RESEARCH PAPER published: 31-05-2023 doi: 10. 21070/sej. v%vi%i. The StudentsAo Caring Attitude Toward Marine Environment through Integrated Natural Science Learning in SMP Negeri Tanjungpinang Sikap Peduli Lingkungan Laut Melalui Pembelajaran IPA Terpadu pada Siswa di SMP Negeri Tanjungpinang Dios Sarkity*1. Adam Fernando2. Nur Eka Kusuma Hindrasti3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Indonesia ISSN 2540 9859 . Edited by: Septi Budi Sartika *Correspondence Dios Sarkity diossarkity@umrah. Received: 04-04-2023 Accepted: 17-05-2023 Published: 31-05-2023 Citation: Sarkity Dios. Adam Fernando, & Nur Eka Kusuma Hindrasti . Marine Environmental Care Attitude through Integrated Science Learning on Junior High School Students in Tanjungpinang. Science The various marine environment damages were caused by a lack of marine environmental care attitude. This attitude must be instilled from an early age. This study aimed to find out how marine environmental care attitude of students of state secondary schools in Tanjungpinang City through integrated natural science This research was a quantitative descriptive research in the form of a This research involved 572 public secondary school students in Tanjungpinang City out of a total of 7,974 stundents who were determined using stratified random sampling. Data collection was carried out using a questionnaire. Questions on the questionnaire were based on 4 main indicators which were based on 7 ocean literacy principles and literature review on environtmental care attitude. Data were analyzed descriptively quantitatively using a Likert Scale. The results showed that students' knowledge of the sea was in the good category. Students' attitudes in preserving marine environment and preventing marine environmental damages were in the good category and the contribution of integrated science learning in shaping these attitudes was also in the good category. The studentsAo attitudes in repairing marine environment damages was in the bad category and the contribution of integrated natural science learning to this attitude was in the very bad This did not indicate the low quality of integrated natural science learning. During the COVID-19 Pandemic, it was impossible for integrated natural science learning to be carried out in the marine environment by involving students in activities to repair marine environment damages because of physical interaction restrictions. Keywords: Caring Attitude Toward Marine Environment. Integrated Natural Science Learning. Secondary School Students Berbagai kerusakan lingkungan laut disebabkan oleh kurangnya sikap peduli Sikap peduli lingkungan laut harus ditanamkan sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sikap peduli lingkungan laut siswa SMP Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index May 2023 | Volume 7 | Issue 1 Education Journal (SEJ). 7:1. doi: 10. 21070/sej. v%vi%i. Negeri se-Kota Tanjungpinang melalui pembelajaran IPA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif berbentuk survei. Penelitian ini melibatkan 572 siswa SMP Negeri se-Kota Tanjungpinang dari total 7. 974 Siswa yang ditentukan melalui metode stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Pertanyaan pada kuesioner dikembangkan berdasarkan 4 indikator utama yang didasarkan pada 7 prinsip utama literasi kelautan dan kajian literatur mengenai sikap peduli lingkungan. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang laut pada siswa berada dalam kategori baik. Sikap siswa dalam melestarikan lingkungan laut dan mencegah kerusakan lingkungan berada dalam kategori baik serta kontribusi pembelajaran IPA dalam membentuk sikap tersebut juga dalam kategori baik. Sikap siswa dalam memperbaiki kerusakan lingkungan laut berada dalam kategori tidak baik dan kontribusi pembelajaran IPA terhadap sikap tersebut berada dalam kategori sangat tidak baik. Hal ini tidak menunjukkan rendahnya kualitas pembelajaran IPA. Selama Pandemi COVID-19, tidak memungkinkan bagi pembelajaran IPA untuk dilaksanakan di lingkungan laut dengan melibatkan siswa dalam aktivitas memperbaiki kerusakan lingkungan laut karena adanya pembatasan interaksi fisik. Kata Kunci: Sikap Peduli Lingkungan Laut. Pembelajaran IPA Terpadu. Siswa SMP Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index May 2023 | Volume 7 | Issue 1 Marine Environmental Care Attitude through Integrated Science Learning on A. Sarkity Dios. Adam Fernando, & Nur Eka Kusuma H. PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia (Sunaryo, 2. yang memiliki wilayah laut yang jauh lebih luas dari wilayah daratannya (Utomo & Purba, 2. Dengan sebagian besar wilayah yang terdiri dari kawasan lautan, tentu saja Lingkungan laut yang bersih dan terjaga merupakan harapan dari masyarakat Indonesia karena manfaat laut yang begitu banyak. Di antara manfaat laut yang bisa dirasakan adalah laut sebagai sumber pangan (Salim & Anggoro, 2019. Sanger et al. , 2018. Setiawati et al. , 2. sebagai saran transportasi (Setiawati et al. , 2. dan banyak manfaat lainnya. Manfaat tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat bergantung pada kondisi lingkungan laut itu Bagaimana kondisi suatu lingkungan sebagian besar dipengaruhi oleh bagaimana sikap manusia terhadap lingkungan (Maesaroh et al. , 2. Minimnya sikap peduli lingkungan laut menyebabkan banyaknya kerusakan-kerusakan yang terjadi pada lingkungan laut termasuk di lingkungan laut Indonesia. antara kerusakan yang terjadi di Lingkungan laut adalah kerusakan ekosistem terumbu karang akibat aktivitas manusia seperti penangkapan ikan menggunakan bom ikan dan bubu (Uar et al. , 2. Laut juga tercemar karena laut dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah (PPN Sungailiat, 2018. Prarikeslan, 2. , termasuk selama pandemi COVID-19 dimana limbah masker banyak ditemukan di laut (Rosmalia. Pencemaran lingkungan laut juga disebabkan oleh tumpahan minyak yang disebabkan oleh aktivitas perkapalan (Prastyani & Basith, 2019. Widodo & Wahyuni, 2. Kerusakan akibat pencemaran lingkungan laut juga disebabkan oleh aktivitas industri (Darza, 2020. Pratama. Kerusakan lingkungan laut akibat ulah manusia menunjukkan minimnya sikap peduli lingkungan laut. Sikap lingkungan laut harus ditanamkan sejak dini melalui pembelajaran salah satunya pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Siswa pada tingkat SMP merupakan salah satu agen perubahan masa depan yang dapat membawa perubahan yang lebih baik terhadap lingkungan melalui internalisasikan sikap peduli lingkungan (A. Putri et al. Selama ini, pelaksanaan pembelajaran masih terfokus pada pengetahuan. Pembelajaran dilaksanakan dalam bentuk pengajaran yang hanya terfokus pada peningkatan pengetahuan dan mengabaikan aspek pembentukan sikap (Alifah, 2019. Maba, 2. Pengetahuan bukanlah satusatunya produk pembelajaran tetapi yang tidak kalah penting adalah pengaplikasian pengetahuan dalam bentuk sikap (Dwianto et al. , 2017. Rabgay, 2018. Uge et al. , 2. Oleh karena itulah, pembentukan sikap harus menjadi fokus dalam pembelajaran yang salah satunya dilakukan dengan senantiasa mengevaluasi sikap siswa secara tepat (Mardiana, 2018. Wulandari & Radia, 2. IPA merupakan salah satu bidang ilmu yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan. Sesuai dengan hakikatnya. IPA merupakan bidang ilmu yang terdiri atas produk berupa pengetahuan, proses ilmiah, serta sikap ilmiah (Trianto, 2. Hal ini berimplikasi terhadap penerapan model atau strategi pembelajaran IPA yang bukan hanya berfokus pada pembentukan pengetahuan tetapi juga pembentukan sikap (Adilah & Budiharti, 2015. Yuyu, 2. Di antara sikap yang dapat dibentuk melalui pembelajaran IPA adalah sikap peduli lingkungan laut. Pembelajaran IPA memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan lingkungan (Trian et al. , 2. Materi IPA juga secara spesifik memiliki banyak keterakaitan dengan lingkungan laut karena contoh maupun permasalahan yang berhubungan dengan materi IPA banyak ditemui di lingkungan laut (Sarkity & Fernando, 2. Sikap peduli lingkungan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk sikap. Di antara perwujudan sikap peduli terhadap lingkungan adalah dalam bentuk sikap melestarikan lingkungan, sikap mencegah kerusakan lingkungan, serta sikap memperbaiki kerusakan lingkungan (Amini, 2015. Fauville et , 2019. Kasi & Astina, 2018. Sholahuddin et al. , 2. Dengan kata lain sikap peduli lingkungan laut yang dimaksud disini adalah sikap kepedulian seseorang terhadap lingkungan laut yang diwujudkan dalam bentuk pelestarian lingkungan laut, pencegahan kerusakan lingkungan laut, serta perbaikan kerusakan lingkungan laut. Kepulauan Riau merupakan provinsi kepulauan di Indonsia. Provinsi ini memiliki sekitar 2. 408 pulau dan wilayah laut provinsi ini jauh lebih luas daripada wilayah daratannya (Yulisman, 2. Ibukota provinsi Kepulauan Riau terletak di Pulau Bintan yaitu di Kota Tanjungpinang. Sebagai masyarakat kepulauan, sudah seharusnya masyarakat kepulauan riau memiliki sikap peduli lingkungan laut untuk menjaga kelestarian lingkungan laut yang ada di provinsi kepulauan riau. Sikap peduli lingkungan laut harus ditanamkan sejak dini pada masyarakat Kepulauan Riau, salah satunya melalui pendidikan. Pembelajaran IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang seharusnya berkontribusi dalam membentuk sikap peduli lingkungan laut. Untuk mengetahui bagaimana kontribusi pelaksanaan pembelajaran IPA terhadap sikap peduli lingkungan laut siswa di Kota Tanjungpinang, maka peneliti melakukan suatu penelitian untuk mengetahui IPA pembentukan sikap peduli lingkungan laut Siswa di Kota Tanjungpinang. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif berbentuk Penelitian ini dilaksanakan pada April Ae November Penelitian ini melibatkan Siswa SMP Negeri se-Kota Dengan jumlah keseluruhan siswa SMP Negeri se-Kota Tanjungpinang sebanyak 7. 974 Siswa, penentuan ukuran subjek penelitian ini dilakukan dengan metode stratified random sampling. Subjek pada penelitian ini berjumlah 572 siswa yang berasal dari semua SMP Negeri seKota Tanjungpinang dengan rincian jumlah siswa seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1. Siswa yang menjadi subjek pada penelitian ini merupakan siswa Kelas 7. Kelas 8 dan Kelas 9. Karena IPA juga sudah dipelajari oleh siswa sejak menempuh pendidikan di Sekolah Dasar, maka sikap peduli lingkungan May 2023 | Volume 7 | Issue 1 Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index Sarkity Dios. Adam Fernando, & Nur Eka Kusuma H. Marine Environmental Care Attitude through Integrated Science Learning on A. laut seharusnya bisa ditunjukkan oleh Siswa SMP baik dari Kelas 7. Kelas 8, maupun Kelas 9. Pengetahuan tentang laut Pengetahuan tentang laut yang diukur melalui kuesioner penelitian ini didasarkan pada tujuh prinsip mendasar pengetahuan tentang laut berdasarkan literasi kelautan (Francesca et al. , 2017. Strang & Tran, 2. Pertanyaanpertanyaan yang dikembangkan melalui prinsip mendasar pengetahuan tentang laut pada literasi kelautan ini disesuaikan dengan materi-materi yang diberikan melalui pembelajaran IPA. Hasil pengukuran sikap peduli lingkungan laut melalui pembelajaran IPA pada siswa SMP se-Kota Tanjungpinang pada indikator pengetahuan tentang laut disajikan pada Tabel [Tabel 1 about here. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner pada penelitian ini terdiri dari pertanyaanpertanyaan tertutup yang dikembangkan dari 4 indikator utama yaitu pengetahuan tentang lingkungan laut, upaya pelestarian lingkungan laut melalui pembelajaran IPA, upaya pencegahan kerusakan lingkungan laut melalui pembelajaran IPA, dan upaya memperbaiki kerusakan lingkungan laut melalui Pembelajaran IPA (Fauville et al. , 2019. Kasi & Astina, 2018. Strang & Tran, 2010. Yeung, 1. Dengan merujuk pada 7 prinsip utama literasi kelautan dan kajian literatur untuk menentukan indikator utama sikap peduli lingkungan, maka peneliti mengembangkan instrumen dengan kisi-kisi instrumen seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2 dan Tabel 3. [Tabel 2 about here. [Tabel 3 about here. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini telah melewati uji validitas dan reliabilitas. Semua item pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini telah teruji valid dan reliabel dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,72 untuk pertanyaan benar salah yang digunakan untuk mengukur pengetahuan tentang lingkungan laut serta koefisien reliabilitas sebesar 0,77 untuk pertanyaan tertutup untuk mengukur sikap siswa dalam melestarikan lingkungan laut, mencegah kerusakan lingkungan laut, dan memperbaiki kerusakan lingkungan laut. Merujuk pada interpretasi koefisien reliabilitas (Guilford, 1. , maka instrumen penelitian ini memiliki reliabilitas dengan kategori tinggi. Data hasil penelitian dianalisis secara kuantitatif Analisis data dilakukan dengan menggunakan Skala Likert untuk menentukan persentase sikap peduli lingkungan laut siswa serta persentase kontribusi pembelajaran IPA pada sikap peduli lingkungan laut tersebut. Kategori sikap peduli lingkungan laut yang dimiliki oleh siswa serta kategori kontribusi pembelalajaran IPA terhadap sikap peduli lingkungan laut pada siswa dapat dilihat pada Tabel 4. [Tabel 4 about here. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengukuran sikap peduli lingkungan laut melalui pembelajaran IPA pada siswa SMP se-Kota Tanjungpinang akan dipaparkan melalui 4 bagian sesuai dengan indikator utama yang digunakan pada instrumen pengukuran. Hasil pengukuran sikap pengukuran sikap peduli lingkungan laut melalui pembelajaran IPA pada siswa SMP se-Kota Tanjungpinang adalah sebagai berikut. [Tabel 5 about here. Hasil pengukuran pengetahuan siswa tentang laut ini menunjukkan bahwa persentase rata-rata jawaban benar siswa berada pada kategori baik untuk semua indikator kecuali indikator nomor 5 yang menunjukkan hasil sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPA memberikan kontribusi yang sangat baik dalam memberikan pengetahuan tentang laut. Kontribusi pembelajaran IPA dalam memberikan pengetahuan tentang laut di antaranya adalah melalui pengembangan bahan ajar IPA dengan konteks kemaritiman (Hasyim, 2015. Pursitasari et al. , 2019. Sarkity & Fernando. Penggunaan kearifan lokal masyarakat kepulauan sebagai media pembelajaran IPA juga dapat menambah pengetahuan IPA yang berkaitan dengan laut (Hadi et al. Hadi & Ahied, 2. Meskipun persentase rata-rata jawaban tepat yang diberikan siswa secara keseluruhan berada pada kategori baik dan sangat baik, masih terdapat permasalahan pada pengetahuan siswa tentang laut. Jika dilihat satu persatu besar persentase jawaban yang tepat yang diberikan siswa pada setiap pertanyaan yang ditunjukkan pada Tabel 5, maka akan ditemukan dua item pertanyaan yang persentase jawaban tepatnya berada pada kategori Tidak Baik dan Sangat Tidak Baik yaitu persentase jawaban tepat untuk pertanyaan nomor 13 dan 19. Pertanyaan nomor 13 merupakan pertanyaan untuk mengukur pengetahuan siswa tentang dampak dari terganggunya siklus rantai makanan terhadap keseimbangan ekosistem di laut. Hasil ini mengindikasikan kesulitan yang dialami siswa dalam memahami konsep ekosistem serta interaksi yang terjadi di dalamnya. Hal ini memiliki keselarasan dengan hasil penelitian (S. Putri & Rusyati , 2. yang menunjukkan adanya kesulitan siswa dalam menguasai konsep ekosistem yang berdampak pada (Mambrey et al. , 2. juga menemukan hasil penelitian yang serupa tentang adanya kesulitan siswa dalam memahami materi ekosistem khususnya pada sub-materi rantai Pertanyaan nomor 19 merupakan pertanyaan untuk mengukur pengetahuan siswa tentang kalor jenis air laut serta bagaimana pengaruhnya terhadap kemampuan air laut dalam menyerap panas. Beberapa hasil penelitian juga menunjukkan adanya kesulitan siswa dalam memahami konsep kalor yang di antaranya kesulitan siswa dalam memahami pengaruh kalor May 2023 | Volume 7 | Issue 1 Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index Sarkity Dios. Adam Fernando, & Nur Eka Kusuma H. Marine Environmental Care Attitude through Integrated Science Learning on A. terhadap perubahan suhu benda (Zahroh et al. , 2. Lebih spesifik, hasil penelitian yang lain juga menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi dalam memahami bagaimana kalor yang dimiliki suatu benda berdasarkan kalor jenis yang dimiliki (Safitri et al. , 2. Sikap pelestarian lingkungan laut Hasil pengukuran sikap peduli lingkungan laut untuk indikator sikap pelestarian lingkungan laut dan bagaimana kontribusi pembelajaran IPA terhadap pembentukan sikap pelestarian lingkugan laut dapat dilihat pada Tabel 6. pelestarian lingkugan laut dapat dilihat pada Tabel 7. [Tabel 6 about here. Hasil pengukuran sikap pelestarian lingkungan laut menunjukkan bahwa siswa memiliki sikap yang berada pada kategori baik dalam hal pelestarian lingkungan laut pada berdasarkan jawaban yang diberikan pada semua pertanyaan, kecuali pada ietm pertanyaan nomor 21. Item pertanyaan nomor 21 merupakan sikap pelestarian lingkungan laut yang diwujudkan dalam bentuk ajakan kepada masyarakat untuk melestarikan lingkungan laut. Untuk pertanyaan ini, sikap siswa berada pada kategori tidak baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa tidak aktif dalam mengajak masyarakat untuk melestarikan lingkungan laut. Mengajak masyarakat dalam melestarikan lingkungan merupakah salah satu upaya pelestarian lingkungan yang dapat dilakukan (Anggasta & Widiastuti, 2022. Bleszeinsky, 2019. Sawir, 2. Dalam hal ini, siswa harus meningkatkan percaya diri serta meningkatkan keterampilan komunikasi ilmiah (Hartini et al. Hastuti & Hidayati, 2018. Ika, 2018. Wiyono & Budhi, 2. agar siswa dapat mengajak masyarakat untuk melestarikan lingkungan laut disertai dengan argumentasi Pada Tabel 6 juga dapat dilihat bahwa kontribusi pembelajaran IPA dalam pembentukan sikap pelestarian lingkungan laut berada pada kategori baik. Hasil ini mengindikasikan bahwa sikap peduli lingkungan laut yang dimiliki oleh siswa merupakan kontribusi dari pembelajaran IPA. Untuk item pertanyaan nomor 21, meskipun siswa siswa berada pada kategori tidak baik tetapi pembelajaran IPA memiliki kontribusi pada kategori baik untuk sikap tersebut. Dengan kata lain, pembelajaran IPA telah berupaya menginternalisasikan sikap tersebut meskipun siswa kurang mengaplikasikan sikap tersebut. Oleh karena itulah, penting sekali bagi pendidik untuk menekankan pentingnya sikap pelestarian lingkungan laut yang diwujudkan dalam bentuk mengurangi berbagai aktivitas yang dapat merusak lingkungan dan melakukan pengontrolan terhadap pemanfaatan sumber daya alam agar tidak berlebihan dan berdampak buruk bagi lingkungan (Bilgen & Sarkaya, 2. Agar sikap pelestarian lingkungan laut bisa diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat, maka siswa perlu turut serta melakukan ajakan kepada masyarakat untuk melestarikan lingkungan laut. Sikap pencegahan kerusakan lingkungan laut Hasil pengukuran sikap peduli lingkungan laut untuk indikator sikap pelestarian lingkungan laut dan bagaimana kontribusi pembelajaran IPA terhadap pembentukan sikap [Tabel 7 about here. Hasil pengukuran sikap pencegahan kerusakan lingkungan laut menunjukkan bahwa tidak ada sikap siswa yang berada pada kategori tidak baik ataupun sangat tidak baik. Sikap siswa dalam mencegah kerusakan lingkungan laut berada pada kategori sangat baik untuk item pertanyaan 28, 30, dan 32 serta berada pada kategori baik untuk item nomor 29 dan 31. Hal ini menunjukkan bahwa siswa telah mampu menerapkan sikapsikap yang bertujuan untuk mencegah kerusakan lingkungan Salah satu cara menanamkan sikap mencegah kerusakan lingkungan laut adalah mengenalkan siswa terhadap penyebab kerusakan lingkungan laut dan dampak buruk yang ditimbulkankan oleh kerusakan lingkungan laut seperti dampak pencemaran lingkungan laut yang disebabkan oleh sampah plastik (Sukib et al. , 2. dan tumpahan minyak (Suci Meinarni, 2. Pada Tabel 7 juga dapat dilihat bahwa pembelajaran IPA memberikan kontribusi pada pembentukan sikap pencegahan kerusakan lingkungan laut dalam kategori baik dan sangat baik. Pada item pertanyaan nomor 32 dapat dilihat bahwa sikap pencegahan kerusakan lingkungan laut siswa berada pada kategori sangat baik dan kontribusi pembelajaran IPA dalam pembentukan sikap tersebut juga berada pada kategori sangat Item pertanyaan nomor 32 berisi tentang sikap dalam hal tidak menumpahkan zat kimia secara sembarangan di laut. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPA telah mengedukasi siswa tentang bahaya zat kimia bagi lingkungan laut kemudian siswa mengaplikasikannya dalam bentuk sikap. Hal ini bersesuaian dengan prinsip literasi lingkungan (Maesaroh et al. , 2. Hasil yang unik juga ditunjukkan oleh jawaban pada item pertanyaan nomor 28 dan 30. Sikap pencegahan kerusakan lingkungan laut yang dinyatakan pada item pertanyaan nomor 28 dan 30 berturut-turut adalah tentang sikap tidak membuang sampah sembarangan di laut dan sikap menghemat penggunaan Sikap siswa untuk kedua item pertanyaan ini berada pada kategori sangat baik dan kontribusi pembelajaran IPA terhadap sikap-sikap tersebut berada pada kategori baik. Hasil ini menunjukkan bahwa selain dari pembelajaran IPA, terdapat hal lainnya yang membentuk sikap tersebut. Faktor lain pembentuk sikap siswa di antaranya adalah lingkungan keluarga (Soffatunni & Thomas, 2. dan teman sebaya (Berliana & Pradana, 2. Perkembangan teknologi juga berkontribusi dalam pembentukan sikap siswa seperti penggunaan internet (Oktavionika et al. , 2. Ada kecenderungan seseorang untuk meniru atau berperilaku seperti apa yang dilihatnya di internet (Nurrizka, 2016. Rondo et al. , 2. Oleh karena itulah, pengawasan terhadap siswa dalam menggunakan internet harus senantiasa dilakukan oleh orang tua dan guru. Sikap perbaikan kerusakan lingkungan laut Hasil pengukuran sikap peduli lingkunhan laut untuk indikator sikap memperbaiki kerusakan lingkungan laut dan bagaimana kontribusi pembelajaran IPA terhadap pembentukan sikap ini dapat dilihat pada Tabel 8. May 2023 | Volume 7 | Issue 1 Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index Marine Environmental Care Attitude through Integrated Science Learning on A. Sarkity Dios. Adam Fernando, & Nur Eka Kusuma H. [Tabel 8 about here. KESIMPULAN Hasil pengukuran sikap memperbaiki kerusakan lingkungan laut menunjukkan bahwa sikap siswa berada pada kategori tidak baik untuk semua item pertanyaan. Kontribusi pembelajaran IPA terhadap pembentukan sikap ini juga berada pada kategori sangat tidak baik. Hasil ini tidak menunjukkan rendahnya kualitas pembelajaran IPA karena bisa dilihat pada 2 indikator sebelumnya bahwa pembelajaran IPA memiliki kontrubusi pada kategaori baik dan sangat baik terhadap pembentukan sikap melestarikan lingkungan laut serta mencegah kerusakan lingkungan laut. Sikap memperbaiki kerusakan lingkungan laut dapat diwujudkan dalam keaktifan dalam aktivitas memperbaiki kerusakan lingkungan laut. Akvititas yang dimaksud disini menyingkirkan segala penyebab kerusakan lingkungan, mengurangi tingkat keparahan kerusakan, dan mencegah meluasnya kerusakan (Pande et al. , 2020. Zou, 2. Sejak akhir desember 2019, dunai dilanda oleh pandemi COVID-19 yang penyebarannya terus meluas hingga seluruh penjuru dunia (Cucinotta & Vanelli, 2020. Shereen et al. , 2. Semua negara yang terdampak pandemi termasuk Indonesia, terpaksa menutup insitusi pendidikan sesuai arahan UNESCO (UNESCO, 2. untuk membatasi interaksi fisik untuk menghentikan laju penularan COVID-19 (Chang et al. , 2. (Sathishkumar et al. , 2. Pelaksanaan pembelajaran seperti ini tidak memungkinkan bagi pembelajaran IPA untuk memfasilitasi siswa untuk melaksanakan kegiatan memperbaiki kerusakan lingkungan laut. Kegiatan memperbaiki kerusakan lingkungan laut seperti penanaman mangrove (Gusmadi & Samsuri, 2019. Putri et al. , bersih pantai dan laut dari sampah (Irayanti et al. , serta transplantasi terumbu karang (Saputra et al. merupakan kegiatan yang pelaksanaannya harus secara berkelompok dan berpotensi besar untuk terjadinya interaksi Pelaksanaan pembelajaran yang memiliki peluang adanya interaksi fisik antar siswa dianjurkan untuk dihindari pelaksanaannya selama pandemi COVID-19. Pada tahun 2022, jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia semakin berkurang. Pembelajaran juga telah dilaksanakan secara tatap muka 100% yang diatur melalui Surat Edaran Mendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022 (Mendikbudristek. Harapannya pelaksanaannya pembelajaran tidak lagi membatasi durasi pelaksanaan pembelajaran dan interaksi antar siswa, maka pembelajaran IPA dapat dilaksanakan dengan menggunakan lingkungan laut sebagai media pembelajaran dan mengenalkan serta membiasakan siswa terhadap aktivitasaktivitas untuk memperbaiki kerusakan lingkungan laut. Aktivitas memperbaiki lingkungan laut sangat mungkin untuk dilakukan oleh siswa SMP seperti penanam mangrove (A. Putri et al. , 2. , kegiatan bersih pantai (Priantari, 2021. Rohyani et al. , 2. , maupun kegiatan transplantasi terumbu karang (DitjenPRL, 2019. Pandawani et al. , 2014. Widyasari et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian untuk mengukur sikap peduli lingkungan laut melalui pembelajaran IPA terhadap siswa SMP Negeri se-Kota Tanjungpinang, hasil yang berbeda ditunjukkan oleh setiap indikatornya. Untuk aspek pengetahuan tentang laut, pengetahuan siswa berada pada kategori baik secara keseluruhan. Untuk indikator sikap melestarikan lingkungan laut dan sikap mencegah kerusakan lingkungan laut, sikap peduli lingkungan laut siswa berada pada kategori baik secara keseluruhan dan kontribusi pembelajaran IPA terhadap pembentukan sikap tersebut juga berada pada kategori baik secara keseluruhan. Hal berbeda ditunjukkan oleh indikator sikap memperbaiki kerusakan lingkungan laut dimana sikap siswa berada pada kategori tidak baik serta kontribusi pembelajaran IPA terhadap pembentukan sikap tersebut berada pada kategori sangat tidak baik. Hal ini tidak menunjukkan rendahnya kualitas pembelajaran IPA. Hal ini dikarenakan sejak akhir 2019 dunia dilanda pandemi COVID-19 sehingga tidak memungkinkan bagi pembelajaran IPA untuk dilaksanakan di lingkungan laut dengan melibatkan siswa untuk melakukan aktivitas-aktivitas seperti memperbaiki kerusakan lingkungan laut yang berpotensi memunculkan interaksi fisik antar siswa. Dengan kondisi pandemi COVID19 yang kian membaik serta pelaksanaa pembelajaran yang kembali dilaksanakan secara tatap muka 100%, diharapkan pembelajaran IPA khususnya di wilayah kepulauan seperti di Kota Tanjungpinang dapat dilaksanakan dengan menjadikan lingkungan laut sebagai media pembelajaran yang dapat melibatkan siswa aktif melaksanakan berbagai aktivitas untuk menumbuhkan sikap peduli lingkungan laut seperti aktivitas memperbaiki kerusakan lingkungan laut. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk penelitian lanjutan dalam mengembangkan pembelajaran untuk menumbuhkan sikap peduli lingkungan laut pada Siswa melalui pembelajaran IPA. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada LPPM Universitas Maritim Raja Ali Haji yang telah memfasilitasi pelaksanaan penelitian ini melalui Hibah Internal Universitas Maritim Raja Ali Haji Tahun Anggaran 2022 untuk Skema Penelitian Unggulan Prodi dengan Nomor Kontrak 32/UN53. 02/Kontrak-PUP/2022. Peneliti juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang yang telah memberikan izin dan dukungan terhadap pelaksanaan penelitian ini. Peneliti juga mengucapkan terima kasih kepada semua siswa yang berpartisipasi menjadi subjek dalam penelitian ini. REFERENCES