Counseling & Humanities Review Vol. No. 02 2025, pp. p-ISSN: 2798-3188, e-ISSN: 2798-0316 || http://bk. id/index. php/chr DOI: https://doi. org/10. 24036/0001325chr2025 Received (October 01st 2. Accepted (October 15th 2. Published (November 02nd 2. Hubungan Antara Dukungan Orangtua Dengan Perencanaan Karier Siswa di SMA Negeri 1 Lubuk Basung Nurul Akilah1. Zadrian Ardi2. Rahmi Dwi Febriani3,Gusni Dian Suri4 Universitas Negeri Padang. Indonesia * Correspondence: e-mail: nurulakilah74@gmail. Abstrak Masalah dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII yang belum bisa menentukan perencanaan karier. Dukungan orangtua diyakini sebagai salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi perencanaan karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan orangtua dengan perencanaan karier siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 1 Lubuk Basung. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek pada penelitian ini berjumlah 254 siswa yang dipilah menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen berupa kuesioner dukungan orangtua dan kuesioner perencanaan karier. Uji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total, sedangkan uji reliabilitas menggunakan CronbachAos Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai sebesar 0,906 untuk skala dukungan orangtua dan 0,902 untk skala perencanaan karir. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi product moment dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai r = 0,552 dengan (<0,. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara dukungan orangtua dengan perencanaan karier siswa. Artinya semakin tinggi dukungan orangtua maka sebaik pula perencanaan karier siswa, dan sebaliknya. Keywords: Dukungan Orangtua. Perencanaan karier. Siswa. This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. A2019 by author. Introduction Perencanaan karir merupakan proses yang melibatkan kesadaran diri, pemahaman terhadap kekuatan dan kelemahan pribadi, serta kemampuan memilih dan mengevaluasi pilihan karir beserta konsekuensinya (Putra & Iswari, 2. Proses ini bersifat dinamis dan berlangsung sepanjang kehidupan, seiring perkembangan individu, seiring perkembangan tugas-tugas karier manusia (Ginzberg, et al. Santrock, 2. Individu yang memiliki perencanaan karier yang baik mampu memahami dirinya sehingga dapat menentukan arah karier yang sesuai dengan potensi dan minat yang dimiliki (Yustiana & Nurwahidin, 2. Pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), tahap perkembangan siswa menuntut kemandiri dan kemampuan mengambil keputusan masa depan secara realistis (Amir & Taufik, 2. Namun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia pada tahun 2023 hanya mencapai 31,45%, menunjukkan masih banyak lulusan SMA yang belum memiliki kesiapan karier yang matang. Kondisi ini diperkuat oleh hasil survei Youthmanual terdapat lebih dari 400. 000 siswa dan mahasiswa di Indonesia yang menunjukkan bahwa 92% siswa SMA sederajat mesih bingung menentukan arah masa depannya (Christian & Kustanti, 2. Kebingungan ini disebabkan oleh kurangnya informasi tentang dunia kerja, ketidaksesuaian minat dengan pilihan jurusan, serta belum memahami keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan di masa depan (Fadia Syarafina & Andriani, . Oleh karena itu, bimbingan karier di sekolah memiliki peran strategis dalam Counseling & Humanities Review Vol. No. 02, 2025, pp. membantu siswa memahami diri dan mengeksplorasi alternatif karier yang sesuai dengan potensi masing-masing. Selain faktor internal seperti minat dan kemampuan, faktor eksternal juga berpengaruh besar terhadap pembentukan perencanaan karier siswa, salah satunya adalah dukungan orangtua. Menurut Winkel (Rahayu, 2. , dukungan keluarga membantu anak mengenali potensi diri, memahami berbagai alternatif pilihan karier, serta membentuk rasa percaya diri, memahami berbagai alternatif pilihan karier, serta membentuk rasa percaya diri dalam mengambil keputusan. Penelitia Aisyah . menunjukkan bahwa tingkat dukungan keluarga terhadap siswa SMA mencapai 73,9% menandakan tingginya keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak. Hal serupa diungkapkan oleh (Kusumawardani et al. , 2. bahwa keterlibatan orangtua merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap perkembangan karier remaja. Orangtua memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan nilai, aspirasi, dan orientasi karier anak. Penelitian Arisa . juga menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara keterlibatan orangtua dengan perencanaan karier siswa. Dukungan yang diberikan, baik dalam bentuk emosional, informasi, maupun finansial, dapat membantu siswa membuat keputusan karier yang lebih realistis dan sesuai dengan potensi dirinya. Berdasarkan hasil wawancara awal dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMA Negeri 1 Lubuk Basung, diketahui bahwa layanan bimbingan karier telah diberikan kepada siswa kelas XI, khususnya untuk mengenal bakat, minat, serta kemampuan diri. Namun, masih terdapat siswa yang belum memiliki arah karier yang jelas dan cenderung bingung menentukan jurusan atau rencana setelah lulus. Kondisi ini menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai sejauh mana dukungan orangtua berperan dalam membentuk perencanaan karier siswa di sekolah tersebut. Berdasarkan uraian di atas, permasalahan penelitian ini adalah masih terdapat siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 1 Lubuk Basung yang belum mampu menentukan perencanaan kariernya secara Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan orangtua dengan perencanaan karier siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan kajian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karier remaja, serta memberikan implikasi praktis bagi guru BK dan orangtua dalam meningkatkan kesiapan karier siswa melalui komunikasi, bimbingan, dan dukungan yang efektif. Method Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasi yang bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis hubungan dukungan orangtua dengan perencanaan karier siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI dan XII SMAN 1 Lubuk Basung tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 279 orang dengan sampel sebanyak 254 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling (Sugiyono. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dikembangkan peneliti berdasarkan teori perencanaan karier (Winkel, 2006. dan teori dukungan orangtua (Santrock, 2. Masing-masing menggunakan skala likert dengan lima poin. Uji validitas dilakukan dengan teknik korelasi Pearson, sedangkan relibilitas diuji menggunakan CrombachAos Alpha yang menghasilkan koefisien 0,906 untuk skala dukungan orangtua dan 0,902 untuk skala perencanaan karier, yang menunjukkan realibilitas yang tergolong pada kategori baik. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 26 for windows menggunakan analisis deskriptif untuk memperoleh nilai frekuensi, persentase, dan rata-rata setiap variabel. Selanjutnya dilakukan Uji normalitas data, merupakan bagian dari uji prasyarat terkait layak atau tidaknya suatu data untuk diuji atau analisis dengan memakai statistik parametrik sebab dengan menggunakan statistik parametrik maka jika data penelitian lolos dalam uji normalitas maka artinya data tersebut berdistribusi dengan normal. Penggunaan uji normalitas ini akan menjadikan data dari hasil penelitian bisa diketahui bentuk atau pola distribusi data penelitian yang dilakukan (Cahyono et al. , 2. Pada uji normalitas, umumnya secara numerik menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Interpretasi hasil Hubungan Antara Dukungan Orangtua Dengan Perencanaan Karier SiswaA Nurul Akilah et al. dilakukan berdasarkan nilai koefisien korelasi dan Tingkat signifikansi dengan batas probabilitas = 0,05. Penelitian ini juga telah memperoleh persetujuan dari pihak sekolah, dan seluruh partisipan berpartisipasi secara sukarela, dengan tetap menjaga kerahasiaan data serta mematuhi prinsip etika penelitian pendidikan. Results and Discussion Tabel 1. Skor dan Kategori Dukungan Orangtua (X) dan Perencanaan Karier (Y) Variabel Dukungan Orangtua Perencanaan Min Max Mean 92,66 9,52 Kategori Sangat Tinggi 88,69 9,37 Tinggi Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor dukungan orangtua berada pada kategori sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa siswa cukup dipengaruhi oleh dukungan orangtua dalam hal pengambilan keputusan, pemahaman terhadap minat dan kemampuan diri, serta penentuan arah pendidikan dan karier yang tidak sepenuhnya dominan. Sementara itu, skor rata-rata perencanaan karier berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memiliki kesadaran dan kesiapan yang baik dalam merencanakan masa depan kariernya, seperti memahami potensi diri, menetapkan tujuan pendidikan lanjutan, serta mulai mempertimbangkan bidang pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki. Dukungan Orangtua Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengolahan data digambarkan sub variabel dukungan orangtuan sebagai berikut: Diagram Dukungan Orangtua 50,79 42,91 5,91 0,39 Ou 112 77- 94 59 - 76 41- 58 O 40 Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Frekuensi Gambar 1. Distribusi Frekuensi dan Persentase Dukungan Orangtua Berdasarkan gambar 1 di atas, dapat dilihat bahwa dukungan orangtua berada pada kategori sangat tinggi sebanayak 129 siswa dengan persentase 50,79 %. Sebanyak 105 siswa dengan persentase 42,91% berada pada kategori tinggi. Seabanyak 15 siswa dengan persentase 5,91% berada pada kategori Sebanyak 1 siswa dengan persentase 0,39% berada pada kategori rendah dan tidak ada siswa yang berada pada kategori sangat rendah. Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa dukungan orangtua sebagian besar siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung berada pada kategori sangat Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa merasa mendapatkan perhatian, bimbingan, dan dorongan positif dari orangtua dalam proses pengambilan keputusan kariernya. http://bk. id/index. php/chr Counseling & Humanities Review Vol. No. 02, 2025, pp. Perencanaan Karier Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengolahan data digambarkan sub variabel perencanaan karier sebagai berikut: Diagram Perencanaan Karier Ou95-112 Ou77-94 Ou59-76 Ou41-58 Ou23-40 Sangat Ttinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Gambar 2. Distribusi Frekuensi dan Persentase Dukungan Orangtua Berdasarkan grafik 2 di atas, dapat dilihat bahwa perencanaan karier siswa berada pada kategori tinggi, yaitu sebanayak 158 siswa dengan persentase 62%. Sebanayak 76 siswa dengan persentase 30% berada pada kategori sangat tinggi, selanjutnya sebanayak 20 dengan persentase 8% berada pada kategori sedang, serta tidak terdapat siswa yang berada pada kategori rendang ataupun sangat rendah. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa perencanaan karier siswa di SMA Negeri 1 Lubuk Basung cenderung tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki arah dan tujuan karier yang cukup jelas serta mampu menyesuaikan pilihan kariernya dengan kemampuan, minat, dan nilai-nilai pribadi yang dimilikinya. Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat hasil uji normalitas. Adapun data lengkap mengenai hasil uji normalitas secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. Uji normalitas Variabel Dukungan Orangtua (X) dan Perencanaan Karier (Y) Variabel KolmogorovSmirnov 0,86 0,71 Asymp. Sig. ,000c ,003c Ket Normal Normal Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui nilai signifikansi variable dukungan orangtua 0,86 Ou 0,05, dan signifikansi variabel perencanaan karier 0,71 Ou 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Setelah dilakukan uji normalitas selanjutnya dilakukan uji linearitas yang bertujuan untuk pengujian data guna mencari tahu adakah keterkaitan linear atau tidak ada keterkaitan linear terhadap kedua variabel yang diteliti Anastasi et. al, . Penelitian ini tentunya dilakukan uji linearitas guna mencari tahu adakah hubungan terhadap variabel dukungan orangtua (X) dan variabel perencanaan karier siswa (Y). Hubungan Antara Dukungan Orangtua Dengan Perencanaan Karier SiswaA Nurul Akilah et al. Tabel 3. Uji Korelasi Variabel Dukungan Orangtua (X) dan Perencanaan Karier (Y) Variabel X Variabel Y r (Pearso. Dukungan Orangtua Perencanaan Karier ,522 Sig. -valu. 1,000 Interpretasi Signifikan Berdasarkan tabel 3, uji korelasi Parson digunakan untuk mengentahui hubungan dukungan orangtua dengan perencanaan karier. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,522 dengan signifikansi 0,000 (< 0,. Hal tersebut membuktikan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan orangtua yang diperoleh siswa maka semakin baik juga perencanaan karier siswa. Sebaliknya, semakin rendah dukungan orangtua yang diperoleh siswa maka semakin rendah juga perencanaan karier siswa SMA N 1 Lubuk Basung. Menurut (Sugiyono, 2. koefisien korelasi positif menunjukkan adanya hubungan searah. Sementara Arikunto, . menjelaskan bahwa hubungan yang signifikan menunjukkan adanya keterkaitan yang nyata dan bukan sekedar kebetulan, sehingga hasil ini dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan atau kebijakan pendidikan. Sejalan dengan teori Santrock, . bahwa orangtua berpotensi mempengaruhi pilihan pekerjaan remaja melalui bagaimana orangtua memaparkan informasi mengenai pekerjaan, nilai-nilai, maupun pengalaman yang diberikan pada Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan orangtua pada siswa SMA negeri 1 Lubuk Basung berada pada kategori sedang. Hal tersebut mengindikasikan siswa memiliki kesadaran dan kesiapan yang baik dalam merencanakan masa depan kariernya, seperti memahami potensi diri, menetapkan tujuan pendidikan lanjutan, serta mulai mempertimbangkan bidang pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki. Menurut Musrifah (Ghassani et al. , 2. karir yang bagus membutuhkan pendidikan perencaan karir dan keahlian yang bagus agar kelak siswa tidak mengalami kebingungan tentang arah karirnya. Siswa SMA membutuhkan pendidikan lanjutan untuk merencanakan karir yang bagus berdasarkan keinginnannya dan kemampuan mereka. Perencanaan karir menurut Super (Sharf. Adiputra, 2. mendefinisikan perencanaan karir adalah suatu yang dapat mengukur seberapa tingkat kepahaman seseorang terhadap berbagai macam jenis pengetahuan mereka tentang berbagai aspek pekerjaan. Menurut Dillard (Ruhansih, 2. perencanaan karir bertujuan untuk mengembangkan individu secara menyeluruh, mencakup dimensi psikologis, fisik, sosial, ekonomi, dan spiritual Jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, tingkat dukungan orangtua di SMA Negeri 1 Lubuk Basung berada pada kategori Sangat tinggi. Penelitian Adek Eka Putri dan A Muri Yusuf . menunjukkan bahwa kontribusi dukungan orangtua sebesar 20,6% terhadap perencanaan karier,sementara Michael. Most & Chinamon . juga menyatakan bahwa dukungan orangtua dan konsep diri berkontri terhadap karier individu disabilitas. Senada dengan penjelasan tersebut. Buday. Stake, & Peterson . juga menyebutkan bahwa dukungan orangtua berupa informasi karier memiliki dampak terhadap pengetahuan karier yang dimilliki oleh remaja. Perbedaan hasil ini menunjukkan variasi kontekstual, seperti konsep diri, dukungan orangtua dan perencanaan karier. Sementara itu, perencanaan karier siswa di SMA Negeri 1 Lubuk Basung berada pada kategori Hal ini dapat dianggap sebagai indikator positif. Meskipun tetap memerlukan perhatian. Menurut (Winkel, 2. , karier lebih cenderung mengarah pada pekerjaan atau posisi yang ditekuni dan dianggap sebagai panggilan hidup, yang meresapi pikiran dan perasaan seseorang dan mempengaruhi gaya hidupnya. Sharf, . menyatakan bahwa AuCareer planning they have done about various educational and occupational opportunitiesAy. Ini menjelaskan bahwa perencanaan karier berkaitan denagn jumlah waktu yang telah dihabiskan seseorang untuk memikirkan dan merencanakan berbagai kesempatan pendidikan dan karier. http://bk. id/index. php/chr Counseling & Humanities Review Vol. No. 02, 2025, pp. Jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, tingkat dukungan orangtua di SMA Negeri 1 Lubuk Basung tergolong sedang. Penelitian oleh Adek Eka Putra & A Muri Yusuf . menunjukkan angka perencanaan karir dengan kategori sedang, sebesar 45,79%. Temuan lain oleh Salma Meilinasari & Muzakar Isa . perencanaan karier di SMA Surakarta juga memperllihatkan faktor eksternal siswa sebagai penyebab perencanaan karier berdasarkan hasil analisis statistic deskriptif pada kategoti sangat tinggi, sebesar 8,9143. Selanjutnya penelitian Muhamad Andiyaman. Arri Handayani & Ajeng Dianasari . di SMA menunjukkan angka perencanaan karier tergolong sangat tinggi, sebesar 84,81%. Perbedaan hasil penelitian tersebut menunjukkan pengruh faktor kontekstual yang bervariasi, antara lain keterlibatan guru, keterlibatan orang dewasa, kerpercayaan diri, serta keterlibatan orangtua. Selain itu, faktor lain yang dapat diteliti seperti, gen, bakat, prestasi akademik, kebutuhan, nilai, minat, sikap, dan kesadaran diri (Self-Awarenes. (Nurdiansyah,2. Layanan bimbingan dan konseling berperan penting tidak hanya untuk menangani masalah siswa, tetapi juga sebagai upaya preventif dalam meningkatkan perencanaan karier, dengan membantu siswa meningkatkan kesadaran diri serta tanggung jawab akademik (Febriana & Triyono, 2. Bimbingan karir di sekolah bertujuan membantu siswa dalam memahami dirinya sendiri dan dunia kerja sehingga mampu mengembangkan sikap serta melakukan pilihan karier yang sesuai dengan dirinya (Millenia & Taufik, 2. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru bimbingan dan konseling serta orangtua dalam mengarahka perencanaan karier memalui bimbingan kelompok teknik modeling dengan tema seperti pengenalan diri, eksplorasi minat dan bakat, serta pengambilan keputusan karier yang tepat. Dari sisi kebijakan, sekolah perlu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan kolaboratif antara guru, orangtua, dan siswa untuk mendukung proses perencanaan karier. Sekolah dapat memperkuat program bimbingan karier melalui kegiatan yang melibatkan peran aktif orangtua, seperti seminar karier, konseling bersama, dan kegiatan eksplorasi minat bakat. Conclusion Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orangtua siswa SMA Negeri 1 Lubuk Basung secara umum berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata skor 92,66 atau persentase 80,58% dari skor ideal. Sementara itu, perencanaan karier berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 88,69 atau persentase 77,12% dari skor ideal. Hasil uji korlasi parson menggunakan analisis product moment didapatkan hasil nilai r = 0. 522 dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sedang antara dukungan orangtua dengan perencanaan Hal ini menunjukkan semakin tinggi dukungan orangtua maka semakin tinggi perencanaan karier siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 1 Lubuk Basung, sebaliknya semakin rendah dukungan orangtua maka semakin rendah perencanaan karier siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 1 Lubuk Basung. Dengan demikian. H1 diterima dan Ho ditolak. Kondisi ini sejalan dengan pendapat Santrock, . keluarga merupakan peran uatama dalam membentuk kemandirian anak. Dukungan yang besar bersumber dari orangtua. References