APLIKASI PENGAJUAN KARTU KREDIT TERHADAP APPROVAL RATE CONSUMER LOAN FACTORY (CLF) DI BRI REGIONAL OFFICE BANDUNG Irsan Herlandi Putra1. Hertiara Alya Jamilah Syifa2 Program Studi Komputerisasi Akuntansi. Institu Digital Ekonomi LPKIA Instansi Jln. Soekarno Hatta No. 456 Bandung 40266. Telp 022-75642823. Fax. irsanherlandiputra@lpkia. id, 2 220213007@fellow. Abstrak Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Regional Office Bandung sebagai salah satu lembaga keuangan terkemuka di Indonesia, menghadapi berbagai tantangan dalam memberikan layanan pengajuan kartu kredit kepada nasabah. Tantangan tersebut meliputi proses pengajuan yang lambat, verifikasi data yang tidak efisien, serta Approval Rate yang belum optimal. Proses Register yang sebelumnya menggunakan blog, sering kali menyebabkan keterlambatan dalam proses persetujuan dan meningkatkan resiko kesalahan input data. Keterbatasan akses informasi secara cepat juga menjadi hambatan dalam meningkatkan kepuasan nasabah. Penggunaan teknologi informasi berupa aplikasi berbasis AppSheet menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan studi kasus terhadap penggunaan AppSheet dalam proses pengajuan kartu kredit di Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Regional Office Bandung, khususnya untuk meningkatkan Approval Rate. Penelitian ini berupaya mengembangkan aplikasi berbasis no-code untuk memproses data nasabah secara cepat, menyederhanakan proses verifikasi, dan menyajikan laporan Approval Rate secara real-time. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Waterfall, karena metode ini dianggap paling sesuai untuk mengkaji penerapan aplikasi AppSheet dalam sistem kerja aktual dan mengevaluasi dampaknya terhadap efisiensi operasional. Penerapan aplikasi AppSheet di Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Regional Office Bandung terbukti secara signifikan meningkatkan efisiensi dalam pengolahan data pengajuan kartu kredit, mempercepat proses persetujuan, serta mengurangi tingkat kesalahan dan upgrade data. Aplikasi ini juga memungkinkan pihak internal untuk memantau perkembangan pengajuan secara mobile dan real-time, sehingga kebutuhan nasabah dapat dipenuhi dengan lebih cepat dan akurat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi lembaga keuangan lain dalam mengadopsi teknologi no-code untuk meningkatkan layanan pengajuan kredit serta mendukung transformasi digital di sektor perbankan. Kata Kunci: AppSheet. Kartu Kredit. Approval Rate. No-Code. Digitalisasi Perbankan penggunaan sistem Register berbasis blog yang Pendahuluan Sektor perbankan di Indonesia saat ini menghadapi era transformasi digital yang sangat cepat dan menantang. Digitalisasi telah menjadi keharusan bagi seluruh lembaga keuangan untuk tetap relevan, kompetitif, dan efisien dalam memberikan layanan kepada nasabah. Perubahan gaya hidup masyarakat, perkembangan teknologi finansial . , dan peningkatan ekspektasi terhadap layanan yang cepat serta akurat, menuntut bank untuk terus berinovasi. (OJK, 2. Proses pengajuan kartu kredit yang berjalan saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan yang Salah satu masalah utama adalah Jurnal Komputer Bisnis menyebabkan keterlambatan dalam pemrosesan dan verifikasi data nasabah. Ketika proses administrasi dan verifikasi dilakukan belum terintegrasi, potensi terjadinya human error seperti salah input data, kehilangan dokumen, atau keterlambatan verifikasi menjadi semakin besar. Hal ini tidak hanya menghambat kecepatan layanan, tetapi juga dapat menurunkan tingkat kepuasan nasabah terhadap pelayanan BRI. (Putri Alfian et al. , 2. Keterbatasan sistem informasi yang digunakan juga berimplikasi pada minimnya transparansi dan akses informasi secara real-time, baik bagi pihak internal seperti petugas CLF maupun bagi Misalnya, ketika status pengajuan tidak bisa dipantau secara langsung, maka koordinasi antar bagian menjadi tidak efisien. Hal ini secara langsung Jurnal Komputer Bisnis Jurnal Komputer Bisnis P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 http://jurnal. id/index. php/jkb/index berdampak pada Approval Rate pengajuan kartu kredit yang cenderung stagnan atau tidak optimal. Padahal. Approval Rate merupakan indikator penting yang mencerminkan seberapa efektif sebuah sistem dalam menerima dan memproses permohonan (Pipit Muliyah et al. , 2. Efisiensi dalam proses pengajuan kartu kredit sangat bergantung pada kecepatan akses data, keakuratan verifikasi, dan kemampuan sistem untuk menyesuaikan diri dengan volume permohonan yang terus meningkat. Dalam situasi seperti ini, pemanfaatan teknologi informasi menjadi solusi strategis untuk mengatasi hambatan yang terjadi dalam sistem yang belum terintegrasi. Digitalisasi proses pengajuan bukan hanya menyederhanakan prosedur, namun juga meningkatkan akurasi data, mengurangi biaya operasional. (BRI, 2. Keunggulan AppSheet terletak pada kemudahan penggunaannya, fleksibilitas dalam integrasi data, serta kemampuan untuk menghasilkan tampilan aplikasi yang profesional dan responsif. Aplikasi yang dikembangkan dengan AppSheet juga mendukung validasi data otomatis, alur kerja . seperti pengiriman notifikasi, dan pelaporan berbasis visual yang interaktif. Platform ini bisa sangat berguna untuk mempercepat proses verifikasi nasabah, memperkecil risiko kesalahan input data, serta menyediakan laporan Approval Rate secara instan bagi pihak manajemen. (Maqfiroh, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan pengembangan aplikasi ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pengajuan kartu kredit secara digital berbasis AppSheet pada Consumer Loan Factory (CLF) BRI. Diharapkan, hasil dari pengembangan ini tidak hanya mempercepat proses verifikasi dan persetujuan pengajuan kartu kredit, tetapi juga meningkatkan akurasi data, transparansi informasi secara real-time, serta efektivitas koordinasi antarbagian. Dengan demikian, pengembangan aplikasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan Approval Rate dan kepuasan nasabah terhadap layanan BRI. Penginputan Register menggunakan blog dan keterlambatan persetujuan. Terdapat masalah dalam proses verifikasi data Minimnya Approval Rate untuk akses informasi real-time. Tujuan Penulisan Berdasarkan uraian Identifikasi Masalah diatas dapat di identifikasi tujuan penulisan adalah menghasilkan aplikasi: Mengembangkan AppSheet pengajuan kartu kredit. Meningkatkan efesiensi proses pengajuan dan verifikasi data nasabah. Menyediakan akses informasi real-time. Metodologi Pengembangan Sistem Pengembangan aplikasi pengajuan kartu kredit ini menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan Waterfall. Metode ini dipilih karena kebutuhan sistem telah terdefinisi jelas sejak awal dan sesuai untuk proses yang linear serta terstruktur, sehingga setiap tahap dapat diselesaikan secara menyeluruh sebelum berlanjut ke tahap berikutnya. Aplikasi dikembangkan dengan platform nocode AppSheet, yang memungkinkan pembuatan aplikasi melalui pengaturan dan konfigurasi tanpa . Tahapan pengembangannya mengikuti alur SDLC Waterfall secara bertahap. Gambar 1 Metode Waterfall Ruang Lingkup Pembahasan Berdasarkan uraian Tujuan Penulisan diatas dapat di identifikasi bahwa Ruang Lingkup Pembahasan adalah sebagai berikut: Pengembangan Aplikasi Register Pengajuan Kartu Kredit berbasis Appsheet. Peningkatan Efisiensi Proses Pengajuan dan Verifikasi Data. Optimalisasi aplikasi terhadap Approval Rate Consumer Loan Factory (CLF) sekaligus penyediaan informasi real-time. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian latar belakang dan permasalahan diatas, dapat di identifikasi masalah, sebagai berikut: Analisis Kebutuhan (Requirement Analysi. Mengidentifikasi kebutuhan fungsional . ata nasabah, status persetujua. dan non-fungsional . ecepatan akses, kemudahan penggunaan, keamanan dat. untuk memastikan aplikasi sesuai kebutuhan divisi CLF BRI. Perancangan Aplikasi (System Desig. Merancang spreadsheet yang terintegrasi ke AppSheet, meliputi form input nasabah, dashboard Approval Rate, alur verifikasi, dan antarmuka sederhana agar mudah Pembuatan Aplikasi (Application Developmen. Membangun aplikasi di AppSheet tanpa coding, menghubungkan spreadsheet, membuat form, laporan Jurnal Komputer Bisnis Jurnal Komputer Bisnis http://jurnal. id/index. php/jkb/index Approval Rate, workflow otomatis, serta validasi data untuk meminimalkan kesalahan input. Pengujian Aplikasi (Application Testin. Menguji fungsionalitas aplikasi melalui simulasi pengisian data, verifikasi, dan penghitungan Approval Rate, serta menguji kestabilan dan kehandalan aplikasi sebelum digunakan secara operasional. Implementasi Aplikasi (Application Deploymen. Menerapkan aplikasi di lingkungan nyata pada divisi CLF BRI, memberikan akses kepada pengguna, serta melakukan monitoring untuk menilai efektivitas dan mengumpulkan masukan. Pemeliharaan Aplikasi (Application Maintenanc. Melakukan pembaruan data, penyesuaian form, perbaikan bug, dan penambahan fitur sesuai kebutuhan agar aplikasi tetap optimal dan relevan dalam jangka panjang. Tinjauan Pustaka Kartu Kredit Definisi Kartu Kredit menurut (Ham et al. , 2. AuKartu kredit merupakan alat pembayaran yang dilakukan secara non tunai dengan menggunakan kartu yang telah diterbitkan oleh bank. Kegunaan kartu kredit dapat membantuuntuk melakukan transaksi yang di awalnya dibayarkan oleh bank, pada akhirnya kita sendiri harus membayar nominal yang sudah ditentukan oleh pihak bank setiap awal bulan kebank bersangkutan. Ay Definisi Kartu Kredit menurut (Lilihosieni, 2. AuKartu kredit sebagai alat pembayaran yang memungkinkan pembelian barang dan jasa tanpa harus membayar tunai di tempat, dengan opsi pembayaran sekaligus atau cicilan. Ay Proses Pengajuan Kartu Kredit Definisi Proses Pengajuan Kartu Kredit menurut (AsAo ad et al. , 2. AuProses penentuan kelayakan pengajuan kartu kredit di Bank Mandiri masih banyak mengandalkan evaluasi manual dan sistem berbasis aturan Pendekatan ini sering kali menghadapi tantangan, seperti ketidakakuratan dalam menilai kemampuan finansial nasabah, subjektivitas dalam pengambilan keputusan, serta waktu pemrosesan Idealnya, keputusan pengajuan kartu kredit harus dilakukan secara objektif berdasarkan data historis dan indikator keuangan yang jelas. Kesenjangan antara sistem evaluasi manual dengan kebutuhan akan kecepatan dan akurasi menimbulkan permasalahan yang harus segera diselesaikan. Proses ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kredit macet dan memastikan bahwa fasilitas kredit diberikan kepada individu yang memenuhi syarat. Ay Definisi Proses Pengajuan Kartu Kredit menurut (Pangestu, 2. P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 AuProses Pengajuan Kartu Kredit yang barus dilalui dalam proses pemberian kredit yaitu pengajuan pemberian kredit, penyeleksian dan Analisis data, keputusan atas permohonan kredit, dan pelunasan pemberian kredit agar perusahaan dapat berjalan dengan baik dan tidak menyebabkan terjadinya pelanggan yang menunggak ataupun telat membayar Ay Approval Rate Kartu Kredit pada CLF Definisi Proses Pengajuan Kartu Kredit menurut (AsAo ad et al. , 2. AuProses penentuan kelayakan pengajuan kartu kredit di Bank Mandiri masih banyak mengandalkan evaluasi manual dan sistem berbasis aturan Pendekatan ini sering kali menghadapi tantangan, seperti ketidakakuratan dalam menilai kemampuan finansial nasabah, subjektivitas dalam pengambilan keputusan, serta waktu pemrosesan Idealnya, keputusan pengajuan kartu kredit harus dilakukan secara objektif berdasarkan data historis dan indikator keuangan yang jelas. Kesenjangan antara sistem evaluasi manual dengan kebutuhan akan kecepatan dan akurasi menimbulkan permasalahan yang harus segera diselesaikan. Proses ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kredit macet dan memastikan bahwa fasilitas kredit diberikan kepada individu yang memenuhi syarat. Ay Definisi Proses Pengajuan Kartu Kredit menurut (Pangestu, 2. AuProses Pengajuan Kartu Kredit yang barus dilalui dalam proses pemberian kredit yaitu pengajuan pemberian kredit, penyeleksian dan Analisis data, keputusan atas permohonan kredit, dan pelunasan pemberian kredit agar perusahaan dapat berjalan dengan baik dan tidak menyebabkan terjadinya pelanggan yang menunggak ataupun telat membayar Ay Appsheet sebagai Platform No-Code Definisi AppSheet sebagai Platform No-Code menurut (Maqfiroh, 2. AuAppSheet sebagai platform pengembangan aplikasi tanpa kode . o-cod. yang memungkinkan pembuatan aplikasi berbasis data dari spreadsheet seperti Google Sheets, dengan fitur offline dan integrasi data yang mudah. Penelitian ini menggunakan metode Waterfall dalam perancangan aplikasi transaksi penjualan yang efisien dan mudah Ay Definisi AppSheet sebagai Platform No-Code menurut (Yasmin & Nugraha, 2. AuAppSheet digunakan untuk membangun aplikasi web dan seluler secara cepat dan mudah, dengan metode pengembangan Waterfall dan pengujian blackbox. Aplikasi ini memudahkan pencatatan dan pengontrolan inventaris secara Ay Transformasi Digital dalam Industri Perbankan Definisi Transformasi Digital dalam Indsutri Perbankan menurut (OJK, 2023. Jurnal Komputer Bisnis Jurnal Komputer Bisnis http://jurnal. id/index. php/jkb/index AuDigitalisasi sektor jasa keuangan menjadi prioritas nasional dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Salah satu targetnya adalah mempercepat akses masyarakat ke layanan kredit mikro dan konsumtif. Ay Definisi Transformasi Digital dalam Indsutri Perbankan menurut (Pambudi, 2. AuTransformasi memungkinkan peningkatan efisiensi operasional hingga 35% dengan mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik dan proses manual. Ay Hasil Observasi Alur Proses pengajuan Kartu Kredit pada Bank Rakyat Indonesia Proses pengajuan kartu kredit di BRI saat ini dapat dilakukan melalui beberapa kanal, yaitu secara langsung di kantor cabang BRI, maupun aplikasi mitra co-branding yang bekerja sama dengan BRI Mobile (BRIMO). Pengajuan kartu kredit di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dilakukan melalui beberapa tahapan yang terstruktur, mulai dari pengisian formulir hingga verifikasi akhir oleh pihak bank. Secara garis besar, alurnya dapat dijabarkan sebagai Pengisian Formulir Aplikasi oleh Calon Pemegang Kartu Langkah pertama dimulai ketika calon nasabah bertemu dengan Relationship Manager (RM) atau petugas bank yang berwenang. Pada tahap ini, nasabah akan diberikan formulir aplikasi kartu kredit (Credit Card/CC) yang harus diisi dengan data pribadi secara lengkap dan benar. Data yang diminta biasanya mencakup informasi identitas, alamat, pekerjaan, penghasilan, serta informasi kontak yang dapat dihubungi. Keakuratan data sangat penting agar proses selanjutnya dapat berjalan lancar. Pengumpulan Dokumen Persyaratan Calon nasabah perlu melengkapi dokumen pendukung sesuai ketentuan BRI. Dokumen ini menjadi bahan pertimbangan awal dalam proses Analisis kelayakan penerbitan kartu kredit. Umumnya dokumen yang diperlukan antara lain: Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Slip gaji terbaru atau surat keterangan penghasilan bagi karyawan. Rekening tabungan tiga bulan terakhir. Fotokopi SIUP/TDP atau dokumen legal usaha bagi pengusaha. Semua dokumen tersebut diserahkan bersama dengan formulir aplikasi yang telah diisi. Penyerahan Dokumen ke Pihak Bank melalui RM Dokumen dan formulir sudah lengkap, nasabah menyerahkannya kembali kepada RM. kemudian bertugas mengirimkan seluruh berkas tersebut secara manual ke unit layanan kartu kredit P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 BRI atau bagian customer service di kantor BRI terdekat yang menangani pengajuan kartu kredit. Pemeriksaan dan Verifikasi Kelengkapan Dokumen sampai di pihak BRI, petugas bank akan melakukan pemeriksaan administratif. Tahap ini mencakup pengecekan kelengkapan dokumen, keaslian identitas, serta kesesuaian data yang tertera pada formulir dengan dokumen Jika ditemukan kekurangan, pihak bank akan menghubungi nasabah untuk melengkapinya sebelum proses dilanjutkan. Registrasi Melalui Blog/Portal CLF Persyaratan telah dinyatakan lengkap dan sesuai, petugas BRI akan memproses pengajuan kartu kredit melalui sistem Customer Loan Factory (CLF). Gambar 2 Portal CLF Portal CLF merupakan platform internal BRI yang digunakan untuk memproses dan memantau pengajuan kredit, termasuk kartu kredit. Tahap Analisis dan Persetujuan Pihak BRI akan melakukan Analisis kelayakan kredit berdasarkan data dan dokumen yang telah Proses ini mencakup penilaian kemampuan bayar, histori kredit, serta profil risiko Jika pengajuan disetujui, kartu kredit akan dicetak dan dikirimkan ke alamat nasabah sesuai data yang tertera. Proses pengajuan kartu kredit di BRI ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap calon pemegang kartu telah memenuhi persyaratan administratif maupun kelayakan finansial. Dengan tahapan yang sistematis, mulai dari pengisian formulir, pengumpulan dokumen, verifikasi data, hingga pengajuan melalui sistem CLF, pihak BRI berupaya menjaga keamanan serta keakuratan proses. Selain itu, mekanisme ini juga membantu bank melakukan Analisis risiko secara menyeluruh sehingga kartu kredit yang diterbitkan benar-benar diberikan kepada nasabah yang memenuhi kriteria. Dengan demikian, baik pihak bank maupun nasabah dapat memperoleh manfaat secara optimal dari layanan kartu kredit yang diberikan. Pengajuan Kartu Kredit yang Berjalan EASY Card Kartu kredit entry-Level BRI dengan limit menengah, cocok untuk transaksi harian dan tarik tunai dengan bunga ringan. Platinum Kartu premium dengan limit besar, fasilitas asuransi perjalanan, dan akses promo eksklusif. Wonderful Indonesia Jurnal Komputer Bisnis Jurnal Komputer Bisnis http://jurnal. id/index. php/jkb/index Kartu co-branding BRI dengan KemEnterian Pariwisata, memberi keuntungan khusus untuk perjalanan wisata di dalam negeri. World Access Kartu high-end dengan fasilitas airport lounge, asuransi perjalanan internasional, dan promo merchant global. Business Card Diperuntukkan bagi pelaku usaha untuk transaksi bisnis, pembelian barang dagang, atau kebutuhan modal kerja ringan. Visa Touch Kartu kredit berbasis teknologi contactless untuk pembayaran cepat tanpa gesek/tanda tangan, cocok untuk transaksi kecil dan cepat. JCB Platinum Kartu co-branding dengan jaringan JCB, populer untuk nasabah yang sering bepergian ke Jepang dan Asia, dengan benefit merchant khusus. Non Nasabah Pengajuan kartu kredit dari masyarakat yang tidak memiliki rekening di BRI . etap melalui proses verifikasi keta. Simpanan Pengajuan kartu kredit oleh nasabah yang memiliki produk simpanan BRI seperti tabungan atau Pinjaman Pengajuan oleh nasabah yang memiliki produk pinjaman BRI, dengan penilaian berdasarkan riwayat pembayaran pinjaman. Pekerja BRI Khusus untuk pegawai BRI dengan fasilitas limit dan bunga khusus sesuai kebijakan internal. VIP Pengajuan untuk nasabah prioritas atau yang telah mendapat undangan eksklusif dari BRI. Lainnya Kategori umum untuk jenis kartu atau program khusus di luar daftar utama. Mapping Chart Pengajuan Kartu Kredit pada Bank BRI Gambar 3 Proses Pengajuan Kartu Kredit P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 Alur proses pengajuan kartu kredit pada Divisi Consumer Loan Factory (CLF) Bank BRI secara Proses dimulai dari tahap pengisian formulir oleh nasabah, dilanjutkan dengan verifikasi data pada bagian CLF, serta Analisis pengajuan kredit dan penyesuaian oleh analis kredit. Setelah itu, dilakukan pengambilan keputusan untuk menyetujui atau menolak permohonan. Apabila disetujui, kartu akan diterbitkan dan dikirimkan kepada nasabah, sedangkan jika ditolak, pemberitahuan akan dikirimkan ke kantor cabang. Proses Pengajuan Kredit (Plain tex. Nasabah Mengajukan Permohonan Melalui Kantor Cabang BRI Melalui Aplikasi BRIMO (Co-Brandin. Pengisian Formulir & Upload Dokumen Formulir Aplikasi Dokumen Pendukung (KTP. Slip Gaji, dll. Verifikasi Data oleh Petugas CLF Pengecekan Kelengkapan Dokumen Validasi Data Nasabah Analisis Kredit Evaluasi Kemampuan Finansial perhitungan DBR Keputusan Persetujuan atau Penolakan Jika Diseteujui: Penerbitan Kartu Kredit Jika Ditolak: Pemberitahuan Ke Kantor Cabang Analisis Sistem usulan Aplikasi Kartu Kredit menggunakan Appsheet Sistem yang sebelumnya digunakan oleh divisi CLF BRI Regional Office Bandung masih menggunakan blog dan tidak terintegrasi, menyebabkan keterlambatan dalam verifikasi data, tidak bisa diedit hingga terjadi kesalahan input, serta keterbatasan dalam pelaporan real-time. Sistem pengajuan kartu kredit yang diusulkan akan dikembangkan berbasis aplikasi Android dengan platform AppSheet yang terhubung dengan Google Spreadsheet sebagai backend database. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses, dapat diedit jika terjadi kesalahan input, dan mempercepat waktu persetujuan. Flowmap Sistem Usulan Aplikasi Gambar 4 Penyimpanan Notifikasi Jurnal Komputer Bisnis Jurnal Komputer Bisnis P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 http://jurnal. id/index. php/jkb/index Proses ini melibatkan tiga komponen utama, yaitu Nasabah. CLF sebagai unit pengolah data dan pengambil keputusan administratif, serta Sistem yang berperan dalam mengotomatisasi Analisis dan pengelolaan data. Berikut adalah alur pada penyampaian Notifikasi: Nasabah Ae Pengajuan Formulir Proses diawali oleh nasabah yang melakukan pengajuan kartu kredit melalui aplikasi dengan cara mengisi formulir dan mengunggah dokumen pendukung, seperti KTP, slip gaji, dan dokumen lain sesuai persyaratan. Tahap ini menjadi langkah awal dalam memulai proses pengajuan dan memastikan bahwa data awal yang diperlukan tersedia untuk pemeriksaan lebih lanjut. CLF Validasi Data Pengajuan telah dilakukan, dokumen dan data yang masuk akan diperiksa oleh petugas Consumer Loan Factory (CLF) melalui tahap validasi. Validasi ini bertujuan untuk memastikan kelengkapan dan keabsahan data yang telah diunggah oleh nasabah. Apabila ditemukan kekurangan atau ketidaksesuaian data, proses akan dikembalikan kepada nasabah untuk dilakukan perbaikan sebelum melanjutkan ke tahap CLF Ae Input Data Nasabah dan Data Pekerjaan Data sudah dinyatakan lengkap dan valid, petugas CLF melanjutkan dengan memasukkan informasi nasabah beserta detail pekerjaan ke dalam Data ini menjadi dasar bagi proses Analisis kelayakan kredit di tahap selanjutnya, sehingga keakuratan input data sangat menentukan hasil Analisis. CLF Ae Input Register Pada tahap ini, petugas CLF melakukan pencatatan data awal nasabah ke dalam sistem register sebagai arsip administratif. Data yang dimasukkan meliputi identitas dasar nasabah, nomor aplikasi, serta tanggal pengajuan. Proses Input Register berfungsi sebagai dasar pencatatan resmi setiap aplikasi kartu kredit yang masuk, sehingga memudahkan pelacakan, pengendalian, serta monitoring status pengajuan pada tahap berikutnya. CLF Ae Input Approval Kartu Kredit Data nasabah berhasil diinput, petugas CLF melakukan pengisian permohonan persetujuan kartu kredit pada sistem. Proses ini merupakan penghubung antara data nasabah yang sudah diverifikasi dengan tahap Analisis yang akan dilakukan Sistem Ae Proses Analisis Pengajuan Sistem memulai tahap Analisis dengan memproses seluruh data yang telah dimasukkan. Analisis ini mencakup perhitungan Debt Burden Ratio (DBR) untuk menilai kemampuan bayar nasabah, serta pemeriksaan kelayakan berdasarkan riwayat dan profil kredit. Hasil dari Analisis ini menjadi bahan utama untuk menentukan apakah pengajuan kartu kredit dapat disetujui atau ditolak. Sistem Ae Penyimpanan Hasil Analisis Setelah Analisis selesai, hasilnya disimpan dalam basis data khusus yang menampung seluruh informasi keputusan pengajuan kartu kredit. Penyimpanan ini memastikan data dapat diakses kembali untuk keperluan pelaporan, pencetakan hasil, atau verifikasi lanjutan. Sistem Ae Cetak dan Penyajian Hasil Analisis Sistem mengambil hasil Analisis dari basis data dan menyiapkannya dalam bentuk dokumen atau laporan yang siap dicetak. Tahap ini bertujuan untuk menyediakan output yang dapat digunakan oleh petugas CLF maupun pihak terkait sebagai bukti dan referensi keputusan. CLF & Nasabah Ae Penyampaian Notifikasi Hasil Analisis yang telah disimpan di basis data dikirim kembali ke CLF, kemudian diteruskan kepada nasabah melalui notifikasi status pengajuan kartu Notifikasi ini berisi informasi apakah pengajuan disetujui, ditolak, atau masih dalam proses. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, terdapat beberapa kesimpulan yang merangkum pencapaian dan manfaat dari pengembangan aplikasi pengajuan kartu kredit berbasis AppSheet. Adapun kesimpulan tersebut adalah sebagai berikut: Penginputan register dilakukan dengan Proses verifikasi data nasabah berjalan efisien dan mendukung kelancaran operasional. Approval Rate menjadi optimal dengan dukungan sistem yang memadai serta akses informasi real-time. Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan, berikut adalah saran yang diperuntukkan bagi manajemen BRI dan peneliti selanjutnya: Bagi Manajemen Penggunaan Platform No-Code/Low-Code seperti AppSheet. Gunakan sistem monitoring real-time untuk Approval Rate pengawasan proses. Bagi Peneliti Selanjutnya Melakukan pengujian pada skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak cabang BRI untuk melihat konsistensi kinerja sistem di berbagai kondisi operasional. Mengembangkan fitur mobile-friendly yang optimal untuk memastikan kenyamanan khususnya smartphone petugas lapangan. Jurnal Komputer Bisnis Jurnal Komputer Bisnis http://jurnal. id/index. php/jkb/index DAFTAR PUSTAKA