e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 7 No. 1 (June 2. JISICOM (Journal of Information System. Informatics and Computin. Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. ACCREDITED BY KEMRISTEKBRIN. SK. NO. 200 / M / KPT / 2020 RANK 5 ( SINTA . DESIGN A MOSQUE MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM (SIM. TO FACILITATE THE MANAGEMENT OF REPORTS AND ACTIVITY INFORMATION Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Masjid (Sim. Dalam Memudahkan Pengelolaan Laporan Dan Informasi Kegiatan Jekri Pefriand 1. Laga Kamalmalik 2. Arfhan Prasetyo3. Mugi Raharjo4 Program Studi Informatika 1,2,3,4 Fakultas Teknologi Informasi 1,2,3,4 Universitas Nusa Mandiri1,2,3,4 jekripefriand@gmail. com, laga. 9907@gmail. afp@nusamandiri. id, mugi. mou@nusamandiri. Received: April 18, 2023. Revised: May 15, 2023. Accepted: May 25, 2023 Issue Period: Vol. 7 No. Pages 106-116 Abstrak: Industri 4. 0 akan dimanfaatkan oleh sebagian umat Islam yang mengikuti perkembangan teknologi informasi. Masjid adalah salah satu tempat ibadah yang di dalamnya mempunyai organisasi. Salah satu divisi atau seksi di dalam struktur organisasi masjid yang paling jarang dijumpai yaitu bidang IT (Information and Technolog. Tugas bidang IT salah satunya yaitu mengelola sistem informasi berupa dokumentasi kegiatan dan aktivitas yang dilakukan di masjid tersebut. Mengumpulkan semua Informasi mengenai manajemen pada beberapa kalangan masjid yang mengikuti perkembangan teknologi seperti informasi kegiatan & keuangan yang berguna sebagai sumber informasi untuk menentukan langkah awal dalam upaya memakmurkan masjid. Demikian halnya yang terjadi pada Masjid AlIkhlash Karet Tengsin. Tanah Abang. Jakarta Pusat. Saat ini informasi kegiatan yang disampaikan kepada masyarakat masih berupa pengumuman yang di tempelkan pada papan pengumuman masjid dan proses pengolahan data keuangan dan informasi masih belum terintegrasi. Akibat dari hal tersebut banyak kendala yang dihadapi oleh pihak pengelola masjid dalam urusan manajemennya seperti pengelolaan keuangan dan kegiatan khusus Masjid Al-Ikhlash. Teknik metode pengumpulan data pembuatan program adalah dengan observasi wawancara kepada pihak mitra. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang sedang dialami. Menyelesaikan program dan mendapatkan survei kepuasan dari mitra dan peserta yang mengikuti pelatihan sosialisasi. Diketahui bahwa tingkat kepuasan masyarakat secara keseluruhan terhadap pengabdian masyarakat memiliki rata-rata skor 4,61 dan termasuk kategori Sangat Setuju. Kepuasan masyarakat terkait program pengabdian dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan program pengabdian masyarakat. Selain itu, masyarakat juga mengharapkan adanya kerjasama dengan pihak lain. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. sehingga ketika program pengabdian selesai maka masyarakat mampu melanjutkan Kata kunci: komponen. inimal 3 hingga 5 kata kunc. Abstract: Industry 4. 0 will be utilised by some Muslims who follow the development of information technology. The mosque is one of the places of worship in which there is an organisation. One of the divisions or sections in the mosque's organisational structure that is most rarely found is the IT (Information and Technolog. One of the tasks of the IT field is to manage the information system in the form of documentation of activities and activities carried out at the Collecting all information about management in some mosques that follow technological developments such as activity & financial information which is useful as a source of information to determine the first steps in an effort to prosper the Such is the case at the Al-Ikhlash Karet Tengsin Mosque. Tanah Abang. Central Jakarta. Currently, information on activities conveyed to the community is still in the form of announcements posted on the mosque notice board and the process of processing financial data and information is still not integrated. As a result of this, there are many obstacles faced by the mosque management in its management affairs such as financial management and special activities of the Al-Ikhlash Mosque. The data collection method technique for making the programme is by observing interviews with partners. This interview aims to find out the problems that are being Completing the programme and obtaining satisfaction surveys from partners and participants who attended the socialisation training. It is known that the overall level of community satisfaction with community service has an average score 61 and is in the Strongly Agree category. Community satisfaction related to the community service programme can be an indicator of the success of the community service programme. In addition, the community also expects cooperation with other parties, so that when the community service programme is completed, the community is able to continue the programme. Keywords: Information System. Mosque Management. Waterfall Model PENDAHULUAN Kemajuan teknologi memungkinkan otomatisasi di hampir setiap bidang. Teknologi dan pendekatan baru yang menggabungkan dunia fisik, digital, dan biologis akan secara mendasar mengubah cara manusia hidup dan Industri 4. 0 sebagai tahapan revolusi teknologi yang mengubah cara aktivitas manusia dilakukan dalam hal skala, ruang lingkup, kompleksitas dan variabilitas dibandingkan dengan pengalaman hidup Manusia bahkan akan hidup dalam gejolak global, sehingga manusia harus mampu memprediksi masa depan yang sangat cepat berubah. Industri 4. 0 akan dimanfaatkan oleh sebagian umat Islam yang mengikuti perkembangan Teknologi Informasi, sehingga berpengaruh terhadap bergeraknya sistem tradisional menuju sistem yang berpusat kepada informasi. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap pembentukan sistem tata nilai, pengetahuan keagamaan, tradisi dan kebudayaan. Masjid adalah salah satu tempat ibadah yang di dalamnya mempunyai organisasi. Masjid-masjid besar mempunyai struktur organisasi yang cukup Salah satu divisi atau seksi di dalam struktur organisasi masjid yang paling jarang dijumpai yaitu bidang IT (Information and Technolog. Tugas bidang IT salah satunya yaitu mengelola sistem informasi berupa dokumentasi kegiatan dan aktivitas yang dilakukan di masjid tersebut. Mengatakan bahwa Kebutuhan masyarakat akan informasi sangatlah besar, sehingga pengolahan data menjadi suatu informasi merupakan hal yang penting bagi sebuah instansi ataupun lembaga pemerintahan lainnya tak terkecuali masjid. Dalam pembuatan Aplikasi Manajemen Masjid merupakan gambaran menyeluruh tentang karakter suatu masjid. Mengumpulkan semua Informasi mengenai manajemen pada beberapa kalangan masjid yang mengikuti perkembangan teknologi seperti informasi keuangan, pengumuman, serta petugas jadwal sholat yang berguna sebagai sumber informasi untuk menentukan langkah awal dalam upaya memakmurkan masjid. Definisi mengenai media informasi ada bermacam-macam. Hal ini disebabkan karena masalah yang tercakup dalam media informasi sangat luas. Media informasi adalah dua kata yang saling berhubungan, media berarti alat bantu DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. dan informasi merupakan pesan . capan atau ekspres. atau kumpulan pesan bermakna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan . Website menjadi pilihan tepat khususnya para pengurus dalam mengimplementasikan sistem informasi Masjid Al-Ikhlash. Dengan menggunakan Website, pengurus lebih mudah mengekspos informasi dengan hanya menggunakan perangkat device laptop ataupun smartphone. Tentunya para pengurus masjid juga bisa dapat merasakan perkembangan teknologi dengan memanfaatkan beberapa kecanggihan pada era saat ini. Dengan membuatnya website manajemen masjid para pengurus akan sangat membantu memudahkan mengelola keuangan dan informasi perkembangan mengenai masjid. Saat ini informasi kegiatan yang disampaikan kepada masyarakat masih berupa pengumuman yang di tempelkan pada papan pengumuman masjid dan proses pengelolaan data keuangan dan informasi masih belum terintegrasi. Aplikasi yang digunakan untuk penyimpanan dan pengolahan data saat ini adalah Ms Office, tanpa adanya Akibat dari hal tersebut banyak kendala yang dihadapi oleh pihak pengelola masjid dalam urusan manajemennya seperti pengolahan keuangan dan kegiatan khusus Masjid Al-Ikhlash, pencarian dokumendokumen atau berkas keuangan yang memakan waktu cukup lama dan sering ditemukan data yang tidak konsisten karena media penyimpanannya yang belum tersentralisasi. II. METODE DAN MATERI Metode pengumpulan data. Tahapan pengumpulan data ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang mempunyai keterkaitan dengan tujuan penelitian, informasi yang dibutuhkan tergantung dari masalah yang Semua langkah proses pengumpulan data didapatkan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Observasi Pada tahap observasi, peneliti datang langsung ke lokasi penelitian untuk mencari tahu serta mengamati kondisi, serta mengumpulkan data tentang proses pengelolaan dan manajemen laporan serta informasi kegiatan yang berlaku di Masjid Al-Ikhlash. Observasi bermanfaat untuk merancang dan mengembangkan suatu sistem informasi berbasis website. Wawancara Wawancara dilakukan bersama pihak terkait yang pada penelitian ini adalah pihak pengurus masjid, baik ketua DKM, seksi keuangan serta seksi dakwah. Wawancara dilakukan dengan beberapa narasumber untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan sebagai landasan peniliti untuk merancang sebuah sistem Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang sedang dialami. Studi Literature Studi literatur yang diterapkan oleh penulis yaitu mengambil referensi dari jurnal, artikel dalam website yang terpercaya, dan buku-buku terkait dengan perancangan sistem yang akan dirancang Metode pengembangan sistem metode SDLC (Sistem Development life Cycl. atau sering disebut sebagai pendekatan air terjun . Metode waterfall adalah metode yang biasanya digunakan dalam pengembangan perangkat lunak software. Perkembangan model ini berkembang secara sistematis dari satu tahap ke tahap lain dalam mode seperti air terjun. Metode waterfall pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970. Model waterfall merupakan model klasik yang sederhana dengan aliran sistem yang linier Output dari setiap tahap merupakan input. Metode ini merupakan model yang paling banyak digunakan dalam penelitian. Model ini melakukan pendekatan secara terurut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju kebutuhan sistem Dalam pengembangannya model waterfall memiliki beberapa tahapan yang berurut yaitu requirement . nalisis kebutuhan ), desain sistem . esain siste. Coding . & Testing . Penerapan Program, pemeliharaan. Tahapan-tahapan yang berurutan Dalam pengembangannya model waterfall memiliki beberapa tahapan yang berurut. Tahap-Tahapan metode waterfall sebagai berikut (Pratama, 2. Requirement Analisis Pada tahap ini, pengembang sistem perlu berkomunikasi untuk memahami harapan pengguna perangkat lunak dan keterbatasannya. Informasi ini seringkali dapat dikumpulkan melalui wawancara, diskusi, atau survei DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Informasi tersebut dianalisis untuk mendapatkan data yang dibutuhkan pengguna. Disini saya sedang meneliti informasi tentang cara membuat aplikasi video conference berbasis Visual Studio. System Design Spesifikasi kebutuhan dari tahap sebelumnya akan dipelajari dalam fase ini dan desain sistem disiapkan. Desain Sistem membantu dalam menentukan perangkat keras . dan sistem persyaratan dan juga membantu dalam mendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan. Implementation Pada tahap ini, sistem pertama kali dikembangkan dalam program kecil yang disebut unit, dan kemudian Setiap unit dikembangkan dan diuji untuk fitur yang disebut pengujian unit testing. Integration & Testing Seluruh unit yang dikembangkan dalam tahap implementasi diintegrasikan ke dalam sistem setelah pengujian yang dilakukan masing-masing unit. Setelah integrasi seluruh sistem diuji untuk mengecek setiap kegagalan maupun kesalahan. Operation & Maintenance Tahap akhir dalam model waterfall. Perangkat lunak yang sudah jadi, dijalankan serta dilakukan Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru. Pada tahap testing sistem ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara spesifikasi sistem yang telah ditentukan di awal dengan fungsi dari sistem yang telah dikembangkan. Pengujian dilakukan dengan dua jenis pengujian . Black Box Test Pengujian ini dilakukan oleh administrator yaitu oleh pihak pengurus Masjid Al-Ikhlash sekretaris atau . Alfa Test Pengujian ini dilakukan oleh beberapa pengurus masjid untuk menguji sistem dari sisi pengguna. PEMBAHASA DAN HASIL Analisis kebutuhan pengguna perlu didefinisikan. , berikut ini spesifikasi kebutuhan pengguna terhadap SI-M2 : Pengelola: Mengelola data master Mengelola kas Mengelola zakat Mengelola kegiatan Mengelola informasi DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Pengurus: Mengelola kas Mengelola zakat Mengelola kegiatan Mengelola informasi Sistem dirancang untuk ini memfasilitasi pengembangan sistem pendekatan yang digunakan dalam perancangan sistem ini dengan model UML (Unified Modeling Languag. yang terdiri dari use case dan activity diagram. Use case diagram merupakan gambar interaksi antara pengguna dengan sistem, yakni apa yang dapat dilakukan oleh pengguna terhadap sistem. uc Primary Use Cases Sistem Informasi Manajemen Masjid (SI-M. The System Boundary shows the logical interface between users and the system being described. Melakukan Login AextendA AextendA Mengelola Data Master AextendA Pengelola Pengurus AextendA Mengelola Kas AextendA Mengelola Zakat AextendA Mengelola Kegiatan Mengelola Informasi Melakukan Logout Gambar 1. Use case SI-M2 Activity diagram merupakan gambar fungsi dari sistem yang diharapkan dapat berjalan pada SI-M2, dengan diberikan penjelasan menggunakan simbol untuk menggambarkan aktifitas didalam sistem. Activity diagram mengelola login dapat dilakukan oleh pengguna baik sebagai pengelola maupun pengurus. act Melakukan Login Pengelola/Pengurus SI-M2 ActivityInitial Verifikasi data Input Username dan Passw ord Salah Validasi Benar Tampil Laman Pengelola/Pengurus ActivityFinal Gambar 2. Activity diagram Mengelola login Activity diagram mengelola data master merupakan sebuah aktifitas yang dilakukan oleh pengelola, berupa data pengguna yang dibedakan dari tingkat level penggunanya. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. act Mengelola Data Master Pengelola SI-M2 ActivityInitial Melakukan tambah data Input data Proses batal simpan Batal simpan FlowFinal Simpan data Proses simpan data Proses hapus data Hapus data FlowFinal Tampil data Ubah data Proses simpan data ActivityFinal Gambar 3. Activity diagram Mengelola data master Activity diagram mengelola kas, merupakan sebuah aktifitas yang dapat dilakukan oleh pengelola dan juga pengurus yakni berupa data kas pemasukan dan pengeluaran. act Mengelola Kas Pengelola/Pengurus SI-M2 ActivityInitial Pengeluaran Pemasukan Melakukan tambah data Input data Proses batal simpan Batal simpan FlowFinal Proses simpan data Simpan data Proses hapus data Hapus data FlowFinal Tampil data Ubah data Proses simpan data ActivityFinal Gambar 4. Activity diagram Mengelola kas Activity diagram mengelola zakat, merupakan sebuah aktifitas yang dilakukan oleh pengelola dan pengurus dalam mengisi data zakat yang terdiri dari zakat fitra, fidyah dan juga zakat mal pada SI-M2. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. act Mengelola Zakat Pengelola/Pengurus SI-M2 ActivityInitial Zakat mal Zakat fitrah Zakat fidyah Melakukan tambah data Input data Proses batal simpan Batal simpan FlowFinal Proses simpan data Simpan data Proses hapus data Hapus data FlowFinal Tampil data Ubah data Proses simpan data ActivityFinal Gambar 5. Activity diagram Mengelola zakat Activity diagram mengelola kegiatan, merupakan sebuah aktifitas yang dilakukan oleh pengelola dan pengurus dalam mengisi data kegiatan masjid pada SI-M2. act Mengelola Kegiatan Pengelola/Pengurus SI-M2 ActivityInitial Melakukan tambah data Input data Proses batal simpan Batal simpan FlowFinal Proses simpan data Simpan data Proses hapus data Hapus data FlowFinal Tampil data Ubah data Proses simpan data ActivityFinal Gambar 6. Activity diagram Mengelola kegiatan Activity diagram mengelola informasi, merupakan sebuah aktifitas yang dilakukan oleh pengelola dan pengurus dalam mengisi data informasi, artikel atau buletin pada SI-M2. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. act Mengelola Informasi Pengelola/Pengurus SI-M2 ActivityInitial Input data Simpan data Proses simpan data Tampil data ActivityFinal Gambar 7. Activity diagram Mengelola kegiatan Implementasi sistem dari user interface yang telah dibuat sebagai berikut : Halaman login memvalidasi pengguna untuk masuk kedalam SI-M2. Halaman login merupakan halaman yang berfungsi sebagai akses keamanan dan juga tampilan halaman awal saat aplikasi pertama kali Tujuan dari halaman login ini adalah untuk membackup data yang ada di dalam aplikasi. Gambar 8. Halaman login Halaman beranda yakni form utama saat user admin login ke dalam sistem program. Pada halaman ini ditampilkan komponen yang berisi menu-menu untuk navigasi guna mengakses fitur-fitur lain dari Gambar 9. Halaman beranda DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Halaman master data yakni tampilan fitur pengguna dimana pengelola dapat bisa menambahkan pengurus lainnya namun hanya bisa menggunakan fitur form Zakat, form daftar kegiatan dan posting. Gambar 9. Halaman master data Halaman fitur kas merupakan fitur pengelolaan sistem keuangan pemasukan dan pengeluaran kas masjid. Gambar 10. Halaman fitur kas Halaman fitur zakat merupakan form input zakat guna memudahkan pada saat proses pembayaran zakat baik zakat fitra, fidyah maupun mal. Gambar 11. Halaman fitur zakat Halaman fitur kegiatan merupakan form daftar kegiatan waktu sholat serta jadwal petugas sholat fardu. Terdapat juga input hasil kotak amal pada selesai pelaksanaan shalat fardhu serta form daftar kegiatan waktu sholat jumAoat. Fitur ini juga memudahkan untuk mengetahui hasil kotak jumAoat per pekannya DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Gambar 12. Halaman fitur kegiatan Halaman fitur informasi merupakan form posting pengurus sebagai media informasi kegiatan masjid serta sebagai salah satu dakwah kepada masyarakat. Gambar 12. Halaman fitur informasi IV. KESIMPULAN Pelaksanaan survei kepuasan sosialisasi penggunaan SI-M2 yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2022 berlokasi di Masjid Al-Ikhlash. Survei kepuasan yang dilaksanakan merupakan salah satu evaluasi kinerja Adapun hasil kesimpulan dari survei kepuasan adalah sebagai berikut Profil responden penelitian ini terdiri dari 15 Laki-laki dan 4 Perempuan. Berdasarkan mengisi kuesioner yang memiliki wewenang pengurus yaitu sebanyak 12 kepengurusan dan 7 orang lainya yaitu peserta. Metode kegiatan sebagian besar berupa pelatihan sosialisasi dimana intensitas kegiatan rata-rata dilaksanakan selama 1 kali, dan masyarakat penerima manfaat program sebagian besar adalah masyarakat umum. Tingkat kepuasan masyarakat secara keseluruhan terhadap program memiliki rata-rata skor 4,61 dan termasuk kategori sangat setuju. Selain itu, pengurus dan peserta berharap menyempurnakan program ke tingkat selanjutnya yang akan dilakukan. Secara keseluruhan masyarakat berpendapat bahwa program sangat baik dan sangat bermanfaat. Selain itu, masyarakat mengharapkan untuk program selanjutnya agar waktunya diperpanjang dan ada keberlanjutan. REFERENSI