COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech PEMBUATAN VIDEO GRAPHIC MEDIA PEMBELAJARAN TENTANG SKINCARE DAN MAKE-UP SEBAGAI SARANA PROMOSI TOKO SKINNEEDS WORLD Namira Raissa1. Desipriani2 1,. Desain Komunikasi Visual. Fakultas Seni dan Desain. Universitas Potensi Utama. Indonesia *Coresponding Email: namira. hidayat@gmail. Abstrak Video AuYour SKINNEEDS to KnowAy dirancang sebagai media pembelajaran remaja mengenai skincare dan make up. Karya ini menggunakan pendekatan vlog dan motion graphic dengan gaya visual yang ringan, colorful, dan girly untuk menarik perhatian sekaligus memudahkan pemahaman. Penelitian memadukan wawancara remaja sebagai data primer dan literatur terkait sebagai data sekunder. Media utama didukung dengan berbagai elemen pendukung seperti poster. T-shirt, sticker pack, hingga gift pack, sehingga tercipta identitas visual yang konsisten. Berdasarkan kuesioner terhadap 95 responden, video dinilai mudah dipahami, menarik, serta efektif meningkatkan pengetahuan tentang skincare berbahaya dan make up palsu. Karya ini juga memperkenalkan Skinneeds sebagai solusi penyedia produk aman dan asli. Kata Kunci: Motion Graphic. Media Pembelajaran. Skincare. Make Up. Remaja. Abstract The video "Your SKINNEEDS to Know" was designed as a learning tool for teenagers about skincare and This work uses a vlog and motion graphic approach with a light, colorful, and girly visual style to attract attention and facilitate understanding. The research combines adolescent interviews as primary data and related literature as secondary data. The primary media is supported by various supporting elements such as posters. T-shirts, sticker packs, and gift packs, creating a consistent visual identity. Based on a questionnaire with 95 respondents, the video was deemed easy to understand, engaging, and effective in increasing knowledge about dangerous skincare and counterfeit makeup. This work also introduces Skinneeds as a solution for providing safe and authentic products. Keywords: Motion Graphic. Learning Media. Skincare. Makeup. Teenagers. PENDAHULUAN Di era 2025, skincare dan make up bukan lagi hal yang tabu bagi remaja, melainkan telah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari. Berbeda dengan masa sebelumnya, ketika produk kecantikan hanya terbatas pada bedak atau pelembap dan lebih ditujukan untuk orang dewasa, kini remaja menjadi salah satu target pasar utama. Perubahan ini dipengaruhi oleh perkembangan media sosial, kemudahan akses belanja daring, serta meningkatnya kesadaran remaja terhadap penampilan dan kesehatan kulit. Namun, fenomena ini juga menimbulkan persoalan baru, yaitu maraknya produk abal-abal yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, serta peredaran make up palsu yang kerap A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech mengatasnamakan produk AudupeAy sebagai strategi pemasaran. Minimnya edukasi formal mengenai pemilihan skincare dan make up yang aman membuat remaja sering kebingungan dalam menentukan produk sesuai kebutuhan kulit Sebagian besar justru terjebak pada promosi instan tanpa memahami komposisi produk, sehingga berisiko mengalami dampak negatif bagi kesehatan kulit. Selain itu, kehadiran produk palsu dengan harga murah semakin memperbesar potensi bahaya di kalangan remaja yang cenderung mengikuti tren tanpa mempertimbangkan keamanan. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan media pembelajaran yang interaktif dan sesuai dengan gaya belajar remaja masa kini. Oleh karena itu, penulis merancang video motion graphic dengan pendekatan vlog style berjudul AuYour SKINNEEDS to KnowAy sebagai sarana edukasi mengenai skincare dan make up yang aman. Video ini menghadirkan informasi ringan, visual menarik, serta gaya penyajian yang dekat dengan keseharian remaja. Selain memberikan edukasi, karya ini juga diarahkan untuk memperkenalkan toko Skinneeds World sebagai contoh solusi yang berkomitmen menyediakan produk aman dan asli. KAJIAN TEORI Studi Literatur Buku Pengantar Desain Komunikasi Visual Menurut Kusrianto . DKV mencakup berbagai cabang ilmu seperti ilustrasi, fotografi, tipografi, multimedia, dan animasi. Salah satu cabang yang paling relevan untuk menjangkau audiens remaja adalah multimedia, khususnya animasi motion Motion graphic dipilih karena mampu menggabungkan elemen visual dan audio yang interaktif, sehingga efektif digunakan sebagai media pembelajaran yang dekat dengan keseharian Gen Z. Buku Computer Graphic Design Hendratman . menyebutkan bahwa warna bukan hanya elemen estetika, melainkan juga memiliki pengaruh psikologis yang dapat membangun suasana dan sugesti tertentu. Dalam media pembelajaran, pemilihan warna sangat penting agar tidak membosankan bagi audiens remaja. Warna dengan nuansa segar, trendi, dan A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech energik akan lebih menarik perhatian, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diingat. Buku Belajar Sendiri Adobe Premiere CC 2019 Jubilee Enterprise . menguraikan teknik dasar hingga lanjutan dalam pengoperasian Adobe Premiere, seperti pemotongan video, pengaturan kecepatan, pengolahan warna, dan integrasi animasi. Buku ini menjadi acuan penting dalam penyusunan karya video berbasis vlog yang dikombinasikan dengan motion graphic, sehingga hasil akhir lebih dinamis, profesional, dan sesuai dengan tren konten Buku Pretty Honest Ae The Straight Talking Beauty Companion Hughes . menyoroti pengalaman pribadi menggunakan make up sejak usia 12 Hal ini menjadi bukti bahwa ketertarikan terhadap kosmetik tidak hanya muncul pada usia dewasa, melainkan bisa dimulai sejak remaja. Fakta ini mendukung pemilihan target audiens penelitian, yaitu remaja yang sedang memasuki fase eksplorasi skincare dan make up. Artikel AuKarakteristik Media Pembelajaran Gen Z & AlfaAy Prismanata . menekankan bahwa Generasi Z merupakan digital natives yang terbiasa dengan teknologi sejak kecil. Mereka lebih responsif terhadap media berbasis visual dan audio dibanding generasi sebelumnya. Oleh karena itu, media pembelajaran berbasis video dinilai efektif untuk menyampaikan pesan kepada remaja Gen Z karena sesuai dengan pola belajar visual dan interaktif mereka. Tinjauan Karya Kanal YouTube Beauty Within Channel ini menjadi inspirasi karena menyajikan konten seputar skincare dan make up dengan penyampaian ringan, visual menarik, dan didukung motion graphic. Walaupun berbeda format, konsep edukatif dari kanal ini relevan untuk dijadikan acuan dalam merancang media pembelajaran. Video YouTube A Day in My Life Ae Linh Truong Video vlog ini dipilih sebagai referensi gaya visual estetik yang dekat dengan tren Unsur text overlay, bingkai unik, dan animasi tambahan menjadikan gaya A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech vlog ini cocok untuk dikombinasikan dengan motion graphic dalam karya Icon Pururunpun Pururunpun dikenal dengan ilustrasi imut, ceria, dan eye catching yang populer di kalangan remaja. Karakteristik ini dijadikan referensi dalam pengembangan ikon dan elemen grafis, sehingga desain menjadi lebih dekat dan familiar dengan target QR Code QR code dipilih sebagai elemen interaktif yang memudahkan audiens mengakses Dengan memindai kode, remaja dapat langsung terhubung ke kanal YouTube atau platform digital tempat karya dipublikasikan. METODE PENELITIAN Pengumpulan Data Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber utama melalui observasi dan wawancara. Observasi dilakukan di sekolah untuk mengetahui sejauh mana pihak sekolah mendukung penggunaan media pembelajaran non-konvensional, serta melihat respons siswa yang terbiasa belajar melalui media visual seperti video. Observasi ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa lebih cepat memahami materi jika disampaikan melalui media berbasis visual ketimbang metode konvensional. Selain itu, penulis juga melakukan wawancara terstruktur kepada remaja yang menjadi target audiens. Contohnya adalah Nawid . , seorang siswa SMA yang memiliki minat tinggi pada skincare dan make up. Ia mengenal skincare sejak sekolah dasar melalui konten edukasi di YouTube dan TikTok. Produk yang digunakan berasal dari brand dermatologis dan ia cukup paham mengenai risiko bahan berbahaya seperti merkuri. Nawid menilai media video sangat efektif karena singkat, interaktif, dan mudah dipahami. Selanjutnya adalah Carissa . , siswi SMA kelas 11 yang mulai mengenal skincare dari kakaknya sejak usia 13 tahun. Ia menggunakan produk lokal dan mulai memakai make up sejak usia 14 tahun. Menurut Carissa, pengetahuan tentang skincare dan A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech make up paling sering ia dapatkan dari TikTok dan YouTube. Ia berpendapat bahwa media video lebih menarik dan mudah dipahami daripada membaca artikel. Dari wawancara ini dapat dilihat bahwa meskipun tingkat antusiasme berbeda, keduanya sama-sama menganggap video sebagai sarana pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan gaya hidup Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari studi literatur, buku, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik. Salah satu acuan adalah penelitian yang dilakukan oleh Restya. Alawiyah, dan Anjani . mengenai pengaruh video animasi bergambar terhadap minat belajar siswa SD. Penelitian ini membuktikan bahwa media video animasi dapat meningkatkan minat belajar hingga 52,8% dan mendapat respon positif dari guru maupun Hal ini menguatkan bahwa media visual efektif meningkatkan keterlibatan audiens. Selain itu, penulis juga mengutip jurnal Anjas Anggara . yang membahas bahaya kosmetik ilegal dan peran BPOM Mobile. Data dari jurnal tersebut menunjukkan bahwa masih banyak kosmetik beredar tanpa izin BPOM, dan ketidaktahuan remaja terhadap skincare berbahaya masih tinggi. Temuan ini mendukung urgensi adanya media edukasi yang mampu memberikan informasi dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami Analisis Data Analisis data adalah tahap penting dalam proses penelitian atau pengumpulan informasi, dimana data yang telah dikumpulkan dari subjek penelitian atau sumber yang relavan, sehingga diharapkan mampu menjadi sebuah solusi. Adapun penulis menganalisa data dengan menggunakan 5W? 1H sebagai berikut. A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech Tabel 1. Analisis Data 5W 1H (Sumber : Namira Raissa, 2. A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech Ide Kreatif Pada tahap ini, penulis menyusun ide kreatif melalui metode brainstorming yang divisualisasikan dalam bentuk mind mapping. Mind mapping ini membantu merumuskan pendekatan komunikatif dalam karya, agar pesan edukasi dapat tersampaikan secara efektif. Brainstorming Gambar 1. Mind Mapping (Sumber : Namira Raissa, 2. A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech Ide kreatif dalam karya ini disusun melalui brainstorming yang dituangkan dalam mind mapping dengan lima kata kunci utama: Identifying. Collaborative. Listen. Compromise, dan Respect. Tema Tema yang diangkat adalah AuHigh School Beauty SurvivalAy, yang menggambarkan kehidupan remaja sekolah dengan visual ceria, warna pastel, tipografi playful, dan ilustrasi doodle. Formatnya berupa vlog interaktif yang dipadukan dengan motion graphic, sehingga penyampaian materi terasa ringan, dekat dengan keseharian Gen Z, namun tetap edukatif tentang skincare dan make up yang Pra Produksi Pra-produksi merupakan tahap awal dalam perancangan karya yang mencakup kegiatan persiapan sebelum produksi dilakukan. Pada tahap ini disusun konsep cerita, storyboard, naskah narasi, referensi visual, serta pengumpulan data dari observasi dan Penulis juga menentukan gaya visual sesuai dengan karakteristik target audiens remaja Gen Z, agar pesan edukasi tersampaikan dengan cara yang komunikatif dan relevan. Dalam proses ini penulis berperan sebagai penulis naskah, ilustrator, animator, serta pengarah visual, sehingga setiap aspek yang dipersiapkan benar-benar konsisten dengan tujuan media pembelajaran yang ingin dicapai. Produksi Tahap produksi mencakup pembuatan ilustrasi karakter, ikon, serta elemen grafis menggunakan Adobe Fresco dan Photoshop. Pengambilan video dilakukan dengan iPhone 15 cinematic mode untuk menghasilkan kualitas gambar yang baik, serta mikrofon eksternal Hollyland Lark M2 untuk menghasilkan audio yang jernih. Editing video dilakukan dengan Adobe Premiere Pro untuk penyusunan utama dan CapCut untuk penambahan efek visual. Ilustrasi Karakter Dalam karya ini, penulis menghadirkan tiga maskot yaitu Peachy. Beau, dan Mica. Peachy terinspirasi dari buah peach yang identik dengan kesan segar dan lembut, merepresentasikan semangat remaja. Beau, karakter beruang, diambil dari A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech kata Prancis AubeauAy yang berarti tampan, menjadi simbol bahwa skincare juga penting bagi laki-laki. Mica, karakter kucing, terinspirasi dari mineral kosmetik mica yang memberi efek kilau lembut, melambangkan kepercayaan diri dan pesona. Gambar 2. Mascot (Sumber : Namira Raissa, 2. Ikon dan Elemen Grafis Ikon yang digunakan terinspirasi dari dunia kecantikan, seperti lipstik, botol skincare, kuas make up, hingga cermin tangan. Seluruh elemen divisualisasikan dengan gaya vektor sederhana dan warna senada, sehingga mudah dikenali sekaligus memperkuat tema visual yang fun dan youthful. Pemilihan Warna Palet warna yang dipilih terdiri dari peach muda, deep magenta, rose mauve, soft pastel yellow, dan rose pink. Warna-warna ini dipilih untuk menciptakan nuansa A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech ceria, segar, serta hangat, yang sesuai dengan target audiens remaja dan identitas brand Skinneeds. Gambar 3. Color Pallete (Sumber : Namira Raissa, 2. Pemilihan Font Tipografi yang digunakan mencakup Yeasty Flavor. Century Gothic. Myriad Pro, dan 04B Bitmap. Kombinasi ini dipilih untuk menghadirkan hierarki visual yang jelas, di mana Yeasty Flavor dipakai pada judul agar terlihat playful. Century Gothic untuk teks pendukung agar mudah dibaca. Myriad Pro untuk subjudul yang tegas dan bersih, serta 04B Bitmap sebagai aksen bergaya digital retro. Gambar 4. Pemilihan Font (Sumber : Namira Raissa, 2. Konsep Media Konsep media dalam perancangan ini terdiri dari media utama berupa video edukasi berdurasi sekitar 5 menit yang membahas topik skincare dan make up untuk remaja. Video ini menggabungkan gaya vlog interaktif yang dipandu karakter Minneeds dengan sisipan motion graphic sebagai penjelasan visual yang lebih jelas dan menarik. Sementara itu, media pendukung dirancang untuk memperkuat penyampaian pesan sekaligus mendukung A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech penyebaran media utama agar menjangkau audiens yang lebih luas. Media pendukung tersebut meliputi DVD dan cover, kaos sablon, gantungan kunci, poster edukasi, totebag, sticker pack, gift pack, serta standing QR Code yang dapat langsung menghubungkan audiens ke platform YouTube tempat video diunggah. Seluruh media pendukung ini dirancang dengan visual konsisten yang menampilkan maskot, palet warna ceria, serta tipografi modern, sehingga membentuk identitas visual yang selaras dengan media utama. Kehadiran berbagai media pendukung juga memperluas pengalaman audiens karena tidak hanya sebatas menonton video, melainkan berinteraksi melalui merchandise dan materi visual lainnya yang mudah ditemui dalam keseharian mereka. Visualisasi Visuallisasi adalah proses atau hasil dari membentuk gambar atau representasi visual dari objek, ide, atau infromasi. Ini mencakup kemampuan untuk membayangkan atau membentuk gambaran dalam pikiran dikemas dengan Storyboard. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Karya Karya yang dihasilkan pada penelitian ini berupa video media pembelajaran berdurasi 5 menit 20 detik. Video ini menyampaikan materi seputar skincare dan make up untuk remaja dengan penyajian yang ringkas dan mudah diikuti. Selain memberikan informasi edukatif, video ini juga menampilkan unsur promosi dengan membawa nama brand Skinneeds sebagai penyedia produk skincare dan make up. Penyampaian materi dilakukan secara naratif oleh Minneeds, yang menjadi perwakilan brand, sehingga menciptakan kesan komunikatif dan interaktif bagi A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech Gambar 4. Karya Sumber : Namira Raissa, 2025 DVD dan Cover DVD DVD dan cover DVD dibuat sebagai bentuk fisik representasi media pembelajaran AuYour SKINNEEDS to KnowAy. Walaupun media utama dipublikasikan melalui YouTube, format DVD diproduksi sebagai dokumentasi karya yang dapat disimpan, dipresentasikan, atau dibagikan langsung. Kaos Sablon Kaos sablon ini berfungsi sebagai merchandise sekaligus media pendukung. Bagian depan menampilkan slogan AuKnow What Your SKINNEEDSAy bersama ilustrasi maskot, sedangkan bagian belakang memuat QR Code yang mengarahkan ke video. Keychain Maskot Peachy. Mica, dan Beau dihadirkan dalam bentuk keychain dengan desain imut dan warna vibrant. Keychain ini dapat digantung di tas atau barang pribadi, memperkuat identitas visual karya. A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech Poster Poster digunakan untuk menyampaikan pesan edukatif secara ringkas dan visual yang menarik. Judul utama yang ditampilkan antara lain: AuSearching Dulu Baru Pakai!Ay. AuBijak Memilih Skincare dan Make UpAy, serta Au4 Tips Pilih Make Up yang AmanAy. Stiker Stiker pack didesain dengan gaya imut, warna vibrant, dan menampilkan ketiga maskot utama. Selain dekoratif, stiker juga sangat familiar dengan remaja masa kini, sehingga cocok dijadikan media pendukung. Totebag Totebag berfungsi sebagai media promosi sekaligus item fungsional. Desain sederhana namun eye-catching, dengan slogan AuKnow what your skinneedsAy di bagian depan. Giftpack Gift pack disiapkan sebagai bentuk apresiasi bagi responden sekaligus sarana memperkuat keterikatan audiens dengan kampanye. Isi gift pack dipilih sesuai dengan gaya hidup remaja masa kini. Pembahasan Penulis menyebarkan kuesioner melalui Google Form untuk menilai efektivitas video AuYour SKINNEEDS to KnowAy sebagai media pembelajaran. Kuesioner terdiri dari sembilan pertanyaan yang mencakup aspek pemahaman materi, kualitas visual, daya tarik video, serta minat audiens terhadap Skinneeds. Dari 95 responden yang berpartisipasi, mayoritas berasal dari kelompok usia 21Ae26 tahun sebanyak 47,37%, diikuti oleh usia >26 tahun sebesar 24,21%, usia 15Ae20 tahun sebanyak 21,05%, dan usia <15 tahun sebanyak 7,37%. Komposisi responden terdiri atas 69 perempuan, 25 lakilaki, dan satu orang yang tidak menyebutkan gender, menunjukkan bahwa meskipun target utama adalah remaja, video ini juga menjangkau audiens umum karena sifat penyebarannya yang luas melalui platform digital. Hasil kuesioner menunjukkan respon yang sangat positif. Sebanyak 88,4% responden menyatakan materi dalam video mudah dipahami, dan 72,6% menilai video A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech ini sangat efektif sebagai media pembelajaran. Pemahaman terkait skincare berbahaya juga meningkat dengan 65,3% responden menyatakan sangat mengetahui ciri-cirinya, sementara 62,1% merasa sangat paham mengenai make up KW setelah menonton video. Dari segi daya tarik, 97,9% responden menilai kombinasi vlog style dan motion graphic membuat video jauh lebih menarik, sedangkan 82,1% menilai kualitas visual serta penggambaran toko, produk, dan pelayanan Skinneeds dalam video sangat baik. Selain itu, 76,8% responden menyatakan tertarik mencari tahu lebih lanjut atau bahkan berbelanja di Skinneeds setelah menonton video. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa video AuYour SKINNEEDS to KnowAy berhasil mencapai tujuan utama, yaitu memberikan edukasi mengenai skincare dan make up kepada remaja dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Lebih jauh, karya ini tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi juga mampu memperkuat citra Skinneeds serta membangun keterhubungan positif antara brand dan audiens SIMPULAN Berdasarkan hasil perancangan, video AuYour SKINNEEDS to KnowAy berfungsi tidak hanya sebagai media edukasi, tetapi juga solusi atas kurangnya pemahaman remaja tentang perbedaan produk skincare dan make up yang aman dengan yang abal-abal. Melalui pendekatan kreatif, informasi disampaikan secara ringan dan relevan dengan kehidupan Bagi Skinneeds, karya ini memperkuat citra sebagai brand yang menjual produk aman dan terpercaya. Meski telah aktif di media sosial. Skinneeds belum memiliki kanal YouTube, sehingga video ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan edukasi dan promosi. DAFTAR PUSTAKA