The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Implementasi Manajemen Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Kecamatan Cigugur Dede Asiah STITNU Al Farabi Pangandaran . dedeasiah28@gmail. JSTAF : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 04 No 2 July 2025 Hal : 262-270 https://doi. org/10. 62515/staf. Received: 10 July 2025 Accepted: 22 July 2025 Published: 31 July 2025 PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations. Copyright: A 2023 by the authors. Submitted Abstract . This research aims to analyze the implementation of Islamic boarding school management in an effort to shape the character of Effective Islamic boarding school management is expected to have a significant impact on the character development of students, which is the main goal of education at this institution. This research uses a qualitative approach with a case study method in representative Islamic boarding schools. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, participant observation and document analysis. The research results show that good Islamic boarding school management includes structured curriculum planning, consistent moral development, and active involvement of caregivers in the daily activities of the students. The implementation of effective management not only has an effect on improving the quality of education, but also on strengthening religious and social values within students. These findings provide insight into the importance of integrated management in creating an environment that supports the holistic character development of It is hoped that this research can be a reference for Islamic boarding school managers and stakeholders in improving the quality of educational management in Islamic boarding schools. publication under the terms and conditions Keywords . Islamic, boarding school management of the Creative Commons Attribution (CC Abstrak . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi -sa/4. manajemen pesantren dalam upaya pembentukan karakter santri. Manajemen pesantren yang efektif diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan karakter santri, yang merupakan tujuan utama pendidikan di lembaga Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di pesantren yang representatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pesantren yang baik mencakup perencanaan kurikulum yang terstruktur, pembinaan moral yang konsisten, serta keterlibatan aktif para pengasuh dalam kegiatan sehari-hari santri. Implementasi manajemen yang efektif tidak hanya berpengaruh pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi BY) . ttps://creativecommons. org/licenses/by Vol 04 No 2 July 2025 | 262 Implementasi Manajemen Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Kecamatan Cigugur Dede Asiah juga pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan sosial dalam diri santri. Temuan ini memberikan wawasan tentang pentingnya pengelolaan yang terintegrasi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter santri secara holistik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola pesantren dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas manajemen pendidikan di pesantren. Kata Kunci . Manajemen. Pondok Pesantren Pendahuluan Pesantren, sebagai sistem pendidikan tertua di Indonesia, dianggap sebagai produk budaya. Awalnya, pendidikan ini berfokus pada agama Islam dan dimulai sejak masyarakat Islam hadir di Nusantara pada abad ke-13. Seiring berjalannya waktu, penyelenggaraan pendidikan Islam semakin teratur, dan tempat-tempat pengajian mulai bermunculan. Akhirnya, bentuk pendidikan ini dikenal dengan sebutan Perkembangan pesantren yang begitu pesat juga di tenggarai berkat dibukanya terusan Suez pada tahun 1869 sehingga memungkinkan banyak pelajar indonesia mengikuti pendidikan dimekah. Sepulangnya kekampung halaman, para pelajar yang Mendapatkan gelar AuHajiAy ini mengembangkan pendidikan agama di tanah air yang bentuk kelembagaannya disebut AyPesantrenAy atau Au Pondok Pesantren (Mastuki, 2. Pesantren bertujuan untuk menyikapi dengan prinsip moral terhadap kondisi dan situasi sosial yang dihadapi masyarakat. Terutama melalui penciptaan dan pengembanagan kepribadian muslim, yaitu kepribadian yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. Berakhlak mulia, berguana bagi masyarakat dan bersiakap bijaksana. Mampu mandiri, berkepribadian bebas dan dan kuat mampu menjaga keislaman ditengah masyarakat dan mampu mengambangkan kepribadian yang menjadikan muhsin bukan sekedar muslim (Maunah, 2. Akar historis keberadaan pesantren di Indonesia dapat di lacak jauh kebelakang, yaitu pada masa-masa awal datangnya Islam di bumi Nusantara ini dan tidak diragukan lagi pesantren intent terlibat dalam proses islamisasi tersebut. Sementara proses islamisasi itu, pesantren dengan canggihnya telah melakukan akomodasi dan transformasi sosio-kultural terhadap pola kehudupan setempat. Oleh karena itu, dalam presepektif historis, lahirnya pesantren bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan akan pentingnya pendidikan tetapi juga untuk penyiaran agama islam dan untuk mencetak generasi bangsa yang berkarakter, mempunyai integritas tinggi dan 263 | Vol 04 No 2 July 2025 Implementasi Manajemen Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Kecamatan Cigugur Dede Asiah berakhlakul karimah. Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional Islam untuk memahami, menghayati dan mengamalakan ajaran agama islam, dengan menekankan moral agama islam sebagai pedoman hidup bermasyarakata. Pondok pesantren sesungguhnya mempunyai fungsi strategis untuk membentuk manusia yang bermoral dan bermartabat, pada abad ini seharusnya fungsi ini semakin menonjol, dimana penyakit sosial semakin menggejala. Dengan demikian, pondok pesantren dapat menjadi instrumen pencerahan, baik melalui pendidikan moral maupun pendidikan agama. Bahkan institusi pendidikan dapat mencegah berbagai prilaku yang berpotensi dapat merusak martabat dan kualitas kemanusiaan. Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Keberadaan pesantren di Indonesia dimulai sejak Islam masuk di negri ini, pesantren diakui memiliki pengaruh yang besar terhadap perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Pesantren tidak hanya melahirkan tokoh-tokoh nasional yang paling berpengaruh di negri ini, tetapi juga di akui telah berhasil membentuk watak tersendiri, dimana bangsa Indonesia yang mayoritas beragama islam selama ini dikenal sebagai bangsa yang akomodatif dan penuh tenggang rasa. Penelitian yang dilakukan oleh Sulfiana, (Manajemen Strategi Dalam Pembinaan Akhlak Santri Di Pondok Pesantren Darusy Syafaah Kotagajah Lampung Tenga. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengumpulan data menggunakan sampling 6 orang dari 222 populasi yang ada. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian dalam skripsi ini penulis mengangkat permasalahan tentang manajemen strategi pembinaan akhlak santri di Pondok Pesantren Darusy Syafaah, dan subfokus penelitian yang terdiri dari formulasi strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Pesantren adalah lembaga yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, sejak dulu hingga sekarang Eksistensi pesantren di tengah-tengah deru modernisasi, pesantren tetap bisa bertahan . dengan identitasnya sendiri. Bahkan akhir-akhir ini para pengamat dan praktisi pendidikan dikejutkan dengan tumbuh dan berkembangnya lembaga-lembaga pondok pesantren di tanah air ini. Pertumbuhan pesantren yang semula rural based institution menajadi juga lembaga pendidikan urban, bermunculan juga di kota-kota besar (Purnomo. Vol 04 No 2 July 2025 | 264 Implementasi Manajemen Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Kecamatan Cigugur Dede Asiah Bahan dan Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme/enterpretif, digunakan untuk meneliti pada obyek yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. Dimana peneliti sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial atau manusia dari perspektif partisipan yang terlibat. Penelitian ini lebih menekankan pada aspek deskriptif dan interpretatif daripada pada pengukuran dan kuantifikasi. Diskusi dan Pembahasan Pemerintah mengatur dan mengakui masing-masing lembaga pendidikan dalam Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003. Begitupun pada UU No 18 Tahun 2019 tentang Pesantren disusun untuk menjamin penyelenggaraan pesantren dalam fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat. Keputusan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan di Pondok Pesantren menyebutkan bahwa tujuan pondok pesantren adalah menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, akhlak mulia dan tradisi pondok pesantren untuk mengembangkan keterampilan, pengetahuan dan kemampuan menjadi pakar agama Islam. Mengenal dan menjadi muslimah dengan keterampilan membangun kehidupan muslimah di masyarakat. Manajemen Pondok pesantren miftahul Janah memiliki peran yang sangat penting dalam memebentuk lingkungan pendidikan yang islami dan ditujukan untuk meningkatkan kesempurnaan diri setiap individu. Manajemen pondok pesantren miftahul jannah mencakup aspek-aspek seperti kegiatan pendidikan, pengembangan bakat, pengelolaan dana, kebersihan dan sanitasi, dan program-program pendidikan relevan lainnya (Purnomo, 2. Manjemen pondok Pesantren mIftahul Jannah kecamatan cigugur memiliki visi dan misi yang jelas serta mengadopsi prinsip-prinsip manajemen yang efektif, seperti pengorganisasian yang baik, pengelolaan sumber daya yang tepat, pemantauan dan 265 | Vol 04 No 2 July 2025 Implementasi Manajemen Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Kecamatan Cigugur Dede Asiah evaluasi yang teratur, serta transparansi dalam pengelolaan pesantren. Selain itu juga manjmen pesantren dapat memastikan bahwa pesantren menyediakan suasana yang aman, inklusif, dan mempromosikan nilai-nilai keislaman yang baik. Dengan menjaga disiplin dan ketertiban, serta mengamalkan nilai-nilai seperti kesederhanaan, kejujuran, dan kerjasama, pondok pesantren Miftahul Jannah dapat menjadi tempat yang kondusif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan akhlak yang baik. Manjemen pondok pesantren Miftahul Jannah mengacu pada prinsip-prinsip manajemen yang diterapkan dalam pengelolaan lembaga pendidikan islam. Pondok pesantren Miftahul Jannah merupakan lembaga pendidikan yang menekankan pada pemahaman ajaran islam yang murni dan autentik, dengan referensi utama kepada generasi salaf . enerasi awal isla. Salah satu prinsip utama dalam manjemen pondok pesantren miftahul Jannah adalah keberpihakan kepada sumber utama ajaran islam, yaitu Al-QurAoan dan Hadis. Metode belajar yang digunakan adalah pembacaan dan pemahaman teks-teks Al-QurAoan dan hadis. Maanajmen pondok Pesantren Miftahul Jannah juga menerapkan asas kemandirian yang mana pesantren dituntut untuk dapat membiayai dan mengelola dirinya sendiri melalui dana yang diperoleh dari sumbangan para donator. Dana dari hasil usaha sendiri atau melaui sitem iuran dari santri dan orang tua mereka. Prinsip kemandirian ini juga mencakup pengelolaan asset dan sumber daya pesantren dengan efektif dan efisien, sehingga dapat beroprasi, secara, berkelanjutan. Pengelolaan pondok pesantren miftahul Jannah melibatkan peran aktif dari pengurus dan staf pesantren dalam menjalankan fungsi-fungsi penting seprti rekrutmen dan seleksi calon santri, pengajaran, pemantauan perkembangan santri dan pelaksanaan program pendidikan. Selain itu. Manajemen pondok pesantren miftahul Jannah juga berkaitan erat dengan aspek akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi dalam pengelolaan lembaga. Pondok Pesantren Miftahul Jannah menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar, berbagi informasi secara tebuka kepada pemangku kepentingan, serta melibatkan masyarakat dalam pengambalian keputusan terkait kebijakan dan strategi pengembangan pesantren. Vol 04 No 2 July 2025 | 266 Implementasi Manajemen Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Kecamatan Cigugur Dede Asiah Karakter Santri di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Kecamatan Cigugur Karakter Santri Pondok Pesantren Miftahul Jannah Kecamatan Cigugur berdasarkan temuan penelitian di atas, pembentukan karakter sebenarnya sudah tertanam pada diri santri sejak dini, tinggal bagaimana kita bisa mempertahankan karakter atau sifat dan tingkah laku agar lebih kuat melekat pada kepribadian santri. Dalam pandangan Islam, sejak lahir manusia mempunyai jiwa agama, yaitu jiwa yang mengakui adanya Dzat yang Maha Pencipta yaitu Allah adalah Tuhannya (Wiyani. Pendidikan merupakan proses pembudayaan sebagai dasar praktis dalam Dengan membudayakan peningkatan akhlak yang mulia ini maka pesantren akan lebih baik dalam meningkatkan kualitasnya. Karakter menumbuhkan sifat yang baik dan bijaksana serta sebagai pondasi agama, karena tanpa karakter yang baik seseorang tidak akan melakukan perbuatan yang telah di sariatkan-Nya. Sebagaimana dalam konsep yang dikemukakan oleh Muhammad alim bahwa: Tingkah laku atau karakter dalam Islam meliputi keyakinan dalam hati tentang Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah, ucapan dengan lisan dalam bentuk dua kalimat syahadat, dan perbuatan dengan amal saleh. Karakter dalam Islam mengandung arti bahwa dari seorang mukmin tidak ada rasa dalam hati, atau ucapan dari mulut atau perbuatan melainkan secara keseluruhannya mengambarkan iman kepada Allah, yakni tidak ada niat, ucapan, dan perbuatan dalam diri serorang mukmin kecuali yang sejalan dengan kehendak AllahAy (Alim, 2. Berikut karakter-karakter yang ada pada santri di Pondok Pesantren Miftahul Jannah berdasarkan paparan data lapangan terkait dengan fokus penelitian di atas dapat ditemukan: Karakter tanggung jawab dapat dilihat pada saat menjalankan kegiatan seperti kitobah, disini santri disuruh untuk bertanggung jawab agar mengondisikan suasana dan tugas-tugasnya. Karakter jujur dapat dilihat pada santri berperilaku apa yang dikatakan, sesuai dengan kenyataan. Santri dibiasakan untuk jujur, jika tidak jujur dengan kenyataan yang ada pasti kena sanksi, misalnya waktu santri ketiduran di pondok sehingga tidak mengikuti program pondok yang akhirnya di mendapatkan sanksi. 267 | Vol 04 No 2 July 2025 Implementasi Manajemen Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Kecamatan Cigugur Dede Asiah Karakter disiplin dapat dilihat disiplin dilakukan secara terus menerus yaitu santri mematuhi peraturan tata tertib yang berlaku. Karater mandiri dapat dilihat pada santri menyelesaikan sendiri semua tugas yang ditimpakan kepadanya dengan tanpa melemparkan tanggungjawab kepada orang lain (Candra, 2. Implementasi Manjemen Pondok Pesantren Miftahul Jannah Kecamatan Cigugur dalam Membentuk Karakter Santri Telah dibahas sebelumnya bahwa pesantren memiliki manajemen dan tatakelola untuk dapat membentuk pendidikan karakter santri. Meskipun manjmerial adakalanya bersifat skolastik, tetapi tidak menapikan keberhasilan pesantren dalam mebentuk kepribadian santri yang memiliki etika, akhlak, dan berbudi luhur. Dalam hal ini peneliti hendak mendeskrifsikan manjmen pesantren dalam memebentuk karakter santri. dapati ada tiga cara dalam mengelola hal tersebut (Supriyatnya, 2. Pertama pesantren harus senantiasa mencipatakan pembiasaan . yang baik selaku miniatur pembelajaran karakter. Pembiasaan atau habit adalah unsur Sejalan behaviroristik, bahwa pendidikan akn terbentuk berdasarkan lingkungan yang Kepribadian snatri ayng tinggal dipesantren akn lebih mudah dibentuk karena lingkungan yang sangat mendukung (Mulyasa, 2. Kedua, menguatkan pembiasaan iabadah berjamaah untuk seluruh masyarakat Ibadah adalah hal wajib yang harus dilakukan inidividu kepada tuhan sebagai bentuk penghambaan diri. Ada yang mengatakan bahwa tempat yang baik untuk beribadah adalah pesantren. Kenapa demikian karena pesantren, santri diajari beribadah secara konsisten, disiplin, dan tepat waktu. Selainibadah wajib seperti solat lima waktu, sntri juga dibekali untuk melaksanakan ibadah-iabdah yang sifatnya suanh seperti, solat rawtib, dan puasa. Hal ini dikarenakan untuk melatih aspek spiritual santri agar kuat secara rohani, memantabkan diri kepada Allah, dan berserah diri kepadaNya. Pembiasaan ibadah di pesantren sebenaranya sudah terorganisir dengan baik. Dibuktikan dnegan adanyaperaturan yang mengikat santri untuk melaksanakan ritual ibadah-ibadah wajib dan sunah. Ketiga, menananmkan sikap saling menghormati dan mengharagi sesame, baik dalam situasi belajar maupun tidak. Sikap saling menghormati dan menghargai sudah Vol 04 No 2 July 2025 | 268 Implementasi Manajemen Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Kecamatan Cigugur Dede Asiah tertanam dalam lingkungan pesantren. Ini dibuktikan dengan adanya keteladanan kiai dan ustadz saat mengajar, tidka pilih-pilih santri. Sikap ini harus senan tiasa ada dalam pesantren mengingat santri yang belajar di pesantren memiliki latar belakang dan kepribadian yang heterogen. Adanya sikap ini agar dihindari dari siakap diskriminasi dan rasis. Saling menghormati dan menhargai dapat dikontrol oleh pengurus atau ustadz yang memiliki tanggung jawab mengasuh santri (Yasin, 2. Kesimpulan Berdasarkan hasil dari penelitian terkait Manajemen Kurikulum Merdeka Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SD Negeri 2 Cibenda dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen kurikulum merdeka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan memenuhi beberapa indikator yaitu perencanaan kurikulum merdeka yang selaras dengan pemenuhan kebutuhan fisiologis, kebutuhan aktualisasi diri dan kebutuhan sosial. Pengorganisasian kurikulum yang selaras dengan pemenuhan kebutuhan sosial dan kebutuhan aktualisasi diri. Pelaksanaan kurikulum dengan pemenuhan kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan dan keselamatan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. Evaluasi kurikulum dengan pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri dan pengembangan kurikulum dengan pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri. Referensi