Miftah : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam 2 . April 2024 Page : 52 Ae 63 / e-ISSN : 2986-982X DOI : https://doi. org/10. 61231/miftah. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. Analisis Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga Terhadap Return on Asset (ROA) pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Kayu Yunisari Sidabariba Universitas Palangka Raya . Indonesia Email: yunisidabariba19@gmail. Article History: Received: 29-10-2023 Accepted: 23-04-2024 Publication: 25-04-2024 Abstract: The aim of this research is to analyze the influence of Inflation and Interest Rates on Return on Assets (ROA) with the Rupiah Exchange Rate as an Intervening Variable in Manufacturing Companies in the Wood and Processing Sub Sector Listed on the IDX. In this research, the path analysis method was used with the Warp PLS software version 4. The research results . inflation has a significant effect on the rupiah exchange rate. interest rates do not have a significant effect on the rupiah exchange rate. inflation has no significant effect on ROA. interest rates have no significant effect on ROA. the rupiah exchange rate has no significant effect on return on assets (ROA). inflation has no significant effect on ROA through the rupiah exchange rate as an intervening . interest rates have no effect on ROA through the rupiah exchange rate as an intervening variable. Keywords : Inflation. Interest Rates. Return on Assets. Rupiah Exchange Rate PENDAHULUAN Perusahaan atau badan usaha dalam mencapai keberhasilannya sangat tergantung kepada kemampuan manajemen dalam mengelola dan merumuskan langkah-langkah yang tepat dan menguntungkan perusahaan. Menurut Kasmir . ukuran umum yang dipergunakan guna agar diketahuinya keberhasilan perusahannya yakni seberapa besar tingkat profitabilitas yang dicapai perusahaan tersebut. Menurut Hanafi & Halim . tingkat profitabilitas diukur dengan Return On Asset (ROA). ROA merupakan rasio laba bersih yang dihasilkan secara total aset selama periode waktu Tabel 1. Perbandingan rata-rata ROA Industri Manufaktur Sektor Industri Dasar dan Kimia periode Sub sektor Rata-Rata ROA Waktu Sub Sektor Semen 0,51% 5 Tahun Sub Sektor Keramik. Porselen dan Kaca 5,80% 5 tahun Sub Sektor Logam dan Sejenisnya -1,50% 5 tahun Sub Sektor Kimia 3,72% 5 tahun Sub Sektor Kayu dan Pengolahannya -7,60% 5 tahun Cite this article as : Sidabariba. Analisis Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga Terhadap Return on Asset (ROA) pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Kayu Miftah Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 2. , 52Ae63. https://doi. org/10. 61231/miftah. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. Pada tabel 1. terlihat bahwa perusahaan sub sektor kayu dan pengolahannya memiliki rata-rata ROA peling kecil dibandingkan dengan rata-rata sub sektor lainnya dengan nilai sebesar -7,60% serta lebih kecil dibanding rata-rata ROA industri sebesar 1. Jika memperoleh return on asset lebih rendah dari rata-rata industri maka perusahaan dianggap kurang baik karena tingkat pengembalian yang diperoleh lebih rendah atas aset yang diinvestasikan (Brigham dan Houston, 2. Perusahaan pada sub sektor Kayu dan Pengolahan terkategorisasi sebagai perusahaan yang beroperasi pada bidang manufaktur dengan pengolahan bahan mentah sehingga berubah bentuk menjadi produk setengah jadi bahkan sangat memungkinkan untuk menjadi barang jadi. Kurang baiknya tingkat pengembalian yang diperoleh Perusahaan pada sub sektor Kayu dan Pengolahan bisa jadi diakibatkan oleh faktor internal dan eksternal. Hasanah & Enggarianto . faktor internal suatu perusahaan adalah current ratio (CR), total asset turnover (TATO), debt to equity ratio (DER), debt ratio (DR), net profit margin (NPM), pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan. Sedangkan faktor eksternalnya adalah inflasi, suku bunga dan nilai tukar rupiah (Ulfa et al. , 2. Inflasi akan terjadi jika kenaikan harga barang-barang yang bersifat umum dan terus menerus, sehinnga menjadi komponen penting yang mengategorisasikan terjadinya inflasi pada suatu negara (Rahardja & Manurung, 2. Dimana tingkat inflasi yang tinggi di suatu negara akan menyebabkan harga barang-barang produksi dalam negeri menjadi lebih mahal, sehingga barang-barang tersebut kurang kompetitif di pasar internasional (Bendesa, 2. Suku bunga merupakan bunga yang diberikan kepada peminjam atau nasabah atas harga yang harus dibayar oleh pihak bank (Kasmir, 2. Dengan suku bunga yang lebih tinggi akan mampu meningkatkan permintaan mata uang, hubungan sebaliknya yaitu suku bunga yang lebih rendah cenderung menurunkan nilai tukar (Mirchandani, 2. Nilai tukar memiliki biaya rupiah terhadap mata uang asing Adiningsih . Nilai satu rupiah dikonversikan ke mata uang negara lain. Menurut Josua Pardede pada Kompas. depresiasi yang terus dialami nilai tukar rupiah terhadap dolar disebabkan oleh faktor eksternal ditambah dengan defisit transaksi berjalan yang melebar. Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan oleh Sasmita et al. mengatakan bahwa inflasi, suku bunga dan nilai tukar rupiah memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA. Berbanding terbalik dengan peelitian yang dilakukan oleh Lestari et al. mengatakan bahwa inflasi, suku bunga dan nilai tukar rupiah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA. Berdasarkan latar belakang masalah di atas yang menjadirumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah inflasi dan suku bunga berpengaruh terhadap ROA dan apakah inflasi dan suku bunga berpengaruh terhadap ROA melalui nilai tukar rupiah sebagai variabel intervening pada perusahaan manufaktur sub sektor kayu dan pengolahannya yang terdaftar di BEI. Dan manfaat pada penelitian adalah untuk menambah Cite this article as : Sidabariba. Analisis Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga Terhadap Return on Asset (ROA) pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Kayu Miftah Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 2. , 52Ae63. https://doi. org/10. 61231/miftah. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. pengetahuan penelitian dan menjadi tambahan referensi bagi perusahaan guna melakukan analisis keuangan perusahaan. Inflasi (X. Nilai Tukar Rupiah (Z) Suku Bunga (X. ROA (Y) Gambar 2. 1 Kerangka Konseptual Penelitian Sumber gambar : Sumber: Fitriany & Nawawi . Sasmita. Adriani & Ilman . METODE Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data diambil dari laporan tahunan perusahaan Manufaktur Sub Sektor Kayu dan Pengolahannya yang terdaftar di BEI waktu periode 20172021, yang di ambil dari w. id website Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 4 dengan teknik sensus . ampling jenu. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel indepenen meliputi Inflasi (X. Suku Bunga (X. variabel dependen yaitu Return On Asset (ROA). Return On Asset (Y) serta varibel intervening yaitu Nilai Tukar Rupiah (Z). Metode analisis pada penelitian ini adalah analisis jalur (Path Analysi. dengan alat bantu software smart PLS 4. Berikut persamaan analisis jalur (Path Analysi. Z = A ZX1 A ZX2 u1 . ersamaan struktural I) Y = A YX1 A YX2 A YZ u2 . ersamaan struktural II) Keterangan : X1-X2 = Variabel independen = Variabel dependen =Variabel intervening Cite this article as : Sidabariba. Analisis Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga Terhadap Return on Asset (ROA) pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Kayu Miftah Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 2. , 52Ae63. https://doi. org/10. 61231/miftah. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. = Koefisien Jalur Masing-Masing Variabel = Nilai Kekeliruan taksiran standar (Error Ter. HASIL DAN PEMBAHASAN Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sub sektor kayu dan pengolahannya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2017-2021. Terdiri dari PT Indonesia Fibreboard Indutry Tbk (IFII). PT Singaraja Putra Tbk (SINI. PT SLJ Global Tbk (SULI). dan PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRM). Penyajian Data Return On Asset (ROA) (Y) Perusahaan IFII SINI SULI TIRM Rata-rata ROA Per tahun Tabel 2 Rekap Return On Asset Tahun Rata-rata ROA Berdasarkan data pada tabel 2 diketahui dari 4 perusahaan yang ada, nilai rata-rata ROA tertinggi terdapat pada perusahaan Indonesia Fibreboard Indutry Tbk (IFII) yaitu sebesar 0. %) sedangkan nilai rata-rata ROA terendah terdapat pada perusahaan Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRM) yaitu 32 (-32%). Inflasi (X. Tabel 3 Inflasi Indonesia Periode 2017-2021 Tahun Inflasi Sumber: Bank Indonesia (BI) Berdasarkan tabel diatas memperlihatkan nilai inflasi selama lima tahun yaitu periode tahun 2017 sampai tahun 2021. Terlihat jelas bahwa inflasi mengalami fluktuasi. Berdasarkan tabel tersebut menunjukkan bahwa nilai inflasi paling rendah terjadi pada tahun 2020 dengen persentasenya yakni 1,68% sedangkan nilai inflasi tertinggi terjadi pada 2017 sejumlah 3,61%. Jika inflasi meningkat, maka Cite this article as : Sidabariba. Analisis Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga Terhadap Return on Asset (ROA) pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Kayu Miftah Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 2. , 52Ae63. https://doi. org/10. 61231/miftah. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. harga barang dan jasa di dalam negeri mengalami kenaikan. Naiknya harga barang dan jasa menyebabkan turunnya . nilai mata uang. Suku Bunga (X. Tabel 4 Tingkat Suku Bunga Indonesia Periode 2017-2021 Tahun Suku Bunga Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwasanya terus terjadinya fluktuasi suku bunga. Pada 2021 merupakan tahun yang menandakan terjadinya suku bunga terendah Indonesia dengan persentasenya 3,50 sedangkan suku bunga yang tertinggi terjadi pada tahun 2018 sebesar 6,00%. Jika suku bunga naik maka keinginan mengkonsumsi dan berinvestasi akan menurun. Selain itu, melemahnya konsumsi dan investasi akan mengurangi permintaan secara keseluruhan. Nilai Tukar Rupiah (Z) Tabel 5 Tingkat Kurs Tengah Periode 2017-2021 Tahun Kurs Tengah 18,94 20,16 20,02 20,62 20,25 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwasanya terjadi fluktuasi oleh kurs tengah. Pada tahun 2017 senilai 18,94% merupakan kurs dengan kategorisasi terendah sedangkan nilai tertinggi kurs tengah selama periode 2017 sampai 2021 terjadi pada tahun 2020 dengan persentasenya 20,62%. Jika nilai mata uang menguat maka nilai ekspor produk dari negara tersebut akan menjadi lebih tinggi dan sebaliknya jika mata uang melemah, maka nilai imopor barang dari negara lain akan lebih rendah atau lebih murah. Cite this article as : Sidabariba. Analisis Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga Terhadap Return on Asset (ROA) pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Kayu Miftah Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 2. , 52Ae63. https://doi. org/10. 61231/miftah. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. Analisis Data Hasil Analisis Deskriptif Variabel Tabel 6 Hasil Uji Deskriptif Minimum Maksimum Mean Standar Deviasi Inflasi Suku Bunga Nilai Tukar Rupia Return On Asset Sumber: Hasil penelitian, diolah dengan SmartPLS 4. 0, 2023 Berdasarkan hasil uji deskriptif pada tabel di atas, dapat dijelaskann hasilnya sebagai berikut: Inflasi menunjukkan nilai minimum yaitu 1,680. nilai maksimum inflasi yaitu 3,610. nilai mean . sebesar 2,401 dengan standar deviasi 0,698. Suku Bunga menunjukkan nilai minimum yaitu 3,500. nilai maksimum suku bunga yaitu 6,000. nilai mean . ata-rat. sebesar 4,675 dengan standar deviasi 0,828. Nilai Tukar Rupiah menunjukkan nilai minimum yaitu 18,940. nilai maksimum nilai tukar rupiah yaitu 20,620. nilai mean . ata-rat. sebesar 19,988 dengan standar deviasi 0,565. Return On Aset (ROA) menunjukkan nilai minimum yaitu -1,080. nilai maksimum ROA yaitu 0,070. nilai mean . ata-rat. yaitu sebesar -0,075 dengan standar deviasi 0,259. Hasil Pengujian Hipotesis Tabel 7 Path Coefficient X1IeY Original sample(O) Sample Mean (M) Standar Deviasi X2IeY X1IeZ X2IeZ Z IeY P value Keterangan Ditolak Ditolak Diterima Ditolak Ditolak X1IeYIeZ Ditolak X2IeYIeZ Ditolak Sumber: Hasil penelitian, diolah dengan SmartPLS 4. 0, 2023 H1: Pengaruh antara Inflasi terhadap ROA Hasil pengujian didapat dari tabel diatas. Dimana original sample inflasi Ie return on asset adalah sebesar -0,200 dengan signifikansi 5% yang ditunjukkan dengan nilai t-statistik 0,176<1,992 serta pvalue sebesar 0,860>0,05. Hal ini berarti inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap return on asset. Dapat dilihat dari nilai original sample pengaruh inflasi terhadap return on asset menunjukkan nilai Cite this article as : Sidabariba. Analisis Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga Terhadap Return on Asset (ROA) pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Kayu Miftah Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 2. , 52Ae63. https://doi. org/10. 61231/miftah. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. Hal ini menunjukkan jika terjadi kenaikan pada inflasi sebesar satu persen maka, return on asset akan menurun sebesar 20%. Meskipun inflasi mengalami kenaikan, namun laba yang di peroleh perusahaan tidak mengalami penurunan yang drastis. Alasan yang menjelaskan kondisi tersebut adalah bahwa pada dasarnya inflasi tinggi mencerminkan kenaikan harga barang-barang yang tinggi yang menjadikan nilai uang dapat berkurang akibat harga yang meningkat. Jika peningkatan biaya produksi lebih tinggi dari peningkatan harga yang dilakukan oleh perusahaan maka profitabilitas akan turun. Namun demikian dampak negative inflasi terhadap profitabilitas nampaknya belum pada tingkat 20%. Hal ini dapat disebabkan oleh kenaikan biaya produksi dan operasional Perusahaan diimbangi oleh kenaikan harga jual produk yang di hasilkan oleh Perusahaan sehingga penurunan laba yang di alami oleh perusahaan tidak terlalu Hasil penelitian ini didukung dengan hasil penilitian terdahulu yang dilakukan oleh Adyatmika dan Wiksuana . menyatakan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap return on asset. H2: Pengaruh antara Suku bunga terhadap ROA Hasil pengujian di dapat dari tabel diatas. Dimana original sample suku bunga Ie return on asset adalah sebesar 0. 272 dengan signifikansi 5% yang ditunjukkan dengan nilai t-statistik 0,573<1,992 serta p-value sebesar 0,566>0,05. Hal ini berarti suku bunga tidak berpengaruh terhadap return on asset. Dapat di lihat nilai original sample pengaruh suku bunga terhadap return on asset bernilai positif. Angka di atas menunjukkan bahwa jika terjadi peningkatan pada suku bunga sebesar satu persen, maka return on asset mengalami peningkatan sebesar 27,2%. Tingkat bunga yang mempengaruhi pasar aset investasi adalah tingkat bunga yang dikenakan oleh lembaga penyimpanan, seperti bank, pinjam-meminjam dan perkreditan. Hubungan suku bunga dengan investasi berbanding terbalik. Dalam hal ini, suku bunga naik investasi cenderung menjadi lesu. Alasannya karena Ketika Lembaga keuangan menaikkan suku bunga, maka akan berpengaruh pada hampir semua biaya pinjaman Perusahaan. Dalam hal ini pihak Perusahaan untuk berinvestasi semakin kecil karena Perusahaan akan menambah pengeluaran investasinya apabila keuntungan investasi lebih besar dari tingkat bunga yang dibayarkan untuk dana investasi sebagai ongkos penggunaan dana. Tetapi pihak yang di untungkan dalam kenaikan suku bunga adalah sektor keuangan. Hal ini salah satunya karena margin keuntungan yang diprediksi benar-benar meningkat saat suku bunga naik, entitas seperti perbankan. Perusahaan asuransi. Perusahaan pialang dan pengelola uang umumnya diuntungkan oleh nilai suku bunga yang tinggi. Dengan naiknya suku bunga BI maka, saham-saham bank berkapitalisasi pasar jumbo maupun kecil dapat di untungkan. Hasil penelitian ini di dukung dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Khotijah. Suharti dan Yudhawati . meyatakan bahwa suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Cite this article as : Sidabariba. Analisis Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga Terhadap Return on Asset (ROA) pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Kayu Miftah Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 2. , 52Ae63. https://doi. org/10. 61231/miftah. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. H3: Pengaruh antara Inflasi dengan Nilai Tukar Rupiah Hasil pengujian didapat dari tabel di atas. Dimana original sample inflasi Ie nilai tukar rupiah adalah sebesar -0,958 dengan signifikansi 5% yang ditunjukkan dengan nilai t-statistik 44,411>1,992 serta p-value sebesar 0,000>0,05. Hal ini berarti inflasi berpengaruh negative signifikan terhadap nilai tukar rupiah. Angka ini menunjukkan bahwa jika terjadi peningkatan pada inflasi sebesar satu persen, maka nilai tukar rupiah akan menurun . 95,8%. Tingkat inflasi yang tinggi pada umumnya seringkali disertai dengan meningkatnya suku bunga untuk mengurangi kelebihan uang yang beredar. Kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus-menerus. Jika inflasi meningkat, maka harga barang dan jasa di dalam negeri mengalami kenaikan. Naiknya harga barang dan jasa tersebut menyebabkan melemahnya nilai mata uang. Artinya tingginya tingkat inflasi dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah. Hasil penelitian ini didukung dengan hasil penelitian terdahulu yang di lakukan oleh Wibowo . menyatakan bahwa inflasi berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah. H4: Pengaruh antara Suku bunga dengan Nilai Tukar Rupiah Hasil pengujian didapat dari tabel diatas. Dimana original sample suku bunga Ie nilai tukar rupiah adalah sebesar 0,110 dengan signifikansi 5% yang ditunjukkan dengan nilai t-statistik 1,913<1,992 serta p-value sebesar 0,056>0,05. Hal ini berarti suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar Dapat dilihat dari nilai original sample pengaruh suku bunga terhadap nilai tukar rupiah bernilai Angka ini menunjukkan bahwa jika terjadi peningkatan pada suku bunga sebesar satu persen, maka nilai tukar rupiah akan meningkat 11,0%. Berdasarkan teori klasik mengenai suku bunga, teori ini menjelaskan bahwa tinggi rendahnya tingkat bunga ditentukan oleh permintaan dan penawaran akan modal. Keinginan masyarakat untuk menabung atau investasi tergantung pada tingkat bunga. Semakin tinggi tingkat bunga semakin tinggi minat masyarakat untuk menabung. Semakin tinggi tingkat bunga, maka keinginan masyarakat untuk investasi semakin kecil karena seorang pengusahaa akan menambah pengeluaran investasinya apabila keuntungan investasi lebih besar dari tingkat bunga yang dibayarkan untuk dana investasi sebagai ongkos penggunaan dana. H4: Pengaruh antara Nilai Tukar Rupiah dengan ROA Hasil pengujian di dapat dari tabel diatas. Dimana original sample nilai tukar rupiah Ie return on asset adalah sebesar -0,535 dengan signifikansi 5% yang ditunjukkan dengan nilai t-statistik 0,418<1,992 serta p-value sebesar 0,676>0,05. Hal ini berarti nilai tukar rupiah tidak berpengaruh signifikan terhadap return on asset. Dapat dilihat dari hasil original sample pengaruh nilai tukar rupiah Cite this article as : Sidabariba. Analisis Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga Terhadap Return on Asset (ROA) pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Kayu Miftah Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 2. , 52Ae63. https://doi. org/10. 61231/miftah. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. terhadap return on aset bernilai negative. Angka di atas menunjukkan bahwa jika terjadi kenaikan nilai tukar rupiah satu persen, maka return on asset turun 53,5%. Kegiatan perdagangan internasional antar negara memiliki kesulitan dalam transaksi pembayaran dikarenakan nilai mata uang masing-masing negara berbeda. Apabila nilai tukar mengalami depresiasi maka profit yang akan dihasilkan oleh pihak bank mengalami penurunan. Dikarenakan jika banyak Perusahaan yang terkena imbas dari fluktuasi nilai tukar ini maka Perusahaan tersebut akan membatasi kegiatan ekspor yang dilakukan. Hal ini akan berdampak pada laba yang diperolehnya mengalami penurunan serta sulit mendapatkan pengkreditan dari bank. Hasil penelitian ini didukung dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Lestari et al, . yang menyatakan bahwa nilai tukar rupiah tidak berpengaruh signifikan terhadap return on asset. H6: Pengaruh antara Inflasi terhadap ROA dengan Nilai Tukar Rupiah sebagai variabel intervening Pada tabel dapat dilihat Spesific Indirect Effect dari inflasi Ie nilai tukar rupiah Ie return on asset, nilai original sample sebesar 0,512 dan t-statistik sebesar 0. 454< 1,992 serta p-value 0,650>0,05 yang berarti inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap return on asset melalui nilai tukar rupiah sebaga variael intervening. Hal ini dapat dilihat dari original sample yang negative yang menunjukkan bahwa jika terjadi peningkatan pada nilai tukar rupiah dalam memediasi inflasi sebesar satu persen, maka retun on asset akan menurun 51,2%. Hasil penelitian di peroleh bahwa hipotesis ditolak yaitu tidak terdapat pengaruhi inflasi terhadap return on asset dengan nilai tukar rupiah sebagai variabel intervening. Hal tersebut juga mengidentifikasikan bahwa nilai tukar rupiah tidak mampu memediasi inflasi terhadap return on asset. Penyebab inflasi dipengaruhi beberapa faktor mulai dari permintaan yang tinggi terhadap suatu barang atau jasa sehinga membuat harga barang atau jasa tersebut mengalami kenaikan. Selain itu, ada faktor biaya produksi yang tinggi, bertambahnya uang beredar di Masyarakat dan ketidak seimbangan antara permintaan dan penawaran. Penyebab inflasi juga dapat dipengaruhi oleh gejolak ekonomi dan politik yang terjadi disuatu negara. H7: Pengaruh antara Suku bunga terhadap ROA dengan Nilai Tukar Rupiah sebagai variabel intervening Pada tabel dapat dilihat Spesific Indirect Effect dari suku bunga Ie nilai tukar rupiah Ie return on asset, nilai original sample sebesar -0,059 dan t-statistik 0,134<1,992 serta p-value 0,893>0,05 yang berarti suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap return on asset melalui nilai tukar rupiah sebagai variabel intervening. Hal ini dapat dilihat dari original sample yang negative yang menunjukkan bahwa jika terjadi peningkatan pada nilai tukar rupiah dalam memediasi suku bunga sebesar satu persen, maka retun on asset akan menurun 5,9%. Hasil penelitian di peroleh bahwa hipotesis ditolak yaitu tidak Cite this article as : Sidabariba. Analisis Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga Terhadap Return on Asset (ROA) pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Kayu Miftah Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 2. , 52Ae63. https://doi. org/10. 61231/miftah. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. terdapat pengaruhi suku bunga terhadap return on asset dengan nilai tukar rupiah sebagai variabel Hal ini juga menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah tidak mampu memediasi suku bunga terhadap return on asset. Evaluasi Model Struktural (Inner Model ) Tabel 8 Hasil Evaluasi Model Struktural Dengan R Square ROA Nilai tukar rupiah R Square R-Square Adjusted Berdasarkan hasil nilai ycI 2untuk variabel nilai tukar rupiah sebesar 0,938 . Nilai tersebut mengidentifikasikan bahwa variabel nilai tukar rupiah (Z) dapat dijelaskan oleh variabel inflasi (X. dan suku bunga (X. sebesar 94% sedangkan 6% dipengaruhi oleh variabel lain. Sedangkan hasil ycI 2 untuk variabel return on asset (Y) sebesar 0,156. Nilai tersebut mengidentifikasikan bahwa variabel return on asset dapat dijelaskan oleh variabel inflasi (X. , suku bunga (X. dan nilai tukar rupiah (Z) sebesar 16% sisanya 84% di pengaruhi oleh variabel lain. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data tentang pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap return on asset dengan nilai tukar rupiah sebagai variabel intervening pada perusahaan manufaktur sub sektor kayu dan pengolahannya yang terdftardi BEI diperoleh kesimpulan sebagai berikut: hanya Inflasi yang dapat berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah, hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang di lakukan oleh Wibowo . Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mencoba memberikan saran sebagai berikut : . Bagi perusahaan di harapkan hasil penelitian ini dapat membantu perusahaan untuk mengetahui begaimana inflasi dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah. Perusahaan diharapkan dapat mengantisipasi inflasi yang terjadi sehingga dapat meningkatkan nilai tukar rupiah yang berdampak pada kegiatan ekspor. Bagi investor dan calon investor yang akan menginvestasikan dananya di pasar modal, diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu dalam menentukkan strategi investasi di pasar . Bagi peneliti selanjutnya di sarankan menggunakan variabel makro ekonomi lainnya, mengunakan periode penelitian yang lebih panjang, sehingga diperoleh hasil yang lebih baik lagi. Cite this article as : Sidabariba. Analisis Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga Terhadap Return on Asset (ROA) pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Kayu Miftah Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 2. , 52Ae63. https://doi. org/10. 61231/miftah. https://doi. org/10. 61231/jp2m. Creative Commons - Attribution 4. 0 International - CC BY 4. DAFTAR PUSTAKA