak yang lebih luas, tidak hanya terhadap perilaku ibadah siswa, tetapi juga terhadap internalisasi nilai moral Islami. Dengan kata lain, pembentukan religiusitas tidak semata-mata hasil dari instruksi kognitif, tetapi juga dipengaruhi oleh pembiasaan dan lingkungan yang konsisten, pernyataan yang sama juga diungkapkan dalam penelitian Lukman. Pengaruh Gabungan Kompetensi Guru dan Dukungan Orang Tua Jamie Rose Marghi. AuThe Role of Parenting Social Support. Religious Coping, and Religious Practices in Moderating the Effects of Financial Poverty on Symptoms of Depression Among Rural. Low-Income MothersAy (University of Maryland, 2. , https://drum. edu/handle/1903/1758. Doran C. French et al. AuReligious Involvement and the Social Competence and Adjustment of Indonesian Muslim Adolescents. ,Ay Developmental Psychology 44, no. 2 (March 2. : 597Ae611, https://doi. org/10. 1037/0012-1649. Abdul MUHD. AuCognitive and Personality Test as a Predictor of Religious Education Achievement among Students of Religious Program of Islamic Schools in Indonesia,Ay lkyretim Online. September 15, 2020, 2408Ae18, https://doi. org/10. 17051/ilkonline. Akhsanul Fuadi and Suyatno Suyatno. AuIntegration of Nationalistic and Religious Values in Islamic Education: Study in Integrated Islamic School,Ay Randwick International of Social Science Journal 1, no. (October 23, 2. : 555Ae70, https://doi. org/10. 47175/rissj. Lukman Lukman and Nurjannah Nurjannah. AuInternalization of Islamic Values In Formation of Character Religious Students Pgsd Campus V Unm Parepare,Ay in Proceedings of the Proceedings of the 1st International Conference of Science and Technology in Elementary Education. ICSTEE 2019, 14 September. Makassar. South Sulawesi. Indonesia (EAI, 2. , https://doi. org/10. 4108/eai. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa secara simultan, kompetensi guru agama dan dukungan orang tua berpengaruh signifikan terhadap religiusitas siswa dengan kontribusi sebesar 35,8%. Meskipun secara parsial kompetensi guru tidak signifikan, kombinasi kedua faktor ini memberikan pengaruh yang substansial terhadap pembentukan religiusitas. Temuan ini sesuai dengan kerangka ekologi perkembangan Janet K. Sawyers 23 yang menekankan pentingnya interaksi multi-sistem dalam perkembangan individu. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian Beverly Christian dan Peter Kilgour dan Krystyna Anna Heland-Kurzak,24 yang menegaskan bahwa religiusitas terbentuk melalui interaksi berbagai konteks, termasuk keluarga dan sekolah. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa religiusitas siswa di sekolah Islam unggulan terbentuk melalui kombinasi faktor internal dan eksternal yang saling Kompetensi guru agama berada pada kategori tinggi, mencakup penguasaan materi, pengelolaan kelas, pembinaan karakter religius, dan keteladanan ibadah. Namun, pengaruhnya terhadap religiusitas siswa secara parsial tidak signifikan, yang guruAesiswa berkesinambungan di luar pembelajaran formal. Sebaliknya, dukungan orang tua menunjukkan kontribusi yang signifikan dan konsisten, mencakup fasilitasi ibadah, keteladanan moral, dan pendampingan spiritual. Hal ini menegaskan bahwa keluarga berperan strategis sebagai lingkungan primer dalam pembentukan religiusitas, selaras dengan temuan penelitian terdahulu yang menempatkan dukungan orang tua sebagai determinan utama perkembangan moral dan spiritual remaja. Secara simultan, kompetensi guru agama dan dukungan orang tua memberikan pengaruh signifikan dengan kontribusi 35,8% terhadap tingkat religiusitas siswa. Hasil ini memperkuat kerangka teori ekologi perkembangan yang menekankan pentingnya Janet K. Sawyers and James D. Moran. AuA Systems Perspective of Individual Development and Family Functioning,Ay Home Economics Research Journal 13, no. 4 (June 2, 1. : 356Ae62, https://doi. org/10. 1177/1077727X8501300402. Krystyna Anna Heland-Kurzak. AuChildrenAos Creation of an Image of God and Religiosity Ae a Pedagogical Perspective,Ay International Journal of ChildrenAos Spirituality 24, no. 4 (October 2, 2. : 434Ae46, https://doi. org/10. 1080/1364436X. Beverly Christian and Peter Kilgour. AuFaith Formation: Perceptions of Primary and High School Students in Australian Adventist Schools,Ay TEACH Journal of Christian Education 8, no. : 19Ae27. interaksi multi-sistem dalam pembentukan karakter dan nilai. Sinergi yang terbangun antara peran guru di sekolah dan orang tua di rumah mampu menghasilkan pembinaan religiusitas yang lebih efektif, tidak hanya pada dimensi ibadah, tetapi juga pada internalisasi nilai moral Islami. Temuan ini berkontribusi pada literatur pendidikan Islam dengan memberikan bukti empiris bahwa keberhasilan pembinaan religiusitas memerlukan pendekatan integratif yang melibatkan kolaborasi erat antara sekolah dan FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Bibliography