Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. 1, 2026 DOI 10. 35931/am. P-ISSN: 2620-5807. E-ISSN: 2620-7184 KESIAPAN MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA (MIS) KABUPATEN MAGETAN DALAM PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN DIGITAL Kardi UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo kardi@iainponorogo. Esti Yuli Widayanti UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo estiyw@iainponorogo. Sirojudin Ahmad UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo siroj@iainponorogo. Abstrak Perpustakaan merupakan bagian sarana prasarana penting yang wajib ada di lembaga pendidikan. Namun sejalan dengan perkembangan jaman dan teknologi, perpustakaan sudah tidak terikat oleh ruang dan waktu. Melalui teknologi perpustakaan bisa dibuat dan diselenggarakan tanpa terikat harus ada ruang atau gedung. Perpustakaan berbasis teknologi menjadi jawaban atas ketiadaan ruangan dan infrastruktur lainnya. Perpustakaan digital bisa menjadi solusi dari kekurangsiapan madrasah dalam mengembangkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan madrasah ibtidaiyah swasta di Kabupaten Magetan dalam menyelenggarakan perpustakaan digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data digali melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data menggunakan Google form kepada 75 Kepala Sekolah atau Kepala Perpustakaan MIS. Menggunakan analisis SWOT untuk menjawab permasalahan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dipilah dan pilih menggunakan triangulasi data mulai dari pengumpulan data, reduksi data, dan display data yang relevan dengan Menunjukkan bahwa MIS se-Kabupaten belum siap baik secara infrastruktur. SDM, dan kebijakan dalam pengembangan perpustakaan konvensional dan digital. Ada beberapa madrasah yang sudah merintis pengembangan perpustakaan namun masih sekedar menyiapkan ruangan. Melalui penelitian ini bisa menjadi rekomendasi bagi stakeholder untuk mengundang pakar dalam pengembangan infrastruktur perpustakaan digital pada jangka pendek, dan pengembangan koleksi digital untuk jangka panjangnya. Kata kunci: Kesiapan Perpustakaan. Perpustakaan Madrasah. Standarisasi Perpustakaan. Undang-Undang Perpustakaan. Teknologi Informasi Abstract Libraries are part of an important infrastructure that must be present in educational institutions. However, in line with the development of the times and technology, libraries are no longer bound by space and time. Through library technology, it can be made and organized without being bound by a space or building. Technology-based libraries are the answer to the lack of space and other infrastructure. Digital libraries can be a solution to the lack of preparation of madrasas in developing libraries as learning resource centers for This study aims to analyze the readiness of private ibtidaiyah madrasas in Magetan Regency in organizing digital libraries. This study uses a research method with a qualitative descriptive approach. Data was explored through observation, interviews, and documentation. Data collection using Google forms to 75 Principals or Heads of MIS Libraries. Using SWOT analysis to answer problems. Data was collected through observation, interviews, and documentation. Data is sorted and selected using data triangulation starting Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Kardi. Esti Yuli Widayanti. Sirojudin Ahmad: Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital from data collection, data reduction, and display of data relevant to the problem. It shows that MIS in the district is not ready both in terms of infrastructure, human resources, and policies in the development of conventional and digital libraries. There are several madrassas that have pioneered the development of libraries but are still just preparing rooms. Through this research, it can be a recommendation for stakeholders to invite experts in the development of digital library infrastructure in the short term, and the development of digital collections in the long term. Keywords: Library Readiness. Madrasah Library. Library Standardization. Library Law. Information Technology A Author. 2026 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Pada tahun belakangan ini. Kementerian Agama meluncurkan platform perpustakaan digital bernama ELIPSKI. Pemustaka bisa mencari sumber referensi dalam format digital dari apklasi tersebut. Platform elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (ELIPSKI) mencatat capaian signifikan hingga tanggal 19 Mei 2025. Tercatat sebanyak 1. 222 judul buku telah diakses oleh pembaca dengan total koleksi mencapai 3. 876 judul, serta 305. 738 unduhan yang dilakukan oleh pengguna. 1 Namun peran perpustakaan madrasah secara konvensional masih belum terasa memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan minat baca siswa. Terbukti Score PISA Indonesia masih pada posisi 69 dari 80 negara terdaftar. Sekarang PISA Indonesia justru malah terkoreksi oleh Vietnam. Melalui Program Reformasi Madrasah berupaya mencapai tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2017-2030 (SDG. Target RPJMN 2020-2024 merumuskan kebijakan pendidikan berkualitas di SDGs 2017-2030 dan 2020-2024 RPJMN adalah peningkatan kompetensi guru di bidang matematika. 3 Di era yang sudah serba digital ini, keberadaan perpustakaan konvensional di madrasah masih menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur, sumber daya manusia, dan Untuk menghadirkan perpustakaan di madrasah memerlukan dukungan dari berbagai pihak baik internal maupun eksternal. Perpustakaan madrasah perlu sentuhan kreatif dari semua 4 Beberapa penelitian sebelumnya adalah kajian tentang perpustakaan madrasah ibtidaiyah Admin. AuElektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam | Bimas Islam | Kementerian Agama RI,Ay 2025, https://simbi. id/eliterasi/. GoodStats. AuPosisi Indonesia di PISA 2022. Siapkah untuk 2025?,Ay GoodStats, 2025, https://goodstats. id/article/posisi-indonesia-di-pisa-2022-siapkah-untuk-2025-6RLyK. Inezalda Sonia Azizah. Mukhlisah Am, dan NiAomatus Sholihah. AuStrategi Kepala Madrasah melalui Branding Sekolah dengan Program Riset di Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo,Ay Jurnal Kependidikan Islam 12, no. 1 (Februari 2. , https://doi. org/10. 15642/jkpi. Fhaidil Alif Hafid. Muljono Damopolii, dan Mardhiah Hasan. AuPenerapan Perpustakaan Digital . igital Librar. Di Smk Negeri 1 Majene,Ay TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi 2, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Kardi. Esti Yuli Widayanti. Sirojudin Ahmad: Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital yang ramah anak. Seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Islam Balesari Magelang melalui tahapan perencanaan yang serius menyiapkan ruang baca yang nyaman bagi anak. Kemudian jika sudah siap dengan ruang baca yang nyaman memerlukan pengembangan koleksi yang bisa meningkatkan minat baca anak. Hal tersebut membutuhkan implementasi manajemen srategis dalam pengembangan perpustakaan madrasah untuk merealisasikannya. Sebagaimana ditulis oleh Galih dalam sebuah artikel bahwa salah satu strateginya adalah melalui jalinan kerjasama antar berbagai pihak. Mulai dari Kepala Sekolah. Guru. Siswa. Wali Siswa, dan berbagai pihak yang peduli dengan gerakan literasi madrasah (GELEM). 7 Namun ada yang berbeda dengan penelitian ini. Penelitian ini fokus pada kajian pada urgensitas dan kesiapan madrasah ibtidaiyah swasta (MIS) di Kabupaten Magetan dalam pengembangan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Perpustakaan digital bisa menjadi solusi pengembangan perpustakaan madrasah. Maka kemudian penelitian ini menjadi urgen untuk melihat kesiapan madrasah dalam mewujudkan perpustakaan sebagai sumber belajar siswa. Penelitian berawal dari pengamatan sederhana pada sebuah lembaga pendidikan Islam yang menaudi pendidikan anak pra sekolah dan dasar (Raudlotul Athfal dan Madrasah Ibtidaiya. Tepatnya di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul MaAoarij Pacalan Plaosan Magetan. Siswanya berkisar 350 siswa dari RA dan MI. Jumlah ruang kelas yang cukup memadai namun belum tersedia layanan pusat sumber belajar yang representatif. Hal ini menggugah peneliti untuk mengembangkannya pada ruang lingkup yang lebih luas. Bagaimana dengan MI swasta lain yang ada di Kabupaten Magetan. Mengapa MI Swasta, asumsinya perpustakaan di lembaga pendidikan swasta lebih membutuhkan perhatian dibanding milik pemerintah. Penelitian ini merupakan penelitian urgensi dari pengembangan perpustakaan digital madrasah Islam swasta di wilayah Kabupaten Magetan. Jika kendala pengembangannya karena persoalan terbatasnya ruang atau tempat maka penelitian memotret pada sisi lain. Maka pengembangan perpustakaan digital pada Madrasah Ibtidaiyah Swasta di Kabupaten Magetan menjadi target penelitian ini. Dicki Agus Nugroho dan Sri Haryati. AuPrototipe Perpustakaan Ramah Anak Di Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam Balesari Kabupaten Magelang: Best Practice,Ay Jurnal Perpustakaan Pertanian 26, no. (Januari 2. , https://doi. org/10. 21082/jpp. Widdy Yos Firman Syah. Ahmad- Ripai, dan Subur. AuImplementasi Manajemen Perpustakaan,Ay JIEM (Journal Islamic Education Managemen. (Agustus https://doi. org/10. 24235/jiem. Aulia Puspaning Galih. AuStrategi Pengembangan Koleksi Perpustakaan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jawa Timur,Ay JMM (Jurnal Masyarakat Mandir. 4, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Kardi. Esti Yuli Widayanti. Sirojudin Ahmad: Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. 8 Mendeskripsikan kesiapan dan strategi madrasah dalam memberikan layanan sumber belajar berupa bacaan dan hiburan di perpustakaan. Peneliti juga mendeskripsikan data kondisi perpustakaan MIS yang tergabung dalam Forum Komunikasi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (Forkami. Kabupaten Magetan. Peneliti menggunakan Madrasah Ibtidaiyah Swasta yang tergabung di Forkamis Kabupaten Magetan sebagai objek penelitian ini. Adapun narasumber dari penelitian ini adalah perwakilan Forkamis dari 75 MIS se-Kabupaten Magetan. Dalam hal ini Kepala Madrasah atau petugas perpustakaan yang memberikan informasi. Data awal untuk peta potensi masing-masing lembaga dikumpulkan melalui survei menggunakan Google Form. Ada 32 renpons isian form. Kemudian melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kondisi perpustakaan. Wawancara terstruktur dibuat dalam bentuk penyebaran form. Kemudian selebihnya juga menanyakan langsung kepada pemustaka baik siswa maupun guru. Data yang terkumpul akan dipilah sesuai dengan saran Miles dan Huberman dalam tiga tahap penting yaitu reduksi, display dan konklusi. 9 Terakhir peneliti akan melakukan analisis dari data yang sudah dipilah dan dipilih menggunakan analisis SWOT. Peneliti menggunakan teknik trianggulaasi data dalam melakukan analisis data. Triangulasi dilakukan dengan menggunakan alat yang berbeda untuk mengumpulkan informasi mengenai isu yang sama, misalnya: peta, transek, dan garis tren untuk mengkaji perubahan lingkungan dan dengan mendengarkan berbagai orang dengan sudut pandang berbeda mengenai topik yang sama. HASIL DAN PEMBAHASAN Standar Nasional Perpustakaan Sekolah/Madrasah dalam Pengembangan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi Perpustakaan sekolah atau madrasah merupakan fasilitas perpustakaan yang terletak di dalam institusi pendidikan formal pada tingkat dasar dan menengah. Perpustakaan ini berfungsi sebagai komponen penting dalam kegiatan sekolah, berperan sebagai pusat sumber belajar yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Pengelolaan pengembangan perpustakaan madrasah diatur dalam Standard Nasional Indonesia (SNI) mengenai Perpustakaan Sekolah No. 7329:2009. 11 Perpustakaan yang terdapat di sekolah atau madrasah diatur oleh Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan tujuan untuk mengembangkan Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Jakarta: Alfabeta, 2. Matthew B. Miles. Huberman, dan Johnny Saldaya. Qualitative data analysis: a methods sourcebook. Third edition (Thousand Oaks. Califorinia: SAGE Publications. Inc, 2. George Thomas. Research Methodology and Scientific Writing (Cham: Springer International Publishing, 2. , https://doi. org/10. 1007/978-3-030-64865-7. Zulfitri Zulfitri. AuPerpustakaan Sekolah/Madrasah Landasan Hukum Dan Standarnya,Ay Al Maktabah 18, no. , https://doi. org/10. 15408/almaktabah. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Kardi. Esti Yuli Widayanti. Sirojudin Ahmad: Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital dan meningkatkan minat baca, literasi informasi, serta bakat dan kecerdasan . ntelektual, emosional, dan spiritua. bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional melalui penyediaan layanan perpustakaan yang berkualitas. Perpustakaan sekolah berfungsi sebagai pusat sumber belajar yang dirancang untuk mendukung pengembangan dan peningkatan minat baca, literasi informasi, serta bakat dan keterampilan siswa. Standar Nasional Perpustakaan Sekolah/Madrasah ditetapkan dalam tiga Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional, yaitu nomor 10, 11, dan 12 tahun 2017. Ketentuan yang wajib dipenuhi oleh perpustakaan sekolah sesuai dengan peraturan tersebut terdapat dalam lampiran yang adalah bagian penting dari Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional. Standar tersebut mencakup: . standar koleksi perpustakaan. standar sarana dan prasarana perpustakaan. standar pelayanan . standar tenaga perpustakaan. standar penyelenggaraan perpustakaan. standar pengelolaan perpustakaan. Perpustakaan wajib menyelenggarakan pengembangan koleksi dan menyediakan bahan perpustakaan dalam berbagai bentuk media setidaknya koleksi buku cetak dalam jumlah cukup untuk layanan informasi bagi pendidik dan peserta didik. Lalu buku pendalaman dengan perbandingan 70% non fiksi dan 30% fiksi. Tabel 1. Tabel Standar Jumlah Koleksi dan Luas Ruangan per Rombel Rombel Jumlah Koleksi Luas Ruangan 3Ae6 1000 judul 72 m2 7 Ae 12 1500 judul 144 m2 13 Ae 18 2000 judul 216 m2 19 Ae 24 2500 judul 288 m2 Sumber: Adaptasi dari SNP Perpustakaan Sekolah Pelayanan perpustakaan di sekolah harus memenuhi standar tertentu untuk mendukung proses belajar mengajar dengan baik. Pertama, jam operasional perpustakaan harus dapat memenuhi kebutuhan pengunjung, yaitu minimal 7 jam per hari untuk tingkat SMP dan 8 jam per hari untuk tingkat SMA. Kedua, layanan yang disediakan harus mencakup setidaknya sirkulasi, referensi, dan literasi informasi. Ketiga, setiap sekolah diwajibkan untuk melaksanakan program membaca guna meningkatkan minat dan budaya literasi di kalangan siswa. Keempat, perpustakaan perlu mengadakan pendidikan pemustaka setidaknya satu kali, agar siswa dapat lebih memahami cara memanfaatkan perpustakaan dengan baik. Kelima, program literasi informasi harus dilaksanakan minimal empat kali dalam setahun untuk setiap jenjang kelas. Keenam, promosi Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Kardi. Esti Yuli Widayanti. Sirojudin Ahmad: Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital perpustakaan harus dilakukan melalui berbagai media, seperti brosur, majalah dinding, daftar buku baru, tampilan koleksi, serta lomba-lomba yang bertema perpustakaan. Ketujuh, perpustakaan harus menyusun laporan mengenai pelayanan. Urgensitas Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi bagi MIS di Kabupaten Magetan Fungsi dan peran perpustakaan bagi lembaga pendidikan adalah merupakan jantung perguruan tinggi. Maka mestinya tidak mungkin lembaga pendidikan bisa hidup tanpa hadirnya peran perpustakaan di tengah-tengahnya. Jargon klasik tersebut di era teknologi informasi bisa ditinjau ulang. Bisa jadi benar, nyatanya banyak sekolah yang masih bisa eksis meskipun tidak memiliki perpustakaan. Sehingga pertanyaannya adalah mengapa bisa demikian? Tentu karena kehadiran sumber-sumber bacaan dalam format elektronik maka perpustakaan sudah kurang menarik lagi untuk dikunjungi. Hal tersebut karena materi digital memiliki akses yang luas selain juga bisa diakses dari mana saja secara cepat dan murah. Perpustakaan sebagai pusat layanan sumber belajar di sekolah/madrasah mempunyai beraneka fungsi. Mulai dari fungsi pendidikan, penelitian, pelestarian, hiburan, dan juga fungsi sumber belajar. Sehingga perpustakaan tidak lagi sebagai pelengkap semata, akan tetapi idealnya menjadi pusat sumber belajar bagi pemustaka. 12 Pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi pada Madrasah Ibtidaiyah Swasta di Kabupaten Magetan dimulai dengan melakukan pengamatan awal pada beberapa madrasah yang memiliki potensi dari jumlah rombongan kelas . dan ruang kelas. Jika melihat madrasah yang jumlah kelas dan siswanya cukup banyak seharusnya kebutuhan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar sudah menjadi kewajiban. Asumsinya jika jumlah siswanya banyak maka dana BOS yang diterima juga banyak. Apalagi jika penganggaran 5% dari jumlah dana BOS dialokasikan untuk pengembangan perpustakaan maka sudah pasti kegiatan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar menjadi kenyataan. Akan tetapi sebaliknya jika jumlah siswa banyak tapi komitmen pengembangan perpustakaannya masih belum terealisir maka perpustakaan bagi lembaga tersebut masih belum urgen. Atau bisa dikatakan belum menjadi prioritas sebagaimana amanah Undang-Undang Pendidikan Nasional yang mewajibakan kehadiran perpustakaan di lingkungan pendidikan. Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan hasil isian google form menyatakan bahwa rata-rata Kepada Madrasah dan Petugas Perpustakaan madrasah menyatakan bahwa perpustakaan belum siap sepenuhnya dalam memberikan layanan perpustakaan di madrasah. Baik dari sisi infrastruktur, sumber daya manusia. Mohammad Mansyur dan Abadi Abadi. AuPerpustakaan madrasah sebagai pusat informasi dan sumber belajar bagi siswa,Ay IJAL (Indonesian Journal of Academic Librarianshi. 4, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Kardi. Esti Yuli Widayanti. Sirojudin Ahmad: Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital maupun kebijakan. Beberapa madrasah berikut yang sudah menugaskan perpustakaan kepada petugas khusus di antaranya sebagaimana data berikut. Madrasah Ruang Media Petugas Jam buka /Jam MI. Bayemtaman Ada Ada Komputer/wifi Tidak Ada Guru 09. MI PLUMPUNG Ada Belum Ada Komputer/wifi Tidak Ada Guru Jam Istirahat 1 MI Al Ma'aarij Pacalan Ada Ada TV/Audio Visual Belum Ada Guru Jam kerja MIT Darul Muttaqien Belum Ada Ada Komputer/wifi Belum Ada Guru 07. MI PSM Belotan Ada Belum Ada TV/AV/Wifi Belum Ada Guru Jam kerja MI ILYASA SAMPUNG SIDOREJO Ada Ada Komputer/wifi Tidak Ada Guru Jam kerja MI Miftahul Ulum I Kedungpanji Ada Belum Ada TV/AV/Wifi Tidak Ada Guru Jam kerja MI Mambaul Huda Panggung Belum Ada Belum Ada TV/AV/Wifi Belum Ada Guru Jam Istirahat 1 MIS AL IKHLAS MATEGAL Belum Ada Belum Ada Laptop/Wifi Tidak Ada Guru Jam Istirahat 1 MI Kuwon Ada Belum Ada Laptop/Wifi Ada Guru Jam Istirahat 1 MI TaQu Majlis Qur'an Belum Ada Belum Ada TV/AV/Wifi Belum Ada Guru Jam Istirahat 1 MI PSM Sumberjo Belum Ada Belum Ada TV/AV/Wifi Belum Ada Guru Jam Istirahat 1 MI JABUNG Ada Ada Laptop/Wifi Ada Guru Jam kerja Mi Al muna sobontoro Belum Ada Belum Ada Laptop/Wifi Belum Ada Guru Jam Istirahat 1 MI Kholid Bin Walid Ada Belum Ada TV/AV/Wifi Tidak Ada Guru Jam Istirahat 1 MI Nurul Islam Klurahan Ada Belum Ada Laptop/Wifi Tidak Ada Guru Jam Istirahat 1 MI Banjarejo Ngariboyo Ada Belum Ada Laptop/Wifi Belum Ada Guru Jam Istirahat 1 MI Alastuwo Belum Ada Belum Ada Laptop/Wifi Belum Ada Guru Jam kerja MI Nurul Dholam Kediren Ada Belum Ada TV/AV/Wifi Ada Guru 09. MI Miftahul Fatah Sayutan Ada Ada Komputer/wifi Ada Siswa Jam kerja MI AL HUDA NGYNUT Ada Belum Ada Laptop/Wifi Tidak Ada Guru Jam Istirahat 1 MI Darul Ulum Rejomulyo Ada Belum Ada Laptop/Wifi Ada Guru Jam Istirahat 1 MI Kenongomulyo Belum Ada Belum Ada Laptop/Wifi Belum Ada Guru Jam Istirahat 2 MIS NU Darussalam Ada Ada Laptop/Wifi Ada Guru Jam Istirahat 2 MI Bogoarum Belum Ada Belum Ada Komputer/wifi Tidak Ada Guru Jam Istirahat 1 MI Nurul Huda Setugu Belum Ada Belum Ada Laptop/Wifi Belum Ada Guru 07. MI Sidomukti Ada Tidak Ada TV/Audio Visual Tidak Ada Siswa Jam kerja MI Al Fatah II Temboro Ada Belum Ada Komputer/wifi Belum Ada Guru Jam kerja MI Setren Ada Belum Ada Komputer/wifi Belum Ada Guru Jam kerja MI Al Abror Ada Tidak Ada Laptop/Wifi Tidak Ada Guru Jam Istirahat 2 MI NURUL FALAH KROWE Ada Belum Ada Komputer/wifi Tidak Ada Guru 07. MIS NURUL IMAN TROSONO Ada Belum Ada Laptop/Wifi Ada Guru Jam Istirahat 5 Mi Muhammadiyah 1 panekan Ada Ada Ipad/Wifi Ada Staf khusus Jam Istirahat 4 Sistem Layanan Layanan Mandiri Mixed (Mandiri dan Dilayan. Layanan Mandiri Mixed (Mandiri dan Dilayan. Layanan Mandiri Mixed (Mandiri dan Dilayan. Layanan Mandiri Mixed (Mandiri dan Dilayan. Mixed (Mandiri dan Dilayan. Layanan Mandiri Layanan Mandiri Mixed (Mandiri dan Dilayan. Mixed (Mandiri dan Dilayan. Mixed (Mandiri dan Dilayan. Layanan Mandiri Layanan Mandiri Mixed (Mandiri dan Dilayan. Mixed (Mandiri dan Dilayan. Layanan Mandiri Mixed (Mandiri dan Dilayan. Layanan Mandiri Mixed (Mandiri dan Dilayan. Dilayani petugas Layanan Mandiri Layanan Mandiri Mixed (Mandiri dan Dilayan. Layanan Mandiri Mixed (Mandiri dan Dilayan. Layanan Mandiri Mixed (Mandiri dan Dilayan. Layanan Mandiri Mixed (Mandiri dan Dilayan. Dilayani petugas Jenis layanan Pinjam kembali buku Layanan Baca Layanan Baca Layanan Baca Layanan Baca Pinjam kembali buku Layanan Baca Pinjam kembali buku Layanan Baca Layanan Baca Ketrampilan lainnya Pinjam kembali buku Layanan Baca Pinjam kembali buku Layanan Baca Layanan Baca Pinjam kembali buku Pinjam kembali buku Layanan Baca Layanan Baca Layanan Baca Pinjam kembali buku Layanan Baca Layanan Baca Layanan Baca Layanan Baca Pinjam kembali buku Layanan Baca Pinjam kembali buku Pinjam kembali buku Layanan Baca Pinjam kembali buku Pinjam kembali buku Sumber: Sintesis Penulis Konsep kesiapan perubahan sebagai kerangka kerja ini mencakup penyelidikan terhadap respons manajemen perpustakaan terhadap perubahan dalam layanan dan lingkungan kerja. Strategi seleksi diri sebagai teknik pengambilan sampel non-probabilitas digunakan dalam mengumpulkan data dari responden. Target responden adalah kepala madrasah dan petugas perpustakaan. Kuesioner online melalui google form digunakan sebagai instrumen pengumpulan data, yang diuji valid dan reliabel. Walaupun sering dikatakan bias namun peneliti hanya ingin memperoleh peta Temuannya mengungkapkan bahwa responden merasa cukup dalam mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan perubahan model layanan perpustakaan. Pada umumnya setuju bahwa MIS Kabupaten Magetan siap untuk menghadapi perubahan yang dirasakan di masa depan dalam semua aspek. Berdasarkan studi skala besar mengenai transformasi perpustakaan sekolah yang berkelanjutan dalam konteks sekolah menengah di Singapura pada sebuah artikel menjelaskan bagaimana pendekatan desain-sentris yang berfokus pada kebutuhan siswa sebagai pengguna memberikan jalan bagi pendidik dalam membuat perubahan untuk memenuhi kebutuhan siswa. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Kardi. Esti Yuli Widayanti. Sirojudin Ahmad: Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital Tiga strategi utama yang diangkat dari artikel tersebut adalah: . mengkaji literatur yang ada untuk mengembangkan peta konseptual fungsi perpustakaan, . melakukan studi dasar untuk memahami tren dan kebutuhan siswa, dan . melibatkan siswa sebagai pengguna dalam penelitian Bagian ini diakhiri dengan refleksi mengenai proses perubahan dan saran untuk bergerak maju. Beberapa artikel lain membahas tentang pengaruh fasilitas perpustakaan terhadap hasil belajar siswa peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di MIS Darunnajah 2 Cipining Bogor. Hasilnya terdapat hubungan positif dan signifikan pengaruh fasilitas perpustakaan terhadap hasil belajar di MIS Darunnajah 2 Cipining. 14 Penelitian lain tentang pengelolaan perpustakaan madrasah yaitu studi terhadap upaya madrasah menjadikan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar madrasah di Kota Palangka Raya. Hanya saja penulis tersebut tidak menyebutkan madrasah apa yang dimaksud. Sementara usaha yang dilakukan adalah dengan mengadakan gerakan 15 menit membaca di perpustakaan sebelum pelajaran dan selama istirahat. Selain itu juga mendistribusikan bahan bacaan di setiap sudut baca, kemudian pemutaran film di perpustakaan. 15 Pada penelitian ini lebih fokus pada kesiapan perpustakaan madrasah ibtidaiyah swasta (MIS) di Kabupaten Magetan. Berbeda halnya dengan penelitian di MI Negeri (MIN) yang mempunyai dana pengembangan secara rutin. Sebagaimana peneltian dari Zumarah. Di samping melihat kesiapan perpustakaan sekolah/madrasah, stakeholder juga harus memikirkan juga strategi untuk mengatasi permasalahan di lapangan. 17 Apalagi sekolah/madrasah swasta yang minim dana pengembangan. Salah satu dasar untuk membangun ekonomi berbasis pengetahuan adalah melalui penyediaan informasi berkualitas melalui perpustakaan sekolah. Sekolah memainkan peran mendasar dalam membesarkan bangsa yang berpendidikan dan Oleh karena itu, perpustakaan sekolah sangat penting untuk kegiatan belajar mengajar sekolah. Perpustakaan sekolah harus dapat menyediakan sumber daya yang relevan dengan kurikulum sekolah dan juga dapat memberikan layanan informasi yang berkualitas kepada Chin Ee Loh. AuDesigning Future-Ready School Libraries: Empowering Stakeholders for Evidence-Based Change,Ay Journal of the Australian Library and Information Association, 2023, https://doi. org/10. 1080/24750158. Farid Ahmad Farid dkk. AuPengaruh Fasilitas Perpustakaan Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di MIS Darunnajah 2 Cipining Bogor,Ay Assabiah: Journal of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education 3, no. 1 Januari . Usman Usman dan Siti Narani. AuPengelolaan Perpustakaan Madrasah di Kota Palangka Raya (Studi terhadap Upaya Madrasah Menjadikan Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar dan Bagian dari Sistem Pengajara. ,Ay PUSTABIBLIA Journal of Library and Information Science 4, no. https://doi. org/10. 18326/pustabiblia. Zumaroh Zumaroh. AuTransformasi Digital Literasi Madrasah Melalui Smart Library MINSATA Di MIN 1 Yogyakarta: Sebuah Studi Kasus,Ay Indonesian Journal of Action Research 2, no. 1 (Mei 2. , https://doi. org/10. 14421/ijar. Tzong-Yue Chen. AuStrategy of Promoting E-Learning in School Library,Ay IASL Annual Conference Proceedings, advance online publication, 6 Februari 2021, https://doi. org/10. 29173/iasl7600. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Kardi. Esti Yuli Widayanti. Sirojudin Ahmad: Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital siswa dan guru. Penelitian ini memperkenalkan model penilaian perpustakaan sekolah untuk mengevaluasi efektivitas sumber daya dan layanan perpustakaan sekolah. Model yang mengintegrasikan pedoman perpustakaan sekolah IFLA dan model LibQUAL. 18 Selain mengevaluasi efektifitas ada artikel lain yang menarasikannya dengan menguji kesiapan perpustakaan sekolah dalam menerapkan literasi informasi. Teori kesiapan dalam konteks negosiasi perjanjian damai adalah tentang motivasi dan 20 Namun dalam konteks kesiapan organisasi untuk sebuah perubahan. Teori tentang cara berpikir kesiapan organisasi seperti ini paling cocok untuk mengkaji perubahan organisasi di mana perubahan perilaku kolektif diperlukan agar perubahan dapat diterapkan secara efektif dan, dalam beberapa kasus, agar perubahan dapat menghasilkan manfaat yang diharapkan. 21 Adapun kesiapan perpustakaan sekolah mengacu manajemen perpustakaan untuk beradaptasi dengan perubahan dan memenuhi kebutuhan siswa yang berkembang. Ini termasuk mengevaluasi dan memikirkan kembali fungsi perpustakaan, memahami kebutuhan siswa melalui studi dasar dan penelitian partisipatif, dan menerapkan perubahan di tingkat sekolah atau sistem. 22 Manajemen perpustakaan memainkan peran penting dalam mendukung prestasi siswa dengan merencanakan pengembangan koleksi dan memastikan akses ke sumber daya. 23 Pandemi COVID-19 semakin menyoroti perlunya perpustakaan untuk menemukan kembali rencana dan tanggapan strategis mereka, dan siap mendukung komunitas mereka dengan cara baru. 24 Perpustakaan sekolah perlu merevitalisasi ruang, koleksi, dan pemrograman mereka agar tetap relevan di dunia yang jenuh Kesiapan pustakawan sekolah dalam menerapkan pendidikan literasi informasi juga penting untuk keberhasilan penyampaian program literasi informasi di sekolah-sekolah. Liah Shonhe dan Evelyn M. Marambe. AuStrategic Framework for Service Delivery Improvement in School Libraries,Ay Information Impact: Journal of Information and Knowledge Management 10, no. , https://doi. org/10. 4314/IIJIKM. V10I2. Shyh-Mee Tan. Kiran, dan S. Diljit. Examining school librariansAoreadiness for information literacy implementation, 2014. Amira Schiff. AuReadiness Theory: A New Approach to Understanding Mediated Prenegotiation and Negotiation Processes Leading to Peace Agreements,Ay Negotiation and Conflict Management Research, 22 Desember 2019, ncmr. 12175, https://doi. org/10. 1111/ncmr. Bryan J. Weiner. AuA theory of organizational readiness for change,Ay Implementation Science 4, no. 1 (Oktober 2. , https://doi. org/10. 1186/1748-5908-4-67. Chin Ee Loh. AuDesigning Future-Ready School Libraries: Empowering Stakeholders for Evidence-Based Change. Ay Miftahul Janah. Lolytasari Lolytasari, dan Abdurrozzaq Hasibuan. Kesiapan Perpustakaan Sekolah Dalam Pengembangan Koleksi Untuk Menunjang Prestasi Siswa, 2, no. https://doi. org/10. 20414/light. Abrigo dan Torres. AuFace-to-Face with the New Normal. Ay Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Kardi. Esti Yuli Widayanti. Sirojudin Ahmad: Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital Readiness theory atau teori tentang kesiapan merupakan konsep dalam psikologi untuk menyatakan kesediaan individu menerima dan merespons perubahan perilaku. 25 Kesiapan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah faktor keadaan fisik, mental, emosional, dan kebutuhan atau motif tujuan. Berikut adalah beberapa poin penting tentang Teori Kesiapan. Pertama adalah kesiapan diri adalah terbangunnya kekuatan yang dipadu dengan keberanian fisik dalam diri siswa. Lalu kedua, kesiapan belajar merupakan perubahan perilaku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati,mendengarkan, dan meniru. Dan yang ketiga, kesiapan kecerdasan adalah kesigapan bertindak dan kecakapan memahami, bisa tumbuh dari berbagai ketajaman intelegensi, otak, dan pikiran dapat membuat siswa lebih aktif daripada siswa yang tidak cerdas. Potensi yang dimiliki MIS di Kabupaten Magetan bisa menjadi modal utama dalam pengembangan perpustakaan madrasah. Ada 75 Madrasah Ibtidaiyah Swasta di Kabupaten Magetan. Rata-rata jumlah rombelnya lebih dari 6. Intervalnya dan 6 rombongan kelas hingga 14. Ada 5 madrasah yang siswanya lebih dari 100 siswa. Intervalnya antara 100 hingga 200 siswa. Dari data diperoleh dari wawancara dengan beberapa kepala madrasah, belum ada satupun madrasah yang memiliki layanan perpustakaan yang memenuhi standar layanan. Mulai dari penyediaan ruangan, rak buku, meja dan kursi masih juga belum tersedia. Kebanyakan masih berupa pojok baca di sudut ruangan kelas. 27 Ada yang sudah memiliki ruang perpustakaan tetapi belum memiliki jumlah yang standar. Di samping itu juga masih banyak ditemukan sekolah/madrasah tersebut belum memiliki ruangan yang representatif untuk pelayanan perpustakaan sebagai pusat sumber Berikut ini adalah sekilas gambaran jumlah rombel di MIS se-Kabupaten Magettan. Ida F. Priyanto. AuReadiness of Indonesian academic libraries for open access and open access repositories implementation: A study on Indonesian open access repositories registered in OpenDOARAy (PhD Thesis. University of North Texas, 2. Slameto. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta, 1. Ustadz Mukhlis. AuWawancara dengan Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kuwon Magetan,Ay 22 September 2024. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Kardi. Esti Yuli Widayanti. Sirojudin Ahmad: Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital Sumber: Sintesis Peneliti dari Data Survei Google Form Dengan jumlah siswa dalam bentuk interval kurang dari 100 siswa hingga kurang dari 500 Sumber: Sintesis Peneliti dari Data Survei Google Form Kemudian tingkat kesiapan terdapat tiga tingkat kesiapan, yaitu: . Kondisi infrastruktur seperti, ruangan, properti kelengkapan perpustakaan berupa meja kursi, rak buku, komputer, wifi. CCTV, media AV, dan lain-lain. Ketersediaan tenaga khusus perpustakaan/SDM/pustakawan. Kebijakan yang mendukung terhadap pengembangan perpustakaan di madrasah. Oleh karena itu. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Kardi. Esti Yuli Widayanti. Sirojudin Ahmad: Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital peningkatan kesiapan merupakan hal yang sangat penting dalam pendidikan dan perkembangan Strategi Pengembangan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi bagi MIS Strategi . ari bahasa Yunan. adalah rencana tingkat tinggi untuk mencapai satu atau lebih tujuan dalam kondisi ketidakpastian. Dalam arti Aoart of the generalAo, yang mencakup beberapa himpunan bagian keterampilan termasuk taktik, kerajinan pengepungan, logistik, dan lain-lain. Istilah ini mulai digunakan pada abad ke-6 dalam terminologi Romawi Timur. 28 "Strategi" memiliki dua arti umum. Dalam bisnis berarti rencana yang luas, dan dalam istilah militer bearti apa yang dilakukan sebelum pertempuran dimulai . erbeda dengan taktik yang digunakan perwira rendah untuk menerapkan strategi komandan selama pertempura. Sebaliknya, sebagai kata sifat, tindakan strategis dan strategis mengacu pada interaksi di antara pemain yang memiliki tujuan dan sarana, dan yang masing-masing menyadari bahwa yang lain juga bertindak strategis untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Strategi mencakup hampir semua hal yang dilakukan di lingkungan Manajemen strategis diajarkan di sekolah bisnis sebagai aspek fundamental manajemen. Hal ini juga dianggap sebagai bidang penelitian akademis yang signifikan selama tiga dekade Namun, pada saat itu, penelitian mengenai strategi sebagian besar telah beralih ke perhatian terhadap strategi yang dimiliki organisasi, dan bukan strategi yang dilakukan oleh para Dengan kata lain, aktivitas pengelolaan dan pengembangan strategi organisasi oleh orangorang yang berkepentingan untuk benar-benar melaksanakannya menjadi terpinggirkan. Strategi sebagai Praktik membalikkan tren ini dengan menganalisis apa yang dilakukan orang dalam kaitannya dengan pengembangan strategi dalam organisasi. 30 Dengan melakukan hal ini, hal ini memberikan wawasan mengenai isu-isu terkini dalam strategi yang memerlukan tingkat pemahaman yang lebih mikro. Pendekatan pragmatis ini juga membantu mengintegrasikan berbagai aspek penelitian strategi dan memberikan wawasan yang akan membantu manajer bekerja lebih Jadi salah satu manfaat besar dari perspektif Strategi sebagai Praktik adalah bahwa perspektif ini dapat membawa tindakan dan tindakan spesifik ke dalam bidang strategi. Manajemen strategis yang baik dapat membantu suatu organisasi menerapkan strategi dengan melalui perencanaan program, proses pendanaan, sistem pengelolaan tampilan, perubahan Miryam Barad. AuDefinitions of Strategies,Ay dalam Strategies and Techniques for Quality and Flexibility, ed. oleh Miryam Barad. SpringerBriefs in Applied Sciences and Technology (Cham: Springer International Publishing, 2. , https://doi. org/10. 1007/978-3-319-68400-0_1. James M. Jasper. AuStrategy,Ay dalam The Wiley-Blackwell Encyclopedia of Social and Political Movements (John Wiley & Sons. Ltd, 2. , https://doi. org/10. 1002/9780470674871. Gerry Johnson dkk. Strategy as Practice: Research Directions and Resources, 1 ed. (Cambridge University Press, 2. , https://doi. org/10. 1017/CBO9780511618925. Johnson dkk. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Kardi. Esti Yuli Widayanti. Sirojudin Ahmad: Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital dalam struktur organisasi, dan manajemen program dan projek (Rastislav & Silvia, 2. Teori manajemen strategis juga berarti rencana strategis yang dibuat untuk rencana strategis dalam membuat keputusan untuk mencapai tujuan. (Bento & White, 2. Definisi lain dari manajemen strategis adalah sebuah seri yang mendasar dari keputusan dan pelaksanaan aksi dari manajemen tertinggi dan penerapan oleh semua tingkat sebauh organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Analisis SWOT Mengukur Kesiapan MIS Kabupaten Magetan Mengembangkan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi Cara sederhana dalam menakar urgensitas dan kesiapan lembaga pendidikan dalam mengembangkan perpustakaan berbasis teknologi informasi bisa dengan melakukan analisis SWOT. Potensi strenght, weakness, opportunity, dan treath digali dari hal yang mendasar dari kondisi riil di lapangan. Jika memang ada ruang perpustakaan, berapa luasnya. Jika memang ada koleksinya ada berapa jumlah eksemplar dan judulnya. Berapa rasio jumlah siswa dengan jumlah eksemplar dan judul. Berapa jumlah rak, meja kursi dan properti lain yang mendukung layanan Melalui skema analisis SWOT di atas bisa digunakan untuk membaca potensi, kemampuan, dan kesiapan lembaga dalam mengembangakn perpustakaan digital. Potensi pengembangan perpustakaan digital di lingkungan lembaga pendidikan Islam terutama di tingkat madrasah ibtidaiyah sangat terbuka lebar. Beberapa hal yang bisa dielaborasi dari potensi tersebut di antaranya adalah sebagai berikut: Adi Bandono. Avando Bastari, dan Okol Sri Suharyo. The optimizing strategy of the library as a learning source center using AHP and Delphi methods. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Kardi. Esti Yuli Widayanti. Sirojudin Ahmad: Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital Strenghts atau potensi kekuatan lembaga madrasah ibtidaiyah swasta di Kabupaten Magetan adalah munculnya figur-figur yang mudah digerakkan dalam organisasi yang memiliki semangat yang sama. Terbukti dengan adanya wadah bersama dalam pengembangan MIS se-Kabupaten Magetan dalam sebuah Forum Komunikasi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (FORKAMIS). Forum ini telah menjadi sarana komunikasi bersama dalam pengembangan inovasi layanan pendidikan. Termasuk dalam pengembangan perpustakaan digital. Melalui penelitian ini berharap ke depan ada agenda untuk melanjutkan pada tahap realisasi pengembangan perpustakaan digital . Weakness atau kekurangan dalam mengembangkan program perpustakaan digital adalah belum adanya titik temu antara stakeholder dengan konsultan atau pakar dalam bidang pengembangan perpustakaan digital sehingga bisa dipetakan kebutuhan apa saja yang perlu disiapkan untuk mengembangkan perpustakaan digital tersebut. Dengan demikian perlu adanya pendampingan dari akademisi untuk pengembangan perpustakaan ke depan. Opportinities atau peluang pengembangan perpustakaan digital ini bisa memanfaat web FORKAMIS sebagai homebase pengembangan perpustakaan digital dengan menggandeng pengembang aplikasi online yang murah dan terjangkau. Sepertu pengembangan platform kubuku lalu ditempel di web tersebut sehingga bisa dinikmati bersama. Threats atau tantangan yang dihadapi adalah ketersediaan dan kemampuan pangkalan data yang akan digunakan aplikasi perpustakaan digital. Volume dari server yang mencukupi untuk menjalankan aplikasi perpustakaan digital. Dari pemetaan berdasarkan analisis SWOT tersebut setidaknya bisa digunakan untuk memotivasi terwujudnya perpustakaan digital yang manfaatnya bisa dinikmati bersama dalam forum Forkamis tersebut. KESIMPULAN Perpustakaan dipandang stakeholeder MIS Kabupaten Magetan sangat urgen bagi pengembangan literasi anak didik ke depan. Di samping dukungan aturan perundang-undangan dan keputusan-keputusan yang mengatur tata kelola perpustakaan madrasah sudah mengamanahkan kewajiban penyelenggaraan perpustakaan di madrasah. Dasar hukum penyelanggaraan perpustakaan sudah siap sejak lama. Namun pengembangan perpustakaan sudah belum terealisir. Madrasah Ibtidaiyah Swasta se-Kabupaten Magetan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (Forkami. beranggotakan 75 madrasah hanya 32 MI yang mengonfirmasikan pengisian form kesiapan. Secara visi dan misi sangat siap untuk menerima asupan pengembangan perpustakaan yang tidak bergantung pada ketersediaan gedung, rak dan properti lain yang harus ada di perpustakaan. Hal ini penting karena akan dikembangkan perpustakaan digital dengan menggandeng perguruan tinggi yang peduli terhadap pengembangan Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Kardi. Esti Yuli Widayanti. Sirojudin Ahmad: Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital perpustakaan madrasah. Dari sekian anggota belum ada yang memenuhi standar perpustakaan yang Mulai dari aspek sumber daya manusia (SDM), aspek infrastruktur, aspek piranti lunak dan keras, aspek koleksi perpustakaan baik tercetak maupun non cetak. Demikian juga dalam penyediaan properti penting perpustakaan madrasah masih dirasa kurang terpenuhi seperti meja kursi, papan media, dan lain-lain. Ada 4 yang memiliki siswa kisaran 400 siswa sudah seharusnya memiliki perpustakaan yang strandar. Untuk mencapai kondisi tersebut sekolah/madrasah seyogyanya segera merapat dengan lembaga-lembaga yang peduli terhadap pengembangan perpustakaan. Biasanya dilakukan oleh perguruan tinggi yang mempunyai bidang kajian perpustakaan. Strategi ampuh untuk menjembatani ketidaksediaan properti perpustakaan, pihak madrasah harus segera mengambil langkah pendekatan kepada perguruan tinggi yang konsen terhadap pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi. IAIN Ponorogo siap melakukan pendampingan untuk mengembangkan perpustakaan madrasah berbasis teknologi informasi. Selain memiliki tenaga ahli dalam bidang librarianship skills. IAIN Ponorogo telah mengembangkan perpustakaan digital sudah sejak 2 dekade terakhir. Mulai dari otomasi perpustakaan hingga digitalisasi perpustakaan. Sehingga dengan demikian pihak Forkamis bisa melakukan koordinasi dengan perpustakaan IAIN Ponorogo guna memperoleh pendampingan dan pelatihan secara Membangun Memorial Of Understanding (MoU) atau perjanjian kerjasama dan Memorial Of Action sebagai realisasi MoU dalam berbagai kegiatan yang disepakati dengan lembaga pendidikan tinggi yang konsen dalam mengembangkan perpustakaan madrasah. Ada juga Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Seluruh Indonesia (ATPUSI) yang siap membantu dalam pengembangan perpustakaan digital di sekolah. Perpustakaan MIS Kabupaten Magetan memerlukan pendampingan secara intensif dalam mengembangkan perpustakaan madrasah ibtidaiyah secara berkelanjutan. Untuk menuju perpustakaan madrasah yang ideal sesuai standar yang diatur oleh pemerintah. Jika dalam mencapai perpustakaan konvensional yang ideal ada kesulitan maka bisa membangun perpustakaan digital dengan biaya murah dan terjangkau. Melalui perpustakaan digital, lembaga bisa mnegembangkan perpustakaan tanpa perlu memikirkan ruang atau gedung, koleksi cetak, rak, meja kursi, dan properti lain sebagai pendukung layanan. Perpustakaan cukup menyediakan media . omputer, laptop, table. Melalui piranti keras tersebut madrasah bisa mengembangkan perpustakaan digital. Sehingga dengan demikian pemustaka bisa langsung menggunakan fasilitas secara digital. Pemustaka bisa berkunjung dan bertransaksi pinjam kembali dari mana saja dan kapan saja. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Kardi. Esti Yuli Widayanti. Sirojudin Ahmad: Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital Terima kasih peneliti sampaikan kepada narasumber terutama kepada Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (Forkami. Kabupaten Magetan. DAFTAR PUSTAKA