P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3 , 2022 Page: 55-66 Jurnal Language education and literature Penerapan Model Discovery Learning Terhadap Kemampuan Memahami Teks Negosiasi Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau Kiki Mariyani1. Inda Puspita Sari2. Juwati3 Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau1,2,3 Email: kikimariyani477@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan secara signifikan kemampuan memahami teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, yaitu penelitian yang meneliti hanya satu kelas. Sebagai populasinya adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau yang terdiri dari 277 siswa dan sebagai kelas sampel adalah kelas X MIA 3. Kelas tersebut dipilih secara acak dengan jumlah 35 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes, yaitu pre-test dan post-test. Kemudian data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan dari hasil uji hipotesis dan analisis data uji AutAy menggunakan perhitungan SPSS versi 20, nilai uji AutAy . dengan Sig . -taile. yaitu 0,000<0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan model discovery learning, kemampuan memahami teks negosiasi signifikan dapat mencapai Kata Kunci: Discovery Learning. Kemampuan Memahami Teks Negosiasi. ABSTRACT This study aims to determine the significant mastery of the ability to understand the negotiating text of class X students of SMA Negeri 4 Lubuklinggau through the application of the Discovery Learning model. This type of research is a quasi-experimental research, namely research that examines only one class. The population is all students of class X SMA Negeri 4 Lubuklinggau which consists of 277 students and as a sample class is class X MIA 3. The class is chosen randomly with a total of 35 students. Data was collected using test techniques, namely pre-test and post-test. Then the collected data were analyzed using t-test. based on the results of hypothesis testing and analysis of the "t" test data using SPSS version 20 calculations, the "t" test value . with Sig . -taile. 000 <0. 05 then Ha is accepted and Ho is rejected. Thus, it can be concluded that through the use of discovery learning models, the ability to understand significant negotiating texts can achieve completeness. Keywords: Discovery Learning. Ability To Understand Negotiation Text. PENDAHULUAN Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah memiliki peran, fungsi, dan kedudukan yang sangat penting sebagai sarana untuk melatih keterampilan siswa dalam menggunakan bahasa untuk kegiatan sehari-hari. Kurikulum 2013 menuntun siswa agar lebih aktif, inovatif, kreatif, terkhususnya dalam memahami teks negosiasi. Pada pembelajaran materi teks negosiasi salah hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3 , 2022 Page: 55-66 satu kegiatan yang bisa menunjang siswa dalam menggunakan Bahasa Indonesia, karena dalam teks negosiasi siswa bisa melatih menggunakan bahasa yang santun dan efektif. Oleh karena itu, pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan. Pencapaian kompetensi sebagai hasil dari proses belajar tersebut banyak dilakukan ketika proses pembelajaran berlangsung. Proses pencapaian kompetensi lebih banyak dipengaruhi proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Apakah ketika proses pembelajaran yang dilakukan guru menggunakan model, metode, strategi dan media pembelajaran yang menyebabkan siswa memahami kompetensi atau sebaliknya. Kurangnya kemampuan guru mengembangkan model, metode, strategi dan media pembelajaran menyebabkan siswa kurang mampu menguasai kompetensi yang telah ditentukan dalam satu mata pelajaran sehingga akanberpengaruh kepada prestasi belajar siswa. Prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dapat dipengaruhi beberapa faktor, yaitu siswa kurang aktif, siswa merasa bosan karena metode yang digunakan adalah metode konvensional, faktor dalam diri siswa seperti sikap malas dalam berfikir, kurang termotivasi, kurang percaya diri, dan kurangnya pemahaman terhadap materi. Sehingga siswa masih mengalami kesulitan dalam menentukan isi struktur teks negosiasi, karena metode pembelajaran yang kurang tepat, sehingga membuat tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan baik. Pembelajaran pada suatu kelas yang cenderung berorientasi pada guru akan menjadikan siswa menjadi pasif. Sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan digunakan atau dimanfaatkan. Salah satu penunjang kualitas proses pembelajaran adalah model pembelajaran. Model yang digunakan sebaiknya sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran serta sebagai pedoman perancang pembelajaran dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu strategi yang digunakan oleh seorang guru sebagai pedoman dalam merencanakan kegiatan belajar-mengajar yang melibatkan siswa sebagai penerima ilmu pengetahuan dari kegiatan pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien (Rusman,2012:. Menggunakan model pembelajaran merupakan ketepatan menjadi salah satu faktor utama sebuah keberhasilan dalam proses belajar Materi yang akan disajikan hendaknya sejalan dengan model pembelajaran yang akan Salah satu model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3 , 2022 Page: 55-66 discovery learning. Menurut Mubarok, dkk. , . discovery learning adalah proses belajar dimana guru harus menciptakan situasi belajar yang problematis, menstimulus siswa dengan pertanyaan-pertanyaan, mendorong siswa mencari jawaban sendiri, dan melakukan eksperimen. Melalui model pembelajaran discovery learning diharapkan siswa dapat memahami materi yang akan dipelajari. Salah satu materi pembelajaran yang tepat diterapkan pada model pembelajaran discovery learning yaitu materi teks negosiasi yang ada di kelas X semester genap dengan KD 3. 11 yaitu menganalisis isi, struktur . rientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, penutu. dan kebahasaan teks negosiasi. Menurut Kosasih,dkk . negosiasi merupakan suatu cara untuk menetapkan keputusan yang dapat disepakati oleh dua pihak atau lebih untuk mencapai kepuasan pihak-pihak yang berkepentingan. Tujuan pembelajaran dari KD 3. 11 adalah agar siswa mampu menunjukkan isi struktur dan kebahasaan teks negosiasi. Di dalam hal ini teks negosiasi suatu proses atau aktivitas dalam hal merundingkan dan membicarakan sesuatu yangtelah disepakati dengan orang lain secara lisan maupun tulisan, sehingga diharapkan siswa mampu memahami struktur teks negosiasi dengan kemampuan sendiri dan dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Berdasarkan wawancara dengan guru Bahasa Indonesia pada tanggal 26 November 2021 peneliti mendapatkan informasi, diketahui dari 34 siswa kelas X MIA 3 SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Bahwa pada saat pembelajaran bahasaIndonesia tepatnya pada materi teks negosiasi masih dalam kategori rendah dan di bawah KKM yang ditetapkan oleh sekolah yaitu Banyak faktor yang menjadi penyebab mempengaruhi kemampuan siswa tersebut dalam menuntaskan materi memahami teks negosiasi, yaitu siswa kurang aktif, siswa merasa bosan karena, metode yang digunakan adalah metode konvensional, faktor dalam diri siswa seperti sikap malas dalam berfikir, kurang termotivasi, kurang percaya diri, dan kurangnya pemahaman terhadap materi. Sehingga siswa masih mengalami kesulitan dalam menentukan isi struktur teks negosiasi, karena model pembelajaran yang kurang tepat, sehingga membuat tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan baik. Terkait dengan hal ini dalam Purba . hasil penelitiannya menjelaskan penerapan model pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan kompetensi menulis puisi. Pembelajaran yang diterapkan berupa materi menulis puisi, hal ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran yang menarik fokus siswa dalam proses belajar dan mengajar. Selanjutnya hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3 , 2022 Page: 55-66 Sibuea . dalam hasil penelitian penerapan model discovery learning untuk meningkatkan pembelajaran sejarah kebudayaan Islam, setelah diterapkan model pembelajaran discovery learning menunjukkan bahwa model pembelajaran discovery learning siswa lebih aktif dan mengetahui kebudayaan-kebudayaan islam. Hasil dari penelitian ada perbedaan dan persamaannya, perbedaanya yaitu dari skor rata-rata antara tes awal dan tes akhir. Penelitian relevan ini memiliki persamaan dengan peneliti, yaitu sama-sama menggunakan model pembelajaran discovery learning. Mubarok, dkk. , . discovery learning adalah proses belajar dimana guru harus menciptakan situasi belajar yang problematis, menstimulus siswa dengan pertanyaan-pertanyaan, mendorong siswa mencari jawaban sendiri, dan melakukan Model ini menekankan siswa yang lebih aktif dalam proses pembelajaran. Melihat kondisi tersebut, peneliti bermaksud untuk mentuntaskan kemampuan siswa dalam memahami teks negosiasi dan model pembelajaran yang dapat memacu kemampuan serta minat belajar siswa. Penggunaan model pembelajaran discovery learning merupakan suatu pembelajaran mencari dan menemukan sendiri dalam sistem pembelajaran, dan guru hanya menyajikan pembelajaran tidak dalam bentuk final, tetapi siswa diberikan kesempatan untuk mencari dan menemukannya sendiri. Sehingga melalui penerapan model discovery learning merupakan salah satu model yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu, peneliti akan menerapkan model pembelajaran discovery learning dengan harapan agar siswa dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mencapai ketuntasan memahami sturktur teks negosiasi dan kaidah kebahasaan dalam teks negosiasi. Berdasarkan permasalahan di atas, untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, peneliti menerapkan model pembelajaran discovery learning dalam pembelajaran memahami teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Pembelajaran discovery learning dilakukan dengan cara siswa mencari dan menemukan sendiri permasalahan-permasalahan yang telah disajikan oleh guru sesuai dengan materi yang telah disampaikan sebelumnya. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pretest dan posttest. Metode mengajar terlebih dahulu melakukan pretest terhadap sampel penelitian, guna untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam memahami teks negosiasi. Kegiatan eksperimen ini melakukan hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3 , 2022 Page: 55-66 tiga tahapan, tahap pertama dilakukan kegiatan pretest tanpa dilaksanakan pembelajaran yang menggunakan model discovery learning dalam menjelaskan materi teks negosiasi. Tahap kedua, diberi perlakuan atau treatment pada materi teks negosiasi dengan menggunakan model discovey Kemudian tahap ketiga melakukan kegiatan posttest atau tes akhir. Teknik pengumpulan data berupa tes dengan soal essay. Teknik pengumpulan data menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis menggunakan SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Lubuklinggau mulai tanggal 22 April sampai dengan 22 Mei 2022 dengan jumlah sampel penelitian 35 siswa. Dalam penelitian ini, peneliti melaksanakan pre-test dan post-test kemampuan memahami teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau Tahun Ajaran 2022/2023. Peneliti memulai kegiatan dengan meminta izin terlebih dahulu untuk mengganti sementara guru bidang studi Bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Lubuklinggau untuk melaksanakan penelitian. Jumlah pertemuan tatap muka yang dilakukan pada penelitian adalah dua kali pertemuan dengan rincian satu kali pemberian tes awal . re-tes. dan satu kali pemberian tes akhir . ost-tes. setelah menerapkan proses pembelajaran dengan model discovery Selama proses pelaksanaan peneliti merekapitulasi nilai tes dalam setiap Hal ini dilakukan untuk melihat perkembangan nilai hasil belajar siswa selama penelitian sehingga perkembangan nilai hasil belajar siswa dapat terkontrol. Deskripsi selengkapnya yaitu tentang hasil pre-test dan post-tes siswa dapat dilihat pada penjelasan berikut ini. Deskripsi Data Tes Deskripsi Data Pre-Test Pelaksanaan pre-test berfungsi untuk mengetahui kemampuan awal siswa mengenai memahami teks negosiasi. Kemampuan awal tersebut menggambarkan kesiapan siswa dalam menerima pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru. Pelaksanaan pre-test dilakukan pada tanggal 23 April 2022 di kelas sampel yaitu X MIA 3 yang diikuti 35 siswa. Soal pre-test yang digunakan berbentuk dialog percakapan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3 , 2022 Page: 55-66 Jurnal Language education and literature teks negosiasi sebanyak satu soal mengenai struktur dan kaidah kebahasaan teks negosiasi. Dilanjutkan kegiatan pembelajaran dengan model discovery learning. Aspek penilaian yang diterapkan pada materi memahami teks negosiasi untuk pre-test adalah mencari struktur teks negosiasi . rientasi, pengajuan, penawaran, persetujua. dan kaidah kebahasaan teks Berdasarkan hasil perhitungan pada pelaksanaan pretest, maka diperoleh nilai rata-rata . sebesar 56,80. Berikut distribusi interval tingkat penguasaan kemampuan disajikan pada tabel 1 berikut: Tabel 1 Interval Tingkat Ketuntasan Tes Awal (Pre-Tes. Rentang Nilai (RN) Predikat Frekuensi Presentase KKM Ou 70 Tuntas 5 siswa 14,29% KKM < 70 Tidak Tuntas 30 siswa 85,71% Jumlah Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa pada pre-test , siswa yang memenuhi nilai di atas kriteria ketuntasan minimum (KKM) sebanyak 5 siswa dengan presentase 14,29% sedangkan 30 siswa belum memenuhi kriteria ketuntasan minimum dengan presentase 85,71%. Nilai tertinggi yang diperoleh pada kegiatan tes awal adalan 80 dan yang terendah adalah 40. Sehingga Rata-rata nilai secara keseluruhan yang mencapai ketuntasan sebesar 56,80. Deskripsi Hasil Post-Test Siswa Setelah kemampuan awal siswa diketahui dilanjutkan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan sebanyak satu kali pertemuan yaitu pada tanggal 14 Mei 2022. Pada akhir penelitian dilakukan tes akhir untuk mengetahui kemampuan akhir siswa. Kemampuan akhir siswa adalah dalam memahami materi teks negosiasi yang merupakan hasil belajar siswa setelah proses pembelajaran. Tes akhir dilakukan pada tanggal 14 Mei 2022 untuk melihat hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan model discovery learning. Soal tes yang digunakan berbentuk dialog teks negosiasi sebanyak satu soal dan siswa menentukan struktur . rientasi, pengajuan, penawaran, persetujua. dan kaidah kebahasaan teks negosiasi. Data tes digunakan untuk P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3 , 2022 Page: 55-66 Jurnal Language education and literature melihat kemampuan kognitif siswa setelah penerapan pembelajaran dengan model discovery learning dengan demikian dapat diketahui perbedaan hasil belajar siswa. Sedangkan untuk menilai mampu tidaknya siswa dalam mengikuti materi teks negosiasi menggunakan KKM yang ditetapkan sekolah sebesar 70. Distribusi interval tingkat penguasaan kemampuan dapat dilihat pada tabel 2 berikut: Tabel 2 Interval Tingkat Ketuntasan Tes Akhir (Post-Tes. Rentang Nilai (RN) Predikat Frekuensi Presentase KKM Ou 70 Tuntas 32 siswa 91,43% KKM < 70 Tidak Tuntas 3 siswa 8,57% Jumlah 35 siswa Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa pada tes akhir, siswa yang mendapat nilai di atas KKM sebanyak 32 siswa 91,43% sedangkan 3 siswa 8,57% mendapatkan nilai masih di bawah KKM yang ditetapkan. Nilai yang tertinggi adalah 92 dan yang terendah adalah 52. Rata-rata nilai secara keseluruhan sebesar 78,74. Jika dibandingkan dengan data tes awal, pada tes akhir ini terdapat peningkatan hasil belajar sebesar 21,94, dimana pada tes awal nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 56,80. Setelah dilakukan penerapan dan tes akhir nilai rata-rata yang tuntas menjadi 78,74. Deskripsi Uji Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah melalui penerapan model pembelajaran discovery learning, kemampuan memahami teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau secara signifikan mencapai ketuntasan. Menentukan Skor Rata-Rata dan Simpangan Baku dengan Rumus Berdasarkan hitungan telah didapatkan nilai rata-rata dan simpangan baku, baik pada kegiatan tes awal dan tes akhir seperti di bawah ini: P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3 , 2022 Page: 55-66 Jurnal Language education and literature Tabel 3 Hasil Perhitungan Rata-Rata dan Simpangan Baku Variable Jumlah Sampel Rata-rata Simpangan Baku Pre-test 56,80 10,574 Post-test 78,74 9,394 Berdasarkan perhitungannya rata-rata dan simpangan baku didapatkan hasil data awal pre-test siswa dengan rata-rata 56,80 dengan simpangan baku 10,574. Sedangkan data akhir post-test didapatkan rata-rata 78,74 dengan simpangan baku 9,394. Uji Normalitas Data Uji normalitas ini dilakukan agar dapat mengetahui apakah data hasil siswa berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan kriteria pengujian yang digunakan adalah jika nilai Probabilitas . dari Z lebih besar dari yu = 0,05, yaycu diterima . ata berdistribusi norma. sebaliknya jika yayca ditolak . ata berdistribusi tidak norma. (Rustam, 2016:. Berdasarkan hasil uji normalitas pre-test dan post-test pada hasil tabel di atas, dapat disimpulkan hasil uji normalitas dengan menggunakan SPSS versi 20 nilai asymp. Sig . pada pre-test sebesar 0,573 Ou yu = 0,05 sedangkan pada post-test sebesar 0,181 Ou yu = 0,05, menunjukkan bahwa hasil uji normalitas data hasil belajar siswa memahami teks negosiasi adalah berdistribusi normal. Uji Hipotesis Dari kegiatan memahami teks negosiasi peneliti memperoleh nilai tes setelah penerapan dengan model Discovery Learning digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis yang telah dirumuskan dari data yang berdistribusi normal dengan menggunakan rumus uji Adapun hasil perhitungan uji t dengan menggunakan SPSS 20. Dapat disimpulkan bahwa yaycu ditolak dan yayca diterima, dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya setelah mendapatkan model pembelajaran discovery learning. Pada nilai ycEaycnycycycuyci sebesar 5,506, selanjutnya mencari hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3 , 2022 Page: 55-66 ycycycaycayceyco dengan tabel nilai-nilai dalam distribusi t. taraf siginifikan yu = 0,05 dan derajat kebebasan . k=d. 34, maka diketahui ycycycaycayceyco = 1,691. Dari hasil kriteria pengujian yaitu ycEaycnycycycuyci Ou ycycycaycayceyco . Berarti yaycu ditolak dan yayca diterima. Adapun kriteria pengujian tabel di atas menunjukkan bahwa ycEaycnycycycuyci Ou ycycycaycayceyco . ,506 Ou1,. Maka dapat disimpulkan yaycu ditolak dan yayca diterima, dengan demikian bahwa terdapat nilai yang signifikan mencapai ketuntasan antara model pembelajaran discovery learning dengan kemampuan memahami teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Pembahasan Pelaksanaan penelitian ini dilakukan selama dua minggu dengan jadwal pelajaran yang disesuaikan oleh pihak sekolah. Pada kegiatan pretest, masih banyak siswa yang mendapatkan nilai kecil atau belum tuntas, karena siswa belum mampu memahami teks negosiasi dengan baik, dan siswa masih belum memahami untuk menentukan struktur dan kaidah kebahasaan dari teks negosiasi. Kemudian pada saat menerapkan pembelajaran dengan discovery learning, guru memberikan stimulus kepada siswa dengan cara menjelaskan masalah sederhana kepada siswa yang berkaitan dengan materi pembelajaran, membimbing siswa dalam merumuskan hipotesis sesuai permasalahan yang ada pada materi pembelajaran, membimbing siswa menyajikan hasil kegiatan dan menemukan konsep, serta mengevaluasi langkah-langkah kegiatan yang telah dilaksanakan. Berdasarkan hasil tes sebelum diberikan perlakuan menggunakan model discovery learning untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Adapun tes yang diberikan pada siswa berbentuk soal berupa dialog percakapan sebanyak 1 soal dan mereka belum memahami struktur dan kaidah kebahasaan teks negosiasi. Pre-test dilakukan pada tanggal 23 April Pada kegiatan pre-test siswa diminta untuk mengerjakan soal secara mandiri. Proses kegiatan pre-test mengalami beberapa kendala seperti banyak siswa yang ribut dan mengobrol dengan teman sebangkunya, sehingga peneliti selalu meminta siswa untuk tetap tenang dan fokus mengerjakan soal yang diberikan. Berdasarkan perhitungan didapatkan rata-rata nilai 56,80 dengan simpangan baku 10,574. Berdasarkan hasil pre-test menunjukkan jika nilai siswa rata-rata masih belum ada yang mencapai KKM yaitu 70. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data pre-test atau kemampuan awal siswa secara signifikan belum tuntas. hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3 , 2022 Page: 55-66 Setelah tes awal dilakukan, peneliti memberikan treatment mengajar dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning. Kegiatan post-test dilakukan pada tanggal 14 Mei 2022. Pada kegiatan post-test siswa mulai fokus mengerjakan soal yang memang dikarenakan siswa telah menerima materi. Jumlah pertemuan tatap muka yang dilakukan oleh peneliti adalah dua kali dengan rincian satu kali pemberian tes awal dan satu kali proses pembelajaran dengan model pembelajaran discovery learning sekaligus pemberian tes akhir. Berdasarkan pada tes akhir nilai yang diperoleh siswa rata-rata 78,74 dengan simpangan baku 9,394 dengan siswa yang mendapatkan nilai Ou 70 yaitu 32 siswa atau dengan presentase 91,43% tuntas. Berdasarkan penjelasan di atas, diperoleh hasil analisis data ycEaycnycycycuyci Ou ycycycaycayceyco . ,506 Ou1,. untuk taraf signifikan 0,05 hal ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan kata lain disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan memahami teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Hasil penelitian ini didukung oleh temuan penulis di lapangan selama proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran discovery learning, siswa lebih aktif berfikir untuk memecahkan persoalan-persoalan yang telah diberikan dan siswa berpartisipasi pada saat proses belajar mengajar berlangsung dan juga guru berfungsi sebagai fasilitator dari pada pengajar. Hal ini sejalan dengan pendapat (Purba,2020:. model pembelajaran discovery learning merupakan proses pembelajaran seorang pendidik hanya menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk tidak final, tetapi siswa diberi peluang untuk mencari dan menemukannya sendiri masalah dalam pembelajaran discovery learning kegiatan atau pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan konsepkonsep dan prinsip-prinsip melalui mentalnya sendiri. Adapun kelebihan dalam model pembelajaran discovery learning yang terdapat dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas adalah sebagai berikut: . model pembelajaran ini menimbulkan rasa senang pada siswa, karena tumbuhnya rasa menyelidiki dan berhasil, . memotivasi siswa untuk melanjutkan pekerjaannya hingga mereka menemukan jawabannya, . Mendorong siswa berfikir dan bekerja atas inisiatif sendiri. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Purba . AuPenerapan Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Meningkatkan Kompetensi P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3 , 2022 Page: 55-66 Jurnal Language education and literature Menulis Puisi pada siswa kelas XII SMK Negeri 7 JakartaAy. Persamaan pada penelitian ini adalah memfokuskan pada penerapan model discovery learning, sedangkan perbedaannya yaitu terletak pada materi yang diajarkan dan lokasi penelitian. Hasil yang dilakukan dari penelitian oleh Purba didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan ratarata kelas dari kondisi awal sampai dengan siklus i yaitu kondisi awal yang tuntas sebanyak 4 siswa dengan nilai rata-rata 67,14 siklus ke II sebanyak 5 siswa dengan nilai rata-rata 71,85 dan siklus i hasil belajar siswa meningkat 100% mampu mencapai nilai KKM yang ditentukan dari nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 82,05. Sedangkan nilai yang peneliti dapat yaitu di tes awal atau pretest 56,80 dan tes akhir yaitu 78,74. Pada hasil tes awal memahami teks negosiasi sebelum pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning diketahui nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 40 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa 80. Sedangkan hasil tes akhir memahami teks negosiasi sesudah proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning diketahui bahwa nilai terendah yang diperoleh siswa yaitu 52 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 92. Berdasarkan perhitungan pengujian data hipotesis hasil dari uji-t yang menggunakan SPSS versi 20, diketahui jilai nilai ycEaycnycycycuyci Ou ycycycaycayceyco atau 5,506 Ou 1,691 yang menunjukkan bahwa nilai siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau mampu mencapai ketuntasan pembelajaran memahami teks negosiasi dengan menggunakan model discovery Sehingga dalam hal ini yaycu ditolak dan yayca diterima. Maka dari itu hipotesis yang diajukan dalam penelitiaan ini dapat diterima kebenarannya, artinya model discovery learning dapat menuntaskan hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada materi teks negosiasi, karena hal ini dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata tes akhir yang dilakukan sesudah diterapkannya model pembelajaran discovery learning dengan mencapai nilai rata-rata 78,74 dengan demikian nilai rata-rata hasil tes akhir lebih tinggi daripada nilai KKM yaitu 78,74 Ou 70. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan juga pembahasan dapat disimpulkan bawah hasil belajar kemampuan memahami teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau setelah diterapkan model discovery learning secara signifikan tuntas. Dalam hal ini hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3 , 2022 Page: 55-66 berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji-t dengan menggunakan SPSS versi 20, diketahui nilai ycEaycnycycycuyci sebesar 5,506 selanjutnya ycycycaycayceyco dengan tabel nilai-nilai dalam distribusi t. Taraf signifikan yu = 0,05 dan derajat kebebasan . k=d. 34, maka diketahui ycycycaycayceyco 1,691. Dari hasil kriteria pengujian yaitu ycEaycnycycycuyci Ou ycycycaycayceyco berarti yaycu ditolak dan yayca diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model discovery learning dapat menuntaskan hasil belajar kemampuan memahami teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau. DAFTAR PUSTAKA