NILAI-NILAI PATRIOTISME MAHMOED JOENOS DALAM UPAYA MEMAJUKAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Bagoes Malik Alindra dan M. Yunus Abu Bakar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Indonesia E-mail: cahhbagus145@gmail. elyunusy@gmail. Abstract: Mahmoed Joenos as a figure of Islamic education reform tried to make significant changes to Islamic education in Indonesia. Therefore, the role of patriotism values of Mahmoed Joenos was very instrumental in Islamic education and its development to date. Education was an important means of advancing people within a nation or country. Through education, a nation will became a developed country with education. In Indonesia, education had emerged in the midst of Indonesian society when the colonizers were still occupying the State of IndonesiaFurthermore, this study used qualitative methods with descriptive analytical approaches. The type of method used was library reseach. The results of this study were about the role of patriots of Mahmoed Joenos in advancing Islamic education in Indonesia, such as: being an educator from a young, the founder of the Islamic educational institution of aj-Jami'ah al-Islamiyah and (KMI) Kulliyah al-Muallimin al-Islamiyah, the author of the Islamic education curriculum, the Pioneer of PTAI and the author of islamic education books. Keywords: Islamic Education. Values. Patriotism. Pendahuluan Saat mendengar sosok Mahmoed Joenos, beliau masih memiliki peran yang sama dengan tokoh-tokoh pendidikan Islam lain, seperti: Ki Hajar Dewantara. Ahmad Dahlan. H Hasyim AsyAoari dan lain-lain. Mereka sama-sama memiliki peran dalam pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia. Topik kali ini menelaah nilai-nilai patriotisme dan jasa-jasanya dalam menciptakan suatu pembaharuan yang berdampak baik bagi pendidikan Islam di Indonesia. Mahmoed Joenos dilahirkan pada tanggal 10 Februari 1899 di Desa Sungayang Batu Sangkar Sumatera Barat. Sosok Mahmoed Joenos dalam segala bentuk prestasinya muncul dikarenakan peran dari keluarga dan lingkungan yang turut serta mampu membuka cakrawala intelektualnya. Kehidupan lingkungan yang Islami juga telah turut berperan besar dalam proses Mahmoed Joenos dalam menuntut ilmu dan belajarnya dengan baik 1. Pada suatu waktu. Mahmoed Joenos mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Al-Azhar Mesir. Setahun setelah itu, ia melanjutkan studi di Madrasah Darul Ulum Al-Ulya Cairo. Beliau menjadi mahasiswa pertama yang tercatat dari Negara Indonesia. Setelah menyelesaikan studi, ia mendapat dua ijazah, yaitu syahadah Aliyah dan syahadah Tadris. Melalui dua ijazah tersebut, ia benar-benar mengaplikasikannya dengan bakatnya sebagai seorang Manti and others. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 guru. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kiprah Mahmoed Joenos di dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia, antara lain: mengajar sekolah Al-JamiAoah Al-Islamiyah Batusangkar . , kuliah Mualimin Normal Islam Padang tahun 1932-1946. Akademi Pamong Praja Bukit-tinggi tahun 1948-1949. Akademi Ilmu Dinas Ilmu Agama (ADIA) Jakarta tahun 1957-1980. Dekan dan Guru Besar pada Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 1960-1963 dan Rektor IAIN Imam Bonjol pada tahun 1966-1971 2. Selain itu, peran-peran Mahmoed Joenos masih membekas di hati rakyat Indonesia tentang perjuangannya dalam upaya memajukan pendidikan bangsa. Seorang tokoh pendidikan Islam. Mahmoed Joenos berusaha meningkatkan pendidikan Islam dalam upaya membangun dan mengembangkan sistem pendidikan Islam di Indonesia yang masyarakatnya mayoritas berumat muslim 3. Mahmoed Joenos memiliki pandangan tentang tujuan pendidikan, bahwa peserta didik di usia matang harus mampu melakukan pekerjaan yang bersifat dunia dan amalan-amalan akhirat, agar peserta didik mampu mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat 4. Sebagai salah satu tokoh pendidikan. Mahmoed Joenos juga berharap untuk mensiasati pendidikan Islam sebagai penyeimbang di dalam proses pendidikan-pendidikan umum lainnya. Dengan kata lain, lembaga pendidikan umum dan lembaga pendidikan Islam memiliki kemampuan yang seimbang antara pengetahuan, keterampilan dan pengalaman lainnya melalui pendidikan dengan basis Islami yang dimasukkan dalam kurikulum tersebut 5. Melalui hal tersebut pula, lembaga pendidikan yang berbasis Islami maupun berbasis umum akan mendapat hal yang sama dengan mendapatkan pengetahuan dunia dan pengetahuan akhirat. Pendidikan merupakan salah satu aspek kunci pembangunan suatu bangsa dan Suatu bangsa dapat terkonstruksi baik, apabila pendidikan di dalamnya berjalan secara merata dan komprehensif. Padahal, salah satu pilar suatu bangsa adalah Masa depan suatu bangsa dapat diketahui melalui komitmen masyarakat, bangsa ataupun negara dalam menyelenggarakan pendidikan Nasional 7. Sedangkan, pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam suatu negara. Hal ini sesuai dengan UU No 20 pasal 3 tentang Sistem Pendidikan yang menjelaskan, bahwa pendidikan Nasional digunakan untuk mengembangkan kemampuan dan karakter peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa 8. Maka Munawar Rahmat dan Fahrudin Ashfira Nurza. AKONSEP PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF MAHMUD YUNUS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAHAo. TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education, 5. , 174Ae85. Bunyamin. AKONSEP PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF MAHMUD YUNUSAo. Jurnal Pendidikan Islam, 10. November . , 114Ae32. Rini Rahman Indah Muliati. ATeori Pedagogik Pendidikan Mahmud YunusAo. ISLAM TRANSFORMATIF: Journal of Islamic Studies, 03. , 169Ae79. Bunyamin. Arbain Nurdin. AINOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGYAo. Tadris, 11. , 49Ae64. Yunus Abu Bakar. AProblematika Pendidikan Islam Di IndonesiaAo. DIRASAT. Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam, 1. , 2015. Yunus Abu Bakar. APEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI PONDOK MODERN GONTOR PONOROGO DAN PONDOK PESANTREN LIRBOYO KEDIRIAo. JOIES: Journal of Islamic Education Studies, 1. , 27Ae68. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 dari itu. Indonesia memerlukan sebuah sistem pendidikan yang terstruktur dan rapi, agar tujuan bangsa dapat dicapai dengan baik. Indonesia sebagai bangsa yang pernah dijajah oleh bangsa kolonial telah mengalami berbagai problematika perubahan pada sistem pendidikan. Dalam konteks yang sama, lembaga pendidikan di Indonesia juga telah berusaha dalam proses inovasi dan evolusi, sehingga tujuan tersebut digunakan untuk mengimbangi eksistensi perkembangan ilmu pengetahuan dari waktu ke waktu 9. Menurut Prof Rhenald Kasali yang dikutip oleh M. Yunus Abu Bakar 10, bahwa disrupsi tidak hanya bermakna pada fenomena perubahan hari ini . oday chang. , tetapi disrupsi juga mencerminkan perubahan hari esok . he future chang. Oleh karena itu, iniasi perubahan khususnya pada sistem pendidikan sangat diperlukan dalam menunjang kemajuan pada generasigenerasi penerus bangsa selanjutnya di kemudian hari. Artikel ini belum banyak dikaji, karena artikel lain banyak membahas tentang konsep pendidikan perspektif Mahmoed Joenos. Lalu berdasarkan artikel-artikel sebelumnya yang relevan seperti yang ditulis oleh Bunyamin 11. Biltiser Bachtiar Manti. Adlian Husaini. Endin Mujahidin dan Didin Hafidhuddin 12, mereka menjelaskan tentang konsep pendidikan perspektif Mahmoed Joenoes. Sedangkan pada artikel ini, tujuannya adalah mengetahui nilai-nilai patriotisme yang dilakukan Mahmoed Joenos dalam memajukan pendidikan Islam di Indonesia. Metode Jenis metode yang digunakan dalam kajian ini adalah library research . tudi Data-data yang digunakan dalam kajian ini adalah data yang memiliki relevansi dengan judul terkait seperti buku-buku dan jurnal. Sedangkan, metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Lalu, analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif analitik. Dalam kajian ini, instrumen yang digunakan adalah penulis sendiri sebagai instrumen. Dan dengan metode kualitatif ini, penulis menggunakan analisis kritis dan mendeskripsikan berbagai literatur dan sesuai dengan data yang ada 13. Hasil dan Pembahasan Nilai-Nilai Patriotisme Menurut Burbecher yang dikutip oleh Bekti dan Mustafidah 14, bahwa nilai dibedakan menjadi dua bagian. Pertama adalah nilai intrinsik. Nilai intrinsik merupakan nilai yang dianggap baik oleh dirinya sendiri. Kedua adalah nilai instrumental. Nilai instrumental adalah nilai yang dianggap baik karena sangat bernilai bagi orang lain. Menurut Abu Ahmadi dan Noor Salimi yang dikutip kembali oleh Bekti dan Mustaidah Biltiser Bachtiar Manti and others. AKonsep Pendidikan Modern Mahmud Yunus Dan Kontribusinya Bagi Lembaga Pendidikan Islam Di IndonesiaAo. TaAdibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 5. , 151 . Munirah. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 mulia 28. Serta, tujuan pendidikan islam melalui jasa pendidik adalah menyiapkan anak didik untuk melakukan pekerjaan dunia dan pekerjaan akhirat dengan menyesuaikan kemampuan dan bakat masing-masing anak didik 29. Berbicara definisi, pendidik merupakan orang yang berusaha keras dalam merubah perilaku anak didik, agar anak didik menjadi invidividu yang baik dan Untuk melakukan hal tersebut, pendidik memerlukan waktu yang sang lama dan bertahap dan membutuhkan pengorbanan yang besar 30. Mahmoed Joenos sebagai warga Indonesia yang telah mendapatkan ilmu dari kuliahnya di luar negeri, ia menggunakan modal tersebut untuk mendirikan pendidikan Islam. Lembaga tersebut dinamai al-JamiAoah Islamiyah 31. Sikap berani dalam memperbaharui pendidikan Islam Mahmoed Joenos merupakan tokoh pembaharu pertama yang mempelopori kurikulum integrated. Hal yang dimaksud adalah perpaduan antara ilmu agama dan ilmu umum di lembaga pendidikan Islam 32. Berikut adalah beberapa peran Mahmoed Joenos dalam pendidikan Islam, antara lain: Pendiri Al-jamiAah Al-Islamiyah Mahmoed Joenos merupakan pendiri Al-jamiAah Al-Islamiyah pada tahun Hal tersebut ia lakukan setelah pulang dari kuliah negeri di Darul Ulum. Pada kesempatan tersebut. Mahmoed Joenos telah mengenalkan dan menerapkan jenjang pendidikan, antara lain: Ibtidaiyah. Tsanawiyah. Aliyah. Pembagian jenjang tersebut bisa ditempuh masing-masing selama 4 tahun 34. Sebenarnya. Al-jamiAah Al-Islamiyah merupakan Madras School yang dimiliki oleh gurunya M. Thahir Ali. Akan tetapi. Mahmoed Joenos menggunakannya kembali dan mengembangkannya 35. Pembaharuanpembaharuan yang ia lakukan membuktikan, bahwa sikap keterbukaan terhadap pendidikan mulai dapat dirasakan. Hal ini bisa ditunjukkan dengan adanya sekolah-sekolah Belanda yang bersikap diskriminatif terhadap calon peserta didik yang menginginkan proses pendidikan pada saat itu 36. Maka dari itu, penerapan pembaharuan Mahmoed Joenos sangat membantu proses rakyat Indonesia dalam proses pendidikan. Dalam penerapan kurikulum di lembaga yang beliau pimpin, ia menerapkan bidang pengajaran Bahasa Arab. Mahmoed Joenos mengarang buku Bahasa Arab yang berjudul Durus al-Lughah al-Arabiyah sebanyak 4 jilid. Dalam buku tersebut. Mahmoed Joenos menerapkan cara pembelajaran Bahasa Arab yang Bunyamin. Abdullah. Suparno Juri. Pendidikan Dan Politik, ed. by Triana Novita Sari, 1st edn (Jember: Pustaka Abadi, 2. . Herry Mohammad. Tokoh-Tokoh Islam Yang Berpengaruh Abad 20, 1st edn (Jakarta: Gema Insani Press, 2. Asnawan. AKontribusi Pemikiran Mahmud Yunus Dalam Pembaharuan Pendidikan Islam Di IndonesiaAo. Falasifa, 2. , 17Ae33. Manti and others. Syeh Hawib Hamzah. APemikiran Mahmud Yunus Dalam Pembaruan Pendidikan Islam Di IndonesiaAo. Dinamika Ilmu, 14. , 123Ae47. Hamzah. Zulmardi. AMahmud Yunus Dan Pemikirannya Dalam PendidikanAo. TaAdib, 12. , 11Ae21. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 memadukan antara membaca, menulis, memahami dan berbicara dengan menggunakan Bahasa Arab 37. Sebelum itu, situasi pendidikan di Indonesia masih bertumpu pada materi hafalan yang bersifat verbalistik dengan mampu mengucapkannya tanpa mengetahui makna dan tujuannya 38. Perintis Kulliyah al-Muallimin al-Islamiyah (KMI) Pada tahun yang sama saat didirikannya Al-jamiAah Al-Islamiyah. Mahmoed Joenos juga mendirikan sebuah lembaga pendidikan Islam yang bernama Normal Islam School atau yang lebih dikenal dengan Kulliyah al-Muallimin alIslamiyah. Lembaga tersebut didirikan bersama rekan PGAI (Persatuan Guru Agama Islam Isla. Normal Islam hanya menerima murid dengan tamatan sekolah yang telah menempuh pendidikan selama tujuh tahun. Di Normal Islam ini, pendidikan yang diterapkan guna menghasilkan calon guru. Sama seperti halnya dengan Al-jamiAah Al-Islamiyah. Normal Islam juga mengajarkan ilmuilmu agama. Bahasa Arab, ilmu pengetahuan, ilmu mengajar dan lain-lain 39. Mahmoed Joenos memiliki gagasan yang baru untuk dianggap sebagai sesuatu yang relevan bila diimplementasikan dalam lembaga pendidikan. Berkaitan dengan kurikulum. Mahmoed Joenos menawarkan kurikulum pelajaran Bahasa Arab. Pelajaran tersebut akan terintegrasi dengan satu cabang ilmu dengan ilmu yang lainnya. Sebagai peserta didik, mereka harus dapat mengintegrasikan pelajaran Bahasa Arab dengan cabang ilmu lainnya dengan kehidupan sehari-hari. Seperti halnya, ilmu komunikasi yang membutuhkan integrasi keilmuan Bahasa Arab untuk bisa menggunakannya dengan baik, seperti: gaya bahasa, intonasi dan penguasaan kosakata 40. Perhatian Mahmoed Joenos terhadap Bahasa Arab adalah ketidakpuasan Mahmoed Joenos dengan sistem pengajaran waktu itu. Pengalaman tersebut ia dapatkan saat berada di Madras School dan mengajar di sana waktu itu. Setelah ia pulang dari Darul Ulum di Kairo. Mahmoed Joenos berusaha untuk menerapkan metodelogi yang beliau dapatkan dari sana. Dengan hal seperti itulah yang menyebabkan Mahmoed Joenos menerapkan pelajaran Bahasa Arab pada Normal Islam School pada waktu itu. Jasa pendidikan dalam metode Bahasa Arab telah menjadi amal yang tak akan pernah putus sampai sekarang Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur adalah pesantren yang pertama kali menerapkan metodologi yang diajarkan Mahmoed Joenos. Salah satu pengasuh pengasuh pondok pesantren tersebut merupakan murid Mahmoed Joenos. Pengasuh yang dimaksud ialah Imam Zarkasyi. Imam Zarkasyi merupakan anak didik Mahmoed Joenos di Normal Islam Schhol milik Mahmoed Joenos 41. Dalam perkembangan sejarah pesantren. KH. Imam Zarkasyi menggunakan konseptualisasi sistem pendidikan model KMI (Kulliyah al-Muallimin alIslamiya. KH. Imam Zarkasyi memadukan sistem pendidikan dari sistem lembaga pendidikan bereputasi di dunia, seperti: Universitas Az-Azhar Mesir. Pondok Syanggit di Mauritania. Universitas Muslim Aligarh dan Perguruan Iskandar. Asnawan. Hamzah. Bunyamin. Mohammad. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 Santinikitan di India. Akan tetapi. KH. Imam Zarkasyi tidak melupakan konteks keindonesiaan saat ia menempuh pendidikan di jenjang menengah di Normal Islam School yang dipimpin oleh Mahmoed Joenos sendiri 42. Pelopor Integrasi Kurikulum Pendidikan Islam Mahmoed Joenos adalah tokoh yang menerapkan pengajaran Bahasa Arab. Penggunaan Bahasa Arab digunakan, karena Bahasa Arab merupakan Bahasa yang digunakan untuk mempelajari Al-QurAoan, hadist dan kitab-kitab fiqih 43. Selain materi pengajaran Bahasa. Mahmoed Joenos dalam hal memantapkan penetapan kurikulum di lembaga yang beliau pimpin juga berusaha untuk mengembangkan penafsiran Al-QurAoan Indonesia modern 44. Dengan model kurikulum yang seperti itu di Al-jamiAah Al-Islamiyah, beliau juga menggunakan jenjang dengan model yang hampir sama seperti di Al-Azhar dan Darul Ulum sebagai ide pembaharuannya 45. Selain pengasuh Al-jamiAah Al-Islamiyah. Mahmod Joenos juga mengelola lembaga pendidikan yang ia dirikan bersama pada tahun itu yakni Normal Islam di Padang. Pada dua lembaga inilah. Mahmoed Joenos memadukan antara ilmu agama dan ilmu umum. Di Normal Islam. Mahmoed Joenos menyediakan laboratorium fisika dan kimia pertama kali di Sumatera Barat. Dan pada saat itu. Mahmoed Joenos ingin mendirikan sebuah Sekolah Tinggi Islam dan terwujud pada tahun 1940. Akan tetapi, sekolah tersebut ditutup pada tahun 1942, karena sekolah tersebut tidak mendapatkan izin operasional dari pemerintah jepang 46. Gerakan pembaharuan Mahmoed Joenos dapat dirasakan kenyataannya dalam jenjang karirnya. Pada tahun 1943. Mahmoed Joenos mendapatkan kesempatan menjadi penasehat residen mewakili Majelis Islam Tinggi. Dalam posisi jabatannya. Mahmoed Joenos menggunakan kekuasaannya untuk melakukan pembaharuan pendidikan. Beliau berusaha untuk memasukkan mata pelajaran agama di sekolah-sekolah pemerintah 47. Pada tahun 1944. Mahmoed Joenos juga mengusulkan untuk memasukkan pelajaran agama di sekolah-sekolah rakyat. Kepada kepala pengajaran Jepang. Mahmoed Joenos diangkat untuk menjadi pengawas pendidikan agama 48. Setelah Indonesia merdeka. Mahmoed Joenos menjadi pengurus harian Komite Nasional Sumatera Barat di Bukittinggi. Di Bukittinggi. Mahmoed Joenos juga mendirikan Sekolah Menengah Islam (SMI). Sebagai pengawas pendidikan agama pada masa pemerintahan jepang. Mahmoed Joenos mengusulkan ide kepada SaAoauddin Jambek sebagai Kepala Jawatan Sumatera Barat. Ide tersebut adalah memasukkan pengajaran agama dimasukkan ke sekolah-sekolah SD. SMP dan lain-lain. Saat itu, usulan Mahmoed Joenos diterima, sehingga Umar Bukhory. AKH. IMAM ZARKASYI DAN GENRE BARU PONDOK PESANTREN (Refleksi Seorang Cucu Muri. Ao. DIROSAT: Journal of Islamic Studies, 1. , 259Ae72. Hasibuan. Iskandar. Hamzah. Manti and others. Abdullah. Hamzah. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 Mahmoed Joenos menyusun sebuah kurikulum dan diterbitkan dalam sebuah buku untuk diterap sebagai panduan 49. Karir pada jabatan selanjutnya adalah Mahmoed Joenos dipercaya oleh Menteri Agama K. H Abdul Wahid Hasyim sebagai kepala penghubung pendidikan agama pada Departemen Agama di Jakarta. Pada kesempatan tersebut. Mahmoed Joenos menetapkan kebijakan-kebijakan, antara lain: Mewujudkan peraturan bersama Menteri P dan K tentang pendidikan agama di sekolah-sekolah swasta Mendirikan Pendidikan Guru Agama Islam (PGAI) pada tahun 1951 di delapan kota Menetapkan rencana pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah dasar seperti kelas IV-VI dan di sekolah-sekolah menengah Mewujudkan peraturan bersama Menteri P dan K tentang Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) di Yogyakarta 50. Demikian, rentetan usaha penyatuan pendidikan Islam dengan pendidikan umum yang dilakukan oleh Mahmoed Joenos. Hal tersebut merupakan upaya pembangunan pendidikan Islam, agar pendidikan Islam dapat mampu mengeksistensikan keterlibatannya dalam proses pembangunan pendidikan di Indonesia. Penyusun Metode Pendidikan Islam Dalam metode pengajaran Mahmoed Joenos menjelaskan, bahwa metode merupakan jalan seorang guru atau pendidik dalam memberikan pelajaran melalui semua jenis mata pelajaran. Jalan yang dimaksud adalah garis-garis yang direncanakan sebelum masuk ke dalam kelas dan dilaksanakan saat mengajar di dalam kelas. Sebab pada kenyataannya, guru-guru atau pendidik masih belum mampu memberikan materi kepada peserta didik. Walaupun guru menguasai materi, tetapi guru masih belum mampu mentranformasikan keilmuannya kepada peserta didik. Maka dari itu, metode pembelajaran merupakan sesuatu yang penting, sehingga peserta didik mampu memahami metode pengajaran dari pendidik dan dapat menerima proses transformasi pengetahuan dari pendidik itu sendiri 51. Pemikiran-pemikiran moderat Mahmoed Joenos dalam metode pendidikan merupakan hal yang bisa dirasakan dalam proses pendidikan sampai saat ini. Pertama. Mahmoed Joenos berhasil meletakkan dan menulis metode yang mengajarkan keimanan, ibadah, akhlak dan sejarah Islam untuk semua kalangan. Mahmoed Joenos juga memperkenalkan buku-buku pegangan bagi guru agama yang berisi tentang tata cara agama yang baik kepada peserta didik sesuai dengan jenjang pendidikan. Dalam hal ini. Mahmoed Joenos menulis buku dengan judul AiMetodik Khusus Pendidikan AgamaAn. Kedua. Mahmoed Joenos menganjurkan untuk menggunakan pendekatan integrated dalam mengajarkan pendidikan agama dan umum. Ketiga. Mahmoed Joenos menganjurkan guru untuk menggunakan metode yang tepat dengan cara mengetahui perkembangan jiwa anak didiknya. Seperti contoh, ilmu agama digunakan untuk memperhalus Hamzah. Abdullah. Bunyamin. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 akhlak dan budi pekerti peserta didik melalui seni seperti nyanyian. Serta, penekanan untuk bisa menggunakan pengajaran Bahasa Arab 52. Dalam penggunaan metode pendidikan Islam. Mahmoed Joenos juga menggunakan metode yang sesuai dengan materi atau mata pelajaran dan tingkat pendidikan, seperti: materi keimanan, materi akhlak, materi ibadah, materi AlQurAoan, sejarah Islam. Islam dan kemasyarakatan dan ihsan 53. Maka dari itu, pentingnya metode pendidikan saat itu merupakan ide pembaharuan yang telah diciptakan Mahmoed Joenos, agar pendidikan Islam dapat mengarah kepada tujuan di dalam proses pendidikan. Pelopor PTAI (Perguruan Tinggi Agama Isla. Pada tahun 1940. Mahmoed Joenos mendirikan Sekolah Tinggi Islam di Padang. Namun pada 1 Maret 1942, sekolah tersebut dibubarkan, karena Jepang tidak menginginkan adanya sekolah tersebut. Lalu pada kesempatan berikutnya. Mahmoed Joenos mendapatkan tawaran untuk mengajar dan menjadi dosen PTAIN di Yogyakarta. Tetapi, tawaran tersebut ditolaknya, karena Mahmoed Joenos memiliki alasan yang bahwa seharusnya PTAIN tersebut berada di Jakarta dan berada di Kota Pusat 54. Kemudian. Mahmoed Joenos mendirikan Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) di Jakarta. Pada lembaga tersebut. Mahmoed Joenos menjadi dekannya. Setelah itu. Mahmoed Joenos mengusulkan kepada Menteri Agama, agar ADIA menjadi sebuah perguruan Sejak saat itu. Indonesia mempunyai dua perguruan tinggi, yakni PTAIN di Yogyakarta dan ADIA milik Mahmoed Joenos. Pada perkembangan selanjutnya. Mahmoed Joenos mengusulkan kembali kepada Menteri Agama, agar ADIA menjadi perguruan tinggi yang mampu mengeluarkan sarjana penuh. Pada akhirnya. PTAIN dan ADIA diintegerasikan menjadi satu perguruan tinggi. Hasil dari integrasi tersebut adalah IAIN (Insitut Agama Islam Neger. yang berada di Yogyakarta dan Jakarta. Fakultas SyariAoah dan Ushuluddin berada di Yogyakarta. Sedangkan. Fakultas Tarbiyah dan Adab berada di Jakarta. Begitu antusiasnya masyarakat Indonesia menyambut perguruan tinggi Islam, fakultas cabang bermunculan di berbagai provinsi yang menginduk dari Yogyakarta dan Jakarta 56. Dalam mengakomodasi perkembangan IAIN, maka Peraturan Presiden No 963 dikeluarkan sebagai pengganti Peraturan Presiden No 11 Tahun Peraturan tersebut berisi tentang dimungkinkan terbentuknya IAIN di daerah-daerah di luar Yogyakarta dan Jakarta 57. Sedangkan. Mahmoed Joenos sendiri menjabat untuk menjadi Rektor pertama di IAIN Imam Bonjol pada tahun . Iskandar. Ashfira Nurza. Indah Muliati. Manti and others. Hamzah. Ramadhanita Mustika Sari. APERGURUAN TINGGI ISLAM DAN TRANSFORMASI LEMBAGA : STUDI TERHADAP PROSES PERUBAHAN FUNGSI DAN PERAN IAIN SYARIF HIDAYATUULAH JAKARTA MENJADI UNIVERSITAS ISLAMAo. Jurnal El-Hakam, 1. , 1Ae Khairunnas Jamal. AWAWASAN KEINDONESIAAN DALAM TAFSIR AL-QURAoAN AL KARIM KARYA MAHMUD YUNUSAo. Al-Fikra, 16. , 28Ae44. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 c. Sikap peduli terhadap pendidikan bangsa dengan mewariskan banyak karya tulis Pada awal tahun 1970, kesehatan Mahmoed Joenos semakin menurun. Saat itu. Mahmoed Joenos sering menjalani pengobatan dan baolak-balik rumah sakit. Pada tahun 1982. Mahmoed Joenos mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa. Gelar tersebut Mahmoed Joenos dapatkan dari IAIN Jakarta sebagai penghargaan atas jasa dan karya-karyanya dalam pendidikan Islam di Indonesia 59. Bila kembali pada masa saat Mahmoed Joenos di Normal Islam, ia telah menggunakan kitab-kitab sebagai isi dari pengajaran kurikulum di Normal Islam, seperti: Subulusalam. Tafsir. Usul Fiqh. Ilmu Hadist. Al-Adyan (Mahmoed Joeno. Nazarat (Manfaluth. Nahwul Wadlih. Balaghah Wadhihah. Al-Wasith. Iqtishad Siasi. Tarbiyah Wa TaAlim 1-3. Ilmun Nafsil Hadist. Riyadlah Badaniyah dan Diktat-diktat. Setelah Mahmoed Joenos meninggal pada tahun 1982. Mahmoed Joenos banyak mewariskan karya-karya tulis dengan Bahasa Indonesia maupun dengan Bahasa Arab. Karya-karya tulis yang menggunakan Bahasa Indonesia adalah untuk anak Sekolah Dasar seperti sebagai berikut: Puasa dan Zakat. Haji ke Makkah dan Cara Mengerjakan Haji. Kisah-Kisah Pendek. Beriman dan Berbudi Pengerti. Buku yang digunakan anak-anak SMP adalah buku Pemimpin Pelajaran Agama. Dan untuk anak-anak Aliyah. Buku yang digunakan adalah seperti: Perbandingan Agama. Kumpulan DoAa. Moral Pembangunan dalam Islam, akhlak. Hukum Perkawinan dan masih banyak buku yang lainnya. Sedangkan, buku yang menggunakan Bahasa Arab adalah seperti: TaAlim Huruf Al-QurAan. Durus a-Lughah Al-Arabiyah, alMuhaddast al-Arabiyah. Durus At-Tawhid. MabadiAul Fiqh Al-Wadlih, al-MasaAil al- Fiqhiyah Aala al-Mazhahib al-Arbah. Ilmu al-Mushalah al-Hadist dan lain-lain Mahmoed Joenos dikenal sebagai penulis yang produktif semasa hidupnya. Mahmoed Joenos kurang lebih memiliki karya yang berjumlah 82 buah 62. Bukubuku tersebur memiliki bermacam-macam bidang, antara lain: Bidang Hadist: Ilmu Mushthalah al-Hadist dan Ilmu Mushthalah Hadist. Bidang Tafsir: Tafsir AlQurAan Karim 30 Juz. Tafsir Al-Fatihah. Tafsir Ayat Akhlak. Juz AAmma dan Terjemahannya. Tasir Al-QurAan Juz 1-10. Pelajaran Huruf Al-QurAan. Kesimpulan Al-QurAan dan lain-lain 63. Bidang Pendidikan: Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia (Penerbit Mutiara: Jakarta 1. Pendidikan di Negara-Negara Islam dan Intisari Pendidikan Barat (CV. Hidayah: Jakarta 1. Pengetahuan Umum dan Ilmu Mendidik: Metodhik Khusus Pendidikan Agama (PT. Hidakarya Agung: Jakarta 1. Pengembangan dan Pendidikan Islam di Indonesia: Pokok-Pokok Pendidikan dan Pengajaran (PT. Hidakarya Agung: Jakarta 1. At-Tarbiyah wa al- TaAlim (Pendidikan dan Pengajara. Bidang Akhlak: Keimanan dan Akhlak I . Keimanan Dan Akhlak II . Keimanan dan Akhlak i . Keimanan dan Akhlak IV . Beriman dan Budi Pekerti (Hidakarya Agung: Jakarta, 1. Lagu-Lagu Baru Pendidikan Agama/Akhlak Moral Pembangunan Jamal. Manti and others. Hamzah. Eficandra Masril. Mohd. Nasran Mohamad. Muhammad Adib Samsudin. Hasibuan. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 dalam Islam. Akhlak 1978. Bidang Bahasa Arab: Pelajaran Bahasa Arab I. Pelajaran Bahasa Arab II. Pelajaran Bahasa Arab i. Pelajaran Bahasa Arab IV. Durus al-Lughah al-Arabiyah Aala Thariqot al-Hadist (CV. Al-Hidayah Jakart. Metodhik Khusus Bahasa Arab. Kamus Arab-Indonesia. Contoh Tulisan Arab, alMuthalat wa al-Mahfudhat. Durus al-Lughah al-Arabiyah I. Durus al-Lughah alArabiyah II. Muhadhasat al-AArabiyah (PT. Hidayah Agung Jakarta, 1. , alMukhtarat li al-Muthalat wa al-Mahfudhat. Bidang Agama: Pemimpin Pelajar Agama I. Pemimpin Pelajar Agama II. Pemimpin Pelajar Agama i (Al-Hidayah Jakart. Bidang Fiqh: Marilah Sembahyang I (Hidakarya Agung. Jakarta 1. Marilah Sembahyang II (Hidakarya Agung. Jakarta 1. Puasa Dan Zakat (Hidakarya Agung. Jakarta 1. Haji ke Makkah (Hidakarya Agung. Jakarta 1. Hukum Warisa dalam Islam (Hidakarya Agung. Jakarta 1. Hukuk Perkawinan dalam Islam 4 Mdzhab (Hidakarya Agung. Jakarta 1. Pelajaran Sembahyang untuk Orang Dewasa. Soal Jawab Hukum Islam. Fiqh al-Wadlih I, alFiqh al-Wadlih II (Hidakarya Agung. Jakarta 1. , al-Fiqh al-Wadlih (Hidakarya Agung. Jakarta 1. MabadiA al-Fiqh Al-Tsanawiy. Tarikh al-Fiqh al-Islamiy (Sejarah Fiqih Isla. Al-Masail al-Fiqhiyah Aala Madzahib al-Arbah (MasalahMasalah Fiqih 4 Mdzha. Bidang Sejarah: Sejarah Islam di Minangkabau tahun 1971. Tarikh al-Islam (Hidakarya Agung, 1. Bidang Dakwah: Pedoman Dakwah Islamiyah (Hidakarya Agung Jakarta 1. Bidang Ushul Fiqh: Mudzakarat ushul Al-Fiqh. Bidang Tauhid: Durus at-Tauhid (Pelajaran Tauhi. Bidang Ilmu Jiwa: ilmu i-Nafsi (Ilmu Jiw. Buku DoAoa: Kumpulan DoAa (Hidakarya Agung. Jakarta 1. DoAa-DoAa Rasulullah (Hidakarya Agung. Jakarta 1. Buku tentang Pemikiran: Mari Kembali ke Al-QurAan (Hidakarya Agung. Jakarta 1. Al-Syuhur al-Arabiyah fil Bilad al-Islamiyah. Buku tentang Kisah: Beberapa Kisah Nabi dan Khalifahnya (Hidakarya Agung. Jakarta 1. Khulashah Tarikh Hayat Al-Ustadz Mahmoed Joenos (Ringkasan Biografi Mahmoed Joeno. 65 dan lain. Dari beberapa peran patriot dan beberapa jumlah karya di atas yang disusun sendiri oleh Mahmoed Joenos, hal tersebut merupakan kepedulian beliau terhadap pendidikan di Indonesia. Hingga saat ini, pendidikan Islam di Indonesia telah mengalami banyak perkembangan. Dan pada akhirnya, pendidikan Islam yang dirasakan masyarakat Islam saat ini merupakan buah dari ide pembaharuan yang khususnya dilakukan oleh Mahmoed Joenos pada masa lampau. Kesimpulan Penjelasan-penjelasan di atas merupakan bentuk patriot dari keprihatinan Mahmoed Joenos dalam pendidikan Islam di Indonesia pada saat itu. Peran-peran beliau dalam memperbaharui pendidikan Islam di Indonesia telah menjadi upaya perkembangan pendidikan hingga saat ini. Ide-ide pembaharuan dan sistem-sistem pendidikan Islam yang dicetusnya telah menjadi nilai yang sangat berharga terhadap pendidikan Islam di Indonesia. Maka dari itu, pemuda-pemuda Indonesia wajib menyontoh sikap patriot seorang Mahmoed Joenos yang berperan besar dalam pendidikan Islam di Indonesia. Fauza Masyhudi. APEMIKIRAN MAHMUD YUNUS TENTANG KONSEP PENDIDIKAN ISLAMAo. Jurnal Tarbiyah, 21. , 96Ae118. Zulmardi. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 agar generasi-generasi perubahan saat ini selalu dapat menuntun pendidikan Islam di Indonesia ke arah yang lebih baik. Daftar Pustaka