Journal of Elementary Education : Strategies. Innovations. Curriculum and Assessment Volume 2 . November 2025, pp. E-ISSN : 3047-9398. DOI: https://doi. org/10. 61580/jeesica. Open Access: https://journal. id/index. php/jeesica/index Penggunaan Metode Guided Writing untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Tegak Bersambung di Kelas II SD Kezia Putri Natasya1. Asep Nursobah2. Anggi Purwa Nugraha3 1,2,3PGMI. STAI Putra Galuh Ciamis. Jawa Barat. Indonesia *Email: keziaputrinatasya@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK Article history Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas II SDN 3 Cintanagara melalui penerapan metode Guided writing. Penelitian ini menggunakan model PTK Kurt Lewin . yang dilakukan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah 25 siswa kelas II SDN 3 Cintanagara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Guided writing dapat meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung siswa kelas II SDN 3 Cintanagara. Peningkatan tersebut terlihat dari peningkatan nilai ratarata kelas, persentase ketuntasan belajar, dan aktivitas siswa selama proses Pada siklus I, nilai rata-rata kelas adalah 68,00 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 60%. Pada siklus II, nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 80,00 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 84%. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan, di mana siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan percaya diri dalam menulis tegak bersambung. This study aims to improve the cursive writing skills in Indonesian language learning for second-grade students at SDN 3 Cintanagara through the application of the Guided Writing method. This research used the Kurt Lewin . Classroom Action Research (CAR) model, conducted in two cycles, where each cycle consists of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected through observation, tests, and documentation. The subjects of this study were 25 second-grade students at SDN 3 Cintanagara. The results of the study indicated that the Guided Writing method could improve the cursive writing skills of second-grade students at SDN 3 Cintanagara. This improvement was evident from the increase in the class average score, the percentage of learning mastery, and student activity during the learning process. In cycle I, the class average score was 68. 00, with a learning mastery percentage of 60%. In cycle II, the class average score increased to 00, with a learning mastery percentage of 84%. Student activity during the learning process also improved, as students became more active, enthusiastic, and confident in cursive writing. Received: 5 Juni 2025 Revised: 17 Juni 2025 Accepted: 29 November 2025 Kata Kunci: guided writing, keterampilan menulis, menulis tegak Keywords: guided writing, writing skills, cursive writing. PENDAHULUAN Kemampuan menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang penting untuk dikuasai oleh siswa (Andani & Anggraini, 2. Kemampuan menulis tidak hanya sekadar kemampuan untuk merangkai huruf dan kata, tetapi juga kemampuan untuk mengungkapkan pemikiran, ide, perasaan, dan gagasan melalui tulisan (Mahmur et al. , 2. Menulis juga merupakan sarana komunikasi yang efektif, baik untuk menyampaikan informasi maupun untuk mengekspresikan diri (Ningrum & Tazqiyah, 2. Oleh karena itu, menulis merupakan kemampuan berbahasa yang esensial dan penting dikuasai siswa, karena berfungsi sebagai sarana komunikasi yang efektif untuk menuangkan pemikiran dan gagasan serta mengekspresikan diri. E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Kezia Putri Natasya. Asep Nursobah. Anggi Purwa Nugraha Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), pembelajaran menulis memiliki tujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menulis berbagai jenis teks, baik teks tulis tangan maupun teks digital (Wulandary, 2. Salah satu jenis keterampilan menulis yang perlu diajarkan kepada siswa kelas II SD adalah menulis tegak bersambung (Hasanah et al. , 2. Menulis tegak bersambung adalah keterampilan menulis dengan menggunakan huruf-huruf yang disambungkan secara teratur dan rapi (Natalita & Situngkir, 2. Keterampilan ini penting untuk dikuasai oleh siswa SD karena merupakan dasar untuk menulis dengan baik dan benar (Hayati & Setiawan, 2022. Menulis tegak bersambung juga dapat melatih kemampuan motorik halus siswa, yang pada gilirannya dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif dan akademik mereka (Khairiah, 2. Oleh karena itu, jika pembelajaran menulis tegak bersambung dilakukan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan karakteristik usia siswa, maka selain berdampak pada peningkatan literasi, hal ini juga akan membentuk sikap disiplin dan teliti dalam diri siswa. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di kelas II SDN 3 Cintanagara, ditemukan bahwa keterampilan menulis tegak bersambung siswa masih rendah. Hal ini dapat di lihat dari hasil observasi dan tugas menulis siswa yang menyatakan bahwa tulisan siswa masih belum rapi, banyak coretan, dan belum memenuhi kaidah penulisan tegak bersambung. Tabel 1. Hasil Observasi Awal Keterampilan Menulis Tegak Bersambung Siswa Kelas II SDN 3 Cintanagara Aspek yang Diamati Deskripsi Kerapian tulisan Tulisan siswa masih belum rapi, banyak coretan, dan jarak antar huruf tidak konsisten. Kesesuaian dengan kaidah Banyak siswa yang belum menulis dengan huruf tegak tegak bersambung bersambung, atau masih salah dalam menyambungkan Kecepatan menulis Siswa menulis dengan lambat dan ragu-ragu. Kemandirian menulis Siswa masih membutuhkan banyak bantuan dan bimbingan dari guru dalam menulis. Sumber: Observasi awal kelas II SDN 3 Cintanagara, 2025 Keterampilan menulis tegak bersambung siswa kelas II SDN 3 Cintanagara yang rendah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Metode pembelajaran yang kurang bervariasi Metode konvensional yang berpusat pada guru menyebabkan siswa menjadi pasif dan kurang terlibat pada saat pembelajaran. Siswa cenderung menjadi penerima informasi secara pasif, tanpa adanya kesempatan untuk mengeksplorasi dan menemukan sendiri teknik menulis tegak bersambung yang baik dan benar. Akibatnya, siswa merasa bosan dan kurang termotivasi untuk belajar menulis tegak bersambung. Kurangnya latihan menulis Siswa membutuhkan latihan yang cukup dan konsisten untuk dapat menguasai keterampilan menulis tegak bersambung. Kurangnya motivasi Motivasi belajar siswa juga dapat mempengaruhi kemampuan menulis mereka. Jika siswa tidak tertarik dan tidak termotivasi untuk belajar menulis, maka mereka akan sulit untuk menguasai keterampilan menulis tegak bersambung. E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Kezia Putri Natasya. Asep Nursobah. Anggi Purwa Nugraha Faktor fisiologis Pada beberapa kasus, kesulitan menulis tegak bersambung dapat disebabkan oleh faktor fisiologis, seperti gangguan motorik halus atau gangguan penglihatan. Berdasarkan hasil penelusuran literatur, terdapat beberapa studi yang sudah dilakukan mengenai penerapan metode Guided writing dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa, termasuk menulis tegak bersambung. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Hasanah et al. , . dengan judul AyPeningkatan Keterampilan Menulis Tegak Bersambung melalui Metode Guided Writing pada Siswa Kelas II Sekolah DasarAy dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menunjukkan bahwa metode guided writing berhasil memperbaiki proses dan hasil pembelajaran menulis tegak bersambung bagi siswa kelas 2 SD N Gambir. Kemajuan ini terjadi karena keterampilan menulis sangat berhubungan dengan motorik halus, dan guided writing memberikan arahan yang dibutuhkan untuk mempercepat perkembangannya. Selain itu, penelitian oleh Drajad Sitaresmi, . dengan judul AyPeningkatan Keterampilan Menulis Tegak Bersambung Melalui Metode Guided Writing di kelas II SDN 02 MacananAy dengan metode yang sama yakni PTK juga menyebutkan bahwa keterampilan menulis tegak bersambung dapat meningkat secara signifikan dengan penerapan metode Guided Writing. Metode Guided Writing yang digunakan pada peserta didik kelas II SDN 02 Macanan selama tahun ajaran 2020/2021, melibatkan lima tahapan progresif: orientasi, presentasi/demonstrasi, latihan terstruktur, latihan terbimbing, dan latihan mandiri. Selanjutnya, penelitian oleh Suwijaya et al. , . dengan judul AyPenggunaan Model Guided Writing untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Tegak Bersambung pada Siswa Kelas 2 SD Al BasyariyahAy dengan Mix Methode juga mengindikasikan bahwa model pembelajaran Guided Writing secara signifikan meningkatkan hasil belajar kemampuan menulis tegak bersambung siswa kelas II SD Al Basyariyah. Hal ini didukung oleh peningkatan drastis nilai rata-rata siswa, dari 39,92 pada pretest menjadi 85,64 pada posttest setelah penerapan metode ini. Efektivitas model Guided Writing dalam meningkatkan kemampuan menulis tegak bersambung siswa di kelas tersebut tergolong tinggi, hal ini terbukti dari nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,77. Berdasarkan kajian literatur yang telah dikemukakan, terdapat beberapa persamaan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya. Persamaan utamanya terletak pada tujuan penelitian, yaitu untuk meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung siswa sekolah dasar melalui metode Guided Writing. Selain itu, jenis metode penelitian yang digunakan sebagian besar adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sebagaimana dilakukan oleh Hasanah et al. dan Drajad Sitaresmi . Sementara itu, terdapat pula perbedaan karena pada penelitian ini menggunakan PTK murni berdasarkan model Kurt Lewin . Kemudian lokasi dan subjek penelitian berbeda, juga perbedaan terlihat dalam fokus evaluasi hasil belajar. Penelitian ini tidak hanya menilai peningkatan skor akademik, tetapi juga mencermati aktivitas siswa, kemandirian, dan sikap percaya diri selama proses menulis. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan judul "Penggunaan Metode Guided writing Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Tegak Bersambung pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II SDN 3 Cintanagara". Metode Guided writing dipilih karena diyakini dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung dengan cara yang menyenangkan dan E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Kezia Putri Natasya. Asep Nursobah. Anggi Purwa Nugraha Guided writing adalah metode pembelajaran yang memberikan bimbingan dan dukungan kepada siswa dalam proses menulis. Dengan metode ini, siswa diajak untuk menulis secara bertahap, mulai dari perencanaan, penulisan draft, revisi, hingga penyuntingan. Guided writing juga menekankan pada proses dan umpan balik, sehingga siswa dapat belajar dari kesalahan mereka dan terus meningkatkan kemampuan menulis mereka. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dirancang untuk menjawab rumusan masalah mengenai bagaimana penerapan metode Guided Writing dalam pembelajaran menulis tegak bersambung siswa kelas II SDN 3 Cintanagara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas II SDN 3 Cintanagara melalui penerapan metode Guided writing. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat menjadi kontribusi positif dalam dunia pendidikan, khususnya sebagai alternatif strategi pembelajaran menulis yang menyenangkan dan efektif bagi guru sekolah dasar dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa secara bertahap dan II. KAJIAN PUSTAKA Keterampilan Menulis Keterampilan menulis adalah satu dari empat keterampilan berbahasa utama yang penting dikuasai oleh siswa (Magdalena et al. , 2. Menulis adalah suatu aktivitas yang produktif, ekspresif, dan bertujuan (Erviana et al. , 2. Dalam proses menulis, seseorang menuangkan pikiran, perasaan, gagasan, dan idenya ke dalam bentuk tulisan (Waruwu, 2. Menulis bukanlah sekadar menyalin, melainkan sebuah proses berpikir yang kompleks (Lastaria et al. , 2. Keterampilan menulis memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari (Astuti & Rambe, 2. Dengan demikian, ketiga pendapat tersebut menunjukkan bahwa menulis merupakan keterampilan kompleks yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Berdasarkan berbagai pandangan di atas, dapat dielaborasi bahwa keterampilan menulis sebagai suatu kesatuan yang menegaskan bahwa keterampilan menulis memiliki peranan penting dalam proses pendidikan. Adapun fokusnya terletak pada dimensi literasi siswa, sementara pendapat berikutnya menekankan pada sisi logika dan struktur dalam tulisan, dan melihat menulis dari sisi ekspresi diri. Keseluruhan pendapat ini menggarisbawahi bahwa menulis tidak hanya bersifat mekanis, tetapi juga mencerminkan kedalaman berpikir dan emosi penulis (Magdalena et al. , 2021. Erviana et al. , 2021. Waruwu, 2. Dalam konteks penelitian ini, keterampilan menulis menjadi aspek utama yang diteliti, khususnya dalam bentuk tulisan tegak bersambung. Pembelajaran menulis yang efektif pada jenjang sekolah dasar akan membantu siswa tidak hanya untuk menyalin atau menulis kata secara teknis, tetapi juga untuk membangun kemampuan berpikir kritis, merancang ide, dan menyampaikan pesan secara sistematis. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan menulis sangat relevan dengan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas II SD. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis merupakan fondasi penting dalam pendidikan dasar. Keterampilan ini perlu diasah melalui pendekatan yang menyeluruh dan terstruktur, agar siswa mampu menulis secara efektif, ekspresif, dan bertanggung jawab terhadap gagasan yang dituliskannya. E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Kezia Putri Natasya. Asep Nursobah. Anggi Purwa Nugraha Menulis Tegak Bersambung Menulis tegak bersambung adalah bentuk keterampilan menulis tangan yang melibatkan penggabungan antarhuruf secara berkesinambungan. Jenis tulisan ini sebaiknya mulai dikenalkan sejak kelas rendah di sekolah dasar (Widyaningrum, 2. Menulis tegak bersambung adalah keterampilan menulis dengan menggunakan huruf-huruf yang disambungkan secara teratur dan rapi (Natalita & Situngkir, 2. Keterampilan ini penting untuk dikuasai oleh siswa SD karena merupakan dasar untuk menulis dengan baik dan benar (Hayati & Setiawan, 2022. Menulis tegak bersambung juga dapat melatih keterampilan motorik halus siswa (Tiara, 2. Pelajaran menulis tegak bersambung di sekolah dasar dimulai dari pengenalan bentuk huruf, kemudian latihan menulis huruf, suku kata, kata, dan kalimat (Maulani & Iswara, 2. Secara umum, para ahli sepakat bahwa keterampilan ini tidak sekadar teknis, tetapi juga berdampak pada perkembangan motorik dan disiplin siswa. Berdasarkan berbagai pandangan di atas, dapat dielaborasi bahwa menulis tegak bersambung memiliki nilai strategis dalam pembelajaran literasi di tingkat awal. Menulis tegak bersambung menekankan pada waktu pengenalan, fokus pada kualitas tulisan, dan mengaitkannya dengan prinsip pendidikan dasar. Secara bersama-sama, ketiga pendapat tersebut memperlihatkan bahwa penguasaan menulis tegak bersambung bukan hanya keterampilan fisik, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter belajar siswa (Widyaningrum, 2019. Natalia et al. , 2019. Hayati & Setiawan, 2. Dalam konteks penelitian ini, menulis tegak bersambung menjadi objek utama yang Di kelas II SD, banyak siswa yang belum memiliki koordinasi motorik halus yang cukup untuk menulis dengan sambungan huruf yang tepat dan konsisten. Oleh karena itu, pembelajaran menulis tegak bersambung yang sistematis dan menyenangkan sangat diperlukan agar siswa mampu menulis dengan rapi, cepat, dan sesuai kaidah. Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis tegak bersambung merupakan keterampilan dasar yang tidak hanya berfungsi sebagai teknik menulis, tetapi juga sebagai latihan pembentukan karakter dan keterampilan motorik halus. Pembelajaran yang mendukung perkembangan ini perlu dirancang dengan pendekatan yang terstruktur dan Metode Guided Writing Guided writing adalah metode pembelajaran menulis yang memberikan bimbingan dan dukungan kepada siswa dalam proses menulis (Yanasta, 2. Tompkins . , sebagai pengembang awal, menyatakan bahwa guided writing membantu siswa membangun kepercayaan diri dalam menulis melalui tahapan berurutan. Ikbal & Andawia . , juga menguatkan bahwa metode ini efektif untuk meningkatkan hasil tulisan siswa melalui pengarahan yang sistematis. Dalam Guided writing, guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing (Astutik & Hariyati, 2. Guru memberikan contoh, arahan, dan umpan balik kepada siswa selama proses menulis (Gani et al. , 2. Siswa diajak untuk menulis secara bertahap, mulai dari perencanaan, penulisan draft, revisi, hingga penyuntingan (Erlinda. Dengan kata lain, guided writing menempatkan guru sebagai fasilitator aktif yang mendorong proses kreatif siswa. Ketiga pandangan tersebut dapat dielaborasi bahwa guided writing bukan sekadar metode teknis, melainkan juga pendekatan pedagogis yang berbasis proses. Guided writing E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Kezia Putri Natasya. Asep Nursobah. Anggi Purwa Nugraha menekankan peran guru, menyoroti proses bertahap, dan menunjukkan efektivitas hasilnya (Yanasta, 2024. Tompkins, 1994. Ikbal & Andawia, 2. Adapun langkah-langkah dalam Guided writing diantaranya (Harahap et al. , 2. Perencanaan Guru membimbing siswa untuk menentukan topik, tujuan, dan ide pokok tulisan. Penulisan Draft Siswa menulis draft pertama tulisan mereka dengan bimbingan guru. Revisi Siswa merevisi tulisan mereka berdasarkan umpan balik dari guru dan teman sebaya. Penyuntingan Siswa menyunting tulisan mereka untuk memperbaiki tanda baca, kesalahan ejaan, dan tata bahasa. Publikasi Siswa mempublikasikan tulisan mereka dalam berbagai bentuk, seperti ditempel di majalah dinding, dibacakan di depan kelas, atau dibukukan. Selanjutnya kelebihan metode guided writing yaitu (Harahap et al. , 2. Meningkatkan semangat dan keyakinan siswa untuk aktif dalam kegiatan menulis. Membantu siswa mengembangkan ide dan gagasan tulisan. Memberi siswa ruang untuk belajar dari kesalahan mereka. Meningkatkan keterampilan menulis siswa secara bertahap. Dalam konteks penelitian ini, guided writing digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis tegak bersambung. Dengan dukungan tahapan yang jelas dan adanya interaksi dua arah antara guru dan siswa, metode ini diharapkan mampu mengatasi kesulitan siswa dalam menulis rapi, menyambung huruf dengan benar, serta menyusun kalimat sederhana secara tepat. Ini menunjukkan bahwa guided writing sangat sesuai untuk konteks pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas rendah. Berdasarkan paparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode guided writing merupakan pendekatan yang efektif dalam mengembangkan keterampilan menulis siswa secara bertahap. Metode ini menekankan pada proses, pemberian umpan balik, serta keterlibatan aktif guru dan siswa, sehingga cocok diterapkan dalam pembelajaran menulis tegak bersambung. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung siswa kelas II SDN 3 Cintanagara melalui penerapan metode Guided writing. Peneliti mengacu pada model PTK Kurt Lewin . yang dilakukan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi (Firdaus et al. , 2. Waktu dan Tempat Penelitian Kegiatan penelitian dilaksanakan pada semester II . tahun ajaran 2024/2025 tepatnya pada bulan Mei 2025 bertempat di SDN 3 Cintanagara. Kabupaten Ciamis. Jawa Barat. E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Kezia Putri Natasya. Asep Nursobah. Anggi Purwa Nugraha Target atau Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 25 siswa kelas II SDN 3 Cintanagara Kabupaten Ciamis. Prosedur Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdari dari empat tahap sebagai Perencanaan (Plannin. Tahap ini dimulai dengan identifikasi masalah atau situasi yang memerlukan perubahan atau perbaikan. Peneliti atau praktisi merumuskan tujuan yang ingin dicapai, merancang tindakan atau intervensi yang akan dilakukan, dan mengembangkan strategi serta instrumen untuk pengumpulan data. Perencanaan ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan seiring berjalannya penelitian. Tindakan (Actin. Pada tahap ini, tindakan atau intervensi yang telah direncanakan dilaksanakan dalam kondisi nyata. Tindakan ini bisa berupa penerapan metode pembelajaran baru, perubahan strategi pengajaran, atau intervensi lain yang relevan dengan masalah yang diteliti. Observasi (Observin. Tahap observasi dilakukan bersamaan dengan tahap tindakan. Peneliti atau kolaborator mengamati secara cermat dampak dari tindakan yang dilakukan. Pengamatan ini bisa meliputi perilaku siswa, interaksi di kelas, hasil belajar, atau aspek lain yang relevan dengan fokus penelitian. Data dapat dikumpulkan melalui berbagai cara seperti catatan lapangan, observasi partisipatif, atau instrumen lain yang sesuai. Refleksi (Reflectin. Setelah tindakan dilaksanakan dan data terkumpul melalui observasi, tahap selanjutnya adalah refleksi. Pada tahap refleksi, peneliti menganalisis data yang terkumpul, mengevaluasi efektivitas tindakan yang sudah dilakukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, mengidentifikasi kendala atau tantangan yang muncul, serta merenungkan makna dari temuan-temuan tersebut. Refleksi ini bertujuan untuk memahami apa yang terjadi, mengapa terjadi, dan apa yang bisa diperbaiki di siklus berikutnya. Data. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Observasi dilakukan guna mengamati aktivitas dan keterampilan menulis tegak bersambung siswa selama proses Tes dilakukan guna mengukur kemampuan menulis tegak bersambung siswa. Dokumentasi digunakan guna mengumpulkan data berupa foto dan video kegiatan Instrumen yang digunakan yakni lembar observasi aktivitas siswa dan lembar penilaian hasil tes menulis. Tabel 2. Kisi-Kisi Instrumen Teknik Pengumpulan Instrumen Data Observasi Lembar Observasi E-ISSN: 3047-9398 Variabel / Aspek yang Diukur Aktivitas Siswa Indikator Bentuk Instrumen - Keaktifan - Antusiasme Lembar Ceklis / Skala Rating Waktu Pengambilan Data Selama Sumber Data Siswa JEESICA Vol. November 2025 Tes Soal Tes Tulis Dokumentasi Panduan Dokumen Kezia Putri Natasya. Asep Nursobah. Anggi Purwa Nugraha - Kepercayaan diri siswa Keterampilan - Kerapian Menulis Tegak - Kesesuaian Bersambung (Prose. - Kecepatan - Kemandirian Keterampilan - Kemampuan Menulis menulis huruf Tegak - Menyambung Bersambung (Hasi. - Kerapian - Kecepatan dan - Ketepatan Kegiatan - Foto kegiatan Pembelajaran - Foto hasil - Video proses Lembar Ceklis / Skala Rating Selama Siswa Tes Kinerja (Unjuk Kerj. Akhir setiap Siswa Kamera / Perekam Video Selama Guru / Siswa Teknik Analisis Data Data dianalisis secara kualitatif dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Firdaus et al. , 2. Proses reduksi data mencakup pemilihan data yang relevan dengan penelitian. Untuk penyajian data, informasi akan ditampilkan dalam bentuk narasi, tabel, dan diagram. Terakhir, penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan temuan dari analisis data. IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Siklus I Pada siklus I terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan Berikut adalah rincian untuk Siklus 1. Perencanaan (Plannin. Tahap perencanaan ini dimulai setelah identifikasi masalah awal terkait rendahnya keterampilan menulis tegak bersambung siswa kelas II. Perencanaan meliputi persiapan penerapan metode Guided writing sebagai intervensi untuk meningkatkan keterampilan Perencanaan ini mencakup penyiapan materi dan strategi pembelajaran untuk dua pertemuan di Siklus 1. Pelaksanaan (Actin. Pada siklus I, pembelajaran menulis tegak bersambung dengan metode Guided writing diterapkan dalam dua pertemuan. Pada pertemuan pertama, siswa dikenalkan dengan metode Guided writing dan diajarkan teknik menulis tegak bersambung yang baik dan juga benar, . Posisi duduk yang benar. Cara dan posisi memegang pensil yang baik dan benar. E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Kezia Putri Natasya. Asep Nursobah. Anggi Purwa Nugraha . Posisi buku tulis. Bentuk dan arah huruf tegak bersambung. Cara menyambungkan huruf. Guru memberikan contoh dan demonstrasi, lalu siswa berlatih menulis huruf tegak bersambung di udara dan di buku tulis. Pada pertemuan kedua, siswa diajak untuk menulis tegak bersambung dengan dibimbing oleh guru. Murid diberi topik dan contoh kalimat Siswa menulis di buku tulis mereka, dan guru berkeliling untuk memberikan bimbingan individual. Observasi (Observin. Observasi dilakukan selama tahap pelaksanaan untuk mengamati aktivitas dan keterampilan menulis tegak bersambung siswa. Hasil observasi pada Siklus 1 dijelaskan pada tabel berikut ini. Tabel 3. Hasil Observasi Siklus I Aspek yang Diamati Deskripsi Kerapian tulisan Tulisan siswa mulai rapi, namun masih ada yang kurang teratur dalam menyambungkan huruf. Kesesuaian dengan kaidah Sebagian besar siswa mulai menulis dengan huruf tegak tegak bersambung bersambung, meskipun ada beberapa kesalahan. Kecepatan menulis Kecepatan menulis siswa meningkat sedikit, namun masih ada siswa yang menulis dengan lambat. Kemandirian menulis Siswa masih membutuhkan bimbingan guru, namun beberapa siswa sudah mulai menunjukkan kemandirian. Sumber: Observasi siklus I kelas II SDN 3 Cintanagara, 2025 Hasil tes pada siklus I memperlihatkan bahwa keterampilan menulis tegak bersambung siswa masih rendah. Nilai rata-rata kelas adalah 68,00 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 60%. Tabel 4. Hasil Tes Keterampilan Menulis Tegak Bersambung Siswa Pada Siklus I No Nama Siswa Skor Nilai AFR ASF APS AYKB DSA 10 DLH 11 ERN 12 FAP 13 IF 14 JN E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Kezia Putri Natasya. Asep Nursobah. Anggi Purwa Nugraha 15 KP 16 MSAT 17 MPL 18 MRWR 19 NAP 20 NPR 21 NKN 22 NK 23 RZ 24 SBP 25 ZZ Sumber: Hasil tes siklus I kelas II SDN 3 Cintanagara, 2025 Gambar 1. Persentase Ketuntasan Belajar Siswa Pada Siklus I Gambar 1 memperlihatkan bahwa persentase siswa yang tuntas belajar (Ou . masih rendah, yaitu hanya 60%. Sedangkan, 40% siswa lainnya belum tuntas belajar. Refleksi (Reflectin. Berdasarkan hasil observasi dan tes pada Siklus 1 yang menunjukkan bahwa keterampilan menulis tegak bersambung siswa masih rendah dengan nilai rata-rata 68,00 dan ketuntasan 60%, peneliti merefleksikan bahwa intervensi di Siklus 1 belum sepenuhnya Temuan ini menjadi dasar untuk melakukan perbaikan perencanaan dan pelaksanaan pada Siklus 2, dengan penekanan yang berbeda . ebih banyak latihan dan kemandirian sisw. Refleksi ini bertujuan untuk memahami mengapa hasil belum optimal dan menentukan langkah selanjutnya untuk meningkatkan keterampilan siswa. Siklus II Pada siklus II terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan Berikut adalah rincian untuk Siklus II. Perencanaan (Plannin. Perencanaan pada Siklus 2 didasarkan pada refleksi hasil Siklus 1 yang menunjukkan bahwa keterampilan menulis tegak bersambung siswa masih perlu ditingkatkan . ilai rata-rata 68,00 dan ketuntasan 60%). Berdasarkan evaluasi tersebut, perencanaan Siklus 2 difokuskan pada peningkatan latihan dan kemandirian siswa dalam menulis tegak bersambung. Strategi pembelajaran disesuaikan agar siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk berlatih dengan bimbingan yang berkurang secara bertahap. E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Kezia Putri Natasya. Asep Nursobah. Anggi Purwa Nugraha Pelaksanaan (Actin. Pada siklus II, pembelajaran menulis tegak bersambung dengan metode Guided writing diterapkan dengan penekanan lebih pada latihan dan kemandirian siswa. Pembelajaran dilaksanakan dalam dua pertemuan. Pada pertemuan pertama, siswa diberikan latihan menulis lebih banyak dengan bimbingan yang lebih sedikit. Guru hanya memberikan arahan umum dan umpan balik mengenai kesalahan yang dilakukan siswa pada siklus I, serta memperbaiki kesalahan teknis dalam penulisan huruf tegak bersambung. Pada pertemuan kedua, siswa diminta untuk menulis kalimat dan paragraf yang lebih panjang, dengan tujuan agar mereka dapat menulis lebih cepat dan lebih rapi. Guru memberikan bimbingan lebih sedikit, dengan lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengoreksi tulisan mereka sendiri. Umpan balik diberikan hanya ketika siswa membutuhkan bantuan, dan guru mengamati apakah siswa dapat menulis secara mandiri dengan baik. Observasi (Observin. Observasi selama Siklus 2 menunjukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan menulis tegak bersambung siswa dapat dilihat pada table berikut ini. Tabel 5. Hasil Observasi Siklus II Aspek yang Deskripsi Diamati Kerapian tulisan Tulisan siswa semakin rapi, dengan jarak antar huruf yang lebih konsisten dan menyambung huruf dengan benar. Kesesuaian dengan Sebagian besar siswa telah menguasai teknik menulis tegak tegak bersambung dengan benar dan sesuai kaidah Kecepatan menulis Kecepatan menulis siswa meningkat signifikan, dengan banyak siswa dapat menulis lebih cepat dan lancar. Kemandirian Sebagian besar siswa sudah dapat menulis secara mandiri tanpa banyak bantuan dari guru. Sumber: Observasi siklus II kelas II SDN 3 Cintanagara, 2025 Hasil tes pada siklus II menunjukkan bahwa keterampilan menulis tegak bersambung siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 80,00 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 84%. Tabel 6. Hasil Tes Keterampilan Menulis Tegak Bersambung Siswa Pada Siklus II No Nama Siswa Skor Nilai AFR ASF APS AYKB E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Kezia Putri Natasya. Asep Nursobah. Anggi Purwa Nugraha DSA 10 DLH 11 ERN 12 FAP 13 IF 14 JN 15 KP 16 MSAT 17 MPL 18 MRWR 19 NAP 20 NPR 21 NKN 22 NK 23 RZ 24 SBP 25 ZZ Sumber: Hasil tes siklus II kelas II SDN 3 Cintanagara, 2025 Gambar 2. Persentase Ketuntasan Belajar Siswa Pada Siklus II Gambar 2 menunjukkan bahwa persentase siswa yang tuntas belajar (Ou . meningkat menjadi 84%. Sedangkan, persentase siswa yang belum tuntas belajar menurun menjadi 16%. Refleksi (Reflectin. Tahap refleksi pada akhir Siklus 2 menyimpulkan bahwa penerapan metode Guided writing yang disempurnakan pada Siklus 2 efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung siswa. Peningkatan ini diatribusikan pada beberapa faktor, termasuk efektivitas metode Guided writing itu sendiri, peningkatan kesempatan untuk latihan berulang, peningkatan kemandirian siswa dalam menulis, dan pemberian umpan balik yang lebih fokus dan konstruktif. Hasil Siklus 2 yang menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas dan ketuntasan belajar, serta observasi terhadap kemajuan siswa, mengindikasikan bahwa tujuan penelitian telah tercapai dalam siklus ini. Pembahasan Peningkatan keterampilan menulis tegak bersambung siswa pada siklus II dapat dikaitkan dengan beberapa faktor. E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Kezia Putri Natasya. Asep Nursobah. Anggi Purwa Nugraha Penerapan metode Guided writing. Metode Guided writing terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung siswa. Guided writing memberikan bimbingan dan dukungan kepada siswa dalam proses menulis, sehingga siswa merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk menulis. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Hasanah et al. , . , yang menunjukkan bahwa metode Guided writing dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa. Dalam penelitiannya. Hasanah et al. , . menemukan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode Guided writing menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hal kefasihan menulis, kualitas ide, dan organisasi tulisan. Latihan Berulang. Pada siklus II, siswa diberikan lebih banyak kesempatan untuk berlatih menulis. Latihan yang lebih sering dan bervariasi meningkatkan keterampilan motorik halus siswa, yang sangat penting dalam menulis tegak bersambung. Keterampilan ini melibatkan koordinasi tangan dan mata, serta kontrol terhadap gerakan tangan dalam menyambungkan huruf. Melalui latihan yang berulang-ulang, siswa semakin terbiasa dengan teknik yang benar dalam menulis tegak bersambung, seperti menjaga jarak antar huruf dan menyambungkan huruf secara rapi dan konsisten. Kemandirian dalam Menulis. Pada siklus II, siswa semakin mandiri dalam menulis. Guru memberikan lebih sedikit bimbingan langsung dan memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk menulis secara bebas, dengan hanya memberikan arahan umum dan umpan balik ketika Hal ini memberikan siswa kesempatan untuk mengeksplorasi gaya menulis mereka sendiri dan memperbaiki kekurangan mereka tanpa bergantung sepenuhnya pada bimbingan guru. Peningkatan kemandirian ini juga mendukung perkembangan kepercayaan diri siswa dalam keterampilan menulis mereka. Nasrodin, . , menyatakan bahwa kemandirian dalam menulis merupakan aspek penting dalam mengembangkan keterampilan menulis siswa, karena hal ini memungkinkan siswa untuk lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan bertanggung jawab atas hasil tulisan mereka. Umpan Balik yang Konstruktif. Pada siklus II, guru memberikan umpan balik yang lebih fokus dan konstruktif. Umpan balik yang diberikan tidak hanya mengenai kesalahan teknis, seperti penyambungan huruf yang kurang tepat, tetapi juga mengarah pada aspek yang lebih holistik, seperti kesesuaian bentuk huruf dan konsistensi dalam penulisan. Siswa mendapat kesempatan untuk memperbaiki kesalahan mereka setelah menerima umpan balik, yang membantu mereka mengidentifikasi dan memahami kesalahan yang terjadi. Umpan balik yang lebih terfokus ini mempercepat proses perbaikan dan peningkatan keterampilan menulis Secara keseluruhan, penerapan metode Guided writing yang disertai latihan berulang, peningkatan kemandirian, dan umpan balik konstruktif efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung siswa. Dengan bimbingan bertahap, siswa tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis menulis, seperti kesesuaian dengan kaidah dan E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Kezia Putri Natasya. Asep Nursobah. Anggi Purwa Nugraha kerapian, tetapi juga mengembangkan kepercayaan diri dan kemandirian dalam menulis. Umpan balik yang fokus pada kesalahan teknis dan aspek holistik membantu siswa memahami kesalahan mereka dan memperbaikinya, menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan menulis mereka, terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung siswa kelas II SDN 3 Cintanagara. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Hasanah et al. , . Drajad Sitaresmi, . , dan Suwijaya et al. , . telah membuktikan bahwa metode Guided Writing dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Kebaruan pada penelitian ini terlihat dari pengembangan penelitian, yang mana sebagian besar penelitian terdahulu terfokus pada hasil akhir berupa keterampilan menulis, seperti peningkatan nilai atau ketuntasan belajar. Sedangkan, penelitian ini menghadirkan kebaruan dengan menekankan proses pembelajaran yang holistik, yang tidak hanya menilai peningkatan hasil tes, tetapi juga mencermati secara mendalam perkembangan kemandirian siswa, kepercayaan diri, aktivitas belajar, dan kualitas umpan balik guru selama proses menulis tegak bersambung. Selain itu, konteks penggunaan metode Guided Writing dalam pembelajaran menulis tegak bersambung masih sangat terbatas, terutama pada jenjang kelas rendah SD dengan pendekatan yang disesuaikan secara eksplisit terhadap kebutuhan motorik halus dan karakteristik perkembangan anak usia dini. Penelitian ini juga menyoroti penerapan langkahlangkah Guided Writing yang disesuaikan dengan karakteristik tulisan tangan anak, seperti penguasaan bentuk huruf, penyambungan antarhuruf, dan penataan tata letak dalam tulisan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi orisinal dalam memperluas cakupan praktik pembelajaran Guided Writing, tidak hanya sebagai strategi meningkatkan hasil belajar menulis, tetapi juga sebagai pendekatan pembentukan karakter belajar mandiri dan reflektif bagi siswa sekolah dasar. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa metode Guided Writing terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung siswa kelas II SDN 3 Cintanagara. Efektivitas metode ini ditunjukkan melalui peningkatan kemampuan siswa dalam menulis dengan rapi, menyambung huruf dengan benar, serta menyusun kalimat sederhana sesuai kaidah penulisan. Peningkatan tersebut tercermin dari naiknya nilai rata-rata kelas, meningkatnya persentase ketuntasan belajar, serta meningkatnya aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah disampaikan, disarankan agar guru kelas II SD menerapkan metode Guided Writing dalam pembelajaran menulis tegak bersambung karena terbukti efektif meningkatkan keterampilan siswa. Guru juga perlu menyesuaikan metode dengan karakteristik siswa serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan Lembaga pendidikan diharapkan mendukung penerapan metode ini melalui pelatihan dan penyediaan sarana pembelajaran yang memadai. Sementara itu, peneliti selanjutnya dapat melanjutkan kajian ini dengan memperluas objek penelitian atau E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Kezia Putri Natasya. Asep Nursobah. Anggi Purwa Nugraha mengintegrasikan metode Guided Writing dengan pendekatan lain untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran menulis di sekolah dasar. REFERENSI Amaniarsih. , & Arsita. Tips menguasai 4 keterampilan dalam bahasa Inggris. JURDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar, 2. , 149Ae155. Andani. , & Anggraini. Kemampuan menulis teks berita siswa kelas Vi SMP. Pustaka: