ZAHRA: JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH Vol. 3 No. 3 Juli 2023, page 267-272 e-ISSN: 2808-5396 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH PESISIR Susilawati Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia Dea Azzahra* Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia deaazzahraa25@gmail. ABSTRACT Health service utilization is an important determinant of health, which should be of particular concern as a public health and development problem in low-income The World Health Organization (WHO) also recommends the use of medical services as a basic and primary health concept for the most vulnerable and disadvantaged. The purpose of this study was to identify factors related to utilization of coastal health services. Data collection was taken from Google Scholar using the keywords: factors, related, utilization and service. Research journals were taken in 2016-2020, then reviewed again according to the inclusion and exclusion criteria applied by the authors. The results of the literature show that there are variables of knowledge, tradition, attitudes, accessibility, health personnel, income and education with the use of health services for people in coastal areas. Keywords: factors, related, utilization, service. ABSTRAK Pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah suatu penentu penting dari kesehatan, yang seharusnya menjadi perhatian khusus sebagai kesehatan masyarakat dan masalah pembangunan di negara yang berpenghasilan rendah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan penggunaan layanan medis sebagai konsep kesehatan dasar dan utama bagi mereka yang paling rentan dan kurang beruntung. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan dipesisir. Pengumpulan data diambil dari google scholar dengan menggunakan kata kunci: faktor, berhubungan, pemanfaatan dan pelayanan. Jurnal penelitian diambil tahun 2016-2020, kemudian di telaah lagi sesuai kriteria inklusi dan ekslusi yang diterapkan oleh penulis. Hasil literature menunjukkan terdapat variabel pengetahuan, tradisi, sikap. Aksesibilitas, tenaga kesehatan, pendapatan dan pendidikan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pesisir. Kata Kunci : faktor, berhubungan, pemanfaatan, pelayanan PENDAHULUAN Pemanfaatan pelayanan kesehatan merupakan penentu penting dari kesehatan, menjadi perhatian khusus bagi Kesehatan masyarakat dan masalah pembangunan di negara yang penghasilannya rendah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan pemanfaatan layanan medis sebagai konsep dasar dari kesehatan dan utama untuk mereka rentan. Kesehatan juga harus dapat diakses secara universal, tanpa hambatan keterjangkauan, aksesibilitas fisik, atau penerimaan Oleh karena itu, di beberapa negara terutama negara berkembang, tujuan pentingnya ialah meningkatkan pemanfaatan layanan Kesehatan (Napirah et al. Pembangunan kesehatan Puskesmas harus didukung oleh tenaga Kesehatan profesional yang bertanggung jawab atas masalah kesehatan di tempat kerja. Tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, bidan dan tenaga medis berkontribusi hingga 80% terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan Masyarakat merupakan seseorang yang mencakup masyarakat hukum adat, dunia usaha, dan/atau pihak nonpemerintah lainnya dalam pelaksanaan penataan ruang. Wilayah pusat Kota adalah wilayah strategis yang dapat berupa wilayah strategis nasional, negara, atau kabupaten (Karman et al. , 2. Minat masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Misalnya, pada penelitian (Alamsyah, 2. , ditemukan bahwa masyarakatnya masih kurang dalam memanfaatkan pelayanan Puskesmas disebabkan oleh kurangnya ketersediaan tenaga kesehatan, obatnya yang belum lengkap, serta sikap dan perilaku petugas kesehatan terhadap pasien. Menurut (Bhandari & Wagner, 2. , ada tiga kategori utama penggunaan layanan kesehatan. Yaitu, (Fatimah, 2. enis kelamin, usia, riwayat pernikahan,pendidikan,pekerjaan, suku, keyakinan kesehata. Menurut (Gunawan, 2. Karakteristik kemampuan . endapatan, asuransi, kemampuan untuk membeli layanan medis, pengetahuan tentang kebutuhan layanan medis, ketersediaan fasilitas medis, waktu tunggu layanan, aksesibilitas dan ketersediaan petugas kesehata. Karakteristik diperlukan . valuasi individu dan klinis penyaki. Mengingat pentingnya pemanfaatan pelayanan kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,perlu diketahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan layanan medis di Masyarakat, khususnya di pesisir. Faktor tersebut bisa berasal dari dalam maupun dari luar fasilitas kesehatan. Mengetahui faktor-faktor tersebut dapat membantu meningkatkan kemauan masyarakat di wilayah pesisir untuk mengakses layanan medis yang tersedia. METODE PENELITIAN Peneltian ini adalah Literature Review dengan menggunakan metode tradisional atau narrative review untuk mengumpulkan, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan analisa Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Pesisir. Sumber pustaka yang digunakan dalam penyusunan literature review ini melalui Website Jurnal Nasional seperti Google Scholar dengan kata kunci : AuFaktorAy AuBerhubunganAy. AuPemanfaatAy dan AuPelayanan kesehatanAy. Jurnal yang digunakan disaring sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan oleh Kriteria pemilihan pencarian bibliografi ini adalah artikel jurnal yang berkaitan dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan layanan kesehatan dengan bahasa Indonesia yaitu tahun terbit artikel jurnal pada tahun 2016 Kriteria eksklusi untuk pencarian literatur teks lengkap ini adalah 6 artikel. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa pemanfaatan pelayanan Kesehatan di Indonesia berhubungan dengan pengetahuan. persepsi sakit. fasilitas dan tenaga kesehatan. dukungan keluarga, petugas, dan kader. faktor sosial demografi lainnya seperti tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan. Aksesibilitas Layanan Pelayanan kesehatan dengan aksesibilitas yang baik harus dapat dicapai oleh masyarakat, serta tidak terhalang oleh keadaan geografis, sosial, ekonomi, organisasi, dan bahasa (Masita et al. , 2. Menurut Green . , keinginan seseorang untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan ditentukan oleh faktor pendukung, salah satunya adalah jarak atau aksesibilitas layanan kesehatan. Sulitnya akses menuju fasilitas yang memberikan pelayanan kesehatan dapat membuat seseorang tidak mau memanfaatkan pelayanan kesehatan tersebut. Semakin dekat jarak tempuh dan semakin singkat waktu tempuh ke fasilitas pelayan kesehatan, semakin besar pula kemungkinan memanfaatkan fasilitas kesehatan tersebut (Paramita dan Pranata. Kesulitan akses layanan kesehatan dapat teratasi dengan tersedianya sarana dan prasarana penunjang transportasi dari wilayah penduduk yang berada jauh dari lokasi pelayanan Puskesmas (Rumengan et al. ,2. Fasilitas Dan Tenaga Kesehatan Ketersediaan sarana fasilitas kesehatan yang lengkap mempunyai peluang 2,567 kali lebih besar menjadikan responden lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan dibandingkan dengan ketersediaan sarana fasilitas yang tidak lengkap (Sari dan Safitri, 2. Tindakan atau cara tenaga atau petugas Kesehatan dalam melakukan pelayanan merupakan hal yang sangat mempengaruhi pasien (Rumengan et al. , 2. Perlakuan yang baik dan penuh perhatian dapat menumbuhkan motivasi pasien untuk memanfaatkan layanan yang diberikan (Fatimah & Indrawati, 2. Selain itu, kemampuan dan keterampilan tenaga kesehatan juga dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat dalam berobat. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, yang menyatakan bahwa tenaga kesehatan memiliki peranan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat agar masyarakat mampu untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat sehingga terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Persepsi Sakit Persepsi merupakan proses kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami informasi (Mujiati dan Pradono, 2. Persepsi sakit adalah pendapat responden terhadap keluhan yang dirasakan, lama hari sakit, dan Tindakan yang dilakukan jika sakit. Persepsi masyarakat terhadap sehat-sakit erat hubungannya dengan perilaku pencarian pengobatan (Notoatmodjo, 2. Masyarakat dengan persepsi sakit yang baik dapat merasakan risiko pribadi atau kerentanan yang merupakan salah satu persepsi yang lebih kuat dalam mendorong orang untuk mengadopsi perilaku sehat (Napirah et al. , 2. Semakin besar risiko yang mereka rasakan, maka semakin besar kemungkinan mereka untuk mengurangi risiko dengan memanfaatkan pelayanan kesehatan. Kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan dapat dikatakan sebagai perceived need (Aina Cici Ramadhani, 2. Jika seseorang merasa dirinya sakit, maka mereka akan merasa butuh untuk pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, terdapat perbedaan persepsi pada konsep penyakit dan rasa sakit, dimana orang yang sebenarnya memiliki penyakit bisa saja tidak merasa sakit (Napirah et al. ,2. Penelitian Fatimah dan Indrawati . menemukan bahwa Ketika masyarakat tidak dapat lagi menjalankan aktivitas, barulah mereka merasa butuh untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan. Penelitian Hussyeen . menemukan adalah mereka yang sudah merasakan sakitnya sudah parah, sedangkan siswa yang merasa sakitnya tidak parah hanya akan melakukan pengobatan sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menganggap dirinya sakit hanya saat mereka benar-benar tidak bisa menjalankan aktivitas lagi. Dengan demikian, persepsi sakit mempengaruhi dipakai atau tidaknya fasilitas Kesehatan yang telah disediakan (Alamsyah, 2. Sikap Sikap merupakan pendapat responden berdasarkan keyakinan untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan. Individu yang memiliki sikap kurang baik tentang pemanfaatan pelayanan disebabkan oleh pengetahuan yang masih kurang, sehingga mereka tidak yakin dan tidak memiliki minat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan (Fatimah dan Indrawati, 2. Pada penelitian Junaidi dan Asma . , masyarakat yang memiliki sikap positif akan cenderung berperilaku untuk memanfaatkan layanan kesehatan karena didasari dari pengetahuan mereka manfaat dari pelayanan kesehatan. Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan dapat mempengaruhi keputusan seseorang untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan. Menurut Green dalam Notoatmodjo . , pendidikan formal akan sangat mempengaruhi pengetahuan seseorang sehingga apabila seseorang memiliki pendidikan formal yang tinggi, maka besar kemungkinan bahwa ia akan memiliki pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang dengan pendidikan formal yang rendah. Karena tingkat pendidikan sangat erat kaitannya dengan kesadaran dan pengetahuan seseorang, tingkat pendidikan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemanfaatan pelayanan Kesehatan (Rumengan et al. , 2. Hasil penelitian Napirah et al. menunjukkan bahwa sebanyak 82,6% responden dengan tingkat pendidikan tinggi memanfaatkan pelayanan kesehatan, dibandingkan dengan 26,1% responden dengan pendidikan rendah yang memanfaatkan pelayanan Kesehatan. Meskipun demikian, tinggi rendahnya pendidikan masyarakat belum tentu menjamin pemanfaatan pelayanan kesehatan, melainkan informasilah yang mempengaruhi seseorang untuk mengambil keputusan dalam memanfaatkan pelayanan Kesehatan (Fatimah dan Indrawati, 2. Masyarakat yang memiliki kesadaran akan kesehatannya akan memahami manfaat pelayanan kesehatan dan memanfaatkannya (Reyna, 2. Pengetahuan Penelitian Sari dan Safitri . menunjukkan bahwa responden berpengetahuan tinggi mempunyai peluang 2,553 kali lebih aktif memanfaatkan pelayanan kesehatan dibandingkan dengan responden berpengetahuan kurang baik. Pengetahuan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti pengalaman, tingkat pendidikan, ataupun sarana informasi. Ketidaktahuan responden tentang fasilitas kesehatan menyebabkan responden tidak ingin memanfaatkan pelayanan kesehatan (Fatimah dan Indrawati, 2. Tingkat Pendapatan Notoatmodjo . menyatakan bahwa pendapatan masyarakat merupakan karakteristik untuk mengukur kesanggupan dari individu atau keluarga untuk memperoleh pelayanan kesehatan mereka. Masyarakat dengan ekonomi rendah mengalami kesulitan dalam hal membutuhkan pelayanan kesehatan, karena biaya yang harus dikeluarkan tidak hanya untuk pengobatan, tapi juga biaya transportasi (Young and Young-Garro, 1982 dalam Rebhan, 2. Meskipun pengobatan telah dibiayai oleh pemerintah, pengeluaran biaya transportasi menuju fasilitas kesehatan merupakan pertimbangan penting bagi masyarakat, sehingga, biaya transportasi yang tinggi berpeluan menghambat masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada (Fatimah dan Indrawati, 2. Pada penelitian Napirah et al. ditemukan bahwa masyarakat yang memiliki pendapatan keluarga yang rendah lebih banyak tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan dibandingkan dengan masyarakat yang memiliki pendapatan keluarga yang lebih tinggi (Alim et al. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kajian dari literatur review ini lebih detail menbahas mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan daripada penelitipeneliti terdahulu. Dari kajian diatas dapat disimpulkan pemanfaatan pelayanan kesehatan di pesisir masih belum optimal. Karena pengetahuan yang kurang baik, akses pelayanan tidak terjangkau, dan masyarakat dipesisir masih mempercayai hal mistis seperti penyakit yang berasal dari roh halus. Untuk meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan di wilayah pesisir, disarankan untuk : Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui promosi kesehatan agar lebih aktif lagi memanfaatkan pelayanan kesehatan Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan dengan memberikan pelatihan khusus dan terus menerus terhadap tenaga kesehatan Meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan menyediakan angkutan dan jalan untuk memudahkan akses bagi masyarakat DAFTAR PUSAKA Aina Cici Ramadhani. ANALISA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI PESISIR. Braz Dent J. , 33. , 1Ae12. Alamsyah. MEMAHAMI PERKEMBANGAN DESA DI INDONESIA. 647Ae660. Alim. Goo. , & Adam. Pemanfaatan Pelayanan Puskesmas : Studi Deskriptif pada Masyarakat di Puskesmas Moanemani Kabupaten Dogiyai. Jurnal Kesehatan, 7. , 119Ae127. https://doi. org/10. 25047/j-kes. Fatimah. , & Indrawati. Faktor Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 1. , 84Ae Karman. Sakka. , & Saputra, syawal k. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pesisir di Desa Bungin Permai Kecamatan Tinanggea kabupaten Konawe Selatan Tahun 2016. Faculty Public Health. University Halu Oleo, 1. , 1Ae9. http://ojs. id/index. php/JIMKESMAS/article/view/1224 Napirah. Rahman. , & Tony. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso. Jurnal Pengembangan Kota, 4. , 29. https://doi. org/10. 14710/jpk. Reyna. Analisis Faktor yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Indonesia : Kajian Literatur Analysis of Factors Associated with the Utilization of Health Services in Indonesia : A Literature Review. December, 0Ae11.