Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 52-64 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) pada Anak dan Vaksin BCG Alvin Rodolf Diaz1 1 RSU Bhakti Rahayu Ambon DATA OF ARTICLE: Received: 28 Juli 2024 Reviewed: 1 Agustus 2024 Revised: 18 Agustus 2024 Accepted: 28 Agustus 2024 *CORRESPONDENCE: alvinrodolfo1990@yahoo. Abstrak: Tuberkulosis (TB) saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia. Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis dan merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian di seluruh dunia. Bagian metode harus dapat menjelaskan metode penelitian yang digunakan, termasuk bagaimana prosedur pelaksanaannya. Alat, bahan, media atau isntrumen penelitian harus dijelaskan dengan baik. Diagnosis ILTB belum ada baku emas. Pemeriksaan Tuberculin Skin Test (TST) dan Immunoglobulin Release Assay (IGRA) merupakan pemeriksaan ILTB yang direkomendasikan WHO. Tujuan pemberian TPT adalah untuk mencegah terjadinya sakit TB sehingga dapat menurunkan beban TB. Salah satu upaya dalam pencegahan terjadinya penyakit tuberkulosis pada anak adalah dengan diberikan vaksin Bacille Calmette Guerin (BCG). Vaksin BCG sangat efektif dalam mencegah terjadinya tuberculosis pada anak, dimana anak yang tidak memdapatkan vaksin BCG beresiko 6,87 kali lebih tinggi untuk terkena tuberkulosis dibandingkan dengan anak yang mendapatkan vaksin BCG. Efektifitas vaksin BCG dalam mencegah kejadian tuberculosis adalah adalah sebesar 85%. Kata kunci: Infeksi Laten. Tuberkulosis Pada Anak. Vaksin BCG. PENDAHULUAN Latar Belakang Tuberkulosis (TB) saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia. Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis dan merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian di seluruh dunia. Indonesia berada pada peringkat ke-2 dengan penderita TB tertinggi di Dunia setelah India. Secara global, diperkirakan 10 juta orang menderita TB pada tahun 2019 1. Tuberkulosis (TB) pada anak merupakan komponen penting dalam pengendalian TB karena jumlah anak berusia kurang dari 15 tahun adalah 40-50% populasi dan terdapat 1 juta kasus TB baru pada anak di dunia pada tahun 2016. Indonesia terdapat 60 ribu kasus TB baru pada anak di tahun 2017. Diperkirakan 25% menderita infeksi laten tuberkulosis (ILTB), 10% akan berkembang menjadi TB (Organization, 2. Menurut sebuah penelitian, diketahui bahwa dari 269 anak dengan kontak TB aktif, 21 orang . %) terdiagnosa menderita TB aktif, sedangkan 102 . %) menunjukkan tanda tanda infeksi tanpa sakit (ILTB) 2. Komunitas kesehatan global telah menetapkan pemberantasan tuberkulosis sebagai masalah kesehatan masyarakat pada tahun 2050. Strategi baru untuk memberantas TB adalah mengurangi reservoir seseorang yang terinfeksi TB laten 1 Infeksi laten tuberkulosis (ILTB) merupakan seseorang yang terinfeksi kuman Myobacterium tuberculosis tetapi tidak menimbulkan tanda dan gejala klinik serta gambaran foto thorax normal dengan hasil uji imunologik seperti uji Tuberculin Skin Test (TST) atau Interferon Gamma Release Assay (IGRA) positif. Istilah TB laten untuk menggambarkan anak-anak yang tidak menampakkan gejala TB tetapi memiliki respon positif terhadap uji Kejadian TB laten tidak sama pada semua kelompok umur. Kemungkinan terjadinya TB laten lebih tinggi pada kelompok umur yang lebih muda, karena kemampuan yang rendah melawan infeksi akibat sistem imun yang belum berkembang sempurna . Salah satu upaya dalam pencegahan terjadinya penyakit tuberkulosis pada anak adalah dengan diberikan vaksin Bacille Calmette Guerin (BCG)4. Vaksin BCG mengandung bentuk lemah bakteri . yang menyebabkan TB. Karena bakteri ini dilemahkan, bakteri ini tidak menyebabkan TB dalam diri orang yang sehat, sebaliknya berguna untuk membentuk perlindungan . terhadap TB. Vaksin BCG bekerja paling efektif pada bayi dan anak-anak kecil. Selain itu, sangat efektif dalam mencegah bentuk TB yang parah, termasuk meningitis TB dengan perlindungan yang 70% lebih kuat 5 METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan menggunakan desain cross Pengambilan sampel dan pemeriksaan dilakukan di rumah pasien TB BTA positif yang melakukan Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 52-64 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index pemeriksaan di Laboratorium Mikrobiologi RSUD. Prof. Dr. Yohannes Kupang. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga pasien TB BTA positif. Sampel adalah anggota keluarga yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis hasil menggunakan program SPSS dengan uji korelasi koefisien CramerAos. HASIL Infeksi Laten Tuberculosis (ILTB) Definisi ILTB Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) adalah suatu keadan dimana sistem kekebalan tubuh orang yang terinfeksi tidak mampu mengeliminasi bakteri Mycobacterium tuberculosis dari tubuh secara sempurna tetapi mampu mengendalikan bakteri TBC sehingga tidak timbul gejala sakit TBC. Orang dengan ILTB apabila dilakukan Tuberculin Skin Test (TST) atau pemeriksaan Interferon Gamma-Release Assay (IGRA) hasilnya akan positif, tetapi hasil pemeriksaan rontgen thorax normal serta hasil pemeriksaan dahak dan Xpert MTB/RifA negatif1 Epidemiologi ILTB Pada saat ini belum ada bukti tentang angka kejadian tuberkulosis laten di tingkat nasional. Estimasi beban kasus tuberkulosis laten diperkirakan sekitar 2. 994 orang yang kontak dengan kasus tuberkulosis Beberapa hasil studi menunjukkan, sekitar 5-10% orang dengan ILTB akan berkembang menjadi TBC aktif, biasanya terjadi dalam 5 tahun sejak pertama kali terinfeksi6. ILTB yang berkembang menjadi penyakit TBC diantara 1. 7 milyar penduduk yang terinfeksi TBC akan bertambah setiap tahun, review sistematis yang dilakukan terhadap 11 penelitian di Asia Tenggara menunjukkan 24,4% sampai 69,2% anak umur di bawah 15 tahun berkontak dengan orang TBC aktif dan 3,3% sampai 5,5% di antaranya akan berkembang menjadi TBC aktif6. Menurut sebuah penelitian, diketahui bahwa dari 269 anak dengan kontak TB aktif, 21 orang . %) terdiagnosa menderita TB aktif, sedangkan 102 . %) menunjukkan tanda tanda infeksi tanpa sakit (ILTB) 2 Kejadian TB laten tidak sama pada semua kelompok umur. Kemungkinan terjadinya TB laten lebih tinggi pada kelompok umur yang lebih muda, karena kemampuan yang rendah melawan infeksi akibat sistem imun yang belum berkembangsempurna . Anak usia muda berada pada risiko tinggi mengalami TB laten. Penelitian menunjukkan risiko mengalami TB laten pada anak kurang dari lima tahun sebesar 10% sampai 20%. Tuberkulosis laten akan berkembang menjadi sakit TB pada 50% bayi dalam 3 sampai 9 bulan setelah infeksi, 25% anak pada usia 1 sampai 5 tahun,dan 15% remaja dalam 1 sampai 2 tahun setelah Faktor Risiko ILTB Berikut ini adalah kelompok risiko infesi laten tuberculosis (ILTB) (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Kontak serumah dengan pasien TBC paru yang terkonfirmasi bakteriologis . Anak usia di bawah 5 tahun . Anak usia 5-14 tahun . Remaja dan dewasa . sia di atas 15 tahu. Kelompok risiko lainnya dengan HIV negatif . Pasien immunokompremais lainnya (Pasien yang menjalani pengobatan kanker, pasien yang mendapatkan perawatan dialisis, pasien yang mendapat kortikosteroid jangka panjang, pasien yang sedang persiapan transplantasiorgan, dl. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), petugas kesehatan, sekolah berasrama, barak militer, pengguna narkoba suntik. Sumber infeksi pada TB laten anak yang terpenting adalah pajanan terhadap orang dewasa yang infeksius. Kemungkinan terjadinya TB laten pada anak yang kontak dengan penderita TB dengan BTA positif lebih tinggi dibandingkan jika kontak dengan penderita TB dengan BTA negatif. Risiko akan meningkat apabila kontak merupakan close contact yaitu tinggal serumah dengan penderita TB. Risiko timbulnya transmisi kuman dari orang dewasa ke anak akan lebih tinggi jika pasien dewasa tersebut mempunyai BTA positif, infiltrat luas atau kavitas pada lobus atas, produksi sputum banyak dan encer, batuk produktif dan kuat, serta terdapat faktor lingkungan yang Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 52-64 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index kurang sehat terutama sirkulasi . entilasi ruma. yang kurang baik, kondisi rumah tempat tinggal yaitu ukuran rumah, kepadatan penghuni dan status ekonomi. Patogenesis ILTB Patogenesis terjadinya infeksi TB dimulai dari masuknya Mycobacterium tuberculosis yang terdapat dalam percik renik, karena ukurannya sangat kecil (<5 . maka bakteri tersebut dapat mencapai Selanjutnya terjadi proses fagositosis oleh makrofag, sebagian bakteri akan mati sedangkan sebagian lagi akan terus berkembang biak dalam makrofag dan akhirnya menyebabkan lisis makrofag. Setelah itu mycobacterium tuberculosis membentuk lesi disebut focus primer atau Ghon. Dari fokus primer. Mycobacterium tuberculosis menyebar melalui saluran limfe menuju kelenjar limfe regional. Penyebaran ini menyebabkan terjadinya inflamasi pada saluran limfe . , dan di kelenjar limfe . Gabungan antara fokus primer, limfangitis, dan limfadenitis dinamakan kompleks primer. Pada saat terbentuknya kompleks primer akan terbentuk imunitas seluler dan dinyatakan infeksi primer telah terjadi. Selama masa inkubasi, sebelum terbentuk imunitas seluler, dapat terjadi penyebaran limfogen dan Penyebaran hematogen yang paling sering terjadi adalah penyebaran hematogenik tersamar . ccult hematogenic sprea. Melalui cara ini, kuman TB menyebar secara sporadik dan sedikit demi sedikit sehingga tidak menimbulkan gejala klinis. Kuman TB kemudian bersarang pada berbagai organ tubuh dengan vaskularisasi baik, paling sering di apeks paru, limpa, dan kelenjar limfe superfisialis. Selain itu, dapat juga bersarang di organ lain seperti otak, hati, tulang, ginjal dan lain- lain. Pada umumnya, kuman disarang tersebut tetap hidup, tetapi tidak aktif . Sarang di apeks paru disebut dengan fokus Simon, yang kemudian hari dapat mengalami reaktivasi dan terjadi TB apeks paru saat dewasa 7 Gambar 2. 1 Kejadian TB Paru menjadi TB Laten (Finnell SME, 2. Secara imunopatogenesis, setelah terinhalasi di paru, kuman TB mempunyai beberapa kemungkinan. Kemungkinan pertama, respon imun awal penjamu secara efektif membunuh semua kuman TB, sehingga TB tidak terjadi. Kedua segera setelah infeksi terjadi multiplikasi, pertumbuhan kuman TB dan muncul manisfestasi klinis, yang dikenal sebagai TB primer. Ketiga, kuman TB dalam keadaan dorman, terjadi infeksi laten dengan uji tuberkulin positif sebagai satu-satunya manifestasi. Keempat. Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 52-64 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index kuman TB laten tumbuh dan muncul manifestasi klinis, disebut sebagai reaktivasi TB(TB pasca prime. (Federica Bozzano. Francesco Marras, 2. Gambar 1 Infeksi Laten Tuberculosis (ILTB) (Federica Bozzano. Francesco Marras, 2. Alur Diagnosa ILTB Diagnosis ILTB pada anak ditegakkan dari riwayat kontak erat dengan penderita TB aktif yang terkonfirmasi bakteriologis serta hasil pemeriksaan tuberkulin positif tanpa adanya manifestasi klinis dan gambaran radiologi TB aktif. WHO merekomendasikan pemeriksaan uji tuberkulin atau IGRA pada anak yang memiliki risiko tinggi terinfeksi Mycobacterium tuberculosis yaitu anak dengan HIV, kontak erat dengan penderita TB aktif, pasien yang menjalani terapi dengan antitumor necrosis factor (TNF), pasien yang menjalani dialisis, dan pasien yang menjalani transplantasi organ (Prasetyo, 2. Diagnosis ILTB belum ada baku emas. Pemeriksaan Tuberculin Skin Test (TST) dan Immunoglobulin Release Assay (IGRA) merupakan pemeriksaan ILTB yang direkomendasikan WHO. Diagnosis ILTB tidak dilakukan secara rutin kecuali untuk individu beresiko. Alur prosedur diagnosis seperti pada algoritme di bawah ini (Mizarti& Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, 2. Setiap individu beresiko ILTB dilakukan evaluasi gejala dan tanda TB . Bila didapatkan gejala atau tanda TB harus dievaluasi diagnosis TB aktif atau penyakit respirasi . Bila tidak didapatkan tanda dan gejala TB maka lakukan pemeriksaan untuk ILTB baik uji tuberkulin atau pun IGRA. Bila hasil pemeriksaan uji tuberkulin atau IGRA positif singkirkan kemungkinan TB aktif dengan foto toraks, bila abnormal lakukan pemeriksaan untuk penyakit TB. Bila foto toraks normal ditetapkan sebagai ILTB dan bila termasuk kelompok resiko yang sesuai, maka dapat diberikan pengobatan profilaksis. Gambar 2 Algoritma Pemeriksaan ILTB dan TPT pada Individu Berisiko. Sumber: WHO consolidated guidelines on tuberculosis: tuberculosis preventive treatment, 2020 (Kementerian Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 52-64 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index Kesehatan Republik Indonesia, 2020. Uji Tuberculin Skin Test (TST) Uji tuberkulin merupakan pengukuran imunitas seluler Delayed Type Hypersensitivity (DTH) terhadap Purified Protein Derivate (PPD) tuberculin yang merupakan antigen berbagai mikrobakteria termasuk M. BCG tb. BCG M. bovis dan berbagai mikobakteria di lingkungan. Hal ini menyebabkan uji tuberkulin rendah spesifisitasnya di daerah yang vaksinasi BCGnya tinggi (Erlina Burhan. Priyanti Zuswayuda Soepandi, 2. Cara melakukan dan membaca Uji Tuberculin Skin Test (TST) (Kemenkes RI, 2. Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 52-64 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index Menurut guideline ACHA (The American College Helath Associatio. tahun 2020 menyebutkan jika hasil tes tuberkulin positif maka harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan foto thoraks dan pemeriksaan dahak. Jika hasil foto thoraks normal dilakukan pemberian terapi TB laten, tetapi jika hasil foto thoraks terjadi kelainan dan menunjukkan kearah TB maka dimasukkan kedalam TB paru aktif (Redfield R et al, 2. Interpretasi Hasil Tuberculin Skin Test (TST)1 Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 52-64 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index Penyebab hasil test positif palsu dan negatif palsu pada uji Tuberculin Skin Test (TST) Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 52-64 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index Uji Immunoglobulin Release Assay (IGRA) IGRA adalah uji darah lengkap yang dikembangkan dalam beberapa dekade terakhir untuk mendeteksi IFN- yang dihasilkan in vivo oleh sel T yang tersensitisasi setelah in vitro stimulasi dengan antigen Antigen mikobakteri yang digunakan dalam pengujian ini adalah target antigenik sekretori awal (ESAT-. dan protein filtrat kultur 10-kDa (CFP-. Antigen ESAT-6 dan CFP-10 dikodekan di wilayah diferensiasi 1 (RD. yang ada di Mycobacterium tuberkulosis dan Mycobacterium bovis genom dan tidak ada dalam vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG) dan sebagian besar mikobakteri lingkungan. Oleh karena itu, hasil IGRA tidak terpengaruh oleh vaksinasi BCG maupun paparan mikobakteri lingkungan (Carranza et al. , 2. Tatalaksana ILTB Tujuan pemberian TPT adalah untuk mencegah terjadinya sakit TBC sehingga dapat menurunkan beban TBC. Saat ini terdapat beberapa pilihan paduan TPT yang direkomendasikan program penanggulangan tuberkulosis nasional yaitu (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020. Pilihan panduan TPT Keterangan: *) Bila 3HR belum tersedia maka dapat menggunakan pilihan paduan TPT 6H, bila 3HR sudah tersedia maka TPT untuk anak usia <2 tahun menggunakan paduan 3HR. **) Untuk ODHA yang mendapatkan jenis ARV seperti yang memiliki interaksi dengan rifampisin, kehamilan, ibu menyusui dan malaria berat merupakan kontraindikasi untuk paduan berbasis rifampisin seperti 3HP atau 3HR maka alternatif lain dapat menggunakan paduan 6H. Paduan 6H Dosis INH usia < 10 tahun 10mg/kg BB/hari . aksimal 300 mg/ har. Dosis INH usia Ou 10 tahun 5mg/kg BB/hari . aksimal 300 mg/har. Dosis obat di sesuaikan dengan kenaikan berat badan setiap Obat di konsumsi satu kali sehari, sebaiknya pada waktu yang sama . agi, siang, sore atau mala. saat perut kosong . jam sebelum makan atau 2 jam setelah maka. Lama pemberian 6 bulan . bulan = 30 hari pengobatan atau diberikan sebanyak 180 dosi. , dengan catatan bila keadaan klinis baik . idak ada gejala TBC yang muncul selama pengobata. , obat tetap diberikan sampai 6 bulan, jika muncul gejala TBC lakukan pemeriksaan untuk penegakan diagnosis TBC. Jika terbukti sakit TBC, hentikan pemberian TPT dan diberikan OAT. Obat tetap diberikan selama 6 bulan walaupun kasus indeks meninggal, pindah atau terkonfirmasi bakterilogisnya atau BTA nya sudah menjadi negatif. Pengambilan obat dilakukan pada saat kontrol setiap 1 bulan, dan dapat disesuaikan dengan jadwal kontrol kasus indeks. Pada pasien anak dengan gizi buruk atau infeksi HIV, diberikan vitamin B6 10mg untuk dosis INH O 200 mg/hari dan 2x10 mg untuk dosis INH >200 mg/ hari. Yang berperan sebagai pengawas minum obat adalah orang tua atau keluarga pasien. Bisa diberikan di semua tingkat layanan termasuk di praktik swasta . engan catatan sudah bekerja sama dengan puskesmas dan/atau dinas kesehatan setempa. 1 Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 52-64 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index Paduan 3HP Dosis INH dan Rifapentine berdasarkan usia dan berat badan. Pemberian dosis 3HP sebagai berikut Paduan 3HP hanya dapat digunakan pada usia mulai Ou2 tahun. Sebagai catatan, obat ini tidak direkomendasikan penggunaannya pada anak berusia < 2 tahun dan ibu hamil karena hingga saat ini belum adanya data atau informasi terkait dengan keamanan serta farmakokinetik dari rifapentin. Dosis INH maksimal 900 mg/hari. Dosis Rifapentine maksimal 900 mg/hari. Dosis obat di sesuaikan dengan kenaikan berat badan setiap bulan. Obat dikonsumsi satu kali seminggu, sebaiknya pada waktu yang sama . agi, siang, sore atau mala. saat perut kosong . jam sebelum makan atau 2 jam setelah maka. Pada anak, rifapentine dapat dikonsumsi dengan cara dihancurkan dan dicampur dengan sedikit makanan, seperti bubur, pudding, yogurt, es krim dan makanan lain yang disukai anak, hal ini untuk mengatasi rasa pahit Namun rifapentine tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan buah atau makanan yang berbasis buah. Lama pemberian 3 bulan . bulan = 4 minggu pengobatan atau diberikan sebanyak 12 dosi. , dengan catatan bila keadaan klinis baik . idak ada gejala TBC yang muncul selama pengobata. , obat tetap diberikan sampai 3 bulan, jika muncul gejala TBC lakukan pemeriksaan untuk penegakan diagnosis TBC. Jika terbukti sakit TBC, hentikan pemberian TPT dan diberikan OAT. Obat tetap diberikan selama 3 bulan walaupun kasus indeks meninggal, pindah atau terkonfirmasi bakterilogisnya atau BTA nya sudah menjadi negatif. Pengambilan obat dilakukan pada saat kontrol setiap 1 bulan, dan dapat di sesuaikan dengan jadwal kontrol kasus indeks. Pada pasien anak dengan gizi buruk atau infeksi HIV, diberikan vitamin B6 10mg untuk dosis INH O 200 mg/hari dan 2x10 mg untuk dosis INH >200 mg/ hari 1 Panduan 3 HR Dosis INH usia < 10 tahun 10mg/kg BB/hari . aksimal 300 mg/ har. dan dosis R usia <10 tahun 15kg/mg BB/hari . aksimal 600 mg/har. dapat dilihat pada tabel. 5 Karakteristik Paduan TPT pada Orang dengan ILTB. Dosis obat di sesuaikan dengan kenaikan berat badan setiap bulan. Obat dikonsumsi satu kali sehari, sebaiknya pada waktu yang sama . agi, siang, sore atau mala. saat perut kosong . jam sebelum makan atau 2 jam setelah maka. Lama pemberian 3 bulan . bulan = 28 hari pengobatan atau diberikan sebanyak 84 dosi. , dengan catatan bila keadaan klinis baik . idak ada gejala TBC yang muncul selama pengobata. , obat tetap diberikan sampai 3 bulan, jika muncul gejala TBC lakukan pemeriksaan untuk penegakan diagnosis TBC. Jika terbukti sakit TBC, hentikan pemberian TPT dan diberikan OAT. Obat tetap diberikan selama 3 bulan walaupun kasus indeks meninggal, pindah atau terkonfirmasi bakterilogisnya atau BTA nya sudah menjadi negatif. Pada pasien anak dengan gizi buruk atau infeksi HIV, diberikan vitamin B6 10mg untuk dosis INH O 200 mg/hari dan 2x10 mg untuk dosis INH >200 mg/ hari 1 Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 52-64 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index Efek Samping Obat dan Tatalaksana (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020. Vol 6 No 2 Agustus 2024 Vaksin Bacille Calmette Guerin (BCG) Definisi Vaksin BCG Vaksin BCG adalah vaksin berisi kuman Mycobacterium bovis dilemahkan. Vaksin ini merupakan salah satu vaksin yang telah digunakan secara luas. BCG memiliki efek perlindungan terhadap tuberkulosis (TB) berat dan radang otak akibat TB. Perlu diketahui bahwa vaksin BCG tidak sepenuhnya efektif mencegah infeksi TB primer atau reaktivasi infeksi TB yang laten (Health Queensland Institution, 2. Jadwal Pemberian Vaksin BCG Pemberian Vaksin BCG merupakan bagian dari program imunisasi WHO sejak 1960-an. Menurut IDAI 2020 jadwal vaksin BCG diberikan segera setelah lahir atau sesegera mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan (Tahun, 2. Rekomendasi WHO position paper BCG vaccine 2018 untuk negara dengan kejadian tuberkulosis (TB) tinggi. BCG diberikan pada bayi segera setelah lahir. Vaksin BCG pada neonatus memberikan perlindungan 82 % terhadap tuberkulosis paru dan menurunkan tuberculosis berat Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 52-64 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index sebesar 90 %. Bila vaksin BCG tidak dapat diberikan pada waktu lahir sebaiknya diberikan segera tidak ditunda sebelum terpapar infeksi (Health Queensland Institution, 2. Anak yang tidak memdapatkan vaksin BCG beresiko 6,87 kali lebih tinggi untuk terkena tuberkulosis dibandingkan dengan anak yang mendapatkan vaksin BCG. Efektifitas vaksin BCG dalam mencegah kejadian tuberculosis adalah adalah sebesar 85% 8 Dosis dan Cara Pemberian Vaksin BCG Dosis pemberian vaksin BCG adalah 0,05 ml, sebanyak 1 kali. Disuntikkan secara intrakutan didaerah lengan kanan atas . nsertio musculus deltoideu. , dengan menggunakan Auto Disable Syringe (ADS) 0,05 ml. Batas waktu penggunaan larutan vaksin BCG adalah 3 jam atau dapat disimpan pada suhu 2-8AC sehingga dapat bertahan selama 1 tahun (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Cara KerjaVaksin BCG Pada paparan pertama dari bakteri mycobacterium akan merangsang makrofag sehingga makrofag bisa mempresentasikan antigen mycobacterium ke sel limfosit T. Pada minggu ke-4 hingga ke-8 karena masih terjadi pajanan oleh bakteri yang sama maka muncul respon cell-mediated immunity (CMI) yang akan menginduksi sel T yang sudah mengenali antigen yaitu sel T CD-4 yang kemudian mengaktivasi kembali makrofag dan menimbulkan inflamasi. Selain itu, setelah pemberian vaksin BCG ditemukan bahwa kadar dari interferon gamma (IFN E) meningkat dimana interferon gamma ini merupakan komponen penting dalam sistem imunitas terhadap mycobacterium. IFN-gamma meningkatkan kemampuan makrofag untuk mengeleminasi bakteri intraseluler dan jika aktivasi makrofag terus berlangsung maka terjadi proses Berdasarkan studi imunologi tentang vaksin BCG menunjukkan bahwa vaksin BCG menginduksi modulasi epigenetik yang merupakan pengubahan aktivitas enzim tanpa mengubah urutan DNA padamonosit sehingga akan menaikkan pro-inflamasi yang akan berespon pada bakteri dan fungi 5. Reaksi Lokal Pemberian Vaksin BCG Setelah penyuntikan vaksin BCG, umumnya terjadi bisul atau luka bernanah. Hal ini dikarenakan vaksin BCG mengandung bakteri hidup sehingga penyuntikannya akan menyerupai infeksi alamiah, dimana tubuh melakukan respons imun dan terbentuk bisul. Gambar 2. 4 Lokasi munculnya bisul adalah di tempat penyuntikan vaksin Awalnya bekas suntikan akan mengalami kemerahan yang diikuti bisul berisi nanah yang kemudian akan mengering dan menimbulkan jaringan parut. Jika anak belum pernah terpapar oleh kuman TB, maka reaksi bisul BCG terjadi dalam kurun waktu 2 sampai 12 minggu . aling sering antara 4 sampai 6 Jika bisul muncul kurang dari 1 minggu, kemungkinan besar bayi atau anak tersebut telah terpapar kuman TB sebelumnya sehingga diperlukan pemeriksaan lanjutan. Reaksi ini disebut reaksi cepat BCG . ccelerated BCG reactio. Secara alamiah, bisul akan menyembuh dan meninggalkan bekas berupa jaringan parut yang datar berdiameter 2 Ae 6 mm. Jaringan parut tersebut biasanya terbentuk dalam waktu 3 bulan (Imndonesia & (IDAI), 2. Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 52-64 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index KESIMPULAN Infeksi laten tuberkulosis (ILTB) merupakan seseorang yang terinfeksi kuman Myobacterium tuberculosis tetapi tidak menimbulkan tanda dan gejala klinik serta gambaran foto thorax normal dengan hasil uji imunologik seperti uji Tuberculin Skin Test (TST) atau Interferon Gamma Release Assay (IGRA) positif. Kejadian TB laten tidak sama pada semua kelompok umur. Kemungkinan terjadinya TB laten lebih tinggi pada kelompok umur yang lebih muda, karena kemampuan yang rendah melawan infeksi akibat sistem imun yang belum berkembang sempurna . Diagnosis ILTB belum ada baku emas. Pemeriksaan Tuberculin Skin Test (TST) dan Immunoglobulin Release Assay (IGRA) merupakan pemeriksaan ILTB yang direkomendasikan WHO. Tujuan pemberian TPT adalah untuk mencegah terjadinya sakit TB sehingga dapat menurunkan beban TB. Salah satu upaya dalam pencegahan terjadinya penyakit tuberkulosis pada anak adalah dengan diberikan vaksin Bacille Calmette Guerin (BCG). Vaksin BCG sangat efektif dalam mencegah terjadinya tuberculosis pada anak, dimana anak yang tidak memdapatkan vaksin BCG beresiko 6,87 kali lebih tinggi untuk terkena tuberkulosis dibandingkan dengan anak yang mendapatkan vaksin BCG. Efektifitas vaksin BCG dalam mencegah kejadian tuberculosis adalah adalah sebesar 85%. REFERENSI