Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD). DANA ALOKASI UMUM (DAU), DANA ALOKASI KHUSUS (DAK). DANA BAGI HASIL (DBH) TERHADAP BELANJA MODAL PADA KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2010-2019 Marwanto Jurusan Akuntansi Prodi Akuntansi Manajerial Politeknik Negeri Samarinda Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo. Kampus Gunung Lipan. Samarinda. Kalimatan Timur. Indonesia 75131 Email: Marwanto@polnes. Farindika Metandi Jurusan Akuntansi Prodi Akuntansi Manajerial Politeknik Negeri Samarinda Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo. Kampus Gunung Lipan. Samarinda. Kalimatan Timur. Indonesia 75131 Email: farindika@gmail. Hariyanti* Jurusan Akuntansi Prodi Akuntansi Manajerial Politeknik Negeri Samarinda Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo. Kampus Gunung Lipan. Samarinda. Kalimatan Timur. Indonesia 75131 Email: yanyanti880@gmail. *Corrsepondance ABSTRAK This study aims to determine: The effect of Regional Original Income. General Allocation Funds. Special Allocation Funds, and Revenue Sharing Funds on Capital Expenditures in Regencies and Cities in East Kalimantan Province in 2010-2019. The data in this study comes from the 20102019 APBD Realization Report in East Kalimantan Province, which was obtained from the Directorate General of Fiscal Balance. The population in this study is all district and city data in the province of East Kalimantan in 2010-2019 which consists of 7 districts and 3 cities. Data collection techniques using quantitative methods. The analysis test used the classical assumption test, namely the normality test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test. Hypothesis testing in this study using multiple regression analysis. Keywords: capital expenditures, special allocation funds, general allocation funds, revenuesharing funds, and local revenue Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (Pa. Dana Alokasi Umum (Da. Dana Alokasi Khusus (Da. Dana Bagi Hasil (Db. Terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten Dan Kota Di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2019 Marwanto. Farindika Metandi. Hariyanti Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang memiliki daerah yang sangat luas. Oleh karena itu. Indonesia memberlakukan sistem otonomi daerah demi terwujudnya keadilan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Pengertian Otonomi daerah menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Otonomi Daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan Pemerintah dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah daerah memiliki kebebasan untuk pemerintah daerah mengambil tindakan sendiri dalam mengolah dan mengoptimalkan sumber daya daerah. Berdasarkan kebebasan untuk berinisiatif sebagai dasar pemberian otonomi daerah yang dapat melakukan sesuai dengan kebutuhan daerah. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 menyatakan bahwa, sumber-sumber pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai belanja daerah adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan, dan, dan lain-lain Pendapatan yang secara sah. Berdasarkan menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 Pendapatan Asli Daerah adalah pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan Peraturan Daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pendapatan Asli Daerah. Dana Alokasi Umum. Dana Alokasi Khusus, dan Dana Bagi Hasil mengeluarkan pengeluaran untuk Belanja modal, namun dana tersebut tidak semuanya terealisasi dengan tepat dan baik, oleh karena itu dapat dilihat dari kebanyakan infrastruktur yang belum memenuhi standar atau bisa dikatakan belum memaksimalkan untuk memenuhi pelayanan kepada publik tersebut. Hal itu dapat dilihat bahwa Pendapatan Asli Daerah ( PAD). Dana Alokasi Umum ( DAU). Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) sangat berpengaruh terhadap belanja modal untuk memenuhi pelayanan kepada publik. TINJAUAN PUSTAKA Belanja Modal Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 102/PMK. 02/2018 Tentang Klasifikasi Anggaran belanja modal adalah pengeluaran atau pembayaran perolehan aset tetap dan/atau aset lainnya atau menambah nilai aset tetap dan/atau aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi dan melebihi batas minimal kapitalisasi aset tetap/aset lainnya yang ditetapkan Pemerintah. Pendapatan Asli Daerah Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 Pasal 1 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, pendapatan asli daerah, selanjutnya disebut PAD adalah pendapatan yang diperoleh Daerah yang dipungut berdasarkan Peraturan Daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dana Alokasi Umum Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 Pasal 1 tentang Pemerintah Daerah, dana alokasi umum yang selanjutnya disingkat DAU adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar-Daerah untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi. Dana Alokasi Khusus Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, dana alokasi khusus yang selanjutnya disingkat DAK adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (Pa. Dana Alokasi Umum (Da. Dana Alokasi Khusus (Da. Dana Bagi Hasil (Db. Terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten Dan Kota Di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2019 Marwanto. Farindika Metandi. Hariyanti Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. Daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah. Dana Bagi Hasil Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dana Bagi Hasil yang selanjutnya disingkat DBH adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah penghasil berdasarkan angka persentase tertentu dengan tujuan mengurangi ketimpangan kemampuan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentag Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Dana Bagi Hasil adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi. Hipotesis H1 : Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh terhadap belanja modal Pada Kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2019. H2 : Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh terhadap belanja modal Pada Kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2019. H3 : Dana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh terhadap belanja modal Pada Kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2019. H4 : Dana Bagi Hasil (DBH) berpengaruh terhadap belanja modal Pada Kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2019. H5 : Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana Alokasi Umum (DAU). Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) berpengaruh terhadap belanja modal Pada Kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2019. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif karena dalam penelitian ini banyak menggunakan angkaAeangka dan analisis yang dilakukan menggunakan statistik. Sumber data yang digunkan dalam penelitian ini menggunakan jenis data sekunder. Dalam melakukan penelitian ini data sekunder didapat langsung dengan cara mengambil data dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dilakukan untuk cara mencari, mengolah dan mencatat data yang berhubungan dengan memperoleh data Pendapatan Asli Daerah. Dana Alokasi Umum. Dana Alokasi Khusus. Dana Bagi Hasil dan Belanja Modal dalam laporan Realisasi APBD Pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur. Uji analisis menggunakan uji asumsi klasik, yaitu uji normalitas, uji multikolonieritas, dan uji heteroskedastisitas. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi terluas kedua setelah papua, memiliki potensi sumber daya alam melimpah dimana sebagai besar potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Secara administrasi pemerintah provinsi kalimantan timur berdiri berdasarkan Undang-undang nomor 25 tahun 1956 tentang pembentukan daerah-daerah otonom provinsi kalimantan barat, kalimantan selatan, dan kalimantan timur. Pada Tahun 2012, giliran Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (Pa. Dana Alokasi Umum (Da. Dana Alokasi Khusus (Da. Dana Bagi Hasil (Db. Terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten Dan Kota Di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2019 Marwanto. Farindika Metandi. Hariyanti Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. provinsi kalimantan timur yang dimekarkan dan melahirkan Provinsi Kalimantan Utara (UU No. 20 Tahun 2. Lima Kota/Kabupaten bergabung ke dalam Provinsi Kalimantan Utara yaitu: Tarakan. Kabupaten Nunukan. Kabupaten Malinau. Kabupaten Tanah Tidung dan Kabupaten Bulungan. Tahun 2012 wilayah Kabupaten Barat dimekarkan dan melahirkan kabupaten termudah di Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Mahakam Ulu, sehingga jumlah Kota/Kabupaten yang bergabung dalam Provinsi Kalimantan Timur berkurang 15 Kota/Kabupaten menjadi 10 Kota/ Kabupaten. Provinsi Kalimantan Timur memiliki luas wilayah daratan 129. 066,64 kmA dan luas pengelolaan laut 294. 461,42 kmA. Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 5. 1 Hasil Uji K-S One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Mean Parameters a. Std. Deviation Most Absolute Extreme Positive Differences Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber : Olah Data SPSS, 2021 Pada Tabel 5. 1 Penguji normalitas melalui kolmogorov smirnov adalah dengan cara hasil data menunjukkan bahwa probabilitas pengujian 0,05. Hasil uji normalitas pada tabel 5. didapatkan nilai signifikan dari Uji K-S sebesar 0,082. Angka tersebut lebih tinggi dibandingan dengan taraf signifikan 0,05. Uji Multikolonieritas Tabel 5. 2 Uji Multikolinearitas Model Coefficients a Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. X1_PAD X2_DAU X3_DAK X4_DBH Dependent Variable: Y_BM Sumber: Data diolah SPSS, 2021 Hasil Uji Multikoloniertitas pada tabel 5. 2 dilihat bahwa variabel independen mempunyai angka VIF dibawah angka 10 dan nilai Tolerance tidak kurang dari 10% ( = 0,. , hasil tersebut menunjukkan bahwa regresi yang dipakai untuk variabel di atas sehingga tidak terjadi Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (Pa. Dana Alokasi Umum (Da. Dana Alokasi Khusus (Da. Dana Bagi Hasil (Db. Terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten Dan Kota Di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2019 Marwanto. Farindika Metandi. Hariyanti Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. Uji Heteroskedastisitas Tabel 5. 3 Hasil Uji Glejser Coefficientsa Sig. (Constan. X1_PAD X2_DAU X3_DAK X4_DBH Dependent Variable: Abs_RES Sumber: Data Diolah SPSS, 2021 Dari Hasil tabel 5. 3 Hasil Uji Glejser menjelaskan bahwa signifikan. Pada variabel X4_DBH terdapat masalah Heterokedastisitas sebesar 0,001 atau dibawah 5% ( = 0,. Sehingga dapat disimpulkan model regresi mengandung adanya heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 5. 4 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Model Coefficients a Uns tandardized Coefficients (Cons tan. X1_PAD X2_DAU X3_DAK X4_DBH Dependent Variable: Y_BM Sumber: Data Diolah SPSS, 2021 Hasil Uji Hipotesis Uji Statistik t (Uji Parsia. Tabel 5. 5 Hasil Uji T Coefficients a Model Standardized Coefficients Sig. Beta 1 (Constan. X1_PAD X2_DAU X3_DAK X4_DBH Dependent Variable: Y_BM Sumber: Data Diolah SPSS, 2021 Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (Pa. Dana Alokasi Umum (Da. Dana Alokasi Khusus (Da. Dana Bagi Hasil (Db. Terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten Dan Kota Di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2019 Marwanto. Farindika Metandi. Hariyanti Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. Uji Statistik f (Uji Simulta. Tabel 5. 6 Hasil Uji F ANOVAa Model 1 Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: Y_BM Predictors: (Constan. X4_DBH. X1_PAD. X2_DAU. X3_DAK Sumber: Data Diolah SPSS, 2021 Tabel 5. 6 Hasil Uji F untuk menguji PAD,DAU,DAK, dan DBH yang mempunyai Fhitung sebsar 28,871 dengan nilai signifikan 0,000 hal ini berarti tingkat signifikan < 5% ( = 0,. dan F-hitung sebsar 28,871 > F- tabel sebesar 2,47 yang artinya Hipotesis Kelima diterima dapat disimpulkan maka secara simultan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana Alokasi Umum (DAU). Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) berpengaruh signifikan terhadap Belanja Modal Kabupaten dan Kota Pada Provinsi Kalimantan Timur. Koefisien Determinasi (R. Tabel 5. 7 Hasil Koefisien determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. X4_DBH. X1_PAD. X2_DAU. X3_DAK Dependent Variable: Y_BM Sumber: Data Diolah SPSS, 2021 Berdasarkan Hasil perhitungan koefisien determinasi pada tabel 5. 7, diperoleh nilai koefisien determinasi yang disesuaikan (Adjusted R Squar. adalah 0,530 artinya 53 % variabel belanja modal dapat dijelaskan oleh keempat variabel independen yaitu : PAD,DAU,DAK, dan DBH, sedangkan 47 % dijelaskan oleh faktor lain. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Modal. Hipotesis Pertama Pendapatan Asli Daerah berpengaruh Positif dan tidak signifikan terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur. Hasil pengujian statistik menunjukan nilai signifikan 0,839 > 5%, nilai t- hitung 0,203 < t-tabel 1,98525, dan koefisien korelasi sebesar 0,014. Pengaruh Dana Alokasi Umum terhadap Belanja Modal. Hipotesis Kedua Dana Alokasi Umum berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur. Hasil pengujian statistik menunjukan nilai signifikan 0,002 < 5%, nilai t- hitung 3,238 > t-tabel sebesar 1,98525 yang artinya signifikan hasil koefisien korelasi sebesar 0,229. Pengaruh Dana Alokasi Khusus Terhadap Belanja Modal. Hipotesis Ketiga menyatakan bahwa Dana Alokasi Khusus berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (Pa. Dana Alokasi Umum (Da. Dana Alokasi Khusus (Da. Dana Bagi Hasil (Db. Terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten Dan Kota Di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2019 Marwanto. Farindika Metandi. Hariyanti Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. Modal Pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur. Hasil pengujian statistik menunjukan nilai signifikan 0,017 < 5%, dan nilai t- hitung 2,421 > t-tabel sebesar 1,98525 yang artinya signifikan. Hasil koefisien korelasi sebesar 0,185 dapat disimpulkan variabel Dana Alokasi Khusus berpengaruh Positif dan signifikan terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur. Pengaruh Dana Bagi Hasil Terhadap Belanja Modal. Hipotesis Keempat menyatakan bahwa Dana Bagi Hasil positif dan signifikan terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur. Hasil pengujian statistik menunjukan nilai signifikan 0,000 < 5%, dan nilai t- hitung 8,692 > t- tabel sebesar 1,98525 yang artinya signifikan, maka hipotesis keempat diterima. Hasil koefisien korelasi sebesar 0,655 maka dapat disimpulkan variabel Dana Bagi Hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Dana Bagi Hasil maka Belanja Modal akan semakin meningkat, sebaliknya jika semakin rendah Dana Bagi Hasil maka Belanja Modal akan semakin rendah. Secara Simultan Hipotesis kelima menyatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah. Dana Alokasi Umum. Dana Alokasi Khusus, dan Dana Bagi Hasil secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur. Berdasarkan hasil pengujian statistik bahwa nilai signifikansi 0,000 < 5% ( = 0,. dengan nilai F-hitung 28,871 > F-tabel 2,47, sehingga penelitian ini diperoleh bahwa Pendapatan Asli Daerah. Dana Alokasi Umum. Dana Alokasi Khusus, dan Dana Bagi Hasil secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal, hipotesis kelima diterima. Hasil penelitian tersebut diperkuat dengan penelitian ini dimana bahwa Pendapatan Asli Daerah. Dana Alokasi Umum. Dana Alokasi Khusus, dan Dana Bagi Hasil secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal. KESIMPULAN Pendapatan Asli Daerah terdapat pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2019. Artinya. Hipotesis Pertama ditolak. Dana Alokasi Umum terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur Tahun Artinya. Hipotesis kedua diterima. Dana Alokasi Khusus terdapat pengaruh yang Positif dan signifikan terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2019. Artinya. Hipotesis ketiga diterima. Dana Bagi Hasil terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2019. Artinya. Hipotesis keempat diterima. Pendapatan Asli Daerah. Dana Alokasi Umum. Dana Alokasi Khusus, dan Dana Bagi Hasil terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010-2019. Artinya. Hipotesis kelima diterima. DAFTAR PUSTAKA