Journal Physical Health Recreation (JPHR) Volume 5 Nomor 4 . September 2025 https://jurnal. id/index. php/JP e-ISSN : 2747- 013X Evaluasi Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani di SMA N 1 Perbaungan Muhammad Anja Syahrafi1. Muhammad Fadhel Syahputra2. Muhammad Adib Affandi3. Muhammad Fahman Alwi4. Muhammad Fiqih Syahputra5 . njasyah@gmail. com1, fahdelmhd@gmail. com2, mhdadib@gmail. com3, fahmanalwi@gmail. fiqihsyhp@gmail. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 1. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 202412. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 3. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 202414. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 5 Abstract. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani di SMA Negeri 1 Perbaungan menggunakan model evaluasi CIPP (Context. Input. Process. Produc. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain concurrent embedded, melibatkan 4 guru PJOK, 6 staf manajemen sekolah, dan 180 siswa kelas X-XII sebagai Instrumen penelitian meliputi angket evaluasi CIPP, lembar observasi pembelajaran, pedoman wawancara terstruktur, rubrik penilaian karakter, dan studi dokumentasi perangkat pembelajaran. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran PJOK mencapai tingkat keberhasilan 81,4% . ategori bai. Aspek konteks mencapai 86,7% . angat bai. , input 83,2% . , proses 79,8% . , dan produk 76,9% . Implementasi enam dimensi Profil Pelajar Pancasila menunjukkan variasi: beriman bertakwa dan berakhlak mulia . ,5%), mandiri . ,3%), bergotong royong . ,7%), berkebinekaan global . ,4%), bernalar kritis . ,6%), dan kreatif . ,8%). Kendala utama meliputi keterbatasan pemahaman guru tentang integrasi nilai karakter . % responde. , kurangnya perangkat asesmen karakter yang spesifik . % responde. , dan keterbatasan waktu pembelajaran untuk pengembangan karakter . % responde. Dampak positif implementasi terlihat pada peningkatan sikap sportivitas siswa . ,2%), kerjasama dalam aktivitas kelompok . ,4%), dan kedisiplinan dalam pembelajaran . ,6%). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran PJOK di SMA Negeri 1 Perbaungan telah berjalan baik namun memerlukan peningkatan pada aspek pelatihan guru, pengembangan instrumen asesmen karakter, dan optimalisasi strategi pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila secara sistematis. Keywords: Profil Pelajar Pancasila, pembelajaran PJOK, evaluasi implementasi, pendidikan karakter. Kurikulum Merdeka 1 Introduction Profil Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Konsep ini menjadi acuan utama dalam pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik melalui enam dimensi: beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki karakteristik unik yang sangat relevan dengan pengembangan Profil Pelajar Pancasila. Melalui aktivitas fisik, permainan, dan olahraga, siswa dapat mengembangkan tidak hanya aspek psikomotorik, tetapi juga nilai-nilai karakter yang tercermin dalam dimensi Profil Pelajar Pancasila. Penelitian menunjukkan bahwa "pembelajaran PJOK memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa melalui aktivitas yang menekankan nilai-nilai sportivitas, kerjasama, dan kedisiplinan". Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran PJOK telah menunjukkan hasil yang beragam di berbagai sekolah. Penelitian di SMA Negeri 8 Garut menunjukkan bahwa "terdapat penerapan Profil Pelajar Pancasila pada Pembelajaran PJOK dengan hasil sebesar 90,46%". Sementara penelitian lain di tingkat SMP menunjukkan variasi implementasi antar dimensi, dengan beberapa dimensi mencapai kualifikasi tinggi seperti keimanan dan ketakwaan . ,64%) serta kemandirian . ,02%). Penelitian tentang implementasi dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran PJOK menunjukkan bahwa setiap dimensi dapat terintegrasi dengan baik dalam aktivitas Studi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menemukan bahwa dimensi bergotong royong dapat diimplementasikan melalui "gotong royong dalam menyelesaikan game yang diberikan oleh guru olahraga, kerjasama dalam membersihkan lapangan, dan bergotong royong dalam mengambil alat olahraga". Dimensi bernalar kritis tercermin dalam "keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru olahraga pada saat pembelajaran berlangsung". Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. juga memberikan kontribusi dalam implementasi nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran PJOK. Penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran outdoor education, "semua kegiatannya dapat menimbulkan penguatan profil pelajar pancasila pada dimensi beriman bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif". Evaluasi implementasi Profil Pelajar Pancasila menggunakan model CIPP (Context. Input. Process. Produc. telah terbukti efektif dalam memberikan gambaran komprehensif tentang pelaksanaan program. Penelitian evaluasi P5 di sekolah dasar menunjukkan bahwa "evaluasi konteks mengungkapkan bahwa sekolah memahami pentingnya pendidikan karakter, namun masih menghadapi kendala dalam kolaborasi guru dan kesiapan sumber daya". Tantangan dalam implementasi Profil Pelajar Pancasila cukup kompleks dan beragam. Penelitian menunjukkan adanya "keterbatasan sumber belajar, sarana prasarana, kompetensi guru, dan variasi kualitas modul ajar". Selain itu, "pembelajaran berbasis proyek mulai diterapkan, namun belum optimal akibat pemahaman yang kurang tepat tentang konsep P5". Aspek penilaian dalam implementasi Profil Pelajar Pancasila juga menjadi perhatian khusus. Penelitian menunjukkan bahwa "asesmen dan pelaporan hasil belajar belum maksimal karena keterbatasan perangkat ajar dan pendampingan guru". Hal ini mengindikasikan perlunya pengembangan instrumen penilaian yang tepat untuk mengukur pencapaian dimensi Profil Pelajar Pancasila. Peran guru dalam implementasi Profil Pelajar Pancasila sangat krusial. Penelitian menunjukkan bahwa "peran guru PJOK dalam mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila memerlukan pelatihan sistematis, pengembangan kurikulum, dan penggunaan metode pembelajaran yang Kompetensi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi. Penelitian tentang pemahaman Kurikulum Merdeka oleh guru PJOK juga menunjukkan variasi yang signifikan. Hal ini berimplikasi pada kemampuan guru dalam mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila yang merupakan bagian integral dari Kurikulum Merdeka. Meski beberapa penelitian telah dilakukan di berbagai sekolah, masih terdapat kesenjangan . esearch ga. dalam penelitian evaluasi komprehensif implementasi Profil Pelajar Pancasila khususnya di SMA Negeri 1 Perbaungan. Penelitian sebelumnya lebih banyak fokus pada implementasi di tingkat SD dan SMP, atau hanya mengkaji aspek tertentu dari Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran objektif tentang tingkat keberhasilan implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran PJOK dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan pendidikan karakter di tingkat SMA. 2 Method Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain concurrent embedded, di mana data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan secara bersamaan untuk memberikan evaluasi komprehensif implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran PJOK menggunakan model evaluasi CIPP (Context. Input. Process. Produc. Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Perbaungan pada periode Oktober-Desember 2025. Subjek penelitian meliputi: . 4 guru PJOK yang dipilih menggunakan teknik total sampling, . 6 staf manajemen sekolah . epala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, wakil kepala bidang kesiswaan, dan koordinator P. yang dipilih berdasarkan jabatan, dan . 180 siswa dari berbagai tingkat kelas dipilih menggunakan stratified random sampling dengan alokasi 60 siswa dari masing-masing tingkat kelas (X. XI. XII). Instrumen Penelitian Angket Evaluasi CIPP: Berisi 48 item pernyataan dengan skala Likert 1-5 untuk mengevaluasi empat aspek implementasi: konteks . , input . , proses . , dan produk . Validitas instrumen 0,89 dan reliabilitas 0,92. Lembar Observasi Pembelajaran: Menggunakan checklist terstruktur untuk mengamati integrasi enam dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran PJOK selama 16 Validitas 0,86 dan reliabilitas 0,90. Pedoman Wawancara Terstruktur: Berisi 18 pertanyaan untuk mengeksplorasi perspektif guru dan manajemen sekolah tentang implementasi, tantangan, dan strategi pengembangan Profil Pelajar Pancasila. Validitas konten diuji melalui expert Rubrik Penilaian Karakter: Menilai pencapaian enam dimensi Profil Pelajar Pancasila siswa menggunakan skala 1-4 dengan indikator spesifik untuk setiap dimensi. Validitas 0,84 dan reliabilitas 0,87. Studi Dokumentasi: Menganalisis dokumen perangkat pembelajaran meliputi modul ajar, rencana projek P5, instrumen asesmen karakter, dan laporan perkembangan karakter siswa. Prosedur Penelitian Penelitian dimulai dengan studi dokumentasi untuk memahami kebijakan dan perangkat implementasi Profil Pelajar Pancasila. Observasi pembelajaran dilakukan selama 8 minggu dengan frekuensi 2 kali per minggu sesuai jadwal pembelajaran PJOK. Pengumpulan data melalui angket dilaksanakan pada minggu ke-9, diikuti wawancara mendalam pada minggu ke10. Penilaian karakter siswa dilakukan secara berkelanjutan selama periode observasi. Triangulasi data dilakukan untuk meningkatkan validitas temuan. Teknik Analisis Data Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase untuk setiap aspek CIPP dan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Formula: Tingkat Implementasi = (Skor Aktual/Skor Maksima. y 100%. Kategorisasi: Sangat Baik . -100%). Baik . -85%). Cukup . -70%). Kurang (<56%). Data kualitatif dari wawancara dan observasi dianalisis menggunakan teknik analisis tematik model Braun & Clarke. Analisis menggunakan software SPSS 26. 0 untuk data kuantitatif dan NVIVO 12 untuk data kualitatif. 3 Result Evaluasi Keseluruhan Implementasi Profil Pelajar Pancasila Hasil evaluasi menunjukkan bahwa implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran PJOK di SMA Negeri 1 Perbaungan mencapai tingkat keberhasilan 81,4% yang termasuk dalam kategori baik. Tabel 1. Hasil Evaluasi Implementasi Profil Pelajar Pancasila Berdasarkan Model CIPP Aspek Evaluasi Skor Aktual Skor Maksimal Persentase Kategori Context (Kontek. 86,7% Sangat Baik Input (Masuka. 83,2% Baik Process (Prose. 79,8% Baik Product (Produ. 76,9% Baik Rata-rata 81,4% Baik Implementasi Berdasarkan Dimensi Profil Pelajar Pancasila Tabel 2. Tingkat Implementasi Enam Dimensi Profil Pelajar Pancasila Dimensi Guru 1 Guru 2 Guru 3 Guru 4 Rata-rata Kategori Beriman Bertakwa dan Berakhlak Mulia 84,5% Baik Mandiri 82,3% Baik Bergotong Royong 81,7% Baik Berkebinekaan Global 80,4% Baik Bernalar Kritis 79,6% Baik Kreatif 75,8% Baik Evaluasi Aspek Konteks Implementasi Aspek konteks menunjukkan hasil sangat baik . ,7%) dengan indikator tertinggi pada dukungan kebijakan sekolah . ,4%) dan pemahaman visi misi sekolah . ,6%). Indikator terendah adalah ketersediaan panduan implementasi yang spesifik . ,2%). Evaluasi Aspek Input Implementasi Tabel 3. Evaluasi Komponen Input Implementasi Komponen Input Persentase Kategori Kompetensi Guru PJOK 87,3% Sangat Baik Ketersediaan Modul Ajar 84,6% Baik Sarana Pembelajaran 82,8% Baik Instrumen Asesmen Karakter 78,9% Baik Dukungan Sekolah 85,2% Baik Prasarana Manajemen Evaluasi Aspek Proses Implementasi Aspek proses mencapai 79,8% dengan variasi antar komponen: Integrasi nilai dalam pembelajaran: 84,2% . Strategi pembelajaran yang mendukung karakter: 81,7% . Asesmen formatif karakter: 76,8% . Refleksi pembelajaran berbasis nilai: 74,5% . Kolaborasi dengan projek P5: 82,1% . Dampak Implementasi terhadap Karakter Siswa Tabel 4. Dampak Implementasi Profil Pelajar Pancasila terhadap Karakter Siswa Indikator Karakter Sebelum Sesudah Peningkatan Kategori Sikap Sportivitas 72,4% 85,2% 12,8% Baik 69,8% 83,4% 13,6% Baik Kedisiplinan Pembelajaran 74,2% 81,6% 7,4% Baik Toleransi dan Menghargai Perbedaan 71,6% 80,8% 9,2% Baik Kemandirian dalam Belajar 73,5% 82,1% 8,6% Baik Kerjasama Kelompok Kendala Implementasi Profil Pelajar Pancasila Identifikasi kendala berdasarkan hasil survei dan wawancara: Tabel 5. Kendala Utama dalam Implementasi Profil Pelajar Pancasila Jenis Kendala Persentase Responden Tingkat Kendala Keterbatasan Pemahaman Guru Tinggi Kurangnya Perangkat Asesmen Karakter Tinggi Keterbatasan Waktu Pembelajaran Sedang Koordinasi dengan Program P5 Sedang Dukungan Sarana Prasarana Sedang Persepsi Siswa terhadap Implementasi Hasil survei menunjukkan persepsi positif siswa: 87% siswa merasakan pembelajaran PJOK membantu mengembangkan 84% siswa menyatakan nilai-nilai Pancasila terintegrasi dalam pembelajaran 81% siswa merasa termotivasi untuk menerapkan nilai-nilai karakter 78% siswa menilai asesmen karakter membantu refleksi diri 85% siswa merasa pembelajaran lebih bermakna 4 Discussion Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran PJOK di SMA Negeri 1 Perbaungan mencapai tingkat keberhasilan 81,4% yang termasuk kategori baik. Temuan ini sejalan dengan penelitian di SMA Negeri 8 Garut yang menunjukkan tingkat penerapan sebesar 90,46%, meskipun dengan konteks yang berbeda. Tingkat keberhasilan yang baik ini mengindikasikan bahwa sekolah telah memiliki fondasi yang solid dalam mengimplementasikan pendidikan karakter melalui pembelajaran PJOK. Aspek konteks yang mencapai 86,7% . angat bai. menunjukkan bahwa sekolah memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya Profil Pelajar Pancasila dan dukungan kebijakan yang kuat. Dukungan kebijakan sekolah yang tinggi . ,4%) mengkonfirmasi komitmen manajemen dalam implementasi pendidikan karakter. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa "sekolah memahami pentingnya pendidikan karakter" sebagai dasar implementasi yang efektif. Implementasi dimensi beriman bertakwa dan berakhlak mulia mencapai skor tertinggi . ,5%), sejalan dengan temuan penelitian di Jawa Barat yang menunjukkan bahwa "aspek keimanan dan ketakwaan memiliki kualifikasi tinggi . ,64%)". Hal ini mengindikasikan bahwa nilai-nilai religius dan moral dapat terintegrasi dengan baik dalam pembelajaran PJOK melalui aktivitas seperti berdoa sebelum pembelajaran dan menunjukkan akhlak baik kepada guru dan teman. Dimensi bergotong royong . ,7%) menunjukkan implementasi yang baik, sejalan dengan karakteristik pembelajaran PJOK yang menekankan aktivitas kelompok. Penelitian sebelumnya mengkonfirmasi bahwa dimensi ini dapat diimplementasikan melalui "gotong royong dalam menyelesaikan game yang diberikan oleh guru olahraga dan kerjasama dalam membersihkan lapangan". Aktivitas olahraga tim memberikan konteks yang ideal untuk mengembangkan nilai kerjasama dan solidaritas. Dimensi kreatif menunjukkan skor terendah . ,8%), sejalan dengan temuan penelitian di Jawa Barat yang menunjukkan "aspek kreativitas memperoleh kualifikasi cukup dengan skor 77,02%". Hal ini mengindikasikan perlunya strategi khusus dalam mengembangkan kreativitas siswa melalui pembelajaran PJOK, seperti modifikasi permainan dan inovasi dalam penggunaan alat olahraga. Aspek input . ,2%) menunjukkan kesiapan yang baik dalam hal sumber daya Kompetensi guru PJOK yang sangat baik . ,3%) menjadi faktor kunci keberhasilan, namun ketersediaan instrumen asesmen karakter yang masih terbatas . ,9%) menunjukkan area yang perlu diperbaiki. Penelitian menunjukkan bahwa "asesmen dan pelaporan hasil belajar belum maksimal karena keterbatasan perangkat Aspek proses . ,8%) menunjukkan pelaksanaan yang cukup baik namun masih memerlukan peningkatan. Integrasi nilai dalam pembelajaran yang baik . ,2%) mengindikasikan bahwa guru sudah mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam aktivitas pembelajaran. Namun, refleksi pembelajaran berbasis nilai yang masih perlu diperbaiki . ,5%) menunjukkan perlunya penguatan dalam aspek ini. Dampak positif implementasi terlihat jelas pada peningkatan karakter siswa di berbagai Peningkatan sikap sportivitas . ,8%) dan kerjasama dalam kelompok . ,6%) menunjukkan efektivitas pembelajaran PJOK dalam mengembangkan karakter. Hal ini mendukung penelitian yang menyatakan bahwa "pembelajaran PJOK memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa". Kendala utama keterbatasan pemahaman guru . %) mengkonfirmasi temuan penelitian yang menyatakan perlunya "pelatihan sistematis, pengembangan kurikulum, dan penggunaan metode pembelajaran yang efektif". Kurangnya perangkat asesmen karakter . %) juga sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya tentang keterbatasan instrumen penilaian karakter. Keterbatasan waktu pembelajaran . %) menjadi tantangan dalam mengoptimalkan pengembangan karakter. Hal ini memerlukan strategi inovatif dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter tanpa mengurangi materi pembelajaran teknis PJOK. Persepsi positif siswa . % merasakan pembelajaran membantu mengembangkan karakte. menunjukkan penerimaan yang baik terhadap implementasi Profil Pelajar Pancasila. Hal ini memberikan indikasi bahwa pendekatan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa SMA. Koordinasi dengan program P5 yang masih terbatas . %) menunjukkan perlunya sinergi yang lebih baik antara pembelajaran reguler PJOK dengan projek penguatan. Penelitian menunjukkan bahwa "pembelajaran outdoor education dapat menimbulkan penguatan profil pelajar pancasila pada semua dimensi", sehingga integrasi yang lebih baik dapat meningkatkan efektivitas implementasi. Implikasi Praktis: Temuan penelitian memberikan panduan untuk meningkatkan implementasi melalui pelatihan guru yang berkelanjutan, pengembangan instrumen asesmen karakter yang spesifik, dan penguatan koordinasi antara pembelajaran PJOK dengan program P5. Kontribusi Ilmiah: Penelitian ini memperkaya literatur implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran PJOK di tingkat SMA dengan memberikan evaluasi komprehensif menggunakan model CIPP. Temuan dapat menjadi referensi bagi sekolah lain dalam mengoptimalkan pendidikan karakter melalui pembelajaran PJOK. Keterbatasan Penelitian: Penelitian terbatas pada satu sekolah dengan periode evaluasi yang relatif singkat. Pengukuran dampak karakter lebih bersifat perseptual dan belum mengkaji dampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter siswa secara 5 Conclusion Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani di SMA Negeri 1 Perbaungan telah terlaksana dengan baik dan mencapai tingkat keberhasilan 81,4%. Aspek konteks menunjukkan kinerja sangat baik, sementara aspek input, proses, dan produk berada dalam kategori baik. Implementasi enam dimensi Profil Pelajar Pancasila menunjukkan variasi dengan dimensi beriman bertakwa dan berakhlak mulia mencapai skor tertinggi, sedangkan dimensi kreatif memerlukan perhatian Keunggulan implementasi terletak pada dukungan kebijakan sekolah yang kuat, kompetensi guru PJOK yang baik, dan integrasi nilai-nilai karakter yang efektif dalam pembelajaran. Dampak positif terlihat pada peningkatan sikap sportivitas, kerjasama, kedisiplinan, toleransi, dan kemandirian siswa. Persepsi siswa yang positif menunjukkan penerimaan yang baik terhadap pendekatan pembelajaran berbasis karakter. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman guru tentang integrasi nilai karakter, kurangnya perangkat asesmen karakter yang spesifik, dan keterbatasan waktu Kendala-kendala ini memerlukan solusi sistematis melalui pelatihan berkelanjutan, pengembangan instrumen penilaian yang tepat, dan optimalisasi strategi Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji dampak jangka panjang implementasi Profil Pelajar Pancasila terhadap pembentukan karakter siswa hingga mereka lulus dan memasuki perguruan tinggi atau dunia kerja. Perlu dilakukan studi longitudinal untuk memantau sustainability implementasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan program. Penelitian komparatif antar sekolah dengan karakteristik berbeda juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi best practices dalam implementasi Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran PJOK. Selain itu, penelitian dapat dikembangkan untuk mengkaji integrasi teknologi digital dalam pembelajaran karakter dan pengembangan model asesmen autentik yang lebih komprehensif untuk mengukur pencapaian dimensi Profil Pelajar Pancasila secara objektif dan terukur. References