Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK JAHE DAN EKSTRAK LENGKUAS MERAH TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus The Antibacterial Activity Test Of A Combination Of Jahe Extract (Zingiber Officinale Rox. And Red Lengkuas Extract (Alpinia Purpurata K. Schu. Against Staphylococcus Aureus Bacteria Wina Safutri*. Riza Dwiningrum. Mida Pratiwi. Iga Mawarni Program Studi SI Farmasi. Fakultas Kesehatan. Universitas Aisyah Pringsewu Jl. A Yani No. 1 A Tambah Rejo E-mail korespondensi: winasafutri@aisyahuniversity. ABSTRACT In recent years there has been an increase in the global prevalence of infections caused by Staphylococcus aureus, thus pressuring people to use antibiotic drugs. The use of antibiotics can cause harmful side effects therefore, it is necessary to use natural alternative drugs. This study aims to see the activity of a combination of ginger extract and red galangal extract as a natural alternative medicine in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria. This study used a quantitative experimental method. Ginger and red galangal were extracted by maceration method using 96% ethanol and phytochemical screening was carried out. Antibacterial test was carried out by disk diffusion method with combination of ginger and red galangal extract 80%:20%, 50%:50% and 20%:80%, then continued with statistical analysis using Kruskal Wallis and Mann Whitney test. The results of phytochemical screening of ginger and red galangal extract contain flavonoid, terpenoid, tannin and saponin compounds. The inhibitory power of combination of ginger and red galangal extract at each concentration respectively was 11. 58A1. , 4. 46A0. and 95A0. The results of Kruskal Wallis statistical test obtained the difference in the average diameter of inhibition zone between treatment groups with a value . Furthermore, in the Mann Whitney test, each concentration had a significant difference in the average inhibition zone . O0. in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The combination of ginger and red galangal extracts had antibacterial activity with the highest inhibition zone at a concentration of 80%:20% which was included in the strong category. Keyword : Antibacterial. Ginger. Red Galangal. Staphylococcus aureus Diterima: 19-07-2024 Direview: 08-08-2024 Diterbitkan: 20-08-2024 Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 ABSTRAK Peningkatan prevalensi global infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus menekan masyarakat untuk menggunakan obat antibiotik. Penggunaan antibiotik dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya oleh karena itu perlu adanya penggunaan obat alternatif alami. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas kombinasi ekstrak jahe dan esktrak lengkuas merah sebagai obat alternatif alami dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif. Jahe dan lengkuas diekstrak dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% dan dilakukan skrining fitokimia. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi disk dengan kombinasi ekstrak jahe dan lengkuas merah 80%:20%, 50%:50% dan 20%:80%, kemudian dilanjutkan dengan analisis statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil skrining fitokimia ekstrak jahe dan lengkuas merah mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, tanin dan saponin. Daya hambat kombinasi ekstrak jahe dan lengkuas merah pada masing Ae masing konsentrasi secara berturut Ae turut yaitu 11,58A1,18mm . , 4,46A0,70mm . dan 2,95A0,45mm . Hasil uji statistik Kruskal Wallis didapatkan perbedaan rata Ae rata diameter zona hambat antar kelompok perlakuan dengan nilai . Selanjutnya pada uji Mann Whitney masingmasing konsentrasi memiliki perbedaan rata Ae rata zona hambat yang bermakna . O0,. dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Kombinasi ekstrak jahe dan lengkuas merah memiliki aktivitas antibakteri dengan zona hambat tertinggi pada konsentrasi 80%:20% yang masuk kedalam katagori kuat. Kata Kunci : Antibakteri. Jahe. Lengkuas Merah. Staphylococcus aureus PENDAHULUAN / INTRODUCING Penyakit jika masuk ke aliran darah atau jaringan internal permasalahan kesehatan yang sering dijumpai. seperti jerawat, bisul, selulitis, impetigo, dan Menurut World Health Organization (WHO) infeksi luka (Alydrus & Khofifahl, 2. terdapat 900 juta orang di seluruh dunia Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh mengalami masalah infeksi (WHO, 2. Staphylococcus aureus dapat dilakukan dengan Salah satu infeksi yang sering dijumpai dan pemberian antibiotik. Akan tetapi. Penggunaan hampir menyerang semua manusia adalah antibiotik dapat menyebabkan efek samping infeksi oleh bakteri Staphylococcus aureus resistensi yang berbahaya oleh karena itu perlu (MarfuaAoah, 2. adanya penggunaan obat alternatif terutama Asia, sejumlah penyakit yang berpotensi berbahaya Staphylococcus dari bahan alam (Niah et al. , 2. mencakup 70% dari seluruh infeksi. Bahan alam yang dapat menghambat aktivitas Indonesia bakteri salah satunya adalah rimpang jahe Staphylococcus aureus mencapai 23,5% (Er et (Zingiber Rox. , 2. Bakteri tersebut dapat menyebabkan lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schu. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 Kedua tanaman tersebut memiliki senyawa amil alkohol, serbuk magnesium (Merc. , metabolit sekunder seperti tannin, fenol. CH3COOH (Merc. H2SO4 (Merc. HCl (Merc. Determinasi Tanaman pertumbuhan bakteri (Azkiyah, 2. Jahe memiliki sifat antibakteri dan antiradang yang dapat mengobati flu, pilek, batuk, dan penyakit ringan lainnya. Penelitian para ahli menunjukkan bahwa zingerone, sangat efektif melawan E. coli penyebab diare, terutama pada anak-anak (Hakim, 2. Sedangkan menurut Niah et al. lengkuas merah diketahui mempunyai aktivitas anti- kapang, anti-khamir, anti-kanker, anti-tumor. Determinasi Rimpang jahe (Zingiber officinale Rox. dan lengkuas merah (Alpinia purpurata Schu. dilakukan dengan menyesuaikan ciri Laboratorium Botani Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Lampung. Pengumpulan Bahan Rimpang jahe (Zingiber officinale Rox. dan Berdasarkan uraian tersebut, untuk mengetahui lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schu. aktivitas lebih lanjut dari rimpang jahe dan diambil dan dikumpulkan di Kecamatan rimpang lengkuas merah dalam menghambat Pardasuka Kabupaten Pringsewu Lampung. bakteri Staphylococcus aureus peneliti akan mengkombinasikan kedua ekstrak tanaman Pembuatan Simplisia dan Ekstraksi Diambil sebanyak 3kg untuk dilakukan uji antibakteri. rimpang jahe dan lengkuas merah, kemudian disortasi basah dan METODE PENELITIAN / METHOD Kedua bahan diiris tipis dan dikeringkan Alat menggunakan oven pada suhu 50EE selama 24 Alat yang digunakan dalam penelitian ini Simplisia kering selanjutnya diblender adalah : Autoklaf . ll american. USA) batang untuk dibuat serbuk. Hasil masing Ae masing pengaduk . , cawan penguap, cawan petri . , inkubator . , penggaris, pinset, dimaserasi menggunakan 5l etanol 96% selama 3x24 jam kemudian disaring, filtrat di uapkan . , . dengan waterbath pada suhu 60EE hingga Bahan diperoleh ekstrak kental (Azkiyah, 2. Media Nutrient Agar . , biakan bakteri Staphylococcus (ATTC kombinasi ekstrak rimpang jahe (Zingiber officinale Rox. dan lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schu. , etanol 96%, aquadest, blank disck eritromicyn . FeCl3 (Merc. Skrining Fitokimia Steroid dan Terpenoid Diambil 1ml sempel, ditambahkan dengan 1-2 tetes larutan CH3COOH dan 1-2 tetes larutan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 H2SO4. Positif steroid ditandai dengan warna Larutan uji dibuat dengan mengkombinasikan biru atau ungu. Sedangkan positif terpenoid ekstrak jahe dan lengkuas merah dengan ditandai dengan warna merah atau jingga perbandingan 80:20. 50:50. dan 20:80. (Hardodianto et al. , 2. Pembuatan Suspensi Bakteri Flavanoid Diambil sebanyak 1 ose bakteri S. Diambil 1ml sempel, tambahkan 3ml etanol dimasukkan kedalam tabung reaksi yang telah Tambahkan NaCl 0,9%, magnesium (M. 0,1 gram dan 2 tetes HCI kekeruhannya sesuai dengan larutan standar Mc Positif flavanoid jika terbentuk warna Farland 0,5 (Syafriana et al. , 2. merah, kuning hingga jingga pada larutan Pembuatan Kontrol Positif dan Negatif (Hardodianto et al. , 2. Kontrol positif menggunakan Blank Disk Tanin Eritromisin Diambil 1ml sempel kemudian tambahkan FeCl3 aquadest (Wahyuni dan Karim, 2. sebanyak 1ml. Positif tanin ditandai dengan warna biru kehitaman atau biru violet Uji Aktivitas Antibakteri (Hardodianto et al. , 2. Kertas cakram yang telah disiapkan dicelupkan Saponin dalam larutan uji serta kontrol positif dan Diambil sebanyak 1ml sempel, tambahkan negatif selama 5 menit. Kertas cakram aquadest sebanyak 2ml kemudian dikocok diletakan pada permukaan media yang berisi selama 1 menit. Jika terdapat busa dan tidak bakteri dan diinkubasi selama 24 jam dengan hilang maka positif mengandung saponin temperatur 37 oC pada setiap cawan petri. Zona (Hardodianto et al. , 2. hambat yang terbentuk diukur menggunakan jangka sorong. Pembuatan Media Sebanyak 2,3 gram NA dilarutkan dengan Analisis Data Data hasil penelitian aktivitas kombinasi dipanaskan hingga larut. Media disterilkan ekstrak jahe dan ekstrak lengkuas merah . ada dalam autoklaf pada suhu 121AC selama 15 pertumbuhan Staphylococcus aureus dianalisis Selanjutnya dituang kedalam cawan menggunakan program SPSS untuk melihat petri dan dibiarkan hingga memadat. bermakna dari masing-masing konsentrasi. Uji One Pembuatan Larutan Uji Way Anova terdistribusi normal. Jika data tidak terdistribusi normal maka menggunakan uji nonparametrik Uji Kruskall-Wallis. Apabila menunjukkan adanya perbedaan statistik yang Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 menggunakan man whitney. HASIL DAN PEMBAHASAN / RESULTS AND DISCUSSION Jahe Kental Lengkuas Merah Kental Coklat Coklat Kehitaman Khas jahe Khas Lengkuas Tabel 2. Rendemen Ekstrak Determinasi Uji determinasi yang dilakukan mengacu pada Sempel sistem klasifikasi menurut Cronquist . Jahe Lengkuas Merah Uji ini bertujuan untuk menetapkan kebenaran sempel yang digunakan. Hasil determinasi Bobot Ekstrak Kental % Rendemen 50,55g 10,11% 52,86g 10,57% didapatkan bahwa sempel yang digunakan Hasil organoleptik esktrak sejalan dengan adalah benar tanaman jahe dengan nama latin penelitian Muttaqin et al. , . dan penelitian Zingiber officinale Roxb dan tanaman lengkuas Mulyaningsih, . yang menyatakan bahwa merah dengan nama latin Alpinia purpurata ekstrak jahe dan ekstrak lengkuas merah Schum. memiliki bentuk yang kental, warna coklat Ekstraksi Jahe dan Lengkuas Merah Ekstraksi yang dilakukan pada penelitian ini adalah maserasi. Metode maserasi dipilih karena teknik pengerjaanya relatif sederhana dan mudah, selain itu metode maserasi tidak kehitaman serta berbau khas. Sementara itu, hasil rendemen ekstrak jahe dan lengkuas merah memenuhi persyaratan sebagai ekstrak yang baik. Hal tersebut sesuai dengan pedoman Farmakope Herbal Indonesia yang menyatakan bahwa syarat rendemen esktrak yang baik tidak kurang dari 10% (Depkes RI, 2. sekunder (Badaring et al. , 2. Selama proses Skrining Fitokimia ekstraksi maserasi, zat terlarut berinteraksi Skrining fitokimia bertujuan untuk mengetahui dengan pelarut sehingga mendorong pelepasan senyawa metabolit sekunder yang terdapat bahan aktif dari sel dan masuk ke dalam pelarut didalam tanaman. Pada penelitian ini skrining (Sayakti yang dilakukan diantaranya yaitu flavanoid, didapatkan karakteristik dan rendemen ekstrak steroid/terpenoid, tanin dan saponin. Hasilnya yang disajikan pada tabel 1 dan 2. didapatkan ekstrak jahe dan ekstrak lengkuas Hasil merah positif mengandung senyawa metabolit sekunder yang meliputi flavanoid, terpenoid, tanin dan saponin. Pada identifikasi flavanoid terjadi reaksi reduksi oksidasi, dimana HCl dan Tabel 1. Karakteristik Organoleptik Sempel Karakteristik Organoleptik Bentuk Warna Bau Mg mereduksi molekul flavonoid sehingga menghasilkan senyawa kompleks berwarna merah, jingga, dan kuning (Sayakti et al. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 Selanjutnya reaksi yang terjadi pada Adanya zona hambat pada perlakuan identifikasi senyawa flavanoid yaitu oksidasi esktrak dikarnakan ekstrak jahe dan lengkuas merah memiliki metabolit sekunder yaitu CH3COOH flavanoid, terpenoid, tanin dan saponin. membentuk suatu turunan asetil, sedangkan Senyawa H2SO4 akan menghidrolisis air yang bereaksi antibakteri dengan merusak sel bakteri dan dengan turunan asetil sehingga menimbulkan menghambat fungsi membran sel sehingga sel perubahan warna menjadi merah (Sulistyarini bakteri tidak dapat bemetabolisme dengan baik et al. , 2. Pada identifikasi saponin dan akan mati. (Saptowo et al. , 2. Senyawa terpenoid dapat merusak porin serta berpotensi senyawa glikosida dalam air yang kemudian menurunkan permeabilitas dinding sel bakteri akan terhidrolisis menjadi glukosa (Puspa et al. (Sherly et al. , 2. Selanjutnya Tabel 3. Hasil Skrining Fitokimia Senyawa Flavanoid Steroid Terpenoid Tanin Saponin Hasil Ekstrak Lengkuas Ekstrak Jahe Merah menyebabkan lisis sel. Hal ini terjadi karena Terpenoid saponin memiliki kemampuan mendenaturasi Terpenoid tanin menyerang polipeptida dinding sel bakteri (Saptowo et al. , 2. Sementara itu, senyawa Steroid Steroid permukaan dinding sel bakteri. (Sudarmi et al. Diameter bakteri zona hambat diukur dalam Uji Aktivitas Antibakteri bentuk mm. Terdapat 4 katagori zona hambat Pengujian antibakteri dalam penelitian ini <5 . , 6-10 . , 11-20 . dan dilakukan dengan lima perlakuan termasuk >20 kontrol positif dan negatif dalam 4 kali pengukuran zona hambat dapat dilihat pada Hasil uji aktivitas antibakteri tabel berikut: diamati setelah inkubasi 24 jam pada suhu Tabel 4. Hasil diameter zona hambat . angat 37EE. Suhu tersebut merupakan suhu optimum (Harti. Diameter . RII Sampel 25,25 25,25 24,95 25,25 kombinasi jahe dan lengkuas merah, sementara 10,25 12,95 11,05 itu pada kontrol negatif tidak terdapat zona PII 4,35 Zona hambat ditandai dengan Pi 2,55 3,15 dalam pertumbuhan bakteri Staphylococcus RIV aureus (Hayati et al. , 2. Hasil uji didapatkan bahwa terdapat zona hambat pada kontrol positif dan esktrak terbentuknya zona bening disekitar kertas Hasil Rata Ae Rata A Std. Deviasi 25,17A 0,15 11,58A 1,18 4,46A 0,70 2,95A 0,45 Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Ilmu Keperawatan. Analis Kesehatan dan Farmasi Volume 24 Nomor 2 Agustus 2024 Keterangan : (R : Replikas. Hasil diameter kombinasi esktrak jahe dan lengkuas merah pada PII dan Pi termasuk kedalam katagori lemah karena O5mm. dibandingkan dengan kombinasi lainya dengan PI (Kombinasi 80% : 20%) PII (Kombinasi 50% : 50%) Pi (Kombinasi 20% : 80%) Gambar 1. Pengulangan pertama . ,58A1,. , sekunder yang dimiliki jahe lebih besar dari pada lengkuas merah. Penelitian Perdana et al. menyatakan bahwa kandungan senyawa flavanoid pada esktrak jahe sebesar 0. QE/g dan kadar tanin sebesar 2. PI (Kombinasi 80% : 20%) PII (Kombinasi 50% : 50%) Pi (Kombinasi 20% : 80%) Gambar 2. Pengulangan kedua EC/g. Sedangkan kandungan senyawa flavonoid pada ekstrak lengkuas merah hanya 3608 mg. QE/g dan senyawa tanin sebesar 0,4839 mg. EC/g (Pamungkas, 2. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil diameter zona hambat akan PI (Kombinasi 80% : 20%) PII (Kombinasi 50% : 50%) Pi (Kombinasi 20% : 80%) Gambar 3. Pengulangan ketiga konsentrasi ekstrak jahe yang digunakan (Azkiyah, 2. Analisis Data Analisis Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji Post Hoc menggunakan PI (Kombinasi 80% : 20%) PII (Kombinasi 50% : 50%) Pi (Kombinasi 20% : 80%) Gambar 4. Pengulangan keempat uji Mann Whitney. Uji nonparametik ini digunakan karena data yang didapat tidak memenuhi persyaratan homogenitas (P= 0,003. Dari hasil pengukuran zona hambat kontrol