Calvaria Medical Journal : 201-208, Desember 2025 e-ISSN 3031-092X Original Research Article Pengaruh Usia terhadap Kekuatan Genggaman Tangan pada Lansia di Desa Kedanyang. Kecamatan Kebomas. Kabupaten Gresik Aryan Rafly Firdausy1. Emilia Devi Dwi Rianti2. Enny Willianti2 Fakultas Kedokteran. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya *Corresponding e-mail: aryanrafly10@gmail. Abstrak Latar belakang: Menurut United Nations International Children Fund (UNICEF). Indonesia merupakan negara dengan struktur penduduk usia lanjut yang meningkat, dan hasil survei menunjukkan bahwa jumlah lansia di Indonesia dari tahun 1990 hingga 2025 mengalami Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup lansia adalah kesehatan fisik, kesehatan psikologis, lingkungan, dan hubungan sosial. Kesehatan lansia memiliki status dengan menurunnya kondisi kesehatan yang dipengaruhi oleh usia. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh usia terhadap kekuatan genggaman tangan pada lansia di Desa Keldanyang. Kecamatan Kebomas. Kabupaten Gresik. Metode: Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu kekuatan genggaman tangan dan variabel dependen adalah keseimbangan. Variabel kontrol pada penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin. IMT (Indeks Massa Tubu. , dan tempat pengambilan data Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dan menggunakan desain penelitian dengan pendekatan Cross-Sectional. Hasil: Hasil uji korelasi juga menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kekuatan genggam tangan, dibuktikan dengan nilai r sebesar -0,272 dan signifikansi sebesar 0,049 A 0,05. Kesimpulan: Berarti ada hubungan yang signifikan antara usia responden dengan kekuatan genggam tangan lansia di Desa Kedanyang. Kecamatan Kebomas. Kabupaten Gresik. Kata Kunci: Balai Desa Kedanyang. Kekuatan Genggaman Tangan. Lansia. Usia. The Effect of Age on Hand Grip Strength in The Elderly in Kedanyang Village. Kebomas District. Gresik Regency Abstract Background: According to UNICEF (United Nations International Children Fun. Indonesia is a country with an increasing elderly population structure, and survey results show that the number of elderly people in Indonesia from 1990 to 2025 has increased. Factors that affect the quality of life of the elderly are physical health, psychological health, environment, and social relationships. The health of the elderly has a status with declining health conditions that are affected by age. Objectives: To find out the influence age on hand grip strength in the elderly in Keldanyang Village. Kebomas District. Gresik Regency. Methods: The sampling technique uses the total sampling technique. The independent variable in this study is the strength of the hand grip and the dependent variable is balance. The control variables in this study included age, gender. BMI (Body Mass Inde. , and the place where the research data was taken. This study is a type of observational analytical research and uses a research design with a Cross-Sectional approach. Results The results of the correlation test also showed that there was a significant relationship between age and hand grip strength, as evidenced by an r-value of -0. 272 and a significance of Pengaruh Usia terhadap Kekuatan Genggaman Tangan pada Lansia di Desa Kedanyang. Kecamatan. Aryan Rafly Firdausy. Emilia Devi Dwi Rianti. Enny Willianti 049 A 0. Conclusions: This means that there is a significant relationship between the age of the respondents and the strength of the hands of the elderly in Kedanyang Village. Kebomas District. Gresik Regency. Keywords: Age. Elderly. Hand Grip Strength. Kedanyang Village Hall. A R T I C L E H I S T O R Y: Received 13-01-2025 Revised 21-12-2025 Accepted 21-12-2025 PENDAHULUAN Usia diatas 60 tahun dapat dikategorikan sebagai lanjut usia . Kondisi tersebut di Indonesia memiliki hak sama dalam kehidupan bermasyarakat, jumlah lansia meningkat sebesar 41,1 %. Berdasarkan United Nation International ChildrenAos Fund (UNICEF) bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk berstruktur lanjut usia/aging structure, dan hasil survei menunjukkan bahwa Indonesia memiliki jumlah usia lanjut dalam kurun waktu 1990 Ae 2025 mengalami percepatan. Peningkatan jumlah lansia tersebut terkait dengan peningkatan harapan hidup sebagai akibat dari perkembangan alami (Akbar, 2021. Ama, 2023. Supriadi, 2. Populasi atau kelompok yang memiliki risiko . opulation at ris. adalah lansia, karena mereka memiliki masalah dalam kesehatan (SaAoadah, 2. Faktor yang mempengaruhi kesehatan dari kualitas hidup lansia adalah kesehatan fisik, kesehatan psikologis (Astutik,2. , lingkungan dan hubungan sosial. Kesehatan lansia memiliki status dengan menurunnya kondisi Kesehatan maka dipengaruhi oleh bertambahnya usia (Nindiana, 2. Bertambahnya usia maka diiringi dengan timbulnya penyakit, menurunnya fungsi tubuh, keseimbangan tubuh dan akan mengalami risiko jatuh (Kiik, 2. Kondisi yang terjadi pada lansia akan mengalami masalah Kesehatan dapat dilihat dari segi morfologi, fungsi sistem tubuh serta musculoskeletal (Caniagol, 2019. Natalina, 2. Usia 30-80 tahun seseorang akan kehilangan 30-40 % massa dan kekuatan otot rangka. Kelemahan dari otot disebabkan dari hilangnya massa otot kerangka, performa ekstremitas bawah yang buruk, disfungsi tubuh, gangguan keseimbangan, peningkatan risiko jatuh, disabilitas, serta penurunan kualitas hidup sehat (Nathania, 2023. Priambudi, 2. Sehingga menurut Kurnianto . menjelaskan bahwa untuk menjaga Kesehatan dan kebugaran lansia adalah dengan berolahraga (Suharni, 2025. Kurniantol, 2. Saat ini banyak penelitian mengupas tentang kekuatan genggaman tangan, karena kekuatan otot menjadi biomarker kesehatan (Sumandar, 2021. Sousa-Santos,2017. Insaiyah. Kekuatan genggaman tangan dapat menggambarkan kepadatan mineral tulang (Solusa, 2. , fungsi ekstremitas atas, risiko jatuh, kondisi antropometri, depresi, gangguan kognitif, kualitas tidur, diabetes mellitus, multimorbiditas, serta kondisi pasien rawat inap dan kualitas hidup . uality of lif. (Fahrurozi, 2025. Sukania, 2. Kekuatan genggaman yang rendah dapat menjadi penanda awal penurunan massa otot dan fungsi tubuh (Santika, 2015. Vasava, 2. , lama perawatan di rumah sakit, keterbatasan fungsional fisik, dan risiko mortalitas (Nathania. Putri, 2017. Purwitasari, 2. Pengukuran kekuatan otot genggaman tangan dapat direkomendasikan menjadi prediktor status Kesehatan lansia (Nathania, 2023: Wahyuningsih. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah mengetahui pengaruh usia terhadap kekuatan genggaman tangan pada lansia di Desa Kedanyang. Kecamatan Kebomas. Kabupaten Gresik. Kekuatan genggaman tangan yang menjadi tolak ukur seseorang memiliki kekuatan otot tangan, maka tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh usia terhadap kekuatan genggaman tangan pada lansia (Heidy, 2019 . Juntara, 2. Penelitian dengan mengukur kekuatan genggaman tangan menggunakan alat electronic hand dynamometer, dan peneliti yang dilakukan di Desa Kedanyang. Kecamatan Kebomas. Kabupaten Gresik. Desa Kedanyang dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki jumlah lansia yang cukup signifikan dan belum banyak penelitian yang dilakukan terkait kekuatan genggaman tangan pada lansia di daerah tersebut. Calvaria Medical Journal : 201-208, Desember 2025 e-ISSN 3031-092X BAHAN DAN METODE Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode observasional analitik dan pendekatan studi cross-sectional. Alat yang digunakan untuk mendapatkan kekuatan genggaman tangan menggunakan electronic hand dynamometer . Alat ini dapat mendeteksi kekuatan genggaman tangan, dengan menarik dan menggenggam sekuat-kuatnya pada alat maka alat akan mendeteksi kekuatan genggaman tangan secara digital. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dengan responden lansia di Desa Kedanyang. Kecamatan Kebomas. Kabupaten Gresik. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu kekuatan genggaman tangan dan variabel dependen adalah keseimbangan. Variabel kontrol pada penelitian ini meliputi umur, jenis kelamin. IMT (Indeks Massa Tubu. , dan tempat pengambilan data penelitian (Santika, 2. Metode Analisis Data menggunakan Analisis Univariat untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti, dan Analisis Bivariat yaitu data diolah dengan statistik menggunakan program SPSS 20. HASIL Hasil berisi data-data mengenai hasil penelitian, tinjauan pustaka dan laporan kasus. Data-data dapat disajikan dalam bentuk gambar atau tabel yang disertai keterangan singkat serta deskripsi terkait data-data tersebut. Tabel 1. Hasil Data Penelitian Lansia Di Desa Kedanyang. Kecamatan Kebomas. Kabupaten Gresik No. Responden Kelamin Usia Kekuatan Genggaman Tangan 57 Tahun 14,8 kg 61 Tahun 19,3 kg 63 Tahun 34,2 kg 58 Tahun 39,9 kg 79 Tahun 32,4 kg 66 Tahun 24,3 kg 60 Tahun 31,3 kg 62 Tahun 46,2 kg 60 Tahun 39,8 kg 63 Tahun 35,2 kg 54 Tahun 24,9 kg 55 Tahun 65 Tahun 57 Tahun 53 Tahun 59 Tahun 56 Tahun 65 Tahun 62 Tahun 62 Tahun 60 Tahun 70 Tahun 59 Tahun 58 Tahun 52 Tahun 63 Tahun 64 Tahun 54 Tahun 68 Tahun 64 Tahun 72 Tahun 71 Tahun 62 Tahun 18,5 kg 13,9 kg 20,8 kg 26,3 kg 21,5 kg 42,7 kg 34,1kg 27,5 kg 41,5 kg 35,6 kg 26,2 kg 38,8 kg 41,6 kg 38,2 kg 15,4 kg 29,2 kg 37,4 kg 18,8 kg 15,3 kg 20,8 kg 16,6 kg 37,2 kg Pengaruh Usia terhadap Kekuatan Genggaman Tangan pada Lansia di Desa Kedanyang. Kecamatan. Aryan Rafly Firdausy. Emilia Devi Dwi Rianti. Enny Willianti 65 Tahun 55 Tahun 74 Tahun 52 Tahun 56 Tahun 56 Tahun 66 Tahun 71 Tahun 46 Tahun 63 Tahun 57 Tahun 56 Tahun 49 Tahun 54 Tahun 63 Tahun 67 Tahun 61 Tahun 60 Tahun 61 Tahun 47 Tahun 24,3 kg 37,3 kg 9,0kg 28,6 kg 33,0 kg 19,9 kg 15,6 kg 31,3 kg 48,5 kg 21,3 kg 28,5 kg 23,7 kg 17,4 kg 34,0 kg 21,1 kg 8,2 kg 39,4 kg 21,6 kg 10,2 kg 18,4 kg Tabel 2. Hasil data distribusi jenis kelamin responden di Desa Kedanyang Jenis Kelamin Jumlah Perempuan Laki-Laki Total Tabel 3. Data distribusi berdasarkan usia pada responden Usia (Tahu. Jumlah Total Tabel 4. Distribusi data jumlah penduduk berdasarkan Gresik dalam angka Desa 0-4 Tahun 5-9 Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Kedanyang >=60 Tahun Jumlah Sumber: https://w. id/documents/1672622464Kecamatan Kebomas Dalam Angka 2022. Tabel 5. Jenis_Kelamin Frequency Valid Percent Valid Percent Cumulative Percent Laki-laki Perempuan Total Calvaria Medical Journal : 201-208, Desember 2025 e-ISSN 3031-092X Tabel 6. Descriptive Statistics Usia Kekuatan Valid N . Minimum Maximum Tabel 7. Hasil Deskripsi Responden Menurut Usia Jenis_Kelamin Laki-laki Mean Mean Usia Std. Deviation Kekuatan Perempuan Std. Deviation Mean Total Std. Deviation Mean Std. Deviation Tabel 8. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Usia Kekuatan Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Normal Parameters Most Extreme Differences Tabel 9. Hasil data Correlation Jenis_Kelamin Pearson Correlation Usia Sig. -taile. Pearson Correlation Kekuatan Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Jenis_Kelamin Usia Kekuatan PEMBAHASAN Tabel 4. yang diperoleh berdasarkan distribusi data jumlah penduduk berdasarkan Gresik dalam angka menunjukkan bahwa usia 15-24 tahun = 1587 jiwa, usia 25-39 tahun = 2313 tahun, dan 40-59 tahun = 2864 jiwa. Desa kedanyang menunjukkan bahwa terdapat 2864 jiwa berusia lansia awal dan lansia akhir. Menurut Departemen Kesehatan RI . menunjukkan bahwa manusia memiliki usia berdasarkan pada kelompok yaitu: masa balita = 0 Ae 5 tahun, masa kanak-kanak = 6 Ae 11 tahun, masa remaja Awal = 12 Ae 16 tahun, masa remaja akhir = 17 Ae 25 tahun, masa Pengaruh Usia terhadap Kekuatan Genggaman Tangan pada Lansia di Desa Kedanyang. Kecamatan. Aryan Rafly Firdausy. Emilia Devi Dwi Rianti. Enny Willianti dewasa awal = 26 Ae 35 tahun, masa dewasa akhir = 36 Ae 45 tahun, masa lansia awal = 46 Ae 55 tahun, masa Lansia Akhir = 56 Ae 65 tahun, dan masa Manula = 65 Ae atas. Maka Desa Kedanyang terdapat golongan atau kelompok usia lansia awal hingga usia lansia akhir. Penelitian yang dilakukan dengan jumlah total sampling dari kegiatan lansia, maka diperoleh bahwa berdasarkan tabel 3. Data distribusi berdasarkan usia pada responden menunjukkan bahwa usia 51-55 tahun = 15% . , 56-60 tahun = 30 % . , 61-65 tahun = 30 % . Jelas bahwa kegiatan lansia yang dilakukan di Desa Kedanyang selalu diikuti oleh warganya. Warga Desa Kedanyang dengan lansia yang memiliki aktivitas bermacam-macam maka dengan adanya kegiatan lansia tersebut membuat lansia dapat bertemu dengan warga yang lain. Penelitian ini yang ingin mengetahui adanya pengaruh usia dengan kekuatan genggaman tangan, maka dapat menjelaskan bahwa tangan adalah alat gerak yang dimiliki oleh manusia untuk melaksanakan segala aktivitas. Maka perlunya kekuatana genggaman tangan sebagai salah satu fungsi untuk menggerakkan, mengendalikan dan mengarahkan tangan. Menurut Sukania . bahwa tangan sebagai alat penggerak yang utama, sehinga tangan harus dapat Penelitian ini berdasarkan hasil yang diperoleh oleh peneliti menggunakan data Berdasarkan tabel 6. untuk usia terendah . 46 tahun, usia tertua . 79 tahun dengan usia rata-rata . sebesar 60,62 tahun dengan nilai standart deviasi (SD) sebesar 6,651 tahun. Rata-rata kekuatan genggam tangan sebesar 27,387 kg, dengan nilai standar deviasi sebesar 10,194 kg. Nilai kekuatan genggam tangan terendah adalah sebesar 8,2 kg dan tertinggi sebesar 48,5 kg. Tabel 7. hasil deskripsi responden menurut usia dan kekuatan genggam tangan rata-rata pada laki-laki berusia 60,60 tahun, rata-rata perempuan berusia 60,65 tahun. Kekuatan genggam tangan rata-rata laki-laki sebesar 33,863 kg dan perempuan rata-rata sebesar 18,939 kg. Berdasarkan usia rata-rata sebesar 57,21 tahun, pada usia ini kekuatan genggam tangan responden laki-laki masuk pada kategori normal dan untuk perempuan juga masuk kategori Maka dilanjutkan dengan menggunakan uji normalitas, jika data digunakan berdistribusi normal maka pengujian statistik menggunakan uji parametrik Pearson correlation. Jika data tidak berdisrtibusi normal maka pengujian menggunakan uji nonparametrik dengan uji korelasi Spearman. Hasil uji korelasi ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kekuatan genggam tangan, terbukti dengan nilai r sebesar -0,733 dan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Maka ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kekuatan genggam tangan lansia di Desa Kedanyang. Penelitian yang dilakukan Putrawan . menjelaskan bahwa lansia memiliki kekuatan genggaman tangan dan berdasarkan hasil yang diperoleh berdasarkan Analisa bivariat bahwa kekuatan genggaman tangan berhubungan dengan jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang, dan kadar hemoglobin. KESIMPULAN Rata-rata kekuatan genggaman tangan seluruh responden adalah 27,387 kg, dengan standar deviasi 10,194 kg. Meskipun ada variasi, nilai terendah kekuatan genggaman tangan adalah 8,2 kg, sementara nilai tertinggi mencapai 48,5 kg. Kekuatan genggaman tangan laki-laki adalah 33,863 kg, sementara perempuan memiliki rata-rata 18,939 kg. Meskipun demikian, pada usia rata-rata 57,21 tahun, baik laki-laki maupun perempuan masuk dalam kategori normal untuk kekuatan genggaman tangan. Dan kekuatan genggaman tangan lansia, dengan koefisien korelasi sebesar -0,733 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan genggaman tangan lansia dipengaruhi oleh jenis kelamin. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada dosen pembimbing utama dan Tak lupa rasa terimakasih saya terhadap dosen penguji yang telah memberikan saran dan masukan, serta meluangkan waktunya. Calvaria Medical Journal : 201-208, Desember 2025 e-ISSN 3031-092X DAFTAR PUSTAKA