Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia Volume 03. Nomor 02. Juli-Desember 2020 ISSN 2620-9683, pISSN 2654-9921 PENGARUH KINERJA PERAWAT PELAKSANA TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP BPJS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH HAJI SULAWESI SELATAN THE INFLUENCE OF PERFORMANCE OF IMPLEMENTING NURSES ON PATIENT SATISFACTION OF INpatient BPJS HEALTH IN THE HAJJ REGIONAL GENERAL HOSPITAL. SOUTH SULAWESI Sriyani Windarti . Darmawati Junus Department of Hospital Administration. Stikes Pelamonia Kesdam VII Wirabuana. Indonesia E-mail: sriyaniwindarti@gmail. com, darmawatijunus@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan waktu tunggu pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis dalam penelitiann ini yaitu menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 328 responden. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi dengan menggunakan program SPSS 20 serta dilakukan uj chi square. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel serta dalam bentuk narasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan kompetensi teknis dengan waktu tunggu pasien dengan nilai yaitu p=0,316 artinya p>0,05, dan terdapat hubungan efektifitas dengan waktu tunggu pasien dengan nilai yaitu p=0,010 artinya p<0,05, tidak terdapat hubungan, hubungan antar manusia dengan waktu tunggu pasien dengan nilai p=1,00 artinya p>0,05, ada hubungan efisiensi dengan waktu tunggu pasien dengan nilai yaitu p=0,14 artinya p<0,05 dan tidak ada hubungan kelangsungan pelayanan dengan waktu tunggu pasien dengan nilai yaitu p=0,07 artiya p>0,05. Disarankan bagi pihak rumah sakit mempertahankan serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sehingga pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan serta tidak mempengaruhi waktu tunggu pasien untuk menjadi lebih baik. Kata Kunci: mutu pelayanan, waktu tunggu, rawat jalan, rumah sakit ABSTRACT This study aims to look at and analyze the relationship between the quality of health services and the waiting time of patients in the outpatient installation of Haji Hospital. Makassar South Sulawesi Province. The type in this research is using a quantitative method with a cross sectional study approach. Data retrieval is done by distributing questionnaires. The sample in this study were 328 respondents. Data processing is carried out computerized using the SPSS 20 program and a chi square test is carried out. The results of this study are presented in table form as well as in narrative form. The results of this study indicate that there is no relationship between technical competence and patient waiting time with a value of p = 0. 316, which means p> 0. 05, and there is a relationship between effectiveness with patient waiting time with a value of p = 0. 010 which means p <0. relationship, relationship between humans with patient waiting time with a value of p = 1. 00 means that p> 05, there is a relationship of efficiency with patient waiting time with a value that is p = 0. 14 which means p <0. 05 and there is no relationship of continuity of service with patient waiting time with a value that is p = 0. meaning p> 0. It is recommended for the hospital to maintain and improve the quality of health services so that patients are satisfied with the services provided and do not affect the patient's waiting time to be better. Keywords: quality service, time waiting, outpatient unit, hospital PENDAHULUAN Rumah sakit sebagai institusi yang bergerak di bidang pelayanan kasehatan saat ini Pada perkembangannya rumah sakit yaitu lembaga yang berfungsi sebagai lembaga sosial dengan manajemen pelayanan seadanya, akan tetapi dengan perkembangan manajemen moderen, ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan serta kesehatan bermutu, menjadikan rumah sakit sebagai suatu industri yang bergerak sangat cepat dalam perkembangannya tanpa mengabaikan fungsi sosial (Hajjul, 2. Pelayanan kesehatan yang bermutu juga adalah salah satu kebutuhan dasar yang diperlukan setiap orang. Dan diharapkan rumah Sakit mampu secara optimal menjadi bagian integral dari Pelayanan rumah sakit selain itu pelayanan kesehatan yang mencakup masalah-masalah yang bersifat sosial ekonomi sehingga diharapkan dapat memberikan keuntungan dengan cara pengelolaan yang profesional dengan memperhatikan prinsip- Windarti, dkk : HubunganA JPKPI Vol 03 No 02 Jul-Des 2020, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 prinsip manajemen (Pedoman Instalasi Rawat Jalan RSUH Haji Makassa. Waktu tunggu merupakan masalah yang sering menimbulkan keluhan pasien di beberapa mencerminkan bagaimana rumah sakit mengelola komponen pelayanan yang disesuaikan dengan situasi dan harapan pasien. Waktu tunggu pelayanan adalah waktu tunggu pasien terhadap pelayanan mulai dari kedatangan pasien di tempat pendaftaran di loket kartu sampai dikirimnya berkas medis ke poliklinik yang dituju (Hasan, 2. Waktu tunggu adalah waktu yang diperlukan mulai pasien pendaftaran sampai dilayani oleh dokter Tujuan waktu tunggu tersedianya pelayanan rawat jalan spesialistik pada hari kerja di setiap rumah sakit yang mudah dan cepat diakses oleh pasien (Ulfa, 2. Waktu tunggu pasien dalam pelayanan di TPPRJ merupakan salah satu hal penting yang akan menentukan citra awal rumah sakit. Waktu tunggu pasien merupakan salah satu komponen yang potensial menyebabkan ketidakpuasan (Aulia Utami Dewi, 2. Menurut Kemenkes RI Nomor 129/Menkes/SK/II 2008 waktu tunggu pelayanan rawat jalan adalah waktu yang di perlukan mulai dari pasien mendaftar di tempat pendaftaran pasien rawat jalan sampai di panggilan untuk pelayanan pemeriksaan oleh dokter di poliklinik tujuan, dengan standar waktu tunggu pelayanan rawat jalan di tetapkan yaitu rata-rata O 60 menit (Kemenkes. Berdasarkan data sekunder dari RSUD Haji Prov Sulawesi Selatan, maka dapat disimpulkan bahwa daftar kunjungan pasien di rawat jalan di RSUD Haji pada tahun 2016 781 pasien berkunjungan di rawat jalan, sedangkan tahun 2017 sebanyak 50. kunjungan di rawat jalan di RSUD Haji Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, dan tahun 2018 sebanyak 21883 terdapat penurunan dari tahun sebelumnya yaitu dari tahun 2017 ke tahun 2018. Berdasarkan data di atas dapat di simpulkan bahwa dalam satu tahun terakhir telah terjadi penurunan kunjungan yang sangat besar di rawat jalan di RSUD Haji Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa indikator mutu unit pelayanan rawat jalan RSUD Haji Makassar mengacu pada pedoman rumah sakit salah satunya yaitu waktu tunggu pasien, waktu tunggunya adalah waktu yang di perlukan mulai dari pasien mendaftar hingga pasien mendapat pelayanan dari dokter, dengan standar 85% waktu tunggu pasien setelah masuk status ke ruangan < 15 menit. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Dearah Haji Makassar Provinsi Sulawesi Salatan di Jalan Dg. Ngeppe No. 14 KelurahanJongaya. KecamatanTamalate pada Berdasarkan jumlah rata-rata sensus pasien poliklinik pada di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar pada tahun 2018, maka populasi dalam penelitian ini sebanyak 1. 823 pasien dengan jumlah sampel sebanyak 328 pasien. Pengolahan data menggunakan program SPSS 20 serta dilakukan uj chi square. HASIL Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2019 dengan menggunakan teknik purposive sampling dimana sampel penelitian berjumlah 328 pasien yang memenuhi kriteria dari penarikan sampel tersebut. Tabel 1. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Pria Wanita Total Jumlah Sumber : Data Primer Berdasarkan Tabel 1, dapat diketahui bahwa dari 328 responden, maka jenis kelamin responden yang terbanyak adalah wanita dengan jumlah 192 orang dengan presentasi 58,5%. Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Pendidikan Tidak Sekolah Tidak Tamat SD Tamat SD SMP SMA Diploma Sarjana Total Jumlah 3,05 Sumber : Data Primer Berdasarkan tabel 2, dapat diketahui bahwa dari 328 responden, pendidikan terakhir yang terbanyak yaitu SMA sebanyak 168 responden dengan presentasi 51,2%, sedangkan yang terendah Diploma yaitu sebanyak 4 orang dengan presentasi 1,2%. Pada tabel 3 menunjukkan bahwa dari 328 responden, kelompok umur terbanyak yaitu dewasa awal 26-35 tahun sebanyak 109 responden dengan presentasi 33,2% sedangkan kelompok umur yang terendah yaitu masa manula > 65 tahun sebanyak 7 responden dengan presentasi 2,13%. METODE Penelitian penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan data kuantitatif. Jenis pendekatan yang di gunakan yaitu pendekatan cross sectional adalah penelitian yang dilakukan pada satu waktu dan satu kali, mencari hubungan antara variabel independan . aktor resik. dengan variabel dependen . Tabel 3. Karakteristik Umur Responden Berdasarkan Windarti, dkk : HubunganA Umur (Tahu. >65 Total JPKPI Vol 03 No 02 Jul-Des 2020, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 Jumlah jawaban responden yang terbanyak adalah baik terhadap efektifitas di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar. 2,74 2,13 Tabel 7. Distribusi Responden Hubungan Antar Manusia Hubungan antar Manusia Baik Kurang Baik Total Sumber : Data Primer Tabel 4. Distribusi Tenaga Bidan Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Tidak Bekerja Ibu Rumah Tangga Wiraswasta Pegawai Swasta PNS Polisi Petani Nelayan Lainnya Total Jumlah Tabel 8. Distribusi Efisiensi Efisiensi Baik Kurang Baik Total Kelangsungan Pelayanan Baik Kurang Baik Total Tabel 5 menunjukkan bahwa dari 328 responden maka yang menjawab kompetensi teknis baik sebanyak 323 responden dengan presentasi 98,5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban responden yang terbanyak adalah baik terhadap kompetensi teknis di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar. Jumlah Berdasarkan Jumlah Sumber : Data Primer Berdasarkan pada tabel 9, dapat dilihat bahwa dari 328, responden yang menjawab baik dengan jumlah 318 responden dengan presentasi 97,05%, sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban responden terbanyak adalah baik terhadap kelangsungan pelayanan di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar. Berdasarkan pada tabel 10, dapat dilihat bahwa dari 328, sebagian besar responden menjawab puas yaitu 254 responden dengan presentasi 77,4%. sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban responden menjawab puas dengan waktu tunggu pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar. Tabel 6. Distribusi Responden Berdasarkan Efektifitas Jumlah Responden Tabel 9. Distribusi Tenaga Bidan Berdasarkan Kelangsungan Pelayanan Sumber : Data Primer Efektifitas Baik Kurang Baik Total Pada tabel 8, menunjukkan bahwa dari 328 responden, responden yang menjawab baik yaitu 280 responden dengan presentasi 85,4%. Sehingga sapat disimpulkan bahwa jawaban responden yang paling besar adalah baik terhadap efisiensi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar. Berdasarkan Jumlah Sumber : Data Primer Karakteristik Variabel Penelitian Kompetensi Teknis Baik Kurang Baik Total Pada tabel 7, menunjukkan bahwa dari 328 responden yang mengatakan hubungan antar manusia baik sebanyak 314 responden dengan presentasi 95,7%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban responden yang paling banyak adalah baik terhadap hubungan antar manusia di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar. Pada Tabel 4, menunjukkan bahwa dari 328 responden yang terbanyak adalah ibu rumah tangga sebanyak 109 orang dengan presentasi 33,2% dan yang terendah adalah polisi sebanyak 1 orang dengan presentasi 0,3%. Distribusi Responden Kompetensi Teknis Jumlah Sumber : Data Primer Sumber : Data Primer Tabel 5. Berdasarkan Sumber : Data Primer Pada tabel 6 menunjukkan bahwa dari 328 responden maka yang mengatakan efektifitas baik sebanyak 277 responden dengan presentasi 84,5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Tabel 10 Distribusi Tenaga Bidan Berdasarkan Waktu Tunggu Windarti, dkk : HubunganA Waktu Tunggu Puas Kurang Puas Total Jumlah JPKPI Vol 03 No 02 Jul-Des 2020, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 presentasi 20,0%. Sedangkan yang menyatakan efisiensi kategori Aukurang baikAy dengan waktu tunggu yang AupuasAy yaitu 30 responden dengan presentasi 62,5% dan kategori Aukurang puasAy yaitu sebanyak 18 responden dengan presentasi 37,5%. Hasil uji hubungan dengan menggunakan chisquare di peroleh nilai p= 0,014, karena nilai yang diperoleh = 0,014 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara efisiensi dengan waktu tunggu pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar. Pada tabel 15 . menunjukkan bahwa dari 328 responden yang menyatakan kelangsungan pelayanan kategori AubaikAy dengan waktu tunggu pasien berada di kategori AupuasAy yaitu 247 responden dengan presentasi 77,7% dan kategori Aukurang puasAy yaitu 71 responden dengan presentasi 22,3%. Sedangkan yang menyatakan kelangsungan pelayanan kategori Aukurang baikAy dengan waktu tunggu yang AupuasAy yaitu responden dengan presentasi 70,0% dan kategori Aukurang puasAy yaitu sebanyak 3 responden dengan presentasi 30,0%. Hasil uji hubungan dengan menggunakan fisher di peroleh nilai p= 0,07, karena nilai yang diperoleh = 0,07 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara kelangsungan pelayanan dengan waktu tunggu pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar. Sumber : Data Primer Analisis Hubungan Antara Variabel Pada tabel 11 . menunjukkan bahwa dari 328 responden yang menyatakan kompetensi teknis kategori AubaikAy dengan waktu tunggu pasien berada di kategori AupuasAy yaitu 251 responden dengan presentasi 77,7% dan kategori Aukurang puasAy yaitu 72 responden dengan presentasi 22,3%. Sedangkan yang menyatakan kompetensi teknis kategori Aukurang baikAy dengan waktu tunggu yang AupuasAy yaitu 3 responden dengan presentasi 60,0% dan kategori Aukurang puasAy yaitu sebanyak 2 responden dengan presentasi 40,0%. Berdasarkan uji hubungan dengan menggunakan uji fisher di peroleh p-value >0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kompetensi teknis tidak memiliki hubungan dengan waktu tunggu pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar. Pada tabel 12 . menunjukkan bahwa dari 328 responden yang menyatakan efektifitas kategori AubaikAy dengan waktu tunggu pasien berada di kategori AupuasAy yaitu 222 responden dengan presentasi 80,1% dan kategori Aukurang puasAy yaitu 55 responden dengan presentasi 19,9%. Sedangkan yang menyatakan efektifitas kategori Aukurang baikAy dengan waktu tunggu yang AupuasAy yaitu 32 responden dengan presentasi 62,7% dan kategori Aukurang puasAy yaitu sebanyak 19 responden dengan presentasi 37,3%. Hasil uji hubungan dengan menggunakan chisquare diperoleh nilai p= 0,010, karena nilai yang di peroleh = 0,010< 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan efektifitas dengan waktu tunggu pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar. Pada tabel 13 . menunjukkan bahwa dari 328 responden yang menyatakan hubungan antar manusia kategori AubaikAy dengan waktu tunggu pasien berada di kategori AupuasAy yaitu 243responden dengan presentasi 77,4% dan kategori Aukurang puasAy yaitu 71 responden dengan presentasi 21,4%. Sedangkan yang menyatakan hubungan antar manusia kategori Aukurang baikAy dengan waktu tunggu yang AupuasAy yaitu 11 responden dengan presentasi 78,6% dan kategori Aukurang puasAy yaitu sebanyak 3 responden dengan presentasi 21,4%. Hasil uji hubungan dengan menggunakan fisher di peroleh nilai p= 1,00, karena nilai yang diperoleh = 1,00 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara hubungan antar manusia dengan waktu tunggu pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar. Pada tabel 14 . menunjukkan bahwa dari 328 responden yang menyatakan efisiensi kategori AubaikAy dengan waktu tunggu pasien berada di kategori AupuasAy yaitu 224 responden dengan presentasi 80,0% dan kategori Aukurang puasAy yaitu 56 responden dengan PEMBAHASAN Dari hasil statistik dengn menggunakan uji frekuensi, maka ditemukan hasil bahwa jumlah responden wanita lebih besar di bandingkan dengan jumlah pria yaitu wanita sebanyak 192 orang dengan presentasi 58,5% sedangkan pria sebanyak 136 orang dengan presentasi 41,5%. Varibel pendidikan di ukur menggunakan kuesioner yang terdiri dari tujuh kategori yaitu tidak sekolah, tidak tamat SD. Tamat SD. SMP. SMA. Diploma dan Sarjana. Dengan jumlah responden sebanyak 328 responden, sehingga ditemukan bahwa dalam kategori pendidikan yang tertinggi yaitu SMA sebanyak 53 orang dengan presentasi 51,2% sedangkan yang terendah adalah Diploma sebanyak 4 dengan presentasi 1,2%. Hubungan Kompetensi Teknis dengan Waktu Tunggu Variabel menggunakan kuesioner yang terdiri dari beberapa pernyataan tentang kemampuan serta keterampilan yang dimiliki oleh dokter dan petugas Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makssar. Diketahui dari jawaban responden yang menjawab mengenai kategori kompetensi teknis AubaikAy sebagian besar responden AupuasAy dengan waktu tunggu pasien. Hal ini terkait dengan menurut responden dokter instalasi rawat jalan RSUD Haji Makassar memberikan penjelasan yang ringkas dan tepat hasil pemeriksaan mengenai penyakit pasien, sehingga responden merasa bahwa kompetensi teknis yang dimiliki oleh Instalasi RSUD Haji Makassar baik. Sedangkan tanggapan responden kompetensi teknis pelayanan Aukurang baikAy dan Windarti, dkk : HubunganA JPKPI Vol 03 No 02 Jul-Des 2020, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 sebagian menjawab Aukurang puasAy, hal ini di karenakan ada beberapa responden yang merasa bahwa dokter atau petugas yang di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar masih ada beberapa yang kurang ramah dalam memberikan pelayanan sehingga pasien merasa bahwa kurang puas dengan waktu tunggu yang ada di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar. Hasil uji hubungan dengan menggunakan uji fisher diperoleh nilai p=0,316 artinya p>0,05 menunjukkan bahwa kompetensi teknis tidak ada hubungan dengan waktu tunggu pasien. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi teknis yang di miliki dokter baik ataupun kurang baik tidak berhubungan dengan waktu tunggu pasien di instalasi rawat jalan RSUD Haji Makassar Diketahui dari jawaban responden yang mengenai kategori hubungan antar manusia AubaikAy sebagian besar responden AupuasAy dengan waktu tunggu pasien. Hal ini terkait dengan petugas mampu menjaga kerahasian responden serta mengohormati responden, dan petugas juga memberikan perhatian kepada responden dalam hal ini menerapkan senyum, sapa salam serta santun sehingga responden merasa baik dengan mutu pelayanan yang ada di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar dan tidak berhubungan dengan waktu tunggu pasien. Sedangkan tanggapan responden mengenai hubungan antar manusia Aukurang baikAy dan sebagian menjawab Aukurang puasAy, hal ini dikarenakan ada beberapa responden yang merasa bahwa dokter serta petugas kurang menjawab pertanyaan responden dengan baik akan tetapi hali ini tidak berhubungan dengan mutu pelayanan kesehatan dengan waktu tunggu pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makasar. Hasil uji hubungan dengan menggunakan uji fisher diperoleh nilai p=1. 00 artinya p>0,05 menunjukkan bahwa hubungan antar manusia tidak ada hubungan dengan waktu tunggu pasien. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan yang dimiliki dokter baik ataupun kurang baik dan ramah atau tidak ramah kepada pasien tidak berhubungan dengan waktu tunggu pasien di instalasi rawat jalan RSUD Haji Makassar. Hubungan Efektifitas dengan Waktu Tunggu Variabel efektifitas diukur menggunakan kuesioner yang terdiri dari beberapa pernyataan tentang pencapaian pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar yang di tetapkan oleh rumah sakit, salah satunya yaitu kualitas dan waktu di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makssar. Diketahui dari jawaban responden yang menjawab mengenai kategori efektifitas AubaikAy sebagian besar responden AupuasAy dengan waktu tunggu pasien. Hal ini terkait dengan penjelasan yang diberikan oleh petugas tidak membuat pasien bingung dan tidak berbelit-belit sehingga tidak memakan waktu yang lama. Sedangkan tanggapan responden mengenai mutu pelayanan Aukurang baikAy dan sebagian menjawab Aukurang puasAy, hal ini dikarenakan petugas kesehatan Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar dalam memberikan pelayanan kurang cepat sehingga responden merasa jenuh. Kemudian jam kerja pelayanan tidak sesuai dengan waktu yang telah di tetapkann, ada beberapa petugas tidak datang pada waktunya Sehingga efektifitas memiliki hubungan dengan waktu tunggu pasien. Maka rumah sakit perlu melakukan penegasan kepada petugas tentang jam kerja sehingga mampu meningkatkan mutu yang ada di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar sehingga pasien merasa puas dengan waktu Hasil uji hubungan dengan menggunakan chi-square dapat dilihat bahwa p=0,010 artinya 0,<0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan efektifitas dengan waktu tunggu. Hal ini menunjukkan bahwa petugas kesehatan di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar ketika berbelit-belit sehingga pelayanan kurang cepat dan menghambat waktu tunggu pasien. Hubungan Efisiensi dengan Waktu Tunggu Variabel efisiensi diukur menggunakan kuesioner yang terdiri dari beberapa pernyataan tentang pasien, yang berhubungan dengan pemberian pelayanan oleh dokter serta petugas dengan pasien yang ada di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makssar melakukan hal tersebut. Diketahui dari jawaban responden yang menjawab mengenai kategori efisiensi AubaikAy sebagian besar responden AupuasAy dengan waktu tunggu pasien. Hal ini terkait dengan ketepatan petugas serta dokter dalam melakukan tindakan baik akan tetapi hal tersebut berhubungan dengan waktu tunggu pasien. Sedangkan tanggapan responden mengenai efisiensi Aukurang baikAy dan sebagian menjawab Aukurang puasAy, hal ini dikarenakan ada beberapa responden yang merasa bahwa petugas loket pendaftaran Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar kurang cepat dalam proses pendaftran sehingga membuat responden lama dalam menunggu kemudian dokter kurang cepat berada di ruangan sehingga membuat pasien Hal ini dapat berhubungan dengan mutu pelayanan kesehatan dengan waktu tunggu Pihak rumah sakit perlu memperhatikan hal tersebut yaitu dokter yang datang lama sehingga mampu membuat pasien tidak menunggu terlalu lama, dan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang ada di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar. Hasil uji hubungan dengan menggunakan chi-square dapat di lihat bahwa p=0,014 artinya 0,<0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan efisiensi dengan waktu tunggu. Hal ini menunjukkan bahwa petugas loket yang ada di instalasi rawat Hubungan. Hubungan Antar Manusia dengan Waktu Tunggu Variabel hubungan antar manusia diukur menggunakan kuesioner yang terdiri dari beberapa pernyataan tentang interaksi antar dokter dengan pasien, serta petugas dengan pasien yang ada di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makssar melakukan hal tersebut. Windarti, dkk : HubunganA JPKPI Vol 03 No 02 Jul-Des 2020, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 Hasan. Hubungan Waiting Times/Waktu Tunggu Dengan Kepuasan Pasien Di Poliklinik Mata Pada Instalasi Rawat Jalan Di Rsud Tarakan Propinsi Kalimantan Timur Tahun 2013 Hajjul Kamil. Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan di RSUDZA Banda Aceh. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Keputusan Mentri Kesehatan RI Nomor 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Munsil. Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan Pada Poli Jantung Dengan Metode Ipa (Importance Performance Analysi. Di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2017 Murtiana. Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Bpjs Di Rsud Kota Kendari Tahun 2016 Notoatmodjo. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Cetakan Ketiga. Jakarta: Rineka Cipta. RSUD Haji Makassar. Pedoman Pelayanan Unit Kerja Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar Tahun 2018 Ulfa. Standar Pelayanan Minimal Waktu Tunggu Di Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. , pp. 57Ae61. jalan RSUD Haji Makassar dalam memberikan pelayanan kurang tepat waktu hal tersebut disebabkan karena gangguan jaringan teknis sehingga ada beberapa pasien yang merasa kurang baik dengan mutu pelayanan kesehatan yang ada di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar. Hubungan Kelangsungan Pelayanan dengan Waktu Tunggu Variabel kelangsungan pelayanan diukur menggunakan kuesioner yang terdiri dari beberapa pernyataan tentang pasien, yang berhubungan dengan pemberian pelayanan hingga klien menerima pelayanan oleh dokter serta petugas dengan pasien yang ada di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makssar melakukan hal tersebut. Diketahui dari jawaban responden yang menjawab mengenai kategori kelangsungan pelayanan AubaikAy sebagian besar responden AupuasAy dengan waktu tunggu pasien. Hal ini terkait dengan pelayanan yang di dapatkan oleh pasien selama melakukan pemeriksaan di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar baik, sehingga tidak berhubungan dengan waktu tunggu pasien. Sedangkan tanggapan responden mengenai kelangsungan pelayanan Aukurang baikAy dan sebagian menjawab Aukurang puasAy, hal ini di karenakan ada beberapa responden yang merasa bahwa ada beberapa petugas pada saat memberikan pelayanan kepada pasien, petugas juga mengerjakan hal lain seperti menerima telpon sehingga membuat responden menunggu, akan tetapi hal tersebut tidak berhubungan dengan mutu pelayanan dengan waktu tunggu pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Haji Makassar. Hasil uji hubungan dengan menggunakan uji fisher di peroleh nilai p=0,07 artinya p>0,05 menunjukkan bahwa kelangsungan pelayanan tidak ada hubungan dengan waktu tunggu pasien. Hal ini menunjukkan bahwa dokter memberikan senyum berhubungan dengan waktu tunggu pasien di instalasi rawat jalan RSUD Haji Makassar. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan antara variabel efektifitas dan efisiensi terhadap waktu tunggu pasien. Sedangkan variabel kompetensi teknis, hubungan antar manusia, dan kelangsungan pelayanan tidak terdapat hubungan dengan waktu tunggu pasien. Disarankan kepada pihak rumah sakit agar dapat mempertahankan kompetensi teknis petugas serta dokter maupun hubungan antar manusia lebih ditingkatkan lagi di instalasi rawat jalan RSUD Haji Makassar. DAFTAR PUSTAKA