Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia JEBI Vol. No. 1 pp. Copyrigt A2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTS Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia VALUASI NILAI EKONOMI WISATA ALAM SENGGIGI DENGAN PENDEKATAN BIAYA PERJALANAN (TRAVEL COST) TAHUN 2024 Economic Valuation of Senggigi Nature Tourism With The Travel Cost Approach In 2024 Mala Vinuzia1, . Fitriah Permata cita2. Didi Suwardi3 S1 Fisipol. Universitas Muhammadiyah Mataram. Provinsi Nusa Tenggara Barat S1 Ekonomi Pembangunan. Universitas Teknologi Sumbawa. Provinsi Nusa Tenggara Barat S1 Perbankan Syariah. Universitas Islam Negeri Mataram. Provinsi Nusa Tenggara Barat Email: malavinuzia252@gmail. Diterima 28 Juni 2025 ABSTRACT This study aims to determine how much economic value of Senggigi nature tourism is seen from travel costs and to determine whether travel costs, time costs, respondent perceptions, substitution characteristics, individual income, facilities, education level, distance, and age affect the number of individual visits by domestic and foreign tourists in Gili Trawangan nature tourism in North Lombok Regency. The research method used is the survey sample method, and the respondent determination technique is the accidental sampling method where the sample is carefully selected so that it is relevant to the research design. The analysis used Multiple Regression Analysis with ten main variables, namely the number of visits (Y), travel costs (X. , time costs (X. , respondent perceptions (X. , substitution characteristics (X. , individual income (X. Facilities (X. Education level (X. distance (X. and age (X. the result Y = -11. 026 - 1. 22X1 1. 48X2 1. 45X3 - 2. 26X4 -7. 43X5 2. 88X6 2. 21X7 7. 75X8 0. 12X9. The partial test results show that the calculated Z value of the substitution characteristic variable, facility variable, education level variable and distance variable is greater than the t-table value (-2. 464 > -1. , . 490 > 1. , . 564 > 1. , . 919 > 1. , which means that the substitution characteristics, education level, facilities, and distance have a significant influence on the number of visits. Meanwhile, the variables of travel costs, time costs, respondent perceptions, income, and age do not have a significant effect on the number of The test results simultaneously or equally show that the nine independent variables, namely travel costs, time costs, respondent perceptions, substitution characteristics, individual income, facilities, education level, distance and age have a real influence on the dependent variable . umber of visit. Keywords: Tourism. Senggigi. Multiple Linear Regression ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui seberapa besar nilai ekonomi wisata alam Senggigi dilihat dari biaya perjalanan . ravel cost ) dan untuk mengetahui apakah biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, karakteristik substitusi. Pendapatan Individu, fasilitas-fasilitas. Tingkat Pendidikan, jarak, dan umur mempengaruhi jumlah kunjungan individu wisatawan domestik maupun mancanegara di wisata alam Gili Trawangan Kabupaten Lombok Utara. metode penelitian yang digunakan adalah metode sampel survey, dan teknik penentuan responden adalah metode accidental sampling dimana sampel yang dipilih dengan cermat sehingga relevan dengan desain penelitian. Analisis yang digunakan Analisis Regresi Berganda dengan sepuluh variabel utama yaitu variabel jumlah kunjungan (Y), biaya perjalanan (X. , biaya waktu (X. , persepsi responden (X. , karakteristik substitusi (X. Pendapatan individu (X. Fasilitas-fasilitas (X. Tingkat Pendidikan (X. jarak (X. dan umur (X. dengan hasil Y = -11,026 1,22X1 1,48X2 1,45X3 - 2,26X4 -7,43X5 2,88X6 2,21X7 7,75X8 0,12X9. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa nilai Z hitung dari variabel karakteristik substitusi, variabel fasilitas, variabel tingkat pendidikan dan variabel jarak lebih besar dari nilai t-tabel ( -2. 464 > -1,960 ), ( 3. 490 > 1,960 ), ( 2. 564 > 1,960 ), ( 3. 919 > 1,960 ), yang berarti bahwa karakteristik substitusi, tingkat pendidikan, fasilitas-fasilitas, dan jarak mempunyai pengaruh secara nyata terhadap jumlah kunjungan. Sedangkan variabel biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, pendapatan, dan umur tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah Hasil uji secara sama-sama atau secara simultan menunjukkan bahwa kesembilan variabel bebas, yaitu biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, karakteristik substitusi. Pendapatan Individu, fasilitas-fasilitas. Tingkat Pendidikan, jarak dan umur mempunyai pengaruh yang nyata terhadap variabel terikat . umlah kunjunga. JEBI Vol. No. 1, pp. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Kata Kunci: Pariwisata. Senggigi. Regresi Linear Berganda PENDAHULUAN Dengan keberagaman kekayaan sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia, tentunya hal ini menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk mendirikan industri pariwisata yang nantinya mampu memberikan kontribusi secara multidimensi bagi pemerintah dan masyarakat pada Menurut Spillane, ( 2001: 57 ). Kepariwisataan itu penting disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu : Berkurangnya penerimaan devisa dari ekspor minyak dibandingkan waktu sebelumnya, . Prospek pariwista yang tetap memperlihatkan kecendrungan meningkat dari waktukewaktu dan . Besarnya potensi wisata yang dimiliki bagi pengembangan pariwisata di Indonesia . realistik, yaitu dengan penilaian manfaat itangible rekreasi secara kuantitatif dan obyektif. penilaian manfaat intangible rekreasi ini ternyata tidak dapat dinilai dengan sistem pasar Untuk tujuan penilaian ini para ahli ekonomi sumber daya alam dan llingkungan telah berusaha mengembangkan pendekatan yang dianggap representatif yaitu Travel Cost Method atau Metode Biaya Perjalanan yang prinsipnya yaitu menggunakan biaya perjalanan untuk menghitung nilai permintaan rekreasi suatu sumber daya alam yang tidak memiliki harga pasar. Pendekatan ini telah dipakai secara meluas untuk mendapatkan kurva permintaan rekreasi. ( Smith,1990 dalam Purwanto, 1998 : I. Berdasarkan hasil identifikasi Masyarakat Ekowisata Indonesia (MEI) Propinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah tujuan ekowisata (DTE) (Yoeti, 1999 : 44 ) yang banyak dikunjungi wisatawan, baik wisatawan asing maupun domestik. Hal ini disebabkan oleh keanekaragaman obyek wisata yang dimiliki dan juga letak geogerafis provinsi NTB yang berada diantara jalur segi tiga emas pusat pariwisata Indonesaia yaitu Pulau Bali. Pulau Komodo dan Taman Laut Bunaken di Sulawesi. METODE PENELITIAN Nusa Tenggara Barat ( NTB) adalah salah satu propinsi di Indonesia yang memiliki potensi wisata yang patut untuk dikembangkan. Arus kunjungan wisatawan ke daerah ini selalu mengalami peningkatan dari tahun ketahun,. Salah satu Kabupaten yang memiliki potensi wisata yang cukup terkenal adalah Kabupaten Lombok Barat, dimana kabupaten ini merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi NTB yang memiliki beberapa kawasan wisata yang cukup terkenal secara Internasional seperti Taman Nasional Gunung Rinjani. Pantai Senggigi dan kawasan wisata tiga Gili yang sangat populer. Salah satu objek wisata yang yang ada di Kabupaten Lombok Barat adalah kawasan wisata Senggigi , yaitu salah satu Lokasi di Lombok barat yang cukup mengundang animo wisatawan lokal maupun mancanegara karena keindahan alamnya. Karena berbagai isu global yang berkembang sangat sensitif mempengaruhi eksistensi pariwisata dalam negeri, maka harus ada upaya dalam memperkuat orientasi pengembangan pasar pariwisata, dari wisatawan asing menjadi wisatawan domestik. Sehingga dari awal perlu sekiranya melihat penilaian wisatawan terhadap obyek yang ada, yang berpotensi dikunjungi wisatawan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai nilai ekonomis obyek wisata alam Senggigi dilihat dari metode biaya perjalanan. Penelitian ini dilakukan dikawasan wisata alam Senggigi. Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat. Pengambilan lokasi ini dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut banyak dikunjungi oleh wisatawan dan menjadi salah satu andalan wisata di Kabupaten Lombok Barat. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitan ini adalah metode survey. Metode survey adalah salah satu bentuk penyelidikan yang dilakukan dengan cara menghubungi sebagian tertentu dari populasi yang berhubungan dalam area penelitian tertentu guna menggali informasi-informasi yang dibutuhkan (M. Teguh, 2001: . Metode survey digunakan untuk mengumpulkan data yang relatif terbatas dari sejumlah kasus yang relatif besar Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wisatawan Nusantara dan wisatawan Mancanegara yang berkunjung ke wisata alam Senggigi, dimana dari populasi tersebut diambil sampel sebanyak 100 orang. Penentuan responden yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode accidental sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan kebetulan yang mana siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data, ( sugiono, 60-61. 2005 ). Alasan lain mengapa penilaian sumberdaya alam penting, karena sumber daya alam adalah merupakan barang publik yang tidak dapat diperjual belikan secara terangterangan kepada konsumen, akan tetapi bahwa penilaian sumber daya alam terkait di kawasan Wisata alam Senggigi adalah untuk mendapatkan Nilai Ekonomi yang pada akhirnya nanti, pihak-pihak yang terkait dalam proses pengelolaannya seperti Pemerintah Daerah Lobar dan Seluruh Pengelola hotel yang berada disepanjang kawasan senggigi sadar bahwa potensi wisata Senggigi mesti ditingkatkan agar nantinya mampu memberikan Kontribusi secara multidimensi dalam sektor kepariwisataan di NTB. Dalam penelitian ini, nilai ekonomi wisata alam Senggigi di duga dengan menggunakan metode biaya perjalanan . ravell cost metho. yang meliputi biaya transportasi pulang pergi dari tempat tinggal ke wisata alam Senggigi, biaya konsumsi, biaya dokumentasi, biaya parkir dan biaya lain-lain. Untuk mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian karena dalam penelitian ini terdapat beberapa variabel yang bersifat kualitatif dan kuantitatif maka variabel yang bersifat kualitatif diukur dengan menggunakan skala likert. Skala likert adalah alat yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang penomena sosial (Sugiono, 2004. Hal lain juga yang patut di pertimbangkan ialah bahwa dalam rangka menarik minat investor untuk menanamkan modalnya dalam pembangunan pariwisata Lombok Barat maka diperlukan suatu dasar perhitungan investasi yang Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan alat analisis statistik yaitu regresi JEBI Vol. No. 1, pp. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia linier berganda. Adapun formulasinya adalah sebagai berikut: (Supranto, 2001: . Lombok Barat i = bo b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 b5X5 b6X6 b7X7 b8X8 b9X9 ei Sumbawa Keterangan: i = Jumlah kunjungan = Konstanta. B1, b2, b3, b4, b5, b6, b 7,b 8 b 9 , = Koefisien regresi = Biaya perjalanan. = Biaya waktu. = Persepsi Responden = Kartakteristik substitusi = Pendapatan = Fasilitas = Tingkat Pendidikan = Jarak = Umur HASIL Responden dalam penelitian ini adalah pengunjung atau wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung kewisata alam Senggigi. Karakteristik responden merupakan bagian terpenting dari suatu penelitian karena dengan mengetahui karakteristik responden kita dapat mengenal obyek penelitian secara komperehensif dan akuntabel. Dari data hasil penelitian diperoleh informasi bahwa umur responden tergolong usia produktif yaitu berkisar antara 17 tahun sampai 58 tahun. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat pada tabel berikut ini. Tabel Identitas responden menurut kelompok umur dan Katagori Jumlah (Tahun ) (Oran. 17 - 22 23 - 28 29 - 34 35 - 40 41 - 46 47 Ae 52 53 - 58 Ou 59 Jumlah Sumber : Data primer diolah. Persentase (%) Tabel 2. Hasil perhitungan nilai ekonomi wisata alam Senggigi per 000 penduduk dari kabupaten/kota dan Propinsi dari wisatawan Domestik Kabupaten Lombok Timur Lombok Tengah Kota Mataram Biaya Perjalanan Rata-Rata (R. Jumlah Penduduk (Oran. Nilai Total (Rp/tahun/ 545,45 JEBI Vol. No. 1, pp. Jakarta 333,33 Jawa Barat Sulawesi Sumber : Data primer yang diolah Berdasarkan hasil perhitungan tabel diatas, maka diketahui nilai ekonomi wisata alam Senggigi dengan pendekatan biaya perjalanan dari masing-masing kabupaten/kota dan propinsi dari wisatawan domestik per 1. 000 penduduk per tahun yang paling besar adalah propinsi Jawa Barat sebesar Rp. 400,- dan potensi nilai ekonomi yang terendah adalah dimiliki oleh kota Mataram yaitu sebesar Rp. 524,75,-. Data yang dianalisis adalah data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan Domestik dan mancanegara ke wisata alam Senggigi meliputi biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, karakteristik substitusi. Pendapatan Individu, fasilitas-fasilitas. Tingkat Pendidikan, jarak, dan umur . Analisis ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan alat analisis statistik yaitu dengan menggunakan uji secara parsial . , yaitu untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas . ndevenden variabe. terhadap variabel terikat . evenden variabe. dan secara simultan . yaitu untuk mengetahui pengaruh seluruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel Untuk memperkuat hasil analisis yang akan dilakukan, maka digunakan koefisien determinasi (R. , yaitu untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Tujuan dari analisis ini untuk menguji hipotesis dengan menggunakan kajian secara statistik terhadap hasil estimasi yang diaplikasikan dalam bentuk model regresi linier Dalam analisis ini dikaji masalah pengaruh perubahan dari setiap variabel bebas . iaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, karakteristik substitusi. Pendapatan Individu, fasilitas-fasilitas. Tingkat Pendidikan, jarak, dan umur ) terhadap variabel terikatnya . umlah kunjungan individ. Berdasarkan hasil analisis diperoleh dari regresi linier berganda dengan menggunakan program komputer Eviews dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3 Hasil estimasi regresi liner berganda dan faktor-faktor yang mempengruhi kunjungan wisatawan domestik dan Mancanegara di wisata alam Senggigi. Dependent Variable: Y Method: Least Squares Date: 12/21/08 Time: 10:59 Sample: 1 100 Included observations: 100 Variable Coefficient Std. Error Z-Statistic Prob. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia R-squared Adjusted Rsquared Sum Log DurbinWatson stat 22E-07 48E-08 43E-08 14E-08 -1. 98E-08 12E-08 -1. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion F-statistic Prob(F-statisti. Sumber : Lampiran Eviews Data Print Out Komputer Program Berdasarkan data hasil estimasi pada tabel diatas, maka dapat dibentuk persamaan linier sebagai berikut: Y = -11,026 - 1,22X1 1,48X2 1,45X3 - 2,26X4 -7,43X5 2,88X6 2,21X7 7,75X8 0,12X9 Untuk mengetahui besarnya nilai koefisien variabel biaya perjalanan (X. , biaya waktu (X. , persepsi responden (X. , karakteristik substitusi (X. Pendapatan Individu (X. , fasilitas-fasilitas (X. Tingkat Pendidikan(X. , jarak (X. , dan umur (X. dapat di lihat pada besarnya nilai koefisien regresinya . 1, b2, b3, b4, b5, b6, b7, b8, b9 ). Nilai konstanta b0 sebesar -11,026 dapat diartikan bahwa apabila semua variabel bebas yaitu biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, karakteristik substitusi. Pendapatan Individu, fasilitas-fasilitas. Tingkat Pendidikan, jarak, dan umur dianggap sama dengan nol, maka jumlah kunjungan bernilai -11,026 kali dalam satu tahun terahir. Dari hasil estimasi secara statistik dapat diketahui bahwa, ada beberapa variabel bebas dalam penelitian ini yang tidak signifikan pengaruhnya terhadap variabel terikat yaitu variabel biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden pendapatan dan umur. Variabel-variabel ini tidak mempunyai pengaruh signifikan karena responden yang berkunjung kewisata alam Senggigi tidak terlalu menghitung biaya yang dikeluarkan tetapi lebih mementingkan bagaimana memperoleh manfaat dari jasa lingkungan yang ditawarkan oleh wisata alam Senggigi. Adapun variabel bebas yang mempunyai pempunyai pengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan secara statistik adalah karakteristik substitusi, fasilitas, tingkat pendidikan dan jarak dapat dijelaskan sebagai berikut : Variabel karakteristik dengan nilai koefisien regresi . 26 menghasilkan nilai yang negatif, hal ini berarti peningkatan persepsi responden sebesar satu satuan dalam skala likert akan mengakibatkan terjadinya penurunan JEBI Vol. No. 1, pp. jumlah kunjungan individu sebanyak -2. 26 kali dalam satu tahun dengan asumsi bahwa biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden. Pendapatan Individu, fasilitas-fasilitas. Tingkat Pendidikan, jarak, dan umur dalam keadaan tetap . Berdasarkan nilai diatas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi karakteristik substitusi terhadap kualitas lingkungan wisata alam Senggigi, maka jumlah kunjungan individu wisatawan domestik maupun Mancanegara di wisata alam ini akan semakin menurun. Variabel fasilitas dengan nilai koefisien regresi . 88 menghasilkan nilai yang positif, hai ini berarti peningkatan fasilitas sebesar satu persen akan mengakibatkan terjadinya kenaikan jumlah kunjungan individu sebanyak 2. kali dalam satu tahun dengan asumsi bahwa biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, karakteristik substitusi. Pendapatan Individu. Tingkat Pendidikan, jarak, dan umur dalam keadaan tetap . Dengan demikian semakin tinggi tingkat fasilitas maka semakin tinggi jumlah kunjungan ke wisata alam Senggigi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan fasilitas sangat elastis terhadap jumlah kunjungan wisatawan domestik dan Mancanegara ke wisata alam Senggigi. Variabel tingkat Pendidikan dengan nilai koefisien regresi . 21 menghasilkan nilai yang positif, hai ini berarti peningkatan pendidikan sebesar satu jenjang akan mengakibatkan terjadinya kenaikan jumlah kunjungan individu sebanyak 2. 21 kali dalam satu tahun dengan asumsi bahwa biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, karakteristik substitusi. Pendapatan Individu, fasilitas-fasilitas, jarak, dan umur dalam keadaan tetap . Dengan demikian semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi jumlah kunjungan ke wisata alam Senggigi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan pendidikan sangat elastis terhadap jumlah kunjungan wisatawan domestik dan Mancanegara ke wisata alam Senggigi. Variabel jarak dengan nilai koefisien regresi . 75 menghasilkan nilai yang positif, hal ini berarti semakin jauh jarak responden dalam ukuran dumy akan mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah kunjungan individu sebanyak 7. 75 kali dalam satu tahun dengan asumsi bahwa biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, karakteristik substitusi. Pendapatan Individu, fasilitas-fasilitas. Tingkat Pendidikan, dan umur dalam keadaan tetap . Berdasarkan nilai diatas dapat disimpulkan bahwa semakin jarak atau asal responden maka jumlah kunjungan individu wisatawan domestik maupun Mancanegara di wisata alam ini akan semakin meningkat. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh hasil koefisien determinasi model ini sebesar 0. 578, artinya sebesar 57,8 persen variasi jumlah kunjungan individu (Y) mampu dijelaskan oleh variabel-variabel independen (X) yaitu biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, karakteristik substitusi. Pendapatan Individu, fasilitas-fasilitas. Tingkat Pendidikan, jarak, dan umur. Sedangkan sisanya sebesar 42,2 persen dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar model seperti selera, bentuk kunjungan, kesempatan, waktu luang dan lainlainnya. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda di lakukan uji parsial . ji Z) dan uji simultan . ji F) diperoleh beberapa hasil mengenai pengaruh dari variabel bebas . iaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, karakteristik substitusi. Pendapatan Individu, fasilitas-fasilitas. Tingkat Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Pendidikan, jarak, dan um. terhadap variabel terikatnya . umlah kunjungan individ. Hasil analisis ini akan dijelaskan secara statistik untuk menguji hipotesis yang telah di ajukan sebelumnya, sebagai berkiut: Dari hasil pengolahan datamenunjukkan bahwa terdapat empat variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat . umlah kunjunga. yaitu karakteristik substitusi (X. , fasilitas (X. Tingkat pendidikan (X. , dan Jarak (X. pada level of significant a1 persen dan 5 persen. Berdasarkan hasil uji AeZ menunjukan nilai Z-hitung variabel karakteristi substitusi (X. lebih besar dari Z-tabel yaitu -2. 464 > -1. 96 dengan nilai signifikasi sebesar 0,015 atau a 5 persen, artinya 95 persen secara parsial karakteristik substitusi berpengaruh terhadap jumlah kunjungan individu. untuk variabel pendapatan fasilitas, dimana hasil Uji-Z pada variabel fasilitas yang menunjukkan bahwa nilai Z-hitung yang lebih besar dari Z tabel yaitu 3. > 1,96 dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 ataua 1 persen, artinya 99 pesen secara parsial pendapatan indvidu berpengaruh terhadap jumlah kunjungan individu. Sedangkan untuk variabel tingkat pendidikan dimana hasil Uji-Z pada variabel tingkat pendidikan yang menunjukkan bahwa nilai Zhitung yang lebih besar dari Z tabel yaitu 2. 56 > 1,96 dengan nilai signifikasi sebesar 0,012 ataua 5 persen, artinya 95 pesen secara parsial tingkat pendidikan berpengaruh terhadap jumlah kunjungan individu. Demikian juga dengan variabel jarak, dimana hasil Uji-Z pada variabel jarak menunjukkan bahwa nilai Z-hitung yang lebih besar dari Z tabel yaitu 3. 91 > 1,96 dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 ataua 1 persen, artinya 99 persen secara parsial jarak berpengaruh terhadap jumlah kunjungan individu. Sedangkan variabel bebas lainya seperti biaya perjalanan (X. Biaya waktu (X. , persepsi responden (X. , pendapatan (X. , dan umur (X. tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap jumlah kunjungan individu (Y). Hal ini dapat dilihat dari nilai Z-hitung lebih kecil dari Z-tabelnya. Berdasarkan hasil pengujian secara individual hanya terdapat empat variabel babas (X) yaitu variabel karakteristik substitusi, fasilitas, tingkat pendidikan dan umur yang berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat (Y) pada level of significan a 1 persen dan a 5 persen, sehingga hipotesis alternatif (H. di tolak dan menerima hipotesis nol (H. Berdasarkan hasil perhitungan pada print out komputer pada lampiran 4, menunjukkan bahwa secara simultan semua variabel bebas dalam model regresi ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Hal ini ditunjukkan oleh nilai f-hitung yang lebih besar dari f-tabelnya yaitu sebesar 13. 71 >2,04 yang signifikan pada derajat kepercayaan 1 persen. Nilai signifikansi sebesar 0,000 . atau dengan a 1 persen yang artinya 99 persen secara simultan semua variabel bebas (X) berpengaruh terhadap jumlah kunjungan individu. Maka dapat di simpulkan, karena nilai F hitung lebih besar dari nilai F tabel maka hipotesis altenatif (H. yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen diterima atau menolak hipotesis nol (H. Artinya terbukti bahwa semua variabel independen secara bersama-sama atau simultan mampu menjelaskan variabel dependen. JEBI Vol. No. 1, pp. KESIMPULAN Nilai ekonomi per 1000 penduduk wisata alam Gili Trawangan dengan pendekatan biaya perjalanan diperoleh nilai ekonomi sebesar Rp. 374,/tahun. Berdasarkan hasil analisis Regresi Berganda dengan sepuluh variabel utama yaitu variabel jumlah kunjungan (Y), biaya perjalanan (X. , biaya waktu (X. , persepsi responden (X. , karakteristik substitusi (X. Pendapatan individu (X. Fasilitas-fasilitas (X. Tingkat Pendidikan (X. jarak (X. dan umur (X. hasil Y = -11,026 - 1,22X1 1,48X2 1,45X3 - 2,26X4 -7,43X5 2,88X6 2,21X7 7,75X8 0,12X9 Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa nilai Z hitung dari variabel karakteristik substitusi, variabel fasilitas, variabel tingkat pendidikan dan variabel jarak lebih besar dari nilai t-tabel ( -2. 464 > -1,960 ), ( 3. > 1,960 ), ( 2. 564 > 1,960 ), ( 3. 919 > 1,960 ), yang berarti bahwa karakteristik substitusi, tingkat pendidikan, fasilitas-fasilitas, dan jarak mempunyai pengaruh secara nyata terhadap jumlah kunjungan. Sedangkan variabel biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, pendapatan, dan umur tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan. Hasil uji secara sama-sama atau secara simultan menunjukkan bahwa kesembilan variabel bebas, yaitu biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, karakteristik substitusi. Pendapatan Individu, fasilitasfasilitas. Tingkat Pendidikan, jarak dan umur mempunyai pengaruh yang nyata terhadap variabel terikat . umlah kunjunga. Nilai koefisien determinasi (RA) adalah sebesar 0,578 atau 57,8 persen yang berarti bahwa 57,8 persen variasi jumlah kunjungan individu (Y) mampu dijelaskan oleh variabel-variabel independen (X) yaitu biaya perjalanan, biaya waktu, persepsi responden, karakteristik substitusi. Pendapatan Individu, fasilitas-fasilitas. Tingkat Pendidikan, jarak dan umur. Sedangkan sisanya sebesar 42,2 persen dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya. DAFTAR PUSTAKA