TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Lansia Penderita Hipertensi di Desa Pokak Annisa Cahya Rahmawati1*. Daryani2 1,2S1 Ilmu Keperawatan. Fakultas Kesehatan dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah Klaten Email: acr75682@gmail. com1*, yanifikui@yahoo. Abstract Increasing age will result in changes in the structure and function of cells, tissues, and organ systems. One of the changes in the organ system, namely the cardiovascular system, also undergoes changes such as thickening of the heart valves, decreased ability to pump blood, increased resistance of peripheral blood vessels and This causes blood pressure in the blood vessels, so the condition is called hypertension. The purpose of this study is to determine the relationship between family support and medication adherence in elderly people with hypertension in Pokak Village. Ceper District. Klaten Regency. The type of research used quantitative correlation with cross sectional. The population of this study was the elderly with hypertension patients in the elderly posyandu of Pokak Village with a total of 110 elderly people. The results of respondent characteristics in this study, the average age of respondents 68 years. Most respondents consisted of women as many as 58 people . 7%). Most respondents are married with 62 respondents . 3%). A total of 47 respondents . 0%) were not working, the education level of respondents was mostly high school / vocational school as many as 30 people . 5%). The average blood pressure of respondents was 164/97 mmHg A 14,540. Family support of respondents was mostly good with 53 people . 9%). Respondents' compliance in taking medication was mostly low with 36 respondents . 4%). The results of statistical tests using Spearmen Rho obtained a significance value . value of 0. 000 (=0. , with a coefficient value . 674 which means that there is a strong relationship between family support and adherence to taking medication in elderly people with hypertension in Pokak Village. Ceper District. Klaten Regency. Keyword: Elderly. Family Support. Medication Adherence. Hypertension Abstrak Peningkatan usia akan mengakibatkan perubahan pada struktur dan fungsi sel, jaringan, dan sistem organ. Salah satu perubahan pada sistem organ yaitu pada sistem kardiovaskuler juga mengalami perubahan seperti menebalnya katub jantung, menurunnya kemampuan memompa darah, meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer dan aterosklerosis. Hal tersebut menyebabkan tekanan darah pada pembuluh darah, sehingga kondisi tersebut disebut dengan hipertensi. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di Desa Pokak Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif korelasi dengan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah lansia dengan penderita hipertensi di posyandu lansia Desa Pokak dengan jumlah 110 Hasil karakteristik responden pada penelitian ini, rerata usia responden 68 tahun. Sebagian besar responden terdiri dari perempuan sebanyak 58 orang . ,7%). Sebagian besar responden telah menikah dengan jumlah 62 responden . ,3%). Sebanyak 47 responden . ,0%) tidak bekerja, tingkat pendidikan responden sebagian besar SMA/SMK sebanyak 30 orang . ,5%). Rerata tekanan darah responden yaitu 164/97 mmHg A 14,540. Dukungan keluarga responden sebagian besar baik dengan jumlah 53 orang . ,9%). Kepatuhan responden dalam minum obat sebagian besar rendah dengan jumlah responden 36 orang . ,4%). Hasil uji statistic dengan menggunakan Spearmen Rho diperoleh nilai signifikansi . value 0,000 (=0,. , dengan nilai koefisien . 0,674 yang artinya terdapat hubungan yang kuat antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di Desa Pokak Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten. Kata Kunci: Lansia. Dukungan Keluarga. Kepatuhan Minum Obat. Hipertensi Pendahuluan Proses akhir dari perkembangan manusia adalah lansia atau lanjut usia . Menurut Kemenkes RI, 2023, lansia adalah seorang laki-laki atau perempuan yang usianya lebih dari 60 Dengan bertambahnya usia pada seseorang, maka akan terjadi perubahan dalam struktur dan fungsi pada sel, jaringan dan sistem tubuh . Salah satu perubahan pada sistem tubuh yaitu pada sistem kardiovaskuler yang mengalami perubahan seperti menebalnya katub jantung, menurunnya kemampuan memompa darah, meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer dan aterosklerosis. Hal tersebut menyebabkan tekanan darah pada pembuluh darah, sehingga TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 kondisi tersebut disebut dengan hipertensi. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah lebih dari batas normal yaitu Ou140/90 mmHg . Prevalensi hipertensi di Asia Tenggara berada diposisi ke-3 dengan prevalensi sebesar 25% . Menurut (Kemenkes. RI, 2. menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7%. Secara nasional, prevalensi hipertensi di Jawa Tengah sebanyak 34,1% (Dinkes Provinsi Jawa Tengah, 2. Data dari Profil Kesehatan Klaten, 2019 didapatkan data penderita hipertensi laki-laki sebanyak 446. 195, sedangkan penderita hipertensi perempuan sebanyak Penatalaksanaan pada hipertensi terdiri dari dua penatalaksanaan yaitu non farmakologis dan farmakologis. Penatalaksanaan non farmakologis seperti menurunkan berat badan, olahraga, mengurangi asupan natrium, dan mengurangi konsumsi kafein dan alkohol. Sedangkan, penatalaksanaan hipertensi farmakologis seperti mengonsumsi obat anti hipertensi . Ketaatan pasien dalam pengobatan hipertensi menjadi faktor penentu dalam mengendalikan tekanan Kepatuhan dalam minum obat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengetahuan, motivasi, dan dukungan keluarga . Dukungan keluarga merupakan sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap anggota Anggota keluarga yang mendukung yaitu anggota keluarga yang memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan . Dukungan keluarga tersebut berupa pemberian motivasi, dukungan ekonomi, mengingatkan dan menyiapkan obat yang akan diminum oleh lansia penderita hipertensi . Kepatuhan dalam minum obat dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan pasien hipertensi. Tujuan kepatuhan minum obat antihipertensi yaitu untuk mengendalikan dan mengontrol tekanan darah menjadi normal sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi. Dengan pencegahan komplikasi tersebut, maka kualitas hidup akan meningkat dan usia harapan hidup lansia meningkat . Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Desa Pokak Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten, didapatkan hasil dari bidan desa didapatkan penderita hipertensi sebanyak 110 orang. Dalam posyandu lansia ditemukan masalah bahwa penderita hipertensi di desa tersebut jarang minum obat antihipertensi dengan rutin. Alasan penderita hipertensi tidak rutin minum obat yaitu 3 orang mengatakan tidak ada gejala pusing dan sudah sembuh, 1 orang mengatakan tidak setiap hari memiliki obat, dan 3 orang lainnya mengatakan malas minum obat. Wawancara terkait dukungan keluarga didapatkan hasil, 4 orang mengatakan sudah diingatkan dan dibelikan obat keluarganya tetapi tetap tidak minum obat, 1 orang mengatakan tidak ada yang mengantarkan kontrol karena keluarganya sibuk kerja, 2 orang mengatakan tidak punya uang untuk membeli obat, dan 3 orang lainnya mengatakan sadar untuk kontrol tekanan darah di bidan desa. Dari uraian latar belakang diatas, karena peran keluarga itu penting maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul Au Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Desa Pokak Kecamatan Ceper Kabupaten KlatenAu. Metode Penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia dengan penderita hipertensi di posyandu lansia Desa Pokak dengan jumlah sebanyak 110 lansia. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Peneliti menetapkan kriteria sampel dengan kriteria inklusi yaitu lansia yang tinggal bersama keluarga dengan batasan usia 60-90 tahun, mengikuti posyandu, berkomunikasi baik dan kriteria eksklusi lansia yang sedang sakit dan demensia. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 87 lansia. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner diantaranya kuesioner data demografi, kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan minum obat. Kuesioner dukungan keluarga berisi tentang dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan informatif. Kuesioner dukungan keluarga modifikasi dari dari penelitian . dengan judul Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pelaksanaan Lima Pilar Diabetes Melitus Di Desa Ngemplak. Kuesioner dukungan keluarga berisi 30 item pertanyaan yang terdiri dari 25 favourable dan 5 unfavourable. TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Kuesioner Morisky Medication Adherence Scales ( MMAS-8 ) adalah kuesioner kepatuhan yang sudah baku, yang dirilis oleh Dr. Morisky pada tahun 1986. Kuesioner MMAS-8 adalah pengukuran kepatuhan mengonsumsi obat dengan 8 skala yang berguna untuk mengukur kepatuhan dalam penggunaan obat dengan rentang nilai 0 hingga 8. Uji validitas kuesioner dukungan yaitu 0,470 Ae 0,943. Kuesioner tersebut dinyatakan valid karena hasil uji validitas didapatkan r hitung > r tabel . Uji reliabilitas kuesioner dukungan keluarga yaitu 0,760. Kuesioner tersebut dinyatakan reliable karena cronbah alpha >0,60. Hasil dan Pembahasan Hasil Tabel 1 dibawah ini, diketahui bahwa hasil usia rerata responden yaitu 68 tahun. Sedangkan hasil rerata tekanan darah responden yaitu 164/97 mmHg. Tabel 1. Rerata usia dan tekanan darah lansia penderita hipertensi di Desa Pokak. Kecamatan Ceper. Kabupaten Klaten Tahun 2024 Variabel Usia Tekanan Darah Min 143/89 Max 210/106 Mean 68,31 164/97 Std 7,692 14,540 Berdasarkan tabel 2 bawah menunjukkan bahwa responden sebagian besar terdiri dari perempuan sebanyak 58 orang . ,7%), status pernikahan telah menikah dengan jumlah 62 orang . ,3%), responden tidak bekerja 47 orang . ,0%), dan tingkat pendidikan SMA/SMK 30 orang . ,5%). Berdasarkan tabel dapat diuraikan bahwa dukungan keluarga responden sebagian besar baik sebanyak 53 orang . ,9%), dukungan keluarga cukup sebanyak 23 orang . ,4%), dan dukungan keluarga yang kurang terjadi pada 11 orang . ,6%). Hasil kepatuhan responden dalam minum obat tinggi sebanyak 18 orang . ,7%), dengan kepatuhan sedang 33 orang . ,9%), dan dengan kepatuhan rendah dengan jumlah 36 orang . ,4%). Cara pengukuran dukungan keluarga yaitu dengan cara menjumlahkan jawaban yang sudah dijawab oleh responden, kemudian dikelompokkan sesuai total jawaban yang dipilih, antara lain dukungan keluarga baik ( skor 64%-100% ), dukungan keluarga cukup ( skor 38%-63% ), dukungan keluarga kurang ( skor <37% ). Tabel 2. Distribusi frekuensi jenis kelamin, status pernikahan, pekerjaan, dan pendidikan lansia penderita hipertensi di Desa Pokak. Kecamatan Ceper. Kabupaten Klaten Tahun 2024 . Variabel Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Total Status pernikahan Kawin Tidak kawin Cerai mati Cerai hidup Total Pekerjaan Bekerja Tidak bekerja Total Pendidikan SMP SMA/SMK Total TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Tabel 2. Lanjutan Dukungan keluarga Dukungan keluarga baik Dukungan keluarga cukup Dukungan keluarga kurang Total Kepatuhan minum obat Kepatuhan tinggi Kepatuhan sedang Kepatuhan rendah Total Tabel 3 merupakan hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat dari 87 responden diperoleh hasil 53 orang dengan dukungan keluarga baik, diantaranya 18 orang memiliki kepatuhan minum obat yang tinggi, 27 orang memiliki kepatuhan minum obat yang sedang, dan 8 orang memiliki kepatuhan minum obat yang rendah. Dukungan keluarga cukup sebanyak 23 orang, diantaranya 6 orang memiliki kepatuhan minum obat yang sedang dan 17 orang memiliki kepatuhan minum obat yang rendah. Dukungan keluarga kurang diperoleh hasil 11 orang dengan kepatuhan minum obat yang rendah. Tabel 3. Analisa bivariat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di Desa Pokak. Kecamatan Ceper. Kabupaten Klaten Tahun 2024 Kepatuhan Minum Obat Total KMO Tinggi KMO Sedang KMO Rendah Baik 0,674 0,000 Cukup 0 Kurang 0 Total Pembahasan Lanjut usia merupakan fase dimana seseorang mengalami pertambahan umur disertai dengan menurunnya fungsi fisik . Dengan bertambahnya usia pada seseorang, maka akan terjadi perubahan dalam struktur dan fungsi pada sel, jaringan dan sistem organ . Salah satu perubahan pada sistem organ yaitu pada sistem kardiovaskuler juga mengalami perubahan seperti menebalnya katub jantung, menurunnya kemampuan memompa darah, menurunnya elastis pembuluh darah dan meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer. Hal tersebut menyebabkan aterosklerosis, sehingga dapat menyebabkan tekanan darah pada pembuluh darah atau hipertensi . Pasien hipertensi harus minum obat setiap hari, hal ini dapat mengakibatkan lansia bosan, sehingga menyebabkan tidak patuh dan meningkatkan tekanan darah . Lansia perlu dukungan untuk tetap patuh minum obat. Dukungan keluarga adalah sikap, tindakan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarga yang sakit. Dukungan keluarga tersebut berupa pemberian motivasi, dukungan ekonomi, mengingatkan dan menyiapkan obat . Dukungan keluarga yang diberikan dapat berupa dukungan emosional, dukungan informasional, dukungan penghargaan dan dukungan instrumental. Dukungan keluarga yang baik dapat mengurangi beban hidup yang dialami oleh pasien. Selain itu, dukungan keluarga yang baik dapat meningkatkan semangat dan mengurangi tekanan pasien. Sedangkan dukungan keluarga yang rendah dapat memperlambat pengobatan pasien karena kurangnya perhatian dan dukungan, sehingga pasien bosan dan tidak patuh minum obat . Dukungan keluarga yang diberikan dapat berupa dukungan emosional, dukungan informasional, dukungan penghargaan dan dukungan instrumental. Dukungan emosional seperti mengingatkan untuk minum obat, memahami perasaan dan kondisi pasien karena harus minum obat rutin, dan memperhatikan pasien untuk minum obat rutin. Dukungan informasional diantaranya memberi saran untuk kontrol ke dokter dan memudahkan akses informasi tentang TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Dukungan penghargaan dapat berupa menghargai pasien saat minum obat dan mendorong pasien untuk minum obat rutin. Dukungan instrumental yaitu membantu pasien dalam penyediaan obat. Dalam penelitian ini terdapat beberapa lansia yang tinggal berbeda rumah dengan Lansia yang tinggal serumah dengan anggota keluarganya, mereka mendapatkan 4 dukungan penuh seperti dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan informasi, dan dukungan instrumental. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kemampuan lansia untuk taat minum obat. Dukungan yang baik membuat lansia merasa berharga sehingga lansia mampu mempertahankan gaya hidup yang sehat, dan ketaatan minum obat baik. Hal tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup lansia dan usia harapan hidup meningkat. Lansia yang tidak tinggal serumah dengan anggota keluarganya, mereka tidak sepenuhnya mendapatkan dukungan dari keluarganya. Hal tersebut dapat mengakibatkan ketaatan minum obat menurun sehingga penatalaksanaan hipertensi tidak baik dan tekanan darah tidak Apabila tekanan darah tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi sehingga kualitas hidup lansia menurun dan usia harapan hidup menurun. Penelitian ini sejalan dengan penelitian . Kepatuhan dalam minum obat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pengetahuan, motivasi, dan dukungan keluarga . Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan tekanan darah dengan sistolik Ou 150 mmHg Ae 180 mmHg disertai peningkatan tekanan diastolik Ou90mmHgAe120mmHg. Penatalaksanaan pada hipertensi terdapat penatalaksanaan non farmakologis dan farmakologis. Terapi non farmakologis seperti menurunkan berat badan, olahraga, mengurangi asupan natrium, dan mengurangi konsumsi kafein dan alkohol. Sedangkan, terapi farmakologis seperti mengonsumsi obat antihipertensi . Hasil uji statistic dengan menggunakan uji Spearmen Rho diperoleh nilai signifikansi . value 0,000 (=0,. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di Desa Pokak. Kecamatan Ceper. Kabupaten Klaten. Nilai koefisien . 0,674 yang artinya terdapat hubungan yang kuat antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat. Dengan hasil koefisien yang kuat maka dapat simpulkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga makan semakin tinggi kepatuhan minum obat. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji Spearmen Rho diperoleh nilai signifikansi . value 0,000 (=0,. yang artinya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di Desa Pokak. Kecamatan Ceper. Kabupaten Klaten. Nilai koefisien . 0,674 yang artinya terdapat hubungan yang kuat antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat. Berdasarkan kesimpulan diatas adapun saran yang dapat diberikan sebagai berikut: bagi puskesmas melewati posyandu diharapkan melaksanakan pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan memberikan edukasi, bagi perawat diharapkan dapat memberikan edukasi secara kontinu, bagi lansia diharapkan memeriksakan tekanan darah secara rutin dan mengikuti penatalaksanaan hipertensi, selain itu keluarga diharapkan mengantarkan dan memberikan dukungan keluarga, bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut dengan aspek yang lainnya. Daftar Pustaka