Jurnal Pendidikan Bahasa Volume 15. Nomor 4. Desember 2025 | ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Penerapan Model Multiliterasi Menulis Berbasis Genre pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 5 Sekolah Dasar Yosepin Betssy Tomasoa1,*. Hery Setiyawan1. Yudha Popiyanto1 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya *Corespondence: yosephinbetssy@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan menguraikan implementasi model pembelajaran multiliterasi berbasis genre untuk mengembangkan kompetensi menulis teks eksposisi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 SDN Pakis V Surabaya. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan mengumpulkan data melalui teknik observasi, wawancara, dan Partisipan penelitian meliputi seorang guru dan 25 peserta didik kelas 5. Temuan menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran oleh guru mencapai rata-rata 3,7 . ategori sangat bai. , memperlihatkan kemampuan guru mengelola kelas secara optimal. Aktivitas peserta didik dalam pembelajaran mencapai rata-rata 2,9 . ategori bai. , dimana mayoritas peserta didik memperlihatkan partisipasi aktif dalam pembelajaran, meskipun sebagian masih memerlukan pendampingan lebih intens untuk terlibat secara optimal. Implementasi model pembelajaran multiliterasi terbukti efektif mendorong partisipasi aktif peserta didik, meningkatkan kualitas tulisan, serta menumbuhkan minat dan rasa percaya diri dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kata Kunci: Multiliterasi. Keterampilan Menulis. Pengelolaan Pembelajaran. Aktivitas Murid Received: 9 Jul 2025. Revised: 27 Okt 2025. Accepted: 3 Nov 2025. Available Online: 10 Nov 2025 This is an open access article under the CC - BY license. PENDAHULUAN Dalam konteks pendidikan Indonesia, berbagai permasalahan masih menjadi hambatan signifikan bagi peningkatan mutu pembelajaran. Perkembangan zaman sangat cepat telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk di Pendidikan (Kurniawan & Sutarni, 2. Menurut Siregar . mutu pendidikan Indonesia dalam perspektif global masih berada pada level rendah, baik ditinjau dari aspek sistem maupun kualitasnya. Data World Population Review tahun 2021 menempatkan Indonesia pada urutan ke-54 dari 78 negara yang Pendidikan bermutu diharapkan mampu mendorong kemajuan suatu bangsa. Pendidikan bukan semata-mata instrumen transformasi generasi penerus, tetapi harus berperan sebagai agen perubahan yang menciptakan transformasi konkret (Hasanah et al. , 2. Tanpa mutu pendidikan yang memadai, pencapaian keberhasilan optimal sulit diwujudkan, sebab kualitas pendidikan mencerminkan kemajuan suatu negara. Sekolah dasar memegang peran vital dalam struktur pendidikan nasional (Lessy et al. , 2. Pendidikan dasar yang berlangsung enam tahun merupakan jenjang formal dasar yang memberikan pengaruh besar dalam pembentukan karakter anak. Sekolah dasar berfungsi sebagai lingkungan pendidikan karakter kedua bagi peserta didik (Suryana & Muhtar, 2. Menurut Faradiba . sekolah dasar berperan sebagai pondasi pendidikan fundamental yang bertujuan mengembangkan kapasitas literasi peserta didik. Kemampuan literasi menulis peserta didik Indonesia berada pada tingkat yang memprihatinkan sejak negara ini bergabung dalam program PISA tahun 2000. Kompetensi literasi tulis peserta didik Indonesia masih menjadi tantangan yang substansial. Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang diselenggarakan Organization for Economic and Cultural Development (OECD) sejak tahun 2000 memperlihatkan bahwa peserta didik Indonesia secara berkelanjutan menunjukkan capaian rendah dalam literasi menulis. Pada PISA 2018. Indonesia berada di sepuluh posisi terbawah dari 79 negara partisipan, menandakan mayoritas peserta didik belum menguasai keterampilan menulis teks dengan baik. Meskipun PISA 2022 yang diumumkan https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Kemendikbudristek pada 5 Desember 2023 mencatat kenaikan lima hingga enam peringkat dibanding 2018, pencapaian ini belum sepenuhnya mencerminkan perbaikan kualitas signifikan. Kementerian mengakui bahwa secara global, hasil PISA 2022 mengalami penurunan akibat dampak pandemi COVID-19 yang mempengaruhi proses pembelajaran di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi nasional tersebut juga tergambar dalam pembelajaran di tingkat lokal, khususnya di SDN Pakis V Surabaya. Menurut Syach . Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran wajib bagi peserta didik sekolah Menurut Mudiono . Kompetensi menulis menjadi fokus utama pembelajaran di kelas V untuk membentuk kemampuan berbahasa yang terstruktur dan efektif. Pentingnya penguatan keterampilan berbahasa melalui kegiatan menulis di sekolah dasar (Salbiah & Aulia, 2. Kompetensi menulis peserta didik kelas V di sekolah ini masih memerlukan peningkatan, terlihat dari banyaknya peserta didik yang menghadapi kendala dalam mengembangkan ide secara sistematis, memilih kosakata yang tepat, serta mengaplikasikan kaidah kebahasaan seperti ejaan dan tanda baca. Dengan demikian, guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa mengembangkan ide, menyusun paragraf, dan menyampaikan gagasan tertulis dengan bahasa yang sistematis dan mudah dipahami. Model pembelajaran multiliterasi merupakan bentuk pembelajaran literasi yang mengintegrasikan literasi audio, visual, dan teks (Urifah & Fradana, 2. Menurut Septiana . model multiliterasi mendorong murid untuk mengekspresikan gagasannya melalui beragam media. Model ini menyajikan informasi kepada peserta didik menggunakan media audiovisual. Dengan pendekatan ini, peserta didik dapat lebih antusias dalam belajar karena suasana yang kondusif dan menyenangkan. Guru dapat mengoptimalkan teknologi yang tersedia untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Pendekatan berbasis genre dalam multiliterasi memfasilitasi siswa memahami struktur dan karakteristik spesifik dari berbagai jenis teks, termasuk teks eksposisi yang menjadi fokus kajian ini (Sudarwati & Indhiarti, 2. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa pembelajaran multiliterasi berbasis genre mampu meningkatkan kompetensi menulis siswa secara substansial. Pendekatan ini dipandang sebagai pembelajaran visioner yang mampu menjawab tantangan akademik abad ke-21. Guru berperan sebagai agen transformasi dalam perencanaan pembelajaran dengan mengarahkan dan membimbing siswa meningkatkan kompetensi Melalui latihan keterampilan menulis dengan pendekatan multiliterasi, siswa akan lebih memahami struktur teks, mengembangkan kemampuan analisis, dan menulis dengan tepat sesuai genre yang dipelajari. Penerapan model pembelajaran multiliterasi berbasis genre dipandang dapat menjadi alternatif solusi efektif dalam meningkatkan kompetensi menulis siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Model ini tidak hanya berfokus pada aspek linguistik, tetapi juga mendorong siswa terlibat aktif dalam proses belajar melalui berbagai media dan konteks literasi yang beragam. Mengacu pada berbagai temuan penelitian terdahulu yang memperlihatkan keberhasilan penerapan model multiliterasi dalam meningkatkan kapasitas literasi siswa, maka penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan menggali lebih dalam bagaimana model pembelajaran multiliterasi berbasis genre diimplementasikan untuk meningkatkan kompetensi menulis siswa kelas V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN Pakis V Surabaya. METODE Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Ini lebih mengutamakan teknik deskriptif untuk data lapangan (Charismana & Retnawati, 2. Menurut Harahap . penelitian kualitatif yang mengumpulkan data dari informan. Penelitian yang dilakukan dan sangat banyak diminati, meskipun di sisi lain ada yang merasa sulit dalam penelitian ini (Safrudin et al. , 2. Tujuan penelitian ini menjelaskan bagaimana penerapan model pembelajaran multiliterasi memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi menulis siswa kelas V dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari sumber utama melalui wawancara dengan guru wali kelas, yang mencakup hasil observasi terhadap manajemen pembelajaran oleh guru dan aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran Data tersebut dikumpulkan langsung oleh peneliti melalui teknik observasi lapangan. Berdasarkan jenis data tersebut, teknik analisis data yang digunakan dalam kajian ini sebagai berikut: https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Observasi Pengelolaan Pembelajaran Guru Analisis data dari instrumen pengelolaan pembelajaran guru menggunakan rumus: ycIycE P=Oc ycu Keterangan: : Tingkat keberhasilan OcSP : Total skor perolehan : Jumlah seluruh aspek Setelah menghitung dengan rumus, kemudian mencocokkan hasil P dengan kategori keberhasilan pada tabel berikut: Tabel 1. Skor Pengelolaan Pembelajaran Guru Tingkat Keberhasilan (P) 1,0 O P O 1,4 1,4 < P O 2,4 2,4 < P O 3,4 3,4 < P O 4,0 Kategori Tidak Baik Cukup Baik Sangat Baik Observasi Aktivitas Murid Data dikumpulkan melalui stratified sampling dengan memilih enam murid kelas 5C berdasarkan kategori keterampilan menulis . inggi, sedang, renda. Penentuan kategori awal dilakukan berdasarkan penilaian guru terhadap kemampuan menulis siswa pada pembelajaran sebelumnya. Dari setiap kategori diambil dua murid sebagai sampel penelitian. ycycy AM = Oc ycu Keterangan: : Aktivitas murid OcSP : Total skor perolehan : Jumlah seluruh aspek Setelah menghitung dengan rumus, kemudian mencocokkan hasil dengan kategori keberhasilan pada tabel berikut: Tabel 2. Skor Aktivitas Murid Skor Aktivitas Murid (AM) 1,0 O AM O 1,4 1,4 < AM O 2,4 2,4 < AM O 3,4 3,4 O AM O 4,0 Kategori Tidak Baik Cukup Baik Sangat Baik HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengelolaan Pembelajaran Guru Hasil observasi pengelolaan guru yang dilakukan selama dua pertemuan berdasarkan lembar observasi pengelolaan sebagai berikut: https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Tabel 3. Observasi Pengelolaan Pembelajaran Guru Aspek yang diamati Persiapan Persiapan guru dalam mengajar Mempersiapkan perangkat pembelajaran (Modul pembelajaran. LKPD) Mempersiapkan model pembelajaran multiliterasi Pelaksanaan Kegiatan Awal Guru memberikan salam Guru mengajak murid berdoa Guru mengabsen kehadiran murid Guru menyampaikan kesepakatan belajar Guru melakukan apersepsi Guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti Pembagian kelompok Murid dikelompokkan ke dalam 3 - 5 kelompok Guru menjelaskan tujuan kerja kelompok dan tugas setiap kelompok Pelaksanaan model pembelajaran multiliterasi Guru menampilkan video pendek tentang kerusakan lingkungan Guru membimbing diskusi kelompok tentang mengapa lingkungan harus dijaga Guru meminta murid untuk menyusun gagasan sebelum menulis Guru meminta murid untuk menyusun teks eksposisi Pemberian teks eksposisi Guru memberikan teks eksposisi yang sesuai dengan topik pembelajaran Guru memastikan semua kelompok mendapatkan teks yang sama Presentasi/Pengumpulan Guru memberikan kesempatan setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil pekerjaan mereka/mengumpulkan hasilnya Kegiatan Penutup Murid diberikan apresiasi terhadap seluruh tugas yang sudah dikerjakan dengan baik Guru mengajak murid untuk melakukan refleksi atas proses pembelajaran Guru dan murid membuat kesimpulan bersama tentang teks eksposisi Guru mengajak murid berdoa bersama-sama Guru mengucap salam Pengelolaan Waktu Ketepatan waktu dalam mengajar i Ketepatan memulai dan menutup pembelajaran Kesesuaian dengan modul pembelajaran Total Skor Perolehan Total Skor Perolehan Pertemuan I dan II Skor Berdasarkan hasil skor penilaian pada tabel tersebut, perhitungan tingkat keberhasilan guru dihitung menggunakan rumus: P = Oc SP 197 = 3,7 Hasil observasi menunjukkan guru kelas 5C berhasil menerapkan model pembelajaran multiliterasi dengan tingkat keberhasilan sebesar 3,7, yang masuk dalam kategori sangat baik sesuai dengan Tabel 1. Hasil ini https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. mencerminkan bahwa guru memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menerapkan model pembelajaran multiliterasi, terutama dalam menyampaikan materi teks eksposisi. Hasil Observasi Aktivitas Murid Proses pembelajaran bahasa Indonesia pada materi teks eksposisi menggunakan model pembelajaran multiliterasi dilaksanakan dengan melibatkan murid kelas 5 yang telah dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya pada mata pelajaran bahasa Indonesia, yakni kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil observasi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Observasi Aktivitas Murid Aspek yang diamati Tinggi Persiapan Persiapan fisik murid dalam mengikuti Persiapan perlengkapan pembelajaran Persiapan performa murid Pelaksanaan Kegiatan Awal Murid menjawab salam Murid berdoa bersama-sama guru dan teman Murid merespon ketika diabsen Murid merespon kesepakatan selama proses pembelajaran Murid menyampaikan apersepsi Murid menyampaikan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti Partisipasi kelompok Murid aktif bekerja sama dengan anggota kelompok Murid berbagi tugas secara merata dalam kelompok Pelaksanaan model pembelajaran multiliterasi Murid mengamati video pendek tentang kerusakan lingkungan Murid mengidentifikasi fakta dan Murid membuat mind map dengan Murid menulis teks eksposisi dengan Presentasi Murid presentasi hasil diskusi kelompok Kegiatan Penutup Murid terlibat dalam refleksi proses pembelajaran dan memberikan 3 3 pendapat mereka https://ejournal. id/index. php/jpb/index Skor penilaian Sedang Rendah Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Aspek yang diamati Skor penilaian Sedang Tinggi Murid bersama guru menarik kesimpulan tentang teks eksposisi Murid berdoa bersama-sama Murid menjawab salam Jumlah Skor Total Skor Perolehan Rendah 4 4 3 3 4 4 3 3 Berdasarkan skor perolehan pada tabel tersebut, perhitungan tingkat aktivitas murid dihitung menggunakan rumus: AM = Oc = 2,9 Rata-rata skor aktivitas murid sebesar 2,9 setelah diterapkannya model pembelajaran multiliterasi menunjukkan bahwa murid dari kelompok kategori tinggi, sedang, maupun rendah tergolong dalam kategori baik sesuai dengan Tabel 2. Hasil ini menunjukkan murid aktif selama proses pembelajaran berlangsung dalam menerapkan model pembelajaran multiliterasi. Pembahasan Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penerapan model pembelajaran multiliterasi berbasis genre memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran menulis teks eksposisi. Skor pengelolaan pembelajaran guru sebesar 3,7 . ategori sangat bai. mengindikasikan bahwa guru mampu mengintegrasikan berbagai elemen multiliterasi secara efektif. Hal ini selaras dengan teori yang dikemukakan Urifah & Fradana . bahwa model multiliterasi memungkinkan guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Aktivitas murid dengan skor rata-rata 2,9 . ategori bai. menunjukkan respons positif terhadap implementasi model multiliterasi berbasis genre. Murid dengan kapabilitas tinggi memperlihatkan partisipasi aktif dalam semua aspek pembelajaran, sementara murid dengan kapabilitas sedang dan rendah masih memerlukan bimbingan lebih intensif, terutama dalam tahap menulis teks eksposisi dengan struktur yang tepat. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pendekatan multiliterasi dapat mengakomodasi berbagai tingkat kapabilitas siswa, meskipun tetap memerlukan diferensiasi pembelajaran yang lebih spesifik. Pemanfaatan video sebagai media pembelajaran dalam model multiliterasi terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan murid, terutama dalam tahap pemahaman konsep dan pengembangan ide. Hal ini mendukung pembelajaran berbasis genre karena siswa dapat memahami konteks dan tujuan komunikatif teks eksposisi melalui visualisasi yang konkret. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian penerapan model pembelajaran multiliterasi berbasis genre pada kompetensi menulis siswa kelas V di SDN Pakis V Surabaya, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan pembelajaran guru dilakukan dengan sangat baik dengan skor keberhasilan sebesar 3,7. Guru memperlihatkan kompetensinya dalam mengintegrasikan berbagai jenis literasi dan menerapkan pendekatan berbasis genre secara terstruktur. Aktivitas murid dalam pembelajaran memperlihatkan kategori baik dengan skor rata-rata 2,9. Murid dengan tingkat kompetensi menulis sedang hingga tinggi dapat mengikuti kegiatan pembelajaran secara aktif, namun siswa dengan kapabilitas menulis yang masih rendah mengalami kesulitan dalam menuangkan gagasan secara tertulis dan memerlukan bimbingan lebih intensif. Model pembelajaran multiliterasi berbasis genre terbukti efektif dalam mendorong keterlibatan aktif murid, meningkatkan kualitas tulisan, serta menumbuhkan minat dan rasa percaya diri dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kajian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran menulis di sekolah dasar dengan memanfaatkan pendekatan multiliterasi yang disesuaikan dengan karakteristik genre teks tertentu. https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Daftar Pustaka