PEKAN NGAJI DAN PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X MA C MAMBAUL ULUM BATA-BATA Ali Ridho IAI Al-KhairatPamekasan Aldo. okfor@gmail. Abstract The Research of An International event Pekan Ngaji and the Increasing of Learning Motivation of Students in Class 10- of MA C Senior High school of Mambaul Ulum Bata-Bata was conducted to find out the role of the Pekan Ngaji which became the annual agenda of Bata-Bata Islamic Boarding School contributing to the improvement of learning motivation of class X MA students. C, a class that directly enjoys this program because it will become the object of guidance (Learnin. as a participant. This research is a type of qualitative research. The approach that we will use is the Phenomenological Approach with a descriptive approach that describes the learning motivation of class 10 MA C. Senior High School of Mambaul Ulum Bata-Bata. The research that we will conduct is used a number of methods in collecting datas, namely: observation, interviews, and document After the data is obtained, it will be analyzed by descriptiveanalytical data analysis method. From this study it was found that the motivation of stidents in class X MA C is rapidly increasing. Based on the analysis of the researcher, their motivation is biogenetic or motives derived from the needs of the organism for the sake of their survival, sociogenetic and theological motives. The most visible indication of them is their participation in extracurriculer programs in Islamic boarding schools which held by a particular institution namely autonomous bodies. Keywords: Pekan Ngaji. Motivation. Learning Abstrak Penelitian tentang Pekan Ngaji dan Peningkatan Motivasi Belajar Siswa di Kelas X MA C Mambaul Ulum Bata-Bata ini dilakukan untuk mengetahui bagai peran pekan ngaji yang menjadi agenda tahunan pondok pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata berkonstribusi terhadap peningkatan motivasi belajar siswa kelas X MA. C, sebuah kelas yang secara langsung menikmati program ini karena akan menjadi objek pembinaan . sebagai peserta. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif. Pendekatan yang akan kami pakai adalah Pendekatan Fenomenologis dengan pendekatan diskriptif yang menggambarkan tentang motivasi belajar siswa kelas X MA C. Mambaul Ulum Bata-Bata. Penelitian yang kami lakukan ini digunakan sejumlah metode jaring data, yaitu: observasi, wawancara, dan studi Setelah data diperoleh, maka dianalisis dengan metode analisis data deskriptif-analitis. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa motivasi FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019. P-ISSN 24412401. e-ISSN 2477-5622 FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 siswa kelas X MA. C sangat meningkat dengan pesat. Berdasarkan analisis peneliti motivasi mereka adalah biogenetis atau motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme demi kelanjutan hidupnya, motif sosiogenetis dan teologis. Indikasi yang paling nampak dari mereka adalah keikutsertaannya pada ekstra pondok pesantren yaitu badan otonom. Kata kunci : Pekan Ngaji,Motivasi. Belajar Ali Ridho. Pekan Ngaji dan Peningkatan Motivasi Belajar Pendahuluan Inovasi pembelajaran menjadi keharusan bagi Lembaga Pendidikan terutama Lembaga Pendidikan Islam, hal ini karena tantangan kekinian yang menuntut lembaga semakin progresif dan inovatif, apalagi lembaga pendidikan di bawah pondok pesantren. Lembaga pondok pesantren menjadi atensi tersendiri karena menjadi sorotan masyarakat sebagai benteng terakhir dari penjaga akidah umat, maka tidak salah ketika pesantren tetap menjadi pilihan utama umat dalam hal mendidik putra ptrinya. Pondok Pesantren mambaul Ulum Bata-Bata termasuk salah satu pesantren yang peka akan tuntutan pembaharuan tersebut, ia merespon apa yang menjadi keinginan dari masyarakat namun tidak sama sekali meninggalkan jati dirinya sebagai pesantren yang komitmen dalam penegakan syariat Islam. Di umurnyayang masuk angka 76 tahun ini terus melakukan kreasi dan inovasi disemua sector termasuk dalam pembelajaran. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah program pekan ngaji yang pada belakangan ini menjadi icon pondok pesantren mambaul Ulum Bata-Bata disamping program-program lainnya, hal ini karena pekan ngaji memberikan dampak yang besar kepada perubahan belajar siswa. Penelitiandilakukanpadatahunpelajaran 2018-2019, difokuskan pada siswa kelas X MA C Mambaul Ulum Bata-Bata, merupakan kelas khusus dibidang pengembangan al-QurAoan dan Hadist. Tahun ini pecan ngaji masuk tahun keempat sejak diadakannya pertama kali pada tahun 2016. Dari ulasan diatas, maka dalam penelitian ini diambil satu rumusan yang menjadi pijakan penelitian adalah Aubagaimaan dampak pekan ngaji dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X MA C Mambaul Ulum Bata-BataAy Metode Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif1. Pendekatan yang akan kami Pendekatan Fenomenologis2dengan menggambarkan tentang motivasi belajar siswa kelas X MA C Mambaul Ulum BataBata sebagai dampak dari kegiatan tahunan yaitu Pekan Ngaji. J Moleong. Lexy. Metodologi Penelitian Kwalitatif Edisi Revisi (Bandung : PT RemajaRosdaKarya, 1. , 3. Furchan. Arif. Pengantar Metoda Penelitian Kualitatif (Surabaya: Usaha Nasional, 1. , 25. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 Dari rencana penelitian yang akan kami lakukan ini digunakan sejumlah metode jaring data, yaitu: observasi, wawancara, dan studi dokumen. Setelah data diperoleh, maka dianalisis dengan metode analisis data deskriptif-analitis. Observasi adalah pengamatan yang dilakukan dengan cara ikut ambil bagian atau melibatkandiri dalam situasi objek yang diteliti. Observasi atau pengamatan yang akan kami lakukan adalah observasi terlibat. Metode observasi ini kami gunakan untuk mendapatkan data tentang motivasi siswa kelas X MA C Mambaul Ulum Bata-Bata Panaan Palengaan Pamekasan. Metode wawancara atau tanya jawab peneliti dengan nara sumber akan kami gunakan untuk mendapatkan data mengenai, factor ekstrinsik atau motivasi internal, serta bentuk perubahan yang disebabkan adanya motivasi siswa melalui pekan ngaji kelas X MA C Mambaul Ulum Bata-Bata, dan segala yang berkaitan dengan data yang dibutuhkan sesuai rumusan masalah. Studi dokumen akan digunakan sebagai metode untuk mendapatkan data mengenai hasil belajar siswa serta siklus prestasi siswa setiap Sedangkan metode analisis data yang akan kami gunakan adalah deskriptifanalitis melalui tiga tahapan: reduksi data, deskriptif, dan penarikan kesimpulan. Metode deskriptif adalah metode analisis data yang bertujuan memahami makna atas perilaku objek penelitian dengan menarasikan berdasarkan data riil. Reduksi data dimaksudkan untuk seleksi dan penilaian data yang diperoleh. apakah termasuk data yang dibutuhkan atau tidak. Selanjutnya, pada tahap deskriptif, kami tidak hanya akan menarasikan dan menguraikan dalam bentuk tabel, gambar, atau diagram dan lainnya, melainkan juga akan dilakukan analisis atas sejumlah data yang sebelumnya sudah di reduksi. Kemudian akan diambil kesimpulan. Hasil Penelitian Deskripsi Umum Pekan Ngaji Pekan ngaji adalah program mengaji yang dilaksanakan selama satu pekan dengan pemateri yang exspred dari berbagai tema. Kegiatan ini berawal dari keinginan besar dewan aAowan pondok pesantren mambaul Ulum Bata-Bata untuk melaksanakn pasar Pendidikan di luar kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Ali Ridho. Pekan Ngaji dan Peningkatan Motivasi Belajar hari di pondok pesantren. Pada tahun 2016 awal kali agenda diselenggaran dengan penuh khidmat, dalam satu pekan pemateri dalam dan luar negeri datang untuk memberikan materi sesuai dengan spesialisasi bidang keilmuannya. Pelaksanaan Pekan Ngaji ini layaknya seminar interaksi yang dipandu oleh seorang moderator acara yang memimpin pelaksanaan ngaji, setelah materi ada sesi dialog antara pemateri dan peserta. Peserta berasal dari santri, alumni dan simpatisan yang sengaja datang dari berbagai daerah untuk mengikuti event menarik ini. Pada tahun selanjutnya hari pelaksanaan ngajinya ditambah menjadi 10 hari hal ini karena terlalu sedikitnya hari pelaksanaan ngaji sedangkan antusiasmenya santri dan masyrakat cukup tinggi. Saat ini program ini sudah masuk tahun ke 4 dengan tema meneuju generasi shalih dan mushlih dan tagline LetAos Make TingAos Batter. Pelaksanaan benar-benar spektakuler dari segi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasinya, bagaimana persipan segalanya dilaksanakan sejak satu tahun sebelumnya pasca selesainya pekan ngaji di tahun sebelumnya, sehingga tidak heran ketika program ini dirasa menhasilkan manfaat yang Nampak kepada santri, alumni dan masyarakat. Pekan ngaji mempunyai enamplatform yang tidak bisa ditinggalkan dan selalu menjadi pijakan dalam pelaksanaannya, yaitu Pertama Inovasi. Disetiap pelaksanaan harus menyuguhkan inovasi yang orisinil dan harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Perumusan tentang inovasi baru ini dilakukan secara serius oleh tim baik yang menyangkut inovasi kegiatan ngajinya, kegiatan TAMARA (TaAoyidul Mahara. 3 maupun kegiatan opening dan closingnya. Kedua Improvisasi, pergelaran pekan ngaji yang dilaksanakan setiap tahun akan terasa membosankan ketika kegiatan yang ada di dalamnya hanya mengulang rutinitas sebelumnya, apa yang terjadi sudah bisa ditebak oleh public hal ini tidak boleh terjadi di pekan ngaji, maka improvisasi menjadi keharusan sebagai TAMARA (TaAoyidulMahara. adalah wisuda yang dilakukan oleh puluhan badan otonom yang ada di pondok pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, pada pelaksanaan TAMARA ini mereka yang di wisuda menunjukkan bakat dan kemampunannya sesuai kompetensi yang dimilikinya. Badan Otonom ini meliputi KitabKuning. Bahasa dan Seni. Kitab kuning terdiri dari tingkatan paling dasar yaitu akselarasi baca kitab kuning dengan metode Prakom, pengembangan dan lanjutan yaitu meliputi Minikom. Logika dan Ushul Fiqh (LOGIS) Majlis Musyawara Kutubud Diniyah (M2KD). Fikih Substansi (FIKIAo. Falakiyah Bata-Bata (FB). Sedangkan dibidang Bahasa ada Bahasa Arab. Bahasa Inggris. Bahasa Mandarin. Bahasa Jepang. Bahasa Jerman. Spanyol. Sanksakerta dan Bahasa Prancis. Sedangkan Badan Otonom dibagianseni meliputi QiraAoah. Khat dan kaligrafi dan seni pencaksilat FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 upaya untuk menjadikan pekan ngaji selalu menjadi kegiatan yang ditunggu dan menjadi acuan dalam pelaksanaan yang sejenis. Ketiga edukasi, point ini menjadi sentral dari kegiatan pekan ngaji karena dalam perjalan sepuluh hari diisi dengan berbagai program ngaji dalam setiap harinya, terdapat banyak tema yang dibedah mulai dari masalah keagamaan, seni maupun humaniora. tolak ukur kesuksesan kegiatan pekan ngaji ini adalah edukasi yang berdampak pada motivasi, prestasi, wawasan dan pengalaman santri, alumni dan simpatisan pondok pesantren Mambaul Ulum bata-bata yang membanjiri pelaksanaan pekan ngaji ini. Keempat Motivasi, titik tekan pekan ngaji yang selalu diingatkan oleh penggagas pekan ngaji adalah motivasi. Bagaimana pelaksanaan ini berdampak pada ekstrinsik santri, alumni dan simpatisan untuk berprestasi, melaksanakan dan mengamalkan ilmu yang disampaikan oleh pemateri ngaji. Kelima Entrepreneur, bagaimana momentum tahunan ini harus menjadi lahan usaha kreatif bagi siapapun untuk menggerakkan ekonomi masyarakat terlebih pada panitia sendiri untuk menopang cost pelaksanaan yang membutuhkan dana tidak Keenam Entertaining, pelaksnaan pekan ngaji harus memberikan hiburan kepada masyarakat khususnya kepada santri, alumni dan simpatisan. tengah kebuntuan antara budaya dan agama maka pekan ngaji menjadi solusi, bahkan oleh pemerintah Kabupaten Pamekasan dicanangkan menjadi wisata MA C MA. MambaulUlumBata-Bata mempunyai banyak program unggulan dan ke khususan yang menjadi ragam pilihan bagi siswa. Secara umum jurusan yang terdapat di MA. Mambaul Ulum Bata-Bata ada dua yaitu IPA dan IPS, namun dua jurusan tersebut terbagi menjadi beberapa program, yaitu IPA program IPA Reguler dan Taruna, sedangkan IPS ada IPS Reguler. Billingual. MA B dan MA Ali Ridho. Pekan Ngaji dan Peningkatan Motivasi Belajar NO KUALIFIKASI JURUSAN IPA PROGRAM Reguler Taruna Reguler Billingual IPS Dirasat Islamiyah Tafsir Hadis MA. C merupakan kelas khusus yang lebih menekankan pada kemampuan ilmu ushuluddin, yaitu al-QurAoan dan Hadis. Untuk masuk kelas ini melewati seleksi dibidang kitabiyah . utubut turas. yang sangat selektif, namun demikian motivasi belajar mereka harus secara kontinu selalu digerakkan agar tercipta suasana belajar yang baik. Deskripsi Khusus Motivasi Belajar siswa Secara teoritis Motivasi Belajar merupakan Istilah yang berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu yang menyebabkan individu tersebut berbuat atau melakukan sesuatu4. Hadi berpendapat bahwa motif tidak dapat diamati secara langsung, tetapi dapat diinterpretasikan dalam tingkah lakunya, yang berupa rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga munculnya suatu tingkah laku tertentu 5. Siswa MA C yang secara khusus dibentuk untuk menampung siswa yang cerdas dibidang keagamaan namun secara usia serta pensyaratan-pensyaratan khsus belum bias masuk pada kategori MA B mempunyai indikasi yang kuat adanya rangsangan yang muncul disebabkan adanya Pekan Ngaji, hal ini terbukti berdasarkan wawancara peneliti dengan salah satu siswa yang bernama Ainul Makin, dia mengatakan bahwa keberadaan pekan ngaji memberikan dorongan baginya untuk bersemangat dalam menuntut ilmu sehingga ada orientasi belajar yang Echol. Jhon M. Dkk. Kamus Inggris-Indonesia, (Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. , 2. Hadi. Pembelajaran Kontektual dan Penerapannya dalam KBK. (Malang:UM Press. , 154 FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 ingin dicapai setidaknya bisa sama dengan para pemateri yang datang dan mereka sangat expired dengan bidang keilmuannya. Begitupun dengan Khairul Mufid yang mengatakan bahwa pelaksanaan pekan ngaji memberikan dampak padanya untuk berkeingin melakukan sesuatu yang positif terkait kehidupannya, semisal berkunjung ke perpustakaan mencari buku-buku hasil karya pemateri pekan ngaji. Motif merupakan daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan Motif juga berarti sebagai penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu demi mencapai tujuan tertentu. Berawal dari kata motif itulah, maka motivasi dapat diartikan sebagai dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya. Gerungan berpendapat bahwa motif dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu motif biogenetis atau motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme demi kelanjutan hidupnya, motif sosiogenetis atau motif yang berkembang yang berasal dari lingkungan kebudayaan tempat orang tersebut berada, dan motif teologis atau motif manusia sebagai makhluk yang berketuhanan sehingga ada interaksi antara manusia dengan Tuhan-Nya6. Kondisi di MA. C Mambaul Ulum Bata-Bata termasuk pada motif sosiogenetis dan teologis, hal ini berdasarkan pengamatan pada sikap siswa dalam menghadapi para pemateri-pemateri ngaji yang berasal dari luar Mereka merasa sangat tidak canggung bahkan ada interaksi yang hangat walaupun yang dihadapi adalah seorang profesor. Begitupun ketiga peneliti mencoba lebih jauh meneliti dengan mewawancarai salah satu dari mereka, yaituHolilurrahman dia mengatakan sangat senang sekali bersua dan berdialog dengan para pemateri yang hebat-hebat dan membuat saya berkeinginan menyamai para beliau bahkan kalau bisa melebihi. Berbeda jauh ketika dulu saya tidak mempunyai pengalaman maka merasa sangat malu dan tidak percaya diri. Apa yang disampaikan Bashori selaras dengan yang disampaikan oleh Iwan. Gerungan. A Psikologi Sosial. (Bandung : Eresco, 1. , 142-144 Ali Ridho. Pekan Ngaji dan Peningkatan Motivasi Belajar Selain sosiogenis sebagaimana teorinya Gerungan, juga termasuk masuk kategori motif teologis, hal ini berdasrkan pengamatan peneliti dengan adanya pekan ngaji, peserta didik rajin melaksanakan ibadah maupun aktifitas religious lainnya, seperti puasa sunnah, shadaqah dan tolong menolong. Ketika peneliti mengorek lebih jauh terkait aktifitas yang dilakukan siswa mereka mengatakan karena banyak terpengaruh oleh profil pemateri yang sukses dan bercerita tentang kunci suksesnya. Selain memaparkan tentang kunci suksesnya para pemateri memang memberikan dorongan untuk melakukan aktifitas yang positif, sekiranya itu yang disampaikan oleh Abdul Adhim dan Alfan Afandi. Hal ini juga selaras dengan yang disampaikan Maslow dalam Lefton7. Motivasi merupakan faktor yang penting dalam belajar. Prestasi belajar akan optimal kalau ada motivasi yang tepat. Makin tepat motivasi yang diberikan maka akan berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa. Sehubungan dengan hal itu. Sardiman . 1: . berpendapat bahwa terdapat tiga fungsi motivasi, . Mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, . Menentukan arah perbuatan menuju tujuan yang akan dicapai, dan . Untuk memilih perbuatan yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan. Ketiganya ini, sangat realistis berdasarkan fakta lapangan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti. Mereka terdorong untuk melakukan sesuatu yang baik karena terpengaruh oleh lingkungan secara umum maupun pekan ngaji secara khusus. Lingkungan menuntut mereka untuk aktif karena sudah membudaya dan kalau dirunut merupakan dampak budaya dari pekan Berikut data peserta didik kelas X dalam keikutsertaan mereka dalam kegiatan badan otonom pondok pesantren Lefon. Lester A. dan Laura Valvatne. Mastering Psichology, (Boston : Allynand Bacon, 1. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 INDUK Nama Peserta Badan Otonom ABDUL ADIM ABDULLAH FAQIH ABDUS SALAM ALFAN AFANDI ARIFIN BASHORI BEDRUS SALEH HOLILUR ROHMAN IMAM ROFII IWAN KHAIRUL MUFID MOH ABD KHOLIQ MOH JALALUDDIN HASAN MOH MAKINUN AMIN MOH. KARIMULLAH MOHAMMAD RIFKI MUHAMMAD IQBAL ABRORI NAUVAL MAULANA NUFIUDDIN SAIFUL BAHRI SYA'DULLOH ZAINAL ABIDIN READY Jam'iyaatul Qurro' Lembaga Pendidikan Bahasa Arab Majlis Kutubuddiniyah Majlis Kutubuddiniyah Lembaga Pendidikan Bahasa Arab Logika dan Ushul Fiqh Majlis Kutubuddiniyah Lembaga Pendidikan Bahasa Arab Majlis Kutubuddiniyah Majlis Kutubuddiniyah Lembaga Pendidikan Bahasa Arab Majlis Kutubuddiniyah Lembaga Pendidikan Bahasa Arab Logika dan Ushul Fiqh Jam'iyaatul Qurro' Majlis Kutubuddiniyah Majlis Kutubuddiniyah Majlis Kutubuddiniyah Bata-Bata Blingual Centre Majlis Kutubuddiniyah Jam'iyaatul Khottot Majlis Kutubuddiniyah Majlis Kutubuddiniyah Di samping itu, terdapat bentuk lain sebagai wujud adanya motivasi pekan ngaji bagi siswa kelas X MA. C Mambaul Ulum Bata-Bata, yaitu sebagai pendorong atau penggerak usaha dan pencapaian prestasi. Karena seyogyanya siswa melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Apabila dalam belajar terdapat motivasi yang baik maka akan menunjukkan hasil yang baik pula. Dengan kata lain bahwa adanya usaha yang tekun terutama didasari oleh adanya Seorang siswayang belajar dapat memperoleh prestasi yang tinggi apabila mempunyai motivasi yang tinggi. Begitu pula seorang siswa dapat memperoleh prestasi yang rendah apabila mempunyai motivasi yang rendah. Intensitas motivasi seseorang siswa akan menen-tukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya. Realita yang ada siswa kelas X MA. C Mambaul Ulum Bata-Bata merupakan kelas yang beprestasi, disemua sektor penilaian baik kognitif, afektif Ali Ridho. Pekan Ngaji dan Peningkatan Motivasi Belajar dan psikomotorik yang berbasis buku rapor untuk penilaiannya, juga prestasiprestasi lain, seperti juara umum lomba class meeting, serta lomba-lomba yang dilaksanakan oleh pondok pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. Berdasakan klasifikasinya, motivasi belajar siswa kelas X MA C Mambaul Ulum Bata-Bata berdasarkan hasil pengamatan peneliti sesuai dengan teorinya Sardiman mengatakan bahwa yang membagi motivasi motivasi jasmaniah dan rohaniah serta motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Menurutnya. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam diri siswa yang tidak perlu mendapat rangsangan dari luar, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar diri siswa yang memerlukan rangsangan dari luar8. Pengamatan peneliti, bentuk instrinsik dari motivasi siswa berangkat dari keinginannya yang kuat untuk menjadi lebih baik, berangkat studi ke pondok pesantren dan mengikuti semua aturan yang mengikat merupakan pertanda bahwa peserta didik mempunyai keinginan yang kuat dari dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik, fakta ini yang peneliti lihat di lapangan. Begitupun secara ekstrinsik adanya pekan ngaji sangat berpengaruh baginya untuk terus belajar untuk menyamai para pemateri-pemateri yang hadir dan mengisi acara. Lebih lanjut A. Sardiman mengatakan bahwa motivasi instrinsik berkaitan dengan kebutuhan belajar siswa itu sendiri. Siswa harus menyadari pentingnya belajar untuk kepuasan dan kebutuhan dirinya sendiri. Siswa berinisiatif untuk belajar atas kemauan sendiri tidak ada paksaan dari orang lain. Siswa senang melakukannya dan mengarahkan pada timbulnya motivasi Motivasi biasanyabertahan lebih lama pada diri siswa dan didasari oleh rasa senang, hal ini juga dikutip oleh Davis. Motivasi ekstrinsik berasal dari luar diri siswa. Siswa melakukan sesuatu karena adanya dorongan dari luar. Guru adalah salah satu faktor yang paling dominan yang dapat menimbulkan motivasi ekstrinsik pada diri siswa. Guru memberikan gambaran tentang profil pemateri dan mengulas kembali materi secara dialogis antara guru dan siswa terkait materi ngaji. Moh. Karimullahsalah Sardiman. AM. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. (Raja Grafindo Persada. Jakarta. , 84-87 Davis. Keith dan John W. Newstrom. Human Behavior at Work :Organizational Behavior, (New York : Mc Graw-Hill Book Company, 1. , 110 FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 satu yang peneliti temukan secara eksplisit termotivasi melaksanakan aktifitas pembelajaran dengan baik karena dorongan guru yang membandingkan dengan para nara sumber yang hadir pada pekan ngaji. Selain ini guru juga menugaskan siswa untuk meresume hasil ngaji dan mendiskusikan di dalam kelas, kondisi ini sangat berdampak positif bagi kemajuan belajar siswa. Bagi siswa yang baik dalam meresume dan baik juga dalam menyampaikan prsentasi materi ngaji maka guru memberikan penghargaan, atau bahkan hadiah. Selain itu guru memberikan perhatian kepada mereka dengan membrifing sebelum pelaksanaan pekan ngaji dimulai, yaitu memberikan dorongan untuk aktif berpartisipasi di dalam forum ngaji dan memastikan ada hasil yang didapatkan oleh siswa. Bentuk-bentuk Motivasi Belajar di Madrasah Berdasarkan informasi yang peneliti dapatkan dari Ust. Khairi. Pd. melalui staff nya Ust. Abd. Waris Husni. Pd sebagai Waka. Kurikulum MA. Mambaul Ulum Bata-Bata, bahwa pelajaran pada pelaksanaan pekan ngaji diintegrasikan dengan materi ngaji, sehingga siswa berkewajiban mengikuti seluruh materi ngaji yang sudah terstruktur dengan baik, mereka juga mendapatkan kewajiban melaksanakan tugas resume dari materi yang sudah disampaikan, dipresentasikan dan dimusyawarahkan sedangkan guru disamping memfasilitasi juga memberikan nilai yang dimasukkan ke raport. Sardiman berpendapat bahwa ada beberapa bentuk dancara untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam kegiatan belajar di sekolah, yaitu dengan memberi angka, hadiah bagi yang berprestasi, mengadakan kompetisi, memberi ulangan, memberi pujian, memberi hukuman, hasrat untuk belajar, minat, dan tujuan yang diakui10. Apa yang disampaikan A. Sudirman sejalandengankondisi riil di MA. Mambaul Ulum Bata-Bata, bahwa setiap aturan yang diterapkan pasti terdapat konsekwensi baik berbentuk reward maupun punishment. Reward bagi siswa berprestasi dan menjalankan semua aturan dengan baik, dan punishment bagi siswa yang tidak mengindahkan aturann setidaknya itu yang disampaikan Zainal Sardiman. AM. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. (Jakarta :Raja Grafindo Persada, 2001. ), 90 Ali Ridho. Pekan Ngaji dan Peningkatan Motivasi Belajar Abidim yang menjabat sebagai ketua kelas di kelas X MA. C Mambaul Ulum Bata-Bata. Terdapattitiklemah yang sering kali terlupakan oleh guru maupun steak holder pendidikan dalam upaya memaksimalkan fungsi ini, guru hanya secara formalitas melaksanakan aturan namun tidak diiringi dengan pengawalan kalaumenurutUst. Abd. Waris. Pd menjadi perhatian utama pengelola MA. Mambaul Ulum Bata-Bata, dan dipastikan ada gransi implementasi kepastian program berjalan dengan baik. Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Motivasi merupakan faktor yang penting dalam belajar. Motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar. Prestasi belajar akan optimal kalau ada motivasi yang tepat. Makin tepat motivasi yang diberikan maka akan berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa. Seorang siswa yang belajar dapat memperoleh prestasi yang tinggi apabila mempunyai motivasi yang tinggi. Begitu pula seorang siswa dapat memperoleh prestasi yang rendah apabila mempunyai motivasi yang rendah. Intensitas motivasi seseorang siswa akan menentukan tingkat pencapaian prestasi Dari semua indikator yang peneliti dapat dalam proses penelitian, semuanya menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa MA C khususnya kelas X selalu mendominasi dari semua prestasi yang terdapat di Madrasah Mambaul Ulum Bata-Bata, bintang pelajar, nilai akhir tahun serta delegator lomba-lomba selalu didominasi oleh siswa dari MA. C Mambaul Ulum Bata-Bata. Tentunya banyak faktor yang menyebabkan hal itu semua, namun keberadaan pekan ngaji menjadi salah satu faktor pendorong bagi siswa untuk terus belajar dan meraih semua impian yang diinginkan, termasuk keinginan untuk menyamai para pemateri yang hadir pada pelaksanaan pekan ngaji. Motivasi dalam proses belajar dapat dikatakan sebagai penggerak di dalam diri siswa yang dapat menimbulkan kegiatan belajar, sehingga dapat mencapai tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar. Berkaitan dengan hal ini, maka FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 apabila siswa gagal dalam belajar, ini bukan berarti kesalahan siswa semata, mungkin saja kesalahan guru yang tidak berhasil dalam memberikan motivasi yangmampu membangkitkan semangat dalam kegiatan belajar siswa. Dengan demikian, bisa dikatakan siswa yang berprestasi rendah belum tentu disebabkan oleh kemampuan yang rendah, tapi mungkin disebabkan oleh tidak adanya motivasi belajar pada diri siswa tersebut. Prinsip ini yang selalu menjadi pegangan para pemangku kebijakan MA. Mambaul Ulum Bata-Bata, bahwa ketidak berhasilan bukan semata berangkat dari siswa itu sendiri, namun kurangnya motivasi yang diberikan oleh guru termasuk Madarasah secara kelembagaan dalam menggerakkan siswa untuk belajar dan meraih prestasi yang diinginkan, maka keberadaan pekan ngaji menjadi harapan baru bagi madrasah untuk menopang secara eksternal dalam memotivasi siswa untuk belajar dan meraih kesuksesan. Kesimpulan Berdasarkan paparan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan peneliti maka dapat disimpulkan bahwa, dampak pekan ngaji terhadap motivasi belajar siswa sangat nampak, hal ini karena adanya dialog secara langsung dengan para pemateri yang didatangkan oleh panitia sesuai kepakaran materi yang diberikan. Pemateri yang didatangkan benar-benar profesional karena memang expert karena sebagian besar adalah para profesor. Selain itu, sinergitas antara panitia pekan ngaji dengan pengelola madrasah juga menjadi kunci kesuksesan pelaksanaan pekan ngaji yang berdampak pada aktifitas belajar siswa. Aktifitas tersebut dihasilkan dari motivasi ekternal yang didapatkan oleh siswa dengan tiga motif yang melekat pada mereka yaitu beogenitis, sosiogenetis dan teologis, sehingga pada akhirnya prestasi belajar menjadi hasil akhir dari adanya motivasi ini. Penelitian ini harus berkelanjutan dengan sudut pandang yang lain, minimal sesuai dengan lima prinsip yang melekat pada pekan ngaji, yaitu Inovasi, imprivisasi, edukasi, motivasi, entrepreneur dan entertaiment. Ali Ridho. Pekan Ngaji dan Peningkatan Motivasi Belajar Daftar Pustaka