JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Pemberdayaan UMKM Desa Meranjat 2 melalui Pelatihan Keuangan dan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal Lisa Mandasari. Dian Anggraini. Riza Adelia Suryani. Yunita. Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sriwijaya . Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Jl. Palembang Ae Prabumulih KM. 32 Indralaya Kabupaten Ogan Ilir. Kode Pos 30662 *Email Penulis Koresponden: lisamandasari@unsri. Received: 02/12/25. Revised: 19/02/26. Accepted: 05/04/26 Abstrak Pengabdian berbasis masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kerupuk Kemplang Desa Meranjat 2 yang memiliki potensi besar dalam peningkatan perekonomian masyarakat desa. Berdasarkan analisis, permasalahan utama UMKM Kerupuk Kemplang adalah kurangnya pemahaman manajemen keuangan dan pemanfaatan pemasaran digital. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pelaku UMKM tentang administrasi keuangan sederhana dan pemasaran Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan dan pendampingan intensif keuangan dan pemasaran digital terhadap 25 orang pelaku UMKM. Sosialisasi dilaksanakan dengan melibatkan lembaga desa. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan Buku Pelatihan Keuangan dan Pemasaran Digital Praktis yang membahas Fondasi Keuangan Bisnis . rus kas. HPP, pencatata. Pemasaran Digital untuk Pemula . trategi konten, platform, optimasi media sosial, iklan berbaya. , serta Integrasi Keuangan dan Pemasaran. Pendampingan dilakukan bersama-sama untuk mencermati persoalan yang dihadapi dan bersama untuk mencari alternatif penyelesaian masalah. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 80% pemahaman tentang pengadministrasian keuangan seperti pencatatan transaksi, pengelolaan arus kas, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta penyusunan anggaran yang lebih terarah. Selain itu, pengabdian ini juga membawa dampak positif dalam strategi pemasaran digital yang ditandai dengan meningkatkanya kemampuan untuk memanfaatkan media sosial, membuat konten promosi yang menarik, membangun branding, dan memperluas jangkauan pasar. Integrasi kedua aspek ini menjadi penting untuk peningkatan daya saing produk lokal yang lebih kuat dan Kata kunci: Digital. Keuangan. Pemasaran. Pemberdayaan. UMKM Abstract The community service program focused on empowering Kemplang Crackers Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. in Desa Meranjat 2, which have significant potential in improving the village economy. Based on the analysis, the main problem of Kemplang Crackers MSMEs was a lack of understanding of financial management and the use of digital marketing. The purpose of this service was to provide knowledge and understanding to MSMEs about simple financial administration and digital marketing. The methods used were socialization, training, and intensive financial and digital marketing mentoring for 25 MSMEs. The socialization was carried out with the involvement of village institutions. The training was conducted using the Practical Digital Marketing and Finance Training Book which discusses the Foundations of Business Finance . ash flow. COGS, recordin. Digital Marketing for Beginners . ontent strategy, platforms, social media JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X optimization, paid advertisin. , and Financial and Marketing Integration. Mentoring was carried out together to examine the problems faced and together to find alternative solutions to problems. The results of this service show an increase in understanding of financial administration such as recording transactions, managing cash flow, separating personal and business finances, and preparing a more targeted budget. Furthermore, this dedication has had a positive impact on digital marketing strategies, marked by improved skills in utilizing social media, creating engaging promotional content, building branding, and expanding market reach. Integrating these two aspects is crucial for enhancing the competitiveness of local products, making them stronger and more professional. Keywords: Digital. Empowerment. Finance. Marketing. MSMEs PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Haryo Limanseto dan Kadin menyatakan UMKM berhasil memberikan sumbangsih lebih kurang 61% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang setara dengan 9. triliun rupiah dari total 66 juta unit usaha (Aprilia et al. , 2. Sektor ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan mendorong tumbuhnya kreativitas dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan pasar yang dinamis (Shohibboniawan Wahyudi et al. , 2. Dalam perkembangannya. UMKM telah menjadi penyokong perekonomian masyarakat Indonesia dengan meminimalisasi kesenjangan kelompok dan pelaku bisnis. Terdapat beberapa sektor dalam bisnis UMKM menurut Kementerian Koperasi dan UMKM yaitu pertanian, kehutanan, perikanan, peternakan, air bersih, gas, hotel, listrik, restoran, perdagangan, jasa swasta, serta industri pengolahan termasuk industri kreatif (Jefri & Ibrohim. Sektor-sektor UMKM ini tersebar luas di berbagai wilayah di Indonesia sehingga berkontribusi dalam penyerapan banyak tenaga kerja, peningkatan pendapatan, penciptaan peluang usaha-usaha baru, peningkatan kemerataan ekonomi, serta pelestarian budaya dan kearifan lokal (Sirait et al. , 2. UMKM setidaknya memiliki 3 peran penting dalam kehidupan, yakni sebagai sarana penyelamatan dari jurang kemiskinan, peningkatan ekonomi masyarakat kecil, dan penyumbang devisa bagi negara (Awaludin et al. , 2. Dengan masifnya dominasi UMKM. Indonesia perlu memberikan perhatian secara khusus atas sektor UMKM ini karena peran besarnya terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2005. Ogan Ilir merupakan kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Ogan Komering Ilir. Mulanya Kabupaten Ogan Ilir memiliki 6 Namun, dalam perkembangannya kecamatan ini mendapat pemekaran menjadi 16 kecamatan, yang salah satunya adalah Kecamatan Indralaya Selatan. Kecamatan Indralaya Selatan tersusun atas 14 desa, yang 1 diantaranya adalah Desa Meranjat 2. Desa Meranjat 2 memiliki potensi dalam bidang ekonomi dimana selain sektor pertanian, mata pencaharian sebagian besar masyarakatnya adalah pedagang. Usaha sebagian besar masyarakat di Desa Meranjat 2 yaitu pedagang kerupuk/kemplang, selain itu ada juga usaha konveksi, warung manisan, dan usaha olahan pangan berupa roti, kue, dan lain sebagainya. Menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, usaha mikro merupakan usaha yang dimiliki oleh orang pribadi atau badan usaha yang memenuhi syaratsyarat tertentu untuk dimasukkan sebagai usaha mikro. Kelompok usaha mikro memiliki potensi besar untuk terus eksis di saat terjadi gejolak ekonomi, akan tetapi sulit berkembang apabila dihadapkan pada situasi ekonomi yang kondusif dan stabil (Mandasari et al. , 2. Kondisi ini disebabkan oleh kendala-kendala yang dihadapi oleh masyarakat seperti manajemen keuangan sederhana dan pemasaran digital. Manajemen keuangan sederhana belum dilaksanakan dengan baik karena kurangnya pemahaman dan belum dilaksanakan nya pemasaran secara digital termasuk juga di Desa Meranjat 2 yang terletak di Kecamatan JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Indralaya Selatan. Kabupaten Ogan Ilir. Provinsi Sumatera Selatan (Data Observasi Lapangan dan Wawancara UMKM, 2. Desa ini memiliki kekayaan sumber daya lokal dan budaya yang mendukung beragam kegiatan UMKM. Sejak periode 2018 hingga 2023. UMKM di Desa Meranjat menghadapi berbagai tantangan besar yang memperlambat pertumbuhan dan daya saing Masalah krusial meliputi keterbatasan modal, akses pasar yang terbatas, kurangnya inovasi produk, serta minimnya pemahaman dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran digital (Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ogan Ilir, 2. Data menunjukkan sebagian UMKM yang ada di Desa Meranjat 2, mayoritas UMKM yang digeluti masyarakat adalah produsen kerupuk kemplang, menghasilkan produk olahan ikan khas daerah yang memiliki potensi pasar yang luas (Maleha & Nopriansyah, 2. Selain kerupuk kemplang, terdapat juga UMKM makanan olahan lain seperti pempek, serta kerajinan Sayangnya, data sejak tahun 2018 menunjukkan bahwa 60% dari UMKM ini . ermasuk produsen kerupuk kemplan. masih mengandalkan pencatatan keuangan secara manual. Kondisi ini tidak hanya mempersulit pelacakan profit, tetapi juga menjadi kendala besar dalam pengajuan pinjaman atau akses pembiayaan yang lebih besar (Survei Internal Tim Pengabdian Masyarakat, 2. Lebih lanjut, hingga tahun 2025, 85% UMKM di Desa Meranjat masih sangat bergantung pada pemasaran mulut ke mulut atau penjualan secara langsung di pasar lokal (Data Observasi Lapangan dan Wawancara UMKM, 2. Ketergantungan pada metode tradisional ini sangat membatasi cakupan pasar produk lokal. Akibatnya, potensi produk lokal yang unggul, seperti kerupuk kemplang, olahan ikan lainnya, maupun kerajinan purun, belum tergarap secara maksimal untuk menembus pasar yang lebih luas dan modern. Mayoritas UMKM di desa ini beroperasi dalam skala kecil dengan omzet bulanan masih di bawah Rp5 juta, mengindikasikan keterbatasan baik dalam produksi maupun jangkauan pasar. Proses produksi masih cenderung manual dan belum terstandardisasi, meskipun kualitas produknya baik. Namun, ketiadaan perizinan atau standar kualitas resmi menghambat akses mereka ke pasar yang lebih besar. Distribusi produk masih terbatas di sekitar desa dan kota Meskipun akses jalan menuju kota cukup memadai, konektivitas internet yang belum merata dan stabil di Desa Meranjat menjadi kendala signifikan dalam upaya pemasaran digital (Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Ilir, 2. Selain itu, pemahaman akan manajemen bisnis modern, termasuk penetapan harga yang strategis dan pengembangan produk inovatif, masih perlu ditingkatkan. Keterbatasan sarana dan prasarana UMKM, seperti peralatan yang beberapa belum memadai dan media promosi yang belum efektif juga menjadi faktor penghambat. Hanya sekitar 15% UMKM yang memiliki akun media sosial aktif, dan itupun pemanfaatannya masih jauh dari optimal (Data Observasi Lapangan dan Wawancara UMKM. METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Metode Pelaksanaan Pengabdian dilakukan selama 3 bulan yang dimulai sejak Oktober hingga Desember 2025 yang ditujukan untuk mengatasi permasalahan melalui partisipasi aktif yang keberlanjutan kepada mitra yakni pelaku UMKM melalui pendampingan secara berkala terhadap 3 kegiatan berikut: Sosialisasi Sebagai sebuah proses pembelajaran, sosialisasi dilakukan untuk mendapatkan pemahaman, keterampilan, penanaman nilai dan norma yang diperlukan agar mampu berkontribusi di dalam masyarakat (Mandasari et al. , 2. Sosialisasi administrasi keuangan dan pemasaran digital dalam pengabdian ini dilakukan kepada mitra yakni ibu kepala desa dan pelaku UMKM. Melalui pelaksanaan sosialisasi pelaku UMKM memahami pentingnya administrasi keuangan sederhana dan pemasaran digital dalam pengembangan usahanya. Kegiatan sosialisasi ini melibatkan partisipasi lembaga desa dalam penyuksesan program ini. JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Pelatihan Pelatihan digunakan sebagai sarana untuk peningkatan keterampilan dalam melaksanakan pekerjaan (Panggabean, 2. Metode yang dirancang pada pengabdian ini adalah pelatihan non-teknis yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Orientasi pelatihan ini terletak pada administrasi keuangan yang bersifat sederhana dan pemasaran digital untuk pelaku UMKM di desa Meranjat 2 sebanyak 25 orang. Pendampingan Pendampingan adalah suatu strategi atau mekanisme yang digunakan untuk menilai keberhasilan program yang dilakukan melalui pemberian dukungan dan bantuan nyata terhadap individu atau kelompok agar terjadi peningkatan kapasitas dan kemandirian (Sutarto & Prabowo, 2. Pendampingan adalah kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan untuk mencermati persoalan yang dihadapi dalam rangka mencari solusi atas masalah yang dihadapi agar produktivitas dan keterampilan mitra pelaku UMKM dapat meningkat. Pendampingan juga dilakukan sebagai wujud pembinaan, pengajaran, serta pengarahan kepada kelompok mitra supaya mampu melakukan administrasi usaha sekaligus legalitas usaha. Pendampingan pada dasarnya berperan sebagai (Rahmawati & Kisworo, 2. Fasilitator yang berperan sebagai pemberian motivasi serta dukungan terhadap Pendidik yang menjalankan peran sebagai agen aktif yang memberikan masukan sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman melalui pertukaran ide dengan masyarakat yang didampinginya. Evaluasi Evaluasi dilakukan untuk mengetahui persentase keberhasilan program terhadap Adanya pre test dan post test serta pencatatan terhadap hambatan yang dihadapi oleh pelaku UMKM selama pelaksanaan adalah untuk mengamati dan mengidentifikasi kendala serta memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut. Indikator keberhasilan program ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan pelaku UMKM terhadap manajemen administrasi keuangan sederhana dan pemasaran digital. Selain itu, kegiatan ini juga untuk menilai kemandirian pelaku UMKM dalam mengelola dan menyusun administrasi keuangan sederhana serta membuat akun dan mengunggah produk di media daring atau market place secara mandiri. HASIL DAN PEMBAHASAN Permasalahan yang menjadi prioritas bagi mitra UMKM kuliner kerupuk kemplang adalah belum optimalnya pemahaman pelaku UMKM terhadap manajemen keuangan dan pemanfaatan pemasaran digital. Permasalahan ini secara signifikan menghambat peningkatan omzet, perluasan jangkauan pasar produk kerupuk kemplang, dan keberlanjutan usaha mereka. Prioritas permasalahan ini ditetapkan berdasarkan tingkat urgensi, dampak negatif yang ditimbulkan, dan kesiapan mitra untuk menerima intervensi. Pengabdian di Desa Meranjat 2 ini berjudul AuPemberdayaan UMKM melalui Pelatihan Keuangan dan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Daya Saing Produk LokalAy. Pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan manajerial, pengelolaan keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital guna memperluas jangkauan pemasaran produk lokal yang dilakukan dalam 3 tahapan, yakni: JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Sosialisasi yang dilakukan melalui pertemuan tim pengabdian dengan Ibu Kepala Desa Meranjat 2 pada pertengahan Juli 2025. Gambar 1. Diskusi dengan Ibu Kepala Desa Meranjat 2 Gambar 1 menunjukkan tim pengabdian sedang komunikasi dengan ibu kepala desa berkaitan dengan potensi dan kendala yang dialami oleh UMKM di desa Meranjat 2, termasuk kendala dalam hal membuat administrasi keuangan sederhana dan pemasaran digital. Pelatihan dan Pendampingan yang dilaksanakan pada 6 November 2025 melalui pemberian informasi dan pemahaman terkait manajemen keuangan secara sederhana dan pemasaran digital Pelatihan dilakukan dengan menggunakan media buku pelatihan keuangan dan pemasaran digital praktis yang membahas fondasi keuangan bisnis . rus kas. HPP, pencatata. , pemasaran digital untuk pemula . trategi konten, platform, optimasi media sosial, iklan berbaya. , serta integrasi keuangan dan pemasaran. Tim pengabdian melaksanakan pendampingan lanjutan . kepada UMKM peserta selama kurun waktu tertentu. Pendampingan ini meliputi evaluasi penerapan pencatatan keuangan sederhana, pemahaman alur keuangan usaha, kemampuan menentukan harga pokok produksi, serta pemantauan strategi pemasaran digital yang telah mereka terapkan. Pendampingan dilakukan secara berkala melalui kunjungan lapangan maupun pertemuan daring untuk memastikan setiap UMKM mendapatkan bimbingan sesuai kebutuhan masing-masing. JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Gambar 2. Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Gambar 2 menunjukkan pelaksanaan kegiatan pengabdian berupa penjelasan materi berakaitan dengan administrasi keuangan dan pemasaran digital dari narasumber serta sesi tanya jawab kepada peserta pelatihan. Monitoring dan Evaluasi Tim pengabdian juga melaksanakan monitoring perkembangan UMKM setelah pelatihan. Monitoring mencakup pengukuran perkembangan usaha seperti peningkatan penjualan, kualitas pencatatan keuangan, konsistensi penggunaan platform digital, dan perkembangan interaksi pelanggan. Hasil monitoring ini menjadi dasar evaluasi keberhasilan program serta rekomendasi untuk kegiatan berikutnya. Gambar 3. Monitoring dan Evaluasi kepada Mitra Gambar 3 menunjukkan antusias peserta pelatihan dengan bertanya kepada narasumber terkait beberapa hal yang belum mereka pahami. Berdasarkan analisis atas pelatihan dan pendampingan, pelaksanaan pengabdian Tim Universitas Sriwijaya menunjukkan pengaruh positif bagi pelaku UMKM kerupuk kemplang. Hal ini ditandai dengan: Relevansi Pelatihan dengan Kebutuhan UMKM Permasalahan utama UMKM kerupuk kemplang di Desa Meranjat 2 adalah lemahnya pencatatan keuangan, kurangnya pemahaman dalam pengelolaan modal, rendahnya literasi digital, serta ketidaksiapan UMKM memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran. Namun setelah pengabdian dilaksanakan, hasilnya menunjukkan bahwa materi pelatihan sangat sesuai dengan kebutuhan peserta. Sebagian besar UMKM sebelumnya masih menggunakan pencatatan manual tanpa format yang jelas dan hanya mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut. JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Dengan demikian, pelatihan ini menjawab kesenjangan kompetensi yang selama ini menghambat perkembangan usaha mereka. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat kepada UMKM kerupuk kemplang di Desa Meranjat II, ditemukan beberapa permasalahan utama yang selama ini menghambat perkembangan usaha, yaitu: Lemahnya pencatatan keuangan Ae sebagian besar UMKM . %) masih menggunakan pencatatan manual tanpa format baku, dan 70% bahkan tidak melakukan pencatatan sama sekali. Kurangnya pemahaman dalam pengelolaan modal Ae 75% UMKM mencampurkan keuangan pribadi dan usaha, sehingga kesulitan dalam mengetahui laba bersih dan kebutuhan modal usaha. Rendahnya literasi digital Ae 80% UMKM belum memahami dasar pemasaran digital dan 20% lainnya memiliki pemahaman yang rendah. Ketidaksiapan memanfaatkan media sosial Ae 85% UMKM hanya mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut, sementara sebagian kecil . %) memiliki akun media sosial tetapi tidak aktif. Setelah pelatihan dilaksanakan, terjadi perubahan signifikan pada beberapa aspek, sebagai berikut: Pencatatan keuangan: 60% UMKM mulai menggunakan format sederhana seperti buku kas harian, dan 40% berhasil memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Pengelolaan modal: 80% UMKM menunjukkan peningkatan pemahaman terkait perputaran modal, perhitungan laba, dan strategi reinvestasi usaha. Literasi digital: 85% UMKM memahami dasar pemasaran digital, termasuk cara mempromosikan produk melalui media sosial. Pemanfaatan media sosial: 75% UMKM aktif menggunakan WhatsApp Business, dan 60% mulai aktif di Instagram atau Facebook untuk memasarkan produk. Integrasi Keuangan dan Pemasaran dalam Pengembangan Usaha Kedua aspek pelatihan saling melengkapi. Pelaku UMKM yang semakin memahami kondisi keuangan usahanya dapat menentukan strategi pemasaran yang lebih realistis. Misalnya, pelaku usaha dapat mengalokasikan anggaran promosi secara tepat, memilih platform pemasaran yang sesuai, serta mengukur efektivitas strategi yang digunakan. Integrasi ini menciptakan pola pengembangan usaha yang lebih terarah, berkelanjutan, dan profesional. Pelatihan keuangan dan pemasaran digital ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Program ini tidak hanya akan membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk mentalitas kewirausahaan yang adaptif terutama dalam hal literasi keuangan, keterampilan pemasaran digital, peningkatan kualitas promosi produk lokal, perluasan jangkauan pasar. Meskipun terdapat beberapa hambatan, hasil keseluruhan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi yang nyata terhadap penguatan UMKM dan peningkatan daya saing produk lokal. KESIMPULAN Program pengabdian ini telah berhasil memberikan dampak yang positif bagi para pelaku UMKM melalui peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan dan pemahaman strategi pemasaran digital. Pelatihan keuangan membantu peserta memahami fungsi pencatatan transaksi, pengelolaan atas arus kas, pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha, serta penyusunan anggaran yang lebih terarah. Sementara itu, pelatihan pemasaran digital mendorong peserta untuk mampu memanfaatkan media sosial, membuat konten promosi yang JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X menarik, membangun branding, dan memperluas jangkauan pasar. Integrasi kedua aspek ini menghasilkan peningkatan daya saing produk lokal yang lebih kuat dan profesional. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta semangat inovasi dalam diri pelaku UMKM. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan literasi digital dan akses internet, secara keseluruhan program ini berjalan efektif dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan usaha peserta. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih disampaikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya atas bantuan pembiayaan pengabdian ini sebagaimana Surat Keputusan Rektor Universitas Sriwijaya Nomor 0014/UN9/SK/LPPM/PM/2025 Tanggal 17 September 2025 yang merupakan Pengabdian dengan skema Pengabdian Berbasis Masyarakat. DAFTAR PUSTAKA