ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 ANALISIS PENGARUH RISIKO BISNIS. UKURAN PERUSAHAAN. DAN PROFITABILITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN SEKTOR INFRASTRUKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA Stevany Email: qstevanyz@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh risiko bisnis, ukuran perusahaan, dan profitabilitas terhadap struktur modal pada perusahaan sektor infrastruktur di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Bentuk penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian asosiatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumenter dengan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah 57 perusahaan sektor infrastruktur di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan peneliti yaitu dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh sebanyak 28 perusahaan sebagai Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari statistik deskriptif, pengujian asumsi klasik, dan analisis linier berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal dan risiko bisnis tidak berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan sektor infrastruktur di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. KATA KUNCI: risiko bisnis, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan struktur modal PENDAHULUAN Dalam menjalankan kegiatan bisnis, salah satu faktor yang menentukan keberhasilan perusahaan adalah pengelolaan kondisi keuangan yang baik. Dengan demikian, manajer keuangan perusahaan dituntut untuk dapat memanfaatkan sumber pendanaannya secara tepat dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan. Sumber pendanaan perusahaan dapat diperoleh dari sumber pendanaan internal perusahaan maupun sumber pendanaan eksternal perusahaan. Agar sumber pendanaan dapat dimanfaatkan secara optimal, maka manajer keuangan perusahaan diharuskan untuk dapat menentukan seberapa besar penggunaan modal sendiri dan modal asing yang akan digunakan untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan. Namun, apabila perusahaan salah dalam menentukan struktur modalnya maka dapat meningkatkan risiko perusahaan dalam hal perusahaan tidak mampu melunasi pinjaman dan beban bunganya. Ada beberapa faktor yang diduga dapat mempengaruhi struktur modal yaitu risiko bisnis, ukuran perusahaan, dan profitabilitas. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Risiko bisnis merupakan ketidakpastian yang dihadapi oleh perusahaan pada saat kegiatan bisnis berlangsung. Dalam menjalankan kegiatan bisnis perusahaan, risiko bisnis dapat diketahui dari tingkat penggunaan utang yang sangat besar. Semakin tinggi penggunaan utang semakin tinggi risiko bisnis bagi perusahaan. Risiko bisnis perusahaan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan, kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya, dan minat pemodal untuk menanamkan dana pada perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk memperoleh dana dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Ukuran perusahaan dapat digambarkan melalui besar kecilnya total aset. Perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan yang besar akan lebih mudah memperoleh pinjaman dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil. Sehingga semakin besar ukuran perusahaan cenderung memiliki banyak utang dan sebaliknya dengan ukuran perusahaan yang lebih kecil cenderung memilik utang yang lebih kecil. Profitabiltas yang tinggi dapat diketahui dari tingkat pengelolaan aset perusahaan. Semakin tinggi laba dari pengelolaan aset yang digunakan perusahaan semakin tinggi profitabiltas perusahaan. Profitabilitas yang tinggi merupakan harapan setiap perusahaan. Untuk mencapai profitabilitas yang tinggi perusahan perlu memaksimalkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan sehingga bisa mencapai efesiensi perusahaan, dengan hal ini dapat ditunjukkan dengan laba yang diperoleh oleh perusahaan dari hasil Profitabilitas merupakan salah satu faktor yang memiliki pengaruh terhadap struktur modal karena keuntungan merupakan komponen laporan keuangan yang digunakan sebagai alat untuk menilai baik tidaknya kinerja suatu perusahaan. KAJIAN PUSTAKA Struktur Modal Dalam menentukan keputusan pendanaan, perusahaan harus mengambil keputusan yang sesuai dengan perencanaan operasional perusahaannya. Keputusan pendanaan bisa berasal dari pendanaan internal dan pendanaan eksternal. Pendanaan internal adalah modal yang terdiri dari modal pemilik perusahaan, modal dari laba operasional perusahaan, serta dari laba ditahan. Sedangkan, pendanaan eksternal adalah modal yang berasal dari luar perusahaan seperti pinjaman kepada pihak bank. Oleh karena itu, perusahaan harus memperhatikan sumber pendanaan yang tepat sebagai pendanaannya. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Menurut Sutrisno . 3: . : AuStruktur modal merupakan imbangan antara modal asing atau hutang dengan modal sendiriAy. Struktur permodalan dianggap oleh perusahaan penting karena struktur permodalan berdampak langsung pada situasi keuangan. Struktur modal menjadi hal penting karena dalam menjalankan usahanya tidak akan terlepas dari kebutuhan dana sehingga berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan dan berdampak pada tingkat return yang akan diperoleh perusahaan. Menurut Subramanyam . 7: . : AuStruktur modal merupakan pendanaan ekuitas dan utang pada perusahaan yang sering diukur dalam hal besaran relatif berbagai sumber pendanaan. Sedangkan, menurut Martono & Harjito, . 1: . : AuStruktur modal . apital stuctur. adalah perbandingan atau imbangan pendanaan jangka panjang perusahaan yang ditunjukkan oleh perbandingan hutang jangka panjang terhadap modal sendiriAy. Pemenuhan kebutuhan dana perusahaan berasal dari sumber modal saham, laba ditahan, dan modal cadangan. Jika dalam pendanaan suatu perusahaan yang berasal dari modal sendiri masih mengalami kekurangan . maka perusahaan perlu mempertimbangkan pendanaan perusahaan yang berasal dari luar, yaitu hutang . ebt Menurut Darmawan . 0: . rasio yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan debt to equity ratio. Debt to Equity Ratio, sering disebut sebagai Gearing Ratio, adalah proporsi pembiayaan utang dalam suatu organisasi relatif terhadap Debt to Equity Ratio (DER) yaitu total kewajiban dibagi total ekuitas. Adapun rumus untuk menghitung struktur modal yaitu: DER = Total tang Ekuitas Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan pinjaman . dengan pemilik perusahaan. Dengan kata lain rasio ini berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang dan untuk mengetahui kemampuan membayar kewajiban jangka panjang, semakin rendah rasio akan semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang. Bagi bank . semakin besar rasio ini maka akan semakin tidak menguntungkan karena akan semakin besar rasio yang ditanggung atas kegagalan yang mungkin terjadi di perusahaan. Sebaliknya semakin rendah rasio ini maka semakin tinggi ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 tingkat pendanaan yang disediakan pemilik dan semakin besar batas pengamanan bagi peminjam jika terjadi kerugiaan atau penyusutan terhadap nilai aset. Rasio ini juga menunjukkan kelayakan dan risiko keuangan perusahaan. Rasio utang terhadap ekuitas secara langsung mempengaruhi risiko keuangan suatu Risiko keuangan hanyalah risiko bahwa perusahaan gagal membayar Ketika rasio utang terhadap ekuitas tinggi, itu meningkatkan kemungkinan perusahaan default dan dilikuidasi sebagai hasilnya. Jelas, ini tidak baik untuk investor dan pemberi pinjaman karena meningkatkan risiko yang terkait dengan investasi atau pinjaman mereka yang menyebabkan mereka memerlukan tingkat pengembalian yang lebih tinggi untuk mengompensasi risiko tambahan. Peningkatan dalampengembalian yang diperlukan investor dan pemberi pinjaman berarti peningkatan biaya modal bagi Risiko Bisnis Dalam menjalankan bisnis pada perusahaan, risiko bisnis akan meningkat jika penggunaan utang yang besar sebagai sumber pendanaan, hal ini dapat menyebabkan kreditur tidak akan memberikan pinjaman dan investor tidak ingin menanamkan modal pada perusahaan, karena mereka khawatir data yang ditanamkan kepada perusahaan tidak dapat dikembalikan oleh perusahaan atau tidak dapat menghasilkan laba bagi mereka. Menurut Martono & Harjito, . 1: . : AuPengertian risiko sendiri merupakan penyimpangan hasil . yang diharapkanAy. Dengan demikian apabila perusahaan ingin mengetahui suatu risiko maka perusahaan harus dapat menganalisis kemungkinan tidak tercapainya hasil . yang diharapkan. Tidak tercapainya hasil yang diharapkan tersebut berarti terjadi penyimpangan atas hasil yang diperoleh dibandingkan dengan hasil yang direncanakan . Adapun rumus untuk menghitung risiko bisnis yang dirumuskan dengan skala KVEbit yaitu : ! "! #$%& &' ( )" Menurut Sartono . 0: . : AuRisiko bisnis adalah ketidakpastian pada perkiraan pendapatan operasi perusahaan di masa mendatang. Risiko bisnis dapat terjadi pada suatu perusahaan yang menggunakan utang untuk memenuhi kebutuhan pendanaannya. Risiko ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 ini timbul seiring dengan munculnya beban biaya atas suatu pinjaman yang dilakukan oleh perusahaan. Semakin besar beban biaya yang harus ditanggung perusahaan maka semakin besar juga risiko yang dihadapi perusahaan. Risiko yang tinggi akan menyebabkan para pemberi utang ragu-ragu dalam menyampaikan kredit, karena kemungkinan perusahaan tidak bisa membayar utang-utangnya. Penggunaan modal dari luar perusahaan buat menaikkan aset akan mempengaruhi syarat risiko bisnis serta struktur modal. Meningkatnya peningkatan aset dengan menggunakan modal berasal luar perusahaan, maka risiko bisnis akan semakin besar. Suatu perusahaan akan mengalami tingkat risiko dalam menjalankan bisnisnya, apabila perusahaan tersebut tidak menggunakan utang. Semakin besar risiko bisnis suatu perusahaan, maka semakin rendah rasio utang yang optimal. Perusahaan dengan risiko usaha besar harus menggunakan utang lebih kecil dibandingkan perusahaan yang memiliki risiko bisnis rendah, sebab semakin besar risiko bisnis, penggunaan utang yang besar akan mempersulit perusahaan dalam mengembalikan utang mereka. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Alnajjar . yang menemukan hubungan negatif antara risiko bisnis dengan struktur modal. Selain itu hasil penelitian yang dilakukan oleh Lianto, et al . yang menyatakan bahwa risiko bisnis berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal (DER). H1: Risiko bisnis berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Ukuran Perusahaan Pada umumnya, ukuran perusahaan dibagi menjadi tiga, yaitu perusahaan besar, perusahaan menengah, dan perusahaan kecil. Menurut Swartono dan Trijatmiko . ukuran perusahaan merupakan ukuran besarnya aset yang dimiliki oleh perusahaan. Besar kecilnya ukuran perusahaan diartikan dalam hal kemampuan perusahaan untuk memperoleh pinjaman. Salah satu alasan perusahaan bisa lebih mudah memperoleh pinjaman adalah karena memiliki nilai aset yang lebih besar untuk dijaminkan. Ukuran perusahaan diukur dengan LogNatural total aset. Menurut Solechan . adapun rumus untuk menghitung ukuran perusahaan yaitu: Ukuran perusahaan = Ln (Total Ase. Dengan kata lain, besar kecilnya ukuran perusahaan secara langsung berpengaruh terhadap kebijakan struktur modal perusahaan. Hal tersebut berkaitan dengan tingkat kepercayaan kreditur kepada suatu perusahaan yang dapat mengembalikan utangnya ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 dengan segera. Perusahaan besar lebih mudah memperoleh pinjaman dibandingkan perusahaan kecil. Memungkinkan buat perusahaan besar, tingkat leveragenya akan lebih besar asal perusahaan yang berukuran kecil. Perusahaan kecil akan cenderung menyukai utang jangka pendek dibandingkan utang jangka panjang karena biayanya lebih rendah. Demikian juga perusahaan besar akan cenderung mempunyai sumber pendanaan yang Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Angelina & Mustanda . yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Selain itu hasil penelitian yang dilakukan oleh Lianto, et al . dan Alnajjar . yang juga menemukan hubungan positif antara ukuran perusahaan dengan struktur modal. H2: Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap struktur modal. Profitabilitas Tujuan akhir yang diinginkan oleh setiap perusahaan yang terpenting adalah memperoleh keuntungan atau laba yang maksimal. Artinya besarnya keuntungan haruslah dicapai sesuai dengan yang diharapkan dan bukan berarti asal untung. Untuk mengukur ingkat keuntungan suatu perusahaan, digunakan rasio profitabilitas. Menurut Kasmir . 9: . : AuRasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntunganAy. Meningkatnya kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba, maka semakin besar return yang dibutuhkan Seringkali pengamatan menunjukkan bahwa perusahaan menggunakan taraf pengembalian yang tinggi atas investasi memakai utang yang cukup kecil. Adapun rumus untuk menghitung profitabilitas yang dirumuskan dengan return on asset (ROA) yaitu: * ) = , - $ "!. ( . / 0 1 y 344% &' ( )" Profitabilitas menunjukkan tingkat kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh keuntungan atas pengelolaan aset perusaahaan, yang berhubungan dengan penjualan, total aset, dan modal sendiri. Dengan demikian profitabilitas sangatlah penting bagi suatu perusahaan karena digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu perusahaan, karena keuntungan merupakan komponen laporan keuangan yang digunakan sebagai alat untuk menilai baik tidaknya kinerja suatu perusahaan. Setiap perusahaan akan selalu berusaha untuk meningkatkan profitabilitasnya, karena semakin tinggi nilai profitabilitas perusahaan akan meningkatkan laba ditahan, sehingga komponen modal sendiri akan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 semakin meningkat maka perusahaan akan memiliki prospek yang lebih baik di masa Sesuai dengan pecking order theory yang mempunyai preferensi pendanaan pertama dengan dana internal berupa laba ditahan, sehingga komponen modal sendiri semakin meningkat. Dengan meningkatnya modal sendiri, maka rasio utang menjadi menurun . engan asumsi utang relatif teta. Perusahaan yang menggunakan dana internal cenderung memenuhi kebutuhan sebagain besar dana sehingga perusahaan dapat menekankan utang yang lebih rendah yang berarti dana internal tersebut mampu memenuhi sebagai sumber pembiayaan. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Angelina & Mustanda . yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Selain itu hasil penelitian yang dilakukan oleh Kariuki & Kamau . dan Alnajjar . yang juga menemukan hubungan negatif antara profitabilitas dengan struktur modal. H3: Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. METODE PENELITIAN Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif dan teknik pengumpulan data adalah studi dokumenter dengan data sekunder. Data sekunder yang digunakan yaitu laporan keuangan dari perusahaan sektor infrastruktur di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 yang diperoleh dari website Populasi dalam penelitian ini berjumlah 57 perusahaan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Kriteria penentuan sampel pada penelitian ini adalah perusahaan yang telah melakukan Initial Public Offering (IPO) sebelum tahun 2016 dan mempunyai laporan keuangan dalam bentuk rupiah. Berdasarkan kriteria tersebut, maka jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 28 perusahaan. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan alat bantu berupa Software Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 22. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah statistik desktiptif, pengujian asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda. PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriprif Statistik deskriptif merupakan statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Berikut ini disajikan Tabel 1 yang merupakan analisis statistik TABEL 1 Analisis Statistik Deskriptif RESBIS ROA DER Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Output Olahan SPSS Versi 22, 2022 Berdasarkan Tabel 1 variabel risiko bisnis, ukuran perusahaan, profitabilitas, struktur modal dengan total 140 data dari 28 sampel perusahaan. Pada varibel risiko bisnis memiliki nilai yang bervariasi yang diperoleh dari nilai standar deviasi sebesar 1. persen, sedangkan variabel ukuran perusahaan memiliki nilai yang kurang bervariasi yang diperoleh dari nilai standar deviasi sebesar 1. 3789563 persen. Pada variabel profitabilitas memiliki nilai rata-rata sebesar 2. 183286 persen dan variabel struktur modal memiliki nilai rata-rata sebesar 220. 304916 persen. Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik terdiri dari uji: Pengujian normalitas setelah dieliminasi memiliki nilai signifikansi sebesar 0,200 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa data tersebut telah berdistribusi normal. Hal ini dikarenakan data awal sebanyak 140 data setelah dikurangi 9 data menjadi 131 data yang terpakai. Pengujian multikolinearitas menunjukkan bahwa pada variabel risiko bisnis memiliki nilai tolerance sebesar 0,253. ukuran perusahaan memiliki nilai tolerance sebesar 0,252. profitabilitas memiliki nilai tolerance sebesar 0,991. Sedangkan nilai variance inflation factor pada variabel risiko bisnis memiliki nilai sebesar, 3,959. ukuran perusahaan memiliki nilai sebesar 3,970. dan profitabilitas memiliki nilai sebesar 1,009. Berdasarkan ketiga variabel tersebut menunjukkan bahwa hasil pengujian dari ketiga variabel independen ini memiliki nilai tolerance lebih dari 0,10 dan VIF kurang 10 sehingga dapat dikatakan tidak terjadi permasalahan pada ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Pengujian heterokedastisitas menunjukkan bahwa pada variabel risiko bisnis memiliki nilai signifikansi sebesar 0,441. ukuran perusahaan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,774. dan profitabilitas memiliki nilai signifikansi sebesar 0,814. Berdasarkan hasil pengujian pada ketiga variabel tersebut menunjukkan bahwa tidak terjadi permasalahan pada heteroskedastisitas dikarenakan memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Pengujian autokorelasi pada metode durbin watson menunjukkan nilai sebesar 1,834 dengan nilai durbin upper sebesar 1,761 diperoleh dari K = 3 dengan N = Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa nilai Du lebih kecil daripada Dw dengan nilai Dw lebih kecil dari 4 Ae Du yang berarti 1,761 < 1,834 < 2,239 sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terjadi permasalahan pada autokorelasi. Analisis Regresi Berganda TABEL 2 Analisis Linier Berganda Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. RESBIS ROA Dependent Variable: DER Model Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Output SPSS Versi 22, 2022 Adapun model persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : Y = -1. 637,459 9,238X1 60,726X2 Ae 5,355X3 e Berdasarkan kesimpulan yang telah diperoleh dari Tabel 6 menunjukkan bahwa: Konstanta sebesar -1. 637,459 dapat diartikan apabila variabel risiko bisnis, ukuran perusahaan, dan profitabilitas memiliki nilai konstan atau tidak berubah maka nilai struktur modal sebesar -1. 637,459. Risiko bisnis memiliki nilai koefisen bertanda positif 9,238 dapat diartikan setiap kenaikan risiko bisnis sebesar satu satuan maka dapat mampu meningkatkan nilai struktur modal sebesar 9,238. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Ukuran perusahaan memiliki nilai koefisen bertanda positif 60,726 dapat diartikan setiap kenaikan risiko bisnis sebesar satu satuan maka dapat mampu meningkatkan nilai struktur modal sebesar 60,726. Profitabilitas memiliki nilai koefisen bertanda negatif -5,355 dapat diartikan setiap kenaikan risiko bisnis sebesar satu satuan maka dapat mampu menurunkan nilai struktur modal sebesar -5,355. Koefisien Determinasi dan Koefisien Korelasi TABEL 3 Uji Autokorelasi Adjusted R Model R Square Square Predictors: (Constan. ROA. RESBIS. UP Dependent Variable: DER Std. Error of the Estimate DurbinWatson Sumber: Output SPSS Versi 22, 2022 Hasil koefisien determinasi pada Adjusted R Square memiliki nilai sebesar 0,358 atau 35,8 persen sedangkan sisanya sebesar 64,2 persen dijelaskan diluar faktor- faktor variabel independen lainnya yang dapat memengaruhi struktur modal, dan koefisien korealasi pada R menunjukan nilai sebesar 0,599 hal ini dikarenakan bahwa koefisien korelasi tersebut berada pada rentang 0,400 Ae 0,599 sehingga dapat dikatakan bahwa koefisien korelasi tersebut cukup kuat atau sedang. Uji F TABEL 4 Uji F Model Sum of Squares 1 Regression Residual Total Dependent Variable: DER Predictors: (Constan. ROA. RESBIS. UP Mean Square Sig. Sumber: Output SPSS Versi 22, 2022 Berdasarkan pada hasil pengujian memiliki nilai Fhitung sebesar 23,628 lebih besar dari Ftabel sebesar 2,676 yang diperoleh dari . Ae 3 Ae . dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa model tersebut layak yang ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 berarti risiko bisnis, ukuran perusahaan, dan profitabiltias berpengaruh terhadap sruktur Uji t dan Pengaruh Pengaruh Risiko Bisnis terhadap Struktur Modal. Pada variabel risiko bisnis ini memiliki nilai thitung sebesar 0,776 lebih kecil dari ttable sebesar 1,978. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa risiko bisnis tidak berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sehingga penelitian pada hipotesis pertama di penelitian ini ditolak, dikarenakan perusahaan tidak mempertimbangkan risiko penggunaan dana Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Struktur Modal Pada variabel ukuran perusahaan ini memiliki nilai thitung sebesar 3,904 lebih besar dari ttabel sebesar 1,978. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis penelitian yang diawal sehingga hipotesis kedua pada penelitian ini diterima, hal ini berarti perusahaan yang berukuran besar akan menyebabkan semakin dibutuhkannya pendanaan eksternal. Pengaruh Profitabilitas terhadap Struktur Modal. Pada variabel profitabilitas ini memiliki nilai thitung sebesar -4,950 lebih besar dari ttabel sebesar -1,978. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis penelitian yang diawal sehingga hipotesis ketiga pada penelitian ini diterima, berarti perusahaan memiliki tingkat pengembalian atas investasi yang sangat tinggi yang menunjukkan bahwa perusahaan lebih banyak memiliki dana internal sehingga perusahaan memilih menggunakan dana internalnya terlebih dahulu dibandingkan menggunakan dana eksternal. PENUTUP Adapun kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah: risiko bisnis tidak berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan sektor infrastruktur di Bursa Efek Indonesia, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap struktur modal pada perusahaan sektor infrastruktur di Bursa Efek Indonesia dan profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal pada perusahaan sektor infrastruktur di Bursa Efek Indonesia. Penulis memberikan saran untuk penelitian selanjutnya yaitu diharapkan untuk menggunakan proksi lain untuk mengukur Risiko Bisnis dan menggunakan objek ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 penelitian lainnya dan juga dapat mempertimbangkan penggunaan faktor lain yang belum digunakan dalam penelitian ini karena terbukti dari hasil koefisien determinasi pada Adjusted R Square memiliki nilai sebesar 0,216 atau 21,6 persen sedangkan sisanya sebesar 78,4 persen dijelaskan diluar faktor-faktor independen lainnya yang dapat memengaruhi struktur modal. DAFTAR PUSTAKA