Volume 4. Nomor 1,Malakbi Januari 2023 Pengaruh Baby Gym pada Perkembangan A. Jurnal Kebidanan Volume 4. Nomor 1. Januari 2023, pp. 74 Ae 80 ISSN 2720-8842 (Onlin. Journal homepage: http://jurnal. id/index. PENGARUH BABY GYM TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR BAYI USIA 3-4 BULAN DI PUSKESMAS GUNTUR I DEMAK Novita Sari . Fitria Hikmatul UlyanC ,Pipit Agustina Universitas Karya Husada Semarang ARTICLE INFO Article history Submitted : 23-06-2022 Revised : 04-01-2023 Accepted : 30-01-2023 Keywords: Baby Gym. Gross Motor Development. Infant Kata Kunci: Baby Gym. Perkembangan Motorik Kasar. Bayi Usia 3-4 Bulan ABSTRACT The growth and development of infants is a golden period which is also a critical period in a person's development in early life at the age of 0-12 months. Motor development disorder is a disorder that causes developmental delays due to many things, including abnormalities in muscle tone and lack of stimulation for the baby. In Indonesia alone, there are 5-10% of children are estimated to experience developmental delays. At the simultaneous weighing of toddlers in Demak in 2020 it was found that out of 97,129 toddlers, there were 7. experienced developmental delays. Data from the Guntur 1 Demak Health Center from 2021 to June states that the number of babies aged 0-12 months is 523 babies. The lack of knowledge of the baby's parents about growth and development and the little stimulation given to the baby both from caregivers and from the baby's parents makes most babies experience developmental One of the efforts to reduce the number of developmental disorders is by providing Baby Gym stimulation. In infants. Baby Gym is a form of exercise to help stimulate the growth and development of the baby's nervous and motoric systems optimally. This study aimed to determine the effect of the baby gym on gross motor development in infants aged 3-4 months at the Guntur I Health Center in Demak. This study used a quasi-experimental approach with a one-group pre-test and post-test research design. The sampling technique here is based on the purposive sampling method, with a population of 28 babies and a total sample of 16 babies. Based on bivariate analysis using the Wilxocon correlation test, it was obtained a p-value of 000 <0. 05, it can be concluded 'that there is an effect of differences in gross motor development of infants aged 3-4 months before and after being given a baby gym at the Guntur I Health Center in Demak". The Effect of Baby Gym on Gross Motor Development in Infants Aged 3-4 Months at the Guntur I Health Center in Demak. Masa pertumbuhan dan perkembangan bayi merupakan masa keemasan yang mana sekaligus merupakan masa kritis pada perkembangan seseorang di awal kehidupan pada usia 0-12 bulan. Gangguan perkembangan motorik adalah sebuah kelainan yang menyebabkan terlambatnya perkembangan karena disebabkan banyak hal antara lain kelainan tonus otot dan kurangnya stimulasi kepada bayi, di Indonesia sendiri terdapat 5-10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Pada penimbangan serentak balita di Demak pada tahun 2020 didapatkan hasil bahwa dari 97. 129 balita terdapat 7,71% yang mengalami keterlambatan Data dari Puskesmas Guntur 1 Demak pada tahun 2021 sampai bulan Juni menyatakan bahwa jumlah bayi usia 0-12 bulan sebanyak 523 bayi. Dengan kurangnya pengetahuan orang tua bayi tentenag tumbuh kembang dan sedikitnya stimulasi yang diberikan pada bayi baik dari pengasuh maupun dari orangtua bayi membuat sebagaian besar bayi mengalami keterlambatan perkembangan. Salah satu upaya dalam menekan angka gangguan perkembangan dengan memberikan stimulasi Baby Gym Pada bayi. Baby Gym merupakan sebuah bentuk latihan dimana untuk membantu stimulasi tumbuh kembang sistem saraf serta motorik bayi secara optimal. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui Pengaruh Baby Gym Pada Perkembangan Motorik Kasar Pada Bayi Usia 3-4 Bulan Di Puskesmas Guntur I Demak. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimental dengan desain penelitian one group pre test and post test. Teknik pengambilan sample disini berdasarkan metode Purposive Sampling dimana dengan populasi 28 bayi dan total sample sebanyak 16 bayi. Berdasarkan analisa bivariat dengan menggunakan uji korelasi Wilxocon didapatkan p value sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan Aobahwa ada pengaruh perbedaan perkembangan motorik kasar Bayi Umur 3-4 Bulan sebelum dan sesudah diberikan baby gym di Puskesmas Guntur I DemakAy. Adanya Pengaruh Pengaruh Baby Gym Pada Perkembangan Motorik Kasar Pada Bayi Usia 3-4 Bulan Di Puskesmas Guntur I Demak. nC Corresponding Author: This is an open access article under the CC BY-SA Fitria Hikmatul Ulya Universitas Karya Husada Semarang Telp. 62 812-2535-8846 Email: Fitria12hikmatul@gmail. https://doi. org/10. 33490/b. Jurnal Kebidanan Malakbi Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Pengaruh Baby Gym pada Perkembangan A. PENDAHULUAN Masa bayi merupakan masa keemasan yang sering disebut sebagai masa kritis bagi Salah pertumbuhan adalah berat badan. Pencapaian pertumbuhan dan perkembangan yang optimal merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor genetik, perilaku dan lingkungan, serta rangsangan/insentif yang sangat bermanfaat. Pertumbuhan merupakan perubahan fisik dan bertambahnya ukuran bagian-bagian tubuh individu yang masingmasing berbeda, sedangkan perkembangan adalah peningkatan kemampuan motorik halus, motorik kasar, bicara dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian. bahwa setiap orang harus beradaptasi dengan lingkungannya (Hazmi, 2. Keterlambatan pada kemampuan motorik masih banyak ditemui, terdapat sekitar 30% anak mengalami keterlambatan misalnya seperti kemampuan bergerak maju mundur yang seharusnya sudah ada pada usia 3-4 bulan, namun kemampuan ini baru bisa dilakukan pada bayi usia 5 bulan seperti yang dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (WHO. Beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah maupun tenaga kesehatan untuk meningkatkan perkembangan bayi. Data di Indonesia sendiri diperkirakan 5-10% anak mengalami keterlambatan perkembangan, tetapi penyebab keterlambatan perkembangan umum belum diketahui secara pasti, terdapat sekitar 13% anak di bawah usia 5 tahun mengalami perkembangan umum (Gunarsa, 1. Berdasarkan hasil penimbangan serentak balita Demak pada tahun 2020 didapatkan hasil bahwa dari 97. 129 balita terdapat 7,71% yang mengalami keterlambatan perkembangan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah melakukan pemeriksaan SDIDTK. Metode yang digunakan dalam studi atau penelitian kualitatif yang mengklasifikasikan dan menganalisis data dan informasi terkait dari 263 anak usia 0-72 bulan (Kemenkes, 2. Stimulation dapat diberikan sebagai terapi latihan, yaitu suatu bentuk latihan untuk memperbaiki dan mengoptimalkan kondisi yang lebih baik dan terus menerus merangsang Stimulasi perkembangan bayi ini bertujuan untuk membantu agar bayi mencapai tingkat perkembangan yang baik dan lebih Senam bayi atau Baby gym merupakan salah satu bentuk stimulasi yang bertujuan untuk perkembangan motorik anak. Senam untuk bayi adalah latihan fisik dengan ciri dan aturan khusus, yaitu gerakan selalu dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, gerakan selalu terstruktur dan sistematis (Hazmi, 2. Dalam hal ini bidan harus berupaya untuk meningkatkan pemahaman keluarga khususnya ibu dan kader kesehatan tentang pentingnya pemberian stimulasi pada bayi, agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan usianya (Dewi, 2. https://doi. org/10. 33490/b. Data dari Puskesmas Guntur 1 Demak tahun 2021 sampai bulan Juni menyatakan bahwa jumlah bayi usia 0-12 bulan sebanyak 523 bayi. Pada tahun 2021 bulan Mei, bayi yang mengalami keterlambatan perkembangan motoric kasar pada umur 3-4 bulan sebanyak . ,4%). Berdasarkan dari latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuPengaruh Baby Gym Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Bayi Umur 3-4 Bulan Di Puskesmas Guntur 1 Demak. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui AuPengaruh Baby Gym Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Bayi Umur 3-4 Bulan Di Puskesmas Guntur 1 Demak. METODE Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan metode Quasy Eksperimen pendekatan One-Group Pretest Posttest Design (Nursalam, 2. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini berlokasi di Puskesmas Guntur 1 Demak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli Ae Agustus 2021. Populasi dan Sampel Populasi dari penelitian adalah bayi usia 3-4 bulan pada saat penelitian di Puskesmas Guntur 1 Demak yaitu sejumlah 28 bayi. teknik pengambilan sampel dengan Purposive sampling didasarkan Kriteria sesuai dengan konteks penelitian. Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 16 bayi. Pengumpulan Data Jurnal Kebidanan Malakbi Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Pengaruh Baby Gym pada Perkembangan A. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembanga. KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembanga. ialah suatu instrumen deteksi dini dalam perkembangan anak usia 0 - 6 tahun. KPSP ini yaitu berguna untuk mengetahui anak normal atau ada penyimpangan (Dr. Martira Maddeppungeng Sp. A(K), 2. Prosedur penilaian KPSP, pemeriksa memberikan pertanyaan kepada ibu atau pengasuh terkait pertanyaan yang ada di formulir KPSP menurut kelompok umur balita. Pertanyaan di dalam instrument KPSP terdapat 10 pertanyaan dengan jawaban AuYAAy atau AuTIDAKAy. Alat ukur KPSP tidak dilakukan uji validitas dan reliabilitas karena merupakan alat ukur yang sudah baku (Dr. Martira Maddeppungeng Sp. A(K), 2. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat yang dilakukan untuk setiap variabel berdasarkan hasil survei. Pada penelitian ini juga dilakukan analisis bivariat variabel bebas dan variabel terikat yang bertujuan untuk menguji apakah baby gym berpengaruh terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 3-4 Uji yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji Wilxocon karena data sebelum dan sesudah baby gym tidak berdistribusi HASIL Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, maka disajikan hasil penelitian sebagai berikut: Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa dari 16 responden dapat diketahui bahwa perkembangan motorik kasar bayi umur 3-4 bulan sebelum dilakukan baby gym di Puskesmas Guntur 1 Demak yaitu nilai rata-rata 6,13, nilai tengah 6,00 dengan standar deviasi 0,719 nilai minimal 5 dan nilai maximal 7. Pengolahan dan Analisis Data Data-data tersebut diolah dan disajikan pada komputer dengan menggunakan SPSS 25. melalui tahapan editing, scoring, coding, data entry, cleaning dan tabulation (Soekidjo, 2. Tabel 1. Diskripsi perkembangan motorik kasar bayi umur 3-4 bulan sebelum dilakukan baby gym di Puskesmas Guntur 1 Demak Variabel Perkembangan motorik kasar bayi umur 3-4 bulan sebelum dilakukan baby gym Median 6,00 0,719 Min Max Tabel 2. Diskripsi perkembangan motorik kasar bayi umur 3-4 bulan sesudah dilakukan baby gym di Puskesmas Guntur 1 Demak Variabel Perkembangan motorik kasar bayi umur 3-4 bulan sesudah dilakukan baby gym Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa dari 16 responden dapat diketahui berdasarkan perkembangan motorik kasar bayi umur 3-4 bulan sesudah dilakukan baby gym di Median 9,00 0,655 Min Max Puskesmas Guntur 1 Demak yaitu nilai rata-rata 9,19, nilai tengah 9,00 dengan standar deviasi 0,655 nilai minimal 8 dan nilai maximal 10. Tabel 3. Analisis Pengaruh baby gym terhadap perkembangan motorik kasar Bayi Umur 3-4 Bulan di Puskesmas Guntur 1 Demak https://doi. org/10. 33490/b. Jurnal Kebidanan Malakbi Pengaruh Baby Gym pada Perkembangan A. Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Variabel Perkembangan motorik kasar Bayi Umur 3-4 Bulan sebelum diberikan baby gym Perkembangan motorik kasar Bayi Umur 3-4 Bulan sebelum diberikan baby gym Uji : Wilcoxon Media 6,00 9,00 Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa dari 16 responden dapat diketahui P-value 0,000, hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh perbedaan perkembangan motorik kasar Bayi Umur 3-4 Bulan sebelum dan sesudah diberikan baby gym di Puskesmas Guntur I Demak. 0,000 Berdasarkan tabel 4. 2 dari 16 responden dapat diketahui bahwa perkembangan motorik kasar bayi umur 3-4 bulan sesudah dilakukan baby gym di Puskesmas Guntur 1 Demak yaitu nilai rata-rata 3,69, nilai tengah 4,00 dengan standar deviasi 0,479 nilai minimal 3 dan nilai Masa bayi merupakan masa kritis dalam perkembangan kepribadian karena merupakan masa dasar awal kehidupan. Pertumbuhan dan perkembangan anak dibagi menjadi empat bagian: 10-12 bulan, 4-6 bulan, 7-9 bulan dan usia 0-3 bulan. Pada usia 4-6 bulan, pertumbuhan dan perkembangan motorik lebih Proses tumbuh kembang bayi dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang terdiri dari lingkungan biologis, fisik, sosial dan psikologis, serta faktor keturunan . Selain itu, sangat dipengaruhi oleh pemberian ASI eksklusif dan skor APGAR saat lahir. Pembangunan pertumbuhan merupakan bagian dari proses Pertumbuhan bersifat kuantitatif, meliputi perubahan tinggi, berat, gigi, struktur tulang, dan karakteristik seksual, sedangkan perkembangan bersifat kualitatif, meliputi motorik, sensorik, kognitif, dan psikososial. Dalam perkembangan anak, stimulasi merupakan kebutuhan dasar. Stimulasi berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi secara maksimal. Stimulasi yang mudah diberikan orang tua secara aktif kepada bayi dapat dilakukan melalui stimulasi taktil dengan menggerakkan kaki dan lengan bayi dalam posisi ekstensi dan fleksi. Beberapa studi senam bayi telah melaporkan manfaatnya, seperti studi tentang senam bayi, mis. Penelitian Jin Jing et al . menunjukkan bahwa bayi yang diberikan latihan gerak memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih cepat dibandingkan dengan bayi yang tidak diberikan latihan gerak (Elvira & Azizah, 2. Pada senam bayi, atau senam anak, informasi baru disajikan dalam bentuk gerakan PEMBAHASAN Perkembangan motorik kasar bayi umur 3-4 bulan sebelum dilakukan baby gym di Puskesmas Guntur 1 Demak Berdasarkan 16 responden pada Tabel 1 dapat diketahui bahwa kemampuan motorik kasar bayi usia 3-4 bulan sebelum dilakukan baby gym di Puskesmas Guntur 1 Demak yaitu rata-rata 2,00, median 2,00 dengan standar deviasi 0,632, nilai minimum 1 dan maksimum Faktor yang mempengaruhi perkembangan bayi adalah salah satu faktor genetik yang mempengaruhi 20-80% dari perkembangan bayi, faktor lingkungan mempengaruhi. Bayi perkembangannya sesuai dengan usianya, dan salah satu cara untuk menstimulasi bayi adalah dengan menggunakan baby gym (Marmi, 2. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian ini, nilai motorik kasar sebelum latihan senam pada kelompok intervensi 3,05, sedangkan kelompok kontrol 25,26. Amendi Nasution, dokter spesialis rehabilitasi medik RSUP Cipto Mangunkusumo juga mengatakan, senam bayi sangat penting untuk memperkuat otot dan persendian bayi dalam mempersiapkan bayi duduk, berdiri, dan berjalan dengan lancar. Kepala Dinas Pendidikan dan Kesehatan yang juga Kepala Sekolah Twinkle Star dan Lely Tobing ini berpendapat senada bahwa senam untuk anak usia dini sangat penting karena sama membutuhkan olahraga untuk menenangkan diri (Herlina & Fauzi, 2. Perkembangan motorik kasar bayi umur 3-4 bulan sesudah dilakukan baby gym di Puskesmas Guntur 1 Demak. https://doi. org/10. 33490/b. P-value Jurnal Kebidanan Malakbi Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Pengaruh Baby Gym pada Perkembangan A. atau posisi, kemudian sensasi dirangsang oleh sendi-sendi tubuh, artinya otak telah menerima pesan untuk diterima dan dipersepsi, dan pembelajaran untuk menciptakan keterampilan dan kebiasaan gerakan serta pematangan yang diperlukan untuk satu gerakan dan selanjutnya untuk suatu tahapan. Bayi yang mengikuti baby gym membantu memperkuat otot dan kelenturan atau kelenturan tubuh serta memperlancar peredaran darah dan menguatkan jantung serta menambah suplai oksigen ke otot sehingga meningkatkan perkembangan motorik Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi cukup bulan sehat yang mendapatkan senam bayi memiliki perkembangan motorik dan mental yang lebih tinggi dibandingkan bayi yang tidak diberikan aktivitas apapun. Penelitian ini dilakukan oleh Inal dan Yildiz . (Andinawati et al. , 2. Sedangkan pengaruh senam kanak-kanak terhadap keterlambatan perkembangan bayi 3-6 bulan menambahkan bahwa jumlah bayi yang senam berbeda nyata dibandingkan dengan yang tidak, hal ini sesuai dengan hasil penelitian. Penulis: Merineherta . (Sari, 2. Dari semua penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa senam bayi atau senam bayi meningkatkan perkembangan, pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi bayi dan membuat bayi tidur lebih nyenyak. Senam untuk bayi juga keterampilan motorik halus, keterampilan sosial adaptif dan meningkatkan tidur bayi. senam bayi pada bayi usia 3-8 bulan, dimulai dengan gerakan jari dan tangan untuk memastikan kekuatan tangan, kemudian posisi perut, gerakan ini difokuskan pada kepala, dan anggota badan, gerakan ini dapat merangsang bayi untuk mengangkat kepalanya. Rangsangan teratur dan terarah yang diberikan kepada bayi bermanfaat memberikan efek yang lebih cepat untuk merangsang berkembang dibandingkan bayi yang tidak mendapatkan stimulasi apapun. Hal ini sesuai dengan adult stretching, dimana latihan fisik dapat darah sehingga oksigenasi seluruh tubuh lebih lengkap dan teratur, selain itu latihan juga meningkatkan stimulasi perkembangan otot dan pertumbuhan sel tubuh (Suryanti & Indrayasa, 2. Baby gym atau senam pada bayi dilakukan demi mengenalkan suatu informasi berupa gerakan atau perubahan posisi, yang bertujuan suapay bayi dapat lebih aktif lagi, kemudian juga bertujuan untuk Stimulasi sensorik sendi-sendi tubuh, artinya pesan telah disampaikan ke otak untuk diterima dan dirasakan, dan stimulasi tersebut dilakukan berulang-ulang sebagai proses pembelajaran untuk menciptakan keterampilan dan kebiasaan yang diperlukan untuk pematangan otak dan fase gerak dan fase gerak berikutnya (Wasiatiningrum, 2. Latihan senam untuk bayi membantu memperkuat otot dan persendian, kemudian meningkatkan kelenturan atau kelenturan tubuh serta meningkatkan sirkulasi dan memperkuat jantung serta meningkatkan suplai oksigen ke otot sehingga meningkatkan perkembangan motorik bayi. Menurut peneliti hasil dari pengamatan yang terjadi di masyarakat saat ini masih terdapat keterlambatan perkembangan. Banyak orang tua yang tidak mengetahui pentingnya proses dan tahapan tumbuh kembang anaknya, misalnya ibu yang tidak mendorong bayinya berbicara dan berkomunikasi saat menyusui atau tidak merangsang kaki dan lengan bayi saat Jika anak mencapai usia 2-3 tahun yang seharusnya sudah dapat berbicara, namun setelah usia tersebut anak belum dapat berbicara, dapat diartikan sebagai anak dengan keterlambatan perkembangan. Analisis Pengaruh baby gym terhadap perkembangan motorik kasar Bayi Umur 34 Bulan di Puskesmas Guntur 1 Demak Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa P-value 0,000, hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh perbedaan perkembangan motorik kasar Bayi Umur 3-4 Bulan sebelum dan sesudah diberikan baby gym di Puskesmas Guntur I Demak. Perkembangan motorik kasar adalah gerak fisik yang memerlukan keseimbangan dan koordinasi antar anggota gerak serta menggunakan otot-otot besar pada sebagian atau seluruh anggota gerak. Bayi berusia 3 bulan ke atas cukup kuat untuk siap melakukan gerakan kasar (Hasanah, 2. Dengan demikian, hasil penelitian ini erat kaitannya dengan gerakan https://doi. org/10. 33490/b. KESIMPULAN DAN SARAN Perkembangan motorik kasar bayi umur 3-4 bulan sebelum dilakukan baby gym di Puskesmas Guntur 1 Demak yaitu nilai rata-rata Jurnal Kebidanan Malakbi Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Pengaruh Baby Gym pada Perkembangan A. 6,13, nilai tengah 6,00 dengan standar deviasi 0,719 nilai minimal 5 dan nilai maximal. Perkembangan motorik kasar bayi umur 3-4 bulan sesudah dilakukan baby gym di Puskesmas Guntur 1 Demak yaitu nilai rata-rata 9,19, nilai tengah 9,00 dengan standar deviasi 0,655 nilai minimal 8 dan nilai maximal 10. Ada pengaruh perbedaan perkembangan motorik kasar Bayi Umur 3-4 Bulan sebelum dan sesudah diberikan baby gym di Puskesmas Guntur I Demak (Pvalue 0,. Bidan diharapkan mampu menerapkan baby gym dalam meningkatkan perkembangan motorik kasar Bayi Umur 3-4 Bulan. Hazmi. Perbedaan pengaruh senam bayi dengan pijat bayi dalam meningkatkan motorik kasar pada anak usia 3-12 bulan di posyandu modinan yogyakarta. Universitas Aisyiyah Yogyakarta, 1Ae10. Herlina. , & Fauzi. Pengaruh Brain Gym Terhadap Prestasi Belajar Anak Kelas 4 Di Madrasah Ibtidaiyah (M. AlMadani Komplek Inkopad Rw 06 Tajurhalang Kabupaten Bogor Tahun 2014. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 2. , 71Ae80. https://doi. org/10. 52020/jkwgi. Kemenkes. Stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Dalam: Kementerian Kesehatan RI. Ed. Pedoman Pelaksanaan Sdidtk. Jakarta: Bhakti Husada, 31Ae59. Marmi. Asuhan neonatus, bayi, balita, dan anak prasekolah. Nursalam. Metodologi penelitian ilmu keperawatan pendekatan praktis. Jakarta: Salemba Medika. WHO. World health statistics 2016: monitoring health for the SDGs sustainable World Health Organization. https://apps. int/iris/handle/10665/206 Sari. eka K. Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Pertumbuhan. Pijat Bayi. Soekidjo. Metodologi penelitian Jakarta: Rineka Cipta, 50. Suryanti. , & Indrayasa. Meningkatkan Kemampuan Motorik Anak Usia Dini Melalui Latihan Yoga Asanas. Jurnal Agama Dan Budaya, 5. , 31Ae42. https://jurnal. id/index. php/Purwadita/article/view/1426 Wasiatiningrum. Pengaruh Pelatihan Baby Gym Terhadap Kemampuan Ibu Untuk Melakukan Baby Gym (Di Wilayah Kerja Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jomban. http://repo. stikesicme-jbg. id/1326/ DAFTAR PUSTAKA