The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Manajemen Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 2 Cibenda Annisa Kania Fauzani Tarigan STITNU Al Farabi Pangandaran . akaniaftarigan@stitnualfarabi. JSTAF : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 04 No 2 July 2025 Hal : 253-261 https://doi. org/10. 62515/staf. Received: 10 July 2025 Accepted: 22 July 2025 Published: 31 July 2025 PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations. Copyright: A 2023 by the authors. Submitted publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) . ttps://creativecommons. org/licenses/by -sa/4. Abstract . Lack of interest and motivation in students' learning can lead to laziness during the learning process. This, of course, is a concern for educational institutions. This research aims to understand how the management of the Merdeka Curriculum can enhance student motivation at SDN 2 Cibenda. The Merdeka Curriculum is designed to provide schools with flexibility so they can adjust to their specific The implementation of the Merdeka Curriculum is expected to boost students' motivation to become more creative and active in learning, aligned with their interests and talents. This study uses a qualitative method, with the subjects being the principal, teachers, and students. The research was conducted at SD Negeri 2 Cibenda. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation conducted directly in the field. The data analysis technique used involves data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results conclude that the management of the Merdeka Curriculum can increase students' motivation at SD Negeri 2 Cibenda. The curriculum management process consists of several stages: curriculum planning, curriculum organization, curriculum implementation, curriculum evaluation, and curriculum development. Curriculum planning is carried out by fulfilling physiological needs, self-actualization, and social needs. Curriculum organization is achieved by meeting social needs and selfactualization needs. Curriculum implementation is carried out by fulfilling physiological needs, security and safety needs, social needs, esteem needs, and self-actualization needs. Curriculum evaluation focuses on meeting self-actualization needs, while curriculum development also focuses on fulfilling self-actualization needs. Keywords . Merdeka Curriculum Management. Learning Motivation Abstrak . Kurangnya minat dan motivasi belajar siswa dapat memicu pada tingkat kemalasan siswa dalam proses belajar. Hal ini tentunya menjadi keresahan bagi lembaga sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen kurikulum merdeka dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SDN 2 Cibenda. Kurikulum merdeka dirancang untuk memberikan kemudahan terhadap pihak sekolah agar dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekolah berada. Penerapan kurikulum merdeka diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa agar siswa dapat Vol 04 No 2 July 2025 | 253 Manajemen Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 2 Cibenda Annisa Kania Fauzani Tarigan berkreasi dan lebih aktif dalam pembelajaran sesuai dengan minat dan bakatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru dan siswa. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 2 Cibenda. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan langsung ke Adapun teknis analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen kurikulum merdeka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SD Negeri 2 Cibenda. Proses manajemen kurikulum ini melalui beberapa tahapan yaitu perencanaan kurikulum, pengorganisasian kurikulum, pelaksanaan kurikulum, evaluasi kurikulum dan pengembangan kurikulum. Perencanaan kurikulum terlaksana dengan pemenuhan kebutuhan fisiologis, aktualisasi diri dan Pengorganisasian kurikulum terlaksana dengan pemenuhan kebutuhan kebutuhan sosial dan kebutuhan aktualisasi diri. Pelaksanaan kurikulum dengan pemenuhan kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan dan keselamatan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. Evaluasi kurikulum dengan pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri dan pengembangan kurikulum dengan pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri. Kata Kunci . Manajemen Kurikulum Merdeka. Motivasi Belajar Pendahuluan Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan baru yang diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada guru dan sekolah dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Melalui Kurikulum Merdeka, guru diberikan kebebasan untuk mengembangkan materi pembelajaran yang lebih relevan dan kreatif, dengan tujuan agar siswa dapat belajar dengan lebih bermakna dan mendalam sesuai dengan minat serta potensi masing-masing. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dengan mengurangi beban kurikulum yang terlalu padat serta mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih adaptif terhadap tuntutan zaman. Selain itu. Kurikulum Merdeka juga memberikan peluang lebih luas bagi peserta didik untuk mengeksplorasi berbagai bidang ilmu sesuai bakat dan minat mereka. SD Negeri 2 Cibenda merupakan salah satu sekolah di Kabupaten Pangandaran yang sudah menerapkan kurikulum merdeka. Pemberlakuan penerapan kurikulum merdeka di SD Negeri 2 Cibenda baru direalisasikan di kelas I. II. IV dan kelas V. Penelitian ini berfokus pada pemberlakuan kurikulum merdeka di kelas I SD Negeri 2 Cibenda. Permasalahan pendidikan yang terjadi saat ini adalah kurangnya minat dan motivasi belajar siswa yang pada akhirnya memicu pada tingkat kemalasan siswa dalam proses belajar. 254 | Vol 04 No 1 January 2025 Manajemen Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 2 Cibenda Annisa Kania Fauzani Tarigan Untuk upaya yang sudah dilakukan pihak sekolah terhadap masalah yang terjadi adalah dengan melakukan rapat dan membentuk paguyuban dengan orang tua siswa dengan tujuan agar mempererat hubungan guru dan orang tua agar kegiatan dan keadaan serta kebutuhan anak di kelas dapat terpenuhi. Selain itu pemanfaatan fasilitas yang tersedia di sekolah dimaksimalkan untuk membantu anak-anak mampu mendapatkan proses pembelajaran dengan layak serta berusaha menciptakan media pembelajaran yang interaktif. Berbicara mengenai pendidikan tentu tidak lepas atau tidak dapat dipisahkan dari kurikulum. Kurikulum bisa disebut sebagai jantung atau poin inti dari pendidikan yang menempati posisi sangat vital (Mahmudin, 2. , sehingga kurikulum menjadi pedoman dasar bagi keseluruhan program pendidikan yang dapat mewujudkan pembelajaran yang interaktif, efektif dan lebih produktif. Mengingat pentingnya kurikulum dalam dunia pendidikan, revisi maupun evaluasi kerap dilakukan demi tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan. Perubahan kurikulum di Indonesia merupakan salah satu perubahan yang cukup besar dalam dunia pendidikan. Perubahan sebuah kebijakan haruslah disesuaikan dengan perkembangan jaman termasuk kurikulum. Pendidikan yang berkualitas harus dipenuhi melalui peningkatan kualitas dan kesejahteraan pendidik dan tenaga pendidik Pembaharuan kurikulum yang sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dampak terhadap pendidik agar bisa lebih leluasa untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan peserta didik serta didukung penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, karena pendidikan yang dilaksanakan mungkin akan terjadi untuk waktu yang lama atau seumur hidup sehingga akan menjadi tanggung jawab bagi pihak keluarga, sekolah, masyarakat dan Pada penerapan kurikulum yang dilakukan oleh lembaga SD Negeri 2 Cibenda terutama di kelas I menyesuaikan dengan kebijakan kurikulum yang berlaku, seperti halnya pada saat belum diberlakukannya kurikulum merdeka maka pemberlakuan kurikulum pada saat itu adalah dengan menggunakan KTSP dan kurikulum 2013 yang dimana dalam pengembangan silabus pada kurikulum KTSP dialkukan oleh satuan pendidikan sedangkan kurikulum 2013 dalam pengembangan silabusnya sudah dilakukan oleh pemerintah terkecuali pada mata Pelajaran tertentu yang berkaitan dengan sekolah. Vol 04 No 2 July 2025 | 255 Manajemen Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 2 Cibenda Annisa Kania Fauzani Tarigan Kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidika. adalah kurikulum yang berorientasi pada pengembanangan individu. Hal ini dapat dilihat dari prinsip pembelajaran yang menekankan pada aktivitas siswa untuk mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran melalui berbagai pendekatan, dan juga kurikulum ini menekankan kepada aspek pengembangan minat dan bakat siswa. Kurikulum k13 dimana anak dituntut harus aktif dalam proses pembelajaran, guru hanya menjadi Semua rangkaian kegiatan pembelajaran sebagian besar siswa yg aktif. Sedangkan dalam kurikulum merdeka siswa diharuskan merdeka, apapun yang dilakukan dan dikerjakan siswa semua harus dihargai dan diapresiasi. Selain memberikan kebebasan dalam memilih mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Kurikulum Merdeka juga menekankan pada pengembangan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Siswa diajarkan untuk berpikir secara mandiri, mencari solusi atas permasalahan, dan mengembangkan ide-ide baru. Hal ini sangat penting mengingat tantangan dan perubahan yang terjadi di era globalisasi dan revolusi industri 4. Bahan dan Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme/enterpretif, digunakan untuk meneliti pada obyek yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. Dimana peneliti sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial atau manusia dari perspektif partisipan yang terlibat. Penelitian ini lebih menekankan pada aspek deskriptif dan interpretatif daripada pada pengukuran dan kuantifikasi. Diskusi dan Pembahasan Berdasarkan data yang dihasilkan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilaksanakan di SD Negeri 2 Cibenda. Maka, pada bab ini penulis akan menjabarkan terkait hasil penelitian sekaligus membahas sesuai dengan tujuan dari penelitian. 256 | Vol 04 No 1 January 2025 Manajemen Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 2 Cibenda Annisa Kania Fauzani Tarigan Penerapan manajemen kurikulum merdeka dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SD Negeri 2 Cibenda melalui beberapa tahapan, seperti yang disampaikan oleh Oemar Hamalik dan sesuai dengan teori dari Abraham Maslow sebagai berikut : Perencanaan Kurikulum Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kurikulum Merdeka merupakan keberlanjutan dari kurikulum 2013 yang bertujuan untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia dengan memberikan fleksibilitas lebih besar kepada guru dan siswa. Melalui pendekatan ini, siswa didorong untuk lebih aktif dalam proses belajar, dengan fokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemandirian. Selain itu penerapan kurikulum merdeka ini diharapkan mampu menjadi salah satu faktor meningkatnya motivasi belajar siswa. Penerapan kurikulum merdeka ini mengacu pada peraturan Mendikbud Nomor 12 Tahun 2024 untuk keberlangsungan pembelajaran di sekolah. (Kemendikbud, 2. Pengorganisasian Kurikulum Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pengorganisasian kurikulum di SD Negeri 2 Cibenda termasuk ke dalam pengorganisasian secara umum. Bentuk pengorganisasian di lembaga ini tidak jauh berbeda dengan lembaga negeri lainnya, karena masih menyesuaikan dan mengikuti aturan dan arahan dari dinas dan kementrian. Berbeda dengan lembaga swasta yang bisa lebih leluasa dalam mengorganisasikan kurikulum. Sebagaimana KSP Kurikulum Satuan Pendidikan, pengorganisasisan di SD Negeri 2 Cibenda dimulai melalui beberapa tahapan, dimulai dari penyusunan jadwal mata pelajaran, pembagian tugas guru hingga pengelompokkan peserta didik . embagian kela. , selain itu muatan kurikulum atau muatan pembelajaran di SD Negeri 2 Cibenda dibagi ke dalam empat kelompok yaitu intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler dan aktualisasi budaya sekolah. (Haryu Islamuddin, 2. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pelaksanaan kurikulum merdeka dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SD Negeri 2 Cibenda ini baru dilaksanakan selama kurang lebih dua tahun. Dalam pelaksanaan kurikulum merdeka ini memang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan guru harus melakukan assesmen lebih awal agar dapat mengetahui potensi-potensi dan kemampuan siswa khususnya untuk kelas yang sudah menerapkan kurikulum merdeka. Vol 04 No 2 July 2025 | 257 Manajemen Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 2 Cibenda Annisa Kania Fauzani Tarigan Pelaksanaan assesmen ini yaitu dengan cara memberikan soal berupa teks dan dibagikan kepada setiap siswa. Assesmen yang dilakukan oleh pihak sekolah ini berkaitan dengan upaya peningkatan motivasi belajar siswa agar dapat terlihat kemampuan siswa pada hal apa sehingga tenaga pengajar mampu mengupayakan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa tersebut. Pelaksanaan asessmen ini merupakan realisasi dari perencanaan dan pengorganisasian kurikulum dalam upaya pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri siwa. Hal ini dibuktikan dengan siswa mampu menjawab soal-soal yang diberikan oleh guru. Selain dari pelaksanaan assesmen kepada siswa sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran menggunakan kurikulum merdeka ini persiapan lainnya yaitu dilakukan oleh setiap guru di SD Negeri 2 Cibenda ini dengan mengikuti kegiatan KKG atau MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajara. Evaluasi Kurikulum Merdeka Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Evaluasi kurikulum dalam meningkatkan motivasi kerja memerlukan analisis terhadap bagaimana kurikulum dapat memengaruhi motivasi dan kinerja tenaga pendidik, serta keterlibatan siswa. Kurikulum yang dirancang dengan baik dapat memberikan dampak positif pada motivasi kerja guru dan staf pendidikan melalui beberapa faktor, seperti: Relevansi Materi dengan Kebutuhan Pendidik Kebebasan dalam Pengembangan Kreativitas Pengembangan Profesional Guru Kesejahteraan dan Beban Kerja Hubungan Kurikulum dengan Prestasi Siswa Kurikulum yang efektif dalam meningkatkan motivasi kerja adalah kurikulum yang relevan, fleksibel, mendukung kreativitas, menyediakan pelatihan bagi tenaga pendidik, serta memiliki keseimbangan dalam beban kerja. Kurikulum juga harus mendorong prestasi siswa, yang pada akhirnya akan memotivasi guru untuk bekerja lebih baik. Hal ini sejalan dengan kebutuhan aktualisasi diri yang menurut maslow mampu meningkatkan motivasi kerja guru. (Maslow, 2. Dalam proses pembelajaran tentu guru harus dapat mengetahui apa yang akan diajarkannya atau disampaikannya. Oleh karena itu guru harus mampu megaktualisasikan dirinya sendiri. 258 | Vol 04 No 1 January 2025 Manajemen Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 2 Cibenda Annisa Kania Fauzani Tarigan Pelaksanaan evaluasi kurikulum ini dapat terlihat hasil capaian dari masingmasing siswa. Sehingga guru dapat lebih intens untuk mem-bounding siswa agar motivasi siswa dapat meningkat. Dari hasil pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi kurikulum dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SD Negeri 2 Cibenda yaitu melalui 2 tahapan jangka panjang 1 tahun satu kali dan jangka pendek 4 tahun satu kali dengan mengadakan rapat bersama stakeholder yang bersangkutan. Sedangkan untuk penilaian terhadap siswa di dalam kurikulum merdeka ini disebut dengan assesmen. Assesment ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara formatif dan sumatif. Dimana penilaian ini dilakukan oleh guru dalam rangka memperbaiki pembelajaran dengan menekankan pada penilaian diri. Sedangkan penilaian sumatif dilaksanakan di akhir pembelajaran, dalam hal ini dengan mengadakan penilaian harian, penilaian tengah semester dan penilaian akhir semester. Adapun indikator penilaian yang dilakukan adalah, penilaian sikap meliputi kebhinekaan global, gotong royong, mandiri, kretaif dan bernalar kritis. Selain penilaian sikap dalam penerapan kurikulum merdeka juga menerapkan penilaian keterampilan meliputi kesesuaian tema, pemilihan gambar, kerapihan dan menjawab pertanyaan. (Hendra. Pengembangan Kurikulum Merdeka Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pengembangan kurikulum dalam meningkatkan motivasi kerja guru berfokus pada bagaimana perubahan dan pembaruan kurikulum dapat mempengaruhi kinerja dan semangat kerja para pendidik. Beberapa pendekatan dalam pengembangan kurikulum dapat memengaruhi motivasi kerja guru secara positif (Fullan, 2. Fleksibilitas Kurikulum Pengembangan kurikulum yang memberikan kebebasan kepada guru untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa akan meningkatkan motivasi kerja. Pelatihan dan Pengembangan Profesional Kurikulum yang didukung dengan program pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru berkontribusi pada peningkatan motivasi kerja. Pelatihan ini membantu guru menguasai keterampilan baru yang relevan dengan perubahan dalam kurikulum, memperluas pengetahuan, dan memberi mereka rasa percaya diri untuk mengajar lebih efektif. Dengan penguasaan teknologi pendidikan atau pendekatan Vol 04 No 2 July 2025 | 259 Manajemen Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 2 Cibenda Annisa Kania Fauzani Tarigan pengajaran baru, guru akan merasa lebih termotivasi untuk berkontribusi secara Kurikulum Berbasis Hasil Kurikulum yang berfokus pada pencapaian hasil yang jelas, baik bagi siswa maupun guru, dapat meningkatkan motivasi kerja. Keterlibatan Guru dalam Pengembangan Kurikulum Guru yang dilibatkan dalam proses pengembangan kurikulum cenderung memiliki motivasi lebih tinggi karena mereka merasa dihargai dan memiliki peran penting dalam sistem pendidikan. Keterlibatan ini membuat guru merasa memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan kurikulum dan memacu mereka untuk memberikan kontribusi lebih besar. Beban Kerja yang Seimbang Pengembangan kurikulum harus mempertimbangkan beban kerja yang realistis bagi guru. Kurikulum yang terlalu padat atau menuntut dapat mengurangi motivasi guru karena menyebabkan stres dan kelelahan. Sebaliknya, kurikulum yang memberikan keseimbangan antara tugas mengajar dan waktu untuk pengembangan diri akan meningkatkan kesejahteraan dan motivasi kerja guru. Dukungan Teknologi dalam Kurikulum Kurikulum yang mengintegrasikan teknologi dan sumber daya digital memberikan kemudahan bagi guru dalam menyampaikan materi dengan lebih efektif dan menarik. Hal ini dapat meningkatkan kepuasan kerja dan mendorong motivasi guru untuk terus mengembangkan metode pengajaran yang inovatif. Kesimpulan Berdasarkan hasil dari penelitian terkait Manajemen Kurikulum Merdeka Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SD Negeri 2 Cibenda dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen kurikulum merdeka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan memenuhi beberapa indikator yaitu perencanaan kurikulum merdeka yang selaras dengan pemenuhan kebutuhan fisiologis, kebutuhan aktualisasi diri dan kebutuhan sosial. Pengorganisasian kurikulum yang selaras dengan pemenuhan kebutuhan sosial dan kebutuhan aktualisasi diri. Pelaksanaan kurikulum dengan pemenuhan kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan dan keselamatan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. Evaluasi 260 | Vol 04 No 1 January 2025 Manajemen Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 2 Cibenda Annisa Kania Fauzani Tarigan kurikulum dengan pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri dan pengembangan kurikulum dengan pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri. Referensi