Menanamkan Nilai-Nilai Keorganisasian Bagi Siswa Smkn 4 Kota Bengkulu Dalam Pembangunan Pendidikan Harius Eko Saputa . Yanuar Rikardo . Evi Lorita . Marida Sariningsih . Yusuarsono . Muhammad Oky Sumantri . Bimas Endo Purnama . 1,2,3,4,5,6,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: 1 hariussaputra@unived. 2 yanuarrikardo2@gmail. 3 evilorita@unived. ap@unived. 5 yusuarsono@unived. mokysumantri02@gmail. bimasindop@gmail. ARTICLE HISTORY Received . December 2. Revised . Januari 2. Accepted . Januari 2. KEYWORDS Organization. Students. Educational Development This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi melalui penyuluhan kepada siswa SMK Negeri 4 Kota Bengkulu tentang Menanamkan Nilai-Nilai Keorganisasian Bagi Siswa SMKN 4 Kota Bengkulu Dalam Pembangunan Pendidikan. Sasaran kegiatan ini adalah para siswa SMK Negeri 4 Kota Bengkulu yang aktif dalam organisasi siswa intra sekolah (OSIS). Metode kegiatan dilakukan secara langsung . atap muk. melalui pemaparan materi organisasi dan kepemimpinan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, tahap observasi, tahap pelaksanaan, tahap penulisan laporan, dan tahap evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini mengedukasi dan menanamkan nilai-nilai keorganisasian bagi siswa SMKN 4 Kota Bengkulu dalam pembangunan pendidikan. Kegiatan PKM ini dilakukan guna mendorong dan memotivasi siswa menjadi lebih aktif dan menumbuhkan rasa memiliki, solidaritas, kepedulian serta mengembangkan kreativitas serta inovasi-inovasi dalam berorganisasi guna meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill Sehingga diharapkan prestasi yang diraih oleh siswa SMK N 4 Kota Bengkulu akan semakin meningkat serta mempunyai peran dalam pembangunan pendidikan Indonesia. ABSTRACT This community service activity aims to provide socialization through counseling to students of SMK Negeri 4 Bengkulu City on Embedding Organizational Values for Students of SMKN 4 Bengkulu City in Educational Development. The targets of this activity are students of SMK Negeri 4 Bengkulu City who are active in the intra-school student organization (OSIS). The activity method is carried out directly . ace-to-fac. through exposure to organizational and leadership materials. This PKM activity is carried out in several stages, namely the preparation stage, observation stage, implementation stage, report writing stage, and activity evaluation The results of this activity educate and instill organizational values for students of SMKN 4 Bengkulu City in educational development. This PKM activity is carried out to encourage and motivate students to be more active and foster a sense of belonging, solidarity, caring and develop creativity and innovations in organizations to improve students' soft skills and hard skills. So it is hoped that the achievements achieved by SMK N 4 Bengkulu City students will increase and have a role in the development of Indonesian education. PENDAHULUAN Organisasi adalah suatu sistem yang mengatur kegiatan dan mencapai tujuan bersama (Muhammad, 2009, hal. Menurut Pasal 28 UUD 1945, organisasi ini disebut perkumpulan, namun bila kerja sama tersebut tidak bersifat tetap maka disebut parlemen. Organisasi adalah suatu struktur atau kelompok yang terdiri dari beberapa unit yang mempunyai fungsi yang saling berkaitan dan membentuk suatu kesatuan (Chaplin, 2009, p. Aktivitas dalam suatu organisasi mencakup mengajarkan seseorang berbagai keterampilan, seperti: Hal ini juga meningkatkan rasa percaya diri dan membawa manfaat yang lebih positif, seperti jujur, mau bekerja sama, berkomunikasi dengan baik, memimpin, disiplin, dan kemampuan melatih orang lain agar memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi (Ardianto, 2. Menurut Setiawan (Ningsih dan Kusmayadi, 2008, p. , organisasi adalah suatu sistem canggih yang terdiri dari sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan melalui pemeringkatan dan pembagian tugas yang diberikan. Organisasi dalam pendidikan merupakan unsur terpenting dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah, dan keberhasilannya dinilai dari nilai . Oleh karena itu, untuk menunjukkan kepemimpinan perlu dipikirkan AusistemAy, yaitu dalam menyelenggarakan pendidikan Di sisi lain, pendidikan mempunyai misi mengembangkan sumber daya manusia. Pembangunan selalu maju menjawab tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu membawa permasalahan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. Pendidikan yang dinilai bermutu dan dinilai kemampuannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kebudayaan nasional adalah pendidikan yang berhasil mengembangkan generasi muda yang cerdas dan berkarakter, bermoral, dan berkepribadian. Oleh karena itu, perlu dirancang suatu sistem pendidikan yang dapat menciptakan suasana dan proses Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 3 No. 1 Januari 2024 page: 53Ae60 | 53 pembelajaran yang menyenangkan, mengasyikkan, dan menantang agar peserta didik dapat berkembang secara optimal sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Salah satu prinsip pendidikan demokrasi adalah memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berkembang secara optimal sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Untuk meminimalisir perlakuan negatif dan dampaknya terhadap siswa dan masyarakat, siswa dapat mengikuti berbagai kegiatan organisasi di lingkungan sekolah. Organisasi sekolah adalah suatu sistem olahraga yang diciptakan oleh sekolah dengan tujuan untuk merumuskan dan mewujudkan tujuan agar seluruh kegiatan sekolah yang dibuat oleh sekolah dapat dikelola dan dijalankan secara efektif. Secara umum, organisasi juga dapat didefinisikan sebagai suatu perkumpulan yang sistematis dan efektif untuk mencapai hasil yang diinginkan. Organisasi sekolah mempunyai banyak keuntungan. Salah satunya adalah kelancaran pencapaian tujuan sekolah dan terbangunnya hubungan interpersonal antara dosen dan staf. Organisasi sekolah ini juga memberikan keuntungan bagi siswa dalam mengatur waktu sendiri, meningkatkan berbagai keterampilan siswa, mengembangkan siswa sebagai pemimpin, meningkatkan rasa percaya diri siswa, dan menjadikan mereka siswa terkenal. Pengorganisasian di sekolah mempunyai banyak manfaat bagi siswa, antara lain memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bagaimana mengatur waktu. Siswa berkebutuhan khusus tidak pernah belajar manajemen waktu. Ini adalah pengetahuan yang diperoleh melalui organisasi, antara lain. Jika siswa mengikuti suatu organisasi, maka mereka harus dapat membagi waktunya antara pembelajaran di kelas dan kegiatan organisasi sekolah. Kegiatan yang terorganisir dapat memanfaatkan waktu belajar, yang dapat menjadi masalah bagi sebagian siswa yang tidak dapat mengatur waktunya. Oleh karena itu, organisasi sekolah juga penting dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam mengatur waktu. Selain aktivitas belajar, keberhasilan belajar siswa juga dipengaruhi oleh partisipasinya dalam kegiatan organisasi di lingkungan sekitar, khususnya di lingkungan sekolah. Dengan mengikuti atau berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi, siswa memperoleh tambahan pengetahuan tentang kepemimpinan dan pengalaman dalam kegiatan organisasi. Hampir semua sekolah mempunyai organisasi kesiswaan yang tujuannya adalah menyediakan wadah untuk membimbing siswa dalam kegiatan berorganisasi. Salah satunya adalah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekola. Aktivitas siswa dalam suatu organisasi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Misalnya, kamu bisa berteman dengan karakteristik dan latar belakang berbeda di luar teman sekelasmu, berbagi minat dan bakat, memperluas wawasan dan rasa percaya diri, serta mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. Melalui kegiatan organisasi, siswa lebih memperluas pengetahuannya di bidang kepemimpinan dan pengalaman dibandingkan siswa pasif. Hampir setiap sekolah mempunyai program yang dapat digunakan siswa untuk memperluas pengetahuan dan memotivasi mereka dalam proses pembelajaran, seperti OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekola. Pramuka. PMR (Palang Merah Remaj. Rohis (Kerohanian Isla. , dan lain-lain. Siswa yang berpartisipasi dalam organisasi di sekolah khususnya mendapatkan manfaat karena dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan perilaku sosialnya. Selain itu, pengorganisasian di sekolah dapat meningkatkan kemampuan berpikir positif siswa ketika menghadapi berbagai jenis Berorganisasi di sekolah juga bisa meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, mengingat banyak kegiatan organisasi terkait OSIS yang sebenarnya membutuhkan keterampilan berbicara di depan umum. Siswa yang berpartisipasi dalam organisasi di sekolah khususnya mendapatkan manfaat karena dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan perilaku sosialnya. Selain itu, pengorganisasian di sekolah dapat meningkatkan kemampuan berpikir positif siswa ketika menghadapi berbagai jenis Berorganisasi di sekolah juga bisa meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, mengingat banyak kegiatan organisasi terkait OSIS yang sebenarnya membutuhkan keterampilan berbicara di depan umum. Yang terpilih menjadi anggota OSIS adalah siswa yang dipilih oleh siswa lain dan bertugas memimpin organisasi sekolah dengan harapan siswa terpilih tersebut menjadi pemimpin. Seorang pemimpin yang dapat diandalkan dengan ciri kepribadian yang kuat dan keterampilan komunikasi yang sangat baik. Perlu diketahui juga bahwa OSIS merupakan organisasi sekolah yang menjadi cikal bakal organisasi penghasil pemimpin masa depan bangsa. SMKN 4 Kota Bengkulu merupakan salah satu sekolah rujukan dan revitalisasi di Provinsi Bengkulu dan sekolah teladan dalam bidang SMK. Sekolah ini disebut juga Sekolah Maritim Kota Bengkulu. Berbagai kegiatan organisasi kesiswaan sekolah telah banyak meraih keberhasilan. Salah satu prestasi bergengsi sekolah ini adalah menjadi salah satu sekolah di Indonesia yang mendapatkan penghargaan program Center of Excellence (CoE) bidang Industri Kreatif Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). 54 | Harius Eko Saputa. Yanuar Rikardo. Evi Lorita. Marida Sariningsih. Yusuarsono. Muhammad Oky Sumantri. Bimas Endo Purnama. Menanamkan Nilai-Nilai Keorganisasian. METODE Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan presentasi materi Organisasi dan Pembangunan Pendidikan secara langsung kepada siswa-siswi SMK N 4 Kota Bengkulu, menggunakan media proyektor untuk menampilkan slide materi sehigga dapat dilihat dan dimengerti oleh peserta. Setelah pemaparan materi peserta diberi kesempatan untuk bertanya sehingga apa yang dijelaskan oleh tim pengabdian dapat dipahami dengan baik. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dapat berjalan sesuai rencana melalui beberapa tahap sebagai Tabel 1 Jadwal Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Menanamkan Nilai-Nilai Keorganisasian Bagi Siswa SMKN 4 Kota Bengkulu Dalam Pembangunan Pendidikan Waktu Pelaksanaan Tahun 2023 (Dalam Mingg. No. April Uraian Kegiatan i Persiapan Observasi Pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Laporan Evaluasi Kegiatan Mei Juni i i Uraian tabel kegiatan di atas adalah sebagai berikut: Tahap Persiapan Pada tahap ini dilakukan persiapan meliputi: Penyiapan alat-alat berupa alat-alat yang akan digunakan sebagai media. Penentuan waktu pelaksanaan yang tepat. Rapat anggota pengabdian yang diisi dengan diskusi materi dan teknis pelaksanaan pengabdian. Mengirimkan surat pengantar ke SMK N 4 Kota Bengkulu. Tahap Observasi . Tim pengabdian berkonsultasi dengan pihak SMK N 4 Kota Bengkulu berkaitan dengan waktu yang tepat untuk pelaksanaan kegiatan. Dalam pertemuan antara Tim PKM dan Pihak SMK N 4 Kota Bengkulu di sepakati bahwa kegiatan PKM dilaksanakan pada: Tanggal : 30 Mei 2023 Waktu : 10. 00 WIB Ae Selesai Tempat : Ruang Aula SMK N 4 Kota Bengkulu . Peserta penyuluhan adalah siswa-siswi SMK N 4 Kota Bengkulu. Tim pengabdian mengamati, mempelajari situasi dan kondisi objek sasaran pengabdian serta beberapa faktor yang mendukung dan menghambat kegiatan, sehingga dapat ditetapkan altematif yang terbaik. Tahap Pelaksanaan Setelah segala sesuatu dipersiapkan, kelompok pengabdian melaksanakan program kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang telah disusun sebelumnya. Tahap ini dipersiapkan dengan menghimpun bahan-bahan yang berhubungan dengan materi pengabdian oleh masing-rnasing anggota kelompok untuk di sosialisasikan kepada siswa-siswi SMK N 4 Kota Bengkulu. Tiap anggota kelompok secara bergiliran menyampaikan materi pengabdian sesuai dengan tugas masing-masing. Tahap Penyusunan Laporan Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 3 No. 1 Januari 2024 page: 53Ae60 | 55 Tahap ini adalah tahap penyusunan laporan. Pada tahap ini tim PKM membuat laporan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan. Laporan kegiatan disusun sesuai format laporan yang telah ada. Data-data dikumpulkan dari hasil kegiatan, catatan kegiatan dan dokumentasi-dokumentasi. Tahap Evaluasi Kegiatan Tahap evaluasi kegiatan PKM dilakukan untuk mengidentifikasi informasi mengenai proses dan hasil kegiatan PKM serta mengevaluasi tidak hanya keberhasilannya tetapi juga kekurangan dan kendala yang dihadapi selama proses kegiatan. Hal ini agar hasil evaluasi dapat dijadikan masukan dan pertimbangan untuk kegiatan relavan kedepannya. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul AuMenanamkan Nilai-Nilai Keorganisasian Bagi Siswa SMKN 4 Kota Bengkulu Dalam Pembangunan PendidikanAy memperoleh hasil sebagai berikut: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan secara langsung . atap muk. dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada siswa-siswi SMK Negeri 4 Kota Bengkulu (Sekolah Kemaritiman Kota Bengkul. yang dilakukan pada tanggal 30 Mei 2023. Adapun jumlah peserta sebanyak 45 . mpat pulu. Kegiatan PKM ini sebagai wujud pengabdian dosen dan mahasiswa Universitas Dehasen Bengkulu dalam memberikan pemahaman mengenai organisasi dan manfaat organisasi dalam pembangunan Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan salah satu upaya untuk menambah wawasan kepada siswa-siswi SMK Negeri 4 Kota Bengkulu tentang pentingnya organisasi dalam pembangunan pendidikan. Kegiatan ini juga memotivasi siswa-siswi SMK Negeri 4 Kota Bengkulu agar meningkatkan kreativitas dan aktif dalam berorganisasi, serta memberikan semangat kepada siswa dalam berkarya dan meraih Sesuai Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 39 Tahun 2008. OSIS sebagai organisasi kemahasiswaan bertugas memperkuat dan mengembangkan peran peserta didik dalam OSIS sesuai dengan tugasnya masing-masing. OSIS adalah bagian dari gerakan pengembangan mahasiswa dan secara khusus didedikasikan untuk mempromosikan demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup, kepekaan sosial dan toleransi dalam masyarakat majemuk. Nilai-nilai karakter yang menjadi bagian dalam kegiatan OSIS adalah percaya diri, kreatif dan inovatif, kemandirian, tanggung jawab, komitmen terhadap komitmen, inisiatif, disiplin, pandangan ke depan, dedikasi/komitmen, semangat dan demokrasi (Mamat Supriatna, 2010: . Sebagaimana kita ketahui bersama, pendidikan kewarganegaraan (PC. merupakan salah satu cara untuk mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah. Pendidikan kewarganegaraan memiliki tiga fungsi utama: pendidikan kewarganegaraan, kompetensi kewarganegaraan, dan tanggung jawab Namun pendidikan kewarganegaraan saat ini fokus pada penguasaan bahan ajar dan buku teks. Saat ini pendidikan karakter masih sebatas pada tataran penanaman nilai-nilai karakter, sehingga sebagian besar sekolah masih fokus pada hafalan dan buku teks pada saat melaksanakan pembelajaran PKn, dan pembiasaan beraktivitas bagi siswa untuk mencapainya. Belum sampai pada tataran penanaman yang dicapai melalui penanaman. Apa yang terjadi sekarang? Penerapan pembelajaran PKn sebagai pendidikan karakter belum mengarah pada pengembangan karakter. Karakter yang diperoleh melalui tahap pendidikan atau pengetahuan mengarah pada tahap tindakan atau perilaku dan akhirnya pada tahap kebiasaan. Artinya pendidikan karakter tidak hanya sebatas pada pengetahuan saja, tetapi juga secara terus menerus melaksanakan pendidikan karakter pada tataran perasaan moral dan perilaku moral, sehingga peserta didik dapat memahami, merasakan dan bertindak berdasarkan nilai-nilai baik yang ada. Ketika pendidikan karakter dicapai melalui pengajaran di kelas, maka menjadi tugas sekolah untuk mendorong pengembangan pengetahuan karakter melalui kegiatan di luar kelas. Salah satu bentuk perhatian nasional dalam pengembangan kegiatan pendidikan karakter adalah dengan diterbitkannya Permendiknas Nomor 39 Tahun 2009 tentang kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yaitu pengembangan peserta didik, yang organisasi formal di lingkungan sekolah. OSIS merupakan organisasi yang memberikan wadah bagi mahasiswa untuk belajar tentang kepemimpinan dan Tujuan pembinaan peserta didik tertuang dalam Pasal 1 Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Peserta Didik yaitu: 56 | Harius Eko Saputa. Yanuar Rikardo. Evi Lorita. Marida Sariningsih. Yusuarsono. Muhammad Oky Sumantri. Bimas Endo Purnama. Menanamkan Nilai-Nilai Keorganisasian. AuTujuan pembinaan kesiswaan yaitu: . mengembangkan potensi siswa secara optimal dan terpadu yang meliputi bakat, minat dan kreatifitas. memantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh negatifdan bertentangan dengan tujuan pendidikan. mengaktualisasikan potensi siswa dalam pencapaian presentasi unggulan sesuai bakat dan minat. menyiapkan siswa agar menjadi warga masyarakat yang berakhlak mulia, demokratis, menghormati hak-hak asasi manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat madani . ivil societ. Ay Dari penjelasan di atas terlihat bahwa selain pembelajaran di kelas, sekolah menyelenggarakan pengembangan kemampuan siswa dengan membekali mereka dengan sarana dan keterampilan untuk mengembangkan potensinya melalui organisasi ekstrakurikuler yang ada di sekolah yaitu melalui OSIS. Dalam upaya pengembangan karakter siswa dan pembangunan dunia pendidikan, perlu dilakukan perubahan dikalangan siswa. Walaupun pembelajaran mengenai demokrasi secara langsung dalam suatu organisasi terbatas, namun hal ini sangat bermanfaat bagi siswa SMA yang masih remaja. Pembina OSIS biasanya ditunjuk oleh sekolah untuk mendampingi pengurus OSIS dalam melaksanakan tugasnya, dan kepala sekolah mempunyai tanggung jawab utama terhadap kegiatan OSIS. Dari segi pendanaan, seluruh kegiatan OSIS bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS). Kegiatan OSIS di lapangan seringkali menemui kendala, antara lain pelanggaran yang dilakukan oleh pengurus OSIS yang tidak berperilaku baik saat melakukan latihan rutin. Dalam Pasal 4 Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan juga dijelaskan sebagai beikut: Organisasi kesiswaan di sekolah berbentuk organisasi siswa intra sekolah. Organisasi kesiswaan sebagaimana dimaksud pada ayat . merupakan organisasi resmi di sekolah dan tidak ada hubungan organisatoris dengan organisasi kesiswaan di sekolah lain. Organisasi siswa intra sekolah pada SMP. SMPLB. SMA. SMALB dan SMK adalah OSIS. Organisasi siswa intra sekolah pada TK. TKLB, dan SDLB adalah organisasi kelas. Dalam majalah MOS Media Pelajar edisi 371/Tahun xI/Juli/2013 dijelaskan bahwa:AuOSIS merupakan organisasi pada tingkat sekolah menengah pertama: sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). OSIS dikelola dan dikelola oleh siswa yang terpilih menjadi pengurus OSIS. Organisasi biasanya memiliki pembina dari guru yang dipilih oleh sekolah. Anggota OSIS adalah seluruh siswa di sekolah tempat OSIS berada. Seluruh anggota OSIS berhak memilih calon pengurus OSIS. Organisasi ini bersifat internal sekolah dan bukan merupakan bagian dari organisasi lain di luar sekolah, sehingga merupakan satu-satunya wadah pencatatan dan pendistribusian kurikulum. Ay Dari berbagai pengertian OSIS di atas dapat diketahui bahwa OSIS dalam konteks pendidikan menengah berfungsi sebagai wadah bagi para siswa yang ingin belajar berorganisasi guna mengembangkan potensi, minat, dan bakatnya bersama-sama dengan OSIS. OSIS sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler memiliki fungsi menggerakan roda pembangunan dunia pendidikan sebagai berikut: . Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas siswa sesuai dengan potensi, bakat, dan minatnya. Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan keterampilan dan rasa tanggung jawab sosial siswa. Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang proses perkembangan dan menciptakan suasana santai, memberi semangat, dan menyenangkan bagi . Kesiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir siswa (Mamat Supriatna, 2010: . Dari penjelasan di atas terlihat bahwa OSIS sebagai salah satu bagian dari kegiatan ekstrakurikuler mempunyai fungsi yang sangat penting dalam mengembangkan peserta didik sesuai dengan potensi, minat dan bakatnya. OSIS juga bertanggung jawab penuh untuk mengembangkan keterampilan sosial. Selain itu. OSIS bertanggung jawab untuk menciptakan suasana yang menggembirakan untuk mendukung proses pengembangan dan persiapan profesional untuk masa Sebagai salah satu upaya pembinaan kesiswaan. OSIS memiliki peranan dalam pembangunan pendidikan sebagai berikut: Sebagai Wadah OSIS merupakan satu-satunya wadah kegiatan siswa dilingkungan sekolah. Oleh karena itu, untuk menjadi wadah. OSIS harus berupaya berkolaborasi dengan jalur lain, seperti pelatihan kepemimpinan ekstrakurikuler siswa. Tanpa adanya gotong royong dengan inisiatif lain. OSIS tidak dapat memenuhi perannya sebagai wadah kegiatan kemahasiswaan. Sebagai Penggerak Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 3 No. 1 Januari 2024 page: 53Ae60 | 57 Motivator adalah perangsang yang menimbulkan munculnya keinginan, semangat partisipasi dalam tindakan, dorongan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Untuk memastikan bahwa OSIS selalu memenuhi kebutuhan pengawas dan manajer untuk menghadapi perubahan, memiliki kekuatan untuk menghadapi ancaman, memanfaatkan peluang dan perubahan, dan yang terpenting menjamin kepuasan anggotanya. Jika memungkinkan. OSIS akan bertindak sebagai penggerak. Dengan kata lain, pengurus OSIS dapat menjalankan fungsi intelektual pengurus OSIS, yaitu kemampuan pengawas dan pengelola dalam menjaga dan meningkatkan eksistensi OSIS baik secara internal maupun eksternal. Jika OSIS dapat berfungsi seperti ini, maka OSIS juga akan berhasil menjalankan perannya sebagai motivator. Peranan yang bersifat preventif Jika OSIS cerdas dalam perannya dalam arti mampu mengerahkan sumber daya internal dan eksternal yang ada, mampu beradaptasi dengan lingkungan, misalnya untuk menyelesaikan permasalahan perilaku menyimpang di kalangan siswa. Dengan cara ini. OSIS mampu secara proaktif melindungi sekolah dari segala ancaman internal dan eksternal. Peran preventif OSIS terwujud ketika peran OSIS sebagai penggerak perlu diketahui terlebih dahulu (Mamat Supriatna, 2010: . Dari pernyataan di atas terlihat jelas bahwa peran OSIS sebagai organisasi di lingkungan pendidikan menengah adalah memberikan wadah bagi siswa untuk berkolaborasi dalam organisasi tersebut. Selain itu. OSIS juga berperan sebagai penggerak atau motivator ketika pengawas dan pengurus OSIS berhasil membimbing OSIS untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkan dari warga sekolah. Peran terakhir OSIS adalah preventif. Artinya, ketika OSIS bisa meminimalisir terjadinya pelanggaran dan ancaman baik dari dalam maupun luar sekolah. Hambatan dalam suatu kegiatan tentu muncul sebagai proses pendewasaan berbagai aspek dan bertambahnya pengalaman orang yang melaksanakannya. Kendala dalam berjalannya OSIS tentu timbul dalam berbagai hal. Menurut OSIS SMKN 4 Kota Bengkulu menyebutkan bahwa hambatan dalam kegiatan OSIS adalah sebagai berikut: Kehadiran OSIS sebagai organisasi di sekolah Kedudukan organisasi ini harus murni student-to-student. Proses belajar mengajar merupakan bagian dan pusat kehidupan sekolah, dan sukses tidaknya suatu organisasi diukur dari sejauh mana OSIS dapat mendukung proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Pengolahan OSIS Pengendalian ini menyangkut aspek kualitas pengelola/siswa seperti: . Kepemimpinan, seperti kemampuan dan wewenang untuk mengerahkan seluruh sumber daya secara optimal. Manajemen, meliputi kemampuan mempersiapkan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengembangkan program kemahasiswaan. Pengetahuan dan pengalaman dalam organisasi. Kemampuan memahami pentingnya OSIS sebagai organisasi yang bertujuan menyediakan serangkaian program yang terkoordinasi dan berkelanjutan dalam jangka waktu tertentu dalam kehidupan kolektif. Hubungan kerjasama antara mahasiswa dan dosen pembimbing. Pendanaan Meskipun pendanaan OSIS diberikan melalui APBS (Perencanaan Anggaran Peruntukan Sekola. Anda mungkin merasa dana tersebut tidak cukup untuk mendukung pelaksanaan program OSIS Anda. Oleh karena itu, diperlukan solusi bersama untuk dapat menerapkan mekanisme pendanaan yang lebih rasional. Pembinaan Pembinaan harus dilakukan secara berkesinambungan, bertahap, dan dilengkapi dengan alat informasi untuk memastikan bahwa pelatih dan orang yang dibina mempunyai pemahaman yang Semua laporan OSIS harus dievaluasi untuk pedoman lebih lanjut. Dari pemaparan diatas dapat diketahui bahwa hambatan dalam sebuah kegiatan pasti akan muncul untuk menjadi sebuah peringatan dan pengalaman bagi yang menjalankan kegiatan tersebut. OSIS sebagai sebuah organisasi pun tak lepas dari berbagai macam hambatan. Hambatan yang sering muncul dalam kegiatan OSIS adalah dalam hal pendanaan, manajemen komunikasi antara pembina dan pengurus maupun antar pengurus yang kurang baik, dan lain sebagainya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kesimpulan dari kegiatan PKM AuMenanamkan Nilai-Nilai Keorganisasian Bagi Siswa SMKN 4 Kota Bengkulu Dalam Pembangunan PendidikanAy yang telah dilakukan adalah: kegiatan ini mengedukasi dan 58 | Harius Eko Saputa. Yanuar Rikardo. Evi Lorita. Marida Sariningsih. Yusuarsono. Muhammad Oky Sumantri. Bimas Endo Purnama. Menanamkan Nilai-Nilai Keorganisasian. menanamkan nilai-nilai keorganisasian bagi siswa SMKN 4 Kota Bengkulu dalam pembangunan Kegiatan PKM ini dilakukan guna mendorong dan memotivasi siswa menjadi lebih aktif dan menumbuhkan rasa memiliki, solidaritas, kepedulian serta mengembangkan kreativitas serta inovasiinovasi dalam berorganisasi guna meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill siswa. Sehingga diharapkan prestasi yang diraih oleh siswa SMK N 4 Kota Bengkulu akan semakin meningkat serta mempunyai peran dalam pembangunan pendidikan Indonesia. Saran Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah diharapkan dapat menciptakan budaya positif sehingga pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam seluruh kegiatan sekolah melalui pembiasaan nilainilai karakter yang terpuji. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal diharapkan senantiasa mendukung terselenggaranya kegiatan OSIS guna mengembangkan kegiatan bagi siswa. Dalam penyelenggaraan kegiatan OSIS diharapkan para pengawas OSIS dapat memberi contoh dan memberi contoh yang baik kepada seluruh pengurus OSIS pada khususnya dan seluruh siswa pada Pengurus OSIS diharapkan mewakili seluruh siswa dan mengkomunikasikan permintaan siswa kepada pihak sekolah. UCAPAN TERIMA KASIH Bagian ucapan terima kasih dapat disertakan untuk mengapresiasi pihak-pihak yang membantu aktivitas pengabdian kepada masyarakat. DAFTAR PUSTAKA