PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. Mei - Juli e-ISSN : 2622-6383 doi: 10. 57178/paradoks. Analisis Pengaruh Profitabilitas. Likuiditas. Arus Kas. Sales Growth, dan Struktur Modal Terhadap Financial Distress Melani Putri Rhamadhani1*. Nursiam2 b200220521@student. id1*, nur183@ums. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia1*,2 Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas, arus kas, sales growth, dan struktur modal terhadap financial distress pada perusahaann sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022-2024. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif, penyajian data berbentuk angka dihasilkan dari proses perhitungan dan pengukuran. Populasi mencakup perusahaan manufaktur sub sektor Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022-2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling ditemukan 59 perusahaan dan diperoleh 177 data observasi. Terdapat 4 data outlier sehingga total sampel akhir yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 173 data observasi. Data sekunder dikumpulkan dari laporan keuangan perusahaan melalui situs resmi BEI dan website perusahaan. Teknik analisa data yang diterapkan yaitu analisis regresi logistik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa secara parsial variabel profitabilitas, likuiditas, arus kas, dan struktur modal memiliki pengaruh terhadap financial distress, sedangkan variabel sales growth tidak memiliki pengaruh terhadap financial distress. Kata kunci: Profitabilitas. Likuiditas. Arus Kas. Sales Growth. Struktur Modal. Financial Distress This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Di era globalisasi, kemajuan teknologi dan informasi telah mendorong perkembangan serta daya saing yang semakin kompetitif di berbagai entitas usaha. Perusahaan perlu mengembangkan strategi inovasi bisnis guna meningkatkan kepuasan pelanggan dan menghasilkan keuntungan yang substansial, sehingga kinerja perusahaan menjadi optimal dan memperkuat daya saing di pasar global. Perusahaan dapat memantau keadaan keuangan dengan analisis laporan keuangan serta mencegah potensi masalah keuangan lebih dini (Maharani & Ramli, 2. Kondisi perusahaan mengalami kendala financial yang berkepanjangan memiliki resiko berujung bangkrut disebut dengan istilah financial distress. Ada kalanya perusahaan juga mengalami penurunan efektivitas yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan (Mafiroh & MuAoarif, 2. Kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti rendahnya daya saing usaha, pengambilan keputusan yang kurang tepat, kesalahan internal perusahaan, rendahnya manajemen perusahaan, serta pengawasan dan pengendalian kinerja keuangan yang terbatas. Perusahaan dapat mencegah resiko kesulitan keuangan dengan analisis laporan keuangan, identifikasi tren keuangan secara berkala, dan melakukan evaluasi kinerja. Kesulitan keuangan dan risiko kebangkrutan sangat terkait dengan struktur manajemen dan keterampilan manajerial mengelola bisnis (Arifin & Nursiam, 2. Manajer sebaiknya menerapkan strategi dan peraturan yang tepat dan sesuai untuk meminimalisir resiko masalah keuangan. Profitabilitas menilai tingkat kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan keseluruhan aset yang dimiliki selama periode tertentu. Tingginya profitabilitas menunjukkan kapasitas keuangan yang memadai guna menyediakan kebutuhan operasional, namun jika profit terus menurun beresiko menyebabkan financial distress. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 13 Temuan penelitian oleh Arifin & Nursiam, . dan Margareta & Nursiam, . , menegaskan profitabilitas berpengaruh terhadap financial distress, sedangkan Irawa & Suyanto, . menegaskan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap financial distress. Likuiditas menandakan kapasitas perusahaan dalam melunasi liabilitas jangka pendek dan biaya operasional. Likuiditas yang tinggi sebagai indikasi kinerja perusahaan berjalan optimal, mengurangi resiko financial distress, serta meningkatkan daya tarik investor dan Perusahaan yang berhasil melunasi kewajiban lancar tepat waktu memberikan persepsi positif bagi pihak internal maupun eksternal. Penelitian oleh Arifin & Nursiam, . dan Margareta & Nursiam, . menegaskan likuiditas berpengaruh terhadap financial distress, namun hasilnya berlawanan dengan penelitian Achyani & Kusumawati, . yang menegaskan likuiditas tidak berpengaruh terhadap financial distress. Arus kas berisi laporan aliran cash inflow dan cash outflow perusahaan selama waktu Rendahnya tingkat aliran kas mengindikasikan bahwa perusahaan menghadapi keterbatasan sumber daya dalam melaksanakan kegiatan operasional, antara lain melunasi kewajiban atas pinajam serta berinvestasi (Wijaya & Suhendah, 2. Investor dan kreditur menilai kondisi keuangan dari laporan keuangan perusahaan. Temuan penelitian oleh Wijaya & Suhendah, . dan Ahmad & Hanifan, . menyatakan arus kas mempengaruhi terjadinya financial distress. Disisi lain, penelitian oleh Darmiasih et al. menegaskan arus kas tidak memengaruhi financial distress. Sales growth mengindikasi adanya kenaikan penjualan sesuai target perusahaan serta sebagai alat pengukur kinerja tim penjualan dan pemasaran dalam menerapkan strategi ekspansi serta rencana bisnis. Peningkatan sales growth menunjukkan kenaikan pendapatan perusahaan. Kenaikan pendapatan ini menjadi bagian dari indikator utama untuk prediksi kemajuan perusahaan di masa mendatang (Muslimin & Bahri, 2. Hasil penelitian oleh Muslimin & Bahri, . menunjukkan sales growth berpengaruh terhadap financial distress. Sedangkan temuan Arifin & Nursiam, . mengindikasikan sales growth tidak berpengaruh terhadap financial distress. Struktur modal terdiri atas liabilitas dan ekuitas yang dimanfaatkan perusahaan guna menjalankan operasional bisnis. Struktur modal berperan dalam menentukan kondisi keuangan, apabila entitas bisnis memiliki utang dengan jumlah besar dan tidak mampu membayar tepat waktu maka beresiko terjadi krisis keuangan. Sedangkan perusahaan yang berhasil mengelola struktur modal secara optimal cenderung kecil menghadapi risiko. Penelitian oleh Murti et al. , . dan Darmiasih et al. , . menegasan struktur modal berpengaruh terhadap financial distress. Sedangkan penelitian oleh Irfan et al. , . struktur modal tidak terdapat pengaruh signifikan pada financial distress. Penelitian ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari penelitian Arifin & Nursiam, . dan Achyani & Kusumawati, . Peneliti menambahkan pembaruan dengan menambahkan variabel independen baru, yaitu arus kas dan struktur modal. Penambahan variabel arus kas bertujuan untuk mengukur laporan keuangan menarik kepercayaan investor dan kreditor. Sementara itu, penambahan variabel struktur modal dilakukan melihat bagaimana pengelolaan operasional dengan optimal. Berdasarkan uraian diatas, dapat diidentifikasi adanya perbedaan temuan penelitian sebelumnya karena hanya difokuskan pada pengaruh variabel-variabel tertentu untuk memperkirakan financial Hal ini menjadi alasan penulis untuk mengangkat penelitian dengan judul AuAnalisis Pengaruh Profitabilitas. Likuiditas. Arus Kas. Sales Growth, dan Struktur Modal Terhadap Financial DistressAy. Metodologi Penelitian Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif. Populasi mencakup perusahaan manufaktur sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 20222024. Metode purposive sampling diterapkan sebagai teknik pemilihan sampel Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 14 berdasarkan kriteria antara lain . Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan secara lengkap selama periode 2022-2024. Perusahaan yang memiliki data lengkap sesuai kebutuhan variabel penelitian. Perusahaan yang menyajikan laporan keuangan dalam satuan mata uang yang dapat dibandingkan. Data sekunder didapatkan dari annual report perusahaan melalui situs resmi BEI dan website perusahaan. Berdasarkan kriteria diatas, maka didapatkan 59 perusahaan manufaktur sub sektor food and beverage. Selama tahun penelitian diperoleh sebanyak 177 data observasi. Terdapat 4 data teridentifikasi sebagai outlier, sehingga total sampel yang digunakan sebanyak 173 observasi. Metode analisis regresi logistik menggunakan perangkat lunak SPSS versi 27. Dengan model persamaan regresi yaitu: (P) ycoycu = = 1X1 2X2 3X3 4X4 5X5 e . Oe P) Keterangan: (") ycoycu = ($%") = Log peluang perusahaan mengalami financial distress = Konstanta 1 Oe 5 = Koefisien Regresi X1-X5 = Variabel independent = Error Uji kelayakan model bermaksud menilai validitas analisis regresi logistik terhadap data Model dinyatakan layak jika tidak ditemukan perbedaan signifikan dengan nilai Penelitian ini menerapkan model Hosmer and LemeshowAos Goodness of Fit Test berdasarkan nilai signifikansi (Si. Model dinyatakan tidak fit apabila Sig < 0,05 artinya terdapat perbedaan signifikan antara hasil prediksi dan pengamatannya. Sebaliknya, jika Sig > 0,05 model dinyatakan dapat memprediksi hasil pengamatan secara Overall model fit tujuannya mengukur kelayakan analisis regresi logistik secara Penerapan pengujian dengan melihat perubahan nilai block number 0 dan block number 1. Model regresi dinyatakan layak apabila terjadi penurunan nilai -2 Log Likelihood, artinya model setelah ditambah variabel independen memiliki kemampuan yang jauh lebih baik dibanding model awal. Koefisien determinasi berfungsi menilai tingkat kemampuan dalam menguraikan perbedaan pada variabel dependen. Dalam analisis ini, koefisien determinasi diukur dengan Cox and SnellAos R Square dan NagelkerkeAos R Square. Nagelkerker R Square adalah penyempurnaan dari Cox and Snell R Square yang telah disesuaikan agar menghasilkan interpretasi yang lebih optimal dalam konteks regresi logistik. Semakin tinggi skor Nagelkarker R Square yang dihasilkan, maka potensi variabel independen mengungkap variasi variabel dependen juga meningkat. Sebaliknya, semakin rendah skornya artinya terdapat keterbatasan variabel independen untuk mengungkapkan perubahan pada variabel dependen. Koefisien determinasi yang bernilai mendekati angka 1 menjadi indikator kekuatan variabel independen untuk memperkirakan variasi variabel dependen. Pengujian hipotesis penelitian ini diterapkan secara parsial tujuannya untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel bebas mempengaruhi variabel terikat. Dalam konteks analisis regresi logistik, penerapan pengukuran dengan Uji Wald. Pengambilan keputusan berdasarkan nilai signifikansi, yaitu hipotesis dinyatakan diterima jika nilai signifikansi variabel < 0. 05, selanjutnya hipotesis dinyatakan ditolak jika nilai signifikansi variabel > 0. Arah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, baik positif maupun negatif ditentukan melalui nilai Koefisien Regresi (B) pada tabel Variables in the Equation. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 15 Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Uji Statistik Deskriptif Tabel 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif Profitabiilitas Likuiditas Arus Kas Sales Growth Struktur Modal Financial Distress Valid N . Min Max Mean Std. Deviation Sumber: Hasil Analisis Data SPSS, 2026 Berdasarkan Tabel 1. hasil analisis tersebut memperlihatkan total data penelitian sebanyak 173 observasi. Data tersebut diperoleh dari perusahaan manufaktur sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022-2024. Variabel profitabilitas mempunyai nilai minimum 0. 00 yaitu pada PT Malindo Feedmill Tbk tahun 2022, sedangkan nilai maksimumnya 0. 33 yaitu pada PT Multi Bintang Indonesia Tbk Adapun standar deviasi 0,06220 lebih kecil dari rata-rata 0. Artinya tingkat penyebaran variabel profitabilitas dalam penelitian ini relatif rendah. Variabel likuiditas mempunyai nilai minimum 0. 09 yaitu pada PT Multi Bintang Indonesia Tbk tahun 2024, sedangkan nilai maksimumnya 25. 17 yaitu pada PT Agung Menjangan Mas Tbk tahun 2024. Adapun standar deviasi 3. 26535 lebih besar dari rata-rata 3. Artinya tingkat penyebaran likuiditas dalam penelitian ini relatif tinggi. Variabel arus kas mempunyai nilai minimum -0. 23 yaitu pada PT Dewi Shri Farmindo Tbk tahun 2022, sedangkan nilai maksimum 0. 54 yaitu pada PT Multi Bintang Indonesia Tbk tahun Adapun standar deviasi 0. 10472 lebih besar dari rata-rata 0. Artinya tingkat penyebaran arus kas dalam penelitian ini relatif tinggi. Variabel sales growth mempunyai nilai minimum -0. 87 yaitu pada PT Budi Stratch & Sweetener Tbk tahun 2022, sedangkan nilai maksimum 6. 49 yaitu pada PT Jholin Argo Raya Tbk tahun 2022. Adapun standar deviasi 0. 58014 lebih besar dari rata-rata 0. Artinya tingkat penyebaran sales growth dalam penelitian ini relatif tinggi. Variabel struktur modal mempunyai nilai minimum -1. 77 yaitu pada PT PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk tahun 2023, sedangkan nilai maksimum 4. 94 yaitu pada PT Sawit Sumbermas Sarana tahun 2023. Adapun standar deviasi 0. 91122 lebih besar dari rata-rata 0. Artinya tingkat penyebaran struktur modal modal dalam penelitian ini relatif tinggi. Uji Multikolinearitas Tabel 2 Hasil Uji Multikolinearitas Collinearity Statistics Tolerance VIF 1Profitabiilitas 0. Likuiditas Arus Kas Sales Growth 0. Struktur Modal0. Model Sumber: Hasil Analisis Data SPSS, 2026 Berdasarkan Tabel 2. diketahui profitabilitas memperoleh nilai tolerance 0. 503 dan VIF 987, likuiditas memperoleh nilai tolerance 0. 873 dan VIF 1. 146, arus kas memperoleh nilai 516 dan VIF 1. 938, sales growth memperoleh nilai tolerance 0. 981 dan VIF 1. serta struktur modal memperoleh nilai tolerance 0. 821 dan VIF 1. Mengacu pada kriteria pengujian, apabila nilai tolerance > 0. 1 dan nilai VIF < 10, maka tidak terdeteksi adanya gejala multikolinearitas antarvariabel independen pada penelitian ini. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 16 Uji Kelayakan Model (Goodness of Fi. Tabel 3 Uji Kelayakan Model (Goodness of Fi. Step Chi-square Sig. Sumber: Hasil Analisis Data SPSS, 2026 Berdasarkan Tabel 3. diketahui nilai signifikansi Hosmer and LemeshowAos Goodness of Fit Test 0. 220 lebih tinggi dari nilai signifikansi penelitian, yaitu 0. Artinya model regresi logistik yang diterapkan dapat dinilai fit dan diterima. Hal ini mengidentifikasikan bahwa model mampu menentukan prediksi hasil pengamatan yang baik, sehingga dapat dilakukan pengujian hipotesis. Uji Keseluruhan Model (Overall Model Fi. Tabel 4 Hasil Uji Keseluruhan Model Block Block 0 Block 1 -2 Log Likelihood Sumber: Hasil Analisis Data SPSS, 2026 Berdasarkan Tabel 4. diketahui nilai -2 Log Likelihood block number 0 sebesar 230. sementara itu nilai -2 Log Likelihood block number 1 sebesar 151. Sehingga nilai -2 Log Likelihood turun sebesar 78. Penurunan tersebut menggambarkan bahwa setelah ditambah variabel independen pada model regresi logistik mempu memperkuat kapabilitas model untuk menjelaskan variabel dependen, sehingga model penelitian menjadi lebih baik. Uji Koefisien Determinasi (Psudeo R Squar. Tabel 5 Hasil Koefisien Determinasi Step -2 Log likelihood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square Sumber: Hasil Analisis Data SPSS, 2026 Berdasarkan Tabel 5. diketahui nilai Cox and Snell R Square 0. 364 dan nilai Nagelkarker R Square 0. 495 atau 49,5%. Hasilnya mengindikasikan variabel independen penelitian mampu mengidentifikasi variasi terjadinya variabel dependen, yaitu financial distress hanya 49,5%. Adapun sebesar 50,5% variasi financial distress di pengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diuraikan di penelitian ini. Pengujian Hipotesis Tabel 6 Pengujian Hipotesis Profitabiilitas Likuiditas Arus Kas Sales Growth Struktur Modal Constant Wald Sumber: Hasil Analisis Data SPSS, 2026 Sig. Exp(B) Berdasarkan analisis regresi logistik, diperoleh persamaan model sebagai berikut: (P) ycoycu = = 1. 293 (Oe28. Profitabilitas (Oe0. Likuiditas . Arus Kas . Oe P) (Oe0. ycIycaycoyceyc yaycycuycycEa . Struktur Modal e Hasil uji hipotesis terhadap variabel profitabilitas bernilai koefisien regresi (B) negatif -28. dan taraf signifikansi 0. Merujuk pada kriteria pengujian yang telah ditetapkan, karena signifikansi menunjukkan 0. 000 < 0. 05, sehingga HCA diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa profitabilitas memberikan pengaruh dan signifikan dalam menurunkan financial Maka dari itu, semakin meningkat profitabilitas, maka semakin kecil peluang perusahaan menghadapi financial distress. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 17 Hasil uji hipotesis terhadap variabel likuiditas bernilai koefisien regresi (B) negatif -0. dan taraf signifikansi 0. Merujuk pada kriteria pengujian yang telah ditetapkan, karena signifikansi menunjukkan 0. 008 < 0. 05, sehingga HCC diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa likuiditas memberikan pengaruh negatif dan signifikan dalam menurunkan financial Maka dari itu, semakin meningkat likuiditas, maka semakin kecil peluang perusahaan menghadapi financial distress. Hasil uji hipotesis terhadap variabel arus kas bernilai koefisien regresi (B) positif 8. 742 dan taraf signifikansi 0. Merujuk pada kriteria pengujian yang telah ditetapkan, karena menunjukkan signifikansi 0. 006 < 0. 05, sehingga HCE diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa arus kas memberikan pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan financial Maka dari itu, semakin meningkat arus kas, maka semakin tinggi peluang perusahaan menghadapi financial distress. Hasil uji hipotesis terhadap variabel sales growth bernilai koefisien regresi (B) negatif 0,055 dan taraf signifikansi 0,868. Merujuk pada kriteria pengujian yang telah ditetapkan, karena menunjukkan signifikansi 0. 868 > 0. 05, sehingga HCE ditolak. Hal ini disebabkan karena taraf signifikansi tersebut lebih tinggi dari tingkat signifikansi yang ditetapkan. Temuan ini mengungkapkan bahwa sales growth tidak memberikan pengaruh signifikan dalam memperkirakan terjadinya financial distress. Kondisi ini terjadi karena perusahaan bernilai sales growth tinggi tidak selalu akan mengalami financial distress, sebaliknya perusahaan bernilai sales growth rendah tidak sepenuhnya dapat terhindar dari financial distress. Maka dari itu, sales growth tidak dapat memprediksi terjadinya financial distress. Hasil uji hipotesis terhadap variabel struktur modal menunjukkan nilai koefisien regresi (B) positif sebesar 0. 693 dengan nilai signifikansi 0. Karena nilai signifikansi 0. 013 < 0. sehingga HCI diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Pembahasan Pengaruh Profitabilitas terhadap Financial Distress Berdasarkan hasil analisis yaitu profitabilitas bernilai koefisien regresi (B) negatif -28. dan taraf signifikansi 0. Berarti nilai signifikansi 0. 000 < 0. 05, maka HCA diterima. Temuan ini menunjukkan profitabilitas memberikan pengaruh negatif dan signifikan dalam menurunkan financial distress. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang meningkat mencerminkan kondisi keuangan sehat yang dapat menurunkan risiko kebangkrutan. Kondisi ini menjadi indikasi penting untuk pengambilan keputusan pemangku kepentingan. Temuan ini sejalan dengan Stepani & Nugroho, . Achyani & Kusumawati, . Arifin & Nursiam, . , dan Margareta & Nursiam, . yang menyimpulkan profitabilitas berpengaruh terhadap financial distress. Namun hasil ini berbeda dengan Irawa & Suyanto, . yang menyimpulkan profitabilitas tidak memiliki pengaruh terhadap financial distress. Pengaruh Likuiditas terhadap Financial Distress Berdasarkan hasil analisis yaitu likuiditas bernilai koefisien regresi (B) negatif -0. 508 dan taraf signifikansi 0. Berarti nilai signifikansi 0. 008 < 0. 05, maka HCC diterima. Temuan ini menunjukkan likuiditas memberikan pengaruh negatif dan signifikan dalam menurunkan financial distress. Likuiditas yang tinggi menggambarkan kemampuan melunasi kewajiban utangnya serta mendanai kegiatan operasional secara berkelanjutan. Sebaliknya, perusahaan yang kondisi keuangannya kurang sehat berpotensi mengalami kesulitan melunasi utang lancar yang telah jatuh tempo, sehingga meningkatkan risiko terjadinya financial distress. Temuan ini sejalan dengan Margareta & Nursiam, . Arifin & Nursiam, . , dan Wijaya & Suhendah, . yang menyimpulkan likuiditas berpengaruh terhadap financial distress. Namun hasil ini berbeda dengan Achyani & Kusumawati, . yang menyimpulkan likuiditas tidak memiliki pengaruh terhadap financial distress. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 18 Pengaruh Arus Kas terhadap Financial Distress Berdasarkan hasil analisis yaitu arus kas bernilai koefisien regresi (B) positif 8. 742 dan taraf Berarti nilai signifikansi 0. 006 < 0. 05, maka HCE diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus kas berpengaruh positif signifikan terhadap financial distress. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan arus kas pada perusahaan sampel belum tentu mencerminkan kondisi keuangan yang sehat. Dalam beberapa kasus, arus kas yang tinggi dapat terjadi bersamaan dengan tingginya kebutuhan operasional, tekanan pembayaran kewajiban, atau strategi perusahaan untuk mempertahankan likuiditas jangka pendek. Dengan demikian, arus kas yang meningkat tidak selalu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk keluar dari tekanan keuangan, terutama apabila kas tersebut lebih banyak digunakan untuk menutup beban operasional dan kewajiban jangka pendek daripada memperkuat struktur keuangan. Namun, hasil ini perlu ditafsirkan secara hati-hati karena arah hubungan positif dapat dipengaruhi oleh karakteristik pengukuran arus kas dan kondisi spesifik perusahaan selama periode penelitian. Temuan ini sejalan dengan Ahmad & Hanifan, . Susanti et al. , . , dan Wijaya & Suhendah, . yang menyatakan arus kas berpengaruh terhadap financial distress. Namun hasil ini berbeda dengan Darmiasih et al. , . yang menunjukkan arus kas tidak memiliki pengaruh terhadap financial distress. Pengaruh Sales Growth terhadap Financial Distress Berdasarkan hasil analisis yaitu sales growth bernilai koefisien regresi (B) negatif -0. dan taraf signifikansi 0. Berarti nilai signifikansi 0. 868 > 0. 05, maka HCE ditolak. Nilai signifikansi tersebut melebihi tingkat signifikansi yang ditetapkan. Temuan ini menunjukkan sales growth tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap financial distress. Tidak mendukung teori sinyal yang menegaskan sales growth merupakan sinyal positif bagi peningkatan penjualan diikuti kondisi perusahaan sehat dan mampu menghindari financial Sebaliknya, hasil penelitian menegaskan tingkat sales growth yang rendah bukan penyebab kondisi kesulitan keuangan. Peningkatan penjualan minim korelasi terhadap kondisi keuangan yang sehat disebabkan tingginya rasio pertumbuhan penjualan belum tentu diikuti dengan peningkatan profitabilitas maupun kemampuan dalam mengelola beban dan kewajiban keuangan. Maka sales growth tidak menjadi faktor utama dalam prediksi terjadinya financial distress. Tingkat tinggi atau rendahnya sales growth tidak langsung memengaruhi prediksi suatu perusahaanan mengalami financial distress. Penurunan penjualan tidak langsung mengarah pada kondisi kebangkrutan, tetapi mempengaruhi penurunan laba terlebih dahulu. Temuan ini sejalan dengan Arifin & Nursiam, . Candrayani et al. , . Miswaty & Novitasari, . , dan Dila & Ritonga, . yang menyatakan sales growth tidak berpengaruh terhadap financial distress. Namun hasil ini berbeda dengan Muslimin & Bahri, . dan Darmiasih et al. , . yang menyimpulkan sales growth berpengaruh terhadap financial distress. Pengaruh Struktur Modal terhadap Financial Distress Berdasarkan hasil analisis yaitu struktur modal bernilai koefisien regresi (B) positif 0. 693 dan taraf signifikansi 0. Berarti nilai signifikansi 0. 013 < 0. 05, maka HCI diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur modal memberikan pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan financial distress. Struktur permodalan apabila tidak dikelola secara efektif dapat meningkatkan risiko terjadinya financial distress. Meskipun penggunaan pembiayaan melalui utang berpotensi mendorong perkembangan perusahaan apabila dikelola dengan baik, ketidakmampuan perusahaan dalam mengelola beban pembiayaan secara tepat justru dapat menekan kondisi keuangan dan meningkatkan kemungkinan terjadinya financial distress. Temuan ini sejalan dengan Darmiasih et al. dan Murti et al. , . yang menyimpulkan struktur modal berpengaruh terhadap financial distress. Namun hasil ini berbeda dengan Irfan et al. , . yang menyimpulkan struktur modal tidak berpengaruh terhadap financial distress. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 19 Simpulan dan Saran Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas, arus kas, sales growth, dan struktur modal terhadap financial distress pada perusahaan subsektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022Ae2024. Berdasarkan hasil regresi logistik, profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, semakin rendah kemungkinan perusahaan mengalami tekanan keuangan. Likuiditas juga berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress, sehingga kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keuangan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa arus kas dan struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap financial distress, sedangkan sales growth tidak berpengaruh Temuan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan penjualan belum tentu mencerminkan kondisi keuangan yang sehat apabila tidak diikuti dengan pengelolaan beban, kewajiban, dan arus kas yang efektif. Selain itu, tingginya ketergantungan terhadap utang dapat meningkatkan tekanan finansial dan memperbesar peluang perusahaan mengalami financial distress. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah variabel, periode pengamatan, dan objek penelitian yang hanya mencakup subsektor food and beverage. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain, seperti leverage, ukuran perusahaan, operating capacity, corporate governance, dan faktor makroekonomi. Selain itu, penelitian mendatang dapat memperluas objek penelitian pada sektor manufaktur secara keseluruhan serta membandingkan beberapa model prediksi financial distress seperti Altman. Zmijewski. Grover, dan Springate. Daftar Pustaka