MEDIA SOSIAL. ANTARA PELUANG DAN ANCAMAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DIDIK DITINJAU DARI SUDUT PANDANG PENDIDIKAN ISLAM Oleh : Ismatul Izzah. Pd. Abstrak Media social adalah struktur social yang berasal dari individu-individu dan organisasi yang diikat oleh kesamaan penggunanya. Media social adalah media online . edia darin. yang digunakan sebagai sarana pergaulan social secara online di internet. Di media social, para pengguna dapat saling berinteraksi, berkomunikasi, berbagi networking dan berbagai kegiatannya lainnya secara online. Media social dibuat untuk memenuhi syarat manusia karena manusia sebagi mahluk social,diciptakan untuk bersosial. Karena perkembangan zaman semakin maju, yang tujuan utamanya memfasilitasi user atau pengguna media social tersebut agar dapat terhubung dengan seseorang dalam satu Negara, bahkan antar Negara maupun antar benua dengan praktis dan tidak membuang waktu atau memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk bersosialisasi. Namun pada era modern saat ini, media social tidak hanya berfungsi sebagaimana biasanya, ternyata media-media social memberikan pengaruh-pengaruh terhadap pendidikan karakter anak didik yang menggunaknnya. Entah itu pengaruh positif maupun pengaruh negative seperti pamer di media social. Berbicara tentang penguatan pembentukan karakter anak didik melalui pendidikan karakter dalam knteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang terjadi di sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi. Diakui atau tidak diakui saat ini terjadi krisis yang nyata yang menghawatirkan dalam lingkungan sekolah yang melibatkan anak didik. Kata Kunci: Media Sosial. Pendidikan Karakter. Peluang dan Ancaman. Pendahuluan Salah satu tujuan pendidikan adalah membetuk anak didik yang berkarakter, mampu memahami dan mengimplementasi ilmu dan pengetahuan yang didapatkan serta mampu berproses dan berubah menjadi manusia yang sempurna. Dalam hal ini pasti perlu adanya proses pembinaan dan pendidikan baik yang dilakukan di sekolah/madrasah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat. Lembaga pendidikan formal sebagai pelaksana mempunyai peran penting dalam menjalankan program-program pendidikan. Terlebih lagi dengan adanya program full day Dosen tetap Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong Karksaan Probolinggo. school, otomatis waktu anak didik lebih banyak di lingkungan sekolah/madrasah daripada di Namun hal ini juga tidak bisa lepas dari problematika atau permasalahanpermasalahan yang dihadapi. Masalah pendidikan bukanlah masalah yang baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Selaras dengan perkembangan zaman, ilmu dan tekhnologi. Maka pendidikan juga harus bisa mengimbangi dan menghasilkan penemuan-penemuan terbaru untuk mendukung dan menghasilkan anak didik yang mampu berkompetisi sesuai kompetensi masing-masing. Sekolah/madrasah dihadapkan pada dua hal yang sama-sama berat dalam menghadapi perkembangan era globalisasi. Jika tidak mau menerima dan mengimbangi perkembangan zaman dengan tekhnologi dan informasi maka akan tertinggal dan jika terlalu bebas memberi ruang gerak juga banyak hal negative yang bisa mempengaruhi pendidikan dari sisi tingkah laku, akhlak dan pergaulan anak didik. Pendidikan dikatakan berhasil salah satunya adalah pembentukan akhlak anak didik, karena sikap, tingkah laku dan karakter yang dimiliki merupakan cerminan ilmu dan pendidikan yang didapat. Semakin tinggi ilmu pendidikan yang didapat, semakin tinggi pula seseorang dapat dapat mengimplemntasikan baik dalam tingkah laku maupun kompetensi kemampuan pengamalan ilmu dalam dunia kerja. Akhlak adalah perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik akhlak yang terpuji atau akhlakul karimah maupun yang tercela atau akhlakul madzmumah. Allah SWT mengutus Nabi Muhammd SAW tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki Setiap manusia harus mengikuti apa yang diperintahkanNya dan menjauhi laranganNya. Akidah adalah gudang akhlak yang kokoh. Ia mampu menciptakan kesadaran diri bagi manusia untuk berpegang teguh kepada norma dan nilai-nilai akhlak yang luhur. Akan tetapi sebaliknya, akidah-akidah hasil rekayasa manusia berjalan sesuai dengan akar-akar Akhlak mendapatkan perhatian istimewa dalam akidah Islam. Rasulullah saww bersabda: a a Aa a eA ACA a aA aI eEa eEA a A aEa acI aI aI aEA (Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang muli. Dalam hadis lain beliau bersabda: AuAkhlak yang mulia adalah setengah dari agamaAy. Salah seorang sahabat bertanya kepada belaiu: AuAnugerah apakah yang paling utama yang diberikan kepada seorang muslim?Ay Beliau menjawab: AuAkhlak yang muliaAy Islam menggabungkan antara agama yang hak dan akhlak. Menurut teori ini, agama menganjurkan setiap individu untuk berakhlak mulia dan menjadikannya sebagai kewajiban . di atas pundaknya yang dapat mendatangkan pahala atau siksa baginya. Atas dasar ini, agama tidak mengutarakan wejangan-wejangan akhlaknya semata tanpa dibebani oleh rasa tanggung jawab. Bahkan agama menganggap akhlak sebagai penyempurna ajaran-ajarannya. Karena agama tersusun dari keyakinan . dan perilaku. Dan akhlak mencerminkan sisi perilaku tersebut. Namun, dengan perkembangan zaman, ilmu dan tekhnologi juga banyak mempengaruhi akhlak anak didik, salah satu kecanggihan ilmu dan tekhnologi tersebut adalah media sosial atau lebih dikenal dengan medsos yang di dalam media tersebut terdapat banyak fitur-fitur seperti Facebook. Instagram. Tweeter. Tiktok. Whatsapp dan lain Anak di tingkat Sekolah dasar pun saat ini sudah banyak yang mempunyai akunakun dan menggunakannya dalam bermedia social. Oleh karena itu, penulis akan membahas apa itu media social? bagaimana peluang dan ancaman media social tersebut dalam pembentukan akhlak anak didik dilihat dari sudut pendidikan Islam? Media Sosial Definisi Media Sosial2 Apa itu media social? Pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita karena mayoritas masyarakat Indonesia mulai yang muda sampai yang tua juga aktif sebagai pengguna media social. Definisi media social menurut beberapa ahli antara lain3: Pengertian Media Sosial Menurut Antony Mayfield . Menurut Antony Mayfield . yang memberikan gagasannya berupa definisi media sosial dimana menurutnya pengertian media sosial adalah media yang penggunanya mudah berpartisipasi, berbagai dan menciptakan peran, khususnya blog, jejaring sosial, wiki/ensiklopedia online, forum-forum maya, termasuk virtual worlds . engan avatar/karakter 3D). https://id. org/wiki/Media_sosial http://w. com/2017/09/pengertian-media-sosial-fungsi. diakses pada tanggal 9 Desember 2018 pukul 12. 00 WIB. Pengertian Media Sosial Menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlien Menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlien mendefinisikan bahwa pengertian media sosial adalah sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2. 0 dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user generated content. Pengertian Media Sosial Menurut Lisa Buyer Menurut Lisa Buyer, bahwa definisi media sosial adalah bentuk hubungan masyarakat yang paling transparan, menarik dan interaktif saat ini. Pengertian Media Sosial Menurut Sam Decker Menurut Sam Decker yang turut serta memberikan perannya dalam bentuk gagasan berupa definisi media sosial yang menurutnya bahwa pengertian media sosial adalah konten digital dan interaksi yang dibuat oleh dan antar satu sama lain. Pengertian Media Sosial Menurut Marjorie Clayman Menurut Marjorie Clayman bahwa definisi atau pengertian media sosial adalah alat pemasaran baru yang memungkinkan untuk mengetahui pelanggan dan calon pelanggan dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin. Pengertian Media Sosial Menurut Philip Kotler dan Kevin Keller . Menurut Philip dan Kevin Keller bahwa pengertian media sosial adalah sarana bagi konsumen untuk berbagai informasi teks, gambar, video, dan audio dengan satu sama lain dan dengan perusahaan dan sebaliknya. Pengertian Media Sosial Menurut Henderi. Muhammad Yusup, dan Yuliana Isma Graba . 7: . Menurut Henderi, dkk, bahwa pengertian media sosial adalah situs jaringan sosial misalnya layanan berbasis web yang memungkinkan bagi setiap individu untuk membangun profil publik ataupun semi publik dalam sistem terbatasi, daftar pengguna lain dengan siapa mereka terhubung, dan melihat dan menjelajahi daftar koneksi mereka yang dibuat oleh orang lain dengan suatu sistem. Media social adalah media online . edia darin. yang digunakan sebagai sarana pergaulan social secara online di internet. Di media social, para pengguna dapat saling berinteraksi, berkomunikasi, berbagi networking dan berbagai kegiatannya lainnya secara Andreas Kaplan dan Michael Heinlein mendefinisikan media social Ausebagai kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideology dan tekhnologi web 2. 0, dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated contentAy. Klasifikasi media social tekhnologi mengambil berbagai bentuk termasuk majalah, forum internet, weblog, blog social, microbloggong, wiki, podcast, foto, gambar atau video, peringkat dan bookmark social. Dengan menerapkan satu set teori-teori dalam bidang media penelitian . ehadiran social- media kekayaa. dan proses social . elfpresentasi-self- disclosur. Kaplan dan Heinlein menciptakan skema klasifikasi untuk berbagai jenis media social dalam artikel Horizon Bisnis mereka terbitkan pada tahun Ada 6 jenis media social menurut Kaplan dan Heinlein:5 . Proyek kolaborasi Situs web mengizinkan usernya untuk merubah, menambah atau menghapus kontenkonten yang ada di situs web ini. Contohnya Wikipedia. Blog dan Microblog User lebih bebas dalam mengekspresikan sesuatu di blog ini, seperti curhat atau mengkritik kebijakan pemerintah. Contohnya Twitter. Konten Para user pengguna situs web ini saling mengshare konten-konten media, baik video, foto, gmbar, ebook, dan lain-lain. Contohnya Youtube. Situs jejaring social Aplikasi ini mengizinkan user untuk dapat terhubung dengan cara membuat informasi pribadi sehingga dapat terhubung dengan orang lain. Informasi pribadi ini bisa seperti foto-foto, video, berita, curhat dan lain sebagainya. Contohnya Facebook. Virtual Game World Dunia virtual, dimana mengreplikasikan lingkungan 3D, dimana user-user bisa muncul dengan bentuk avatar-avatar yang diinginkan serta berinteraksi dengan orang lain selayaknya di dunia nyata. Contohnya Game Daring. Virtual Social World Kaplan. Andreas M. Michael Hienlein . AuUser of the world, united the challenges and oppurtunities of social media Au. Bussines Horizons. , 59-68. Ibid Dunia virtual yang mana user merasa hidup di dunia virtual, sama seperti virtual game world yang berinteraksi dengan orang lain. Namun, virtual social world lebih bebas dan lebih kearah kehidupan. Contohnya Second Life. Ciri-ciri media social antara lain6: Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet . Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper . Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya . Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi Perkembangan Perkembangan media social sebagai berikut:7 1978 Awal dari penemuan Sistem papan buletin yang memungkinkan untuk dapat berhubungan dengan orang lain menggunakan surat elektronik, atau mengunggah dan mengunduh Perangkat lunak , semua ini dilakukan masih dengan menggunakan saluran telepon yang terhubung dengaan modem 1995 Kelahiran dari situs GeoCities, situs ini melayani Web Hosting yaitu layanan penyewaan penyimpanan data situs web agar halaman situs web tersebut bisa di akses dari mana saja, dan kemunculan GeoCities ini menjadi tonggak dari berdirinya situssitus web lain. 1997 Muncul situs jejaring sosial pertama yaitu Sixdegree. com walaupun sebenarnya pada tahun 1995 terdapat situs Classmates. com yang juga merupakan situs jejaring sosial namun. Sixdegree. com di anggap lebih menawarkan sebuah situs jejaring sosial di banding Classmates. 1999 Muncul situs untuk membuat blog pribadi, yaitu Blogger. situs ini menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri. sehingga pengguna dari Blogger ini bisa memuat hal tentang apapun. termasuk hal pribadi ataupun untuk mengkritisi pemerintah. sehingga bisa di katakan blogger ini menjadi tonggak berkembangnya sebuah Media sosial. Gamble. Teri and Michael. Communication works. Seventh edition. http://w. com/alltwitter/history-social-media_b12770 . 2002 Berdirinya Friendster, situs jejaring sosial yang pada saat itu menjadi booming, dan keberadaan sebuah media sosial menjadi fenomenal. 2003 Berdirinya LinkedIn, tak hanya berguna untuk bersosial. LinkedIn juga berguna untuk mencari pekerjaan, sehingga fungsi dari sebuah Media Sosial makin Berdirinya MySpace. MySpace menggunakannya,sehingga myspace di katakan situs jejaring sosial yang user 2004 Lahirnya Facebook, situs jejaring sosial yang terkenal hingga sampai saat ini, merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memiliki anggota terbanyak. 2006 Lahirnya Twitter, situs jejaring sosial yang berbeda dengan yang lainnya, karena pengguna dari Twitter hanya bisa mengupdate status atau yang bernama Tweet ini yang hanya dibatasi 140 karakter. 2010 Lahirnya Instagram, situs jejaring sosial yang memungkinkan penggunanya untuk membagikan foto-fotonya dengan mudah, awalnya hanya untuk pengguna iOS, tetapi sejak 2012 juga hadir untuk pengguna Android. 2011 Lahirnya LINE, situs jejaring sosial yang memungkinkan pengguna berbagi foto dan video maupun melakukan percakapan dengan pengguna lain. Lahirnya Google , yang diluncurkan oleh Google. Tetapi pada awal peluncuran. Google hanya sebatas pada orang yang telah diundang oleh Google. Setelah itu Google diluncurkan secara umum. Pembentukan Karakter Anak Didik Salah satu tujuan pendidikan Islam adalah mewujudkan manusia yang berahlakul Mewujudkan anak didik yang bisa mengimplementasikan ilmu dan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Mewujudkan anak didik yang sadar akan aturan-aturan dan kewajiban yang harus dipenuhi tanpa adanya paksaan dan merasa terbebani akan kewajibankewajiban tersebut. Salah satu kewajiban yang harus dipertanggung jawabkan baik di dunia maupun di ahirat adalah terkait sesuatu hal apapun yang dikerjakan dan diperbuat. Karena manusia adalah mahluk social, yang tidak bisa hidup sendiri. Hablum mina Allah dan Hablum minan nas, ada garis interaksi antara manusia dengan Tuhannya dan manusia dengan manusia. Pendidikan karakter pada saat ini memang menjadi isu utama dalam pendidikan, selain menjadi proses dalam pembentukan ahlak anak didik, pendidikan karakter diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam mensukseskan Indonesia emas 2025. Dalam UU no 20 Tahun 2003 Tentang sistem pendidikan nasional pada pasal 3 menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi anak didik agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan YME, berahklak mulia, sehat, cakap, berilmu, mandiri, kreatif dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Kita sering mendengar istilah Auanak adalah ibarat kertas putihAy, dan goresan-goresan tinta yang akan kita goreskan akan berbekas sampai tua. Sedang mengajarkan kepada orang yang dewasa ibarat Aumelukis di atas airAy, yang akan cepat sirna dan tidak membekas. Ungkapan tersebut tidak bisa diremehkan begitu saja, karena karaktetr yang berkualitas perlu dibentuk sejak dini. Usia dini merupakan usia keemasan bagi pembentukan karakter seorang Pada usia golden age, di sadari atau tidak, perilaku imitatif pada anak sangat kuat Oleh karena itu, selaku orang tua seharusnya memberikan teladan yang baik dan terbaik bagi anaknya, karena jika orang tua salah mendidik pada usia tersebut, maka akan berakibat fatal kelak setelah ia dewasa, ia akan menjadi sosok yang tidak mempunyai karakter akibat dari pola asuh yang salah tadi. Banyak pakar pendidikan yang berpendapat bahwa kegagalan penanaman karakter sejak dini akan membentuk pribadi yang bermasalah Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Au Tidak ada anak yang dilahirkan kecuali dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikan Nashrani. Yahudi dan MajusiAy. (HR. Imam Musli. Definisi Pendidikan Karakter Istilah nation and character building adalah istilah klasik yang menjadi kosa kata sepanjang sejarah modern Indonesia, terutama ketika peristiwa Sumpah Pemuda 1828. Istilah mencuat kembali pada tahun 2010 ketika pendidikan karakter dijadikan sebagai gerakan nasional pada puncak perayaan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2010 yang dicanangkan oleh presiden RI. Fatchul MuAoin. Pedidikan karakter kontruksi teoritik dan praktek. (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2. , hlm. Istilah karakter berasal dari bahasa latin AuCharackterAy, yang artinya antara lain: watak, tabiat, budi pekerti, sifat-sifat kejiwaan, kapribadian atau ahlak. Sedangakn menurut istilah karakter adalah sifat manusia pada umumnya dimana manusia mempunyai banyak sifat yang tergantung pada factor kehidupannya sendiri. 9 Karakter adalah sifat kejiwaan, ahlak atau budi pekerti yang menjadi ciri seseorang atau sekelompok orang. Karakter dapat juga diartikan sama dengan akhlak dan budi pekerti, sehingga karakter bangsa identik dengan akhlak bangsa atau budi pekerti bangsa. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang berakhlak dan berbudi pekerti, sebaliknya bangsa yang tidak berkarakter adalah bangsa yang tidak atau kurang berakhlak atau tidak memiliki standar norma dan perilaku yang baik. Definisi dari AuThe stamp of individually or group impressed by nature, education or habit. Dengan demikian, pendidikan karakter adalah usaha yang sungguhsungguh untuk memahami, membentuk, memupuk nilai-nilai etika, baik untuk diri sendiri maupun untuk semua warga masyarakat atau warga negara secara keseluruhan. Dasar dan Landasan Pendidikan Karakter di Indonesia Dasar Pembentukan Karakter pada Pendidikan Islam di Indonesia Pendidikan karakter dalam Islam diperuntukkan bagi manusia yang merindukan kebahagiaan dalam arti yang hakiki, bukan kebahagiaan semu. Karakter Islam adalah karakter yang benar-benar memelihara eksistensi manusia sebagai makhluk terhormat sesuai dengan fitrahnya. Dalam Islam, karakter atau akhlak mempunyai kedudukan penting dan dianggap mempunyai fungsi yang vital dalam memandu kehidupan masyarakat. Mochtar Buchori. Character Building dan Pendidikan Kita. Kompas Abdul majid. Dian andayani. Pedidikan karakter dalam perspektif Islam. (Bandung: Insan Cita Utama, 2. Zubaedi. Design pendidikan karakter. (Jakarta: Prenada Media Group, 2. , hlm. Abdul majid. Dian andayani. Pedidikan karakter dalam perspektif Islam. (Bandung: Insan Cita Utama, 2. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Al-qurAoan surat An-nahl ayat 90. 13 Yang artinya: AuSesungguhnya Allah menyuruh . berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaranAy. Islam merupakan agama yang sempurna, sehingga tiap ajaran yang ada dalam Islam memiliki dasar pemikiran, begitu pula dengan pendidikan karakter. Adapun yang menjadi dasar pendidikan karakter atau akhlak adalah Al-qurAoan dan Al-hadits, dengan kata lain dasar-dasar yang lain senantiasa di kembalikan kepada Al-qurAoan dan Al-hadits. Di antara ayat Al-qurAoan yang menjadi dasar pendidikan karakter adalah surat Luqman ayat 17-18 sebagai berikut yang artinya14: Artinya: AuHai anakku. Dirikanlah shalat dan suruhlah . mengerjakan yang baik dan cegahlah . dari perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan . leh Alla. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia . arena sombon. dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diriAy. Dasar pembentukan karakter itu adalah nilai baik atau buruk. Nilai baik disimbolkan dengan nilai Malaikat dan nilai buruk disimbolkan dengan nilai Setan. Karakter manusia merupakan hasil tarik-menarik antara nilai baik dalam bentuk energi positif dan nilai buruk dalam bentuk energi negatif. Energi positif itu berupa nilai-nilai etis religius yang bersumber dari keyakinan kepada Tuhan, sedangkan energi negatif itu berupa nilai-nilai yang a-moral yang bersumber dari taghut (Seta. Nilai-nilai etis moral itu berfungsi sebagai sarana pemurnian, pensucian dan pembangkitan nilai-nilai kemanusiaan yang sejati . ati nuran. Energi positif itu . Kekuatan spiritual. Kekuatan spiritrual itu berupa ymyn, islym, ihsyn dan taqwa, yang berfungsi membimbing dan memberikan kekuatan kepada manusia untuk menggapai keagungan dan kemuliaan . hsani taqwy. Amru Khalid. Tampil menawan Dengan Akhlak Mulia. (Jakarta: Cakrawala Publishing, 2. , hlm. Ahmad Zayadi. Abdul Majid. Tadzkirah Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berdasarkan Pendekatan Kontekstual. (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , hlm. Tobroni. Dalam http://tobroni. id/2010/11/24/pendidikan-karakter-dalam-perspektif-islampendahulan/ diakses pada 12 desemeber 2018. Kekuatan potensi manusia positif, berupa yqlus salym . kal yang seha. , qalbun salym . ati yang seha. , qalbun munyb . ati yang kembali, bersih, suci dari dos. dan nafsul mutmainnah . iwa yang tenan. , yang kesemuanya itu merupakan modal insani atau sumber daya manusia yang memiliki kekuatan luar biasa. Sikap dan perilaku etis. Sikap dan perilaku etis ini merupakan implementasi dari kekuatan spiritual dan kekuatan kepribadian manusia yang kemudian melahirkan konsep-konsep normatif tentang nilai-nilai budaya etis. Sikap dan perilaku etis itu meliputi: istiqymah . , ihlys, jihyd dan amal saleh. Landasan Pendidikan Karakter di Indonesia Terkait dengan upaya mewujudkan pendidikan karakter berdasarkan Rencana Jangka Panjang Nasional (RJPN), sesungguhnya pendidikan karakter sudah tertuang dalam tujuan dan fungsi pendidikan nasional, yaitu pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehudupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi anak didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepda Tuhan YME, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kretaif, madiri serta menjadi warga Negara yang bertanggung jawab. (UU No 20 Tahun 2003 UUSPN). Maka untuk mendukung cita-cita pembngunan karakter tersebut, maka pemerintah menjadikan pembangunan karakter sebagai salah satu program perioritas Semangat itu telah ditegaskan dalam RJPN (Rencana Jangka Panjang Nasiona. tahun 2005-2025, dimana pendidikan karakter dirempatkan sebagai landasan untuk mewujudkan visi pembangunan nasional, yaitu Aumewujudkan masyarakat berahlak mulia, beretika, bermoral, berbudaya dan beradan berdasarkan falsafah pancasila. Unsur-unsur Pendidikan Karakter Sikap seseorang akan dilihat orang lain dan sikap itu akan membuat orang lain menilai bagaimanakah karakter orang tersebut. Demikian juga halnya emosi, kemauan, kepercayaan dan kebiasaan, dan juga konsep diri (Self Conceptio. Ada beberapa dimensi manusia yang secara psikologis dan sosiologis perlu dibahas dalam kaitannya Ibrahim Bafadal dalam http://wordpress. com/2010/12/20/pendidikan-karakter-dalam-uu-no-20-tahun-2003/ yang diakses pada tanggal 12 Desember 2018. dengan terbentuknya karakter pada diri manusia. Adapun unsur-unsur tersebut adalah sikap, emosi, kemauan, kepercayaan dan kebiasaan. Sikap Sikap seseorang biasanya adalah merupakan bagian karakternya, bahkan dianggap sebagai cerminan karakter seseorang tersebut. Tentu saja tidak sepenuhnya benar, tetapi dalam hal tertentu sikap seseorang terhadap sesuatu yang ada dihadapannya menunjukkan bagaimana karakternya. Emosi Emosi adalah gejala dinamis dalam situasi yang dirasakan manusia, yang disertai dengan efeknya pada kesadaran, perilaku, dan juga merupakan proses fisiologis. Kepercayaan Kepercayaan merupakan komponen kognitif manusia dari faktor sosiopsikologis. Kepercayaan bahwa sesuatu itu AubenarAy atau AusalahAy atas dasar bukti, sugesti otoritas, pengalaman, dan intuisi sangatlah penting untuk membangun watak dan karakter jadi, kepercayaan itu memperkukuh eksistensi diri dan memperkukuh hubungan denga orang lain. Kebiasaan dan Kemauan Kebiasaan adalah komponen konatif dari faktor sosiopsikologis. Kebiasaan adalah aspek perilaku manusia yang menetap, berlangsung secara otomatis, dan tidak Sementara mencerminkan karakter seseorang. Ada orang yang kemauannya keras, yang kadang ingin mengalahkan kebiasaan, tetapi juga ada orang yang kemauannya lemah. Kemauan erat berkaitan dengan tindakan, bahakan ada yag mendefinisikan kemauan sebagai tindakan yang merupakan usaha seseorang untuk mencapai tujuan. Konsep diri (Self Conceptio. Hal penting lainnya yang berkaitan dengan . karakter adalah konsep Proses konsepsi diri merupakan proses totalitas, baik sadar maupun tidak sadar, tentang bagaimana karakter dan diri kita dibentuk. Dalam proses konsepsi diri, biasanya kita mengenal diri kita dengan mengenal orang lain terlebih dahulu. Citra Fatchul MuAoin. Pedidikan karakter kontruksi teoritik dan praktek. (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2. , hlm. diri dari orang lain terhadap kita juga akan memotivasi kita untuk bangkit membangun karakter yang lebih bagus sesuai dengan citra. Karena pada dasarnya citra positif terhadap diri kita, baik dari kita maupun dari orang lain itu sangatlah Tujuan Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam di Indonesia Dalam sejarah Islam. Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa misi utamanya dalam mendidik manusia adalah untuk mengupayakan pembentukan karakter yang baik . ood characte. 18Tujuan yang paling mendasar dari pendidikan adalah untuk membuat seseorang menjadi good and smart. Tokoh pendidikan barat yang mendunia seperti Socrates. Klipatrick. Lickona. Brooks dan Goble seakan menggemakan kembali gaung yang disuarakan nabi Muhammad SAW, bahwa moral, akhlak atau karakter adaah tujuan yang tak terhindarkan dari dunia pendidikan. Begitu juga dengan Marthin Luther King menyetujui pemikiran nabi Muhammad tesebut dengan menyatakan AuIntelligence plus character, that is the true aim of educationAy19 Kecerdasan plus karakter, itulah tujuan yang benar dari pendidikan. Selain itu, pendidikan karakter mempunyai tujuan sebagai berikut: Mengembangkan potensi dasar peserta didik agar ia tumbuh menjadi sosok yang berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik. Memperkuat dan membangun perilaku masyarakat yang multikultur. Meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia. Menurut Said Agil tujuan pendidikan adalah Aumembentuk manusia yang beriman, berakhlak mulia, maju dan mandiri sehingga memiliki ketahanan rohaniah yang tinggi serta mampu beradaptasi dengan dinamika perkembangan masyarakatAy. Terlepas dari pandangan di atas, maka tujuan sebenarnya dari pendidikan karakter atau akhlak adalah agar manusia menjadi baik dan terbiasa kepada yang baik tersebut. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pendidikan karakter dalam perspektif pendidikan agama Islam di Indonesia itu adalah: pertama, supaya seseorang terbiasa melakukan perbuatan baik. Kedua, supaya interaksi manusia dengan Allah SWT Abdul majid. Dian andayani. Pedidikan karakter dalam perspektif Islam. (Bandung: Insan Cita Utama, 2. Ibid dan sesama makhluk lainnya senantiasa terpelihara dengan baik dan harmonis. Esensinya sudah tentu untuk memperoleh yang baik, seseorang harus membandingkannya dengan yang buruk atau membedakan keduanya. Kemudian setelah itu, dapat mengambil kesimpulan dan memilih yang baik tersebut dengan meninggalkan yang buruk. Dengan karakter yang baik maka kita akan disegani orang. Sebaliknya, seseorang dianggap tidak ada, meskipun masih hidup, kalau akhlak atau karakternya rusak. 20 Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan dan latihan yang dapat melahirkan tingkah laku sebagai sesuatu tabiat ialah agar perbuatan yang timbul dari akhlak baik tadi dirasakan sebagai suatu kenikmatan bagi yang melakukannya. Analisis Peluang dan Ancaman Media Sosial dalam Pembentukan Karakter Anak didik Jika menggabungkan antara kata Aumedia SosialAy dengan AuPendidikan KarakterAy, mungkin terlintas kedua kata tersebut sangat jauh baik persamaan dan perbedaannya. Media social merupakan alat penunjang dan sarana manusia dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Sedang, pendidikan karakter adalah proses pembentukan dan pembinaan karakter atau kepribadian seseorang. Dari pembahasan di atas, muncul pemikiran. Apakah media social bisa mempengaruhi pendidikan karakter anak didik? Apakah dampak media social bagi pembentukan pendidikan karakter anak didik? Dan bagaimana peluang dan ancaman media social dalam pendidikan karakter anak didik? Untuk itu, penulis akan menjabarkan dalam analisis sebagai berikut. Manfaat Media Sosial Adapaun manfaat media social bagi anak didik adalah sebagai berikut: Kemampuan beradaptasi Dengan media social, anak didik akan mampu belajar cara kemampuan tekhnis dan social yang dibutuhkan mereka dalam menghadapi era Mereka akan bersosialisasi dengan sahabatnya di media social dan memanajemen pertemanan mereka. Perluasan jaringan pertemanan Dengan media social, anak didik bisa menambah jaringan pertemanan mereka tanpa harus bertemu dan berinteraksi secara langsung, mereka akan mendapat kemudahan Saifuddin Aman. 8 Pesan Lukman Al-Hakim. (Jakarta: Almawardi Prima, 2. , hlm. dalam membuat komunitas yang bermanfaat, yang bisa member kontribusi posistif, dan mendapat info-info terbaru dengan lebih mudah. Termotivasi Dengan terbentukanya komunitas pertemanan yang luas, ini akan memotivasi anak didik dalam mengembangkan diri dari materi atau pendapat teman-temannya yang terhubung secara online. Dampak positif dan Dampak negative media social Dampak positif . Mudah mendapatkan dan mencari informasi terbaru baik dari dalam negeri maupun luar negeri . Tempat promosi yang baik dan murah, melahirkan jiwa entrepreneurship sejak . Mudah beradaptasi dan bersosialisasi dengan memperbanyak pertemanan. Media komunikasi yang mudah, cepat dan efisien. Tempat berbagi/menyimpan foto dan video kegiatan sehari-hari. Dampak Negatife Media social Belakangan kita mendengan kata-kata media social dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekatAy. Tentu saja bukan? Di media social, kita bebas berkomunikasi dan berinteraksi dengan siapa pun dari berbagai belahan dunia. Selagi tempat itu mudah sinyal internetnya, maka jaringan mudah terhubung. Sewaktuwaktu kita bisa mengakses informasi-informasi terbaru. Namun media social juga mengakibatkan hal-hal yang negatif bagi penggunanya. Ketika seseorang sudah begitu asyik dengan dunia mayanya, maka akan melupakan dunia nyatanya. Mereka akan lebih leluasa dan nyaman mengungkapkan pendapat juga perasaan mereka. Sehingga hal ini dapat berpengaruh buruk pada penggunanya. Dampak-dampak negative penggunaan media social antara lain: Individualis dan egoism (Berinteraksi cukup di media social, tidak butuh berinteraksi secara langsung dengan tatap muk. Mengganggu kegiatan belajar anak didik . Bahaya kejahatan Sutarjo. Adisusila. Pembelajaran Nilai-Nilai Karakter. Jakarta,PT. Raja Grafindo persada, 2013. Hlm 21. Bahaya penipuan . Kecanduan game online . Tidak semua user bersikap sopan . Menggangu komunikasi dan kehidupan keluarga . Pornografi . Kenakalan remaja Hasil dan Pembahasan Dari manfaat, dampak positif dan dampak negative media social ini memberi peluang dan ancaman dalam pembentukan karakter anak didik dan mempengaruhi pendidikan karakter yang diberikan baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan Salah satu tujuan pendidikan karakter adalah mewujudkan anak didik yang bisa mengimplelemntasikan budi pekerti baik, ahlak yang baik, sikap yang baik dan lain sebagainya dalam kehidupan sehari-hari. Namun dalam perkembangannya, media social ini juga banyak menggerus nilai-nilai baik tersebut. Kecanggihan ilmu tekhnologi ibarat buah simalakama, tidak mengikuti perkembangan zaman maka akan tertinggal dari segala informasi dan kemudahan, akan tetapi jika diikuti tanpa kesadaran dan pengawasan secara langsung terhadap pengguna . nak didi. oleh orang tua dan guru, maka hal ini juga banyak merusak perkembangan moral anak didik. Perkembangan zaman dan tekhnologi khususnya media social tidak bisa dihindari maupundihentikan, karena ini juga kebutuhan dunia dalam rangka menyongsong era revolusi industry 4. maka sebagai penggerak di dunia pendidikan, sudah kewajiban kita agar bisa membina dan mengarahkan anak didik. Media social memberi peluang anak didik bisa mengembangkan potensi yang sudah ada dengan mudah mengakses segala informasi dan mempebanyak pertemanan baik dengan teman sebaya atau orang yang lebih muda dan yang lebig tua. Jalinan silaturahmi melalui media social tidak melihat waktu dan tempat, dimanapun berada selama ada jaringan internet maka komunikasi bisa terjalin. Pengetahuan-pengetahuan terbaru mudah didapatkan dan anak didik bisa belajar agama melalui media online. Akan tetapi media social ini juga memberi ancaman yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak didik dalam hal pendidikan karakter. Antara lain: Ketika anak lebih asyik dengan dunia mayanya, maka sifat individualis, egoisme dan rasa malas akan muncul. Rasa simpati dan empati kepada orang sekitar berkurang. Tidak disiplin waktu dalam berkegiatan . elajar dan melaksanakan ibada. karena dimana-mana tidak bisa lepas dari HP/Android. Kemudahan akses pertemanan mengakibatkan mudahnya timbul bahaya penipuan dan . Pergaulan remaja yang tidak terkontrol, karena ada pengguna yang berani akases dan upload sesuatu yang berkaitan dengan pornografi. Sifat sombong, pamer, riyaAo dan beberapa sifat yang ada pada ahlakul madzmudah cenderung muncul lebih banyak dikarenakan segala sesuatu yang dilakukan dan yang dipumyai di upload dalam laman akunnya. Anak didik mudah mencontoh hal-hal yang tidak baik dengan melakukan berbagai chalenge negative yang ada pada media social. Kecanduan game online. Dari beberapa peluang dan ancama media social dalam pendidikan karakter anak di atas, maka jelas bahwa media social juga berpengaruh terhadap pendidikan karakteranak baik secara langsung maupun tidak langsung, baik dalam waktu yang singkat maupun waktu yang lama. Media social juga mempengaruhi watak, sifat dan tabiat seseorang. Akan di media social banyak hal-hal yang mempengaruhi baik positif maupun negative. Maka, dalam penggunaan media social ini hal yang bijak adalah memanajemen penggunaannya dengan tetap mendapat pengarahan dan pembinaan oleh orang tua dan guru. Orang tua dan guru sebaiknya memberikan kebebsan yang bertanggung jawab dan pengawasan secara langsung. Karena di televisi maupun beritaberita online, tidaklan sedikit remaja yang menjadi korban kejahatan dan penipuan di media social. Dengan demikian, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk orang tua dan guru yaitu melakukan pembinaan dan pengawasan secara intens dan berilah kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dan bersosialisasi yang bertanggung jawab karena Media social juga mempunayi efek-efek tertentu terhadap fisik seseorang. Usahakan orang tua selalu mendampingi anaknya pada saat akan berinteraksi melalui media social. Perhatikan keamanan anak dalam membuka internet. Dan awasi pergaulan DAFTAR PUSTAKA