EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING SISWA KELAS VII E SEMESTER GANJIL MTsN 5 JOMBANG NIKMATIN CHOIROCH MTsN 5 Jombang e-mail : nikmatinchoiroch@gmail. ABSRTAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar tentang interaksi sosial & lembaga sosial pada siswa kelas VII E semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023 MTsN 5 Jombang melalui model pembelajaran Snowball Throwing. Penelitian ini dilakukan dengan jumlah 32 siswa dan temuan dalam penelitian ini bahwa melalui penerapan model pembelajaran Snwoball Throwing dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dalam proses pembelajaran ternyata dapat meningkatkan prestasi belajar tentang Interaksi sosial & lembaga sosial pada siswa kelas VII E MTsN 5 Jombang. Sebagai implikasinya perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas pembelajaran IPS pada siswa MTsN 5 Jombang melalui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dalam proses pembelajaran, dapat menciptakan suasana belajar sambil bermain, mendorong dan meningkatkan keterlibatan langsung serta keaktifan siswa dalam pembelajaran sehingga dapat menghilangkan kejenuhan dan juga anggapan bahwa pelajaran IPS membosankan, disamping itu dapat menarik dan memusatkan perhatian, meningkatkan interaksi antara siswa. Dengan demikian dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta prestasi belajar siswa. Kata kunci : Peningkatan prestasi belajar siswa, penerapan model pembelajaran Snwoball ABSTRACT This study aims to improve learning achievement about social interaction & social institutions in class VII E students in the odd semester of the 2022/2023 MTsN 5 Jombang academic year through the Snowball Throwing learning model. This research was conducted with a total of 32 students and the findings in this study that through the application of the Snowball Throwing learning model in the learning process can improve student achievement. From the results of this study it can be concluded that through the application of the Snowball Throwing learning model in the learning process it can actually increase learning achievement about social interaction & social institutions in class VII E MTsN 5 Jombang. As an implication, it is necessary to make efforts to improve the quality of social studies learning for MTsN 5 Jombang students through the application of the Snowball Throwing learning model in the learning process, can create an atmosphere of learning while playing, encourage and increase the direct involvement and activeness of students in learning so as to eliminate boredom and also the notion that lessons IPS is boring, besides that it can attract and focus attention, increasing interaction between students. Thus it can improve the quality of learning and student Keywords: Increasing student achievement, applying the Swoball throwing learning model Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 PENDAHULUANh Pendidikan merupakan suatu proses untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Oleh karena itu secara periodik program-program dalam bidang Pendidikan selalu ditinjau ulang , pada tahun 2014 terjadi pergantian kurikulum yang kita kenal dengan kurikulum 2013 atau K-13. Melalui pelaksanaan kurikulum 13 diharapkan akan terjadi perubahan baik dalam class reform maupun scholl reform. Perubahan class reform ditandai dengan berubahnya pendekatan pembelajaran yaitu dari teacher centre menuju student centre. Dengan adanya reformasi di kelas ( class reform ) hal ini akan memberikan dampak positif terhadap kemajuan proses Pendidikan sehingga mampu mengimbangi laju pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Model pembelajaran sebagai salah satu komponennya juga turut menentukan keberhasilan proses pembelajaran . Penerapan model pembelajaran kita sesuaikan dengan latar belakang tertentu misalnya kemampuan guru, kebiasaan siswa, keterbatasan peralatan , kesiapan siswa dan sebagainya. Oleh sebab itu dalam setiap satuan pembelajaran harus menggambarkan prosedur yang mengacu pada sejumlah metode dan Teknik, diskenariokan dan sekaligus di berikan urutan secara sistematis untuk mengupayakan pencapaian tujuan Berdasarkan uraian tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa perlu adanya rangsangan bagaimana proses dalam pembelajaran bisa meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu yang dapat dilakukan untuk peningkatan prestasi belajar siswa bahwa seorang guru dapat mengskenariokan dengan menggunakan model pembelajaran yang menyenangkan seperti model pembelajaran Snawball Throwing. Fitriasari . :Pembelajaran dengan menggunakan model Snowball Throwing, dilakukan dengan membentuk siswa menjadi beberapa kelompok yang heterogen kemudian masing-masing kelompok dipilih ketua kelompoknya untuk mendapat tugas dari guru lalu masing-masing murid membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola . ertas pertanyaa. kemudian dilempar ke murid lain yang masing-masing murid menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh. Nurhaedah A dan Muhammad Amran . :Pembelajaran ini sangat efektif untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa selama proses belajar karena siswa belajar sambil bermain sehingga siswa dapat lebih menguasai materi pembelajaran dan pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar. Sehingga Model yang dapat digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah metode Snowball Throwing (Santika & Aulia, 2. Metode snowball throwing merupakan metode yang menitik beratkan pada suatu pertanyaan yang diajukan dalam sebuah permainan (Wijayanthi et al. , 2. Namun kenyataan yang penulis alami berdasarkan hasil evaluasi , refleksi dan diskusi sesama guru IPS, ternyata nilai mata pelajaran IPS siswa kelas VII E masih jauh dibawah harapan dan masih berada dibawah KKM IPS yang telah ditetapkan yaitu 75. Dengan memperhatikan masalah tersebut diatas penulis berkeinginan mengatasi masalah rendahnya prestasi belajar pada mata pelajaran IPS adalah dengan mengembangkan model pembelajaran yang lebih menitik beratkan pada siswa dan menempatkan siswa sebagai subyek secara langsung dan aktif sehingga mendorong motivasi belajar siswa. Dalam upaya memperbaiki kualitas dan prestasi belajar IPS tersebut peneliti berkeinginan melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul Au Peningkatan Prestasi Belajar Melalui Model Pembelajaran Snowball Throwing siswa kelas VII E Semester Ganjil MTsN 5 Jombang tahun Pelajaran 2022/2023Ay dengan harapan prestasi belajar siswa meningkat. Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 METODE PENELITIAN Jenis Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dengan judul Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Snowball Throwing Siswa Kelas VII E Semester Ganjil MTsN 5 Jombang Tahun Pelajaran 2022/2023, dengan pokok bahasan Interaksi Sosial & Lembaga Sosial dengan subyek penelitian berjumlah 32 siswa terdiri 16 siswa laki-laki dan 16 siswa Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil pada bulan September tahun 2022. Penelitian ini dirancang dalam 2 . Masing-masing siklus dilaksanakan dalam 4 . tahap yaitu Perencanaan, pelaksanaan tindakan,pengamatan dan refleksi . Kemudian siklus 1 dilaksanakan dalam 4 jam pelajaran ( 2 x pertemua. dan siklus 2 juga dilaksanakan dalam 4 pelajaran ( 2 x pertemua. Intrumen dalam penelitian ini guna memperoleh data yaitu berupa tes dan non tes . edoman pengamatan,angket,catatan lapangan dan dokumentasi foto kegiata. Instrumen tes berupa butir soal pilihan ganda dan uraian digunakan peneliti untuk mengcover data prestasi belajar siswa. Tes dilaksanakan pada pertemuan ke 2 dalam siklus 1 maupun 2. Teknik pengumpulan data diambil dari hasil tes pekerjaan siswa dan data penunjang dari pengisian pedoman pengamatan , catatan lapangan, angket dan dokumentasi. Teknik anylisis data dengan menggunakan tahapan mendokumentasi dan mengolah data, menstabulasi data untuk anylisis, menganalisis dan menginterpertasi data sesuai tujuan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas VII E semester ganjil MTsN 5 Jombang dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dengan mengambil pokok bahasan Interaksi Sosial & Lembaga Sosial. Dalam kondisi awal menunjukkan bahwa pencapaian kompetensi dikelas VII E ini masih belum tercapai dan sebagai indikatornya adalah prestasi belajar siswa dalam ulangan harian masih menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 68,91 dan nilai ini masih dibawah KKM yang telah ditetapkan yaitu 75. Kemudian jumlah siswa yang tuntas belajar hanya 15 siswa atau 46,88%. Dengan demikian sebanyak 17 siswa atau 53,12 % harus mengikuti program remidi, adapun nilai tertinggi yang diperoleh siswa sebesar 82 dan nilai terendah 52. Untuk memperjelas kondisi awal dapat digambarkan melalui tabel sebagai berikut : Tabel 1. Hasil anylisis data pada observasi awal NO. Unsur Yang Dianalisis Jumlah Nilai Rata-rata 68,91 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Peringkat Belajar amat baik Ketuntasan belajar siswa 15 / 46,88 % Dengan kondisi pembelajaran seperti ini menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran masih rendah. Agar kondisi seperti ini dapat diatasi maka perlu adanya model pembelajaran yang diterapkan dengan tujuan agar prestasi belajar dapat diperbaiki dan Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Hasil Pelaksanaan siklus I Dalam proses perencanaan ini guru mempersiapkan tindakan yang akan dilakukan pada proses pembelajaran siklus 1 diantaranya . Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) . Menyiapkan materi . Menyusun skenario Pembelajaran . menyiapkan lembar Selanjutnya adalah tindakan pelaksanaan, dalam proses penelitian ini peneliti menggunakan model pembelajaran snowball throwing karena efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa . Dan hasilnya ada 3 siswa tidak melemparkan bola ketemannya dan ada 4 siswa yang tidak menjawab pertanyaan. Kemudian melakukan kegiatan observasi, dimana pada proses ini diketahui bahwa tingkat keterlibatan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran sebesar 92,81 % bisa diartikan bahwa tingkat keterlibatan siswa tergolong aktif. Berdasarkan anylisis data hasil tes siswa dapat diketahui pula tingkat perkembangan prestasi belajar siswa sebagai berikut : NO. Tabel 2. Hasil tes dalam siklus I Aspek Keberhasilan Siklus 1 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Nilai Rata-rata 74,16 Prestasi belajar Amat Baik Ketuntasan Belajar Siswa 21 siswa / 65,63 % Selain itu didapat pula hasil anylisis data tentang tingkat penguasaan materi sebagai berikut pada pelaksanaan siklus I Tabel 3. Distribusi frekuensi nilai ulangan harian siklus I Interval Kelas Frekuensi Kriteria Prosentase (%) 91 - 100 Amat Baik 0,00 75 Ae 90 Baik 65,63 60 Ae 74 Cukup 34,37 40 Ae 59 Kurang 0,00 <40 Kurang Sekali 0,00 Jumlah 100,00 Berdasarkan hasil pengamatan dan anylisis data tersebut diatas , kegiatan selanjutnya adalah kegiatan refleksi atas jalannya proses dan hasil pembelajaran yang dicapai dalam tahap pelaksanaan tindakan tersebut. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa . rata-rata keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran 92, 81 % tergolong aktif, . belum menunjukkan bahwa proses pembelajaran belum mencapai ketuntasan belajar klasikal, dalam hal ini baru 21 siswa atau 65,63 % yang telah tuntas. Nilai rata-rata sudah mencapai 74,16 berarti dapat diketahui nilai rata-rata masih berada dibawah KKM sebesar 75. Belum ada siswa yang mencapai kategori prestasi belajar siswa amat baik ( 91-. Dengan demikian menunjukkan bahwa pada siklus 1prestasi belajar siswa belum optimal serta indikator penelitian belum terpenuhi sehingga perlu diadakan proses pembelajaran pada siklus 2. Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Hasil Pelaksanaan siklus II Dalam proses tindakan siklus ke II ini peneliti tetap menggunakan metode pembelajaran snowball throwing beserta langkah-langkahnya seperti yang peneliti laksanakan pada tindakan siklus I. Karena didalam proses tindakan pada siklus I hasilnya belum memuaskan, guru dalam hal ini perlu memberikan motivasi bagaimana agar siswa dalam proses pembelajaran ini lebih maksimal hasilnya sehingga akan tercapai tujuan pembelajaran. Pada proses perencanaan siklus II yang perlu disiapkan diantaranya . menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran . menyiapkan materi . menyusun perangkat soal/tes hasil belajar siswa . menyiapkan instrumen untuk pengumpulan data. Pada kegiatan observasi diketahui tingkat keterlibatan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran sebesar 97,81 % ,pada kategori ini tingkat keterlibatan siswa tergolong Adapun berdasarkan anylisis data hasil tes siswa dapat diketahui perkembangan prestasi belajar siswa sebagai berikut : Tabel 4. Hasil tes dalam siklus II NO. Aspek Keberhasilan Siklus II Nilai Tertinggi Nilai Terendah Nilai Rata-rata 77,97 Prestasi belajar Amat Baik 1 siswa / 3,13 Ketuntasan Belajar Siswa 28 siswa / 87. Selain itu didapat pula hasil anylisis data tentang tingkat penguasaan materi sebagai berikut pada pelaksanaan siklus II : Tabel 5. Distribusi frekuensi nilai ulangan harian siklus II Interval Kelas Frekuensi Kriteria Prosentase . 91 - 100 Amat Baik 3,13 75 - 90 Baik 60 Ae 74 Cukup 40 Ae 59 Kurang 0,00 < 40 Kurang Sekali 0,00 Jumlah 100,00 Berdasarkan pengamatan siklus II maka kegiatan selanjutnya adalah melakukan kegiatan refleksi atas jalannya proses dan hasil pembelajaran yang dicapai. Dapat diketahui bahwa pembelajaran telah mencapai ketuntasan belajar klasikal sebab jumlah siswa yang tuntas mencapai 87,50 % keadaan ini mencerminkan ketercapaian ketuntasan belajar klasikal yaitu 85 % dari jumlah siswa telah mencapai KKM. Nilai rata-rata sudah mencapai 77,97 berarti dapat diketahui nilai sudah berada diatas nilai KKM dan ada 1 siswa mencapai kategori prestasi belajar amat baik ( 91-. Dengan demikian hasil anylisis data Penelitian Tindakan Kelas pada siklus 2 sudah memenuhi indikator keberhasilan dan menunjukkan adanya peningkatan dan perbaikkan prestasi belajar siswa yang optimal. Pembahasan Pembelajaran model Snowball Throwing ternyata dapat menciptakan suasana belajar Sambil bermain, mendorong dan meningkatkan keterlibatan langsung dan merangsang keaktifan siswa dalam pembelajaran , hal ini akan menarik dan memusatkan perhatian serta Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 meningkatkan interaksi antar siswa. Dengan harapan dapat meningkatkan prestasi belajar . Dalam pelaksanaan Peneltian Tindakan Kelas (PTK) ini peneliti akan membahas beberapa tindakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran snowball throwing dengan pokok bahasan Interaksi Sosial & Lembaga Sosial. Meutiana . : faktor-faktor yang mempengaruhi hasil atau prestasi belajar itu dapat dibedakan atas dua macam, yaitu faktor dari dalam diri individu . aca, subyek didi. atau disebut faktor internal, dan faktor dari luar diri subyek didik, atau disebut faktor eksternal. Berdasarkan kondisi awal menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa kelas VII E pada semester ganjil tahun 2022/2023 MTsN 5 Jombang masih rendah, untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Hasil dari perbaikan tersebut dapat peneliti paparkan sebagai berikut : Paparan data tindakan siklus I Bagian ini akan dipaparkan data yang diperoleh selama tindakan pada siklus 1 yang meliputi perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pada proses perencaanaan ada beberapa hal yang perlu disiapkan diantaranya menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus I, menyiapkan materi, menyusun perangkat soal/tes, menyiapkan instrumen untuk pengumpulan data. Kemudian melakukan pelaksanaan tindakan proses pembelajaran didalam kelas, dan dilanjutkan melakukan observasi dan evaluasi yang meliputi kegiatan pengamatan, hasil angket dan hasil tes, dan kegiatan terakhir dalam kegiatan ini adalah Dalam kegiatan refleksi ini dapat diketahui bahwa . rata-rata tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran sebesar 92,81 %. proses pembelajaran belum mencapai ketuntasan belajar klasikal baru 21 siswa atau 65,63 % yang telah tuntas, nilai rata-rata mencapai 74, 16 % bahwa nilai tersebut masih dibawah KKM yaitu 75 . belum ada siswa yang mencapai kategori prestasi belajar amat baik ( 91 Ae 100 ) Paparan data pada siklus II Tahap ini akan diuraikan data yang diperoleh selama pelaksanaan siklus II, kegiatan proses ini sama pada saat dilakukan pada proses siklus I. Berdasarkan refleksi pada siklus I dapat diketahui bahwa sebelum memulai perlu melakukan perbaikan dan penyempuraan dalam model pembelajaran karena pada siklus I belum optimal. Dari kegiatan refleksi atas jalannya proses dan hasil pembelajaran yang dicapai diketahui bahwa . rata-rata keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran mencapai 97,81 % . jumlah siswa yang sudah tuntas mencapai 28 siswa atau 87,50 % hal ini mencerminkan ketuntasan belajar klasikalnyaitu 85 % dari jumlah tersebut mencapai nilai KKM 75 . nilai rata-rata sudah mencapai 77,97 % sudah berada diatas nilai KKM. suda hada 1 siswa atau 3,13 % mencapai kategori prestasi belajar amat baik . Dari data yang telah dipaparkan diatas bahwa melalui model pembelajaran Snaowball Throwing ternyata dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan pokok pembahasan Interaksi Sosial & Lembaga social pada siswa kelas VII E semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023 MTsN 5 Jombang. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes yang dilakukan peneliti yaitu menunjukkan adanya peningkatan perkembamgan . rata-rata keterlibatan siswa dari 92,81 % meningkat menjadi 97,81 % dengan demikian terjadi peningkatan sebesar 5 % . nilai tertinggi dari 86 meningkat menjadi 91 berarti ada peningkatan 5 point atau naik 5,81 % . nilai terendah naik dari 60 meningkat menjadi 62 beraT ti ada peningkatan 2 point atau naik 3,33 % . nilai rata-rata dari 74,16 naik menjadi 77,97 berarti ada peningkatan 3,81 % point atau naik 5,30 % dan . jumlah siswa yang tuntas dari 21 orang atau 65,63 % naik menjadi 28 orang atau 87,50 % berati ada peningkatan sebanyak 7 orang atau naik 21,87 % dan sudah mencapai ketuntasan Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 belajar klasikal . jumlah siswa yang mencapai peringkat prestasi belajar amat baik dari belum naik menjadi 1 siswa atau 3,13 % berati ada peningkatan sebanyak 1 orang atau 3,13 %. Dapat diketahui dari analisis data tersebut bahwa dalam siklus 2 telah terjadi peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi belajar siswa serta telah memenuhi indikator keberhasilan penelitian sehingga tindakan penelitian ini cukup sampai siklus 2 saja. Prestasi belajar siswa ternyata dapat meningkat disebabkan adanya beberapa faktor pendorong antara lain . Meningkatnya keberanian siswa untuk bertanya maupun menjawab pertanyaan, . sudah mampu mendorong peningkatan perhatian, minat dan motivasi belajar siswa terbukti para siswa semakin antusias dan semangat dalam menjawab pertanyaan pada saat menerima giliran lemparan bola sesuai dengan hasil snowball throwing, siswa terlibat langsung dan aktif dalam pembelajaran . pembelajaran lebih menyenangkan karena bernuansa bermain dan tidak membosankan . Pembelajaran akhirnya berjalan lebih praktis,aktif,menyenangkan dan berpengaruh pada peningkatan prestasi belajar siswa . meningkatkan percaya diri siswa atas kemampuannya . berkembangnya budaya belajar diantara para siswa . meningkatnya sikap menghargai pendapat orang lain . meningkatnya toleransi sesama siswa. Sejalan dengan peningkatan prestasi belajar siswa yang telah dipublikasikan di jurnal pendidikan oleh Wahid . 8 ) menyatakan bahwa Prestasi belajar peserta didik tidak hanya terlihat dalam lingkungan sekolah saja, tetapi juga teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Aktivitas pembelajaran di kelas, memiliki nilai yang tinggi bagi peserta didik. Dengan berbagai komponen materi pelajaran yang bermacammacam tujuan dan fungsinya, maka perlu dibuat perencanaan pembelajaran dengan matang agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif, efisien, dan menyenangkan. Salah satu aspek meningkatnya prestasi belajar siswa adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang bisa meningkatkan motivasi peserta didik untuk aktif mengikuti proses pembelajaran. Seperti yang disampaikan oleh Sunarti Rahman . : Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang melibatkan seseorang individu . asmani dan rohan. , kegiatan pembelajaran tidak pernah dilakukan tanpa adanya dorongan atau motivasi yang kuat dari dalam diri individu ataupun dari luar individu yang mengikuti kegiatan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang bisa diterapkan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa adalah model pembelajaran Snowball Trhowing. Hal ini bisa peneliti buktikan dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada siswa kelas VII E Semester Ganjil tahun pelajaran 2022/2023 MTsN 5 Jombang bahwa dengan menggunakan mytode pembelajaran Snowball Throwing prestasi belajar siswa meningkat. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang telah diplubikasikan sejalan dengan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diplubikasikan di jurnal pendidikan oleh Ani Rosidah . yang menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dapat diterapkan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Dalam penelitian ini dapat dijelaskan dengan menggunakan mytode pembelajaran snaowball trhowing ternyata dapat meningkatkan prestasi belajar siswa lebih meningkat. Adapun Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) lain yang sejalan dengan penelitian ini yang telah diplubikasikan di jurnal pendidikan oleh Ramlah . bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas XII SMAN 9 Pekanbaru pada mata pelajaran fisika. Hasil penelitian lain yang mendukung penelitian ini adalah yang dilakukan oleh Faslia . bahwa keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh peran dalam mendesain model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan keadaan sumber daya yang Dari hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 siswa dari proses pelaksanaan pra tindakan, sampai pada siklus ke dua menunjukan penggunaan metode Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas V di SD Negeri 1 Bungi Penelitian lain yang sejenis pernah dilakukan oleh Kurnia Emi Priyastuti . menyatakan bahwa Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, maka kesimpulan dari penelitian tindakan ini yaitu metode snowball throwing dinyatakan dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada siswa kelas II SD Negeri 2 Platarejo Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri tahun pelajaran 2019/2020. Penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing ini selain dapat meningkatkan kecakapan siswa dalam berkomunikasi juga dapat memberi solusi kepada siswa dalam memahami suatu konsep mata pelajaran. KESIMPULAN Dari hasil data pada siklus I dan II dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing ternyata prestasi belajar tentang interaksi social & lembaga social pada siswa kelas VII E semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023 dapat meningkat. Dari hasil penelitian ini tidak menutup kemungkinan kepada guru mata pelajaran lainnya untuk mencoba menerapkan model pembelajaran Snowball Throwing , tentu saja menyesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu. Selain itu diharapkan guru mata pelajaran bersedia melakukan perubahan dalam proses pembelajaran yang inovatif, kreatif dan partisipatif. DAFTAR PUSTAKA