Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 369-382 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Pengaruh Budaya Organisasi. Komitmen Organisasi dan Persepsi Karyawan terhadap Kinerja Karyawan Citra Nanda Cahyaningrum1. Dewi Andriani2. Rifdah Abadiyah 3 1,2,3 Prodi Manajemen. Fakultas Bisnis Hukum Dan Ilmu Sosial. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Indonesia ABSTRAK Info Artikel _________________ Sejarah Artikel: Diterima: Februari, 2025 Disetujui: Maret, 2025 Dipublikasi: Maret, 2025 _________________ Kata kunci: Budaya organisasi. Komitmen Organisasi. Persepsi Karyawan. Kinerja Karyawan Keywords: Organizational culture. Organizational Commitment. Employee Perception. Employee Corresponding Author: Dewi Andriani Email: dewiandriani@umsida. Penelitian ini peneliti memilih perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo sebagai objek penelitian memiliki tujuan dalam mengetahui Budaya Organisasi. Komitmen Organisasi, dan Persepsi Karyawan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo. Penelitian ini memanfaatkan metode penelitian kuantitatif, dengan jenis data yang dimanfaatkan merupakan data primeri . Teknik sampel yag dimanfaatkan peneliti merupakan penyebaran kuisioner dimana populasi berjumlah 170 karyawan dengan pengambilan data secara langsung kepada responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini memanfaatkan skala likert, skala likert yaitu sebuah perangkat yang dimanfaatkan dalam mengukur sikap, pendapat, serta persepsi individu maupun sekelompok orang tentang enomena sosial. Teknik analisis pengujian data memanfaatkan software Smart Partial Square (SPSS) versi 25. Dengan uji asumsi klasik validitas dan reabilitas. Outher Model dan Inner Model. Hasil penelitian bahwa Budaya Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan. Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan, dan Persepsi Karyawan berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo. ABSTRACT In this study, researchers chose the company PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Gedangan Unit Sidoarjo as the research object has the aim of knowing Organizational Culture. Organizational Commitment and Employee Perceptions of Employee Performance at PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Gedangan Unit Sidoarjo. This research utilizes quantitative research methods, with the type of data used being primary data . The sampling technique used by researchers was distributing questionnaires to a population of 170 employees with data collected directly from respondents. The data collection technique in this research utilizes a Likert scale. The Likert scale is a tool used to measure attitudes, opinions and perceptions of individuals and groups of people about social The data testing analysis technique utilizes Smart Partial Square (SPSS) software version 25. With classic assumption tests of validity and reliability. Outher Model and Inner Model. The research results show that Organizational Culture influences Employee Performance. Organizational Commitment influences Employee Performance, and Employee Perception influences Employee Performance at PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Gedangan Unit Sidoarjo. A 2025 Citra Nanda Cahyaningrum. Dewi Andriani. Rifdah Abadiyah This is an open access article under the CC BY-SA 4. 0 license Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 369 | 14 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 369-382 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. PENDAHULUAN Di era 5. 0 yang penuh tantangan dan persaingan saat ini, sumber daya manusia (SDM) adalah faktor yang terpenting dalam organisasi. Karyawan saa ini dianggap sebagai sumber daya yang sangat penting dan perlu didapatkan perhatian khusus karena, komponen utama dapat memastikan bahwa perusahaan mencapai tujuan mereka. Jika sumber daya manusia dikelola dengan benar, menghargai bakat dan keahlian, mengembangkan kemampuan, dan mendayagunakan, maka organisasi akan bergerak secara dinamis dan berkembang dengan Hal ini menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki sumber daya manusia yang baik akan memiliki kinerja yang lebih baik. Dengan ini, ada korelasi positif antara kualitas sumber daya manusia dan kinerja karyawan(Aditianto. Sihite, and Supriyadi 2. PT Japfa Comfeed Indonesia. Tbk Unit Gedangan merupakan salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia yang bergerak di bidang agribisnis, terutama dalam produksi pakan ternak yang didirikan pada tahun 1975. Unit Gedangan, salah satu unit operasional perusahaan yang terletak di Sidoarjo. Jawa Timur, dikenal sebagai pusat produksi yang sangat penting dalam jaringan operasional Japfa(Wildan Izzan Azmi 2. Setiap perusahaan mempunyai tujuan yang hendak dicapai dengan efisien dan efektif. Pencapaian tujuan tersebut dapat dilakukan karena adanya berbagai sumber daya yang terlibat dalam melakukan kegiatan perusahaan salah satunya sumber daya manusia yang menjadi faktor dalam pencapaian tujuan perusahaan. Pegawai sumber daya dalam perusahaan perlu dikelola dengan baik sehingga membutuhkan perhatian dan perlakuan khusus daripada sumber daya perusahaan yang lainnya. Dalam lanskap bisnis yang semakin kompetitif, organisasi berusaha untuk menemukan strategi efektif guna meningkatkan kinerja karyawan. Salah satu yang terpenting mendapat perhatian adalah pengaruh budaya organisasi, komitmen organisasi, dan persepsi karyawan terhadap kinerja karyawan. Ketiga elemen ini tidak hanya membentuk lingkungan kerja tetapi juga mempengaruhi cara karyawan berinteraksi dengan pekerjaannya, yang pada akhirnya berdampak pada performa keseluruhan organisasi. Budaya organisasi mempengaruhi kinerja karyawan PT. Japfa Comfeed Indonesia TBK. Unit Gedangan yang kuat, yang pada gilirannya mempengaruhi persaingan di antara Sebuah contoh budaya perusahaan yang kuat adalah bagaimana sikap dan perilaku karyawan menjadi ciri khas perusahaan meningkatkan kualitas karyawan. Selanjutnya, budaya organisasi menghasilkan komunikasi interpersonal yang kuat dan menghasilkan hubungan antara karyawan dan perusahaan. Meskipun budaya organisasi juga dapat membantu pekerja, sekalipun membantu jika komunikasi yang buruk menghambat nilai (Efridauli 2. Akar budaya organisasi yang berasal dari para pendirinya, karena para pendiri organisasi mempunyai pengaruh yang besar terhadap budaya awal organisasi, baik dari segi kebiasaan maupun ideologi. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat pada kesamaan visi yang menciptakan konsistensi dalam perilaku atau tindakan(Wahyudin Budaya organisasi mengacu pada nilai-nilai, keyakinan, norma, dan praktik yang secara kolektif menentukan identitas dan operasional sebuah organisasi. Budaya yang kuat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, mengarahkan perilaku karyawan, dan menetapkan standar yang jelas untuk diikuti. Studi menunjukkan bahwa budaya organisasi yang inovatif, terbuka, dan kolaboratif cenderung meningkatkan motivasi, komitmen, dan kinerja karyawan. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 370 | 382 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 369-382 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Komitmen organisasi akan melakukan pengakajian dari beberapa faktor-faktor yang Komitmen organisasi tidak akan terlepas dari keterlibatan karyawan dalam oprasional organiasasi. Keterlibatan karyawan adalah proses keikutsertaan mereka pada kegiatan organisasi termasuk pengambilan keputusan dan turut adil dalam memecahkan permasalahan dalam organisasi. Kinerja merupakan suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Kinerja ini adalah gabungan dari tiga faktor penting yaitu kemampuan dan minat seseorang pekerja, kemampuan dan penerimaan atas penjelasan delegasi tugas dan peran serta tingkat motivasi seorang pekerja . Kepercayaan karyawan terhadap prinsip-prinsip organisasi atau perusahaan dan keberanian mereka adalah dasar dari komitmen organisasi. Pekerja PT. Japfa Comfeed Indonesia TBK. Unit Gedangan mendukung tujuan organisasi dan tetap setia. Oleh karena itu, pekerja akan merasa ikut memiliki organisasi karena komitmen organisasi . Jika karyawan merasa terhubung dengan nilai-nilai yang ada di perusahaan, mereka akan lebih senang bekerja dan lebih baik dalam kinerjanya. Seseorang harus memiliki komitmen dalam organisasi. (Hidayat and Rudini 2. Persepsi karyawan sangat penting untuk keberhasilan manajemen SDM. Persepsi karyawan berdampak pada kinerja organisasi secara keseluruhan, serta pada motivasi, kepuasan, dan produktivitas. Selain itu, memahami dan mengelola persepsi karyawan dapat mengurangi turnover. Oleh karena itu, manajemen PT. Japfa Comfeed Indonesia TBK. Unit Gedangan harus proaktif menangani masalah dan meningkatkan persepsi melalui kebijakan, praktik, dan komunikasi yang baik. Memahami informasi melalui perasaan, pendengaran, penciuman, dan penglihatan dikenal sebagai persepsi. Pandangan karyawan berbeda dari penginderaan mereka. Karyawan ada yang memiliki persepsi positif dan yang negatif, yang akan berdampak pada karyawan sebenarnya. Persepsi seseorang terhadap sesuatu didefinisikan sebagai Aupenafsiran yang ditangkap individu melalui proses menerima dan mengorganisasikan informasi yang diaplikasikan dalam bersikap dan bertingkah laku. Persepsi yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu tidak terjadi dengan begitu saja, ada beberapa proses yang harus dilalui oleh individu tersebut untuk memperolehnyaAy Persepsi hakikatnya proses penilaian individu terhadap suatu objek. (Eneng Susan. Faizal Mulia Z Kinerja karyawan adalah komponen yang sangat penting dan berperan penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Kepuasan karyawan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan(S and Susanto 2. Kinerja perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia TBK. Unit Gedangan secara keseluruhan dipengaruhi oleh kinerja karyawan, kinerja yang buruk menunjukkan moral kerja yang rendah, yang ditunjukkan dengan penurunan komitmen kerja(Dewi Atuti. Si 2. Dalam konteks organisasi, kinerja karyawan mencerminkan efektivitas dalam mencapai tujuan dan menyelesaikan tugas dengan efisiensi dan kualitas tinggi . Oleh karena itu, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan menjadi efisiensi untuk mengembangkan strategi manajemen yang efektif. Meningkatkan kinerja karyawan juga dapat dicapai dengan mempertimbangkan komponen yang penting seperti lingkungan organisasi. Lingkungan organisasi yang baik merupakan modal awal suatu organisasi yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan dan anggota organisasi secara keseluruhan, dan membentuk nilai-nilai yang dianut oleh anggota organisasi. (Risambessy et al. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 371 | 382 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 369-382 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Dari fenomena diatas kesenjangan penelitian yaitu Evidence Gap. Evidence Gap menjadi kesenjangan yang ditemukan dalam bukti penelitian, diman titik kesenjangan antara fenomena dengan bukti yang dapat. Berdasarkan hasil penelitian menurut(Wahyudin 2. membuktikan jika budaya organisasi (X. berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y), berbeda dengan penelitian lain bahwa budaya organisasi (X. tidak menunjukan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y). Kemudian variable komitmen organisasi (X. berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y), berbeda dengan penelitian lain bahwa komitmen organisasi (X. tidak menunjukan pengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y), kemudian variable menurut(Risambessy et al. persepsi karyawan (X. berpenagruh positif terhada kinerja karyawan (Y), berbeda dengan penelitian lain bahwa persepsi karyawan (X. tidak menunjukan pengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y). Tabel 1. Daftar absensi karyawan PT. Japfa Comfeed TBK. Unit Gedangan Tahun 2024 Bulan Jumlah Jumlah Ketidakhadiran Jumlah Hari Tingkat Absensi Absen Karyawan Mei Juni Juli Agustus Sakit Izin Alpha Sumber : PT. Japfa Comfeed TBK. Unit Gedangan 0,35% 0,28% 0,65% Dari data diatas fluktuasi tingkat absensi selama 4 Bulan terakhir ini mengindikasikan adanya gejala kinerja yang belum optimal. Hal ini bisa dijelaskan dengan tingkat absensi yang cukup tinggi mengakibatkan adanya jumlah tenaga kerja yang berkurang dan tidak sesuai dengan kebutuhan. Gejala penurunan kinerja ini perlu di teliti tentang faktor yang menyebabkan atau mempengaruhi penurunan kinerja di PT. JAPFA COMFEED TBK. Unit GEDANGAN. METODE Teknik pengumpulan data untuk penelitian ini memanfaatkan skala likert mengenai pertanyaan terkait Budaya Organisasi. Komitmen Organisasi. Dan Persepsi Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan yang jawabanya diukur menggunakan skala likert 1-5 yaitu skala Sangat Tidak Setuju . Tidak Setuju . Kurang Setuju . Setuju . Sangat Setuju . Dalam penelitian inipeneliti menggunakan rumus slovin sebagai upaya untuk mendapatkan jumlah sampel yang akan di ambil, sehingga dapat disimpulkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 responden dengan margin of error 10%(Soma and Wachid Hasyim 2. Penelitian ini dilakukan di PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan. Populasi penelitian ini yaitu karyawan tetap PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Gedangan karyawan Pengambilan sampel yang digunakan adalah Teknik probability sampling, teknik ini dipilih karena populasi yang lebih besar, sehingga memungkinkan peneliti untuk mendapatkan data dari setiap karyawan tanpa terkecuali(Sugiyono 2. Metode ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, yang menggali mengenai pengaruh budaya organisasi(X. , komitmen organisasi(X. , dan persepsi karyawan(X. terhadap kinerja karyawan(Y). Metode penelitian ini digunakan untuk meneliti populasi dan sampel tertentu. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 372 | 382 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 369-382 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Tabel . Nilai Skala Likert Jawaban Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Kurang Setuju (KS) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Nilai Penyebaran kusioner dilakukan di goggle from, data pada penelitian ini dianalisis menggunakan Smart PLS versi 4. Keterangan: n : ukuran sampel N : ukuran populasi e : margin of error n = 170 . N = 170 n = 170 n = 170 N = 62. Jadi dengan margin of error 10%, ukuran sampel yang dihitung adalah sekitar 63 Penelitian ini menggunakan analisis software Smart Partial Square (PLS) versi Outer Model Pengukuran (Order Mode. merupakan uji yang dilakukan untuk mengukur validitas dan reliabilitas dari indikator dengan menggunakan variabel atau konstruk. Uji validitas ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu validity convergent dan validity Uji reabilitas ini juga dapat dilakukan dengan dua cara yaitu Cronbach's Alpha dan Compasite Reliability Model Struktural (Inner Mode. merupakan model yang digunakan untuk melihat nilai R-Square digunakan untuk mengevaluasi konstruk dependen dalam uji ini. Teknik Pengujian Hipotesis, dalam pengujian hipotesis akan diuji menggunakan ujit dengan nilai signifikan sebesar 5% . Uji dalam penelitian ini dinyatakan diterima jika T-statistik > 1,96 dan nilai P-value < 0,05. Sedangkan jika nilai T-statistik < 1,96 dan nilai P-value> 0,05 maka hipotesis ditolak . idak signifika. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 373 | 382 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 369-382 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. HASIL Outer Model Uji Validitas Konvergen Tahapan pada analisis dalam penelitian ini menggunakan Smart Partial Least Square (PLS) versi 4. 0 yaitu menghitung Uji Validasi Konvergen pada Output Smart Partial Least Square di Outer Model untuk mengetahui validitas konvergen dari kuisioner yang kami sebar. Validitas Konvergen merupakan hubungan antar indikator X dan Y untuk menilai sejauh mana indikator tersebut dapat menjelaskan masing-masing variabel yang berkaitan (Variabel Late. (Alam and Sarpan 2. Analisis selanjutnya dapat dievaluasi dengan model pengukuran . uter mode. dengan melakukan pengujian validitas konvergen, validitas diskriminan, dan Sumber : Algoritma PLS 4. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 374 | 382 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 369-382 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Tabel 3. Hasil Loading Factor Variabel Budaya Organisasi (X. Komitmen Organisasi (X. Persepsi Karyawan (X. Kinerja Karyawan (Y) Sumber Indikator X1. Outer Loading Keterangan Valid X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X2. X2. X2. X3. Valid Valid Valid Valid X3. X3. X3. Valid Valid Valid Valid : Data diolah 2025 Valid Valid Valid Pengujian Convergent Validity dilakukan dengan indicator refleksi dilakukan berdasarkan korelansi antara skor item atau kompenen dengan skor construct, yang dapat dihitung dengan SmartPLS. Jika ada nilai korelasi di atas 0,70 maka inicator dianggap valid. Berdasarkan data diatas, diketahui semua outer loading sebesar <0,70, maka semua indicator dinyatakan valid. Uji Validitas Diskriminan Uji validitas diskriminan ini dilakukan dengan cross loading, untuk memastikan setiap konsep pada jenis variable berbeda dengan variable lainnya (Febrian 2. Indicator tersebut dapat dinyatakan memenuhi syarat discriminant validity. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 375 | 382 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 369-382 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Tabel 4. Hasil Fornell-Larcker Criterion Budaya Organisasi Komitmen Organisasi Persepsi Karyawan Sumber : Data diolah 2025 Kinerja Karyawan Berdasarkan pada table diatas. Dimana nilai dari Fornell-Larcker criterion di atas >0. 7 itu menyatakan bahwa telah memenuhi persyaratan dan dapat dikatakan valid. Tabel 5. Cross Loading X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. 0,928 Sumber : Data diolah 2025 pada tabel tersebut nialai cross loadingnya diatas 0,5 sehingga dapat dinyatakan seluruh indicator valid karena memenuhi korelasi. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 376 | 382 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 369-382 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Uji Reabilitas Composite Tabel 7. Construct Realibility and Validity Cronbach`s Alpha Composite reability . Sumber : Data diolah 2025 Composite reability . Tujuan dari tes tersebut adalah untuk mempunyai kemampuan mengevaluasi reliabilitas instrument dalam suatu model penelitiana. Jika nilai realibilitas komposit seluruh variable laten dan Crombach`s Alpha lebih dari 0,7. Jadi konstruknya mempunyai reliabilitas yang baik atau kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dapat diandalkan. Pada tabel tersebut hasil pengujian menunjukan bahwa seluruh konstruk mempunyai nilai reliabilitas komposit dan Cronbach`s Alpha >0. 60 sehingga dinyatakan reliabel. Tabel 8. Hasil uji averge variant extracted (AVE) Variabel Budaya Organisasi (X. Komitmen Organisasi (X. Persepsi Karyawan (X. Kinerja Karyawan (Y) Average Variance Extracted (AVE) Keterangan Sumber : Data diolah 2025 Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa nilai Average Variant Extracted (AVE) bernilai diatas 0,5 maka Average Variant Extracted (AVE) tersebut menunjukkan validitas yang baik. Berdasarkan tabel diatas metode yang digunakan adalah cross loading. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indicator dari tiap konstruk memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan indicator pada konstruk lainnya. Inner Model Uji R-Square Dalam memulai penilaian model dengan SmartPLS, dimulai dengan memeriksa R-Square untuk setiap variabel laten dependen. Nilai R-Square 0,33-0,66 menunjukkan bahwa mereka berada dalam kategori sedang, dan nilai R Square 0,19Ae0,32 menunjukkan bahwa mereka berada dalam kategori lemah. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 377 | 382 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 369-382 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Tabel 9. Nilai R-Square Kinerja Karyawan R-Square Sumber : Data diolah 2025 R-Square adjusted Pada tabel diatas menunjukkan nilai R-Square sebesar 0,710, maka menunjukkan bahwa variabel dependen dalam kategori kuat. Uji Hipotesis Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, maka hasil yang diperoleh dapat digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian ini. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menguji nilai koefisien. Jika nilai koefisien bernilai positif maka hipotesis dapat dipastikan mempunyai hubungan positif dan hipotesis penelitian ini dapat dianggap diterima secara signifikan jika nilai P-Values< 0,05 dan t-statistik> 1,96. Tabel 10 Original Sample (O) X1 > Y X2 > Y X3 > Y Path Coefficient Sample Mean (M) Standad Deviation (STDEV) Sumber : Data diolah 2025 T-statistic (O/STDEV) P-Value Tabel diatas menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, terlihat dari t-statistik sebesar 1,668 yang berarti >1,64 dan p-value 0,002 atau <0,05. Komitmen Organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dilihat dari t-statistik sebesar 3,382 yang berarti >1,96 dan p-value sebesar 0,001 atau <0,05. Presepsi Karyawan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dilihat dari t-statistik sebesar 2,338 yang berarti >1,96 dan p-value sebesar 0,003 atau <0,05. PEMBAHASAN H1 : Budaya Organisasi Berpengaruh Signifikan terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan analisis data membuktikan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa budaya organisasi yang baik pada suatu perusahaan dapat meningkatkan kinerja seorang karyawan. Ini juga membuktikan bahwa pada perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo memiliki budaya organisasi yang baik sehingga adanya peningkatan kinerja karyawan. hal tersebut dapat dibuktikan dengan Indikator budaya organisasi yang Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 378 | 382 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 369-382 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. paling banyak dipilih oleh responden adalah inovasi yang merujuk pada tujuan atau identitas inti dari organisasi itu sendiri. Inovasi yang jelas dan terdefinisi dengan baik membimbing aktivitas organisasi, membantu memotivasi karyawan, dan memberikan arah yang jelas untuk pencapaian tujuan jangka panjang(Alam and Sarpan 2. Implikasi budaya organisasi pada perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo. Terutama pada indikator inovasi, sangat penting dalam memberikan arah dan tujuan yang jelas bagi seluruh elemen organisasi. Inovasi yang jelas dan terdefinisi dengan baik tidak hanya mengidentifikasi tujuan inti perusahaan, tetapi juga berfungsi sebagai pedoman dalam setiap kegiatan operasional dan pengambilan keputusan. Karyawan pada perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo memiliki inovasi yang kuat, sehingga mereka dapat lebih mudah memahami peran mereka dalam mencapai tujuan perusahaan, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi dan komitmen karyawan. Selain itu, misi yang terarah memungkinkan perusahaan untuk merumuskan strategi jangka panjang yang lebih efektif, menyesuaikan dengan perubahan pasar, dan tetap fokus pada pencapaian tujuan bersama. Hasil penelitian ini mendukung penelitian dari yang menyatakan(Febriani and Ramli 2. bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. H2 : Komitmen Organisasi Berpengaruh Signifikan terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan analisis data membuktikan bahwa komitmen organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen organisasi yang baik pada suatu perusahaan dapat meningkatkan kinerja seorang Ini juga membuktikan bahwa pada perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo memiliki komitmen organisasi yang baik sehingga adanya peningkatan kinerja karyawan. hal tersebut dapat dibuktikan dengan karyawan pada memiliki jiwa komitmen yang baik sehingga para karyawan termotivasi untuk memiliki kinerja yang baik (Alam and Sarpan 2. Implikasi komitmen organisasi pada perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo. Terutama pada indikator komitmen efisien, sangat penting dapat diukur melalui beberapa indikator kunci yang mencerminkan sejauh mana karyawan terlibat dan berkontribusi terhadap tujuan perusahaan. Selain itu, adanya komunikasi yang jelas, peluang untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, serta penghargaan terhadap kontribusi individu turut mempengaruhi komitmen karyawan PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo untuk bekerja secara efisien. Hasil penelitian ini mendukung penelitian dari yang menyatakan(Astuti 2. bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 379 | 382 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 369-382 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. H3 : Persepsi Karyawan Berpengaruh Signifikan terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan analisis data membuktikan bahwa komitmen organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen organisasi yang baik pada suatu perusahaan dapat meningkatkan kinerja seorang Ini juga membuktikan bahwa pada perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo memiliki budaya organisasi yang baik sehingga adanya peningkatan kinerja karyawan. hal tersebut dapat dibuktikan dengan indikator yang paling banyak dipilih oleh responden adalah karakter individu yang mengacu pada hubungan atau kelompok yang memengaruhi bagaimana pengetahuan dibagi dan dipertukarkan(Alam and Sarpan 2. Realistis dari variabel persepsi karyawan dengan indicator karakter individu, yang mengacu pada berbagai aspek yang mencerminkan nilai-nilai pribadi karyawan yang berkontribusi pada budaya kerja secara keseluruhan pada perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo adalah bahwa karyawan pada perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo dengan baik karakter yang kuat, seperti integritas, tanggung jawab, dan kemampuan untuk bekerja sama menjadi dasar penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif. Hal ini mendorong terciptanya lingkungan kerja yang kolaboratif, di mana pengetahuan dapat dipertukarkan dengan mudah, mempercepat penyelesaian masalah, serta meningkatkan inovasi dan produktivitas. Dengan demikian, memperkuat hubungan interpersonal dan kerja sama antar tim akan meningkatkan efektivitas kinerja di Perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian dari (Amin. Rusmita, and Wilian 2. yang menyatakan bahwa persepsi karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa, . budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap karyawan kinerja di perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo . Komitmen Karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap karyawan kinerja di perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo. Persepsi Karyawan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap karyawan kinerja di perusahaan PT. Japfa Comfeed Indonesia. TBK Unit Gedangan Sidoarjo. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mungkin juga berpengaruh terhadap kinerja karyawan, seperti kepemimpinan, lingkungan kerja, atau faktor eksternal seperti kondisi pasar. Penelitian lebih lanjut juga bisa melibatkan sampel yang lebih besar dan variatif, serta memperluas cakupan penelitian ke berbagai jenis industri atau perusahaan dengan karakteristik yang berbeda, agar hasilnya lebih generalizable. Selain itu, pendekatan longitudinal dapat digunakan untuk melihat bagaimana pengaruh variabel-variabel ini berkembang seiring waktu dan bagaimana interaksi antara budaya organisasi dan Komitmen Organisasi dan Persepsi Karyawan dapat berubah dalam jangka waktu yang panjang. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 380 | 382 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 369-382 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. DAFTAR PUSTAKA